Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Superior mesenteric artery

Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas naik lebih dari level $ 16.8 di tutup dekat level $1830.00/troy ounce pada perdagangan kemarin seiring pulihnya bursa saham dan Eropa, mengembalikan penurunan tajam akibat aksi jual. Minimnya tingkat permintaan aset safe haven belakangan ini ditambah dengan meningkatnya volatilitas harga membuat investor Emas untuk mempertanyakan outlook Emas. Bursa saham global dan Euro pulih dalam harapan adanya dukungan politik untuk Yunani dari negara kuat di Eropa, pada hari Senin Komoditi Emas terbenam di bawah level $1800.00/troy ounce seiring kecemasan hutang zona Eropa memicu investor menjual Emas guna menutupi kerugian di bursa saham, peruntungan Emas nampaknya memudar saat ini.

MINYAK

Minyak mentah tergelincir dari level tertinggi 6 minggu di New York, koreksi harga minyak terjadi karena investor berspekulasi stok bensin AS meningkat, sehingga menjadi sinyal akan surutnya permintaan bahan bakar di negara pengonsumsi minyak terbesar di dunia iu. Adapun Departemen Energi AS juga dijadwalkan merilis laporannya hari ini. Mayoritas analis yang disurvei Bloomberg memprediksi Departemen Energi mungkin melaporkan pasokan bahan bakar motor turun 500.000 barel, dan cadangan minyak mentah berkurang 3 juta barel pada minggu lalu.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa mampu melanjutkan dominasinya terhadap dolar AS pada perdagangan kemarin seiring bursa saham AS berbalik positif, yang mengindikasikan sedikit meredanya kekhawatiran krisis hutang Eropa paska sebuah laporan menyebutkan jika para pemimpin Yunani, Jerman, dan Perancis akan melakukan pembicaraan vi telepon pada hari Rabu guna membahas perkembangan di Yunani dan kawasan Euro, bagaimanapun juga beberapa trader yakin jika rally Euro hanya terbatas. Horor hutang Eropa terus membayangi kinerja saham internasional, indeks saham Eropa dipaksa merugi lagi di hari pertama minggu ini. Belum lepas dari sentimen Yunani beredar kabar tentang kemungkinan default pada perbankan Jerman.

NIKKEI

Bursa saham Jepang pada perdagangan di hari Rabu pagi terjadi peningkatan yang cukup signifikan, bursa saham Jepang menguat kembali mengikuti sentimen kenaikan yang terjadi di Wall Street pada akhir perdagangannya. Kembalinya sentimen positif didorong oleh turunnya tensi mengenai kemungkinan kebangkrutan Yunani. Saham Nomura menjadi fokus perdagangan di tengah kabar bahwa bank investasi terbesar di Jepang akan mengurangi beberapa ratus staff nya. Sementara itu Tokyo Electric Power mengalami penurunan sebesar 5.1% setelah menteri perdagangan baru di Jepang menyatakan bahwa kreditur dan pemegang saham harus turut menanggung beban restrukturisasi. Di perkirakan Indeks Berjangka Nikkei hari ini cenderung masih berpotensi mengalami peningkatan tapi terbatas.


Market Update Today


EMAS
Diterjang Dua Sentimen, Emas Stabil

Spot emas stabil hari Senin (11/07) karena prospek perekonomian Amerika Serikat (AS) makin meredup. Kekhawatiran terus-menerus tentang masalah hutang zona Euro juga masih mendukung. Spot emas turun tipis 0,1% menjadi $1,542.01 per ons, setelah sempat naik 3,9% pekan lalu (tertinggi sejak November 2009). Emas AS mengalami perubahan ke level berubah ke $ 1,542.80. Spot emas mencapai level tertinggi 2-pekan pada $1,544.14 satu hari sebelumnya. Sentimen tambahan datang dari rilis data tenaga kerja AS yang negatif. Hal ini memupus optimisme terhadap prospek pemulihan di negara tersebut. Presiden Barack Obama bertemu dengan pihak Partai Republik untuk menuntaskan masalah plafon hutang dan defisit anggaran. Isu tersebut dianggap penting karena rawan memicu bencana ekonomi baru.

 

MINYAK
Data AS Buruk, Minyak Tenggelam

Kontrak minyak mentah AS tergelincir di perdagangan Asia pada Senin pagi, terbebani oleh memburuknya data pekerjaan AS dan kekhawatiran bahwa krisis utang zona euro menyebar ke Italia. Inflasi tahunan China yang melaju semakin cepat untuk tingginya tiga-tahun di bulan Juni juga meningkatkan kemungkinan bahwa bank sentral akan terus menaikkan suku bunga untuk menjinakkan tekanan harga. NYMEX minyak mentah turun 14 sen pada $96,06/barel. Pertumbuhan ekonomi AS nyaris tertahan pada bulan Juni, membuat pertumbuhan pesismisme akan pulihnya ekonomi pada pertengahan pertama tahun ini. Pertumbuhan impor China juga turun tajam untuk 20 bulan pada bulan Juni sebagai bukti lebih lanjut dari meluasnya dampak terhadap pengetatan moneter terhadap ekonomi, sementara surplus perdagangan yang melebar memperlihatkan arus modal akan tetap menjadi tantangan bagi pihak otoritas.

 

HANGSENG
Inflasi China Ciutkan Prospek Hang Seng

Bursa saham Hong Kong, Hang Seng, tercatat merosot tajam disertai dengan gap-down di hari Senin (11/07). Sentimen utama adalah kenaikan angka inflasi negara China. Indikator tersebut memicu kekhawatiran bahwa pemerintah akan mengambil langkah ekstra guna membendung lonjakan harga, termasuk kemungkinan menaikkan suku bunga selanjutnya. Untuk pekan ini, penguatan Hang Seng akan terbatas karena keyakinan para investor terhadap pemulihan global telah menyusut. Khususnya setelah data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) dirilis lebih buruk dibanding periode sebelumnya pada akhir pekan lalu. Indeks Hang Seng tercatat merosot 0,88% atau jatuh lebih dari 200 poin hingga ke kisaran 22,526.32.
AUD/USD
Aussie Turun, Support di 1,0680

Aussie berada di bawah tekanan setelah sempat pulih di awal sesi Asia. Aussie mencapai puncaknya pada 1,0730 kemudian tembus level bawahnya dekat 1,0709, berlanjut ke posisi terendahnya 1,0680 ketika dihadang aksi jual. Saat ini Aussie pulih dari posisi terendah sesinya, berada dalam zona harga 1,0700, sekitar 10 pips di bawah harga pembukaannya. Untuk pergerakan turunnya, Valeria Bednarik, seorang pimpinan analis dari FXstreet.com mengidentifikasi adanya level support di 1,0680, 1,0640 dan, di bawahnya, 1,0620 (tingginya 21 Juni). Untuk pergerakan sebaliknya, tingkat resistansi terletak di 1,0712 (tingginya 16 Juni), 1,0750 dan 1,0800.

 

GBP/USD
Sterling Jauhi Level Tertinggi Antar Sesi

Kurs Sterling bertahan pasca data tenaga kerja Amerika Serikat (AS). Investor mendukung penguatan pound hingga valuta Inggris mampu melaju ke area 1,6075 pada hari Jumat (08/07). Setelah menemui resistance, GBP turun dan menutup sesi di level 1,6043, atau 75 pips di atas harga pembukaan. Saat ini, Sterling melemah dari level tertinggi antar sesi Asia, 1,6040. Valuta Inggris mengalami aksi jual pada EMA-10 hingga terpantau dalam zona harga 1,6015, hanya beberapa pips di atas celah downside dari harga pembukaan. Secara teknis, grafik per jam menunjukkan celah kecil yang hampir terisi penuh, dengan indikator yang belum menjauh dari gejala bearish. SMA-20 berada di bawah harga saat ini dan menunjukkan sinyal bullish sehingga dapat membatasi kerugian jika risiko tidak berubah menjadi panik. Grafik per 4 jam menunjukkan bahwa harga juga berkonsolidasi di atas 20 SMA, yaitu sekitar 1,5990. Gambaran tersebut memperlihatkan kekuatan untuk bertahan pada sesi mendatang. Demikian ulasan Valeria Bednarik, Kepala Analis FXstreet.com. Untuk pergerakan turun GBP, support terletak di 1,5990 dan 1,5945. Jika harga bergerak naik, Sterling akan menemui resistance di 1,6050, 1,6080 dan 1,6110.

 


Kesuksesan Yunani Bantu Reli Euro


Jumat, 03 Juni 2011 22:07 WIB
TODAY’S ANALYSIS FOREX
Euro raih level tinggi 1 minggu terhadap dollar setelah Athena katakan inspeksi Uni Eropa/IMF terhadap Yunani berakhir positif. Meski, pasar nantikan bailout kedua untuk Yunani, tapi Kementrian Keuangan tidak sebutkan perjanjian apapun akan bantuan lebih lanjut.

“Diskusi pemerintah Yunani dengan perwakilan dari Komisi Eropa, ECB, dan IMF hasilkan kesimpulan yang positif,” ungkap Kementrian Keuangan. Uni Eropa, ECB, dan IMF akan publikasi hasil pemeriksaan  terhadap implementasi bailout €110 milyar tahun lalu. Perdana Menteri George Papandreou juga akan bertemu dengan Jean-Claude Juncker, ketua kelompok menteri keuangan zona-euro, untuk sampaikan rencana anggaran jangka menengah. Yunani mungkin ajukan pemotongan anggaran belanja lebih dalam, kebijakan yang dapat tingkatkan pendapatan, dan menjual aset negara demi bujuk Uni Eropa dan IMF untuk berikan pinjaman darurat tambahan untuk waktu yang lama.

Sementara itu, euro lanjutkan reli setelah data malam ini tunjukkan lambatnya pemulihan sektor tenaga kerja AS. Euro tengah uji resisten 1.4566, level Fibonacci 61.8% dari kejatuhan 4 Mei hingga 23 Mei; dimana penutupan harian di atas level tersebut dapat pacu kenaikan hingga 1.4647, harga tertinggi 21 April. (fir)


Minyak Cemaskan Prospek Permintaan


Minyak Cemaskan Prospek Permintaan

Jumat, 03 Juni 2011 21:32 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Harga minyak mentah tergelincir hingga di bawah $99/barrel pada perdagangan hari Jumat setelah data pekerjaan AS yang mengecewakan memicu kekhawatiran terhadap ekonomi dan permintaan energi.

Non-farm Payrolls AS hanya bertambah sebanyak 54.000 pada bulan Mei, yang jauh lebih kecil dibandingkan prediksi para ekonom dan merupakan kenaikan terkecil sejak bulan September. Tingkat pengangguran juga meningkat ke 9,1%, level tertinggi sejak bulan Desember.
Minyak mentah untuk kontrak pengiriman bulan Juli sempat diperdagangkan lebih murah $1,5 atau turun 1,5% menjadi $98.11/barrel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah sejauh ini telah melemah sekitar 1,6% dalam waktu seminggu.

“Tingkat pengangguran yang mencapai 9,1% dapat diartikan berkurangnya aktivitas berkendara dikarenakan orang tidak memiliki pendapatan untuk membeli bahan bakar,” kata Darin Newsom, analis senior pada Telvent DTN. “Data tersebut juga memperberat tekanan terhadap harga minyak mengingat pada hari sebelumnya EIA telah melaporkan terjadinya lonjakan persediaan minyak AS,” tambahnya.


Situasi Politik Jepang Makin Rumit


Situasi Politik Jepang Makin Rumit

Jumat, 03 Juni 2011 18:17 WIB
TODAY’S ANALYSIS STOCK INDEX

Janji Naoto Kan untuk mundur sebagai perdana menteri telah mulai kontes pemilihan pemimpin Jepang berikutnya; namun ini tentunya timbulkan risiko keterlambatan rekonstruksi yang dibutuhkan untuk pulihkan ekonomi paska gempa, tsunami, dan krisis nuklir. Kan kemarin selamat dari mosi tidak percaya setelah tawarkan pengunduran diri setelah krisis terkendali. Partai penguasan pemerintah, Demokrat, kini tengah terbagi dimana pendahulu Kan utarakan pengunduran diri dapat terjadi akhir Juni sedangkan Perdana Menteri utarakan tidak mungkin hengkang sampai awal tahun depan.

“Ini adalah tahap baru dari kekacauan politik Jepang; tidak ada skenario yang dapat buat kondisi lebih baik,” papar Koichi Nakano, profesor ilmu politik di Sophia University. “Jepang akan bayar harga yang sangat tinggi untuk ketidakstabilan politik, termasuk paket stimulus rekonstruksi ekonomi.” Lembaga pemeringkat kredit juga menunggu rencana fiskal pemerintah yang dapat jelaskan bagaimana Jepang dapat selesaikan masalah utangnya.