Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Seohyun

Emas Masih Bullish


gold is still Bullish

Jumat, 10 Juni 2011 15:55 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Emas mash bertahan dekat level tinggi 5 minggu akibat kecemasan krisis utang zona-euro dan melambatnya pertumbuhan ekonomi yang tingkatkan permintaan logam mulia sebagai instrumen investasi alternatif. ECB kemarin isyaratkan kenaikan suku bunga di bulan Juli meski tingginya biaya pinjaman dapat perburuk krisis yang ancam default Yunani.

“Sepertinya tidak ada jalan keluar dari krisis utang Eropa. Emas masih bullish,” papar Bruce Ikemizu, pimpinan trader komoditas di Standard Bank. “Namun, emas mungkin terperangkap di kisaran 1530 – 1550 seiring pembelian fisik menunggu harga turun di bawah 1530 untuk kembali memborong logam mulia.”  “Emas dalam fase konsolidasi,” ungkap Hou Xinqiang, analis Jinrui Futures.

Investor juga nantikan isyarat Federal Reserve setelah program pembelian obligasi $600 milyar berakhir bulan ini. Fed Beige Book yang dirilis minggu ini melihat masih berlanjutnya pemulihan meski terlihat perlambatan di 4 dari 12 wilayah Fed. Ini tentunya tegaskan alasan Fed’s Bernanke untuk pertahankan stimulus demi topang pemulihan.

 

****

Friday, June 10, 2011 15:55 pm
TODAY’S COMMODITY ANALYSIS

Gold remained near 5 weeks due to high levels of anxiety-euro zone debt crisis and slowing economic growth boost demand for precious metals as an alternative investment instrument. The ECB yesterday suggests rate hike in July despite higher borrowing costs could worsen the crisis which threatened Greek default.

“It seems there is no way out of the debt crisis of Europe. Gold is still bullish,” said Bruce Ikemizu, head of commodities trader at Standard Bank. “However, gold may be trapped in the range 1530 – 1550 in line waiting for the physical purchase price fell below 1530 for the re-buy the precious metal.” “Gold in the consolidation phase,” said Hou Xinqiang, an analyst at Jinrui Futures.

Investors are also looking forward to sign the Federal Reserve after the bond purchase program $ 600 billion ends this month. Fed’s Beige Book, released this week to see the continued recovery despite the slowdown seen in 4 of the 12 Fed regions. It certainly reiterate the reasons the Fed’s Bernanke to maintain the stimulus for the sake of sustaining the recovery.


Market Review Asia


Market Review Asia

Sterling menguat terhadap dollar AS dan Euro hari Jumat setelah data producer price inflation Inggris lebih rendah dari perkiraan, mempertahankan masalah BoE guna mengimbangi kenaikan inflasi dengan pertumbuhan ekonomi yang tidak sungguh-sungguh. Indeks rata-rata Nikkei turun 1.5% hari Jumat seiring jatuhnya harga komoditi dan minyak yang memukul saham sumber daya dan membawa Yen naik, menghambat gerakan saham eksportir, sementara kewaspadaan menjelang data jobs AS memicu profit-taking.
Bursa Hong Kong berakhir melemah untuk 8 sesi berturut-turut hari Jumat, membukukan kejatuhan mingguan barunya, dengan saham energi terpuruk oleh jatuhnya harga komoditi. Bursa Seoul anjlok hari Jumat, terbebani oleh kejatuhan saham-saham kilang seperti SK Innovation, bersama dengan investor yang mengkhawatirkan harga komoditi dan memangkas posisi menjelang data payroll AS. Imbas bursa regional turunkan IHSG sebanyak 23,017 poin.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Dollar Bukan Lagi Safe Haven?


Dollar bukan lagi safe haven?

Dollar terjungkal menghadapi hampir semua mata uang dunia di tengah gelombang risk appetite yang mencari aset berisiko. Risk appetite masih menguasai pasar di tengah penguatan saham yang ditopang oleh kinerja keuangan perusahaan AS yang bagus. Laporan itu mengindikasikan kondisi ekonomi terus membaik. Perusahaan Apple, yang merupakan benchmark sektor teknologi, mencatat kinerja yang memuaskan. Data ekonomi AS, yaitu existing homes sales, naik 3,7%. Meski ekonomi AS membaik, hal itu tidak serta merta membuat the Fed berniat mengubah kebijakannya dalam waktu dekat. Para pejabatnya mengakui ekonomi membaik, tapi mereka tidak melihat inflasi sebagai ancaman. Bahkan banyak kalangan melihat the Fed tidak akan mengubah kebijakannya selama tahun ini. Karena prospek inilah, dollar kehilangan daya tariknya. Bahkan bisa dikatakan dollar saat ini kehilangan status safe haven-nya. Gelar ini bisa diraih kembali oleh dollar bila terjadi perubahan kebijakan moneter. Tapi ini sepertinya masih lama.

Penguatan saham global, di tengah kinerja keuangan korporat yang mengesankan, dan kenaikan harga komoditas, menambah daya tarik mata uang ber-yield tinggi dan produsen sumber daya alam.

Euro berhasil menembus $1,45, tertinggi dalam 15 bulan terakhir. Di tengah kenaikan harga Minyak dan Emas, Aussie melesat ke rekor tertingginya $1,06. Selain karena risk appetite, Euro terangkat karena prospek kenaikan rate ECB dan hasil lelang surat utang Spanyol yang sukses. Data terjadwal hari ini asalah satunya adalah indeks sentimen bisnis Jerman hasil survei Ifo. Indeks itu diperkirakan sedikit turun ke 110,5 di April dari 111,1 di Maret. Kenaikan tak terduga akan menambah laju euro. Pasar juga akan mencermati hasil lelang obligasi Spanyol malam nanti.

Namun, para analis khawatir penguatan Euro mulai mendekati puncaknya, terutama bila Yunani harus merestrukturisasi utangnya. Salah satu pejabat Jerman kemarin mengatakan restrukturisasi utang Yunani tidak bisa dihindari. Bila restrukturisasi ini juga terjadi pada Irlandia dan Portugal bahkan Spanyol, dampaknya terhadap bank Eropa dan ekonomi secara keseluruhan akan membuat Euro terdepresiasi. Bila skenario itu terwujud, dollar akan meraih kembali status safe haven.

Seperti Euro,  Sterling juga melaju kencang. Mata uang Inggris itu berhasil menggapai $1,64. Laju the cable akan diuji oleh data utang publik dan penjualan ritel yang akan diumumkan hari ini. Bertambahnya utang dapat menghentikan laju Sterling. Sementara itu di AS, data terjadwal antara lain initial jobless claims, Philadelphia Fed dan leading indicator. Data yang bagus mungkin bisa mendorong saham, namun tidak banyak membantu dollar karena tidak akan mengubah kebijakan the Fed. Psar juga menantikan laporan keuangan General Electric dan Morgan Stanley.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Commodity Update


Minyak Naik Jelang Data


Pelemahan dollar AS membuat minyak Nymex kontrak Mei naik $1.03 atau 1% menjadi $108.15/barrel hari Selasa sementara minyak bulan Juni naik 59 sen menjadi $108.28. ICE Brent turun 28 sen atau 0.2% di $121.33.  “Kami yakin level tinggi baru minyak akan tercapai, terutama dikarenakan harga bahan bakar,” menurut Ritterbusch. Data persediaan minyak minguan AS dakan dirilis pukul 21.30 WIB, diperkirakan persediaan meningkat 800,000 barrel, persediaan bahan bakar turun 1.3 juta barrel, menurut perkiraan 14 analis. Minyak Nymex kontrak Juni diprediksi akan mencapai level support di $106/barrel, menurut Jim Ritterbusch, pimpinan Ritterbusch & Associates.  Minyak kontrak Juni naik 7 sen menjadi $108.35/barrel di Globex.

EMAS

Rekor baru Emas hampir menembus di level US$ 1.500!

Prediksi sejumlah analis benar-benar menjadi kenyataan. Kontrak harga emas kemarin hampir menembus rekor baru di atas US$ 1.500/troy ounce. Sepertinya, kecemasan akan utang AS membuat langkah dollar berat sehingga meningkatkan permintaan atas emas sebagai investasi alternatif.  “Tak dapat dipungkiri, kredit rating AS akan diturunkan dalam beberapa tahun ke depan. Ini artinya, ongkos peminjaman akan naik dan nilai dollar akan melemah. Investor global memilih untuk menggunakan emas dan perak sebagai mata uang alternatif. Kondisi ini akan terus mendongkrak harga emas,” papar Michael Pento, senior economist Euro Pacific Capital di New York.


Commodity Update


Harga minyak terus tertekan

Minyak diperdagangkan mendekati harga rendah dalam tiga hari di New York setelah China, pengguna minyak terbesar kedua di dunia, meningkatkan persyaratan cadangan bank untuk menekan inflasi, yang dianggap sebagai sinyal melambatnya pertumbuhan permintaan bahan bakar. Kontrak minyak tergelincir 2,3% kemarin setelah Gubernur Bank Sentral China Zhou Xiaochuan mengatakan pengetatan moneter akan dilanjutkan untuk “beberapa waktu.” Rasio cadangan akan naik setengah poin dari 21 April. “Fakta bahwa Cina mengambil langkah-langkah karena ekonomi mereka begitu kuat tampaknya akan membuat keluar dari pasar, “kata Gene Mc Gillian, analis dan broker di Tradition Energy di Stamford, Connecticut. Harga juga mengalami penurunan kemarin setelah Menteri Minyak Arab Saudi Ali Al – Naimi mengatakan bahwa pasar telah “kelebihan pasokan.” Negara itu merupakan eksportir minyak mentah terbesar di dunia. (By
bisnis.com)

Emas Stabil Dibawah Rekor  S & P
Spot emas bergerak stabil hari Selasa dibawah rekor tertingginya, seiring kekhawatiran terhadap masalah hutang di AS dan Eropa kembali menjatuhkan minat investor untuk emas, sementara perak masih mengalami jeda dari reli saat ini. Spot emas menguat 0.8% ke level $1,493.29/troy ounce, turun dari rekor tingginya di $1,497.20/troy ounce yang terjadi di sesi sebelumnya. Kontrak emas AS hanya bergerak sedikit, di $1,494.10/troy ounce. Spot emas mencapai rekor tingginya dalam 2 sesi berturut-turut, bersama momentum yang terangkat hari Senin setelah S & P mengancam downgrade rating hutang AS ditengah kekhawatiran krisis hutang Eropa. (By monexnews.com)

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook 18 – 23 April 2011


Market Outlook 18 – 23 April 2011

Emas kembali melonjak hingga kembali terbentuk rekor tertinggi sepanjang sejarah di $1,487.8/troy ounce, naiknya Emas di dorong oleh tekanan inflasi di China. Inflasi di China dipercepat 5,4% pada bulan Maret, dan produk domestik bruto diperluas 9,7% pada kuartal pertama. Gubernur bank sentral – Zhou Xiaochuan mengatakan bahwa pengetatan moneter akan berlanjut untuk “beberapa waktu”.Monetary Policy Meeting Minutes, RBA (Reserve Bank of Australia) pada 19 April 2011 akan menyampaikan pandangannya terhadap ekonomi Australia, termasuk kemungkinan tingkat suku bunga dan kebijakan ekonomi kedapannya. Pernyataan yang optimistik akan menambah penguatan bagi Aussie.MPC (Monetary Policy Committee) Meeting Minutes, pertemuan komite kebijakan moneter Bank of England pada 20 April 2011 akan membahas kondisi ekonomi Inggris, pertemuan ini akan mempengaruhi keputusan BOE dalam menetapkan tingkat suku bunga mendatang.Existing Home Sales, jumlah bangunan yang terjual per tahun, kecuali konstruksi yang baru di Amerika Serikat diprediksi akan mengalami kenaikan, sebesar 5.04M, dari 4.88M. Apabila dirilis di atas 5.04M, maka akan berdampak positif bagi Dollar.German Ifo (Information and Forschung) Business Climate, level indeks gabungan terhadap manufaktur, bangunan, grosir dan pengecer di Jerman diprediksi mengalami sedikit penurunan, sebesar 110.7, dari 111.1. Apabila dirilis di bawah 110.7, maka akan berdampak negatif bagi Euro.Retail Sales, perubahan nilai total inflasi pada sektor penjualan retail di Inggris diprediksi mengalami kenaikan sebesar -0.5%, dari -0.8%. Apabila dirilis di atas -0.5%, maka akan sedikit mensupport Poundsterling.Unemployment Claims dan Philly Fed Manufacturing Index, laporan jumlah warga AS yang masuk dalam asuransi pengangguran, dan  level indeks gabungan berdasarkan survei manufaktur Philadelphia akan di rilis pada 21 April 2011, Apabila keduanya dirilis positif, maka akan menguntungkan Dollar.Untuk indikator ekonomi global, pada minggu ini tidak banyak rilis berita ekonomi global yang penting menjelang hampir semua pasar akan libur panjang Paskah hari Jumat. Secara umum, rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:
• Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Building Permits pada Selasa malam; lalu data Existing Home Sales di Rabu malam; selanjutnya Philly Fed Manufacturing Index untuk indicator industry bersamaan dengan data tenaga kerja Unemployment Claims mingguan yang biasa menjadi perhatian pasar dirilis pada Kamis malam.
o Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa rilis MPC Meeting Minutes pada Rabu sore untuk mengetahui kecenderungan arah suku bunga terdekat dari Bank of England; data German Ifo Business Climate pada Kamis.
Minggu lalu di Pasar Forex, nilai tukar mata uang dollar masih kembali melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia, di antaranya karena kemungkinan masih agak lama the Fed menaikkan suku bunga acuannya, dengan akhir index dollar di level 74.820 di area terendahnya sejak Desember 2007.
Pekan yang lalu Euro memangkas trend bullish-nya belakangan ini oleh kekuatiran atas bailout bagi Yunani, dengan Euro berakhir di level 1.4426. Untuk minggu ini market range-nya akan berada antara resistance berikut pada 1.4574 dan mengarah ke 1.5, sedangkan level support di 1.4240 dan kemudian pada 1.4014.

Poundsterling minggu lalu umumnya fluktuatif terhadap dollar dan berakhir flat di level 1.6324. Untuk minggu ini, level resistance terdekat menjadi pada 1.6461 dan kemudian 1.6878, sedang support berada pada 1.6224 dan kemudian 1.6092.

Untuk USD/JPY minggu lalu bergerak melemah ditutup di 83.23 sebagai bentuk koreksi teknikal di tengah pelemahan kembali USD. Pasar di minggu ini berada di antara resistance pada 86.00, serta support level pada 81.55.

Sementara itu, Aussie dollar terpantau seminggu lewat masih kembali menguat setelah sempat terkoreksi, terangkat kenaikan harga komoditas yang berakhir di 1.0554. Range minggu ini antara resistance 1.07 dan 1.10 sementara support level di 1.0283 dan 1.0203.

Untuk pasar di Stock Index Futures, pada minggu lalu di regional Asia umumnya tertahan atau melemah dengan tingginya data inflasi di China dan proyeksi IMF akan pertumbuhan ekonomi global yang berkurang.

Indeks

Nikkei minggu lalu agak tertekan yang berakhir melemah pada 9590. Minggu ini, akan menemui level resistance terdekat di 9824 dan kemudian mulai menembus level 10,000 ke level 10325. Adapun support pada level 9305 dan lalu 8370.

Sementara itu, Indeks Hangseng Berjangka di Hong Kong minggu lalu juga tergerus, ditutup di level 23965. Minggu ini akan berada dalam range level resistance di 24460 dan berikutnya 24945, sementara support-nya di 22966 dan selanjutnya 22098.

Bursa saham Wall Street minggu lalu alami juga koreksi terutama S&P500 oleh data earnings beberapa emiten besar yang lebi rendah dari perkiraan. Dow Jones Industrial minggu ini akan berusaha menjumpai level resistance terdekat 12459 serta 13135, sementara support di level 12160 dan kemudian pada 11555. Index S&P 500 minggu lalu tertekan, sehingga market range saat ini antara resistance di level 1340 dan 1404, sementara level support berada di 1250 dan 1218.

Untuk Pasar Emas, minggu lalu secara tak terbendung kembali terus mencetak rekor tertinggi baru sepanjang sejarahnya di beberapa level baru sehingga berakhir di $1486.65/troy ounce akibat pilihan safe haven investment. Untuk minggu ini emas akan berpeluang menanjak lagi, walau perlu diwaspadai koreksi pasar, dengan rentang berada antara resistance pada $1500/troy ounce, sementara support ada di $1440.00/troy ounce serta berikut $1418/troy ounce. Di Indonesia, harganya menanjak tajam ke sekitar Rp 414 ribu/gramnya, di mana kenaikan emas global tertunjang oleh konsolidasi mata uang rupiah.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook


Lagi, Emas Ukir Rekor Tinggi Baru!

Harga emas kembali menunjukkan keperkasaannya dengan kembali mengukir rekor tertinggi baru dalam sejarah di hari Senin pada level $1488.50/troy ounce. Penguatan ini terutama terkait faktor-faktor kombinasi yaitu pelemahan dollar AS, kecemasan inflasi dan merebaknya kembali kekhawatiran terhadap masalah krisis hutang di negara-negara zona Euro. Isu krisis hutang ini makin diperparah setelah ada berita penurunan peringkat kredit negara Irlandia oleh pihak Moody’s menjadi satu tingkat di atas level ‘junk’. Namun faktor utama yang membuat harga emas rebound adalah kakhawatiran terhadap inflasi dunia seperti naiknya angka inflasi produsen Amerika (PPI A.S) dan angka inflasi negara China yang Jumat lalu dirilis di atas ekspektasi. Pada sesi pagi harga spot emas tercatat $1485.70/troy ounce setelah sempat menyentuh rekor tinggi $1488.50/troy ounce. (By monexnews.com)

MINYAK
Minyak Mentah Turun ke $109 Setelah Menguat 3 Minggu

Kontrak minyak mentah AS bergerak melemah hari Senin menuju $109/barel, setelah menguat selama 3 minggu, walaupun komentar dari Arab Saudi memberikan konfirmasi pemangkasan produksi guna melawan persediaan yang melimpah di pasar. Kontrak minyak mentah untuk bulan Mei, yang berakhir hari Selasa, turun 47 sen pada $109.19/barel, setelah bertahan naik $1.55 di level $109.66/barel di hari Jumat. Kontrak tersebut telah turun dari 11 April pada puncak hariannya di $113.46, level tertingginya sejak September 2008, ditengah ekspektasi konflik di Lybia yang memperpanjang gangguan persediaan dari OPEC. (By monexnews.com)

Posted with WordPress for BlackBerry.