Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Saudi Arabia

Minyak Terhampar Dekat $95


Minyak Terhampar Dekat $95

Jumat, 01 Juli 2011 05:50 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Minyak turun di bawah $95 per barel hari Kamis dalam sesi turun naik seiring kecemasan investor mengenai kekerasan di Yunani dan ketidakpastian mengenai rencana dirilisnya stok cadangan miynak mentah International Energy Agency. Kekerasan di Athena bertambah parah menyusul persetujuan perlemen Yunani atas implementasi rencana penghematan untuk paket bantuan senilai 28 milyar euro dari IMF dan Uni Eropa.

“Masalah Yunani belum selesar,” ucap Thorbjorn Bak Jensen, analis minyak pada Global Risk Management. “Jika sistem mengetat, Yunani tidak membutuhkan kenaikan suku bunga.” Komentar dari gubernur ECB Jean-Claude Trichet menguatkan ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga pekan depan. Euro meyentuh level tinggi 3 pekan terhadap dollar membantu memicu lonjakan harga minyak pada awal sesi. Minyak juga terdukung oleh data yang menunjukkan aktivitas pabrik di bagian Midwest bertambah cepat di bulan Juni.

Asia Stocks Fall on Growth Outlook; Euro Reaches Month’s Low


EMAS
Dollar AS Mixed, Emas dan Perak Stabil

Spot emas stabil hari Senin, setelah merosot hamper 1% disesi sebelumnya, sementara dollar AS mixed – turun terhadap Euro, naik terhadap sekumpulan mata uang dan libur di Australia, diperkirakan membuat perdagangan berjalan tidak menentu. Spot emas bergerak naik 0.2% ke level $1,532.30. Dollar AS turun 0.1% terhadap dollar AS, naik 0,.05% terhadap sekumpulan mata uang rival. Emas berada dalam tekanan setelah Wall Street melanjutkan kembali kejatuhannya mengikuti lemahnya data perdagangan Cina minggu lalu. Harga perak naik 0.2% ke levekl $36.21 setelah merosot lebih dari 3% hari Jumat.

MINYAK
Minyak Minyak Kikis Kejatuhan, Raih $99.29

Kontrak minyak mentah AS kembali meraih level penutupan hari Jumat dilevel $99.29 per barel di perdagangan elektronik pada hari Senin pagi di Asia, setelah merosot dibawah $98.90. Harga untuk pengiriman bulan Juni berada di level $99.29, hanya 2 sen dibawah harga penutupan New York. Kontrak tersebut telah turun dibawah $100 hari Jumat sebagai pertanda bahwa Arab Saudi mungkin akan menaikkan produksi.

EUR/USD
Euro Diguncang Isu Perpecahan Petinggi Eropa

Euro bergerak tertekan di zona merah di sesi pagi hari Senin setelah merosot terhadap Dollar AS di akhir pekan lalu akibat merebaknya lagi kekhawatiran hutang Yunani serta akibat investor mempertimbangkan kembali ekspektasi terhadap kenaikkan suku bunga Bank Sentral Eropa. Mata uang tunggal ini masih berpotensi melanjutkan penurunan karena pasar kembali terfokus pada kecemasan hutang Yunani, serta simpang siurnya berita mengenai perkembangan proses bailout Yunani yang membingungkan, Pelaku pasar dibingungkan oleh keinginan Jerman agar investor swasta turut berkontribusi pada bailout kedua, namun pihak ECB mengutarakan keengganannya menambah bantuan bagi Yunani. Perpecahan pendapat, visi maupun misi di antara para petinggi zona Euro tersebut telah mengguncang pasar valuta sehingga akan menambah kekhawatiran bahwa krisis dapat berlangsung lebih lama dan akan terus menekan Euro.

NIKKEI
Nikkei Rebound, Abaikan Buruknya “Machinery”

Indeks Nikkei Jepang dibuka merosot dengan gap-down terutama akibat jatuhnya data machinery orders, sinyal perlambatan ekonomi global serta anjloknya saham Toyota Motor setelah buruknya perkiraan pendapatan (earnings).
Data core machinery orders Jepang bulan April diluar perkiraan anjlok ke angka -3.3% dari sbelmunya -2.9% dan jauh dbawah ekspektasi +2.2%. Angka yang buruk ini memberikan sinyal bahwa terganggunya pasokan energi tengah menggerus belanja modal (capital expenditure). Namun setelah merosot, Nikkei kembali rebound terkait investor melakukan short covering dan mengabaikan data karena mereka mulai merasakan mungkin sudah saatnya untuk kembali berinvestasi di Nikkei. Menurut sejumlah trader, rendahnya valuasi saham, digelontorkannya program rekonstruksi $300 miliar, optimisme Bank of Japan, dan munculnya tanda pemulihan aktivitas operasional perusahaan Jepang merupakan alasan untuk mengoleksi saham Jepang.

*****English version:

GOLD
U.S. Dollar Mixed, Gold and Silver Stable

Spot gold is stable on Monday, after slumping almost 1% disesi before, while the U.S. dollar mixed – fell against the euro, up against a set of currencies and holidays in Australia, is expected to make a trade run is uncertain. Spot gold moved up 0.2% to as low as $ 1,532.30. U.S. Dollar fell 0.1% against the U.S. dollar, up 0, .05% of a set of rival currencies. Gold came under pressure after Wall Street resumed its fall following the weakness of China’s trade data last week. Silver prices rose 0.2% to levekl $ 36.21 after slumping more than 3% on Friday.

OIL
Oils Fall $ 99.29

U.S. crude contract again reached its closing level Friday dilevel $ 99.29 per barrel in electronic trading on Monday morning in Asia, after slumping below $ 98.90. The price for delivery in June at the level $ 99.29, just 2 cents below the closing price in New York. The contract had fallen below $ 100 on Friday as a sign that Saudi Arabia likely will increase production.

EUR / USD
Euro hit by European Officials Split Issues

Euro moves depressed in the red zone in the morning session on Monday after slumping against the U.S. dollar at the end of last week due to another outbreak of the Greek debt concerns and caused investors to reconsider the increase in interest rate expectations for the European Central Bank. The single currency is still potential to continue the decline as the market re-focused on debt worries Greece, and the intersection siurnya news about the development process of confusing the Greek bailout, market actors confused by the German desire for private investors to contribute to the second bailout, but the ECB expressed reluctance to add assistance to Greece. The split opinions, visions and missions among the top brass has rocked the euro zone currency markets so that will add to fears that the crisis may last longer and will continue to push the Euro.

NIKKEI
Nikkei Rebound, Ignore Bad “Machinery”

Japan’s Nikkei index opened with a gap declined mainly due to the fall-down machinery orders data, signal a global economic slowdown and the slump in shares of Toyota Motor after a bad estimate of income (earnings).
Japan’s core machinery orders data in April fell to figure out the estimated -3.3% from -2.9% and far sbelmunya dbawah expectations of +2.2%. These bad figures signal that the disruption of energy supplies was eroded capital expenditure (capital expenditure). But after a slump, the Nikkei rebound related investors to short covering and ignore the data because they begin to feel it may be time to re-invest in the Nikkei. According to some traders, low stock valuations, digelontorkannya $ 300 billion reconstruction program, optimism Bank of Japan, and emerging signs of recovery of the operational activities of Japanese companies is the reason for collecting Japanese stocks.


Outlook Permintaan Cemaskan Minyak


Jumat, 10 Juni 2011 15:24 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Harga minyak turun akibat suramnya outlook permintaan energi seiring bank sentral di Asia lanjutkan pengetatan moneter dan lemahnya situasi tenaga kerja AS. Bank sentral Korea Selatan kembali naikkan suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini sedangkan klaim pengangguran AS meningkat. “Bulls dan Bears sedang berperang sengit,” papar Jonathan Barrat, petinggi Commodity Broking Services. “Harga tentu akan bergerak lebih tinggi jika situasi ekonomi membaik, tapi data belakangan ini tidak mendukung.” Analis teknikal Reuters, Wang Tao, melihat pemulihan harga minyak akan berakhir di $103.

Di lain pihak, OPEC gagal capai kesepakatan pada pertemuan 8 Juni silam meski enam anggotanya, termasuk Arab Saudi, telah serukan kenaikan output. “Dengan tidak berubahnya target output OPEC maka data ekonomi AS akan menjadi penentu arah minyak dalam waktu dekat,” ungkap Victor Shum, konsultan Purvin & Gertz. “Pasar mungkin telah sadari masalah pasokan OPEC tidak begitu signifikan dalam waktu dekat. Yang terpenting adalah suplai minyak aktual di pasar dan komitmen Saudi memompa lebih banyak minyak.”

Dari sisi teknikal, minyak masih terperangkap di dalam pola symmetrical triangle, yang mungkin akan terus batasi pergerakan emas hitam hingga keluar dari pola tersebut. 110.70, harga terendah kemarin akan menjadi support. Sedangkan penembusan 102.12, harga tertinggi hari ini, akan bantu pengujian 102.43, harga tertinggi 10 Juni.

****

Friday, June 10, 2011 15:24 pm
TODAY’S COMMODITY ANALYSIS

Oil prices fell due to gloomy outlook for energy demand in Asia as central banks continue with monetary tightening and a weak U.S. employment situation. South Korea’s central bank raises interest rates for the third time this year while the U.S. unemployment claims rose. “Bulls and Bears are fighting fierce,” said Jonathan Barratt, officials Commodity Broking Services. “Prices will certainly move higher if the economic situation improved, but recent data do not support.” Technicians Reuters, Wang Tao, see the recovery in oil prices will end up at $ 103.

On the other hand, OPEC failed to reach an agreement on June 8 last meeting although six members, including Saudi Arabia, has called for increased output. “With no change in OPEC output target of the U.S. economic data will be the determinant of the direction of oil in the near future,” said Victor Shum, Purvin & Gertz consultancy. “The market may have been aware of OPEC’s supply problems are not so significant in the near future. Most important is the actual oil supply in the market and commitment Arabia pump more oil.”

From the technical side, oil is still trapped in a symmetrical triangle pattern, which may continue to restrict the movement of black gold to get out of the pattern. 110.70, the lowest price yesterday would be a support. While the penetration of 102.12, the highest price today, will help test 102.43, the highest price June 10.


Today Market Outlook


EMAS

Minat Safe Haven Tinggi, Emas Rebound

Harga emas tampaknya akan rebound menjadi $1,550 per troy ons dalam dua hari ke depan terkait kekhawatiran atas kondisi ekonomi AS dan Eropa sehingga meningkatkan minat terhadap aset safe-haven diantaranya logam mulia, menurut laporan MF Global. Logam mulia mendapat dukungan dari beberapa faktor di antaranya data perekonomian yang lemah dan tingginya harga energi. Keputusan Bank Sentral Eropa untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan di hari Kamis “dapat merugikan dollar dan positif bagi logam,”. Disarankan untuk membeli emas saat berada di level 1,528/ons. Spot emas dipardagangkan di kisaran $1,536.90/ons, turun $1.20 dari level penutupan New York.

MINYAK

Keputusan OPEC Lambungkan Harga

Kontrak minyak mentah naik hari Kamis (09/06) setelah pertemuan OPEC gagal memutuskan penambahan suplai. Sementara persediaan Amerika Serikat (AS) turun tajam pekan lalu. Pembicaraan OPEC di Wina gagal ketika para menteri (energi) tidak dapat mencapai kesepakatan ihwal penambahan volume produksi guna memenuhi kenaikan permintaan global. Wacana tersebut juga dibutuhkan supaya inflasi akibat kenaikan BBM tidak meninggi. “Ini adalah salah satu pertemuan terburuk yang pernah Kami hadiri,” dikatakan menteri perminyakan Arab Saudi, Ali al-Naimi. Harga di New York, harga untuk pengiriman bulan Juli naik 71 sen ke level $101.45 setelah bertahan naik $1.65 ke level $100.74. Apabila Arab Saudi tidak dapat mengisi kekurangan untuk persediaan minyak, maka EIA akan melakukan koordinasi untuk melepas persediaan cadangan minyak mentah para anggota EIA, dikatakan pimpinan EIA.

USD/JPY

Sentimen Mendongkrak Performa Yen

Yen dibuka pada level 79.86 pada sesi perdagangan Asia (09/06). Saat ini, JPY/USD mencapai level tertinggi antar sesi di atas 80.15 karena adanya sentimen jangka pendek trader. Data GDP kuartal I Jepang yang lebih lemah dibanding perkiraan menjadi pendorong utama. Yen masih bergerak dalam area harga 80.10/15, sekitar 25 pips di atas harga pembukaan. Kenaikan terpicu setelah valuta Jepang menemukan resistance harian di level 80.19, rekor antar sesi. Untuk pergerakan turun, Valeria Bednarik, pimpinan analis dari FXstreet.com, memberi level support di 79.75, 79.50 dan 79.20. Adapun untuk pergerakan naik, level resistance berada di level 80.25, 80.42 (low 4 Mei) dan 80.50.

HANGSENG

Bursa China Lesu Jelang Rilis Data

Saham China terus turun di sesi pagi setelah di enam sesi sebelumnya juga melemah. Investor menunggu data ekonomi domestik. Indeks Shanghai Composite turun 0.6% menjadi 2732.73. “Level resistance kuat di 2800. Pasar akan melemah ke kisaran 2700,” menurut Jacky Zhang, analis Capital Securities. Ia menambahkan bahwa investor menunggu dirilisnya data inflasi bulan Mei pekan depan. Diantara saham yang aktif diperdagangkan, Agricultural Bank of China  turun 1.8% menjadi CNY2.73, GD Power Development turun 1.3% menjadi CNY3.05 dan China CNR Corp. turun 1.0% menjadi CNY6.69. Indeks Shenzhen turun 0.6% menjadi 1129.24.


Market Outlook On Monday


MINYAK
Minyak Bertahan Diatas $100 Terkait Data AS, OPEC

Kontrak minyak mentah AS bertahan diatas 4100 setelah data AS menunjukkan kejatuhan data penjualan perumahan AS dibulan April, menambah sinyal pelemahan ekonomi dan menyingkirkan penguatan sebelumnya yang dipicu oleh melemah dollar AS. Data industri tersebut menunjukkan penjualan perumahan yang tertunda AS turun lebih besar dari perkiraan di bulan April hingga ke level rendahnya selama 7 bulan, menghapus harapan pemulihan kondisi penjualan rumah di AS. “Lemahnya data penjualan rumah di AS memperlihatkan bahwa ekonomi AS cenderung memburuk daripada membaik”, dikatakan Gener McGillian, seorang analis dari Tradition Energy, di Stamford, Connecticut. “Harga minyak mentah telah mencapai diatas $100, tetapi masih sulit untuk bergerak naik lebih jauh karena ketidakpastian ekonomi”, ditambahkannya. Harga minyak mentah untuk pengiriman bulan Juli naik $0.36 untuk bertahan di level $100.59 per barel, setelah menyentuh tinggi awalnya di $101.24. Menambah tekanan terhadap kontrak minyak mentah, output OPEC sendiri diperkirakan akan naik bulan ini karena tambahan persediaan dari Arab Saudi, Nigeria dan Irak, menurut sebuah survei dari Rueters.

EMAS
Emas Stabil Terkait Yunani, Data AS

Emas bertahan stabil hari Senin didukung oleh melemahnya dollar AS, bersama dengan kekhawatiran yang menghinggapi krisis hutang Yunani dan memburuknya data housing dan konsumen AS mendukung minat terhadap emas. Spot emas stabil di area $1,535.45 per ons. Emas menguat 1.8% minggu lalu. Kontrak emas AS sedikit bergerak di level $1,535.90. Di tengah kekhawatoran mengenai krisis hutang Yunani, para pejabar dari IMF dan Uni Eropa mengatakan bahwa mereka tidak mengantisipasi restrukrisasi hutang di Yunani. Memburuknya data consumer spending dan rendahnya penjualan rumah yang tertunda (Pending Home Sales) di bulan April menimbulkan kekhawatiran bahwa pemulihan ekonomi AS kehilangan momentum. menurunkan dollar AS ke dekat rendahnya 3 minggu hari Jumar terhadap sekumpulan mata uang. Pasar keuangan dan komoditi di AS dan Inggris saat ini diliburkan untuk hari libur nasional.

EUR/USD
Euro Dilegakan Komentar Positif Soal Yunani

Euro masih berkutat dikisaran tingginya terhadap Dollar AS di sesi pagi hari Senin pasca pernyataan dari pihak Eropa yang optimis negara Yunani akan mampu mengatasi beban hutang yang berat. Rally Euro terhadap Dollar AS mulai mendapatkan momentum kuat pada sesi New York hari Jumat lalu, setelah salah satu anggota dewan ECB, George Provopoulos, mengatakan bahwa Yunani akan mampu membayar hutangnya secara penuh tanpa memerlukan restrukturisasi jika konsisten menerapkan rencana penghematan. Komentar senada juga datang dari Presiden Perancis, Nicolas Sarkozy, yang menyebutkan bahwa Perancis akan menjaga dan mendukung Euro. Perancis juga menentang setiap jenis restrukturisasi hutang untuk Yunani. “Komentar-komentar itu setidaknya telah mengurangi resiko default Yunani dalam waktu dekat dan meringankan tekanan pada Euro,” kata Joe Manimbo, analis mata uang pada Travelex Global Business Payments di Washington.

HANGSENG
Bursa Hong Kong Fluktuatif, Fokus Pada Shanghai

Bursa saham Hong Kong berfluktuasi pada awal hari Senin bersama sektor perbankan yang secara umum melaju setelah penguatan sebelum akhir pekan terkait pergerakan Wall Street, tetapi pasar masih berusaha bangkit seiring bursa saham Shanghai yang melanjutkan kejatuhan mereka ditengah kekhawatiran melambatnya ekonomi. Indeks Hang Seng sedikit bergerak di level 23,118.23 setelah bergerak naik-turun dan indeks Hang Seng Cina bertambah 0.1% ke level 12,979.29. Saham HSBC Holdings PLC menguat 0.1% dan Bank of China Ltd naik 0.5%, sementara PetroChina turun 0.7% setelah naik tajam hari Jumat. Indeks komposit Shanghai turun 0.7% setelah sebelumnya juga turun di 7 sesi sebelumnya.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Commodity Update


Harga minyak terus tertekan

Minyak diperdagangkan mendekati harga rendah dalam tiga hari di New York setelah China, pengguna minyak terbesar kedua di dunia, meningkatkan persyaratan cadangan bank untuk menekan inflasi, yang dianggap sebagai sinyal melambatnya pertumbuhan permintaan bahan bakar. Kontrak minyak tergelincir 2,3% kemarin setelah Gubernur Bank Sentral China Zhou Xiaochuan mengatakan pengetatan moneter akan dilanjutkan untuk “beberapa waktu.” Rasio cadangan akan naik setengah poin dari 21 April. “Fakta bahwa Cina mengambil langkah-langkah karena ekonomi mereka begitu kuat tampaknya akan membuat keluar dari pasar, “kata Gene Mc Gillian, analis dan broker di Tradition Energy di Stamford, Connecticut. Harga juga mengalami penurunan kemarin setelah Menteri Minyak Arab Saudi Ali Al – Naimi mengatakan bahwa pasar telah “kelebihan pasokan.” Negara itu merupakan eksportir minyak mentah terbesar di dunia. (By
bisnis.com)

Emas Stabil Dibawah Rekor  S & P
Spot emas bergerak stabil hari Selasa dibawah rekor tertingginya, seiring kekhawatiran terhadap masalah hutang di AS dan Eropa kembali menjatuhkan minat investor untuk emas, sementara perak masih mengalami jeda dari reli saat ini. Spot emas menguat 0.8% ke level $1,493.29/troy ounce, turun dari rekor tingginya di $1,497.20/troy ounce yang terjadi di sesi sebelumnya. Kontrak emas AS hanya bergerak sedikit, di $1,494.10/troy ounce. Spot emas mencapai rekor tingginya dalam 2 sesi berturut-turut, bersama momentum yang terangkat hari Senin setelah S & P mengancam downgrade rating hutang AS ditengah kekhawatiran krisis hutang Eropa. (By monexnews.com)

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook


Lagi, Emas Ukir Rekor Tinggi Baru!

Harga emas kembali menunjukkan keperkasaannya dengan kembali mengukir rekor tertinggi baru dalam sejarah di hari Senin pada level $1488.50/troy ounce. Penguatan ini terutama terkait faktor-faktor kombinasi yaitu pelemahan dollar AS, kecemasan inflasi dan merebaknya kembali kekhawatiran terhadap masalah krisis hutang di negara-negara zona Euro. Isu krisis hutang ini makin diperparah setelah ada berita penurunan peringkat kredit negara Irlandia oleh pihak Moody’s menjadi satu tingkat di atas level ‘junk’. Namun faktor utama yang membuat harga emas rebound adalah kakhawatiran terhadap inflasi dunia seperti naiknya angka inflasi produsen Amerika (PPI A.S) dan angka inflasi negara China yang Jumat lalu dirilis di atas ekspektasi. Pada sesi pagi harga spot emas tercatat $1485.70/troy ounce setelah sempat menyentuh rekor tinggi $1488.50/troy ounce. (By monexnews.com)

MINYAK
Minyak Mentah Turun ke $109 Setelah Menguat 3 Minggu

Kontrak minyak mentah AS bergerak melemah hari Senin menuju $109/barel, setelah menguat selama 3 minggu, walaupun komentar dari Arab Saudi memberikan konfirmasi pemangkasan produksi guna melawan persediaan yang melimpah di pasar. Kontrak minyak mentah untuk bulan Mei, yang berakhir hari Selasa, turun 47 sen pada $109.19/barel, setelah bertahan naik $1.55 di level $109.66/barel di hari Jumat. Kontrak tersebut telah turun dari 11 April pada puncak hariannya di $113.46, level tertingginya sejak September 2008, ditengah ekspektasi konflik di Lybia yang memperpanjang gangguan persediaan dari OPEC. (By monexnews.com)

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Review


Senin, 21 Maret 2011

Analis mengkhawatirkan akan Pertumbuhan Ekonomi AS yang Lambat

Beberapa hari terakhir ini, Analis semakin khawatir dengan pertumbuhan ekonomi AS yang melambat pada kuartal tahun pertama dari tingkat pertumbuhan di tiga bulan terakhir tahun 2010. Hal ini  dicontohkan oleh tim ekonomi di Penasihat Makroekonomi yang telah menurunkan estimasi untuk produk domestik bruto pada kuartal pertama di tingkat 2,5%. Ini adalah perubahan dari ekspektasi pada pergantian tahun, ketika ekonom hampir pusing di sekitar proyeksi mereka untuk pertumbuhan yang solid dalam enam bulan pertama tahun ini. Dimana banyak perkiraan awal untuk kuartal pertama datang di lebih dari 4%.  ” Secara keseluruhan ekonomi sedang berjuang bersama,dan hal ini merupakan teka teki mengapa PDB jauh dari data survey  ” kata Nigel Gault, ekonom di IHS Global Insight.

MINYAK

Libia memanas, harga minyak naik 2,1%

Harga kontrak minyak naik di New York setelah Amerika Serikat, Inggris dan Prancis meluncurkan peluru kendali jelajah dan serangan udara di sejumlah target di Libya dan adanya kekhawatiran gejolak terus menyebar dan mengganggu pasokan.  Kontrak minyak terus naik 2,1% setelah pemimpin Libya Muammar Khadafi berjanji untuk mengusir tentara sekutu yang terus mengincar instalasi militernya. Sekitar 90% karyawan Petroleum Co Bahrain menyatakan mogok sebagai respons terhadap tindakan keras polisi terhadap demonstrasi anti-pemerintah, sementara Yaman menyatakan keadaan darurat pada 18 Maret. “Bahrain lebih terlihat sebagai titik panas daripada Libya. Fokus akan berada di Arab Saudi dan Iran, dan itu berdasarkan Bahrain,”  kata Jonathan Barrat, managing director Commodity Broking Services Pty di Sydney. (By bisnis.com)

EMAS

Emas Naik Setelah Barat Serang Libya

Spot emas bertahan hari Senin mengikuti meningkatnya ketegangan di Libya setelah pasukan negara-negara barat meluncurkan kampanye militer, sementara investor terus mengawasi krisis nuklir di Jepang. Spot emas bertambah nyaris 0.5% di level $1,426.00/troy ounce. Kontrak emas AS naik sebanyak 0.7% di level $1,426.40. /troy ounce Spot perak naik 2.1% di $35.79/troy ounce. Ketegangan di Timur Tengah dan Afrika Utara memanas setelah negara-negara barat kembali menekan Libya, menyokong sentimen di pasar logam mulia. (By monexnews.com)


Market Review


Rabu, 09 Maret 2011

MINYAK
Minyak Merosot Dibawah $105

Harga minyak mentah AS turun di hari ke 2, tenggelam dibawah $105/barel hari Rabu, setelah kepastian dari para anggota OPEC yang menyuarakan kelebihan kapasitas (cadangan) akan meredam ketidakpastian kejatuhan ekspor dari Libya, negara penghasil minyak terbesar ke 3 Afrika. Minyak mentah untuk pengiriman bulan April turun 39 sen ke $104.63/barel, setelah bertahan ditingginya selama 2,5 tahun diatas $105/barel hari Senin. (Bymonexnews.com)

EMAS
Emas Stabil Setelah Choppy Trade

Emas bertahan stabil hari Rabu setelah perdagangan yang penuh gejolak disesi sebelumnya, dengan aksi bargain-hunting dari para pedagang dan kekerasan di Libya yang menempatkan tekanan terhadap harga minyak dan pulihnya bursa saham. Spot emas nyaris tidak berubah di level $1,427.80/troy ounce, keluar dari rekor tingginya di $1,444.40/troy ounce yang terjadi hari Senin. Kontrak emas AS untuk bulan April naik $1.3/troy ounce ke $1,428.50/troy ounce. Emas mencapai rekor tingginya di level $1,445.70/troy ounce hari Senin. (By monexnews.com)


Market Outlook


Kamis, 03 Maret 2011

MINYAK

Harga minyak diprediksi menuju level support di area $95-$96 sepanjang musim semi terkait kekisruhan Timur Tengah dikhawatirkan dapat meluas ke luar Libya, menurut Jim Ritterbusch, pimpinan penasehat perdagangan minyak di Ritterbusch&Associates. “Melambungnya harga minyak dikhwatirkan akan berimbas pada tingginya biaya energi pada pertumbuhan ekonomi global.” Berkembangnya aksi protes di Oman yang meluas hingga Algeria, Saudi Arabia menambah kecemasan investor. Ini menyebabkan bursa Saudi anjlok lebih dari 20% dalam dua pekan meskipun melambungnya harga minyak juga menguntungkan bagi perekonomian Saudi. Menurut Ritterbusch harga minyak Nymex untuk pengiriman bulan April naik 55 sen di $102.78/barrel di Globex. (By monexnews.com)

EMAS

Di New York, harga emas kembali toreh rekor baru

Harga emas kembali mencetak rekor baru. Kenaikan harga emas disebabkan tingginya permintaan akan si kuning kinclong di tengah melonjaknya harga komoditas dan konflik di Libya. Di New York, kontrak harga emas sudah mencapai US$ 1.441/troy ounce, yang merupakan level tertinggi sepanjang sejarah. “Investor ramai-ramai membeli emas karena mereka percata inflasi yang disebabkan komoditas akan segera terjadi,” jelas Leonard Kaplan, president of Prospector Asset Management di Evanston, Illinois. Dia menambahkan ketegangan politik Timur Tengah mendongkrak harga minyak. “Hal itu akan mengguncang perekonomian,” jelasnya. Pada pukul 13.42 waktu New York, kontrak harga emas untuk pengantaran April naik US$ 6,50 atau 0,5% menjadi US$ 1.437,70/barel di Comex New York. Sementara itu, kontrak harga emas untuk pengantaran cepat naik 0,1%. Harga emas berada di posisi US$ 1.435,45/troy ounce pada pukul 10.02 waktu Melbourne. Rekor tertinggi emas sebelumnya berada pada level US$ 1.440,32/troy ounce. (By kontan.co.id)

EUR/USD

Euro naik mendekati 4 bulan tinggi terhadap dolar AS

Euro naik hingga mendekati empat-bulan tinggi versus dolar dan sepertinya akan terus memperpanjang Rallynya seiring dengan menngkatnya ekspektasi suku bunga di zona euro yang akan naik lebih awal di berlakukan dari pada Amerika Serikat. Bank Sentral Eropa mengadakan pertemuan kebijakan pada hari Kamis ini. Investor berharap ECB mempertajam retorika anti-inflasi nya. (By seputarforex.com)


Market Outlook


Rabu, 02 Maret 2011

EMAS

Perak Bersinar Kuat; Emas Stabil

Spot perak mencapai tingginya 31 tahun dan emas bertahan stabil hanya dibawah level tertingginya hari Selasa, bersama ketegangan di Timur Tengah melatarbelakangi safe-haven dan naiknya harga. Dengan Libya yang dilanda perang saudara, para demonstran mengambil alih jalanan di Yaman, Iran dan Oman dan bentrokan massa dengan pemerintah. Spot perak mencapai $37.74 per ons, tertingginya sejak awal 1980. Spot emas mencapai level tertingginya di $1,434.45/troy ounce hanya 20 sen dibawah rekor tingginya di sesi sebelumnya. Emas telah beranjak turun dan berada di $1,431.75/troy ounce. (By monexnews.com)

 

MINYAK

Minyak Di Atas $100 Terkait Stok AS

Kontrak minyak mentah AS naik setelah kejutan kejatuhan persediaan minyak mentah di AS, sementara tekanan di Libya memanas, menyebarkan ketakutan bahwa negara-negara penghasil minyak lainnya di Timur Tengah dan Afrika Utara mungkin akan menghadapi kejadian yang sama. Harga minyak mentah di NYMEX untuk pengiriman bulan April naik 67 sen di $100.30/barel setelah menyentuh tinggi hariannya di $100.64/barel. (By monexnews.com)


Monday Market Review


28 Februari 2011


Euro Minim Momentum Gain, Resisten-1 $1.3765

Mata uang tunggal Euro terlihat bergerak lemah dan kekurangan momentum di hari Senin terkait Dollar AS masih cenderung kokoh, berkat pelemahan harga minyak setelah pihak Arab Saudi mengatakan niatnya untuk meningkatkan pasokan guna menutupi kekurangan akibat ketegangan di Libya. Namun Euro juga sempat menguat di hari Jumat lalu yang dipicu oleh pernyataan pejabat Bank Sentral Eropa yang akan melawan inflasi, sehingga menaikkan harapan bahwa suku bunga zona Euro akan naik lebih cepat dibanding Amerika Serikat. “Fakta bahwa harga minyak menjauh dari level tertingginya berhasil dimanfaatkan oleh Dollar,” kata John McCarthy, direktur forex pada ING Capital Markets di New York. “Korelasi antara minyak dengan USD nampak kuat untuk saat ini, namun kami tidak tahu untuk berapa lama.” Bila momentum penguatan EUR cukup besar, maka EUR akan mampu sambangi level 1.3765 dengan resisten terkuatnya berada di 1.3800. (By monexnews.com)
MINYAK

Minyak Mentah Melonjak $2, Bidik $100

Kontrak minyak mentah AS melonjak mendekati $20 menuju $100/barel hari Senin seiring situasi yang memburuk di Libya bahwa ketegangan mungkin menyebar di Timur Tengah dan distribusi di negara tersebut mungkin terganggu. Minyak mentah NYMEX untuk pengiriman April naik $1.74 di $99.62/barel, setelah bertahan kuat naik 60 sen hari Jumat. (By monexnews.com)
EMAS

Emas Beranjak Naik Terkait Libya

Spot emas beranjak naik hari Senin, meneruskan penguatan di sesi sebelumnya, bersama ketakutan kekerasan yang terjadi di Libya berlanjut untuk mendorong permintaan. Spot emas naik 0.3% di $1,413.49/troy ounce. Emas bergerak selaras dengan penguatannya sebesar 6.2% dalam 1 bulan, terbesar sejak November 2009. Kontrak emas yang paling aktif di AS tersebut merangkak naik 0.4% di $1,414.50/troy ounce. (Bymonexnews.com)

 

GBP/USD

PMI inggris diharapkan jadi tolak ukur pertumbuhan ekonomi

Dari inggris dilaporkan bahwa, serangkaian indikator ekonomi bulan februari diharapakan menjadi  kunci  dan fondasi akan kebangkitan ekonomi setelah pertumbuhan yang mengecewakan di tahun 2010. Diharapkan Putaran terakhir indeks manajer pembelian ‘(PMI) yang mengukur perubahan bulanan, harus memberikan  gambaran jelas untuk  mendorong kearah mana ekonomi sedang menuju. Saat berita ini diturunkan rally GBP/USD ada pada tertinggi 1.6110 dan terendah di 1.6072 (By seputarforex.com)


Market Review AS & Eropa


Market Review AS & Eropa

Harga minyak meningkat seiring produksi dari Libya turun ditengah kekerasan di negaranya, sementara investor cemas kerusuhan di Libya dapat menyebar ke negara produsen minyak lainnya di Timur Tengah dan Afrika Utara, mengganggu suplai. Menteri perminyakan Arab Saudi berusaha menenangkan kecemasan investor, mengatakan negaranya tidak akan membiarkan adanya gangguan suplai dari Timur Tengah untuk mempengaruhi suplai minyak global. Keresahan di Libya memicu rally pada mata uang safe-haven, seperti dollar AS, franc Swiss, dan yen Jepang.
‎​Wall Street tumbang dan mencetak hari terburuk sejak bulan Agustus, dengan emas mengikuti penurunan pada bursa saham. data ekonomi hari ini adalah trade balance Jepang, minutes pertemuan BoE, PPI Swiss, industrial new orders zona Eropa, existing home sales dari AS, dan pidato dari Trichet. Nikkei diperkirakan segera bidik 10.580 sampai 10. 680.
EUR/USD closing 1.3652, high 1.3703, low 1.3527, XAUUSD C:1398.50, H: 1410.65, L:1393,20, CO-LS C: 93.82, H: 94.49, L: 86.25.


Market Outlook


Selasa, 22 Februari 2011

MINYAK
Jika harga minyak naik US$ 30, ancaman resesi global kembali mengintai dunia!

Kontrak harga minyak terus melaju. Bahkan, harga minyak kian mendekati level tertinggi sejak September 2008. Pada pukul 15.22 waktu New York, kontrak harga minyak jenis Brent melonjak 5,6% menjadi US$ 108,30/barel. Kecemasan investor akan situasi politik Timur Tengah menjadi pemicu utama. Seperti yang diketahui, pasukan militer Libya menyerang pelaku demonstrasi anti pemerintah seiring menyebarnya aksi serupa di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. Padahal, dua kawasan ini menyumbang 36% dari total produksi minyak dunia. “Investor dipastikan sangat cemas karena hal itu bisa berdampak pada harga minyak. Jika harga minyak melonjak sebesar US$ 20 atau US$ 30, kita akan kembali masuk ke resesi global,” jelas Bill Belchere, global chief economist di Mirae Asset Securities. (Bykontan.co.id)

EMAS
Emas Diatas $1.400 Bersama Menyebarnya Ketegangan

Harga emas naik diatas $1,400.00/troy ounce hari Senin untuk pertama kalinya dalam hampir 1 minggu seiring berkembangnya ketegangan di Afrika Utara dan Timur tengah, mendorong minat terhadap logam mulia. Ketegangan di wilayah Timur Tengah, tepatnya Mesir dan Tunisia, dimana para demonstran telah menurnkan para pimpinan dalam sebulan belakangan, mengancam kepemimpinan mereka dimana pun. Spot emas naik ke tingginya 7 minggu di $1,396.1, sebelum turun tipis ke $1,395.90/troy ounce. Emas bersiap memasuki sesi penguatan 6 sesi berturut-turut. Kontrak emas AS untuk pengiriman April naik 0.7% ke $1,395.90/troy ounce, dibandingkan ke penyelesaian kontrak di $1,388.60/troy ounce. (Bymonexnews.com)

GBP/USD
Profit Taking Jerumuskan Sterling Hingga di Bawah $1.62

Sterling makin terpuruk di hari Selasa akibat diterpa aksi profit taking dan gagal mengupayakan penguatannya meski dilatarbelakangi naiknya harapan bahwa Bank of England akan segera menaikkan suku bunga. Fokus pasar minggu ini akan tertuju pada minutes pertemuan BoE bulan Februari pada hari Rabu besok, dengan harapan ada anggota pembuat kebijakan lainnya yang bergabung dengan Andrew Sentance dan Martin Weale untuk menyuarakan kenaikan suku bunga. Sampai berita ini diturunkan GBPUSD tengah bergerak di kisaran $1.6158, anjlok 69 poin dari level tinggi $1.6227 yang tercatat pukul 07.00 WIB pagi. Sterling masih memiliki level support kuat di area $1.6100 bila pelemahan tidak dapat terbendung. (Bymonexnews.com


Market Review AS & Eropa


Market Review AS & Eropa

Harga minyak naik ditengah laporan dari Iran dan keresahan yang berkepanjangan di Timur Tengah, termasuk berita bentrokan polisi dengan demonstran yang damai di Bahrain. Sementara, emas naik untuk ditutup di atas $1,384 per ons. Dollar sedikit melemah terhadap sejumlah mata uang utama seiring penguatan pada euro. Data ekonomi hari ini adalah minutes pertemuan BoJ, PPI Jerman, retail sales Inggris, Pidato dari King dan Bernanke, dan pertemuan G-20. Nikkei diperkirakan akan dalam kisaran 10.780 – 10.860 hari ini.
EUR/USD closing 1.3609, high 1.3619, low 1.3537, XAUUSD C:1383.55, H: 1384.80, L:1374,55, CO-LS C: 86.40, H: 86.63, L: 84.38.


Market Outlook


16 Februari 2011


EMAS

Emas terus melejit, peluang investor raup untung

Harga emas naik di atas US$ 1.360.00/troy ounce di tengah kekhawatiran kerusuhan Mesir bisa menyebar ke seluruh wilayah Arab. Emas memperpanjang penguatannya setelah mencatat kenaikan mingguan keduanya secara berturut-turut. Kenaikan tersebut juga dipicu oleh data perdagangan AS yang menunjukkan posisi bullish investor berjangka. Kenaikan ini merupakan kenaikan pertama sejak awal 2011. Keyakinan terhadap tren kenaikan harga emas jangka panjang juga ditunjukkan oleh laporan yang menggambarkan bahwa investor mulai membangun exposure mereka untuk emas berjangka AS. Komentar anggota bank sentral Eropa, Ewald Nowoty juga menaikkan peran emas sebagai aset lindung nilai. Ia mengatakan bahwa inflasi zona Eropa masih akan tinggi dalam beberapa bulan ke depan meski ada indikasi bakal melemah di kuartal keempat. ECB tak akan buru-buru menaikkan suku bunga guna mengatasi tekanan harga jangka pendek. (By kontan.co.id)

GOLD

Gold continues skyrocketed, investors handful profit opportunities

Gold prices rose above U.S. $ 1.360.00/troy an ounce on fears unrest may spread throughout Egypt, the Arab region. Gold extend gains after record weekly increase both in succession. The increase was also triggered by U.S. trade data showing the position of investors bullish futures. This increase represents the first increase since early 2011. Confidence in the trend of increasing long-term gold price is also indicated by reports illustrating that investors are beginning to build their exposure to U.S. gold futures. Comments members of the European central bank, Ewald Nowoty also raised the role of gold as a hedging asset. He said that eurozone inflation will still be high in the months ahead even though there are indications will be weakened in the fourth quarter. ECB will not rush to raise interest rates in order to overcome short-term price pressures. (By kontan.co.id)

MINYAK

Harga minyak merosot setelah sempat melampaui US$104/barel

Harga minyak berakhir lebih rendah pada Selasa waktu setempat setelah diperdagangkan naik di sebagian besar sesi, dengan kesenjangan (perbedaan) harga antara London-New York sedikit menyempit. Harga telah ditekan naik oleh penyebaran protes anti-pemerintah ke kawasan kaya minyak Timur Tengah, menyusul penggulingan Presiden Mesir Hosni Mubarak pekan lalu. Natixis mengatakan bahwa produksi yang lebih tinggi oleh OPEC juga telah mengurangi tekanan naik. “Selama dua bulan terakhir, produksi Saudi telah meningkat 167.000 barel/hari, sedangkan produksi (Uni Emirat Arab) naik 107.000 barel/hari,” katanya dalam sebuah kajian pasar. Pedagang akan melihat pekan ini tingkat stok minyak dan produk minyak AS yang telah berkumulasi mantap selama beberapa minggu. Tumpukan kenaikan cadangan WTI di pusat perdagangan utama di Cushing, Oklahoma telah menjadi penyebab utama rekor perbedaan harga yang lebar antara WTI dan Brent. (By bisnis.com)

Oil prices sank after being exceeded $ 104/barel

Oil prices ended lower on Tuesday after trading up in most of the session, with the gap (difference) between the price of London-New York a little narrow. Prices have been pushed up by anti-government protests spread to the oil-rich Middle East region, following the overthrow of Egyptian President Hosni Mubarak last week. Natixis said that higher production by OPEC has also reduced the pressure rise. “Over the past two months, Saudi production has increased by 167,000 barrels per day, while production (UAE) rose 107,000 barrels / day,” he said in a market study. Traders will see this week’s stock levels of oil and oil products the U.S. that has berkumulasi steady for several weeks. Piles of WTI increased reserves in the main trade center in Cushing, Oklahoma has become a major cause of record for the wide price differential between WTI and Brent. (By bisnis.com)


Dollar Terkena Imbas Krisis Minyak


Kamis, 03 Februari 2011 16:31 WIB

Korelasi yang sering terlihat pada dua instrument derivative tersebut adalah harga minyak naik, dan Dollar AS jatuh, namun relasi antar dua aset tersebut apakah memang alami? Mari kita perhatikan dua shock terakhir yang menyebabkan krisis minyak dalam empat dekade terakhir, yakni krisis minyak tahun ’73 dan ’79.

Krisis Minyak ’73: Awalnya terjadi penguatan Dollar, Namun akhirnya Dollar jadi Bearish

Pada tahun 1973, harga minyak melonjak 134% ketika member OAPEC, yang merupakan anggota OPEC plus Mesir dan Syria, mengeluarkan pengumuman bahwa mereka tidak lagi mengirimkan minyak ke negara-negara yang mendukung Israel di tengah konfliknya dengan Syria dan Mesir. Pengumuman ini tentunyanya menutup jalur ekspor ke AS, Eropa Tengah dan Jepang. Konsekuensinya harga minyak naik signifikan sejalan dengan reduksi tajam dari sisi supply. Di saat bersamaan, Arab Saudi, Iran, Iraq, Abu Dhabi, Kuwait, dan Qatar bekerjasama menaikkan harga sebesar 17 persen kemudian memangkas produksi seperti kesepakatan dengan berbagai perusahaan minyak utama.

Respon para pelaku pasar atas kejutan minyak ini, mata uang Dollar atau yang dikenal dengan indeks dollar mengalami penguatan searah dengan minyak, tapi tidak lama kemudian anjlok. Di saat itu, Federal Reserve sedang memerangi tekanan inflasi dengan menaikkan suku bunganya. Lonjakan harga minyak mentah serta merta memicu kenaikan suku bunga berikutnya, sehingga memaksa bank sentral merubah target rate Fed Funds dari 7.5% di bulan Mei 1973 hingga ke level rate 13% di musim panas 1974. Fokus pada inflasi ini pada awalnya menjadi katalis positif bagi dollar namun ketika imbas kenaikan suku bunga ini mulai berdampak negative kepada pertumbuhan ekonomi AS, trend pun berbalik bearish dollar. Di kurun waktu Q3 1973 dan Q1 1975, pertumbuhan GDP berkontraksi dalam lima dari tujuh kwartal, maka sebagai respon dari pelemahan pertumbuhan itu, Dollar AS menghapus seluruh keuntungan sebelumnya.

Krisis Minyak 1979: Dollar Bullish di awal, akhirnya berbalik Bearish Dollar
Krisis minyak AS yang kedua terjadi di tahun 1979 dipicu oleh revolusi Iran apalagi ditambah minimnya persediaan bahan bakar bensin. OPEC menaikkan harga sebesar 14.5% pada 1 April dan Departemen Energi AS mengumumkan fase decontrol harga minyak / kenaikan harga minyak secara gradual. Tidak lama kemudian OPEC kembali menaikkan harga kedua kalinya sebesar 15%, AS menghentikan impor dari Iran, sementara Kuwait, Iran dan Libya memangkas produksi. Arab Saudi tiba-tiba menaikkan harga minyak mentah mereka ke level $24 per barrel dan karena berbagai faktor tambahan, harga minyak telah bertambah 118% diantara Januari 1979 hingga Desember 1979.

Reaksi harga Dollar AS selama waktu tersebut sangat mirip dengan price action dollar di tahun 1973: di awal mengalami penguatan kemudian dijual lagi di harga tinggi. Ketika itu, Federal Reserve juga menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi dan seiring dengan lonjakan harga minyak melampaui derajat kenaikan bunga yang mereka lakukan. Diantara January 1979 dan Desember 1979, bunga The Fed dibawa dari 10% ke 14% dan pada bulan Maret 1980, Rate Fed Fund meraih bunga tertinggi sebesar 20%. Pertumbuhan GDP triwulanan anjlok 7.8% di triwulan kedua 1980, memicu pelemahan dollar.

Krisis Minyak 1990: Kecondongan pelemahan Dollar

Dalam kurun bulan Oktober dan Juni 1990, harga minyak meroket 113% sebagai konsekuensi dari perang Teluk pertama. Yang cukup menarik, dollar AS bereaksi sangat berbeda dibanding sebelumnya karena ada dua alasan. Yang pertama sifat temporer harga minyak, dimana harga mulai turun 6 bulan setelah kenaikan di awal. Yang kedua adalah siklus kebijakan moneter The Fed, tidak seperti krisis minyak sebelumnya pada tahun 1973 dan 1979, Federal Reserve mulai memangkas suku bunga sebelum terjadi lonjakan harga dan masih melanjutkan reduksi suku bunganya sepanjang tahun 1990 hingga 1991 sehingga dollar berada dalam fase downtrend yang berkepanjangan akibat pelonggaran moneter. Pelemahan dollar pun berlanjut karena laju pertumbuhan juga melambat dengan GDP yang stagnan di Q3 1990, kemudian GDP anjlok lagi 3 dan 2 persen masing-masing dalam dua kwartal berikutnya.
Kenaikan Minyak dari 2007 ke 2008

Karakteristik yang melatarbelakangi naiknya harga minyak di periode ini hampir mirip juga dengan lonjakan minyak di tahun 1990 ketimbang shock yang terjadi di tahun ’73 & ’79. Oleh karena itu mudah untuk memahami mengapa Dollar AS terus melemah meskipun tekanan inflasi semakin tumbuh. Federal Reserve secara konsisten memangkas bunga dan pemangkasan suku bunga ini memainkan peran yang jauh lebih dominan pada pergerakan indeks dollar dibanding kenaikan harga minyak itu sendiri. Para pelaku pasar pada dasarnya tidak yakin kalau The Fed mampu menaikkan suku bunga, dengan argumentasi bahwa berdasarkan historis 3 lonjakan harga minyak sebelumnya, pertumbuhan pada kwartal mendatang mengalami kontraksi. Kita kembali ke tahun 1990, dimana the Fed sempat menghentikan fase pemangkasan suku bunga tidak sesuai ekspektasi pada bulan Juni, akhirnya dilanjutkan kembali dalam waktu singkat seiring dengan pelambatan ekonomi yang masih terjadi. Tentunya, level suku bunga di kala itu masih lebih tinggi dengan level bunga saat ini di tahun 2011, namun jika laju pertumbuhan tidak mengalami perbaikan, level suku bunga rendah masih cenderung dipertahankan.


Market Outlook


Selasa, 25 Januari 2011


EMAS

Emas turun di bawah rata-rata 100 hari

Kontrak berjangka emas turun, melanjutkan penurunan bulan ini, setelah harga di New York berada di posisi rata-rata 100 hari. Perak melemah ke level 8 minggu yang rendah. Di perdagangan elektronik di bursa Comex, kontrak berjangka emas untuk pengiriman Februari turun sebanyak 0,9% dari harga kesepakatan US$1.344,50/troy ounce, dibawah harga rata-rata 100 hari di level US$1.350,37/troy ounce Pada 5 Januari, emas menutup penurunan dua hari terbesar dalam 11 bulan saat tergelincir di bawah harga rata-rata 50 hari. “Emas tidak bisa bertahan di atas harga rata-rata 100 hari,” kata Matthew Zeman, pedagang logam mulia LaSalle Futures Group di Chicago. “Anda menyaksikan orang-orang menarik uangnya setelah kegagalan [penurunan harga] itu. Tren beralih menjadi negatif bagi emas dan perak. Kontrak berjangka emas untuk pengiriman Februari diperdagangkan di level US$1.333.00 /troy ounce pada penutupan perdagangan pukul 4:39 sore waktu New York. Emas sempat menyentuh level US$1.331,80, terendah sejak 17 November. Berdasarkan harga penutupan, emas turun 5,4% bulan ini setelah naik  30% pada 2010, kenaikan tahunan kesepuluh berturut-turut. (By bisnis.com)
MINYAK

Komitmen Arab Saudi membuat harga minyak jeblok 1,4% di New York

Kontrak harga minyak turun ke level terendah dalam lima minggu terakhir. Kondisi itu terjadi setelah Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi memberikan sinyal kalau OPEC akan meningkatkan produksi minyaknya untuk memenuhi kenaikan permintaan. Harga minyak melorot 1,4% setelah al-Naimi bilang dirinya sangat optimistis mengenai pasar energi dan harga minyak akan kembali stabil. “Saudi Arabia akan menggunakan kapasitas produksi cadangannya sebesar 4 juta barel sehari untuk menjaga keseimbangan permintaan dan penawaran minyak,” kata Naimi. Sejumlah analis menilai, komentar Naimi akan membuat harga minyak turun. “Komentar Naimi akan membuat bearish pasar minyak. Hal itu menandakan, Arab Saudi tidak tertarik dengan kenaikan harga minyak sehingga berupaya menurunkan emas hitam itu,” ujar Michael Lynch, President of Strategic Energy & Economic Research di Winchester. Catatan saja, kontrak harga minyak untuk pengantaran Maret turun US$ 1,24 menjadi US$ 87,87/barel di NYMEX. Ini merupakan harga terendah sejak 16 Desember lalu. Harga minyak sudah naik 18% dari tahun lalu. (By kontan.co.id)

English Version:

Tuesday, January 25, 2011

GOLD

Gold falls below an average of 100 days

Gold futures contract dropped, continuing a decline this month, after the price in New York was in position an average of 100 days. Silver fell to as low as 8-week low. In electronic trading on the exchange’s Comex, gold futures for February delivery fell as much as 0.9% of the deal price of U.S. $ 1,344.50 / troy ounce, below the average of 100 days at the level of U.S. $ 1,350.37 / troy ounce On January 5, Gold closed the biggest two-day decline in 11 months as prices slid below an average of 50 days. “Gold can not stay above the average price of 100 days,” said Matthew Zeman, metals trader at LaSalle Futures Group in Chicago. “You see people get their money after the failure of [price reduction] is. The trend turned into a negative for gold and silver. Gold futures contract for February delivery traded at the level of U.S. $ 1.333.00 / troy ounce at the close of trading at 4:39 pm time New York. Gold had touched the level of U.S. $ 1,331.80, the lowest since November 17. Based on closing prices, gold fell 5.4% this month after rising 30% in 2010, the tenth annual increase in a row. (By bisnis.com)

OIL

Saudi Arabia’s commitment to make oil prices drop 1.4% in New York

Contract price of oil fell to its lowest level in five weeks. Conditions that occur after the Saudi Arabian Oil Minister Ali al-Naimi gave a signal that OPEC will increase oil production to meet rising demand. Oil prices slipped 1.4% after al-Naimi said he was very optimistic about the energy markets and oil prices will again stabilize. “Saudi Arabia will use its reserve production capacity of 4 million barrels a day to balance supply and demand of oil,” Naimi said. Some analysts rate, comment Naimi will make oil prices go down. “Comments Naimi will make a bearish oil market. It signifies, Saudi Arabia was not interested in rising oil prices so that attempt to derive the black gold,” said Michael Lynch, president of Strategic Energy & Economic Research in Winchester. Notes only, the contract price of oil for March delivery fell U.S. $ 1.24 to U.S. $ 87.87 per barrel on NYMEX. This is the lowest price since December 16 last. Oil prices have gone up 18% from a year ago. (By kontan.co.id)


Minyak Masih Tangguh


 

Rabu, 19 januari 2011
Minyak menguat seiring lemahnya dollar dan kecemasan berkurangnya supplai seiring masih terganggunya supplai di Laut Utara. Shell telah menutup empat kilang minyak dan gas sejak Sabtu dan belum berikan pengumuman kapan perusahaan kembali genjot produksi. Prospek permintaan minyak juga tangguh setelahInternational Energy Agency (IEA) revisi naik proyeksi pertumbuhan permintaan minyak menjadi 1,41 juta barel untuk 2011.
Meskipun demikian, reli dibatasi oleh berfungsinya kembali pipa minyak Alaskadan penambahan output OPEC. Pipa Alaska mulai salurkan minyak ke level normal 630.000 barel per hari. IEA katakan anggota OPEC Arab Saudi telah diam-diam dongkrak outputdemi redakan kenaikan harga minyak.
Trader kini menanti data ekonomi AS untuk cari petunjuk lebih lanjut mengenai permintaan konsumen energi terbesar dunia. Kementrian Perdagangan akan merilis izin pembangunan dan konstruksi rumah pada pukul 2030 WIB.