Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Wallstreet

Market Review AS & Eropa


Market Review AS & Eropa :

Harga minyak rally pasca OPEC diluar dugaan tidak menambah tingkat produksinya dan menyusul laporan mingguan pemerintah yang menunjukkan persediaan minyak mentah turun lebih dari perkiraan. Dollar menguat terhadap sejumlah mata uang utama, sementara emas turun $5.75, atau sekitar 0.3% untuk ditutup pada level $1,537.50 per ons. Wall Street ditutup turun untuk 6 sesi berturut-turut seiring kecemasan investor terhadap melambatnya pemulihan menyusul outlook suram dari Ben Bernanke dan pasca Beige Book dari Fed menunjukkan perlambatan di sejumlah wilayah. Data ekonomi hari ini adalah keputusan suku bunga dan pernyataan dari RBNZ, GDP dan household confidence dari Jepang, employment change dan unemployment rate dari Australia, trade balance Inggris dan keputusan suku bunga serta pernyataan dari BoE, keputusan suku bunga dan pernyataan dari ECB, trade balance dan jobless claims dari AS. Nikkei diperkirakan dalam kisaran 9,320 – 9,440.

EUR/USD closing 1.4584, high 1.4693, low 1.4562, XAUUSD C:1,537.50, H:1,546.10, L:1,531.45 CO-LS C:100.78, H: 101.89, L: 98.02. Dow C: 12,030, H: 12,085, L:12,015.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Wall Street Turun Untuk 5 Minggu Beruntun


Sabtu, 04 Juni 2011 – 04:02 WIB

Wall Street Turun Untuk 5 Minggu Beruntun

Saham As ditutup turun untuk lima minggu berturut-turut setelah data tenaga kerja pemerintah yang mengecewakan menambah serangkaian data yang lemah pekan ini mengindikasikan tanda-tanda melambatnya perekonomian. Fakta bahwa S&P 500 telah kembali ke atas 1,300 setelah sempat menembus pada awal sesi mungkin adalah tanda yang baik bahwa pasar belum siap untuk bergerak turun secara tajam, ucap Marc Pado, strategis pasar Cantor Fitzgerald. Namun fakta bahwa saham masih di level rendah menandakan kecemasan sebagian trader. “Dampak dari berita negatif di akhir ini akan direfeleksikan di banyak tempat,” ucap Pado. “Saya lebih memilih untuk sedikit berhati-hati menjelang akhir pekan dan tidak menjadi terlalu agresif.”

Saham terpukul pada pembukaan setelah nonfarm payrolls hanya naik sebanyak 54,000 di bulan Mei, kenaikan terkecil sejak September 2010, menurut Dep. Tenaga Kerja. “Data ini tidak menunjukkan adanya penguatan,” ucap John Canally, ekonom LPL Financial mengenai data tenaga kerja, menambahwa bahwa pelemahan tidak mengejutkan pada titik ini dalam pemulihan ekonomi. “Data ketika 2 tahun berjalan pemulihan cenderung choppy,” ucapnya. “Ini adalah saatnya dimana tidak semua data bagus.” Canally tidak beranggapan bahwa data tenaga kerja ini akan menjamin program pembelian obligasi tambahan atau QE3, namun rumor mengenai QE bermunculan segera setelah data dirilis.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Wall Street Mix, Fokus Pada NFP


Jumat, 03 Juni 2011 – 05:53 WIB

Wall Street Mix, Fokus Pada NFP

Saham AS kehilangan tenaga pada beberapa menit terakhir perdagangan untuk ditutup mix pada hari Kamis menjelang data tenaga kerja bulanan dari pemerintah dan pasca petinggi Uni Eropa mengatakan belum ada kesepakatan mengenai bantuan tambahan untuk Yunani. Moody’s memperingatkan mengenai potensi downgrade pada peringkat hutang AS jika pemerintah di Washington tidak membuat kemajuan berarti dalam diskusi menengai anggaran hingga pertengahan Juli.

Sementara itu, Yunani setuju dengan Uni Eropa dan IMF untuk menerapkan kebijakan yang lebih ketat, menurut salah satu petingginya, namun  salah satu petinggi di zona Eropa mengatakan pada CNBC bahwa laporan itu tidak benar. Pejabat Yunani menolak berkomentar. Tanda pelemahan kembali muncul setelah jumlah klaim pengangguran turun kurang dari perkiraan pada hari Kamis, dan peritel melaporkan tingkat penjualan antar toko yang mix pada bulan Mei. Namun sebagian investor sedang menanti laporan tenaga kerja bulan Mei dari pemerintah pada hari Jumat untuk gambaran yang lebih jelas tentang kondisi perekonomian. “Menjelang data tenaga kerja besok, investor sangat cemas data akan lebih buruk dari yang diharapkan,” ucap Jonathan Corpina, partner managing senior pada Meridian Equity Partners. “Menurutku ekspektasi untuk data besok sangat sangat rendah.”

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Review Eropa


Market Review Eropa :

Mata uang tunggal Euro mendapatkan support sejalan dengan tensi ketegangan Timur Tengah yang melebar menyebabkan harga minyak naik tajam, memicu kekhawatiran inflasi dan turut menopang penguatan Sterling. Di saat bersamaan pasar saham Eropa anjlok mengikuti performa buruk Wall Street kemarin serta pelemahan yang tampak di bursa Asia akibat kekhawatiran investor tingginya harga minyak akan memangkas potensi pertumbuhan ekonomi global.


Earnings JPMorgan Lejitkan Wall Street


Sabtu, 15 Januari 2011 – 05:35 WIB

Saham AS ditutup di level tinggi multi-tahunan seiring menguatnya saham sektor keuangan dan teknologi akibat bagusnya laporan earnings dari JPMorgan dan Intel dan menjelang laporan earnings perusahaan besar lainnya pekan depan. Pasar terus bergerak naik hari Jumat bahkan setelah beberapa analis mengatakan pasar sulit bertahan di level saat ini. Art Cashin, direktur floor NYSE untuk UBS Financial Services, mengatakan S&P 500 diperdagangkan diatas MA10 untuk 30 hari berturut-turut. Namun Jeff Rubin pada Birinyi Associates, merespon analis lainnya yang mengatakan pasar telah jenuh membeli karena S&P 500 berada diatas MA50 selama 94 hari, mengingat ketika ini terjadi di masa yang lalu, pasar rata-rata naik 1.58% di bulan selanjutnya, dan 3.45% dalam 3 bulan selanjutnya.

Kenaikan terbanyak hari ini adalah pada sektor finansial seiring investor yang merayakan earnings dari JPMorgan yang sangat mengejutkan.  Earnings yang dirilis menunjukkan rasio modal nampak cukup untuk membiarkan JPMorgan menaikkan dividennya setelah mendapat persetujuan dari Federal Reserve. Ketika investor yang panik dan mulai menjual setelah earnings JPMorgan dirilis tidak ada, investor mulai membeli saham bank tersebut, begitu juga dengan saham mitranya, ucap Dave Rovelli, direktur manajer perdagangan saham pada Canaccord Genuity. “Investor ingin membeli saham sektor finansial karena paling berpotensi untuk naik,” tutur Rovelli. Sejumlah bank besar akan merilis earnings-nya minggu depan termasuk Citigroup, Goldman Sachs, Wells Fargo, Morgan Stanley, dan Bank of America.

5 Hal Penting Sebelum Open Market 14:33 WIB