Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Reuters

Market Oulook Today


EMAS

Komoditi Emas menguat sebesar 1% pada perdagangan kemarin ke level tertinggi 6 minggu dipicu oleh penguatan mata uang tunggal Eropa menjelang akhir dari pertemuan zona Euro yang membahas masalah restrukturisasi utang Yunani. Melemahnya US dolar telah memicu menguatnya Komoditi Emas dan juga Minyak setelah Jerman dan Perancis mendesak untuk segera dicapainya kesepakatan antara Yunani dan kreditor swasta untuk memangkas utang Yunani guna mencegah default. Rendahnya suku bunga akan menopang minat beli investor pada komoditi ini, sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan The Fed nampaknya akan memberikan indikasi bahwa suku bunga baru akan dinaikkan pada semester pertama 2014 mendatang.

GBP/USD

Sterling menguat hingga ke titik tertinggi 2 minggu terhadap US dollar pada perdagangan kemarin, terutama ditopang oleh pembelian lembaga kliring Inggris serta ekspektasi bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga di level rendah untuk periode yang lebih panjang. Sentimen di bursa juga dipengaruhi oleh negosiasi yang tengah berjalan antara pemerintah Yunani dengan kreditur swasta untuk merestrukturisasi utang Yunani. Para kreditur mengatakan di hari Senin bahwa mereka akan menyerahkan keputusan batas kerugian yang akan mereka tanggung atas obligasi Yunani pada pengadilan tinggi Uni Eropa serta IMF. Persepsi pasar menyikapi perkembangan ini masih positif meskipun masa depan Yunani sebenarnya masih belum pasti.

NIKKEI

Bursa saham Jepang menguat terbatas dipicu oleh kenaikan harga logam dan Emas, dan perdagangan di hari Selasa pagi ini cenderung positif meskipun beberapa bursa saham di Asia masih libur merayakan Imlek. Harapan para investor mengenai kelanjutan positif dari pembicaraan utang Yunani juga masih menjadi motor kenaikan di bursa saham Jepang ini. Ada beberapa saham bergerak cukup bervariasi pagi ini diantaranya adalah Toyota dan Olympus bergerak menguat, sementara itu Sony bergerak melemah.  Di perkirakan Indeks Berjangka Nikkei pada perdagangan hari ini berpotensi bergerak melemah tapi cenderung terbatas.

Iklan

Meski Tankan Buruk, Nikkei Kokoh


Meski Tankan Buruk, Nikkei Kokoh

Jumat, 01 Juli 2011 12:25 WIB
TODAY’S ANALYSIS STOCK INDEX
Di akhir pekan ini indeks bursa Nikkei Jepang masih terpantau kuat di kisaran positif.
Kondisi ini disokong oleh bursa Wall St. yang kembali ditutup menguat karena terbantu oleh upaya negara Yunani untuk menghindari kebangkrutan negara meskipun pogram stimulus Federal Reserve sudah berakhir.
Bahkan penguatan Nikkei mengabaikan paket data dalam negeri survei Tankan dimana angka tersebut muncul makin buruk.
Secara teknikal Nikkei saat ini bergerak di bawah level kunci 9900, yang mana ini merupakan level resisten untuk membuka pintu peluang menuju area psikologis 10000.

Sementara peluang koreksi akan membawa Nikkei kembali melemah menuju support 9840 dan 9800 hingga tahanan terakhir di 9740.

 


Outlook Permintaan Cemaskan Minyak


Jumat, 10 Juni 2011 15:24 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Harga minyak turun akibat suramnya outlook permintaan energi seiring bank sentral di Asia lanjutkan pengetatan moneter dan lemahnya situasi tenaga kerja AS. Bank sentral Korea Selatan kembali naikkan suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini sedangkan klaim pengangguran AS meningkat. “Bulls dan Bears sedang berperang sengit,” papar Jonathan Barrat, petinggi Commodity Broking Services. “Harga tentu akan bergerak lebih tinggi jika situasi ekonomi membaik, tapi data belakangan ini tidak mendukung.” Analis teknikal Reuters, Wang Tao, melihat pemulihan harga minyak akan berakhir di $103.

Di lain pihak, OPEC gagal capai kesepakatan pada pertemuan 8 Juni silam meski enam anggotanya, termasuk Arab Saudi, telah serukan kenaikan output. “Dengan tidak berubahnya target output OPEC maka data ekonomi AS akan menjadi penentu arah minyak dalam waktu dekat,” ungkap Victor Shum, konsultan Purvin & Gertz. “Pasar mungkin telah sadari masalah pasokan OPEC tidak begitu signifikan dalam waktu dekat. Yang terpenting adalah suplai minyak aktual di pasar dan komitmen Saudi memompa lebih banyak minyak.”

Dari sisi teknikal, minyak masih terperangkap di dalam pola symmetrical triangle, yang mungkin akan terus batasi pergerakan emas hitam hingga keluar dari pola tersebut. 110.70, harga terendah kemarin akan menjadi support. Sedangkan penembusan 102.12, harga tertinggi hari ini, akan bantu pengujian 102.43, harga tertinggi 10 Juni.

****

Friday, June 10, 2011 15:24 pm
TODAY’S COMMODITY ANALYSIS

Oil prices fell due to gloomy outlook for energy demand in Asia as central banks continue with monetary tightening and a weak U.S. employment situation. South Korea’s central bank raises interest rates for the third time this year while the U.S. unemployment claims rose. “Bulls and Bears are fighting fierce,” said Jonathan Barratt, officials Commodity Broking Services. “Prices will certainly move higher if the economic situation improved, but recent data do not support.” Technicians Reuters, Wang Tao, see the recovery in oil prices will end up at $ 103.

On the other hand, OPEC failed to reach an agreement on June 8 last meeting although six members, including Saudi Arabia, has called for increased output. “With no change in OPEC output target of the U.S. economic data will be the determinant of the direction of oil in the near future,” said Victor Shum, Purvin & Gertz consultancy. “The market may have been aware of OPEC’s supply problems are not so significant in the near future. Most important is the actual oil supply in the market and commitment Arabia pump more oil.”

From the technical side, oil is still trapped in a symmetrical triangle pattern, which may continue to restrict the movement of black gold to get out of the pattern. 110.70, the lowest price yesterday would be a support. While the penetration of 102.12, the highest price today, will help test 102.43, the highest price June 10.


Emas Butuh Petunjuk Fed


Senin, 06 Juni 2011 16:14 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Emas lanjutkan penguatan setelah suramnya data tenaga kerja AS picu kekhawatiran atas perlambatan pemulihan ekonomi terbesar dunia dan pelonggaran moneter Fed lebih lanjut. Perusahaan AS lebih sedikit merekrut pegawai di bulan Mei, bahkan tingkat pengangguran naik menjadi 9,1%; ini timbulkan kecemasan goyahnya pertumbuhan ekonomi sehingga mendukung sentimen emas sebagai aset safe haven.

“Suramnya data ekonomi belakangan ini munculkan kemungkinan Quantitative Easing III,” kata Ong Yi Ling, analis Phillip Futures. “Meski terlalu dini berpikiran seperti itu namun Federal Reserve mungkin saja tempuh kebijakan tersebut jika indikator ekonomi AS terus memburuk. Ini dapat jadi katalis bagi emas lewati $1550 dan cetak rekor tinggi baru.”

Ketika Fed umumkan Quantitative Easing II pada bulan November 2010, emas reli dan cetak rekor untuk 4 sesi berurutan. “Sebelum ada petunjuk jelas dari Fed akan pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut, emas mungkin bergerak sideways, terjebak di kisaran $1.520 – $1.550,” ungkap trader yang diwawancarai Reuters. Analis teknikal Reuters, Wang Tao, juga lihat emas harus lewati resisten kuat berikutnya $1.553.

*****

Monday, June 6, 2011 16:14 pm
TODAY’S COMMODITY ANALYSIS

Gold continue strengthening after gloomy U.S. employment data triggers fears over slowing world’s largest economic recovery and further Fed monetary easing. U.S. companies recruit fewer employees in May, even the unemployment rate rose to 9.1%; this caused anxiety goyahnya economic growth that supports the sentiments of gold as a safe haven asset.

“gloomy economic data lately III raises the possibility of quantitative easing,” said Ong Yi Ling, an analyst at Phillip Futures. “Although too early to think like that but the Federal Reserve might be the travel policy if U.S. economic indicators continue to deteriorate. It can be a catalyst for gold passed $ 1,550 and printed a new high record.”

When the Fed announced quantitative easing II in November 2010, the gold rally and print the record for the fourth consecutive session. “Before there was a clear indication from the Fed will ease monetary policy further, gold may move sideways, stuck in the range $ 1,520 – $ 1,550,” said a trader who was interviewed by Reuters. Technicians Reuters, Wang Tao, also see strong resistance of gold must pass the next $ 1,553.


Market Today Outlook


EMAS
Emas Terus Bergerak Naik

Spot emas di $1,545.50/ons, naik $3.10 di awal perdagangan Asia, emas berpeluang untuk gain. Menurut Barclays Capital emas masih “bullish”  dan dapat terus menuju level resistance $1,552. Triland Metals juga yakin emas masih berpeluang untuk naik, permintaan dipengaruhi oleh kekhawatiran atas masalah hutang Eropa. Resistance emas di area $1,545-$1,550 range. Emas dapat mencetak rekor baru jika berhasil menembus level resistance di $1,550 per troy ons akibat kekhawatiran atas kondisi kesehatan ekonomi AS, menurut analis investasi Ong Yi Ling di Phillip Futures. “Jika emas menyentuh rekor tinggi, akan menguntungkan perak,” kata Ong. Spot perak di kisaran $36.70/ons, naik 38 sen dari penutupan New York.

MINYAK
Minyak Mentah Beranjak Naik Terkait Lemahnya Dollar

Kontrak minyak mentah AS bergerak naik hari Senin seiring dollar AS yang masih lemah tetapi penguatan sepertinya terbatas setelah data jobs AS yang lemah memberikan bukti bahwa ekonomi masih akan melambat. Para negara-negara anggota OPEC yang dipimpin oleh Arab Saudi sepertinya akan mendorong kenaikan persediaan hari Rabu guna mendukung pertumbuhan ekonomi dunia dengan membawa harga kembali dibawah $100 per barel. Ekspektasi ini, tetap saja, tidak memiliki dampak besar terhadap harga minyak mentah. Harga minyak mentah di NYMEX naik 23 sen ke level $100.45 per barel, setelah bertahan turun 18 sen dilevel $100.22 hari Jumat. Irak mendukung kenaikan output OPEC apabila kenaikan tersebut diperlukan guna memenuhi kenaikan permintaan global, dikatakan Wakil Perdana Menteri Hussain al-Shahristani kepada Reuters hari Sabtu. (By monexnews.com)

AUD/USD

AUD Segera Menguat Terkait Harapan Untuk RBA

Dollar Australia kembali mengikis penguatan awal hari, walau terakhir diperdagangkan naik 0.2% di level $1.0740 setelah gagal menembus resistance di level tingginya selama 3-1/2 minggu di level $1.0775 yang terjadi pada hari Jumat. Para pelaku pasar fokus pada pertemuan RBA pada hari Selasa, besok, untuk kemungkinan adanya kenaikan suku bunga, meskipun kebanyakan ekonom dalam poll Reuters memperkirakan bank sentral tersebut akan menahan tingkat suku bunga di level 4.75% dalam 7 bulan berturut-turut. “Saya belum melihat Aussie mendapat dorongan, sepertinya masih bergerak dalam pergerakan kejatuhan dollar AS”, dikatakan seorang trader dari sebuah bank Jepang. Ia mengatakan bahwa apabila RBA akan mengejutkan pasar saat menaikkan suku bunga, puncak selama 29 tahun di level $1.1012 yang terjadi pada 2 Mei akan kembali terlihat. (By monexnews.com)

NIKKEI
Kejatuhan Tepco Seret Nikkei

Nikkei turun 0.9% di 9403.06 sesi pagi. Perdagangan relatif kuat (sekitar 951 juta saham di perdagangan sesi pertama) akibat tingginya penjualan saham utilitas dipimpin oleh Tokyo Electric Power. Tepco anjlok 24% menjadi Y218 setelah menyentuh level tinggi sepanjang masa di Y206, setelah munculnya wawancara pimpinan TSE, Atsushi Saito dengan Asahi Shimbun yang menyebutkan bahwa perusahaan seharusnya mengajukan perlindungan kepailitan. “Sementara masih ada harapan untuk perlindungan bagi pemegang saham. Hal ini menegaskan bahwa pemegang saham akan sangat terbebani, sehingga memicu penjualan indeks Nikkei” kata Toshikazu Horiuchi, analis Cosmo Securities. Support Nikkei di 9390. 29/33 Topix subindeks melemah dengan Chubu Electric Power turun 7.4% menjadi Y1,148 dan Kansai Electric Power turun 8.0% menjadi Y1,215. Sony turun 2.2% menjadi Y2,082.


Greenback Sekarat Jelang Non-farm Payrolls


Jumat, 03 Juni 2011 – 01:27 WIB

Serangkaian data ekonomi AS yang mengecewakan baru-baru ini, mulai dari sektor pabrik hingga ke pasar tenaga kerja, telah memperkeruh outlook perekonomian AS, membuat Dollar menjadi kurang menarik dibandingkan mata uang yang ber-yield lebih tinggi.

Rilis data-data tersebut juga bertepatan dengan munculnya kekhawatiran terhadap akan selesainya pelonggaran kuantitatif Fed putaran ke-2, yang juga dikenal sebagai QE2, pada akhir bulan ini. Berakhirnya program pembelian aset sebesar $600 milyar tersebut, yang diluncurkan untuk menstimulasi perekonomian, dikhawatirkan para investor akan dapat menghambat pemulihan ekonomi.

Sementara Non-farm Payrolls AS yang akan dilaporkan Departemen Tenaga Kerja pada hari Jumat merupakan penggerak utama bulanan pasar keuangan, mengingat pertumbuhan lapangan kerja merupakan salah satu dari dua mandat Fed. Non-farm Payrolls AS diperkirakan tumbuh sebanyak 150.000 pada bulan Mei, menurut jajak pendapat Reuters.

Angka yang lemah mungkin akan membebani Dollar, tetapi Greenback bisa mendapatkan dukungan jika data dirilis dengan selisih yang ekstrem. Angka yang sangat buruk atau bahkan negatif mungkin akan memberikan beberapa dukungan bagi safe haven, sementara angka yang jauh lebih kuat dari estimasi dapat memicu bullish Dollar dalam jangka menengah, menurut Vassili Serebriakov, analis mata uang Wells Fargo di New York.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Review AS & Eropa


Market Review AS & Eropa:

Wall Street ditutup naik kendati ditengah berita bahwa pemimpin politik di Yunani gagal menemui kesepakatan mengenai bagaimana cara menangani krisis hutang negaranya, menurut sumber, dilaporkan Reuters. Emas menyentuh level tinggi 3 minggu, menembus diatas $1,535 per ons ditengah laporan potensi naiknya impor Cina dan ditengah kecemasan mengenai restrukturisasi hutang Yunani. Sementara itu, dollar melemah terhadap Euro dan mata uang utama lainnya meski kecemasan hutang di zona Eropa masih membebani mata uang tunggal tersebut. Harga minyak mix, dengan minyak mentah AS sedikit naik untuk ditutup diatas level $100 per barel. Data ekonomi hari ini adalah HIA new home sales dan company operating profits dari Australia. Nikkei diperkirakan berada dalam kisaran 9,390 – 9,480.
EUR/USD closing 1.4317, high 1.4303, low 1.4123, XAUUSD C:1,536.30, H:1,538.10, L:1,518.80 CO-LS C:100.75, H: 101.24, L: 100.04. Dow C: 12,428, H: 12,465, L:12,410.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Memburuknya Data Inflasi AS Memicu Kenaikan Emas


Emas
Emas Beranjak Naik Memburuknya Data Inflasi AS

Emas bergerak naik seiring dollar bertahan stabil, walaupun ekspektasi bahwa tekanan inflasi di AS menyusut membuat batasan untuk penguatan. Data CPI hari Jumat diperkirakan akan menunjukkan kenaikan 0.4% dibandingkan 0.5% bulan Maret, menurut sebuah poll Reuters. Spot emas telah beranjak naik dibawah $3 ke level $1,504.69 per ons, kembali mengumpulkan kekuatan semalam. Kontrak emas AS turun $2 ke level $1,504.80 per ons. Spot perak menguat 21 sen ke level $34.31 per ons. Harga perak di COMEX secara umum flat di level $34.79 per ons.

MINYAK
Minyak Mentah AS Turun $1 Terkait Kekhawatiran Permintaan

Kontrak minyak mentah AS turun lebih dari $1 hari Jumat, tertekan oleh kekhawatiran permintaan minyak mentah global seiring para produsen AS yang menghadapi naiknya harga pompa dan Cina yang menghadapi inflasi. Kontrak minyak mentah di NYMEX untuk bulan Juni diperdagangkan turun $1.05 di level $97.92.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Persediaan Melimpah, Minyak Merosot!


MINYAK
Minyak Mentah Merosot Terkait Persediaan AS

Kontrak minyak mentah merosot dibawah $109 per barel hari Kamis, tertekan oleh tingginya persediaan yang melampaui perkirsaan, lemahnya data ekonomi AS dan kekhawatiran inflasi Cina. Minyak mentah NYMEX untuk pengiriman Juni merosot 59 sen ke level $108.65 per barel. Kontrak tersebut telah turun mendekati 6% sejak hari Senin, sementara komoditi tersebut naik ke level $114.83 per barel, level tertingginya sejak September 2008. Persediaan minyak mentah mingguan AS naik sebanyak 3.4 juta barel, seimbang dengan kejatuhan impor, dilaporkan Departemen Energi AS. Para analis memperkirakan penambahan 2 juta barel dalam sebuah poll Reuters. Data dari AS menunjukkan adanya pelambatan di sektor jasa dan sedikitnya lapangan dari sektor swasta di bulan April. Indeks komoditi CRB turun 1.8% hari Rabu.

EMAS
Emas Terjun Mengikuti Perak

Perak turun tajam untuk 3 sesi berturut-turut hari Rabu, sementara emas ikut anjlok, setelah berlanjutnya aksi jual setelah kenaikan persyaratan margin untuk ketiga kalinya dalam sepekan. Emas sedang menuju penurunan harian untuk ketiga kaklinya meskipun dollar melemah dan setelah berita bahwa Meksiko sebagai negara berkembang terkini yang meminati emas. Sentimen diantara investor emas bertambah buruk setelah laporan mengatakan George Soros, yang berpandangan bullish pada emas sekaligus investor besar pada emas, telah menjual emas dan perak sejak bulan lalu. “Dengan CME menaikkan persyaratan margin perak untuk ketiga kalinya dalam sepekan, itu cukup mengganggu pergerakan parabolik pada perak,” ucap Mark Luschini, kepala strategis investasi pada Janney Montgomery Scott.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook


Power Closing Selasa, 05 April 2011


MINYAK

Minyak Turun Dari Tingginya 2.5 Tahun


Dollar Australia turun dari tingginya setelah data ekonomi menunjukkan kejatuhan trade balance, sebesar 205 juta yang diperkirakan lebih tinggi dari sebelumnya 1,15 miliar. Berita tersebut mengejutkan para trader, yang langsung menyesuaikan posisi berdasarkan data yang dirilis. Aussie melanjutkan kejatuhan dari 1.0415, tingginya kemarin, dan saat ini berada di level 1.0300. Harga saat ini turun 20-25 pips dari level sebelumnya. Data persediaan pemerintah dan industri minggu sebagai sebuah perkiraan menunjukkan adanya kenaikan sebesar 1.4 juta, penurunan persediaan bahan bakar bensin sebesar 1.9 juta barel dan kejatuhan persediaan produk distilasi sebesar 200,000 barel, menurut sebuah poll yang dilakukan Reuters. Di NYMEX, harga minyak mentah berada di level $108.25/barel, turun 22 sen hari ini. (By monexnews.com)

 

EMAS

Kecemasan Inflasi Kokohkan Emas


Emas ditutup dekat level $1,432.00/troy ounce di hari Senin, seiring investor kecemasan mengenai inflasi dan pelemahan dollar terhadap euro setelah pasar mengantisipasi kenaikan suku bunga oleh ECB. “Emas terangkat oleh naiknya ekspektasi inflasi ditengah kuatnya perekonomian dan tingginya harga minyak. Di lain pihak, kenaikan suku bunga ECB membantu menekan dollar,” ucap Bart Melek, kepala strategis komoditas pada TD Bank Financial Group. Emas juga mendapat dorongan naik dari kecemasan beberapa negara di zona Eropa seperti Portugal dan Irlandia yang terbelit masalah hutang pemerintah, dan juga keresahan di Timur Tengah dan Afrika Utara. Kenaikan harga minyak dan bahan pangan juga membantu menambah daya tarik emas sebagai alat lindung inflasi. (By monexnews.com)