Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Shinee

Market Review


International Monetary Fund's Managing Directo...

International Monetary Fund’s Managing Director Dominique Strauss-Kahn (L) talks with , European Central Bank President Jean-Claude Trichet (C) and Italy’s Governor Mario Draghi (R) prior to the start of their G-7 meeting at the Istanbul Congress Center (Photo credit: Wikipedia)

Market Review

EUR/USD closing 1.3397, high 1.3577, low 1.3369, XAUUSD C:1671.10, H:1683.03, L:1663.65, CO-LS C: 95.91, H: 97.21, L: 95.54. Dow C: 13898 H: 13958, L: 13802.

Euro turun ke level trendah sejak bulan Juli terhadap dollar setelah Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengatakan bahwa penguatan mata uang akhir-akhir ini menciptakan kekhawatiran bahwa inflasi akan melambat. Bursa saham AS berakhir melemah setelah mencapai level terendah dalam perdagangan volatile pada hari Kamis, seiring saham sektor teknologi pulih, namun kekhawatiran yang terjadi di Eropa terus memperkecil penguatan di bursa. Emas berjangka berakhir rendah pada hari Kamis, ditekan oleh kenaikan tajam pada dollar seiring investor mempertimbangkan komentar dari pejabat-pejabat bank sentral di Eropa dan AS. Minyak turun menuju level terendah dalam dua minggu di New York seiring Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengatakan bahwa penguatan euro dapat menghambat pemulihan ekonomi, membatasi permintaan bahan bakar. Data ekonomi hari ini adalah Current Account dari Jepang, RBA Monetary Policy Statement dari Australia, Trade Balance, CPI y/y dari China, Trade Balance dari AS.


Market Outlook Today


Ben Bernanke (lower-right), Chairman of the Fe...

Ben Bernanke (lower-right), Chairman of the Federal Reserve Board of Governors, at a House Financial Services Committee hearing on February 10, 2009. (Photo credit: Wikipedia)

EMAS

Komoditi Emas ditutup melemah cukup signifikan pada perdagangan kemarin, komoditi ini sempat menguat dan kembali mencapai level tertinggi dalam 4.5 bulan. Pelemahan komoditi ini merupakan imbas dari aksi ambil untung yang dilakukan oleh para investor. Akhir-akhir ini komoditi Emas telah menerima sentimen positif yang sangat kuat dari harapan pasar mengenai kemungkinan QE tahap III di AS, dalam minggu lalu Pimpinan The Fed Ben Bernanke dalam suratnya ke kongres menyatakan bahwa bank sentral masih memiliki cukup ruang untuk melakukan kebijakan stimulus lanjutan.

EUR/USD

Mata uang Eropa bergerak melemah pada perdagangan kemarin, setelah penurunan yang lebih tajam dari perkiraan untuk sentimen bisnis Jerman telah meningkatkan harapan bahwa Jerman akan berbuat lebih banyak lagi untuk memacu pertumbuhan di kawasan zona Euro. Mata uang Euro diperkirakan menguat menjelang testimoni Ben Bernanke dalam pertemuannya di Jackson Hole Wyoming pada akhir minggu ini ditengah ekspektasi akan digulirkannya QE tahap III guna menstimulasi pertumbuhan ekonominya, harapan akan digulirkannya QE tahap III tersebut diperkuat oleh pernyataan Presiden Fed Chicago Charles Evans yang mengatakan bank sentral sebaiknya segera meluncurkan stimulus berikutnya dan membeli obligasi untuk menekan tingkat pengangguran.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong bergerak melemah pada perdagangan di hari Selasa pagi, bursa saham Hongkong tergerus melemah di tengah kekhawatiran mengenai data ekonomi China yang melemah. Ada beberapa saham yang bergerak melemah diantaranya adalah Cheung Kong, Hangseng Bank, Henderson Land, dan Hutchinson.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas terkoreksi sekitar 1% pada perdagangan di akhir minggu lalu, menyusul investor menaikkan dana cash untuk menutup margin calls ditengah melemahnya pasar ekuitas setelah lembaga pemeringkat Fitch memangkas peringkat utang Spanyol dan Italia. Logam mulia ini mencatat kenaikan mingguan pertamanya dalam sebulan bergerak naik bersamaan dengan aset-aset beresiko, di awal sesi New York komoditi Emas menguat bersama dengan Wall Street setelah data Non Farm Payrolls dirilis lebih baik dari perkiraan. Sejumlah investor masih meyakini bahwa The Fed bakal memperkenalkan kebijakan baru untuk merangsang pertumbuhan ekonomi AS, yang akan memberi dukungan positif bagi Emas sebagai aset yang aman resiko. Namun jika investor ternyata membutuhkan dana cash untuk menutup margin calls atas kerugian yang diderita di sektor lain, maka hal ini akan memicu tekanan jual pada Emas.

GBP/USD

Sterling berhasil rebound terhadap dollar AS pada perdagangan di hari Jumat lalu, seiring aksi ambil untung pelaku pasar dan juga didukung oleh membaiknya data ekonomi Amerika yang kemudian mendongkrak minat investor pada aset ber imbal hasil tinggi. Sterling tidak terlalu bereaksi terhadap pemangkasan peringkat 12 bank dan institusi keuangan Inggris oleh lembaga pemeringkat Moody’s. Minggu ini pelaku pasar fokus pada rilis data indeks produktifitas Inggris diantaranya pada data industrial production dan manufacturing production untuk Agustus yang diperkirakan masih akan menunjukkan pelemahan seiring krisis yang melanda partner dagang utama Inggris yaitu Uni Eropa, permintaan domestik juga diperkirakan masih terbatas ditengah harga impor yang tinggi.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong mengalami kenaikan tipis pada perdagangan di hari Senin pagi, bursa saham Hongkong mengabaikan sentimen melemah yang dialami oleh bursa saham Wall Street akhir minggu lalu dan menguat oleh aksi bargain hunting. Indeks Berjangka Hangseng mengalami pergerakan melemah setelah dibuka naik masih ditekan oleh beberapa kekhawatiran dari China daratan. Saham – saham di bursa saham Hongkong pagi ini mengalami pergerakan yang bervariasi, adapun saham – saham yang mengalami pergerakan bervariasi diantaranya adalah HSBC dan Hangseng Bank terpantau menguat, Henderson Land dan Wharf Holdings bergerak melemah. Di perkirakan Indeks Berjangka Hangseng berpotensi melemah setelah dibuka sempat menguat.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas naik lebih dari level $ 16.8 di tutup dekat level $1830.00/troy ounce pada perdagangan kemarin seiring pulihnya bursa saham dan Eropa, mengembalikan penurunan tajam akibat aksi jual. Minimnya tingkat permintaan aset safe haven belakangan ini ditambah dengan meningkatnya volatilitas harga membuat investor Emas untuk mempertanyakan outlook Emas. Bursa saham global dan Euro pulih dalam harapan adanya dukungan politik untuk Yunani dari negara kuat di Eropa, pada hari Senin Komoditi Emas terbenam di bawah level $1800.00/troy ounce seiring kecemasan hutang zona Eropa memicu investor menjual Emas guna menutupi kerugian di bursa saham, peruntungan Emas nampaknya memudar saat ini.

MINYAK

Minyak mentah tergelincir dari level tertinggi 6 minggu di New York, koreksi harga minyak terjadi karena investor berspekulasi stok bensin AS meningkat, sehingga menjadi sinyal akan surutnya permintaan bahan bakar di negara pengonsumsi minyak terbesar di dunia iu. Adapun Departemen Energi AS juga dijadwalkan merilis laporannya hari ini. Mayoritas analis yang disurvei Bloomberg memprediksi Departemen Energi mungkin melaporkan pasokan bahan bakar motor turun 500.000 barel, dan cadangan minyak mentah berkurang 3 juta barel pada minggu lalu.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa mampu melanjutkan dominasinya terhadap dolar AS pada perdagangan kemarin seiring bursa saham AS berbalik positif, yang mengindikasikan sedikit meredanya kekhawatiran krisis hutang Eropa paska sebuah laporan menyebutkan jika para pemimpin Yunani, Jerman, dan Perancis akan melakukan pembicaraan vi telepon pada hari Rabu guna membahas perkembangan di Yunani dan kawasan Euro, bagaimanapun juga beberapa trader yakin jika rally Euro hanya terbatas. Horor hutang Eropa terus membayangi kinerja saham internasional, indeks saham Eropa dipaksa merugi lagi di hari pertama minggu ini. Belum lepas dari sentimen Yunani beredar kabar tentang kemungkinan default pada perbankan Jerman.

NIKKEI

Bursa saham Jepang pada perdagangan di hari Rabu pagi terjadi peningkatan yang cukup signifikan, bursa saham Jepang menguat kembali mengikuti sentimen kenaikan yang terjadi di Wall Street pada akhir perdagangannya. Kembalinya sentimen positif didorong oleh turunnya tensi mengenai kemungkinan kebangkrutan Yunani. Saham Nomura menjadi fokus perdagangan di tengah kabar bahwa bank investasi terbesar di Jepang akan mengurangi beberapa ratus staff nya. Sementara itu Tokyo Electric Power mengalami penurunan sebesar 5.1% setelah menteri perdagangan baru di Jepang menyatakan bahwa kreditur dan pemegang saham harus turut menanggung beban restrukturisasi. Di perkirakan Indeks Berjangka Nikkei hari ini cenderung masih berpotensi mengalami peningkatan tapi terbatas.


Market Outlook Today


EMAS

Pada perdagangan di hari Rabu Komoditi Emas Berjangka mengalami peningkatan dan ditutup kembali mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah untuk dua kali berturut-turut, harga Emas masih melanjutkan trend bullish setelah rilis data inflasi wholesale di AS mengalami percepatan dua kali lipat dari estimasi pada bulan Juli lalu. Kekhawatiran inflasi tetap membayangi ekonomi global meskipun pertumbuhan ekonomi sedang melambat. Dengan kekhawatiran inflasi tersebut maka harga Emas makin melejit kencang karena para pelaku pasar memutuskan untuk memburu Emas yang dapat digunakan sebagai alternative investasi hedging terhadap inflasi. Di perkirakan bahwa pergerakan Emas masih akan cenderung berada dalam trend bullish. Kenaikan harga masih dimungkinkan karena saat ini pelaku pasar masih mencari aset safe haven. Diperkirakan harga Emas akan kembali mencoba menembus level 1800.00/troy ounce.

 

MINYAK

Minyak mentah mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada perdagangan di hari Rabu, Minyak menguat seiring dengan melemahnya nilai tukar dolar terhadap Euro dan sebagian rival utamanya. Melemahnya dolar meningkatkan minat terhadap komoditas yang diperdagangkan dalam dolar. Minyak membukukan peningkatan sebesar 1.1% setelah dolar melempem. Harga tampak mengalami penurunan sedikit setelah Departemen Energi mengungkapkan bahwa cadangan Minyak mentah mengalami peningkatan yang tidak terduga minggu lalu. Di perkirakan pergerakan harga Minyak masih akan dipengaruhi oleh kondisi fundamental dan ekonomi global secara umum. Diperkirakan minyak mentah mentah Nymex masih akan bergerak pada kisaran 80 – 90 dolar per barel.

HANGSENG

Bursa Hongkong pada perdagangan pagi hari ini terjadi penurunan meskipun tidak terlalu besar, bursa Hongkong mengikuti sentimen negatif yang dialami oleh Wall Street pada akhir perdagangannya. Bursa-bursa saham di Asia pagi tadi juga tampak mengalami penurunan terbatas. Hasil perdagangan di Wall Street yang kurang baik terjadi setelah dua petinggi The Fed menyatakan kekhawatiran dampak ekonomi yang lebih buruk apabila QE3 diluncurkan, sementara itu sentimen negatif turut terjadi di Asia. Saham-saham di bursa Hongkong mengalami pergerakan yang cenderung melemah, diantaranya saham yang mengalami pelemahan adalah saham HSBC, saham Cheung Kong, dan saham Henderson Land. Di perkirakan pergerakan Indeks Berjangka Hangseng hari ini akan cenderung mengalami peningkatan.


Minyak Bakal Uji Level $90


Kamis, 04 Agustus 2011 09:29 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Jika data perekonomian AS terus memburuk, minyak Nymex dapat anjlok ke level $90/barrel, kata kepala komoditi Mizuho

Securities, Takumi Otsuka. Minyak sedikit menguat di awal perdagangan.

“Sentimen masih sangat bearish terkait kondisi perekonomian di Eropa dan AS yang lemah,”  tambahnya. “Fokus pasar pada data perekonomian AS pekan ini.” Angka pengangguran dirilis hari ini dan nonfarm payrolls dirilis besok (05/08), kedua data sangat berpengaruh pada pasar. USD menguat setelah BoJ melakukan intervensi ke dalam pasar mata uang. Hal ini turut menekan minyak meski berdampak kecil dan hanya sesaat, kata Otsuka.

Minyak Nymex bulan September naik 21 sen menjadi $92.14/barrel, Minyak ICE bulan September naik 2 sen menjadi $113.25/barrel.


Investor Buru Safe Haven, Emas Meroket


Kamis, 04 Agustus 2011 10:53 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Tindakan investor yang terus memarkir dana tunai ke dalam aset save-haven di tengah kegelisahan sentimen perekonomian makro membuat emas terus melesat. Spot emas di $1,665.70 per troy ons, naik $4.60 dari level penutupan.

Harga berada di bawah rekor tinggi hari Rabu (03/08) di $1,673.19/ons, namun sebagian besar partisipan pasar memperkirakan logam mulia akan terus melambung dalam jangka pendek dan menguji rekor tinggi baru dikarenakan pergolakan ekonomi makro. Deutsche Bank mencatat bahwa emas dapat menembus level $2,000/ons. Data non-farm payrolls AS menjadi data kunci bagi pergerakan emas untuk jangka pendek. Angka yang menurun, mengindikasikan lapangan kerja yang berkurang di negara dengan ekonomi terbesar di dnia. Hal ini akan mendorong emas terus meroket sementara jika angka perekrutan pekerja meningkat dapat menekan pasar.


Market Review AS & Eropa


Market Review AS & Eropa

Dollar menyentuh rekor rendah terhadap Franc Swiss, mata uang safe-haven, dan juga melemah ke level rendah 4 bulan terhadap Yen dan level rendah 3 pekan terhadap Euro. Emas diperdagangkan stabil dan harga minyak beranjak naik dalam sesi yang bergejolak. Sementara Wall Street ditutup turun dalam kebuntuan mengenai hutang AS. Data ekonomi hari ini adalah CPI Australia, KOF economic barometer dari Swiss, industrial order expectations Inggris, durable goods orders, Fed beige book dan crude oil inventories dari AS, juga earnings dari Boeing, ConocoPhillips, Symantec, dan Visa. Nikkei diperkirakan bergerak dalam kisaran 9,960 – 10,100.

EUR/USD closing 1.4512, high 1.4526, low 1.4355, XAUUSD C:1,619.15, H:1,620.10, L:1,608.40 CO-LS C:99.22, H: 100.62, L: 97.76. Dow C: 12,432, H: 12,515, L:12,425.


Market Update Today


EMAS
Investor Ambil Untung, Emas Rontok

Harga emas jatuh terkait aksi ambil untung yang dilakukan trader Asia setelah hari Selasa (05/07) harga emas berada di atas level $1,500/ons. Spot emas turun $3.80 menjadi $1,512.50/ons. Tanpa ada data ekonomi makro yang memicu aksi beli, emas tetap di atas $1,500/ons, kata trader yang bermarkas di Singapura. “Investor menjual emas di atas level $1,500 dan membeli di bawah $1,500.” Emas tidak akan bergerak tajam tanpa dibantu data indikator ekonomi AS yang lemah maupun berita dari zona Eropa.

MINYAK
Minyak Mentah Terus Menguat

Kontrak minyak mentah AS memperpanjang kenaikan pada hari Rabu, merayap mendekati tingginya tiga minggu seperti hari sebelumnya, karena investor menunggu data industri utama yang diperkirakan akan menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah AS. Minyak juga mendapat dukungan dari perkiraan kenaikan harga dari Barclays Capital dan optimisme permintaan sektor pabrik AS. Minyak mentah NYMEX untuk pengiriman Agustus naik 16 sen pada $ 97,05 per barel, setelah bertahan sampai $ 1,95 di $ 96,89 pada Selasa. Kontrak mencapai $ 97,48 pada hari Selasa, tertingginya untuk bulan depan minyak mentah di NYMEX sejak 15 Juni. Pasar menunggu rilis data mingguan dari American Petroleum Institute hari ini.

HANGSENG
Saham Hong Kong Terpukul Penjualan Temasek

Bursa Hong Kong jatuh hari Rabu seiringsektor perbankan Cina terpukul oleh laporan berita bahwa perusahaan investasi milik negara Temasek Holdings sedang berusaha meningkatkan sampai dengan $3.67 miliar dengan menjual sebagian sahamnya di Bank of China Ltd dan China Construction Bank Corp. Hang Seng Index turun 0,2% menjadi 22,696.82, dan Hang Seng China Enterprises Index kehilangan 0,8% menjadi 12,737.34. Bank of China tergelincir 4,2%, dan CCB melemah 2,6%, terkait berita yang juga membebani Bank Industri & Komersial China Ltd 1,9%. Kejatuhan terjadi untuk bank-bank tersebut muncul sehari setelah Moody`s memperingatkan bahwa audit Cina bulan lalu telah meremehkan risiko pinjaman yang dibuat oleh para pemberi pinjaman untuk pemerintah lokal Cina. Beberapa saham properti lokal dan saham energi memberikan dukungan untuk pasar, dengan Hang Lung Properties Ltd naik 1,2%, dan CNOOC Ltd naik 0,3%. Cina Shanghai Composite turun 0,8% menjadi 2,794.97.

EUR/USD
Downgrade Portugal Bayangi Euro

EUR/USD menguat ke 1.4465 dari level rendah sebelumnya di 1.4425. Sebagian besar investor optimis masalah hutang zona Eropa dapat diselesaikan. Seorang dealer senior di bank Tokyo menyarankan untuk membeli euro di level rendah setelah euro melemah akibat tindakan Moody memangkas peringkat hutang Portugal menjadi “junk.” “Arus perdagangan minim, penguatan euro tidak akan berlanjut,” katanya. Level resistance euro di 1.4475 vs last 1.4451.


IMF Pangkas Perkiraan GDP AS


Sabtu, 18 Juni 2011 02:34 WIB
TODAY’S ANALYSIS FOREX

International Monetary Fund memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi AS pada hari Jumat dan memperingatkan pihak Washington dan negara yang terserang hutang di Eropa bahwa mereka sedang “bermain-main dengan api” kecuali jika mereka mengambil langkah cepat untuk memangkas defisit anggaran mereka. IMF, dalam penilai rutin mengenai prospek ekonomi global, mengatakan ancaman yang lebih besar terhadap pertumbuhan telah mulai bermunculan sejak laporan sebelumnya di bulan April, terkait krisis hutang di zona Eropa dan tanda overheating pada pasar perekonomian berkembang.

IMF yang berbasis di Washington memperkirakan GDP AS akan bertumbuh sebesar 2.5% tahun ini dan 2.7% di tahun 2012, dibandingkan perkiraan 2 bulan lalu masing-masing sebesar 2.8% dan 2.9%. Sedangkan mengenai perekonomian global secara keseluruhan, IMF menggunakan nada yang netral, mengatakan perlambatan di beberapa bulan belakangan ini akan bersifat “sementara.” IMF juga memangkas perkiraan untuk pertumbuhan global tahun ini menjadi 4.3% dari 4.4%, dan mempertahankan perkiraannya untuk pertumbuhan ekonomi Cina yang kuat sebesar 9.6% kendati tanda perlambatan di sana belakangan ini. Kendati demikian, IMF memperingatkan outlook global yang bagus dapat sekejap turun jika pemerintah di AS dan Eropa tidak mulai menunjukkan kepemimpinan dalam mengatasi permasalahan hutang negaranya.
***EnglishVersion***

IMF cuts U.S. GDP forecast

TODAY’S FOREX ANALYSIS
International Monetary Fund cut its U.S. economic growth forecast on Friday and warned the country that attacked Washington and in European debt that they are “playing with fire” unless they take immediate measures to cut their budget deficits. The IMF, in a regular appraiser on the global economic outlook, said the greater threat to growth has begun to emerge since the previous report in April, related to the debt crisis in the euro zone and the sign of overheating in the market economy develops.

Washington-based IMF estimates that U.S. GDP will grow 2.5% this year and 2.7% in 2012, compared to the projected two months ago respectively of 2.8% and 2.9%. As for the overall global economy, the IMF uses a neutral tone, saying the slowdown in recent months will be “temporary.” The IMF also cut its forecast for global growth this year to 4.3% from 4.4%, and sustain economic growth forecasts for China strong at 9.6% despite signs of a slowdown in there lately. Nevertheless, the IMF warned the global outlook is good can snap off if the government in the U.S. and Europe did not begin to show leadership in addressing the debt problems of the country.


Gagal Mengatasi Krisis Eropa


Euro Gagal Atasi Krisis Hutang Yunani

Euro melemah secara luas pada hari Rabu setelah para menteri zona Euro gagal mencapai kesepakatan mengenai cata mengatasi krisis hutang Yunani, ditambah peringatan Moody’s atas potensin downgrade pada bank-bank besar Perancis. Meningkatnyab keengganan investor terhadap aset beresiko yang dipicu krisis hutang terus menekan euro turun sebanyak 1,5% pada perdagangan hari Rabu.

Analis mengatakan bahwa aksi mogok nasional di Yunani untuk menentang langkah penghematan juga terus menekan Euro bergerak lebih rendah,
sedangkan pembahasan yang sedang berlangsung mengenai rencana bantuan hutang kian memperkuat kemungkinan penyebaran masalah hutang ke negara
zona Euro lainnya. Pertemuan para menteri keuangan zona Euro pada hari Selasa lalu telah gagal untuk mencapai kesepakatan tentang bagaimana keterlibatan investor swasta pemegang obligasi Yunani dalam pembiayaan paket bailout baru. Keprihatinan investor diperburuk oleh peringatan dari lembaga pemeringkat Moody’s yang mengatakan tengah meninjau ulang peringkat BNP Paribas SA, bank terbesar Perancis, serta Societe Generale SA dan Credit Agricole SAn terkait eksposur mereka terhadap hutang Yunani.

Klaim Pengangguran Mengecewakan Pound

Sterling anjlok di hari Rabu pasca data tenaga kerja Inggris menunjukkan jumlah klaim pengangguran Inggris bertambah sebanyak 19,600 di bulan Mei, dua kali lipat perkiraan kenaikan sebesar 7,000 dan kenaikan terbesar sejak Juli 2009, sementara pertumbuhan upah melambat menguatkan pandangan suku bunga akan tetap bertahan di tahun 2011.

Bagaimanapun, disaat bersamaan ILO juga merilis angka tingkat pengangguran yang sesuai ekspektasi masih bertahan pada 7,7% dalam periode Februari-April, turun dari 7,9% yang tercatat dalam periode November-Januari. “Para pembuat kebijakan harus dapat menerima kenyataan bahwa laju inflasi pada upah masih terkendali. Dan dengan data seperti itu, maka Bank of England nampaknya benar-benar tidak perlu menaikkan suku bunga dalam waktu dekat,” kata Alan Clarke, ekonom Scotia Capital.

Apresiasi Franc Akan Desak SNB Pertahankan Suku Bunga.

Lonjakan Franc Swiss ke level rekor mungkin akan memaksa presiden bank sentral Philipp Hildebrand untuk tetap mempertahankan suku bunga mendekati nol hingga kuartal berikutnya. Swissy telah mencatat kenaikan sebesar 3,5% pada bulan lalu, yang mendorong para ekonom dari Bank of America Merrill Lynch, UBS AG dan Julius Baer Group Ltd untuk menggeser ekspektasi mereka terhadap kenaikan suku bunga menjadi pada pertemuan bulan September.
Berdasarkan hasil survey terhadap 26 ekonom, Swiss National Bank diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah pada 0,25% dalam
pertemuan hari Kamis. Para pembuat kebijakan SNB khawatir jika apresiasi mata uang yang berlebihan akan melukai eksportir seperti produsen jam Swatch Group AG dengan tingginya tekanan harga bahan bakar. Sementara bank-bank sentral mulai dari Frankfurt hingga ke Stockholm telah mulai memperketat kendali moneter, Hildebrand justru menganggap Franc sebagai  sebuah “beban” dan memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan melemah.

***EnglishVersion***

Failed to Overcome Debt Crisis Euro Greece

The euro fell broadly on Wednesday after the euro zone ministers failed to reach agreement on cata overcome the debt crisis of Greece, plus warnings on potensin Moody’s downgrade of large banks in France. Meningkatnyab investor aversion to risky assets that triggered the debt crisis continues to push the euro down as much as 1.5% in trading Wednesday.

Analysts said that a national strike in Greece to oppose austerity measures also continue to push the Euro to move lower, while the ongoing discussion about increasing debt relief plan to strengthen the possibility of distributing debt issues to other euro zone countries. Meeting of euro zone finance ministers on Tuesday failed to reach agreement on how the involvement of private investors bondholders Greece in the financing of new bailout package. Investor concerns are exacerbated by a warning from Moody’s rating agency that said it is reviewing ratings BNP Paribas SA, France’s largest bank, and Societe Generale SA and Credit Agricole SAN their exposure to debt related to Greece.

Unemployment Claims Disappointing Pound

Sterling tumbled on Wednesday after data showed the number of UK workforce jobless claims increased by 19.600 in the UK in May, double the estimated increase of 7.000 and the biggest gain since July 2009, while wage growth slowed reinforce the view interest rates will persist in 2011 .

However, at the same time the ILO has also released the corresponding unemployment rate expectations remained at 7.7% in February-April period, down from 7.9% recorded in the period from November to January. “Policy makers should be able to accept the fact that the rate of inflation on wages are still under control. And with such data, the Bank of England seems to really do not need to raise interest rates anytime soon, “said Alan Clarke, economist at Scotia Capital.

Appreciation Franc Will Urge Preserve SNB Interest Rate.

Swiss franc surges to record levels may force the central bank president Philipp Hildebrand to keep interest rates near zero until the next quarter. Swissy has recorded an increase of 3.5% last month, prompting economists at Bank of America Merrill Lynch, UBS AG and Julius Baer Group Ltd. to shift their expectations of higher interest rates to be at a meeting in September.
Based on the results of a survey of 26 economists, the Swiss National Bank expected to keep benchmark interest rate unchanged at 0.25% in Thursday’s meeting. SNB policy makers worried that excessive currency appreciation would hurt exporters such as manufacturers of Swatch Group AG by the high pressure fuel prices. While central banks from Frankfurt to Stockholm has begun to tighten monetary control, Hildebrand actually considers franc as a “burden” and predicted economic growth would weaken.


Energy Sector Stocks Wall Street boost


Produksi Industri Cina Legakan Asia
Bursa saham Asia menguat setelah data tunjukan berlanjutnya pertumbuhan produksi industri Cina, bukti negeri tirai bamboo ini dapat pertahankan
performa pertumbuhan ekonomi-nya yang cemeralang. Namun, inflasi naik 5,5%, level tertinggi 34 bulan; ini tentunya berikan alasan bagi bank sentral Cina untuk lanjutkan pengetatan kebijakan moneter. Setelah bursa Cina ditutup, People’s Bank of China umumkan kenaikan Giro Wajib Minimum Perbankan sebesar 50 bps; Hang Seng langsung terpukul setelah berita dirilis dan berakhir melemah 0,1%. Nikkei menguat 1,1%, ditopang aksi beli investor Asia, namun kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global dapat batasi reli lebih
lanjut. Tokyo Electric Power melejit 25,1% setelah kabinet Jepang setujui skema kompensasi bagi korban krisis nuklir Fukushima. Kospi berhasil ditutup naik 1,4% meski kecemasan atas keadaan ekonomi global membuat investor berhati-hati sehingga batasi penguatan indeks. Saham Woori Finance meningkat 0,4% setelah pemerintah utarakan ketidak-setujuan rencana partisipasi KDB Financial Group dalam lelang aset Woori senilai $6 miliar. Sektor kimia tunjukan
pemulihan setelah terperosok dalam bulan ini dengan LG Chemical dan Hanwha Chemical masing-masing menguat 1.9% dan 6.3%.

 

Saham Sektor Energi Lejitkan Wall Street
Saham AS terlepas dari level tinggi namun masih ditutup naik tajam pada hari Selasa, dipimpin kenaikan saham sektor energi, menyusul sejumlah data eknomi yang membantu mendorong optimisme pasar. “Rally berkaitan erat dengan faktor teknikal,” menurut Alan Valdes, direktur operasional floor pada DME Securities, mengingat pasar cenderung terkoreksi menjelang berakhirnya masa kontrak option. Bernanke memperingatkan bahwa kegagalam untuk menaikkan
batas hutang beresiko menghilangkan kredibilitas AS, mengatakan AS dapat kehilangan peringkat hutang AAA miliknya dan status dollar sebagai mata uang
reserve dapat rusak. “Bahkan sedikit penundaan pembayaran obligasi maupun bunganya dapat menimbulkan sejumlah gangguan pada pasar keuangan dan sistem pembayaran,” ucap Bernanke. Di awal sesi saham melejit menyusul berita
bank sentral Cina menaikkan rasio persyaratan modal perbankan untuk kesembilan kalinya sejak Oktober lalu pasca data menunjukkan kenaikan inflasi ke level tertinggi dalam hampir selama 3 tahun. Berita itu mendorong kenaikan harga logam, mengangkat naik saham sektor industri dan pertambangan. Analis
mengatakan berita tersebut menandakan perekonomian Cina melambat, sehingga mendorong investor untuk beralih ke aset beresiko. Namun Nouriel Roubini mengatakan Cina sedang menghadapi “kemungkinan besar” untuk sebuah perlambatan yang tajam.

***English Version***

 

Chinese Industrial Production bronchioles in Asia

Asian stock markets rose after the data show continuing growth in Chinese industrial production, evidence of this country can keep bamboo curtain
economic growth performance is brilliant. However, inflation rose 5.5%, its highest level 34 months; certainly give a reason for China’s central bank to continue tightening monetary policy. After the Chinese stock exchange closed, the People’s Bank of China announced the increase in minimum reserve requirement by 50 bps Banking, Hang Seng hit immediately after the news was released and ended down 0.1%. The Nikkei rose 1.1%, supported by Asian investors bought more, but fears of slowing global economy could limit the rally more information. Tokyo Electric Power soared 25.1% after the Japanese cabinet approves compensation scheme for victims of Fukushima nuclear crisis. Successful Kospi closed up 1.4% despite worries over the global economic situation made investors cautious, so limit the strengthening of the index. Woori Finance shares rose 0.4% after the government’s plan to express disapproval of participation in the auction KDB Financial Group Woori assets worth $ 6 billion. Chemical sector show recovery after a fall in this month by LG Chemical and Hanwha Chemical rose respectively 1.9% and 6.3%.

 

Energy Sector Stocks Wall Street boost

U.S. stocks despite high levels but still closed up sharply on Tuesday, led by energy sector stocks rise, following a number of Economy data that helped drive the market optimism. “Rally is closely related to technical factors,” said Alan Valdes, director of floor operations at the DME Securities, since markets tend corrected before the expiration of the option contract. Bernanke warned that failure to raise debt limit risk losing the credibility of the United States, said the U.S. could lose its AAA debt rating and the status of the dollar as currency
reserve can be damaged. “Even a modest delay in the payment of bonds or interest thereon may cause some disruption in financial markets and payment system,” Bernanke said. At the beginning of the session shares soared following the news China central bank to raise ratio of bank capital requirements for the ninth time since last October after data showed inflation rising to its highest level in nearly 3 years. The news pushed metal prices, lifting shares rise industrial and mining sectors. Analyst said the news marks the Chinese economy slows down, prompting investors to switch to riskier assets. But Nouriel Roubini said China is facing a “big possibility” for a sharp slowdown.


Commodity Update


Kegagalan Menaikkan Batas Hutang AS Beresiko Buruk Bagi Pasar
Gubernur Federal Reserve Ben Bernanke pada hari Selasa memperingatkan bahwa kegagalan untuk menaikkan batas limit hutang pemerintah yang saat ini ada pada 14.3 triliun dollar dapat berpotensi mengakibatkan AS kehilangan kredibilitas. Bernanke mengatakan dengan tidak adanya resolusi cepat untuk mengatasi batas hutang, AS dapat kehilangan peringkat hutang AAA miliknya, sementara status dollar sebagai reserve mungkin akan terancam. “Bahkan penundaan sementara dalam pembayaran obligasi pemerintah atau bunganya
dapat mengakibatkan gangguan pada pasar keuangan dan sistem pembayaran,” ucap Bernanke dalamm persiapan event yang disponsori Committee untuk Responsible Federal Budget. Tidak adanya tindakan yang diambil juga dapat “menciptakankeraguan fundamental mengenai kredibilitas AS serta merusak peran dollar dan oblgasi di pasar global untuk jangka panjang,” tambah Bernanke.

Kecemasan Inflasi Angkat Emas
Emas naik untuk ditutup di atas $1,524 pada hari Selasa, mengakhiri penurunan selama 2 hari berturut-turut, terdorong oleh meningkatnya tekanan inflasi di Cina dan kenaikan tajam pada komoditas industri terutama minyak mentah dan tembaga. Data Cina menunjukkan laju inflasi berada dalam level tercepat dalam hampir selama 3 tahun, sementara penjualan ritel AS turun kurang dari perkiraan. “Kecemasan yang lebih buruk terhadap data ekonomi telah diantisipasi. Selera resiko menguat dipasar, dan sebagian mengalir menuju emas,” ucap Bill O’Neill, partner pada LOGIC Advisors. Emas menguat seiring inflasi di Cina dan India bertambah cepat di bulan Mei, memicu Beijing untuk menaikkan persyaratan modal perbankan dan mendesak India untuk menaikkan tingkat suku bunga pekan ini setelah pertumbuhan di dua negara besar di Asia ini
menunjukkan tanda perlambatan.

Data Ekonomi AS dan Cina Lambungkan Minyak Ke Atas $98
Harga minyak naik pada hari Selasa dan minyak brent menyentuh level tertinggi dalam lebih dari 5 pekan setelah data Cina dan AS mengindikasikan kokohnya perekonomian global, meredakan kecemasan atas berkurangnya tingkat permintaan minyak mentah. Kenaikan minyak brent melebihi minyak mentah di awal sesi dan mendorong selisih antara brent dan minyak mentah ke rekor tinggi diatas $22 per barel, sebelum kembali turun. Gangguan suplai minyak mentah di Libya dan Nigeria dan ketatnya pengiriman di North Sea menjaga penguatan minyak brent. “Ada indikasi data ekonomi AS akan mulai membaik bulan depan, dan jika kita melihat data penjualan ritel, terkecuali sektor otomotif yang
terpukul akibat gempa bumi Jepang, sebetulnya naik 0.3%,” ucap Amrita Sen, analis minyak pada Barclays Capital. Wall Street yang ikut pulih akibat data Cina
dan AS juga menambah sentimen positif minyak.

***English Version***

Failure to Raise the U.S. Debt Limit Bad For Market Risk

Federal Reserve Governor Ben Bernanke on Tuesday warned that failure to raise the limit on government debt that currently exist at 3.14 trillion U.S. dollars may potentially result in loss of credibility. Bernanke said that with no quick resolution to address the debt limit, the U.S. could lose its AAA debt rating, while the dollar as a reserve status may be threatened. “Even the temporary delays in the payment of government bonds or interest thereon may cause disruption in financial markets and payment system,” Bernanke said dalamm preparatory event sponsored Committee for Responsible Federal Budget. The lack of action taken can also be “fundamental menciptakankeraguan about U.S. credibility and damage to the dollar and oblgasi role in the global market for the long term,” Bernanke added.

Inflation Fears Lift Gold

Gold rose to close above $ 1.524 on Tuesday, ending a decline for 2 days in a row, driven by rising inflationary pressures in China and a sharp rise in industrial commodities, especially crude oil and copper. Chinese data show the rate of inflation is the fastest level in almost 3 years, while U.S. retail sales fell less than expected. “Anxiety is worse on the economic data have been anticipated. Tastes stronger market risk, and some flowed into gold,” said Bill O’Neill, partner at LOGIC Advisors. Gold rose as inflation in China and India grow rapidly in May, sparked by Beijing to raise capital requirements for banks and urged India to raise interest rates this week after growth in two major countries in Asia is showing signs of slowing.

U.S. Economic Data and catapulted China to top $ 98 Oil

Oil prices rose on Tuesday and Brent oil touched its highest level in more than 5 weeks after China and U.S. data indicate kokohnya global economy, relieve the anxiety of the reduced level of demand for crude oil. The increase exceeded Brent crude oil at the beginning of the session and encourage the difference between the Brent and crude oil to a record high above $ 22 per barrel, before heading back down. Crude oil supply disruptions in Nigeria and Libya and the tight delivery in North Sea Brent oil to maintain reinforcement. “There are indications that U.S. economic data is beginning to occur next month, and if we look at retail sales data, including the automotive sector is hit by the earthquake Japan, actually rose 0.3%,” said Amrita Sen, oil analyst at Barclays Capital. Wall Street is part of China recover from data and U.S. oil also adds a positive sentiment.


Forex News Update


 

Forex news updateEuro Pulih Ditengah Debat Hutang Yunani
Euro menguat terhadap Dollar AS pada hari Senin, pulih dari penurunan pada awal sesi menyusul aksi short-covering para pedagang memberikan sedikit ruang bagi Euro. Namun perseteruan di antara para pembuat kebijakan masih membatasi gain euro. Para petinggi di Eropa nampaknya masih belum mencapai kesepakatan mengenai rencana keterlibatan investor swasta dalam restrukturisasi hutang Yunani, yang terus diserukan oleh Jerman, meskipun ECB telah  memperingatkan akan potensi gejolak pasar. Sementara investor mulai memangkas peluang kenaikan kembali suku bunga dalam beberapa bulan ke depan, bahkan setelah presiden ECB Jean-Claude Trichet sensinyalkan kemungkinan adanya kenaikan suku bunga pada bulan Juli, mengingat ECB masih mempertahankan proyeksi inflasi 2012 tidak berubah. Teppei Ino, analis mata uang pada Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ di Tokyo, memperkirakan Euro dapat terjatuh kembali ke posisi rendah bulan Mei di $1.3968 seiring krisis hutang zona Euro dan berkurangnya prospek kenaikan suku bunga menjadi fokus pasar.
Poundsterling Optimis Jelang CPI Inggris
Sterling menguat terhadap Dollar AS dan menyentuh level tinggi dalam lebih dari sepekan terhadap euro pada hari Senin, dipicu oleh kecemasan hutang zona Eropa dan antisipasi investor terhadap data inflasi hari Selasa yang diperkirakan menunjukkan kenaikan, kendati kecemasan rapuhnya perekonomian Inggris membuat sterling rentan. Analis teknikal mengatakan pergerakan konstan di bawah MA100 pada $1.6246 akan membawa sterling menuju $1.6055 dan
kemudian $1.6000 yang merupakan MA 200.

CPI tahunan diperkirakan tetap pada 4,5% pada bulan Mei. Hasil rilis di atas level tersebut mungkin akan memberikan dorongan bagi Cable, meskipun menurut analis tidak akan bertahan lama kecuali para investor yakin jika BoE akan merespon dengan menaikkan suku bunga. “Kenaikan inflasi akan mendorong Sterling naik, tapi mungkin hanya akan berumur pendek,” kata Lee McDarby, kepala dealing pada Investec. “Pasar perlu melihat kemajuan pada data sebelum ada pembicaraan mengenai kenaikan tingkat suku bunga.” Sentimen Sterling juga berpotensi terpukul pekan ini seiring data tenaga kerja hari Rabu dan penjualan ritel di hari Kamis dapat menambah kecemasan goyahnya ekonomi Inggris.

Franc Kian Menarik Sebagai Safe-Haven
Franc Swiss menguat terhadap hampir semua mata uang utama setelah belum adanya kesepakatan mengenai bantuan finansial untuk Yunani memicu investor beralih ke aset paling aman di Eropa, dengan yield obligasi Portugal dan Irlandia yang naik menuju rekor tinggi. Sementara SNB diperkirakan akan memutuskan menahan tingkat suku bunga di 0.25% pada pertemuan tanggal 16 Juni mendatang serta tidak mensinyalkan melakukan intervensi untuk membatasi penguatan franc.
“Investor melirik Franc Swiss lebih karena status safe haven-nya,” kata Elizabeth Gregory, analis pasar pada Swissquote Bank SA di Jenewa. “Ketidakpastian masih terus menyelimuti zona Euro, sementara prospek pertumbuhan Swiss nampak cerah. Maka tren penguatan Franc Swiss akan berlanjut.” Pejabat di Eropa menemui jalan buntu mengenai keterlibatan investor swasta dalam restrukturisasi hutang Yunani.

*****English Version*****

Euro Recovers Amid Debate Greek Debt

The euro strengthened against the U.S. dollar on Monday, recovering from the decline at the beginning of the session following the action of short-covering by traders give little room for the Euro. But the feud between the policy makers are still limiting the gain euros. European officials has not yet reached agreement on the involvement of private investors plan to restructure debt in Greece, which kept called for by Germany, although the ECB has warned of the potential market turmoil. Meanwhile, investors began to increase in opportunities to cut interest rates again in coming months, even after ECB president Jean-Claude Trichet sensinyalkan possibility of a rate hike in July, given the ECB still retains the 2012 inflation projection unchanged. Teppei Ino, currency analyst at Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ in Tokyo, estimates that Euro could fall back to a lower position in May at $ 1.3968 as the Euro zone and the debt crisis reduced
the prospect of higher interest rates become the focus of the market.

Optimistic About Coming to the UK pound sterling CPI

Sterling strengthened against the U.S. dollar and touched a high level in more than a week against the euro on Monday, sparked by fears the euro zone debt and investors’ anticipation of Tuesday’s inflation data are expected to show an increase, despite concerns the fragility of the British economy making sterling vulnerable. Technical analysts say the movement is constant under MA100 at $ 1.6246 would bring sterling to $ 1.6055 and
then $ 1.6000 which is the MA 200.
The annual CPI is expected to remain at 4.5% in May. Results release above that level would probably give a boost for Cable, although according to analysts will not last long unless the investors believe that if the BoE will respond by raising interest rates. “The increase in inflation would push Sterling rose, but may only be short-lived,” said Lee McDarby, head of dealing at Investec. “The market needs to see progress on the data before there is talk about rising interest rates.” Sterling sentiment also has the potential to hit this week as the employment data on Wednesday and retail sales on Thursday to increase the anxiety fragile UK economy.

Franc increasingly interesting as the Safe-Haven

Swiss franc strengthened against most major currencies after the lack of agreement on financial aid to Greece triggered investors to switch to the safest assets in Europe, with Portugal and Ireland bond yield which rose to a record high. While the SNB is expected to decide to hold interest rates at 0.25% at the next meeting June 16 and not signaling to intervene to limit the strengthening of franc.
“Investors Swiss Franc glanced over because its safe haven status,” says Elizabeth Gregory, analyst market in Swissquote Bank SA in Geneva. “Uncertainty continues surrounding the Euro zone, while Switzerland‘s growth prospects seem bright. And the Swiss franc strengthened the trend will continue. “Officials at the European impasse regarding the involvement of private investors in the debt restructuring Greece.


Market Review Eropa


Market Review Eropa

Euro melorot seiring dengan kekhawatiran default utang Yunani mendominasi sentimen dibandingkan sinyal kenaikan suku bunga ECB dalam waktu dekat. Sementara pasar saham Eropa pulih setelah berita persetujuan parlemen Jerman untuk kontribusi dalam paket bantuan Yunani jika memang diperlukan berhasil meredakan ketegangan kawasan Eropa

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Review AS & Eropa


Market Review AS & Eropa :

Harga minyak rally pasca OPEC diluar dugaan tidak menambah tingkat produksinya dan menyusul laporan mingguan pemerintah yang menunjukkan persediaan minyak mentah turun lebih dari perkiraan. Dollar menguat terhadap sejumlah mata uang utama, sementara emas turun $5.75, atau sekitar 0.3% untuk ditutup pada level $1,537.50 per ons. Wall Street ditutup turun untuk 6 sesi berturut-turut seiring kecemasan investor terhadap melambatnya pemulihan menyusul outlook suram dari Ben Bernanke dan pasca Beige Book dari Fed menunjukkan perlambatan di sejumlah wilayah. Data ekonomi hari ini adalah keputusan suku bunga dan pernyataan dari RBNZ, GDP dan household confidence dari Jepang, employment change dan unemployment rate dari Australia, trade balance Inggris dan keputusan suku bunga serta pernyataan dari BoE, keputusan suku bunga dan pernyataan dari ECB, trade balance dan jobless claims dari AS. Nikkei diperkirakan dalam kisaran 9,320 – 9,440.

EUR/USD closing 1.4584, high 1.4693, low 1.4562, XAUUSD C:1,537.50, H:1,546.10, L:1,531.45 CO-LS C:100.78, H: 101.89, L: 98.02. Dow C: 12,030, H: 12,085, L:12,015.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Review Eropa


Market Review Eropa

Euro melorot ke 1.4630 setelah aksi jual Bank Sentral Asia dihantui oleh imbas problem hutang Yunani, sementara Sterling ambruk ke titik terendah 1-bulan terhadap Euro & dollar paska peringatan lembaga pemeringkat kredit Moody’s terhadap resiko rating hutang Inggris jika pertumbuhan menganggu program reduksi defisit. Saham Eropa melemah di hari Rabu seiring dengan kekhawatiran pertumbuhan global menyebabkan investor mengalihkan resiko setelah pidato Bernanke gagal mengembalikan keyakinan pasar terhadap pemulihan ekonomi.

 

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Review As & Eropa


Market Review As & Eropa:

Dollar melemah terhadap sejumlah mata uang utama setelah salah satu pejabat mata uang senior Cina memperingatkan mengenai resiko kepemilikan dollar dalam jumlah banyak. Euro terdorong naik oleh data pabrik Jerman yang melebihi perkiraan.

Harga minyak mendapat dorongan naik dari pelemahan dollar dan konflik di Timur Tengah, sementar emas turun seiring stabilnya bursa saham memicu aksi profit-taking pada emas. Saham AS berubah negatif pasca komentar dari Bernanke. Data ekonomi hari ini adalah bank lending, current account, dan economic watchers sentiment dari Jepang, home loans dari Australia, unemployment rate dari Swiss, GDP zona Eropa, laporan inflasi BoE, industrial production Jerman, crude oil inventories dan Fed beige book dari AS serta pertemuan OPEC.

Nikkei diperkirakan dalam kisaran 9,380 – 9,480.
EUR/USD closing 1.4692, high 1.4696, low 1.4561, XAUUSD C:1543.25, H:1549.90, L:1536.70. CO-LS C:99.50, H: 99.75, L: 97.74. Dow C: 12072, H: 12162, L:12045.

****

Market Review As & Eropa:

Dollar weakened against a number of major currencies after a senior Chinese official currency warned about the risks of ownership of dollars in large quantities. The euro pushed up by a German manufacturer of data that exceeds expectations.

Oil prices got a boost from the weakening dollar and rising conflict in the Middle East, gold fell as the temporal stability of stock markets sparked profit-taking in gold. U.S. stocks turned negative after comments from Bernanke. Economic data today is bank lending, current account, and economic watchers from Japanese sentiment, home loans from Australia, the unemployment rate from Switzerland, the GDP of the euro zone, BoE inflation report, the German industrial production, crude oil inventories and the Fed‘s beige book from the U.S. and OPEC meeting.

Nikkei estimated in the range of 9.380 to 9.480.
EUR / USD closing 1.4692, 1.4696 high, low 1.4561, XAUUSD C: 1543.25 H: 1549.90, L: 1536.70. CO-LS C: 99.50, H: 99.75, L: 97.74. Dow C: 12,072, H: 12 162, L: 12 045.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Today Market Outlook



MINYAK
AS dan OPEC, Dua Pemicu Koreksi Minyak

Kontrak minyak mentah Amerika Serikat (AS) bergerak turun di awal perdagangan hari Selasa (07/03). Minyak melanjutkan koreksi pada sesi sebelumnya terkait ekspektasi bahwa OPEC akan menaikkan target produksi minggu ini serta kekhawatiran perlambatan demand. Harga minyak mentah turun 24 sen ke level $98.88 per barel, setelah bertahan turun $1.21 ke level $99.02 per barel, penutupan terendahnya dalam 2 minggu. Tingginya harga bahan bakar dan pelemahan data ekonomi AS mungkin memaksa badan perkiraan energi pemerintah AS untuk memangkas perkiraan demand minyak global untuk bulan ke-dua. Hal ini rentan mengundang perdebatan di tengah isu kenaikan output OPEC.

EMAS
Ekonomi Melambat, Emas Kian Berkilau

Emas bergerak naik hari Selasa (07/03), melanjutkan kenaikan hingga ke level tertinggi dalam lebih dari 1 bulan pada sesi sebelumnya. Kekhawatiran stagnasi ekonomi Amerika Serikat (AS) membuat investor memilih emas sebagai investasi alternatif. Spot emas bertambah $1.11 ke level $1,544.16 per ons setelah naik ke $1,553.30 hari Senin (06/03). Emas masih bertahan di bawah level tertinggi sepanjang masa di sekitar $1,575 (awal Mei). Spot perak nyaris tidak bergerak pada level 436.82 per ons, di bawah rekor $49.51 per ons yang terjadi bulan April. Para pejabat Feds hari Senin mengatakan bahwa data ekonomi saat ini mengecewakan sehingga otoritas mungkin memperpanjang strategi pelonggaran moneter.

EUR/USD
“Tak Ada Alasan Simpan Dollar” EUR Bidik 1.4940
Meskipun sempat mengalami koreksi, Euro masih bertengger kokoh di kisaran tingginya dalam 1-bulan terhadap Greenback pada sesi hari Selasa setelah koreksi penurunan akhirnya dibatasi oleh sentimen positif terhadap prosek suku bunga zona Eropa. Menurut Boris Schlossberg, kepala riset GFT Forex, fokus pasar kini beralih kepada perbedaan suku bunga, karena the Fed kemungkinan akan tinggal diam tahun ini, kenaikan suku bunga oleh ECB akan menarik dana menuju euro dan mata uang lainnya. “Tidak ada alasan untuk menyimpan Dollar saat ini,” imbuhnya. Bahkan jika Trichet kembali menggunakan frase “waspada tinggi” dalam menanggapi tekanan inflasi, ini merupakan petunjuk adanya kenaikan suku bunga pada bulan Juli, dan Schlossberg menjelaskan Euro bisa kembali menguji level tinggi tahun 2011 di kisaran $1.4940.

NIKKEI
Dukungan Pemerintah Atas TEPCO Berlawanan Dengan Pasar

Komitmen dukungan pemerintah Jepang atas TEPCO berjalan kontras dengan aksi jual investor saat ini dan sekitar 59% cenderung memperkirakan bahwa perusahaan tersebut akan bangkrut akibat hutangnya dalam 5 tahun. Aksi likuidasi TEPCO sendiri akan menyebabkan masalah besar dan harus dihindari, dikatakan pimpinan secretariat cabinet, Yukio Edano kemarin. Saham perusahaan tersebut turun secara tak terduga 28% ke 207 Yen kemarin setelah pimpinan Tokyo Stock Exchange mengatakan bahwa bursa memerlukan restrukturisasi. Indeks bursa sempat menguat kemarin. “Spekulasi bahwa hanya masalah waktu TEPCO akan bangkrut telah mendominasi pasar saham, kontras dengan dukungan pemerintah untuk mempertahankan keberlangsungan perusahaan tersebut”, dikatakan Yasuhide Yajima, seorang ekonomi dari NLI Research Institute di Tokyo. “Pasar tidak mempercayai kemampuan pemerintah untuk melakukan tindakan menjelang rencana menjaga TEPCO tetap hidup”

****

OIL
U.S. and OPEC, Two Triggers Oil Correction

U.S. crude oil contract (U.S.) moves down in early trade on Tuesday (07/03). Oil continued correction in the previous sessions related to expectations that OPEC will raise production targets this week and concern slowing demand. Crude oil prices fell 24 cents to as low as $ 98.88 per barrel, after the last down $ 1.21 to as low as $ 99.02 per barrel, its lowest close in 2 weeks. The high fuel prices and weakening U.S. economic data may force the agency estimates the U.S. government energy to cut global oil demand forecast for the second month. It is vulnerable to invite debate in the issue of rising OPEC output.

GOLD
Economy Slows, Kian Gold Starred

Gold moves up on Tuesday (03/07), continuing to rise up to the highest level in more than 1 month in the previous session. Concerns economic stagnation United States (U.S.) make investors choose gold as an investment alternative. Spot gold added $ 1.11 to as low as $ 1,544.16 per ounce after rising to $ 1,553.30 on Monday (06/03). Gold still remained below the highest level of all time at around $ 1.575 (early May). Spot silver was almost not moving at the level of 436.82 per ounce, below the record $ 49.51 per ounce which occurred in April. Feds officials on Monday said that economic data is disappointing that the authority may extend the strategy of monetary easing.

EUR / USD
“There’s No Reason Save the Dollar” Shutter 1.4940 EUR

Although experienced a correction, the Euro was still perched firmly on the range in 1-month high against the greenback on Tuesday after correction session decline ultimately limited by the positive sentiment towards prosek eurozone interest rates. According to Boris Schlossberg, GFT Forex head of research, market focus is now switching to the difference in interest rates, because the Fed is likely to stay silent this year, rising interest rates by the ECB will attract funds into the euro and other currencies. “There is no reason to save a dollar today,” he added. Even if Trichet again using the phrase “high alert” in response to inflationary pressures, this is an indication of higher interest rates in July, and Schlossberg explains Euro could re-test the high level of 2011 in the range of $ 1.4940.

NIKKEI
Top Government Support TEPCO Contrary With Market

Commitment to the Japanese government’s support for TEPCO walk contrast with investors selling at the moment and about 59% more likely to estimate that the company will go bankrupt due to debt in 5 years. TEPCO own liquidation action will cause major problems and should be avoided, said cabinet secretariat leader, Yukio Edano yesterday. The company’s shares fell an unexpected 28% to 207 yen yesterday after the head of the Tokyo Stock Exchange said the exchange needs restructuring. Stock index had gained yesterday. “Speculation that the only matter of time TEPCO will go bankrupt already dominant market share, contrasted with government support to maintain the continuity of the company,” said Yasuhide Yajima, a economics from the NLI Research Institute in Tokyo. “Markets do not trust the government’s ability to take action ahead of TEPCO plans to keep stay alive”.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Ekonomi Melambat, Emas Kian Berkilau


Selasa, 07 Juni 2011 – 09:53 WIB

Ekonomi Melambat, Emas Kian Berkilau

Emas bergerak naik hari Selasa (07/03), melanjutkan kenaikan hingga ke level tertinggi dalam lebih dari 1 bulan pada sesi sebelumnya. Kekhawatiran stagnasi ekonomi Amerika Serikat (AS) membuat investor memilih emas sebagai investasi alternatif.

Spot emas bertambah $1.11 ke level $1,544.16 per ons setelah naik ke $1,553.30 hari Senin (06/03). Emas masih bertahan di bawah level tertinggi sepanjang masa di sekitar $1,575 (awal Mei).

Spot perak nyaris tidak bergerak pada level 436.82 per ons, di bawah rekor $49.51 per ons yang terjadi bulan April. Para pejabat Feds hari Senin mengatakan bahwa data ekonomi saat ini mengecewakan sehingga otoritas mungkin memperpanjang strategi pelonggaran moneter.

****

Tuesday, June 7, 2011 – 9:53 pm

Economy Slows, The Gold Starred

Gold moves up on Tuesday (03/07), continuing to rise up to the highest level in more than 1 month in the previous session. Concerns economic stagnation United States (U.S.) make investors choose gold as an investment alternative.

Spot gold added $ 1.11 to as low as $ 1,544.16 per ounce after rising to $ 1,553.30 on Monday (06/03). Gold still remained below the highest level of all time at around $ 1.575 (early May).

Spot silver was almost not moving at the level of 436.82 per ounce, below the record $ 49.51 per ounce which occurred in April. Feds officials on Monday said that economic data is disappointing that the authority may extend the strategy of monetary easing.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Koreksi Euro Terbatasi Prospek Suku Bunga


Selasa, 07 Juni 2011 – 09:36 WIB
Koreksi Euro Terbatasi Prospek Suku Bunga

Euro sempat mengalami koreksi lemah setelah salah satu pejabat Jerman menyebutkan bailout kedua Yunani masih belum pasti, namun koreksi penurunan akhirnya dibatasi oleh sentimen positif terhadap prosek suku bunga zona Eropa.

Pada hari Jumat silam petinggi zona Eropa dikabarkan selangkah lebih maju menuju bailout baru untuk Yunani yang menurut media Jerman bisa mencapai lebih dari €100 milyar dan mendorong euro ke level tinggi 1 bulan di $1.4657.
Meskipun demikian, pasar tetap berasumsi Yunani akan memperoleh waktu lebih panjang dalam membayar hutangnya sembari menantikan Presiden ECB Jean-Claude Trichet yang akan mensinyalkan kenaikan suku bunga di bulan Juli pada hari Kamis lusa.
Jika Trichet kembali menggunakan frase “waspada tinggi” dalam menanggapi tekanan inflasi, ini merupakan petunjuk adanya kenaikan suku bunga pada bulan Juli.

****

Tuesday, June 7, 2011 – 9:36 pm
Corrections constrained Euro Interest Rate Outlook

The euro had experienced weak correction after German officials said one of the two Greek bailout still not sure, but ultimately limited by correction decreased the positive sentiment towards prosek eurozone interest rates.

On Friday the euro zone officials reportedly set a step forward towards a new bailout for Greece which, according to German media could reach more than € 100 billion and pushed the euro to as low as 1-month high at $ 1.4657.

Nevertheless, the market still assumes Greece will have a longer time in paying its debts while waiting for ECB President Jean-Claude Trichet to be signaling higher interest rates in July on Thursday after tomorrow.

If Trichet re-using the phrase “high alert” in response to inflationary pressures, this is an indication of higher interest rates in July.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Review AS & Eropa


Market Review AS & Eropa :

Harga minyak turun dengan minyak mentah AS turun $1.79 untuk ditutup pada level $98.78 per barel, emas naik untuk ditutup dekat $1,542 per ons, menuju kenaikan mingguan ketiga dan menuju level tertinggi sejak awal Mei. Sementara itu, Euro melemah setelah Jean-Claude Juncker, kepala grup menteri keuangan zona Eropa, mengatakan bahwa penguatan Euro berlebihan jika dibandingkan mata uang utama lainnya. Data ekonomi hari ini adalah keputusan suku bunga dan pernyataan dari RBA, leading indicators Jepang, Halifax HPI Inggris, CPI Swiss, retail sales zona Eropa, factory orders dari Jerman, IBD/TIPP economic optimism dan consumer credit dari AS serta pidato dari Ben Bernanke.

Nikkei diperkirakan dalam kisaran 9,280 – 9,440.
EUR/USD closing 1.4576, high 1.4658, low 1.4555, XAUUSD C:1,543.75, H:1,553.20, L:1,540.80 CO-LS C:98.78, H: 100.68, L: 98.55. Dow C: 12,087, H: 12,135, L:12,055.

Posted with WordPress for BlackBerry.

****

USA & Europe Market Review:

Oil prices fell to U.S. crude fell $ 1.79 to close at $ 98.78 per barrel level, gold rose to close at $ 1.542 per ounce, heading for third weekly rise and headed for the highest level since early May. Meanwhile, the euro fell after Jean-Claude Juncker, head of eurozone finance ministers group, said that the strengthening of the Euro excessive when compared to other major currencies. Economic data today is the interest rate decision and statement from the RBA, Japan‘s leading indicators, UK Halifax HPI, CPI Switzerland, the euro zone retail sales, factory orders from Germany, the IBD / TIPP economic optimism and consumer credit from the U.S. and a speech from Ben Bernanke.

Nikkei estimated in the range of 9.280 to 9.440.
EUR / USD closing 1.4576, 1.4658 high, low 1.4555, XAUUSD C: 1,543.75, H: 1,553.20 L: 1,540.80 CO-LS C: 98.78, H: 100.68, L: 98.55. Dow C: 12.087, H: 12.135, L: 12.055.


Payrolls Dirilis Mengecewakan!


Jumat, 03 Juni 2011 – 19:35 WIB

Payrolls Dirilis Mengecewakan!

Perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat (AS) menambah lebih sedikit pekerja pada bulan Mei, yang menandakan hilangnya kepercayaan sektor bisnis seiring melambatnya laju perekonomian terbesar di dunia tersebut.

Sektor swasta hanya menambah 54.000 pekerjaan pada bulan Mei, yang merupakan pertumbuhan terkecil dalam 8 bulan terakhir, setelah mencatat kenaikan 244.000 pada bulan sebelumnya, menurut laporan Departemen Tenaga Kerja pada hari Jumat. Angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata perkiraan para ekonom dalam sebuah survey yang menunjukkan pertumbuhan 150.000. Sementara tingkat pengangguran AS pada bulan Mei meningkat menjadi 9,1% dari sebelumnya 9%.

Tidak hanya itu, daya serap tenaga kerja AS bulan Mei hanya memenuhi sepertiga konsensus analis, yang mematok estimasi 160.000. Rerata pengangguran 9,1% juga berbanding terbalik dengan perkiraan pasar, 8,9%.

Perusahaan-perusahaan nampaknya tengah mencoba untuk meredam biaya tenaga kerja di tengah kekhawatiran terhadap melemahnya belanja konsumen, yang mencakup sekitar 70% dari perekonomian, seiring rumah tangga berjuang menghadapi kenaikan biaya pangan dan bahan bakar.

Terhambatnya pemulihan sektor tenaga kerja mungkin akan kian memperteguh pandangan para pembuat kebijakan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga mendekati ‘nol’ hingga tahun depan.

“Pemulihan sektor tenaga kerja melambat seiring terhambatnya laju perekonomian,” kata Michael Feroli, kepala ekonom JPMorgan Chase & Co. di New York. “Dan akan mempertegas keyakinan pembuat kebijakan dalam mempertahankan suku bunga yang ada untuk waktu yang sangat lama.”

Posted with WordPress for BlackBerry.


Situasi Politik Jepang Makin Rumit


Situasi Politik Jepang Makin Rumit

Jumat, 03 Juni 2011 18:17 WIB
TODAY’S ANALYSIS STOCK INDEX

Janji Naoto Kan untuk mundur sebagai perdana menteri telah mulai kontes pemilihan pemimpin Jepang berikutnya; namun ini tentunya timbulkan risiko keterlambatan rekonstruksi yang dibutuhkan untuk pulihkan ekonomi paska gempa, tsunami, dan krisis nuklir. Kan kemarin selamat dari mosi tidak percaya setelah tawarkan pengunduran diri setelah krisis terkendali. Partai penguasan pemerintah, Demokrat, kini tengah terbagi dimana pendahulu Kan utarakan pengunduran diri dapat terjadi akhir Juni sedangkan Perdana Menteri utarakan tidak mungkin hengkang sampai awal tahun depan.

“Ini adalah tahap baru dari kekacauan politik Jepang; tidak ada skenario yang dapat buat kondisi lebih baik,” papar Koichi Nakano, profesor ilmu politik di Sophia University. “Jepang akan bayar harga yang sangat tinggi untuk ketidakstabilan politik, termasuk paket stimulus rekonstruksi ekonomi.” Lembaga pemeringkat kredit juga menunggu rencana fiskal pemerintah yang dapat jelaskan bagaimana Jepang dapat selesaikan masalah utangnya.