Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Seoul

Analisa Emas


Harapan tidak adanya tapering masih mendorong penguatan harga hingga 1360 pagi tadi. Level di kisaran 1360 ini memberikan tahanan atas atau resisten hari ini. Penguatan lanjutan membutuhkan konfirmasi penembusan level resisten 1360 dengan potensi target mendekati area resisten selanjutnya di 1375.

Potensi pelemahan masih terbuka jika harga tidak mampu kembali menembus 1360 dan berhasil menembus support di kisaran 1343 dengan potensi target ke area 1330.

Hari ini selain isu No tapering, data ekonomi AS mala mini bisa menjadi market mover yaitu data penjualan ritel dan tingkat keyakinan konsumen. Data yang lebih bagus dari prediksi bisa menekan turun harga emas.


Market Outlook Today


Cheung Kong Center

Cheung Kong Center (Photo credit: Wikipedia)

EMAS

Komoditi Emas bergerak melemah pada perdagangan kemarin, komoditi Emas sempat sedikit menguat setelah merosot ke level terendah dalam 3 bulan terakhir. Komoditi Emas berada dalam tekanan setelah adanya progress negosiasi untuk menghindari jurang fiskal di AS serta upgrade rating kredit Yunani yang menjadi faktor utama yang mengurangi daya tarik safe haven komoditi ini.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa bergerak menguat pada perdagangan kemarin, sentimen positif terhadap mata uang Eropa ini menguat setelah Ifo Institute for Economic Research menyampaikan bahwa terdapat peningkatan kinerja pada iklim bisnis di Jerman mendekati akhir tahun ini. Perkembangan tersebut ditunjukkan dengan adanya peningkatan pada rilis data German Ifo Business Climate yang bertambah 102.4 dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 101.40, adanya informasi yang menggembirakan tersebut menunjukkan performa yang lebih baik dari estimasi sejumlah ekonom yang memperkirakan naik menjadi 101.9. Disisi lain menguatnya mata uang ini juga dipicu oleh The Fed mengumumkan rencana penambahan program stimulus moneternya, selain mempertahankan suku bunga di kisaran 0 – 0,25% selama 4 tahun The Fed juga mengutarakan komitmen baru untuk membeli $45 M Treasury/bulan setelah berakhirnya Operation Twist. Belanja ekstra tersebut akan membanjiri pasar keuangan dengan Greenback yang beresiko melemahkan daya tarik mata uang AS.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong bergerak melemah cukup signifikan pada perdagangan di hari Kamis pagi, para pelaku pasar mengambil kesempatan untuk melakukan aksi ambil untung setelah pada perdagangan kemarin melonjak tajam hingga mencapai posisi tertinggi dalam 17 bulan belakangan dan pasar juga menantikan kepastian stimulus tambahan dari BoJ. Ada beberapa saham unggulan yang bergerak bervariasi diantaranya adalah Cheung Kong dan Henderson Land bergerak melemah, sementara itu saham HSBC dan Saham Hong Kong and China Gas bergerak menguat.


Market Outlook Today


Official portrait of United States House Speak...

Official portrait of United States House Speaker (R-Ohio). (Photo credit: Wikipedia)

EMAS

 

Komoditi Emas merosot cukup dalam pada perdagangan kemarin, merosotnya komoditi ini setelah juru bicara DPR AS John Boehner pada proposal terakhir tentang fiscal cliff pada Presiden Barack Obama akan untuk pertama kalinya melihat kenaikan pajak pendapatan (untuk pendapatan kelas atas). Komoditi Emas diperdagangkan sedikit berubah perdagangan kemarin  dari tanda-tanda dari pergerakan nyata pertama minggu ini dalam negosiasi berkenaan dengan fiscal cliff yang mana menetralkan beberapa aksi beli padasafehaven komoditi Emas. Pada awalnya komoditi ini menguat dari harapan bahwa BoJ akan menggunakan stimulus moneter yang lebih setelah PM Jepang berikutnya Shinzo Abe menyebutkan langkah agresif untuk mendorong pertumbuhan.

 

GBP/USD

 

Sterling bergerak menguat pada perdagangan kemarin dipicu oleh menguatnya permintaan dari investor Timur Tengah dan perusahaan yang ingin melakukan hedge, beberapa analis memprediksi Sterling masih berpotensi melanjutkan penguatan jika politisi Amerika gagal mengatasi fiscal cliff.  Untuk selanjutnya fokus para pelaku pasar tertuju rilis data inflasi Inggris pada hari ini Selasa dan besok Rabu MPC Meeting Minutesyang mungkin akan memberikan sinyal tentang kemungkinan QE lebih lanjut. Sementara itu analis mata uang RBS Melinda Burgess memperkirakan jika rilis data penjualan ritel pada hari Kamis mendatang justru diperkirakan lebih berpotensi mendongkrak Sterling, secara keseluruhan BoE masih akan menunjukkan sikapdovish mereka dan Sterling kemungkinan akan lebih bereaksi terhadap data penjualan ritel minggu ini yang diperkirakan akan menunjukkan peningkatan dan memberi katalis positif.

 

HANGSENG

 

Bursa saham Hongkong bergerak menguat tipis pada perdagangan dihari Selasa pagi, bursa saham Hongkong ikut menguat setelah bursa saham AS ditutup di teritori positif pada akhir perdagangannya kemarin. Harapan pasar mengenai segera tercapainya rancangan anggaran di AS telah memberikan dorongan menguat ke bursa-bursa saham global termasuk Asia, harapan ekonomi China juga mengalami pemulihan yang solid turut mendongkrak bursa saham Hongkong positif.

 


Market Outlook Today


The New York Stock Exchange, the world's large...

The New York Stock Exchange, the world’s largest stock exchange by market capitalization (Photo credit: Wikipedia)

EMAS

 

Komoditi Emas kembali bergerak melemah lebih dari 1% seiring kekecewaan pasar terhadap lambatnya persetujuan budget AS pada perdagangan kemarin, padahal US dolar melemah dan  harga minyak mentah juga ikut melemah sehingga semua komoditas lain melemah. Ketidakpastian ekonomi yang berhubungan dengan pembicaraan budget AS dan mengenai heavy selling setelah penutupan option minggu lalu yang juga meyebabkan komoditi ini melemah.

 

AUD/USD

 

Mata uang Australia koreksi tipis pada perdagangan di sesi Asia pagi ini, mata uang Aussie sedikit melemah meskipun masih berada di kisaran tertinggi dalam lebih dari satu minggu belakangan. Melemahnya mata uang ini terjadi setelah rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal ke III di Australia menunjukkan hasil yang kurang dari harapan. Rilis data pagi ini mengenai pertumbuhan ekonomi kuartal ke III di Australia data menunjukkan bahwa di kuartal ke III terjadi pertumbuhan ekonomi sebesar 0.5% (q/q), meskipun tidak terlalu buruk namun hasil tersebut masih kurang dari ekspektasi yang sebesar 0.6%. Pertumbuhan di kuartal ke III ini juga melambat dari pertumbuhan yang terjadi di kuartal ke II yang sebesar 0.6%.

 

NIKKEI

 

Bursa saham Jepang awal pembukaan perdagangan disesi Asia cenderung bergerak sedikit melemah, bursa saham Jepang tergerus melemah melanjutkan pergerakan negatif pada sesi perdagangan sebelumnya. Para investor bersikap negatif setelah bursa saham Wall Street melemah akibat menguatnya kekhawatiran mengenai anggaran AS. Namun setelah sedikit melemah Indeks Berjangka Nikkei bergerak rebound seiring bursa saham AS menyingkirkan sentimen di Asia dalam penutupan lemahnya kemarin, saat para politikus di sana masih berselisih pendapat terkait solusi untuk masalah keuangan guna menghindari kenaikan pajak dan pemangkasan anggaran belanja yang mungkin akan mendorong AS ke jurang resesi.

 


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas kembali terperosok untuk kedua kalinya pada perdagangan kemarin dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap melambatnya pertumbuhan ekonomi Cina, peringatan terhadap peringkat kredit Prancis, dan masih suramnya prospek untuk pencapaian solusi penyelamatan krisis utang Eropa. Komoditi Emas sempat tertekan setelah lembaga pemeringkat Moody’s mengatakan pihaknya kemungkinan akan memberikan outlook negatif pada peringkat AAA Prancis. Peringatan tersebut muncul menjelang sidang puncak Uni Eropa pada 23 Oktober mendatang, dimana pemimpin Jerman sebelumnya mengatakan bahwa pertemuan tersebut tidak akan menghasilkan obat ajaib untuk mengatasi krisis utang kawasan. Sementara itu faktor lainnya yang menekan logam mulia adalah laporan data pertumbuhan ekonomi Cina yang melambat di kuartal ke III ke level terlemahnya selama lebih dari 2 tahun.

GBP/USD

Pada perdagangan kemarin Sterling melemah terhadap dolar AS, tertekan rilis data inflasi Inggris yang naik melebihi 5% kondisi dimana meningkatkan kekhawatiran akan kondisi stagflasi (kombinasi antara meningkatnya tekanan harga dalam ekonomi yang lemah) dalam jangka waktu dekat dan meningkatkan minat jual investor terhadap Sterling. Sterling sempat tertekan oleh rilis data consumer prices untuk September yang meningkat menjadi 0,6% dan dalam basis tahunan inflasi di tataran konsumen meningkat menjadi 5,2% itu merupakan level tertinggi sejak 3 tahun terakhir. Namun demikian tingginya angka inflasi tersebut tidak serta merta mengindikasikan meningkatnya aktifitas ekonomi, akan tetapi justru merupakan pertanda dari meningkatnya tagihan gas, air bersih, dan listrik dikalangan masyarakat. Justru meningkatnya tekanan inflasi merupakan ancaman bagi consumer spending ditengah pemangkasan anggaran pemerintah yang dampaknya mulai terasa.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong pada perdagangan Rabu pagi mengalami penguatan, bursa saham Hongkong menguat seiring dengan positifnya pergerakan bursa – bursa saham di Asia yang lebih dulu dibuka. Kenaikan di bursa saham Hongkong ini turut dipicu oleh aksi bargain hunting yang dilakukan oleh para investor. Adapun saham

 – saham Indeks Berjangka Hangseng yang mengalami penguatan diantaranya adalah saham Cheung Kong , HSBC , Hangseng Bank , dan Henderson Land. Di perkirakan Indeks Berjangka Hangseng hari ini berpotensi melemah setelah sempat dibuka menguat dengan cukup signifikan.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas terkoreksi sekitar 1% pada perdagangan di akhir minggu lalu, menyusul investor menaikkan dana cash untuk menutup margin calls ditengah melemahnya pasar ekuitas setelah lembaga pemeringkat Fitch memangkas peringkat utang Spanyol dan Italia. Logam mulia ini mencatat kenaikan mingguan pertamanya dalam sebulan bergerak naik bersamaan dengan aset-aset beresiko, di awal sesi New York komoditi Emas menguat bersama dengan Wall Street setelah data Non Farm Payrolls dirilis lebih baik dari perkiraan. Sejumlah investor masih meyakini bahwa The Fed bakal memperkenalkan kebijakan baru untuk merangsang pertumbuhan ekonomi AS, yang akan memberi dukungan positif bagi Emas sebagai aset yang aman resiko. Namun jika investor ternyata membutuhkan dana cash untuk menutup margin calls atas kerugian yang diderita di sektor lain, maka hal ini akan memicu tekanan jual pada Emas.

GBP/USD

Sterling berhasil rebound terhadap dollar AS pada perdagangan di hari Jumat lalu, seiring aksi ambil untung pelaku pasar dan juga didukung oleh membaiknya data ekonomi Amerika yang kemudian mendongkrak minat investor pada aset ber imbal hasil tinggi. Sterling tidak terlalu bereaksi terhadap pemangkasan peringkat 12 bank dan institusi keuangan Inggris oleh lembaga pemeringkat Moody’s. Minggu ini pelaku pasar fokus pada rilis data indeks produktifitas Inggris diantaranya pada data industrial production dan manufacturing production untuk Agustus yang diperkirakan masih akan menunjukkan pelemahan seiring krisis yang melanda partner dagang utama Inggris yaitu Uni Eropa, permintaan domestik juga diperkirakan masih terbatas ditengah harga impor yang tinggi.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong mengalami kenaikan tipis pada perdagangan di hari Senin pagi, bursa saham Hongkong mengabaikan sentimen melemah yang dialami oleh bursa saham Wall Street akhir minggu lalu dan menguat oleh aksi bargain hunting. Indeks Berjangka Hangseng mengalami pergerakan melemah setelah dibuka naik masih ditekan oleh beberapa kekhawatiran dari China daratan. Saham – saham di bursa saham Hongkong pagi ini mengalami pergerakan yang bervariasi, adapun saham – saham yang mengalami pergerakan bervariasi diantaranya adalah HSBC dan Hangseng Bank terpantau menguat, Henderson Land dan Wharf Holdings bergerak melemah. Di perkirakan Indeks Berjangka Hangseng berpotensi melemah setelah dibuka sempat menguat.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Review Asia


Market Review Asia :

Sterling stabil terhadap Euro hari Senin seiring mata uang tunggal tersebut terkena aksi jual terkait hutang Eropa. Indeks harga saham rata-rata Nikkei merosot mengikuti kejatuhan Wall Street selama 3 hari pekan lalu, sejalan dengan aset resiko lainnya yang juga terkait masalah hutang Yunani. Bursa saham Seoul ditutup di level terendahnya dalam 15 bulan, seiring bertahannya volatilitas pasar mata uang lokal Eropa dan kewaspadaan krisis hutang Eropa menahan investor. Bursa Hong Kong melemah, anjlok ke terendahnya dalam lebih dari 2 tahun, terbawa sektor keuangan Cina dan property Hong Kong. Aksi jual saham-saham bluechip membawa IHSG ditutup melemah 110,209 poin.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Review AS & Eropa


Market Review AS & Eropa

Peringatan dari Federal Reserve bahwa perekonomian AS sedang menghadapi outlook ekonomi yang suram mengejutkan investor pada hari Rabu, membuat bursa saham AS turun lebih dari 2%. Dollar rally terhadap euro dan yen, didukung oleh prospek tingginya tingkat suku bunga jangka pendek dan akibat tujuan Fed untuk menekan tingkat suku bunga jangka panjang dengan menjual obligasi jangka pendek dan menggunakan dana hasil penjualannya untuk membeli obligasi bertenor lebih panjang. Sementara itu emas memperpanjang penurunan dan minyak anjlok pasca pengumuman Fed mengenai rencana pembelian obligasi dalam langkah stimulus. Data ekonomi hari ini adalah manufacturing PMI dari Cina, industrial new orders, consumer confidence, manufacturing dan services PMI dari zona Eropa, ZEW economic expectations dari Swiss, CBI industrial orders Inggris,
dan juga jobless claims dari AS. Nikkei diperkirakan akan berada dalam kisaran harga 8,420 – 8,655.

EUR/USD closing 1.3572, high 1.3788, low 1.3561, XAUUSD C:1,783.80, H:1,816.45, L:1,778.95, CO-LS C: 84.80, H: 87.99, L: 84.65. Dow C: 11,007, H: 11,365, L:11,020.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas ditutup menguat pada perdagangan kemarin seiring menyusul tingginya ekspektasi bahwa The Fed akan meluncurkan stimulus lanjutan guna mendukung pemulihan ekonomi Amerika. Pandangan tersebut bersamaan dengan pemangkasan peringkat kredit Italia oleh lembaga pemeringkat S&P kemarin turut menopang minat investor pada aset safe haven. Saat ini pelaku pasar cenderung bersikap wait and see sebagai antisipasi berbagai kemungkinan langkah yang akan diambil oleh The Fed dalam pertemuan ini. Meskipun saat ini kemungkinan The Fed akan kembali meluncurkan stimulus keuangan guna menanggulangi perlambatan ekonomi Amerika. Akan tetapi jika berlaku sebaliknya ternyata langkah yang diambil The Fed tidak sesuai dengan ekspektasi, atau bahkan mengulur waktu sembari membiarkan ekonomi Amerika pulih berangsur ‐ angsur dengan sendirinya maka kondisi tersebut jika terjadi maka justru berpotensi melemahkan logam mulia ini.

EUR/USD

Pimpinan Uni Eropa tengah berjuang untuk mencegah penularan krisis utang ke negara yang lebih besar sejak Yunani terima bailout pertamanya pada tahun lalu. Survei Barclays Capital menunjukkan sebesar 25% investor memprediksi  Uni Eropa diperkirakan akan bubar, ECB sejak awal bulan lalu telah membeli obligasi pemerintah Spanyol dan Italia demi mencegah lonjakan yield dan sejauh ini upaya tersebut berhasil menurunkan biaya pinjaman obligasi Spanyol yang bertenor 10 tahun sebanyak 70 bps menjadi 5,34%. Tindakan bank sentral dilakukan untuk mencegah kejatuhan harga obligasi yang tidak masuk akal, dengan pertimbangkan situasi di masing-masing negara.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong mengalami pelemahan hal ini berlawanan dengan pergerakan sebagian bursa saham di Asia pada hari ini, bursa saham Hongkong mengalami penurunan karena sebagian besar saham berkapitalisasi besar di bursa mengalami penurunan di mana sektor keuangan dan energy menjadi pendorong utama penurunan hari ini. Adapun saham – saham yang mengalami pergerakan penurunan diantaranya adalah saham HSBC, saham Henderson Land, dan saham Cheung Kong. Di perkirakan Indeks Berjangka Hangseng pada perdagangan hari ini berpotensi melemah tapi cenderung terbatas.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook Today


MINYAK

Komoditi Minyak dunia kembali ditransaksikan merosot di New York dengan demikian penurunan harga minyak sudah terjadi selama 3 hari berturut-turut. Penurunan harga minyak terjadi setelah Standard & Poor’s memangkas peringkat utang Italia ke level A dengan outlook negatif. Jika terjadi kolaps pada perekonomian Eropa hal tersebut kemungkinan akan menyebabkan perlambatan pertumbuhan di AS. Hal itu bisa menyebabkan resesi global yang akan memangkas permintaan energi secara signifikan.

EMAS

Komoditi Emas merosot sebesar 1,8% terhadap dollar AS ke level $1778.55/troy ounce pada perdagangan kemarin seiring kalah pamornya sebagai aset safe haven dibanding obligasi dan dollar AS ditengah semakin berkembangnya kekhawatiran pada krisis Uni Eropa, investor cenderung mengalirkan investasinya pada aset yang lebih likuid dibanding aset alternatif seperti Emas. Pelemahan bursa saham global juga tak kunjung memberikan dukungan penguatan Emas secara signifikan, hal tersebut ditengarai karena maraknya aksi ambil untung terhadap Emas untuk menutupi kerugian investor pada instrumen investasi lain seperti saham dan mata uang. Kemungkinan sikap wait and see para pelaku pasar Emas menjelang rilis hasil sidang FOMC besok Kamis dini hari 22 September 01.15 WIB. Di perkirakan saat ini The Fed akan kembali melakukan upaya pelonggaran moneter meskipun disisi lain akan mempertahankan nilai tukar dollar yang kuat.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa merosot pada perdagangan kemarin setelah para pejabat Eropa mengakhiri pertemuan akhir minggu mereka tanpa menghasilkan persetujuan atau kesepakatan baru untuk mengatasi krisis utang kawasan zona Euro, sehingga menambah kekhawatiran mengenai kemungkinan default utang Yunani dapat menular ke negara‐negara zona Euro lainnya. Kekhawatiran terhadap krisis utang Eropa dan prospek suram perekonomian AS telah mendorong investor menjauhi aset‐aset beresiko dan mengalihkan investasi mereka kedalam Treasuries dan dolar, dimana dolar telah melonjak lebih dari 1% terhadap 6 mata uang rival utamanya.

NIKKEI

Bursa saham Jepang padap perdagangan di hari Selasa pagi indeks-indeks acuan di bursa saham mengalami penurunan sehingga mendorong indeks mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam tiga hari belakangan, bursa saham Jepang tertekan setelah saham Wall Street ditutup di teritori negatif seiring dengan makin tingginya kekhawatiran mengenai kemungkinan kebangkrutan Yunani. Anjloknya bursa saham Jepang juga turut dipicu oleh menguatnya mata uang Yen ke posisi tertinggi dalam 10 tahun terhadap Euro. Saham eksportir mengalami tekanan jual yang besar seiring dengan apresiasi mata uang Yen tersebut. Di perkirakan Indeks Berjangka Nikkei pada perdagangan hari ini akan mengalami peningkatan tapi terbatas.

Posted with WordPress for BlackBerry.