Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Oppas

Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas merosot sebesar 1,6% ke level $1772.65/troy ounce setelah sempat mencapai level terendah sepanjang 3 minggu terakhir akibat aksi gabungan bank sentral untuk menjamin likuiditas di pasar keuangan dan komitmen Jerman dan Perancis untuk mempertahankan Yunani dalam kerangka Uni Eropa. Kombinasi hal tersebut kemudian meredakan kekhawatiran investor akan krisis finansial zona Eropa yang selama ini dominan dan mengangkat minat pada aset beresiko sebaliknya menekan minat pada aset safe haven terutama Emas. Pasar saham global menyambut positif langkah bank sentral negara – negara maju yang menyatakan akan melakukan upaya gabungan guna menjamin pinjaman jangka pendek 3 bulan dalam denominasi dollar AS kepada bank‐bank komersial untuk menghindari menyusutnya likuiditas.

NIKKEI

Bursa saham Jepang pada perdagangan Jumat pagi mengalami kenaikan yang cukup signifikan di mana bursa rally untuk dua hari berturut-turut, bursa saham Jepang menguat dan indeks Nikkei mengarah ke posisi tertinggi dalam 2 minggu belakangan setelah ECB dan bank-bank sentral lain melakukan koordinasi untuk menyediakan bantuan likuiditas bagi bank-bank yang terkena dampak krisis keuangan Eropa. Di perkirakan Indeks Berjangka Nikkei pada perdagangan hari ini masih berpotensi mengalami peningkatan tapi terbatas.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa pagi ini mengalami pergerakan yang masih berada pada kisaran tertinggi dalam 1 minggu belakangan terhadap dolar AS, Euro bergerak mengarah kepada peningkatan mingguan terhadap dolar AS setelah ECB menyatakan akan melakukan koordinasi dengan bank-bank sentral lain untuk menyediakan dana bantuan bagi perbankan Eropa yang terkena dampak krisis keuangan di kawasan tersebut. Sementara itu di sisi lain semalam laporan data AS  belum cukup membuktikan kebangkitan sektor konsumen AS sementara inflasi masih cukup terkontrol. Katalis positif Euro lainnya adalah komentar positif Presiden Komisi Uni Eropa yang membuka peluang penerbitan Obligasi bersama Eropa, namun sejauh ini wakil Jerman mengatakan pihaknya masih tidak setuju pada saham Euro sembari menunggu proposal resmi dari Komisioner Eropa.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Minyak Bakal Uji Level $90


Kamis, 04 Agustus 2011 09:29 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Jika data perekonomian AS terus memburuk, minyak Nymex dapat anjlok ke level $90/barrel, kata kepala komoditi Mizuho

Securities, Takumi Otsuka. Minyak sedikit menguat di awal perdagangan.

“Sentimen masih sangat bearish terkait kondisi perekonomian di Eropa dan AS yang lemah,”  tambahnya. “Fokus pasar pada data perekonomian AS pekan ini.” Angka pengangguran dirilis hari ini dan nonfarm payrolls dirilis besok (05/08), kedua data sangat berpengaruh pada pasar. USD menguat setelah BoJ melakukan intervensi ke dalam pasar mata uang. Hal ini turut menekan minyak meski berdampak kecil dan hanya sesaat, kata Otsuka.

Minyak Nymex bulan September naik 21 sen menjadi $92.14/barrel, Minyak ICE bulan September naik 2 sen menjadi $113.25/barrel.


Investor Buru Safe Haven, Emas Meroket


Kamis, 04 Agustus 2011 10:53 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Tindakan investor yang terus memarkir dana tunai ke dalam aset save-haven di tengah kegelisahan sentimen perekonomian makro membuat emas terus melesat. Spot emas di $1,665.70 per troy ons, naik $4.60 dari level penutupan.

Harga berada di bawah rekor tinggi hari Rabu (03/08) di $1,673.19/ons, namun sebagian besar partisipan pasar memperkirakan logam mulia akan terus melambung dalam jangka pendek dan menguji rekor tinggi baru dikarenakan pergolakan ekonomi makro. Deutsche Bank mencatat bahwa emas dapat menembus level $2,000/ons. Data non-farm payrolls AS menjadi data kunci bagi pergerakan emas untuk jangka pendek. Angka yang menurun, mengindikasikan lapangan kerja yang berkurang di negara dengan ekonomi terbesar di dnia. Hal ini akan mendorong emas terus meroket sementara jika angka perekrutan pekerja meningkat dapat menekan pasar.


New High of Gold


EMAS

Komoditi Emas naik mencapai rekor US$1.672.60/ troy ounce di tengah isyarat melemahnya perekonomian Amerika Serikat yang mendorong permintaan logam mulia sebagai alternatif investasi. Moody’s Investors Service menyebutkan peringkar kredit AS mungkin menurun dan kemarin menempatkan negara itu dalam outlook negatif setelah Presiden Barack Obama menandatangani UU untuk menaikkan batas utang utang negara dan memangkas anggaran. Harga emas di zona euro juga mencapai rekor dipicu kekhawatiran melemahnya pertumbuhan akan menghambat upaya Spanyol dan Italia untuk mengurangi utang.

MINYAK

Komoditi Minyak mentah naik dari posisi terendah dalam 5 minggu di New York sebagai spekulasi bahwa Federal Reserve akan memulai lagi program stimulus sehingga mementahkan tanda-tanda pelambatan ekonomi di negara terbesar di dunia itu. Kontrak minyak naik sebanyak 0,7% yang merupakan pertama kali dalam lima hari. Ekuitas AS rebound setelah Wall Street Journal melaporkan tiga mantan pejabat The Fed mengatakan bahwa bank sentral harus mempertimbangkan putaran baru pembelian efek untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Minyak tergelincir kemarin setelah laporan menunjukkan bahwa industri jasa AS diperluas pada bulan Juli  dan stok minyak mentah naik pada minggu kedua.

GBP/USD

Sterling menguat terhadap dollar AS dan mencapai level tertingginya dalam dua bulannya pada perdagangan di hari Rabu kemarin setelah data menunjukkan aktivitas yang tidak di ekspektasi pada pertumbuhan jasa Inggris yang tumbuh lebih cepat dalam empat bulannya. Tetapi kenaikan dapat tertekan dari permasalahan mengenai kerapuhan dari recovery ekonomi Inggris, khususnya setelah data pada awalnya minggu ini menunjukkan aktivitas manufaktur mengalami kontraksi.


Cetak Rekor Tinggi, Emas Makin Diminati


Cetak Rekor Tinggi, Emas Makin Diminati

Senin, 25 Juli 2011 08:54 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Emas reli di perdagangan Asia terkait ketidak pastian mengenai perundingan batas hutang AS yang membuat logam mulia makin diminati. Emas menyentuh level tertinggi baru di $1,622.49/ons di awal perdagangan.

Pelemahan harga emas pekan lalu dikarenakan akhir dari kesepakatan mengenai paket bantuan bagi Yunani, menurut Barclays Capital. Kekhawatiran mengenai masalah hutang yang masih membebani sentimen pasar dan tingkat inflasi yang semakin tinggi di tengah suku bunga yang rendah, membuat “harga emas turun”, menyebabkan harga terkoreksi untuk sementara.

Spot emas di $1,612.70/ons, naik $12.40 dan perak di $40.43/ons, naik 36 sen dari level penutupan. “Level support perak di $37/ons dan diperkirakan akan menembus $41.08/ons lalu $43/ons,” tambahya.


The Fed Diperkirakan Pertahankan suku Bunga


The Fed Diperkirakan Pertahankan suku Bunga

 

The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada rekor terendah untuk periode terpanjang sejak Perang Dunia II sebagai akibat dari perlambatan ekonomi yang memicu memperburuk obligasi reli empat bulanan. Ekspansi yang lebih  lambat berarti Fed tidak mungkin untuk memperketat kredit  hingga Juni 2012, periode terpanjang sejak pemerintah memaksa bank sentral untuk membeli Treasuries pada tahun 1940-an. Setiap pemotongan pengeluaran yang disepakati oleh Presiden Barack Obama dan Kongres sebelum batas waktu 2 Agustus untuk menaikkan batas hutang $ 14,3 triliun dipercaya akan dapat menahan perekonomian negara adi daya tersebut.

 

MINYAK

Harga Minyak kembali jatuh

Harga minyak jatuh selama 2 hari perdagangan Bursa Komoditas New York, sejalan dengan perkiraan investor bahwa kenaikan tingkat pengangguran di Amerika Serikat mengindikasikan permintaan bahan bakar yang memburuk. Kontrak minyak jatuh 0,5% setelah Departemen Tenaga Kerja AS 8 Juli lalu menyatakan tambahan pekerja Juni lalu adalah yang terendah dalam 9 bulan terakhir, sehingga tingkat pengangguran naik ke level tertinggi tahun ini sebesar 9,2%. Laporan pekan ini mungkin menunjukkan kinerja peritel AS yang stagnan. Pada tanggal 8 Juli lalu Departemen Tenaga Kerja AS menyatakan tambahan tenaga kerja pada Juni mencapai 18.000, jauh dari nilai median dari perkiraan analis yang disurvei Bloomberg, 105.000. Laporan Departemen  Perdagangan yang akan terbit 14 Juli mungkin menunjukkan tingkat konsumsi bulanan yang stagnan.

EMAS

Emas jadi pilihan utama, harga safe haven ini kembali melambung

 

Merosotnya minat investor terhadap aset-aset berisiko tinggi melambungkan harga safe haven khususnya Komoditi Emas, logam mulia ini berhasil menguat ke level tertinggi sejak Mei lalu. Investor menjatuhkan pilihan pada Emas seiring meningkatnya kekhawatiran krisis utang di kawasan Uni Eropa yang diperkirakan akan menjalar ke Italia. Kemarin Emas ditutup menguat sebesar 0,6% ke US$ 1.553,60/troy ounce. Angka tersebut merupakan kenaikan beruntun dalam 6 sesi terakhir menyusul semaraknya aksi borong pada logam simbol kesejahteraan ini. Pada waktu yang sama Emas juga mencatatkan kenaikan tertinggi terhadap Euro dan Sterling. Kinerja emas juga terdongkrak oleh kondisi tidak pastinya penanganan utang Amerika di mana Presiden AS Barack Obama masih berusaha meningkatkan tekanan pada partai Republik agar menyepakati aturan pagu kredit terbaru guna menghindari gagal bayar utang yang jatuh tempo 2 Agustus mendatang.

EUR/USD

Euro memperdalam koreksinya atas dolar dan diperdagangkan di bawah level $1.40 pada hari Senin kemarin akibat meningkatnya kekhawatiran bahwa krisis utang yang telah menjangkiti sebagian negara Eropa akan menular ke Italia, Euro terkoreksi ke level intraday rendahnya di level  $1.3986 level terendahnya sejak Mei lalu. Para petinggi keuangan Uni Eropa berkumpul untuk melakukan pertemuan darurat di Brussels pada hari Senin untuk membahas penyelesaian krisis utang Yunani menyusul ancaman menularnya krisis utang ke Italia. Adapun hasil dari stress test bank Eropa akan dirilis pada Jumat, dan telah menambah kekhawatiran bahwa masalah fiskal seperti Italia nampaknya akan memaksa mereka untuk memberikan dana talangan guna menyelamatkan sejumlah bank yang gagal.

 


Meski Tankan Buruk, Nikkei Kokoh


Meski Tankan Buruk, Nikkei Kokoh

Jumat, 01 Juli 2011 12:25 WIB
TODAY’S ANALYSIS STOCK INDEX
Di akhir pekan ini indeks bursa Nikkei Jepang masih terpantau kuat di kisaran positif.
Kondisi ini disokong oleh bursa Wall St. yang kembali ditutup menguat karena terbantu oleh upaya negara Yunani untuk menghindari kebangkrutan negara meskipun pogram stimulus Federal Reserve sudah berakhir.
Bahkan penguatan Nikkei mengabaikan paket data dalam negeri survei Tankan dimana angka tersebut muncul makin buruk.
Secara teknikal Nikkei saat ini bergerak di bawah level kunci 9900, yang mana ini merupakan level resisten untuk membuka pintu peluang menuju area psikologis 10000.

Sementara peluang koreksi akan membawa Nikkei kembali melemah menuju support 9840 dan 9800 hingga tahanan terakhir di 9740.

 


Emas Menguat Ditopang Permintaan


 

Jumat, 17 Juni 2011 21:25 WIB

TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Emas naik lebih lanjut dekati titik tertinggi bulanan ditopang kuatnya permintaan fisik meskipun trend pelemahan global masih menghantui. Dilaporkan pembelian emas fisik kembali meningkat ditengah musim pernikahan di Asia, terutama India dan China. Peritel dan pengusaha perhiasan membeli Emas untuk memenuhi permintaan musiman yang akan tinggi sehingga mereduksi faktor lemahnya pemulihan ekonomi global. Faktor positif lain penopang emas adalah kekhawatiran utang Yunani yang telah didiskon pasar. Anggota Uni Eropa Urusan Moneter dan Ekonomi Olli Rehn mengatakan bahwa review mengenai Yunani dengan IMF akan dirilis pada Senin depan, dan pada hari itu juga Eurogroup diharapkan mampu mengambil keputusan untuk menggelontorkan pinjaman ke Yunani pada awal Juli. Meski komentar tersebut cukup melegakan pasar namun rencana bailout baru masih belum difinalisasi sehingga masih banyak ketidakpastian. Berdasarkan studi teknikal, bias intraday masih Bullish selama harga bergerak didalam bullish channel pada grafik H4. Bagaimanapun masih dibutuhkan penembusan konsisten diatas area 1541 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menguji level resisten kunci 1550. Di sisi bawahnya, hanya level support terdekat ada di area 1525 – 1530. Anjlok dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi tidak jelas.

 

***EnglishVersion***

 

Gold Gains Sustained Demand
Friday, June 17, 2011 21:25 AM

TODAY’S COMMODITY ANALYSIS

Gold rose further to approach the highest point of the monthly underpinned strong physical demand despite the weakening global trend is still haunting. Reported purchase of physical gold back up amid wedding season in Asia, especially India and China.

Retailers and employers to purchase gold jewelry to meet seasonal demand will be high so that the reduction factor of the weak global economic recovery.

Another positive factor supporting gold is the concern that Greece‘s debt market has been discounted. Members of the European Union Economic and Monetary Affairs Olli Rehn said that the review of Greece with the IMF will be released next Monday, and on that day Eurogroup also expected to take decisions to lending poured into Greece in early July. Although the comment was quite a relief to the market but the new bailout plan is still not finalized, so there are still many uncertainties.

Based on the study of technical, intraday bias remains bullish as long as the price moves in the bullish channel on H4 charts. However still required penetration is consistent over the area in 1541 to trigger further bullish momentum to test key resistance level of 1550.

On the bottom side, only the closest support level is in the area from 1525 to 1530. Fell below that area could bring the price into the neutral zone because its direction is unclear.


Gagal Mengatasi Krisis Eropa


Euro Gagal Atasi Krisis Hutang Yunani

Euro melemah secara luas pada hari Rabu setelah para menteri zona Euro gagal mencapai kesepakatan mengenai cata mengatasi krisis hutang Yunani, ditambah peringatan Moody’s atas potensin downgrade pada bank-bank besar Perancis. Meningkatnyab keengganan investor terhadap aset beresiko yang dipicu krisis hutang terus menekan euro turun sebanyak 1,5% pada perdagangan hari Rabu.

Analis mengatakan bahwa aksi mogok nasional di Yunani untuk menentang langkah penghematan juga terus menekan Euro bergerak lebih rendah,
sedangkan pembahasan yang sedang berlangsung mengenai rencana bantuan hutang kian memperkuat kemungkinan penyebaran masalah hutang ke negara
zona Euro lainnya. Pertemuan para menteri keuangan zona Euro pada hari Selasa lalu telah gagal untuk mencapai kesepakatan tentang bagaimana keterlibatan investor swasta pemegang obligasi Yunani dalam pembiayaan paket bailout baru. Keprihatinan investor diperburuk oleh peringatan dari lembaga pemeringkat Moody’s yang mengatakan tengah meninjau ulang peringkat BNP Paribas SA, bank terbesar Perancis, serta Societe Generale SA dan Credit Agricole SAn terkait eksposur mereka terhadap hutang Yunani.

Klaim Pengangguran Mengecewakan Pound

Sterling anjlok di hari Rabu pasca data tenaga kerja Inggris menunjukkan jumlah klaim pengangguran Inggris bertambah sebanyak 19,600 di bulan Mei, dua kali lipat perkiraan kenaikan sebesar 7,000 dan kenaikan terbesar sejak Juli 2009, sementara pertumbuhan upah melambat menguatkan pandangan suku bunga akan tetap bertahan di tahun 2011.

Bagaimanapun, disaat bersamaan ILO juga merilis angka tingkat pengangguran yang sesuai ekspektasi masih bertahan pada 7,7% dalam periode Februari-April, turun dari 7,9% yang tercatat dalam periode November-Januari. “Para pembuat kebijakan harus dapat menerima kenyataan bahwa laju inflasi pada upah masih terkendali. Dan dengan data seperti itu, maka Bank of England nampaknya benar-benar tidak perlu menaikkan suku bunga dalam waktu dekat,” kata Alan Clarke, ekonom Scotia Capital.

Apresiasi Franc Akan Desak SNB Pertahankan Suku Bunga.

Lonjakan Franc Swiss ke level rekor mungkin akan memaksa presiden bank sentral Philipp Hildebrand untuk tetap mempertahankan suku bunga mendekati nol hingga kuartal berikutnya. Swissy telah mencatat kenaikan sebesar 3,5% pada bulan lalu, yang mendorong para ekonom dari Bank of America Merrill Lynch, UBS AG dan Julius Baer Group Ltd untuk menggeser ekspektasi mereka terhadap kenaikan suku bunga menjadi pada pertemuan bulan September.
Berdasarkan hasil survey terhadap 26 ekonom, Swiss National Bank diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah pada 0,25% dalam
pertemuan hari Kamis. Para pembuat kebijakan SNB khawatir jika apresiasi mata uang yang berlebihan akan melukai eksportir seperti produsen jam Swatch Group AG dengan tingginya tekanan harga bahan bakar. Sementara bank-bank sentral mulai dari Frankfurt hingga ke Stockholm telah mulai memperketat kendali moneter, Hildebrand justru menganggap Franc sebagai  sebuah “beban” dan memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan melemah.

***EnglishVersion***

Failed to Overcome Debt Crisis Euro Greece

The euro fell broadly on Wednesday after the euro zone ministers failed to reach agreement on cata overcome the debt crisis of Greece, plus warnings on potensin Moody’s downgrade of large banks in France. Meningkatnyab investor aversion to risky assets that triggered the debt crisis continues to push the euro down as much as 1.5% in trading Wednesday.

Analysts said that a national strike in Greece to oppose austerity measures also continue to push the Euro to move lower, while the ongoing discussion about increasing debt relief plan to strengthen the possibility of distributing debt issues to other euro zone countries. Meeting of euro zone finance ministers on Tuesday failed to reach agreement on how the involvement of private investors bondholders Greece in the financing of new bailout package. Investor concerns are exacerbated by a warning from Moody’s rating agency that said it is reviewing ratings BNP Paribas SA, France’s largest bank, and Societe Generale SA and Credit Agricole SAN their exposure to debt related to Greece.

Unemployment Claims Disappointing Pound

Sterling tumbled on Wednesday after data showed the number of UK workforce jobless claims increased by 19.600 in the UK in May, double the estimated increase of 7.000 and the biggest gain since July 2009, while wage growth slowed reinforce the view interest rates will persist in 2011 .

However, at the same time the ILO has also released the corresponding unemployment rate expectations remained at 7.7% in February-April period, down from 7.9% recorded in the period from November to January. “Policy makers should be able to accept the fact that the rate of inflation on wages are still under control. And with such data, the Bank of England seems to really do not need to raise interest rates anytime soon, “said Alan Clarke, economist at Scotia Capital.

Appreciation Franc Will Urge Preserve SNB Interest Rate.

Swiss franc surges to record levels may force the central bank president Philipp Hildebrand to keep interest rates near zero until the next quarter. Swissy has recorded an increase of 3.5% last month, prompting economists at Bank of America Merrill Lynch, UBS AG and Julius Baer Group Ltd. to shift their expectations of higher interest rates to be at a meeting in September.
Based on the results of a survey of 26 economists, the Swiss National Bank expected to keep benchmark interest rate unchanged at 0.25% in Thursday’s meeting. SNB policy makers worried that excessive currency appreciation would hurt exporters such as manufacturers of Swatch Group AG by the high pressure fuel prices. While central banks from Frankfurt to Stockholm has begun to tighten monetary control, Hildebrand actually considers franc as a “burden” and predicted economic growth would weaken.


Asia Stocks Fall on Growth Outlook; Euro Reaches Month’s Low


EMAS
Dollar AS Mixed, Emas dan Perak Stabil

Spot emas stabil hari Senin, setelah merosot hamper 1% disesi sebelumnya, sementara dollar AS mixed – turun terhadap Euro, naik terhadap sekumpulan mata uang dan libur di Australia, diperkirakan membuat perdagangan berjalan tidak menentu. Spot emas bergerak naik 0.2% ke level $1,532.30. Dollar AS turun 0.1% terhadap dollar AS, naik 0,.05% terhadap sekumpulan mata uang rival. Emas berada dalam tekanan setelah Wall Street melanjutkan kembali kejatuhannya mengikuti lemahnya data perdagangan Cina minggu lalu. Harga perak naik 0.2% ke levekl $36.21 setelah merosot lebih dari 3% hari Jumat.

MINYAK
Minyak Minyak Kikis Kejatuhan, Raih $99.29

Kontrak minyak mentah AS kembali meraih level penutupan hari Jumat dilevel $99.29 per barel di perdagangan elektronik pada hari Senin pagi di Asia, setelah merosot dibawah $98.90. Harga untuk pengiriman bulan Juni berada di level $99.29, hanya 2 sen dibawah harga penutupan New York. Kontrak tersebut telah turun dibawah $100 hari Jumat sebagai pertanda bahwa Arab Saudi mungkin akan menaikkan produksi.

EUR/USD
Euro Diguncang Isu Perpecahan Petinggi Eropa

Euro bergerak tertekan di zona merah di sesi pagi hari Senin setelah merosot terhadap Dollar AS di akhir pekan lalu akibat merebaknya lagi kekhawatiran hutang Yunani serta akibat investor mempertimbangkan kembali ekspektasi terhadap kenaikkan suku bunga Bank Sentral Eropa. Mata uang tunggal ini masih berpotensi melanjutkan penurunan karena pasar kembali terfokus pada kecemasan hutang Yunani, serta simpang siurnya berita mengenai perkembangan proses bailout Yunani yang membingungkan, Pelaku pasar dibingungkan oleh keinginan Jerman agar investor swasta turut berkontribusi pada bailout kedua, namun pihak ECB mengutarakan keengganannya menambah bantuan bagi Yunani. Perpecahan pendapat, visi maupun misi di antara para petinggi zona Euro tersebut telah mengguncang pasar valuta sehingga akan menambah kekhawatiran bahwa krisis dapat berlangsung lebih lama dan akan terus menekan Euro.

NIKKEI
Nikkei Rebound, Abaikan Buruknya “Machinery”

Indeks Nikkei Jepang dibuka merosot dengan gap-down terutama akibat jatuhnya data machinery orders, sinyal perlambatan ekonomi global serta anjloknya saham Toyota Motor setelah buruknya perkiraan pendapatan (earnings).
Data core machinery orders Jepang bulan April diluar perkiraan anjlok ke angka -3.3% dari sbelmunya -2.9% dan jauh dbawah ekspektasi +2.2%. Angka yang buruk ini memberikan sinyal bahwa terganggunya pasokan energi tengah menggerus belanja modal (capital expenditure). Namun setelah merosot, Nikkei kembali rebound terkait investor melakukan short covering dan mengabaikan data karena mereka mulai merasakan mungkin sudah saatnya untuk kembali berinvestasi di Nikkei. Menurut sejumlah trader, rendahnya valuasi saham, digelontorkannya program rekonstruksi $300 miliar, optimisme Bank of Japan, dan munculnya tanda pemulihan aktivitas operasional perusahaan Jepang merupakan alasan untuk mengoleksi saham Jepang.

*****English version:

GOLD
U.S. Dollar Mixed, Gold and Silver Stable

Spot gold is stable on Monday, after slumping almost 1% disesi before, while the U.S. dollar mixed – fell against the euro, up against a set of currencies and holidays in Australia, is expected to make a trade run is uncertain. Spot gold moved up 0.2% to as low as $ 1,532.30. U.S. Dollar fell 0.1% against the U.S. dollar, up 0, .05% of a set of rival currencies. Gold came under pressure after Wall Street resumed its fall following the weakness of China’s trade data last week. Silver prices rose 0.2% to levekl $ 36.21 after slumping more than 3% on Friday.

OIL
Oils Fall $ 99.29

U.S. crude contract again reached its closing level Friday dilevel $ 99.29 per barrel in electronic trading on Monday morning in Asia, after slumping below $ 98.90. The price for delivery in June at the level $ 99.29, just 2 cents below the closing price in New York. The contract had fallen below $ 100 on Friday as a sign that Saudi Arabia likely will increase production.

EUR / USD
Euro hit by European Officials Split Issues

Euro moves depressed in the red zone in the morning session on Monday after slumping against the U.S. dollar at the end of last week due to another outbreak of the Greek debt concerns and caused investors to reconsider the increase in interest rate expectations for the European Central Bank. The single currency is still potential to continue the decline as the market re-focused on debt worries Greece, and the intersection siurnya news about the development process of confusing the Greek bailout, market actors confused by the German desire for private investors to contribute to the second bailout, but the ECB expressed reluctance to add assistance to Greece. The split opinions, visions and missions among the top brass has rocked the euro zone currency markets so that will add to fears that the crisis may last longer and will continue to push the Euro.

NIKKEI
Nikkei Rebound, Ignore Bad “Machinery”

Japan’s Nikkei index opened with a gap declined mainly due to the fall-down machinery orders data, signal a global economic slowdown and the slump in shares of Toyota Motor after a bad estimate of income (earnings).
Japan’s core machinery orders data in April fell to figure out the estimated -3.3% from -2.9% and far sbelmunya dbawah expectations of +2.2%. These bad figures signal that the disruption of energy supplies was eroded capital expenditure (capital expenditure). But after a slump, the Nikkei rebound related investors to short covering and ignore the data because they begin to feel it may be time to re-invest in the Nikkei. According to some traders, low stock valuations, digelontorkannya $ 300 billion reconstruction program, optimism Bank of Japan, and emerging signs of recovery of the operational activities of Japanese companies is the reason for collecting Japanese stocks.


Aksi Jual Paksa Kospi ke Zona Merah


TODAY’S ANALYSIS STOCK INDEX

Kospi ditutup turun 1.2% di 273.00. Indeks melemah untuk sesi ke tujuh akibat aksi jual yang dilakukan oleh institusi domestik dan investor asing.

Analis mengatakan indeks melemah dikarenakan kenaikan suku bunga BOK dan adanya kekhawatiran mengenai meningkatnya inflasi di Asia. “CPI China dan data penjualan ritel AS akan menjadi fokus pasar pekan depan. Ekspektasi terhadap data sudah rendah maka jika data yang dirilis buruk tidak akan menyeret pasar turun tajam,” menurut analis Daishin Securities, Choi Jai-sic. Sebagian besar saham teknologi ditutup melemah terkait rendahnya ekspektasi investor pada earnings Q2 di tengah sinyal pertumbuhan permintaan barang-barang IT yang lebih rendah dari perkiraan, kata analis.

Samsung Electronics anjlok 1.6% menjadi KRW851,000 dan LG Electronics turun 5.2% menjadi KRW87,000. Sementara Samsung Life Insurance melambung 1.6%  menjadi KRW94,300.

****

Friday, June 10, 2011 14:42 pm
TODAY’S STOCK INDEX ANALYSIS

Kospi closed down 1.2% at 273.00. The index fell for the seventh session due to selling by domestic institutions and foreign investors.

Analysts said the index fell due to higher interest rates BOK and the concern about rising inflation in Asia. “China’s CPI and retail sales data will be the focus of the U.S. market next week. Expectations of data is low, so if bad data released will not be dragging the market down sharply,” according to Daishin Securities analyst, Choi Jai-sic. Most technology stocks closed lower on investor expectations related to the low Q2 earnings amid signs growth in demand for IT goods is lower than expected, analysts said.

Samsung Electronics fell 1.6% to KRW851, 000 and LG Electronics fell 5.2% to KRW87, 000. While Samsung Life Insurance soared 1.6% to KRW94, 300.


Today Market Outlook


EMAS

Minat Safe Haven Tinggi, Emas Rebound

Harga emas tampaknya akan rebound menjadi $1,550 per troy ons dalam dua hari ke depan terkait kekhawatiran atas kondisi ekonomi AS dan Eropa sehingga meningkatkan minat terhadap aset safe-haven diantaranya logam mulia, menurut laporan MF Global. Logam mulia mendapat dukungan dari beberapa faktor di antaranya data perekonomian yang lemah dan tingginya harga energi. Keputusan Bank Sentral Eropa untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan di hari Kamis “dapat merugikan dollar dan positif bagi logam,”. Disarankan untuk membeli emas saat berada di level 1,528/ons. Spot emas dipardagangkan di kisaran $1,536.90/ons, turun $1.20 dari level penutupan New York.

MINYAK

Keputusan OPEC Lambungkan Harga

Kontrak minyak mentah naik hari Kamis (09/06) setelah pertemuan OPEC gagal memutuskan penambahan suplai. Sementara persediaan Amerika Serikat (AS) turun tajam pekan lalu. Pembicaraan OPEC di Wina gagal ketika para menteri (energi) tidak dapat mencapai kesepakatan ihwal penambahan volume produksi guna memenuhi kenaikan permintaan global. Wacana tersebut juga dibutuhkan supaya inflasi akibat kenaikan BBM tidak meninggi. “Ini adalah salah satu pertemuan terburuk yang pernah Kami hadiri,” dikatakan menteri perminyakan Arab Saudi, Ali al-Naimi. Harga di New York, harga untuk pengiriman bulan Juli naik 71 sen ke level $101.45 setelah bertahan naik $1.65 ke level $100.74. Apabila Arab Saudi tidak dapat mengisi kekurangan untuk persediaan minyak, maka EIA akan melakukan koordinasi untuk melepas persediaan cadangan minyak mentah para anggota EIA, dikatakan pimpinan EIA.

USD/JPY

Sentimen Mendongkrak Performa Yen

Yen dibuka pada level 79.86 pada sesi perdagangan Asia (09/06). Saat ini, JPY/USD mencapai level tertinggi antar sesi di atas 80.15 karena adanya sentimen jangka pendek trader. Data GDP kuartal I Jepang yang lebih lemah dibanding perkiraan menjadi pendorong utama. Yen masih bergerak dalam area harga 80.10/15, sekitar 25 pips di atas harga pembukaan. Kenaikan terpicu setelah valuta Jepang menemukan resistance harian di level 80.19, rekor antar sesi. Untuk pergerakan turun, Valeria Bednarik, pimpinan analis dari FXstreet.com, memberi level support di 79.75, 79.50 dan 79.20. Adapun untuk pergerakan naik, level resistance berada di level 80.25, 80.42 (low 4 Mei) dan 80.50.

HANGSENG

Bursa China Lesu Jelang Rilis Data

Saham China terus turun di sesi pagi setelah di enam sesi sebelumnya juga melemah. Investor menunggu data ekonomi domestik. Indeks Shanghai Composite turun 0.6% menjadi 2732.73. “Level resistance kuat di 2800. Pasar akan melemah ke kisaran 2700,” menurut Jacky Zhang, analis Capital Securities. Ia menambahkan bahwa investor menunggu dirilisnya data inflasi bulan Mei pekan depan. Diantara saham yang aktif diperdagangkan, Agricultural Bank of China  turun 1.8% menjadi CNY2.73, GD Power Development turun 1.3% menjadi CNY3.05 dan China CNR Corp. turun 1.0% menjadi CNY6.69. Indeks Shenzhen turun 0.6% menjadi 1129.24.


Teknikal Emas: Titik Koreksi Terendah di $1511


Teknikal Emas: Titik Koreksi Terendah di $1511

Jumat, 03 Juni 2011 11:41 WIB
TODAY’S ANALISIS
Secara teknikal harga spot emas telah mengakhiri rebound gelombang “B”, dan diperkirakan akan terkoreksi jatuh ke level $1,511 per ons untuk jangka panjang.
Logam mulia ini telah gagal melewati resisten $1,549, yang merupakan level 76.4% dari Fibonacci retracement yang dihitung kejatuhan dari $1,575.71 s/d $1,461.57, sehingga terlihat mengakhiri sebuah rebound yang dimulai dari 5 Mei.
Sebuah bearish divergence pada indikator MACD akan diantisipasi dengan berlanjutnya kemerosotan harga. Sementara berdasarkan analisa Fibonacci retracement yang dihitung penguatan dari $1,471.50 s/d $1,550.14, harga emas diprediksi akan mencapai $1,511 (level 50% Fibonacci).
(Analisa teknikal oleh Wang Tao, analis pasar komoditi dan energi pada Thomson Reuters)
Grafik harga spot emas (XAU), sumber Thomson Reuters

Situasi Politik Jepang Makin Rumit


Situasi Politik Jepang Makin Rumit

Jumat, 03 Juni 2011 18:17 WIB
TODAY’S ANALYSIS STOCK INDEX

Janji Naoto Kan untuk mundur sebagai perdana menteri telah mulai kontes pemilihan pemimpin Jepang berikutnya; namun ini tentunya timbulkan risiko keterlambatan rekonstruksi yang dibutuhkan untuk pulihkan ekonomi paska gempa, tsunami, dan krisis nuklir. Kan kemarin selamat dari mosi tidak percaya setelah tawarkan pengunduran diri setelah krisis terkendali. Partai penguasan pemerintah, Demokrat, kini tengah terbagi dimana pendahulu Kan utarakan pengunduran diri dapat terjadi akhir Juni sedangkan Perdana Menteri utarakan tidak mungkin hengkang sampai awal tahun depan.

“Ini adalah tahap baru dari kekacauan politik Jepang; tidak ada skenario yang dapat buat kondisi lebih baik,” papar Koichi Nakano, profesor ilmu politik di Sophia University. “Jepang akan bayar harga yang sangat tinggi untuk ketidakstabilan politik, termasuk paket stimulus rekonstruksi ekonomi.” Lembaga pemeringkat kredit juga menunggu rencana fiskal pemerintah yang dapat jelaskan bagaimana Jepang dapat selesaikan masalah utangnya.


Waspada! ‘Non-farm Payrolls’ Dirilis Besok!


Kamis, 02 Juni 2011 – 11:50 WIB

Waspada! ‘Non-farm Payrolls’ Dirilis Besok
Akhir pekan ini, Jumat (3/6) pelaku pasar dunia kembali akan disuguhi data Non-farm payrolls AS (tenaga kerja diluar sektor pertanian) dengan prediksi peningkatan hanya sebesar 150 ribu tenaga kerja dibanding periode sebelumnya sebesar 244 ribu.

Perkiraan tersebut merupakan angka prediksi terakhir setelah dipangkas oleh para ekonom dari prediksi sebelumnya sebesar 180 ribu. Pemangkasan pekiraan ini terpaksa dilakukan akibat data-data ekonomi A.S yang dirilis belakangan ini tidak memberikan performa terbaiknya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

Hari Rabu kemarin survei swasta (ADP National Employment) menunjukkan perusahaan-perusahaan di AS hanya menambah 38.000 pekerja di bulan lalu, kenaikan terkecil sejak bulan September. Sementara indeks manufaktur bulan Mei juga melorot melampaui perkiraan di angka 53.5 dari sebelumnya 60.4 (Ekspektasi analis 57.7).
Alhasil buruknya angka-angka ekonomi ini turut menambah kecemasan atas melambatnya pemulihan ekonomi di Amerika dan sudah pasti akan memperburuk pelemahan dollar selanjutnya.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Commodity Update: Minyak Diprediksi Jatuh


MINYAK
Minyak Masih Berada Di Rangenya

Harga minyak masih dipengaruhi oleh mata uang sementara data perekonomian AS yang lemah membuat minyak sulit untuk terus berada di atas level  $100/barrel, menurut Jim Ritterbusch, pimpinan perusahaan penasehat perdagangan minyak Ritterbusch & Associates. Harga minyak masih bergerak di range $10 selama beberapa pekan terakhir. “Diperkirakan pelemahan  akan menuju ke level $92,” kata Ritterbusch. Minyak Nymex turun $1.66 menjadi $98.44/barrel di hari Kamis, Minyak Brent turun 88 sen menjadi $111.42/barrel setelah dirilisnya indikator perekonomian AS dan aktivitas manufaktur yang mengecewakan. Minyak crude bulan Juni naik 42 sen menjadi $98.86/barrel, sementara kontrak Juli naik 45 sen menjadi $99.38/barrel di Globex.
EMAS
Emas Masih Tertekan
Emas melemah akibat ekspektasi berkurangnya tekanan inflasi yang kurangi permintaan terhadap logam mulia sebagai hedging atas kenaikan inflasi. Presiden Fed of St Louis, James Bullard, katakan bank sentral belum akan mengubah kebijakan moneternya sampai akhir tahun, dan turunnya ekspektasi inflasi kurangi kebutuhan untuk mulai menarik stimulus. “Ekspektasi inflasi sedikit mereda belakangan ini,” ungkap Dan Smith, analis Standard Chartered. “Emas kini tengah cari alasan lain untuk bisa pecahkan rekor tertingginya. Saat ini, emas kekurangan pemicu untuk reli.”

Harga minyak, salah satu faktor inflasi, turun hingga di bawah $100 per barel di sesi New York akibat suramnya outlook permintaan energi dunia. Turunnya harga minyak dapat kurangi tekanan inflasi lebih lanjut. “Emas bergerak searah dengan minyak dan penurunan harga minyak sulitkan pergerakan emas,” papar Frank Lesh, trader FuturePath Trading.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Commodity Update:Emas Stabil


EMAS
Emas Stabil, Perak Terus Menguat
Emas sedikit bergerak hari kamis dan perak terus bergerak menguat di sesi sebelumnya, ketika harga komoditi membukukan kenaikan terbesarnya dalam 2 bulan setelah aksi jual, seiring melemahnya dollar AS yang memberikan dukungan. Spot emas flat di level $1,496.29 per ons. Harga emas AS hanya berubah sedikit di level $1,496.60. Spot perak naik 1.6% ke level $35.58, setelah naik 3% di sesi sebelumnya dan perak AS naik 1.4%. Indeks CRB bertahan naik 2.3% hari Rabu, penguatan terbesar harian dalam 2 bulan, terangkat oleh penguatan harga minyak dan biji-bijian. Pasar komoditi mungkin akan mengalami koreksi dalam waktu dekat setelah aksi jual, tetapi untuk jangka panjang, masih terlihat menguatnya pertumbuhan permintaan.

MINYAK
Minyak Mentah Stabil Setelah Naik Diatas $100

Kontrak minyak mentah AS bertahan kuat hari Kamis setelah bangkit lebih dari 3% ke level diatas $100 per hari sebelumnya didukung oleh kenaikan harga-harga komoditi mengikuti berakhirnya aksi jual. Kenaikan kemarin juga didukung oleh laporan EIA akan adanya kejatuhan persediaan di AS dan kejatuhan persediaan di Cushing, Oklahoma, titik pengantaran untuk kontrak minyak mentah AS. Harga minyak mentah NYMEX untuk bulan Juni turun 15 sen ke level $99.95 per barel, setelah bertahan naik $3.19 di level $100.10 sehari sebelumnya. Beberapa analis memperkirakan aksi jual telah pudar hari Selasa, setelah harga turun 17% dari tingginya selama 32 bulan dilevel $114.83 pada 2 Mei ke level $95.02.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Bias Negatif Masih Membayangi Komoditi


EMAS

Emas, Perak Stabil Setelah Jatuhnya Komoditi
Harga emas dan perak bertahan stabil hari Senin setelah anjlok minggu lalu akibat aksi jual yang melanda komoditi, seiring investor yang mengawasi krisis hutang zona Eropa dan dampaknya terhadap Euro. Spot emas sedikit bergerak di level $1,493.75 per ons, setelah membukukan kejatuhanm 4.5% minggu lalu, terburuknya sejak Februari 2009. Kontrak emas COMEX bergerak naik 0.2% ke level $1,493.80. Spot perak beranjak turun 0.2% ke level $35.54, setelah membukukan kejatuhannya minggu sebelumnya. Perak di COMEX menguat 1.4% ke level $35.78.

MINYAK

Minyak Konsolidasi, Bias Negatif

Minyak Nymex konsolidasi untuk jangka pendek setelah sempat menyentuh level rendah 10 pekan di $94.63/barrel hari Jumat, menurut analisa teknikal Dow Jones. Grafik harian menunjukkan bias negatif  demikian juga dengan indikator MACD dan stochastic yang menunjukkan trend bearish, namun minyak berada dekat level oversold. Resistance di level tinggi hari Jumat di $102.38. Jika minyak berhasil menembus level ini maka minyak akan menuju level MA 55-day (saat ini di $104.94), lalu $105.31 dan $109.38 (level tinggi hari Kamis). Namun jika minyak melemah ke bawah level $94.63 maka level support selanjutnya di $92.84, lalu level psikologis di $90.00 dan MA 200-day di $89.11. Minyak kontrak Juni naik $1.18 menjadi $98.36/bbl di Globex.


Market Review Asia


Market Review Asia

Sterling menguat terhadap dollar AS dan Euro hari Jumat setelah data producer price inflation Inggris lebih rendah dari perkiraan, mempertahankan masalah BoE guna mengimbangi kenaikan inflasi dengan pertumbuhan ekonomi yang tidak sungguh-sungguh. Indeks rata-rata Nikkei turun 1.5% hari Jumat seiring jatuhnya harga komoditi dan minyak yang memukul saham sumber daya dan membawa Yen naik, menghambat gerakan saham eksportir, sementara kewaspadaan menjelang data jobs AS memicu profit-taking.
Bursa Hong Kong berakhir melemah untuk 8 sesi berturut-turut hari Jumat, membukukan kejatuhan mingguan barunya, dengan saham energi terpuruk oleh jatuhnya harga komoditi. Bursa Seoul anjlok hari Jumat, terbebani oleh kejatuhan saham-saham kilang seperti SK Innovation, bersama dengan investor yang mengkhawatirkan harga komoditi dan memangkas posisi menjelang data payroll AS. Imbas bursa regional turunkan IHSG sebanyak 23,017 poin.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Kontrak Minyak Mentah Makin Turun


MINYAK

Minyak Makin Jauhi $100


Kontrak minyak mentah terus turun hari Jumat (06/05) setelah berakhir di bawah $100 per barel satu hari sebelumnya. Catatan tersebut adalah level <$100 untuk kali pertama sejak bulan Maret, seiring aksi jual komoditi.  Kekhawatiran pertumbuhan ekonomi dan pengetatan kebijakan moneter menjadi pemicu aksi jual. Minyak mentah NYMEX untuk pengiriman bulan Juni turun 24 sen ke level $99.56 per barel. Satu hari sebelumnya, oil turun $9.44 ke level $99.80. Kejatuhan harga terjadi setelah keluarnya data tunjangan pengangguran naik ke level tertinggi. Ditambah dengan gejala melambatnya pertumbuhan untuk kuartal I.

EMAS

Spot Emas Mulai Tebus Kerugian

Spot emas kembali pulih dari koreksi selama 4 hari, untuk menguat hampir sebanyak 1% ke level $1,4888.49 per ons hari Jumat (06/05). Tekanan aksi jual perak membawa emas turun 3% pada sesi sebelumnya. Adapun harga emas di COMEX menguat 0.5% ke level $1,488.50.


Commodity Mulai Koreksi


MINYAK
Harga Minyak Terkoreksi

Kontrak minyak sesi Asia merosot. Pelemahan bersifat terbatas sebelum minyak kembali bertengger di level tingginya, menurut trader. “Pelemahan hanya bersifat koreksi setelah kontrak minyak mencetak level tinggi baru di hari Jumat. Pelemahan dolar menjadi faktor kunci utama, sementara ketatnya pasar bahan bakar AS dan berlanjutnya konflik di wilayah MENA terus membebani minyak,” menurut trader Hyundai Oilbank. Minyak kontrak Juni turun 60 sen menjadi $113.33/barrel setelah sebelumnya minyak naik $1.07 ke level tinggi baru 2 1/2 tahun di $113.93/barrel hari Jumat di NY. Pelemahan dollar terus berlanjut sementara EUR/USD menguat ke 1.4860 vs 1.4810 hari Jumat sore, AUD/USD menembus level 1.1000, mencetak level tinggi baru 29 tahun. Gempuran NATO ke komplek perumahan Moammar Gadhafi di hari Sabtu gagal mencapai target namun berhasil membunuh anak bungsu dan tiga orang cucu Gadhafi, menurut juru bicara pemerintah. Menurut Cameron Hanover target minyak selanjutnya di kisaran $115.05.

EMAS
Perak dan Emas Tinggalkan Tingginya

Harga perak merosot sebanyak 10% diawal hari Senin, dengan harga spot yang turun ke rendahnya $42.58 per ons dan kontraknya tenggelam ke level $42.20, diperdagangan yang sempit di hari libur ini. Spot perak bertahan di level $43.32 per ons, turun 9.4% hari ini, sementara harga di COMEX untuk pengiriman bulan Juli diperdagangkan di level $44.075 per ons dibandingkan hari Jumat di level $48.599. “Turunnya pergerakan harga di COMEX sebelum akhir pekan, naiknya marjin dan libur di beberapa bagian Asia dan Eropa mempersiapkan diri untuk pergerakan seperti sekarang ini”, dikatakan Natalie Robertson, seorang analis dari ANZ di Melbourne. Para pelaku spekulasi menarik perkiraan mereka akan kontrak perak di COMEX dan opsi ke level terendahnya sejak bulan Februari, dikatakan para regulator hari Jumat. Spot emas sendiri turun 0.7% ke level $1.552.30 per ons, setelah sebelumnya menyentuh level tingginya selama ini di level $1,575.79.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Commodity Update


Harga minyak terus tertekan

Minyak diperdagangkan mendekati harga rendah dalam tiga hari di New York setelah China, pengguna minyak terbesar kedua di dunia, meningkatkan persyaratan cadangan bank untuk menekan inflasi, yang dianggap sebagai sinyal melambatnya pertumbuhan permintaan bahan bakar. Kontrak minyak tergelincir 2,3% kemarin setelah Gubernur Bank Sentral China Zhou Xiaochuan mengatakan pengetatan moneter akan dilanjutkan untuk “beberapa waktu.” Rasio cadangan akan naik setengah poin dari 21 April. “Fakta bahwa Cina mengambil langkah-langkah karena ekonomi mereka begitu kuat tampaknya akan membuat keluar dari pasar, “kata Gene Mc Gillian, analis dan broker di Tradition Energy di Stamford, Connecticut. Harga juga mengalami penurunan kemarin setelah Menteri Minyak Arab Saudi Ali Al – Naimi mengatakan bahwa pasar telah “kelebihan pasokan.” Negara itu merupakan eksportir minyak mentah terbesar di dunia. (By
bisnis.com)

Emas Stabil Dibawah Rekor  S & P
Spot emas bergerak stabil hari Selasa dibawah rekor tertingginya, seiring kekhawatiran terhadap masalah hutang di AS dan Eropa kembali menjatuhkan minat investor untuk emas, sementara perak masih mengalami jeda dari reli saat ini. Spot emas menguat 0.8% ke level $1,493.29/troy ounce, turun dari rekor tingginya di $1,497.20/troy ounce yang terjadi di sesi sebelumnya. Kontrak emas AS hanya bergerak sedikit, di $1,494.10/troy ounce. Spot emas mencapai rekor tingginya dalam 2 sesi berturut-turut, bersama momentum yang terangkat hari Senin setelah S & P mengancam downgrade rating hutang AS ditengah kekhawatiran krisis hutang Eropa. (By monexnews.com)

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook 18 – 23 April 2011


Market Outlook 18 – 23 April 2011

Emas kembali melonjak hingga kembali terbentuk rekor tertinggi sepanjang sejarah di $1,487.8/troy ounce, naiknya Emas di dorong oleh tekanan inflasi di China. Inflasi di China dipercepat 5,4% pada bulan Maret, dan produk domestik bruto diperluas 9,7% pada kuartal pertama. Gubernur bank sentral – Zhou Xiaochuan mengatakan bahwa pengetatan moneter akan berlanjut untuk “beberapa waktu”.Monetary Policy Meeting Minutes, RBA (Reserve Bank of Australia) pada 19 April 2011 akan menyampaikan pandangannya terhadap ekonomi Australia, termasuk kemungkinan tingkat suku bunga dan kebijakan ekonomi kedapannya. Pernyataan yang optimistik akan menambah penguatan bagi Aussie.MPC (Monetary Policy Committee) Meeting Minutes, pertemuan komite kebijakan moneter Bank of England pada 20 April 2011 akan membahas kondisi ekonomi Inggris, pertemuan ini akan mempengaruhi keputusan BOE dalam menetapkan tingkat suku bunga mendatang.Existing Home Sales, jumlah bangunan yang terjual per tahun, kecuali konstruksi yang baru di Amerika Serikat diprediksi akan mengalami kenaikan, sebesar 5.04M, dari 4.88M. Apabila dirilis di atas 5.04M, maka akan berdampak positif bagi Dollar.German Ifo (Information and Forschung) Business Climate, level indeks gabungan terhadap manufaktur, bangunan, grosir dan pengecer di Jerman diprediksi mengalami sedikit penurunan, sebesar 110.7, dari 111.1. Apabila dirilis di bawah 110.7, maka akan berdampak negatif bagi Euro.Retail Sales, perubahan nilai total inflasi pada sektor penjualan retail di Inggris diprediksi mengalami kenaikan sebesar -0.5%, dari -0.8%. Apabila dirilis di atas -0.5%, maka akan sedikit mensupport Poundsterling.Unemployment Claims dan Philly Fed Manufacturing Index, laporan jumlah warga AS yang masuk dalam asuransi pengangguran, dan  level indeks gabungan berdasarkan survei manufaktur Philadelphia akan di rilis pada 21 April 2011, Apabila keduanya dirilis positif, maka akan menguntungkan Dollar.Untuk indikator ekonomi global, pada minggu ini tidak banyak rilis berita ekonomi global yang penting menjelang hampir semua pasar akan libur panjang Paskah hari Jumat. Secara umum, rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:
• Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Building Permits pada Selasa malam; lalu data Existing Home Sales di Rabu malam; selanjutnya Philly Fed Manufacturing Index untuk indicator industry bersamaan dengan data tenaga kerja Unemployment Claims mingguan yang biasa menjadi perhatian pasar dirilis pada Kamis malam.
o Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa rilis MPC Meeting Minutes pada Rabu sore untuk mengetahui kecenderungan arah suku bunga terdekat dari Bank of England; data German Ifo Business Climate pada Kamis.
Minggu lalu di Pasar Forex, nilai tukar mata uang dollar masih kembali melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia, di antaranya karena kemungkinan masih agak lama the Fed menaikkan suku bunga acuannya, dengan akhir index dollar di level 74.820 di area terendahnya sejak Desember 2007.
Pekan yang lalu Euro memangkas trend bullish-nya belakangan ini oleh kekuatiran atas bailout bagi Yunani, dengan Euro berakhir di level 1.4426. Untuk minggu ini market range-nya akan berada antara resistance berikut pada 1.4574 dan mengarah ke 1.5, sedangkan level support di 1.4240 dan kemudian pada 1.4014.

Poundsterling minggu lalu umumnya fluktuatif terhadap dollar dan berakhir flat di level 1.6324. Untuk minggu ini, level resistance terdekat menjadi pada 1.6461 dan kemudian 1.6878, sedang support berada pada 1.6224 dan kemudian 1.6092.

Untuk USD/JPY minggu lalu bergerak melemah ditutup di 83.23 sebagai bentuk koreksi teknikal di tengah pelemahan kembali USD. Pasar di minggu ini berada di antara resistance pada 86.00, serta support level pada 81.55.

Sementara itu, Aussie dollar terpantau seminggu lewat masih kembali menguat setelah sempat terkoreksi, terangkat kenaikan harga komoditas yang berakhir di 1.0554. Range minggu ini antara resistance 1.07 dan 1.10 sementara support level di 1.0283 dan 1.0203.

Untuk pasar di Stock Index Futures, pada minggu lalu di regional Asia umumnya tertahan atau melemah dengan tingginya data inflasi di China dan proyeksi IMF akan pertumbuhan ekonomi global yang berkurang.

Indeks

Nikkei minggu lalu agak tertekan yang berakhir melemah pada 9590. Minggu ini, akan menemui level resistance terdekat di 9824 dan kemudian mulai menembus level 10,000 ke level 10325. Adapun support pada level 9305 dan lalu 8370.

Sementara itu, Indeks Hangseng Berjangka di Hong Kong minggu lalu juga tergerus, ditutup di level 23965. Minggu ini akan berada dalam range level resistance di 24460 dan berikutnya 24945, sementara support-nya di 22966 dan selanjutnya 22098.

Bursa saham Wall Street minggu lalu alami juga koreksi terutama S&P500 oleh data earnings beberapa emiten besar yang lebi rendah dari perkiraan. Dow Jones Industrial minggu ini akan berusaha menjumpai level resistance terdekat 12459 serta 13135, sementara support di level 12160 dan kemudian pada 11555. Index S&P 500 minggu lalu tertekan, sehingga market range saat ini antara resistance di level 1340 dan 1404, sementara level support berada di 1250 dan 1218.

Untuk Pasar Emas, minggu lalu secara tak terbendung kembali terus mencetak rekor tertinggi baru sepanjang sejarahnya di beberapa level baru sehingga berakhir di $1486.65/troy ounce akibat pilihan safe haven investment. Untuk minggu ini emas akan berpeluang menanjak lagi, walau perlu diwaspadai koreksi pasar, dengan rentang berada antara resistance pada $1500/troy ounce, sementara support ada di $1440.00/troy ounce serta berikut $1418/troy ounce. Di Indonesia, harganya menanjak tajam ke sekitar Rp 414 ribu/gramnya, di mana kenaikan emas global tertunjang oleh konsolidasi mata uang rupiah.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Review Asia


Market Review Asia

Sterling pulih dari level rendahnya selama 5 bulan terhadap Euro hari Rabu, tertolong oleh kekhawatiran krisis hutang Eropa. Indeks harga saham rata-rata Nikkei naik 2.6%, mencapai level tertingginya sejak paska aksi jual bersama melemahnya Yen terhadap dollar AS, tetapi investor mengatakan bahwa penguatan mungkin hanya sementara seiring bargain-hunting mungkin mereda. Bursa Seoul ditutup naik 0,9% hari Rabu, menarik dukungan dari penguatan sektor teknologi dan perbankan dan berlanjutnya aksi beli investor asing. Saham keuangan pimpin kepulihan di bursa saham Hong Kong hari Rabu, seiring meningkatnya minat resiko. IHSG naik 37,579 poin terbawa sentimen positif bursa regional dan sektor pertambangan.

Posted with WordPress for BlackBerry.