Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “South Korea

Breaking News


Breaking News:

Bank of Korea naikkan suku bunga menjadi 3.25% guna atasi inflasi, KOSPI beranjak turun dari 275.35 menjadi 273.50

Posted with WordPress for BlackBerry.


Nikkei Terpukul Oleh Kecemasan Tepco


Senin, 06 Juni 2011 16:43 WIB
TODAY’S ANALYSIS STOCK INDEX

Pertumbuhan tenaga kerja A.S yang terlemah dalam delapan bulan di Mei telah memukul dollar hingga merosot tajam serta menekan turun saham Jepang hingga ke level rendah dalam dua bulan, sehingga ini semua meneguhkan investor bahwa siklus bisnis global telah berubah kepada melambatnya pertumbuhan.
Bursa China, Hong Kong, Taiwan dan Korea Selatan tutup di hari Senin berkenaan liburan panjang akhir pekan, namun para trader terus memerhatikan langkah pengetatan selanjutnya dari bank sentral Cina.

Indeks Nikkei merosot hingga ke level penutupan rendah dalam 11-pekan di hari Senin akibat spekulasi bahwa Tokyo Electric Power Co (Tepco) akan mengalami masa rehabilitasi memicu sentimen bearish ditengah suasana lemahnya data A.S. Sejumlah analis menuturkan bahwa bilamana Nikkei melorot hingga dibawah level 9,405, maka level support berikutnya diperkirakan pada 9,317, yang merupakan titik rendah intraday pada 29 Maret.

Namun analis juga menyebutkan bahwa saham Tokyo diperkirakan lebih atraktif dibanding dengan sejumlah mitra global-nya, dimana sebanyak 60 persen saham yang tercatat di bursa utama Tokyo diperdagangkan pada atau dibawah nilai bukunya.

Indeks Nikkei merosot 1.2% atau -111.86 poin ke level 9,380.35, tembus dibawah range 9,400-10,000 dari dua bulan terakhir.

 

*****

 

Monday, June 6, 2011 16:43 pm
TODAY’S STOCK INDEX ANALYSIS

U.S. employment growth weakest in eight months in May has hit the dollar to drop sharply and push down Japanese stocks down to low levels within two months, so this is all confirmed investors that the global business cycle has changed to theslowing growth .
Stock China, Hong Kong, Taiwan and South Korea closed on Monday regarding the long holiday weekend, but traders continue to look further tightening measures from the Chinese central bank.

The Nikkei slumped down to its closing level in 11-week low on Monday on speculation that Tokyo Electric Power Co (Tepco) will experience a period of rehabilitation atmosphere amid bearish sentiment triggered weak U.S. data Some analysts said that if the Nikkei slumped to below the level of 9.405, then the next support level is estimated at 9.317, which is an intraday low point on March 29.

But analysts also noted that the Tokyo stock is estimated at more attractive compared with its global partners, where as many as 60 percent of shares listed on Tokyo’s main bourse is trading at or below their book value.

The Nikkei slumped 1.2% or -111.86 points to 9,380.35 level, penetrating below the range of 9.400 to 10.000 of the last two months.


Market Review Asia


Market Review Asia

Bursa saham Asia menguat ditopang oleh reli komoditas setelah Goldman Sachs sarankan untuk membeli minyak, tembaga, dan seng. Nikkei naik, setelah Sony utarakan optimisme akan kembali catatkan laba dan Toshiba targetkan keuntungan operasional ¥500 miliar. Kospi menguat, didukung oleh kenaikan saham Hyundai Motor dan Kia Motor seiring berakhirnya aksi mogok kerja supplier. Hang Seng naik, ditopang sektor asuransi setelah Daiwa Modal Capital anjurkan menutup posisi short China Life akibat bagusnya valuasi saham perusahaan. IHSG menguat tipis; meski indeks dibayangi kekhawatiran krisis utang zona-euro, namun kuatnya rupiah berikan sentimen positif.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook 21 – 26 February 2011


Minyak di perdagangkan sangat volatile selama sepekan kemarin hingga menyentuh 87.86, karena ketegangan politik di timur tengah, yang menyebabkan kekhawatiran investor atas pasokan minyak mentah. Para menteri keuangan negara-negara kelompok G20 yang bertemu di Paris-Perancis, menghasilkan kesepakatan yang kurang meyakinkan tentang bagaimana mengukur ketidakseimbangan dalam ekonomi global.

 

MPC (Monetary Policy Committee) Meeting Minutes, pertemuan komite kebijakan moneter Bank of England, yang akan diadakan pada 23 Februari 2011. Pada MPC Meeting Minutes ini akan membahas mengenai kondisi ekonomi Inggris, yang akan mempengaruhi keputusan BOE dalam menetapkan tingkat suku bunga kedepan.

 

Existing Home Sales. Jumlah bangunan yang terjual, kecuali konstruksi baru di Amerika Serikat di prediksi kembali mengalami kenaikan, 5.30M, dari 5.28M. Apabila di rilis di atas 5.30M, maka akan berdampak positif bagi Dollar.

 

Unemployment Claims, Jumlah warga Amerika Serikat yang masuk dalam asuransi pengangguran perpekannya di prediksi mengalami penurunan tipis, sebesar 405.000, setelah mengalami kenaikan, sebesar 410.000. Apabila di rilis di bawah 405.000, maka akan menguntungkan bagi Dollar.

 

New Home Sales.  Jumlah rumah baru yang terjual di Amerika Serikat di prediksi mengalami kenaikan tipis, sebesar 330.000, dari 329.000. Apabila di rilis di atas 330.000, maka akan berdampak positif bagi Dollar.

 

Untuk indikator ekonomi global, pada minggu ini akan diisi beberapa rilis berita ekonomi penting. Amerika pada hari Senin akan libur public karena President’s Day. Secara umum, rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

 

Dari kawasan Amerika: berupa rilis data CB Consumer Confidence pada Selasa malam; lalu data perumahan yaitu Existing Home Sales pada Rabu malam; data Core Durable Goods Orders serta data tenaga kerja Unemployment Claims mingguan yang biasa menjadi perhatian pasar dirilis pada Kamis malam; serta data awal Prelim GDP q/q di Jumat malam.

 

o Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa data German Ifo Business Climate pada Senin sore; data MPC Meeting Minutes Inggris akan jadi perhatian bagaimana kecenderungan kemungkinan kenaikan suku bunga di Inggris pada Rabu sore; serta Revised GDP q/q Inggris pada hari Jumat sore.

 

Minggu lalu di pasar forex, nilai tukar mata uang dollar bergerak melemah terhadap kelompok major currencies lainnya setelah meredanya gejolak di Mesir dan isyu bahwa the Fed masih tidak akan menaikkan suku bunganya dalam waktu dekat ini, dengan index dollar AS berakhir di level 77.630.

 

Sementara itu, pekan yang lalu Euro cenderung menguat setelah sempat satu anggota ECB menyebutkan perlunya ECB menaikkan suku bunga di tengah tekanan inflasi global, berakhir di level 1.3687. Untuk minggu berjalan ini market range akan berada antara level resistance pada 1.3858dan berikutnya di 1.4278, sedangkan level support di 1.3423 dan kemudian pada 1.3240.

 

Poundsterling minggu lalu umumnya menguat vs dollar hampir 300 pips ke level 1. 6235, sejalan dengan melemahnyaUSD secara gloal. Untuk minggu ini, level resistance terdekat masih pada 1.6300 dan kemudian 1.6460, sedang support berada pada 1.5960 dan kemudian 1. 5745.

 

Untuk USDJPY minggu lalu cenderung terkoreksi. Pasar di minggu ini berada di antara resistance pada 84.50 dan 86.00, serta support level pada 80.90 dan 80.22. Sementara itu,

 

Aussie dollar terpantau seminggu lewat rebound oleh kenaikan komoditas minyak ditutup pada level 1.0147. Range minggu ini tetap antara resistance 1.0230 dan 1.03 sementara support level di 0.9794.

 

Untuk pasar di stock index futures, pada minggu lalu indeks Nikkei masih melanjutkan bullish-nya oleh ekspektasi pemulihan ekonomi, berakhir di 10855. Minggu nanti Nikkei berjangka akan dalam rentangan resistance terdekat pada 11210 dan level berikutnya di 11380. Adapun support pada level 10150 dan lalu 9906.

 

Sementara itu, Indeks Hang Seng berjangka di Hong Kong minggu lalu sempat terdongkrak sekitar 900’an poin, ditutup di level 23583. Minggu ini akan berada dalam range level resistance di 24467 dan berikutnya 24957, sementara support-nya di 22780 selanjutnya 22415.

 

Bursa saham Wall Street minggu lalu kembali menguat terus di minggu yang ketiganya oleh prediksi the Fed bahwa yang menaikkan pertumbuhan ekonomi AS serta sejumlah laporan keuangan yang positif. S&P 500 Index dilaporkan mencapai level 32 bulan tertingginya sejak Juni 2008. Dow Jones Industrial minggu ini masih dalam bullish-trend menjelang level resistance berikutnya ke 12600 dan 13130, sementara support di level 11800 dan kemudian pada 11450. Index S&P 500 minggu lalu juga menguat; resistance sekarang di level 1440, sementara level support berada di 1252 dan 1175.

 

Untuk pasar Emas, minggu lalu menguat di tengah kenaikan harga minyak yang signifikan bersaman dengan melemahnya US dollar. Emas di LLG minggu lalu berakhir pada level $1388.10 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan diuji untuk menembus level $1400 kembali, dengan rentang berada antara level resistance terdekat pada $1393 lalu level $1432. Sementara itu, support ada di $1345 serta support berikut $1307 per troy ounce.

 

Bila diperhatikan belakangan ini, di antara situasi eskalasi geopolitik kawasan Arab dan Timur Tengah berembus sentimen harapan pemulihan ekonomi global. Pasar investasi menjadi makin dinamis dalam situasi ini. Terjadi pergulatan bull vs bear yang seru kembali. Begitulah karakteristik dunia investasi. Tidak usah heran, Anda tinggal mempelajarinya, menyimak dan ambil keputusan investasi Anda dengan cepat dan taktis.


Market Review Asia


Market Review Asia :

Euro menguat tinggi selama sesi perdagangan Asia, walaupun akhirnya sempat terhenti akibat aksi profit-taking, menurut analisa Monex. Settlement options di Jepang dan penguatan Yen merontokkan indeks Nikkei. Momentum positif untuk saham-saham keuangan mengangkat Hang Seng. Dari Korea dilaporkan indeks Kospi terangkat oleh naiknya kinerja saham-saham otomotif dan keuangan. IHSG kehilangan angka 25.82 oleh jatuhnya saham-saham pertambangan dan aneka industri.