Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Reserve Bank of Australia

Weekly Market Outlook 20 – 25 Juni 2011


Market Outlook 20 – 25 Juni 2011

15 dari 23 pedagang, investor, dan analis yang disurvei oleh Bloomberg mengatakan Komoditi Emas akan naik minggu ini. Komoditi Emas naik sebesar 7,5% tahun ini, mencapai harga tertingginya di $1,577.60/troy ounce pada tanggal 2 Mei 2011, karena investor mencari logam mulia sebagai perlindungan kekayaan terhadap kenaikan inflasi dan penurunan nilai mata uang.
Monetary Policy Meeting Minutes, RBA (Reserve Bank of Australia) pada 21 Juni 2011 pukul 08:30 WIB akan membahas kondisi ekonomi yang mempengaruhi keputusan mereka dalam menentukan tingkat suku bunga kedepan. Hasil yang positif akan men-support Aussie.

German ZEW Economic Sentiment dan German Ifo Business Climate Level indeks gabungan berdasarkan survei investor dan analis institusi Jerman, dan Level indeks gabungan terhadap manufaktur, bangunan, grosir dan pengecer. Laporan keduanya bulan ini di prediksi mengalami penurunan.

Existing Home Sales Jumlah bangunan yang terjual per tahun kecuali konstruksi yang baru di Amerika Serikat diprediksi akan mengalami penurunan, sebesar 4.83M, dari 5.05M. Apabila pada 21 Juni 2011 di rilis di bawah 4.83M, maka akan berdampak negatif bagi Dollar.

Monetary Policy Committee (MPC) meeting minutes, Bank of England (BOE) Pada tgl 22 Juni 2011 akan mengadakan pertemuan mengenai kebijakan moneter, yang mempengaruhi keputusan mereka dalam menentukan tingkat suku bunga kedepan. Hasil yang positif akan menguntungkan Sterling.

FOMC (Federal Open Market Committee) Statement Bank sentral Amerika Serikat pada tgl 22 Juni 2011 akan menyampaikan pernyataannya mengenai ekonomi Amerika, di barengi dengan penetapan tingkat suku bunga  pada Federal Funds Rate. dilanjutkan dengan FOMC Press Conference. Diprediksi The Fed tetap mempertahankan tingkat suku bunga di bawah 0.25%.

Inflation Report Hearings, Gubernur BOE (Bank of England) dan beberapa anggota MPC (Monetary Policy Committee) Pada tanggal 23 Juni 2011 akan menyampaikan testimoni mengenai inflasi. Pernyataan yang optomistik akan berdampak positif bagi Poundsterling.

New Home Sales. 

Jumlah rumah baru yang terjual di Amerika Serikat yang akan di rilis pada tgl 23 Juni 2011, di prediksi mengalami penurunan tipis, sebesar 311.000, dari 323.000. Apabila di rilis di bawah 311.000 maka akan berdampak negatif bagi Dollar.

BOE (Bank of England) Gov King Speaks, Gubernur Bank of England – Mervyn King Akan menyampaikan pidatonya pada 24 Juni 2011 pukul 16:30 WIB mengenai kebijakan moneter Inggris. Pernyataan yang optimistik akan menguntungkan Poundsterling.

Untuk indikator ekonomi global pada minggu ini tidak banyak rilis data ekonomi global yang penting, namun pengumuman suku bunga the Fed pada Rabu malam nanti akan jadi perhatian besar pasar, walau kemungkinan masih akan bertahan rate-nya. Secara umum agenda rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

Dari kawasan Amerika: Berupa rilis data Existing Home Sales pada Selasa malam; kemudian pengumuman Federal Funds Rate yang keumungkinan besar bertahan di level 0.25% pada Rabu tengah malam; berlanjut dengan rilis New Home Sales serta rilis tenaga kerja Unemployment Claims mingguan yang biasa menjadi perhatian pasar pada Kamis malam; terakhir adalah Core Durable Goods Orders pada Jumat malam.

o Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa pengumuman German ZEW Economic Sentiment pada Selasa sore; serta German Ifo Business Climate di waktu Jumat petang.

Minggu lalu di Pasar Forex Nilai tukar mata uang dollar mengalami penguatan secara umum lebih di akibatkan melemahnya mata uang Euro di minggu yang kedua, di tengah menguatirkannya situasi menuju ‘default’ untuk Yunani.

Index dollar terpantau naik ke level 75.445 dari yang pernah di 73’an.
Minggu yang lalu Euro terus melemah di minggu yang kedua oleh situasi makin terkungkungnya perekonomian Yunani, yang kemudian rebound di akhir minggu dengan EUR/USD bertengger di level 1.4305. Untuk minggu ini market range-nya akan berada antara resistance pada 1.4690 dan 1.4940, sedangkan level support di 1.4253 dan kemudian pada 1.3970.

Poundsterling Pada minggu lalu juga terkoreksi terhadap dollar, walau tidak setajam Euro, dan berakhir di level 1.6177. Untuk minggu ini, level Resistance terdekat pada 1.6548 dan kemudian 1.6747, sedangkan Support kalau tembus 1.6059 akan berada pada 1.5932 dan kemudian 1.5752.
Untuk USD/JPY Secara umum minggu lalu melemah terbatas dan ditutup di 80.01, pasar di minggu ini berada di antara Resistance pada 82.27 dan 85.59, serta Support level pada 78.82.

Sementara itu Aussie dollar terpantau seminggu lewat menguat terbatas yang berakhir di 1.0617. Range minggu ini masih di antara resistance 1.0887 dan 1.10 sementara support level di 1.0440 dan 1.0288.

Untuk pasar di Stock Index Futures pada minggu lalu di regional Asia masih terus melorot di minggunya yang ketujuh secara umum, tertekan oleh kekuatiran akan sentiment situasi ekonomi di Yunani dan Eropa.

Indeks Nikkei sementara ini masih tetap konsolidasi, berakhir di 9375. Rentang pasar saat ini antara level resistance di 10300 dan kemudian ke level 10875, serta support pada level 9360 dan lalu 8370. Sementara itu,
Indeks Hangseng Berjangka di Hongkong minggu lalu ditutup melemah tajam ke level 21609. Minggu ini masih berada dalam range level resistance di 22617 dan berikutnya 23785, sementara support-nya di 21026 serta 20250.

Bursa saham Wall Street minggu lalu masih sempat melemah namun rebound di akhir pekannya untuk menahan lanjutan pelemahan terpanjang sejak 2008, diwarnai dengan concern global terhadap ancaman resesi baru dunia.

Dow Jones Industrial berakhir di level 12004.30; saat ini dalam range resistance terdekat level 12573 dan kemudian 12876, sementara support di level 11566 dan pada 10950.

Index S&P 500 minggu lalu naik sedikit naik ke level 1271.50. Berikutnya, maka market range-nya akan berada di antara resistance level 1296 dan 1345, sementara level support berada di 1250 dan 1170.

Untuk Pasar Emas Minggu lalu terpantau menanjak terbatas di tengah munculnya kekuatiran ancaman resesi atas perekonomian global, dan berakhir di $1538.45/troy ounce, sesuai presdiksi sebelumnya. Untuk minggu ini Emas di perkirakan dengan bertahap masih berpeluang menguat kembali oleh kenaikan demand dan safe haven, dengan rentang berada antara Resistance pada $1574 dan $1580, sementara Support ada di $1460 serta berikut $1410/troy ounce. Di Indonesia, harga emas terpantau sedikit menguat di tengah terkoreksinya rupiah, ditutup di akhir pekan pada Rp 424,600

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook 18 – 23 April 2011


Market Outlook 18 – 23 April 2011

Emas kembali melonjak hingga kembali terbentuk rekor tertinggi sepanjang sejarah di $1,487.8/troy ounce, naiknya Emas di dorong oleh tekanan inflasi di China. Inflasi di China dipercepat 5,4% pada bulan Maret, dan produk domestik bruto diperluas 9,7% pada kuartal pertama. Gubernur bank sentral – Zhou Xiaochuan mengatakan bahwa pengetatan moneter akan berlanjut untuk “beberapa waktu”.Monetary Policy Meeting Minutes, RBA (Reserve Bank of Australia) pada 19 April 2011 akan menyampaikan pandangannya terhadap ekonomi Australia, termasuk kemungkinan tingkat suku bunga dan kebijakan ekonomi kedapannya. Pernyataan yang optimistik akan menambah penguatan bagi Aussie.MPC (Monetary Policy Committee) Meeting Minutes, pertemuan komite kebijakan moneter Bank of England pada 20 April 2011 akan membahas kondisi ekonomi Inggris, pertemuan ini akan mempengaruhi keputusan BOE dalam menetapkan tingkat suku bunga mendatang.Existing Home Sales, jumlah bangunan yang terjual per tahun, kecuali konstruksi yang baru di Amerika Serikat diprediksi akan mengalami kenaikan, sebesar 5.04M, dari 4.88M. Apabila dirilis di atas 5.04M, maka akan berdampak positif bagi Dollar.German Ifo (Information and Forschung) Business Climate, level indeks gabungan terhadap manufaktur, bangunan, grosir dan pengecer di Jerman diprediksi mengalami sedikit penurunan, sebesar 110.7, dari 111.1. Apabila dirilis di bawah 110.7, maka akan berdampak negatif bagi Euro.Retail Sales, perubahan nilai total inflasi pada sektor penjualan retail di Inggris diprediksi mengalami kenaikan sebesar -0.5%, dari -0.8%. Apabila dirilis di atas -0.5%, maka akan sedikit mensupport Poundsterling.Unemployment Claims dan Philly Fed Manufacturing Index, laporan jumlah warga AS yang masuk dalam asuransi pengangguran, dan  level indeks gabungan berdasarkan survei manufaktur Philadelphia akan di rilis pada 21 April 2011, Apabila keduanya dirilis positif, maka akan menguntungkan Dollar.Untuk indikator ekonomi global, pada minggu ini tidak banyak rilis berita ekonomi global yang penting menjelang hampir semua pasar akan libur panjang Paskah hari Jumat. Secara umum, rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:
• Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Building Permits pada Selasa malam; lalu data Existing Home Sales di Rabu malam; selanjutnya Philly Fed Manufacturing Index untuk indicator industry bersamaan dengan data tenaga kerja Unemployment Claims mingguan yang biasa menjadi perhatian pasar dirilis pada Kamis malam.
o Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa rilis MPC Meeting Minutes pada Rabu sore untuk mengetahui kecenderungan arah suku bunga terdekat dari Bank of England; data German Ifo Business Climate pada Kamis.
Minggu lalu di Pasar Forex, nilai tukar mata uang dollar masih kembali melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia, di antaranya karena kemungkinan masih agak lama the Fed menaikkan suku bunga acuannya, dengan akhir index dollar di level 74.820 di area terendahnya sejak Desember 2007.
Pekan yang lalu Euro memangkas trend bullish-nya belakangan ini oleh kekuatiran atas bailout bagi Yunani, dengan Euro berakhir di level 1.4426. Untuk minggu ini market range-nya akan berada antara resistance berikut pada 1.4574 dan mengarah ke 1.5, sedangkan level support di 1.4240 dan kemudian pada 1.4014.

Poundsterling minggu lalu umumnya fluktuatif terhadap dollar dan berakhir flat di level 1.6324. Untuk minggu ini, level resistance terdekat menjadi pada 1.6461 dan kemudian 1.6878, sedang support berada pada 1.6224 dan kemudian 1.6092.

Untuk USD/JPY minggu lalu bergerak melemah ditutup di 83.23 sebagai bentuk koreksi teknikal di tengah pelemahan kembali USD. Pasar di minggu ini berada di antara resistance pada 86.00, serta support level pada 81.55.

Sementara itu, Aussie dollar terpantau seminggu lewat masih kembali menguat setelah sempat terkoreksi, terangkat kenaikan harga komoditas yang berakhir di 1.0554. Range minggu ini antara resistance 1.07 dan 1.10 sementara support level di 1.0283 dan 1.0203.

Untuk pasar di Stock Index Futures, pada minggu lalu di regional Asia umumnya tertahan atau melemah dengan tingginya data inflasi di China dan proyeksi IMF akan pertumbuhan ekonomi global yang berkurang.

Indeks

Nikkei minggu lalu agak tertekan yang berakhir melemah pada 9590. Minggu ini, akan menemui level resistance terdekat di 9824 dan kemudian mulai menembus level 10,000 ke level 10325. Adapun support pada level 9305 dan lalu 8370.

Sementara itu, Indeks Hangseng Berjangka di Hong Kong minggu lalu juga tergerus, ditutup di level 23965. Minggu ini akan berada dalam range level resistance di 24460 dan berikutnya 24945, sementara support-nya di 22966 dan selanjutnya 22098.

Bursa saham Wall Street minggu lalu alami juga koreksi terutama S&P500 oleh data earnings beberapa emiten besar yang lebi rendah dari perkiraan. Dow Jones Industrial minggu ini akan berusaha menjumpai level resistance terdekat 12459 serta 13135, sementara support di level 12160 dan kemudian pada 11555. Index S&P 500 minggu lalu tertekan, sehingga market range saat ini antara resistance di level 1340 dan 1404, sementara level support berada di 1250 dan 1218.

Untuk Pasar Emas, minggu lalu secara tak terbendung kembali terus mencetak rekor tertinggi baru sepanjang sejarahnya di beberapa level baru sehingga berakhir di $1486.65/troy ounce akibat pilihan safe haven investment. Untuk minggu ini emas akan berpeluang menanjak lagi, walau perlu diwaspadai koreksi pasar, dengan rentang berada antara resistance pada $1500/troy ounce, sementara support ada di $1440.00/troy ounce serta berikut $1418/troy ounce. Di Indonesia, harganya menanjak tajam ke sekitar Rp 414 ribu/gramnya, di mana kenaikan emas global tertunjang oleh konsolidasi mata uang rupiah.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook Monday 14 – 19 March 2011


Nikkei anjlok akibat gempa dan tsunami yang melanda Jepang pada jumat pekan lalu. Akan tetapi Yen menguat terhadap Dollar hingga ke level 81.6, yang sebelumnya melemah ke level 83.3. Pemerintah Jepang mengatakan, pasar finansial Jepang akan dibuka kembali seperti biasa pada hari Senin ini, meskipun Jepang menderita akibat gempa besar, tsunami, dan meledaknya reaktor nuklir. Financial Services Minister – Shozaburo Jimi, mengatakan bahwa pihak berwenang akan mengawasi aktivitas pasar terhadap manipulasi di balik bencana yang melanda negerinya yang menewaskan ribuan orang. Monetary Policy Statement, BOJ (Bank of Japan) pada 14 Maret 2011 akan menyampaikan pernyataan mengenai perekonomian Jepang, di barengi dengan penetapan tingkat suku bunga pada Overnight Call Rate, dilanjutkan dengan BOJ Press Conference. Diprediksi tingkat suku bunga tetap di bawah 0.10%

BOE (Bank of England) Gov King Speaks, Gubernur Bank of England – Mervyn King, akan menyampaikan pidatonya pada 14 dan 16 Maret 2011 mengenai kebijakan moneter Inggris. Pernyataan yang optimistik akan berdampak positif Pound sterling.


Monetary Policy Meeting Minutes, RBA (Reserve Bank of Australia) pada 15 Maret 2011 akan menyampaikan pandangannya terhadap ekonomi Australia, termasuk kemungkinan tingkat suku bunga dan kebijakan ekonomi kedapannya. Pernyataan yang optimistik akan menambah penguatan bagi Aussie.

FOMC (Federal Open Market Committee) Statement,  Bank sentral Amerika Serikat pada 16 Maret 2011 (dini hari WIB) akan menyampaikan pernyataannya mengenai ekonomi Amerika, di barengi dengan penetapan tingkat suku bunga  pada Federal Funds Rate. Diprediksi The Fed tetap mempertahankan tingkat suku bunga di bawah 0.25%.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang akan diisi beberapa rilis berita ekonomi penting, di antaranya pengumuman suku bunga di Jepang dan Amerika; keduanya diperkirakan bertahan tetap. Secara umum, rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

Dari kawasan Amerika: berupa rilis data TIC Long-Term Purchases yaitu besarnya obligasi jangka panjang pemerintah AS yang dipegang orang asing pada Selasa malam; selanjutnya pengumuman suku bunga the Fed (Fed Fund Rate) yang hampir pasti bertahan pada level rndah 0.25% pada Rabu dini hari; data Producer Price Index (PPI) pada Rabu malam; berlanjut ke data inflasi CPI (Consumer Price Index) serta data tenaga kerja Unemployment Claims mingguan yang biasa menjadi perhatian pasar dirilis pada Kamis malam.

o Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa data German ZEW Economic Sentiment pada Selasa sore; dan data klaim pengangguran Inggris atau Claimant Count Change pada Rabu sore.

o Dari kawasan Jepang: berupa pengumuman suku bunga Jepang (BoJ) pada Selasa siang yang dipastikan akan bertahan rendah di level 0.1%.

Minggu lalu di Pasar Forex, nilai tukar mata uang dollar bergerak balik menguat terhadap kelompok major currencies lainnya setelah pemangkasan credit rating di Spanyol dan data deficit perdagangan dari China, dengan index dollar AS berakhir di level 76.560 sedikit menguat dari posisi minggu sebelumnya.

Sementara itu, pekan yang lalu Euro cenderung terkoreksi karena isyu belitan hutang pemerintah yang kembali mencuat, walaupun kemudian sempat rebound di akhir minggu, dengan euro berakhir di level 1.3936. Untuk minggu berjalan ini market range akan berada antara level resistance pada 1.4037 dan berikutnya di 1.4278, sedangkan level support di 1.3703 dan kemudian pada 1.3423.

Poundsterling minggu lalu umumnya melemah tipis terhadap dollar ke level 1.6070. Untuk minggu ini, level resistance terdekat pada 1.6343 dan kemudian 1.6460, sedang support berada pada 1.5977 dan kemudian 1.5745.

Untuk USDJPY minggu lalu sempat menguat setelah berita tsunami di Jepang, tetapi kemudian berbalik lagi karena pilihan yen sebagai safe haven investment di tengah isyu bencana nuklir di Jepang. Pasar di minggu ini berada di antara resistance pada 83.90 dan 84.50, serta support level pada 80.22 dan 79.74.

Sementara itu, Aussie dollar terpantau seminggu lewat melemah tipis dan berakhir di 1.0097. Range minggu ini tetap antara resistance 1.0230 dan 1.03 sementara support level di 0.9945 dan 0.9794.

Untuk pasar di Stock Index Futures, pada minggu lalu indeks Nikkei mengalami tekanan yang makin besar setelah berita gempa dan tsunami, berakhir di bawah 10000 pada 9970. Minggu ini, dengan bencana nuklir yang menghadang, Nikkei berjangka akan tertekan dalam rentangan resistance terdekat yang turun pada 10223 dan level berikutnya di 10630. Adapun support pada level 9111 dan lalu 8738.

Sementara itu, Indeks Hang Seng Berjangka di Hong Kong minggu lalu juga ikut tertekan, ditutup di level 23215. Minggu ini akan tertekan dan berada dalam range level resistance di 23895 dan berikutnya 24945, sementara support-nya di 22427 selanjutnya 21520.

Bursa saham Wall Street minggu lalu juga tertekan dengan isyu harga minyak yang tinggi dan kekuatiran dampak gempa di Jepang yang akan menghambat perekonomian global. Perang saudara Libya serta laporan keuangan sejumlah emiten yang kurang menggembirakan ikut menekan bursa.

Secara teknikal, Dow Jones Industrial minggu ini masih dalam situasi konsolidasi dengan rentang pasar antara level resistance di 12387 dan 12600, sementara support di level 11800 dan kemudian pada 11450.

Index S&P 500 minggu lalu juga terkoreksi; di mana resistance sekarang di level 1345 dan 1440, sementara level support berada di 1252 dan 1218.

Untuk Pasar Emas, minggu lalu sempat melemah oleh kekuatiran pengurangan demand global, namun melonjak lagi setelah berita gempa bumi dahsyat di Jepang. Emas di LLG minggu lalu berakhir pada level $1416.20/troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan cenderung terangkat sebagai wujud investasi safe haven, dengan rentang berada antara resistance terdekat pada $1444.00/troy ounce lalu level $1450.00/troy ounce. Sementara itu, support ada di $1393.00/troy ounce serta support berikut $1307.00/troy ounce. Di Indonesia, harganya agak surut ke level harga Rp 400 ribu/gramnya, di tengah rupiah yang terapresiasi.

Banyak isu panas dan di luar prediksi belakangan ini. Situasi geopolitik kawasan Arab dan Timur Tengah yang masih tetap panas, serta bencana dahsyat gempa bumi di Jepang yang berpengaruh kepada reactor nuklir negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia ini.


Market Outlook, 7 – 12 March 2011


 

Naiknya data Non-Farm Payroll dan turunnya jumlah pengangguran di Amerika Serikat di respon negatif oleh pelaku pasar pada akhir pekan lalu. Hal ini di buktikan dengan tetap melemahnya Dollar terhadap rival utamanya. Kepala Bank sentral Eropa mengatakan bahwa tingkat suku bunga bisa dinaikkan secepatnya pada pertemuan mendatang, April 2011, untuk mengatasi inflasi di benua Eropa. Hal ini membuat Euro tetap melambung terhadap Dollar pada akhir pekan lalu.

 

Employment Change, Perubahan jumlah tenaga kerja di Asutralia di prediksi mengalami penurunan, sebesar 21.500, setelah bulan lalu mengalami kenaikan, sebesar 24.000. Apabila di rilis di atas 24.000, maka akan berdampak positif bagi Aussie. Jumlah pengangguran di Australia yang aktif mencari pekerjaan di prediksi kembali tidak ada perubahan dari 2 bulan sebelumnya ,tetap 5.0%. Apabila Unemployment Rate ini di rilis di bawah 5.0%, maka akan menambah penguatan bagi Aussie. RBA (Reserve Bank of Australia) Gov Stevens Speaks, Gubernur Bank of Australia akan menyampaikan pernyataannya mengenai kebijakan moneter Australia, dan kebijakan ekonomi yang di tempuh kedepannya pada 10 Maret 2011. Pernyataan yang optimistik akan menguntungkan Aussie.

 

Selisih nilai antara barang ekspor dan impor di China di prediksi kembali menurun sebesar 4.9B, dari 6.5B. Selama 2 bulan berturut-turut Trade Balance China mengalami penurunan. Apabila bulan ini kembali mengalami penurunan, maka akan berdampak negatif bagi indeks saham utama Asia.

 

Monetary Policy Committee (MPC) Rate Statement dan Official Bank Rate, BoE (Bank of England) akan menyampaikan pernyataannya mengenai kebijakan moneter dan perekonomian Inggris kedepannya, pada 10 Maret 2011. Di ikuti dengan dirilisnya suku bunga, di prediksi suku bunga tetap di 0.50%. BOE (Bank of England) Gov King Speaks, Gubernur Bank of England – Mervyn King, akan menyampaikan pidatonya pada 12 Maret 2011 mengenai kebijakan moneter Inggris. Pernyataan yang optimistik akan menguntungkan Pound sterling.

 

Trade Balance Amerika di prediksi sedikit menurun sebesar -41.3B, dan Retail Sales di prediksi mengalami kenaikan sebesar 0.6%, setelah 2 bulan berturut-turut menurun. Apabila pekan ini keduanya di rilis naik, maka akan berdampak positif bagi Dollar.

 

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang akan diisi beberapa rilis berita ekonomi penting, di antaranya pengumuman suku bunga di New Zealand dan Inggris; keduanya diperkirakan bertahan tetap. Secara umum rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

 

Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Neraca Perdagangan serta data tenaga kerja Unemployment Claims mingguan yang biasa menjadi perhatian pasar dirilis pada Kamis malam; kemudian data Retail Sales serta sentimen konsumen atau Prelim UoM Consumer Sentiment di Jumat malam.

o Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa pengumuman suku bunga dari MPC Inggris pada Kamis sore yang kemungkinan tetap di 0.5% yang akan jadi perhatian investor.

o Dari kawasan Australia: berupa pengumuman suku bunga New Zealand (RBNZ) pada Kamis dini hari yang kemungkinan bertahan di 3%, walau ada yang sebutkan akan turun ke 2.75%.

Minggu lalu di pasar Forex, nilai tukar mata uang dollar bergerak melemah kembali terhadap kelompok major currencies lainnya di antara signal kuat bahwa ECB akan segera menaikkan suku bunganya sementara the Fed masih bertahan menjaga kestabilan harga umum, dengan index dollar AS berakhir di level 76.400.

Sementara itu, pekan yang lalu Euro masih cenderung menguat setelah pimpinan ECB, Trichet sendiri menyinggung akan mungkin menaikkan suku bunga bulan depan, dengan euro berakhir di level 1.3982. Untuk minggu berjalan ini market range akan berada antara level resistance pada 1.4278 dan berikutnya di 1.4560, sedangkan level support di 1.3703 dan kemudian pada 1.3423.

Poundsterling minggu lalu umumnya menguat terhadap dollar ke level 1.6268. Untuk minggu ini, level resistance terdekat pada 1.6460 dan kemudian 1.6878, sedang support berada pada 1.6030 dan kemudian 1.5960.

 

Untuk USDJPY minggu lalu cenderung menguat walau masih dalam rentang pasar yang sama selama ini. Pasar di minggu ini berada di antara resistance pada 83.90 dan 84.50, serta support level pada 80.90 dan 80.22. Sementara itu, Aussie dollar terpantau seminggu lewat dalam konsolidasi pasar 1.0135. Range minggu ini tetap antara resistance 1.0230 dan 1.03 sementara support level di 0.9945 dan 0.9794.

Untuk pasar di Stock Index Futures, pada minggu lalu indeks Nikkei mengalami penguatan secara terbatas tertopang oleh melemahnya yen yang memberi dukungan ekspor negeri Jepang, berakhir di 10585. Minggu ini Nikkei berjangka akan dalam rentangan resistance terdekat pada 10900 dan level berikutnya di 11210. Adapun support pada level 10350 dan lalu 10150. Sementara itu, Indeks Hang Seng Berjangka di Hong Kong minggu lalu juga merangkak naik, ditutup di level 22321. Minggu ini akan berada dalam range level resistance di 24000 dan berikutnya 24945, sementara support-nya di 22373 selanjutnya 21520.

Bursa saham Wall Street minggu lalu mengalami konsolidasi, setelah pernah mencapai level 32 bulan tertingginya sejak Juni 2008 untuk S&P 500. Situasi harga minyak yang terus membumbung di tengah panasnya perang saudara Libya yang telah menjadi penyebabnya. Secara teknikal, Dow Jones Industrial minggu ini masih dalam situasi konsolidasi dengan rentang pasar antara level resistance di 12387 dan 12600, sementara support di level 11800 dan kemudian pada 11450. Index S&P 500 minggu lalu juga nyaris flat; di mana resistance sekarang di level 1345 dan 1440, sementara level support berada di 1295 dan 1252.

Untuk pasar Emas, minggu lalu masih menguat mencetak rekor tertinggi yang baru di $1440.00/troy ounce oleh memanasnya situasi geopolitik di khususnya Libya. Emas di LLG minggu lalu berakhir pada level $1429.10/troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan diuji untuk menyentuh level rekor tertinggi barunya di $1440.00/troy ounce dengan rentang berada antara resistance terdekat pada $1440.00/troy ounce lalu level $1450.00/troy ounce Sementara itu, support ada di $1393 serta support berikut $1307.00. /troy ounce Di Indonesia, harganya terus menanjak ke level harga Rp403 ribu per gramnya, walaupun rupiah sedang terapresiasi.

Situasi geopolitik kawasan Arab dan Timur Tengah masih tetap panas. Barangkali ini masih akan berlangsung terus untuk waktu yang tidak sebentar. Apa yang akan terjadi nantinya di kawasan yang dikenal sejak dulu sebagai hot spot? Sejumlah prediksi sebelum ini tentang komoditas dan pergerakan bursa ternyata akurat di antara gejolak kawasan yang terjadi. Di tengah gejolak investor bisa tetap untung itulah baiknya investasi.


Market Outlook 28 February – 5 March 2011


Market Outlook 28 February – 5 March 2011

Cash Rate, tingkat suku bunga untuk deposit yang menginap di Australia di prediksi tidak ada perubahan, tetap 4.75%. Apabila pada 1 Maret 2011 ini di rilis di atas 4.75%, maka akan berdampak positif bagi Aussie. RBA (Reserve Bank of Australia) Rate Statement, Bank sentral Australia pada 1 Maret akan menyampaikan pernyataan mengenai kebijakan moneter dan penentuan tingkat suku bunga Aussie kedepan. Pernyataan yang optimistik akan menguntungkan Aussie.
ADP (Automatic Data Processing) NFP (Non-Farm Payroll), Jumlah tenaga kerja  baru dari sektor non pertanian di Amerika Serikat berdasarkan proses Automatic Data Processing di prediksi mengalami penurunan tipis, sebesar 180.000. ADP NFP ini merupakan acuan dari data NFP yang akan di rilis hari Jumat akhir pekan ini.
Fed Chairman Bernanke Testifies dan Fed Chairman Bernanke Speaks, kepala Bank sentral Amerika Serikat – Ben Bernanke pada tanggal 1, 2, dan 3 Maret 2011 akan menyampaikan pidato mengenai kondisi dan kebijakan ekonomi Amerika Serikat, khususnya tingkat suku bunga kedepan. Pernyataan yang optimistik akan menguntungkan Dollar.
Trade Balance, Selisih nilai antara barang ekspor dan impor di Australia yang akan di rilis 3 Maret 2011 di prediksi mengalami penurunan, sebesar 1.56B. Aapbila di rilis di bawah 1.56B, maka akan berdampak negatif bagi Aussie.
ECB (European Central Bank) Press Conference dan Minimum Bid Rate, Bank Sentral Eropa pada 3 Maret 2011 akan menyampaikan pandangannya mengenai perekonomian Eropa dan suku bunga kedepan, di prediksi suku bunga tetap di 1.00%.
NFP (Non-Farm Payroll), Jumlah tenaga kerja  baru dari sektor non pertanian di Amerika Serikat kembali di prediksi mengalami kenaikan tajam, sebesar 176.000, setelah bulan sebelumnya anjlok sebesar 36.000.

Unemployment Rate, Jumlah pengangguran di Amerika Serikat yang aktif mencari pekerjaan di prediksi mengalami kenaikan tipis, sebesar 9.1%, bulan sebelumnya 9.0%. Apabila di rilis di bawah 9.1%, maka akan berdampak positif bagi Dollar.

Untuk indikator ekonomi global, pada minggu ini akan diisi ramai rilis berita ekonomi penting, sebagaimana biasanya di awal bulan di antaranya pengumuman suku bunga di Eropa, Australia, dan Indoesia serta data pengangguran di Amerika. Secara umum rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:
• Dari kawasan Amerika: berupa rilis data perumahan Pending Home Sales pada Senin malam; lalu data industry ISM Manufacturing PMI pada Selasa malam; data ISM Non-Manufacturing PMI serta data tenaga kerja Unemployment Claims mingguan yang biasa menjadi perhatian pasar dirilis pada Kamis malam; serta data tenaga kerja Non-Farm Employment Change dan Unemployment Rate di Jumat malam yang akan menjadi pusat perhatian investor.
o Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa data Manufacturing PMI di Inggris pada Selasa sore; data Minimum Bid Rate dari European Central Bank (ECB) akan jadi perhatian investor pada Kamis sore.
o Dari Australia dan China: berupa pengumuman suku bunga Australia (RBA) pada Selasa pagi, berdekatan dengan itu adalah rilis Manufacturing PMI di China.
o Dari Indonesia: berupa pengumuman suku bunga BI rate pada Jumat siang bersama data inflasi.
Minggu lalu di pasar Forex, nilai tukar mata uang dollar bergerak melemah kembali terhadap kelompok major currencies lainnya di antara isyu bahwa ECB mungkin akan menaikkan suku bunganya sementara the Fed masih belum akan menaikkan suku bunganya dalam waktu dekat ini, dengan index dollar AS berakhir di level 77.230. Sementara itu, pekan yang lalu euro masih cenderung menguat walau hampir rangebound setelah pimpinan Bundesbank menyebutkan bahwa satunya pilihan bagi ECB adalah menaikkan suku bunga, berakhir di level 1.3750. Untuk minggu berjalan ini market range akan berada antara level resistance pada 1.4080 dan berikutnya di 1.4278, sedangkan level support di 1.3423 dan kemudian pada 1.3240.
Poundsterling minggu lalu umumnya melemah vs dollar agak terbatas ke level 1.6114, terkoreksi dari trend-up rally-nya selama ini. Untuk minggu ini, level resistance terdekat masih pada 1.6300 dan kemudian 1.6460, sedang support berada pada 1.5960 dan kemudian 1. 5745.
Untuk USD/JPY minggu lalu cenderung terkoreksi. Pasar di minggu ini berada di antara resistance pada 83.90 dan 84.50, serta support level pada 80.90 dan 80.22.
Sementara itu, Aussie dollar terpantau seminggu lewat masih menguat terbatas oleh kenaikan komoditas minyak ditutup pada level 1.0174. Range minggu ini tetap antara resistance 1.0230 dan 1.03 sementara support level di 0.9945 dan 0.9794.
Untuk pasar di Stock Index Futures, pada minggu lalu indeks Nikkei tergerus akibat sentiment negative geopolitik di Libya, berakhir di 10540. Minggu ini Nikkei berjangka akan dalam rentangan resistance terdekat pada 10900 dan level berikutnya di 11210. Adapun support pada level 10178 dan lalu 9906.
Sementara itu, Indeks Hang Seng Berjangka di Hong Kong minggu lalu juga melorot, ditutup di level 22922. Minggu ini akan berada dalam range level resistance di 23605 dan berikutnya 24000, sementara support-nya di 22415 selanjutnya 21520.
Bursa saham Wall Street minggu lalu mengalami koreksi, yang terbesar dalam tiga bulan terakhir, setelah mencapai level 32 bulan tertingginya sejak Juni 2008 untuk S&P 500. Situasi Libya telah menjadi penyebab utamanya. Demikianpun, Dow Jones Industrial minggu ini masih dalam area bullish-trend kepada level resistance berikutnya di 12400 dan 12600, sementara support di level 11800 dan kemudian pada 11450. Index S&P 500 minggu lalu juga alami korekwsi; resistance sekarang di level 1345 dan 1440, sementara level support berada di 1295 dan 1252.
Untuk pasar Emas, minggu lalu masih menguat, walau agak tertahan, setelah sebelumnya alami rally terpanjang selama enam bulan. Emas di LLG minggu lalu berakhir pada level $1408.15/troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan diuji untuk menyentuh level rekor tertinggi di $1431.00/troy ounce tanggal 17 Desember lalu, dengan rentang berada antara resistance terdekat pada $1431.00/troy ounce lalu level $1450.00/troy ounce Sementara itu, support ada di $1345.00 /troy ounce serta support berikut $1307.00. /troy ounce

Akan kemana situasi geopolitik kawasan Arab dan Timur Tengah kedepannya? Bagaimana jejak pemulihan ekonomi Amerika? Dana asing di Indonesia mau ke mana? Inflasi akan bagaimana nantinya? … Sejumlah pikiran dan pandangan tentang hal-hal tersebut sedang ramai digunjingkan. Masalahnya bagi investor itu mempengaruhi pergerakan harga aset investasi.


Market Review Eropa


Market Review EROPA :

Euro tidak dapat mempertahankan momentum penguatan dan diperdagangkan melemah akibat aktivitas profit taking seiring dengan kekhawatiran krisis utang sovereign yang masih menghantui lelang obligasi Portugal. Di saat bersamaan dollar Australia anjlok terhadap Dollar AS karena peringatan dari pemerintah Australia atas kemungkinan kehancuran lebih lanjut dari banjir yang terjadi di Queensland. Pasar modal Eropa masih naik pada hari Rabu setelah diumumkan hasil lelang penting Portugal dimana tampak para pedagang sedikit lega akibat pertimbangan perpanjangan dana talangan bagi negara-negara zona Eropa yang bermasalah dengan utang.