Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Perak

Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas bergerak melemah pada perdagangan kemarin, logam mulia ini bergerak dalam koreksi yang wajar setelah sempat mencapai posisi tertinggi dalam lebih dari 7 minggu pada perdagangan akhir minggu lalu. Komoditi Emas melemah menjelang pertemuan para petinggi Uni Eropa yang rencananya akan membahas penanganan krisis utang di kawasan tersebut. Yunani berusaha menolak campur tangan terhadap komisioner Uni Eropa dalam penyusunan anggaran dalam negerinya dengan alasan harga diri, kondisi ini dapat mengakibatkan penundaan atau pembatalan pemberikan bantuan tahap ke 2 bagi Negara ini, Yunani dan kreditor swastanya diharapkan akan segera melengkapi perjanjian pemotongan utang dalam minggu ini.

GBP/USD

Sterling menguat terhadap Euro pada perdagangan kemarin menyusul investor masih menunggu perkembangan dari kesepakatan swap utang Yunani dan menjelang KTT Uni Eropa yang diperkirakan tidak akan banyak membantu mendorong penguatan Euro, Yunani harus mencapai kesepakatan dengan kreditor swasta untuk memperoleh paket bailout ke 2 guna mengindari resiko default. Kondisi yang masih penuh ketidakpastian tersebut telah menekan Euro secara umum dan memicu mata uang tunggal Eropa terkoreksi sebesar 0,5% terhadap Sterling, Sterling berpotensi melemah minggu ini jika data purchasing managers’ surveys periode bulan Januari untuk sektor manufaktur, konstruksi, dan jasa menambah gambaran memburuknya kondisi ekonomi Inggris dan menambah prospek untuk berlanjutnya pelonggaran moneter oleh Bank Sentral Inggris. Pasar memprediksi BoE akan meningkatkan pembelian aset melalui program Quantitative Easing di bulan Februari dan hal ini berpotensi menekan sterling, meskipun komentar dari petinggi BoE David Miles Jumat lalu telah melemahkan prospek tersebut. Miles menegaskan bahwa merupakan pandangan yang terlalu berlebihan yang menganggap bahwa QE pasti akan berlanjut.

HANGSENG

Indeks Berjangka Hangseng bergerak menguat pada perdagangan di hari Selasa pagi ini, pada perdagangan terakhir bulan Januari 2012 ini bursa saham Asia diliputi oleh sentimen menguat, mengabaikan hasil akhir perdagangan di bursa saham Wall Street pada perdagangan kemarin yang cenderung tertekan. Bursa saham Hongkong membukukan kenaikan yang cukup signifikan ditopang oleh pergerakan saham – saham lapis biru yang cukup solid menguat diantaranya adalah Hangseng Bank, Henderson Land, SHK Property, dan Sino Land. Di perkirakan Indeks Berjangka Hangseng hari ini berpotensi menguat, dan pergerakan masih terbatas karena saat ini masih cenderung berada dalam fase konsolidasi.


Market Oulook Today


EMAS

Komoditi Emas menguat sebesar 1% pada perdagangan kemarin ke level tertinggi 6 minggu dipicu oleh penguatan mata uang tunggal Eropa menjelang akhir dari pertemuan zona Euro yang membahas masalah restrukturisasi utang Yunani. Melemahnya US dolar telah memicu menguatnya Komoditi Emas dan juga Minyak setelah Jerman dan Perancis mendesak untuk segera dicapainya kesepakatan antara Yunani dan kreditor swasta untuk memangkas utang Yunani guna mencegah default. Rendahnya suku bunga akan menopang minat beli investor pada komoditi ini, sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan The Fed nampaknya akan memberikan indikasi bahwa suku bunga baru akan dinaikkan pada semester pertama 2014 mendatang.

GBP/USD

Sterling menguat hingga ke titik tertinggi 2 minggu terhadap US dollar pada perdagangan kemarin, terutama ditopang oleh pembelian lembaga kliring Inggris serta ekspektasi bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga di level rendah untuk periode yang lebih panjang. Sentimen di bursa juga dipengaruhi oleh negosiasi yang tengah berjalan antara pemerintah Yunani dengan kreditur swasta untuk merestrukturisasi utang Yunani. Para kreditur mengatakan di hari Senin bahwa mereka akan menyerahkan keputusan batas kerugian yang akan mereka tanggung atas obligasi Yunani pada pengadilan tinggi Uni Eropa serta IMF. Persepsi pasar menyikapi perkembangan ini masih positif meskipun masa depan Yunani sebenarnya masih belum pasti.

NIKKEI

Bursa saham Jepang menguat terbatas dipicu oleh kenaikan harga logam dan Emas, dan perdagangan di hari Selasa pagi ini cenderung positif meskipun beberapa bursa saham di Asia masih libur merayakan Imlek. Harapan para investor mengenai kelanjutan positif dari pembicaraan utang Yunani juga masih menjadi motor kenaikan di bursa saham Jepang ini. Ada beberapa saham bergerak cukup bervariasi pagi ini diantaranya adalah Toyota dan Olympus bergerak menguat, sementara itu Sony bergerak melemah.  Di perkirakan Indeks Berjangka Nikkei pada perdagangan hari ini berpotensi bergerak melemah tapi cenderung terbatas.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas merosot pada perdagangan di hari Kamis kemarin memisahkan diri dari Euro dan bursa saham seiring data inflasi AS yang jinak memicu investor Emas untuk melakukan profit taking pasca rally 3 hari yang mendorong harga Emas ke level tinggi sejak pertengahan Desember. Komoditi ini mulai turun pasca data AS menunjukkan CPI tidak berubah di bulan Desember dan core CPI hanya naik sebesar 0.1%. Meski Emas telah naik hampir sebanyak 6% dalam tahun ini trader masih cemas dengan Euro yang berada dalam area negatif sejauh ini pada tahun 2012 dan berkembangnya kecemasan bahwa bursa saham mungkin akan terpaksa turun.

GBP/USD

Sterling berhasil menguat terhadap US dolar mengikuti menguatnya Euro setelah lelang obligasi Spanyol mencapai kesuksesan, namun demikian bayang ‐ bayang data consumer confidence Inggris yang melemah kembali meningkatkan fokus pelaku pasar akan kondisi fundamental ekonomi Inggris yang kemudian membatasi rally Sterling. Consumer confidence untuk Desember mencapai level terendahnya sejak 7 tahun terakhir, di perkirakan kenaikan Sterling masih potensial akan terpengaruh oleh bergulirnya kekhawatiran pelaku pasar akan krisis hutang kawasan Uni Eropa. Lemahnya rilis data ekonomi Inggris akhir ‐ akhir ini termasuk inflasi yang melemah dan tingginya pengangguran semakin meningkatkan peluang bagi BoE untuk terus melakukan pelonggaran moneternya. Di perkirakan BoE akan menambah cakupan dana dalam program quantitative easing pada Februari sekitar 50 hingga 75 M Sterling guna menopang pemulihan ekonomi, kondisi ini akan memperberat kinerja Sterling karena akan memperbesar jumlah peredaran mata uang di pasaran.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong pada perdagangan di hari Jumat pagi ini menguat signifikan, saham – saham di bursa Asia menguat di tengah positifnya sentimen yang dibawa dari perbankan di bursa saham Wall Street. Indeks Berjangka Hangseng berjangka melejit dan mencapai posisi paling tinggi dalam 2.5 bulan belakangan. Ada beberapa saham yang bergerak menguat terutama dipicu oleh sektor perbankan diantaranya adalah HSBC, Hangseng Bank, dan Bank of East Asia. Di perkirakan Indeks Berjangka Hangseng pada perdagangan hari ini berpotensi melemah yang bersifat koreksi setelah dibuka naik tajam ke level tertinggi dalam 2.5 bulan.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas pada perdagangan di hari Kamis bergerak menguat signifikan di tengah kenaikan bursa saham AS dan optimisme bahwa IMF akan meningkatkan dana talangan untuk mengatasi krisis keuangan Eropa, Komoditi Emas ini mengalami rally selama 3 hari berturut – turut setelah Goldman Sachs melaporkan penghasilan yang berada di atas estimasi. Logam mulia menguat signifikan di hari Selasa lalu setelah pertumbuhan ekonomi China yang melambat memberikan sinyal bahwa PBOC akan melakukan ekspansi moneter. Di perkirakan Komoditi Emas Berjangka pada perdagangan hari ini berpotensi menguat setelah pasar kembali dihinggapi sentiment positif.

EUR/USD

Lelang sukses di Portugal dan Jerman ditambah dengan kemungkinan IMF menambah sumber dayanya untuk mengatasi krisis utang Eropa memicu Euro menguat sebesar 1% terhadap US Dollar dan Yen, Lelang bills di Jerman dan Portugal juga mendorong indeks regional. Pemerintah Jerman menjual 3,44 M Euro tenor dua tahun dengan memberi yield terendah dalam sejarah yaitu sebesar 0,17%, sedangkan Portugal mengumpulkan 2,5 M Euro sesuai target dalam lelang T-bills dengan yield sesuai atau di bawah lelang sebelumnya. Hasil lelang ini menyusul lelang lain yang digelar beberapa negara bahkan yang terkena downgrade, serangkaian lelang sukses itu mengindikasikan bahwa bantuan likuiditas dari ECB melalui pinjaman murah 3 tahun mulai membuahkan hasil. Euro juga menguat berkat laporan IMF berencana menambah kapabilitas pinjamannya minimal $500 M untuk melindungi ekonomi global dari efek krisis utang Eropa, IMF mengatakan rencana itu muncul setelah mengidentifikasikan potensi pembiayaan hingga $1 triliun selama beberapa tahun ke depan. Pernyataan ini menimbulkan harapan IMF akan mampu meredam dampak krisis Eropa.

NIKKEI

Bursa saham Jepang pada perdagangan di hari Kamis pagi ini menguat cukup signifikan di tengah positifnya hasil perdagangan di bursa saham Wall Street semalam, Indeks S&P 500 ditutup di atas level 1300 poin yang belum pernah terlihat sejak bulan Juli tahun lalu. Ada beberapa saham yang bergerak menguat diantaranya adalah Sony, Toshiba, Toyota, dan Canon. Di perkirakan Indeks Berjangka Nikkei pada perdagangan hari ini berpotensi tapi cenderung terbatas.


Commodity Update: Minyak Diprediksi Jatuh


MINYAK
Minyak Masih Berada Di Rangenya

Harga minyak masih dipengaruhi oleh mata uang sementara data perekonomian AS yang lemah membuat minyak sulit untuk terus berada di atas level  $100/barrel, menurut Jim Ritterbusch, pimpinan perusahaan penasehat perdagangan minyak Ritterbusch & Associates. Harga minyak masih bergerak di range $10 selama beberapa pekan terakhir. “Diperkirakan pelemahan  akan menuju ke level $92,” kata Ritterbusch. Minyak Nymex turun $1.66 menjadi $98.44/barrel di hari Kamis, Minyak Brent turun 88 sen menjadi $111.42/barrel setelah dirilisnya indikator perekonomian AS dan aktivitas manufaktur yang mengecewakan. Minyak crude bulan Juni naik 42 sen menjadi $98.86/barrel, sementara kontrak Juli naik 45 sen menjadi $99.38/barrel di Globex.
EMAS
Emas Masih Tertekan
Emas melemah akibat ekspektasi berkurangnya tekanan inflasi yang kurangi permintaan terhadap logam mulia sebagai hedging atas kenaikan inflasi. Presiden Fed of St Louis, James Bullard, katakan bank sentral belum akan mengubah kebijakan moneternya sampai akhir tahun, dan turunnya ekspektasi inflasi kurangi kebutuhan untuk mulai menarik stimulus. “Ekspektasi inflasi sedikit mereda belakangan ini,” ungkap Dan Smith, analis Standard Chartered. “Emas kini tengah cari alasan lain untuk bisa pecahkan rekor tertingginya. Saat ini, emas kekurangan pemicu untuk reli.”

Harga minyak, salah satu faktor inflasi, turun hingga di bawah $100 per barel di sesi New York akibat suramnya outlook permintaan energi dunia. Turunnya harga minyak dapat kurangi tekanan inflasi lebih lanjut. “Emas bergerak searah dengan minyak dan penurunan harga minyak sulitkan pergerakan emas,” papar Frank Lesh, trader FuturePath Trading.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Commodity Update:Emas Stabil


EMAS
Emas Stabil, Perak Terus Menguat
Emas sedikit bergerak hari kamis dan perak terus bergerak menguat di sesi sebelumnya, ketika harga komoditi membukukan kenaikan terbesarnya dalam 2 bulan setelah aksi jual, seiring melemahnya dollar AS yang memberikan dukungan. Spot emas flat di level $1,496.29 per ons. Harga emas AS hanya berubah sedikit di level $1,496.60. Spot perak naik 1.6% ke level $35.58, setelah naik 3% di sesi sebelumnya dan perak AS naik 1.4%. Indeks CRB bertahan naik 2.3% hari Rabu, penguatan terbesar harian dalam 2 bulan, terangkat oleh penguatan harga minyak dan biji-bijian. Pasar komoditi mungkin akan mengalami koreksi dalam waktu dekat setelah aksi jual, tetapi untuk jangka panjang, masih terlihat menguatnya pertumbuhan permintaan.

MINYAK
Minyak Mentah Stabil Setelah Naik Diatas $100

Kontrak minyak mentah AS bertahan kuat hari Kamis setelah bangkit lebih dari 3% ke level diatas $100 per hari sebelumnya didukung oleh kenaikan harga-harga komoditi mengikuti berakhirnya aksi jual. Kenaikan kemarin juga didukung oleh laporan EIA akan adanya kejatuhan persediaan di AS dan kejatuhan persediaan di Cushing, Oklahoma, titik pengantaran untuk kontrak minyak mentah AS. Harga minyak mentah NYMEX untuk bulan Juni turun 15 sen ke level $99.95 per barel, setelah bertahan naik $3.19 di level $100.10 sehari sebelumnya. Beberapa analis memperkirakan aksi jual telah pudar hari Selasa, setelah harga turun 17% dari tingginya selama 32 bulan dilevel $114.83 pada 2 Mei ke level $95.02.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Menguatnya Dollar Memicu Penurunan Komoditi Emas, Minyak dan Perak


MINYAK

Minyak Turun Mendekati 1% Dibawah $99; Dollar AS

Kontrak minyak mentah As turun mendekati 1% hari Senin, dibawah $99 per barel, menghapus penguatan hari Jumat seiring menguatnya Dollar terhadap Euro ditengah kekhawatiran masalah hutang Yunani. Kontrak minyak mentah NYMEX untuk bulan Juni diperdagangkan turun 94 sen ke sekitar $98.71 per barel, di perdagangan elektronik Globex, setelah merosot lebih dari 1 dollar di level $98/50 sebelumnya. Minggu lalu minyak mentah naik $2.47 atau 2.5%, mendapat kepulihan ringan dari rekor $16.75 dalam kejatuhan mingguan di 6 Mei.

EMAS
Emas-Perak Bergerak Turun

Emas dan perak bergerak turun hari Senin, seiring dollar yang bertahan stabil terkait kekhawatiran hutang Eropa sebelum para menteri keuangan Eropa akan membahas bantuan untuk Portugal. Spot emas bergerak turun 0.1% ke level $1,491.45 per ons, setelah menutup minggu lalu nyaris flat. Kontrak emas AS juga turun 0.1% ke $1,492. Spot emas turun 0.3% ke $35.17, melanjutkan kejatuhan yang mendekati 1% minggu lali. Perak AS menguat 0.6% ke level $35.21.

Logam mulia dalam tekanan akibat menguatnya dollar AS, yang terangkat oleh data inflasi AS dan kejatuhan Euro ke rendahnya 6 minggu terhadap dollar AS.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Emas & Perak Koreksi Tipis, Minyak Kembali Pulih


Emas
Emas dan Perak Koreksi Tipis

Emas turun tipis di awal perdagangan pasar Asia akibat penguatan USD, menurut dealer IG Markets, Chris Weston. Spot emas turun $4.50/ons di $1508.60/ons. Kekhawatiran atas isu hutang negara zona Eropa setelah Standard and Poor menurunkan peringkat Yunani sebesar dua notches di hari Senin “bagus untuk emas”, katanya. Perak berada di posisi yang lebih baik dibanding pekan lalu, meski masih ada beberapa bargain hunting tadi malam setelah harga merosot tajam pekan lalu. Spot perak turun 20 sen menjadi $37.51.

MINYAK
Minyak Pulih Diatas $102

Kontrak minyak mentah menebus kejatuhannya pada hari Senin, menguat 5.5% guna bertahan diatas level $102 per barel, seiring kejatuhan minggu lalu memancing pembeli memburu komoditi yang turun. Minyak mentah untuk pengiriman bulan Juni, berakhir sebelumnya naik $5.37 atau 5.5% di level $120.55 per barel di NYMEX, setelah naik ke level $103.40 di momentum penguatan selama beberapa jam sebelum penutupan. Penguatan hari Senin, yang mengembalikan harga ke level $100 untuk pertama kalinya sejak hari Rabu, memberikan pemulihan sebagian dari peralihan minggu lalu, kejatuhan dalam. Minyak mentah anjlok mendekati 15% guna menutup minggu tersebut di level $97.18 per barel, minggu terburuk dalam persentase sejak Desember 2008.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Gold
Thin Gold and Silver Correction

Gold fell in early trading thin Asian market due to the strengthening of the USD, according to IG Markets dealer, Chris Weston. Spot gold fell $ 4.50/ons at $ 1508.60/ons. Concerns over the issue of euro zone countries debts after Standard and Poor’s downgraded by two notches Greece on Monday “good for gold“, he said. Silver was in a better position than last week, although there are still some bargain hunting last night after the price fell sharply last week. Spot silver fell 20 cents to $ 37.51.

OIL
Oil Recovers Above $ 102

Crude oil contract redeem his ouster on Monday, rose 5.5% to stand above the level of $ 102 per barrel, as the buyer’s downfall last week fishing hunt down commodity. Crude oil for delivery in June, ended earlier rose $ 5.37 or 5.5% at the level of $ 120.55 a barrel on the Nymex, after rising to as low as $ 103.40 at strengthening the momentum for a few hours before closing. Strengthening Monday, which returns the price to as low as $ 100 for the first time since Wednesday, giving the recovery portion of the transition last week, falling inside. Crude oil plunged close to 15% in order to close the week at $ 97.18 per barrel level, as a percentage of worst week since December 2008.


Bias Negatif Masih Membayangi Komoditi


EMAS

Emas, Perak Stabil Setelah Jatuhnya Komoditi
Harga emas dan perak bertahan stabil hari Senin setelah anjlok minggu lalu akibat aksi jual yang melanda komoditi, seiring investor yang mengawasi krisis hutang zona Eropa dan dampaknya terhadap Euro. Spot emas sedikit bergerak di level $1,493.75 per ons, setelah membukukan kejatuhanm 4.5% minggu lalu, terburuknya sejak Februari 2009. Kontrak emas COMEX bergerak naik 0.2% ke level $1,493.80. Spot perak beranjak turun 0.2% ke level $35.54, setelah membukukan kejatuhannya minggu sebelumnya. Perak di COMEX menguat 1.4% ke level $35.78.

MINYAK

Minyak Konsolidasi, Bias Negatif

Minyak Nymex konsolidasi untuk jangka pendek setelah sempat menyentuh level rendah 10 pekan di $94.63/barrel hari Jumat, menurut analisa teknikal Dow Jones. Grafik harian menunjukkan bias negatif  demikian juga dengan indikator MACD dan stochastic yang menunjukkan trend bearish, namun minyak berada dekat level oversold. Resistance di level tinggi hari Jumat di $102.38. Jika minyak berhasil menembus level ini maka minyak akan menuju level MA 55-day (saat ini di $104.94), lalu $105.31 dan $109.38 (level tinggi hari Kamis). Namun jika minyak melemah ke bawah level $94.63 maka level support selanjutnya di $92.84, lalu level psikologis di $90.00 dan MA 200-day di $89.11. Minyak kontrak Juni naik $1.18 menjadi $98.36/bbl di Globex.


Persediaan Melimpah, Minyak Merosot!


MINYAK
Minyak Mentah Merosot Terkait Persediaan AS

Kontrak minyak mentah merosot dibawah $109 per barel hari Kamis, tertekan oleh tingginya persediaan yang melampaui perkirsaan, lemahnya data ekonomi AS dan kekhawatiran inflasi Cina. Minyak mentah NYMEX untuk pengiriman Juni merosot 59 sen ke level $108.65 per barel. Kontrak tersebut telah turun mendekati 6% sejak hari Senin, sementara komoditi tersebut naik ke level $114.83 per barel, level tertingginya sejak September 2008. Persediaan minyak mentah mingguan AS naik sebanyak 3.4 juta barel, seimbang dengan kejatuhan impor, dilaporkan Departemen Energi AS. Para analis memperkirakan penambahan 2 juta barel dalam sebuah poll Reuters. Data dari AS menunjukkan adanya pelambatan di sektor jasa dan sedikitnya lapangan dari sektor swasta di bulan April. Indeks komoditi CRB turun 1.8% hari Rabu.

EMAS
Emas Terjun Mengikuti Perak

Perak turun tajam untuk 3 sesi berturut-turut hari Rabu, sementara emas ikut anjlok, setelah berlanjutnya aksi jual setelah kenaikan persyaratan margin untuk ketiga kalinya dalam sepekan. Emas sedang menuju penurunan harian untuk ketiga kaklinya meskipun dollar melemah dan setelah berita bahwa Meksiko sebagai negara berkembang terkini yang meminati emas. Sentimen diantara investor emas bertambah buruk setelah laporan mengatakan George Soros, yang berpandangan bullish pada emas sekaligus investor besar pada emas, telah menjual emas dan perak sejak bulan lalu. “Dengan CME menaikkan persyaratan margin perak untuk ketiga kalinya dalam sepekan, itu cukup mengganggu pergerakan parabolik pada perak,” ucap Mark Luschini, kepala strategis investasi pada Janney Montgomery Scott.

Posted with WordPress for BlackBerry.