Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Oppas

Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas merosot sebesar 1,6% ke level $1772.65/troy ounce setelah sempat mencapai level terendah sepanjang 3 minggu terakhir akibat aksi gabungan bank sentral untuk menjamin likuiditas di pasar keuangan dan komitmen Jerman dan Perancis untuk mempertahankan Yunani dalam kerangka Uni Eropa. Kombinasi hal tersebut kemudian meredakan kekhawatiran investor akan krisis finansial zona Eropa yang selama ini dominan dan mengangkat minat pada aset beresiko sebaliknya menekan minat pada aset safe haven terutama Emas. Pasar saham global menyambut positif langkah bank sentral negara – negara maju yang menyatakan akan melakukan upaya gabungan guna menjamin pinjaman jangka pendek 3 bulan dalam denominasi dollar AS kepada bank‐bank komersial untuk menghindari menyusutnya likuiditas.

NIKKEI

Bursa saham Jepang pada perdagangan Jumat pagi mengalami kenaikan yang cukup signifikan di mana bursa rally untuk dua hari berturut-turut, bursa saham Jepang menguat dan indeks Nikkei mengarah ke posisi tertinggi dalam 2 minggu belakangan setelah ECB dan bank-bank sentral lain melakukan koordinasi untuk menyediakan bantuan likuiditas bagi bank-bank yang terkena dampak krisis keuangan Eropa. Di perkirakan Indeks Berjangka Nikkei pada perdagangan hari ini masih berpotensi mengalami peningkatan tapi terbatas.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa pagi ini mengalami pergerakan yang masih berada pada kisaran tertinggi dalam 1 minggu belakangan terhadap dolar AS, Euro bergerak mengarah kepada peningkatan mingguan terhadap dolar AS setelah ECB menyatakan akan melakukan koordinasi dengan bank-bank sentral lain untuk menyediakan dana bantuan bagi perbankan Eropa yang terkena dampak krisis keuangan di kawasan tersebut. Sementara itu di sisi lain semalam laporan data AS  belum cukup membuktikan kebangkitan sektor konsumen AS sementara inflasi masih cukup terkontrol. Katalis positif Euro lainnya adalah komentar positif Presiden Komisi Uni Eropa yang membuka peluang penerbitan Obligasi bersama Eropa, namun sejauh ini wakil Jerman mengatakan pihaknya masih tidak setuju pada saham Euro sembari menunggu proposal resmi dari Komisioner Eropa.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Iklan

Minyak Bakal Uji Level $90


Kamis, 04 Agustus 2011 09:29 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Jika data perekonomian AS terus memburuk, minyak Nymex dapat anjlok ke level $90/barrel, kata kepala komoditi Mizuho

Securities, Takumi Otsuka. Minyak sedikit menguat di awal perdagangan.

“Sentimen masih sangat bearish terkait kondisi perekonomian di Eropa dan AS yang lemah,”  tambahnya. “Fokus pasar pada data perekonomian AS pekan ini.” Angka pengangguran dirilis hari ini dan nonfarm payrolls dirilis besok (05/08), kedua data sangat berpengaruh pada pasar. USD menguat setelah BoJ melakukan intervensi ke dalam pasar mata uang. Hal ini turut menekan minyak meski berdampak kecil dan hanya sesaat, kata Otsuka.

Minyak Nymex bulan September naik 21 sen menjadi $92.14/barrel, Minyak ICE bulan September naik 2 sen menjadi $113.25/barrel.


Investor Buru Safe Haven, Emas Meroket


Kamis, 04 Agustus 2011 10:53 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Tindakan investor yang terus memarkir dana tunai ke dalam aset save-haven di tengah kegelisahan sentimen perekonomian makro membuat emas terus melesat. Spot emas di $1,665.70 per troy ons, naik $4.60 dari level penutupan.

Harga berada di bawah rekor tinggi hari Rabu (03/08) di $1,673.19/ons, namun sebagian besar partisipan pasar memperkirakan logam mulia akan terus melambung dalam jangka pendek dan menguji rekor tinggi baru dikarenakan pergolakan ekonomi makro. Deutsche Bank mencatat bahwa emas dapat menembus level $2,000/ons. Data non-farm payrolls AS menjadi data kunci bagi pergerakan emas untuk jangka pendek. Angka yang menurun, mengindikasikan lapangan kerja yang berkurang di negara dengan ekonomi terbesar di dnia. Hal ini akan mendorong emas terus meroket sementara jika angka perekrutan pekerja meningkat dapat menekan pasar.


New High of Gold


EMAS

Komoditi Emas naik mencapai rekor US$1.672.60/ troy ounce di tengah isyarat melemahnya perekonomian Amerika Serikat yang mendorong permintaan logam mulia sebagai alternatif investasi. Moody’s Investors Service menyebutkan peringkar kredit AS mungkin menurun dan kemarin menempatkan negara itu dalam outlook negatif setelah Presiden Barack Obama menandatangani UU untuk menaikkan batas utang utang negara dan memangkas anggaran. Harga emas di zona euro juga mencapai rekor dipicu kekhawatiran melemahnya pertumbuhan akan menghambat upaya Spanyol dan Italia untuk mengurangi utang.

MINYAK

Komoditi Minyak mentah naik dari posisi terendah dalam 5 minggu di New York sebagai spekulasi bahwa Federal Reserve akan memulai lagi program stimulus sehingga mementahkan tanda-tanda pelambatan ekonomi di negara terbesar di dunia itu. Kontrak minyak naik sebanyak 0,7% yang merupakan pertama kali dalam lima hari. Ekuitas AS rebound setelah Wall Street Journal melaporkan tiga mantan pejabat The Fed mengatakan bahwa bank sentral harus mempertimbangkan putaran baru pembelian efek untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Minyak tergelincir kemarin setelah laporan menunjukkan bahwa industri jasa AS diperluas pada bulan Juli  dan stok minyak mentah naik pada minggu kedua.

GBP/USD

Sterling menguat terhadap dollar AS dan mencapai level tertingginya dalam dua bulannya pada perdagangan di hari Rabu kemarin setelah data menunjukkan aktivitas yang tidak di ekspektasi pada pertumbuhan jasa Inggris yang tumbuh lebih cepat dalam empat bulannya. Tetapi kenaikan dapat tertekan dari permasalahan mengenai kerapuhan dari recovery ekonomi Inggris, khususnya setelah data pada awalnya minggu ini menunjukkan aktivitas manufaktur mengalami kontraksi.


Cetak Rekor Tinggi, Emas Makin Diminati


Cetak Rekor Tinggi, Emas Makin Diminati

Senin, 25 Juli 2011 08:54 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Emas reli di perdagangan Asia terkait ketidak pastian mengenai perundingan batas hutang AS yang membuat logam mulia makin diminati. Emas menyentuh level tertinggi baru di $1,622.49/ons di awal perdagangan.

Pelemahan harga emas pekan lalu dikarenakan akhir dari kesepakatan mengenai paket bantuan bagi Yunani, menurut Barclays Capital. Kekhawatiran mengenai masalah hutang yang masih membebani sentimen pasar dan tingkat inflasi yang semakin tinggi di tengah suku bunga yang rendah, membuat “harga emas turun”, menyebabkan harga terkoreksi untuk sementara.

Spot emas di $1,612.70/ons, naik $12.40 dan perak di $40.43/ons, naik 36 sen dari level penutupan. “Level support perak di $37/ons dan diperkirakan akan menembus $41.08/ons lalu $43/ons,” tambahya.


The Fed Diperkirakan Pertahankan suku Bunga


The Fed Diperkirakan Pertahankan suku Bunga

 

The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada rekor terendah untuk periode terpanjang sejak Perang Dunia II sebagai akibat dari perlambatan ekonomi yang memicu memperburuk obligasi reli empat bulanan. Ekspansi yang lebih  lambat berarti Fed tidak mungkin untuk memperketat kredit  hingga Juni 2012, periode terpanjang sejak pemerintah memaksa bank sentral untuk membeli Treasuries pada tahun 1940-an. Setiap pemotongan pengeluaran yang disepakati oleh Presiden Barack Obama dan Kongres sebelum batas waktu 2 Agustus untuk menaikkan batas hutang $ 14,3 triliun dipercaya akan dapat menahan perekonomian negara adi daya tersebut.

 

MINYAK

Harga Minyak kembali jatuh

Harga minyak jatuh selama 2 hari perdagangan Bursa Komoditas New York, sejalan dengan perkiraan investor bahwa kenaikan tingkat pengangguran di Amerika Serikat mengindikasikan permintaan bahan bakar yang memburuk. Kontrak minyak jatuh 0,5% setelah Departemen Tenaga Kerja AS 8 Juli lalu menyatakan tambahan pekerja Juni lalu adalah yang terendah dalam 9 bulan terakhir, sehingga tingkat pengangguran naik ke level tertinggi tahun ini sebesar 9,2%. Laporan pekan ini mungkin menunjukkan kinerja peritel AS yang stagnan. Pada tanggal 8 Juli lalu Departemen Tenaga Kerja AS menyatakan tambahan tenaga kerja pada Juni mencapai 18.000, jauh dari nilai median dari perkiraan analis yang disurvei Bloomberg, 105.000. Laporan Departemen  Perdagangan yang akan terbit 14 Juli mungkin menunjukkan tingkat konsumsi bulanan yang stagnan.

EMAS

Emas jadi pilihan utama, harga safe haven ini kembali melambung

 

Merosotnya minat investor terhadap aset-aset berisiko tinggi melambungkan harga safe haven khususnya Komoditi Emas, logam mulia ini berhasil menguat ke level tertinggi sejak Mei lalu. Investor menjatuhkan pilihan pada Emas seiring meningkatnya kekhawatiran krisis utang di kawasan Uni Eropa yang diperkirakan akan menjalar ke Italia. Kemarin Emas ditutup menguat sebesar 0,6% ke US$ 1.553,60/troy ounce. Angka tersebut merupakan kenaikan beruntun dalam 6 sesi terakhir menyusul semaraknya aksi borong pada logam simbol kesejahteraan ini. Pada waktu yang sama Emas juga mencatatkan kenaikan tertinggi terhadap Euro dan Sterling. Kinerja emas juga terdongkrak oleh kondisi tidak pastinya penanganan utang Amerika di mana Presiden AS Barack Obama masih berusaha meningkatkan tekanan pada partai Republik agar menyepakati aturan pagu kredit terbaru guna menghindari gagal bayar utang yang jatuh tempo 2 Agustus mendatang.

EUR/USD

Euro memperdalam koreksinya atas dolar dan diperdagangkan di bawah level $1.40 pada hari Senin kemarin akibat meningkatnya kekhawatiran bahwa krisis utang yang telah menjangkiti sebagian negara Eropa akan menular ke Italia, Euro terkoreksi ke level intraday rendahnya di level  $1.3986 level terendahnya sejak Mei lalu. Para petinggi keuangan Uni Eropa berkumpul untuk melakukan pertemuan darurat di Brussels pada hari Senin untuk membahas penyelesaian krisis utang Yunani menyusul ancaman menularnya krisis utang ke Italia. Adapun hasil dari stress test bank Eropa akan dirilis pada Jumat, dan telah menambah kekhawatiran bahwa masalah fiskal seperti Italia nampaknya akan memaksa mereka untuk memberikan dana talangan guna menyelamatkan sejumlah bank yang gagal.

 


Meski Tankan Buruk, Nikkei Kokoh


Meski Tankan Buruk, Nikkei Kokoh

Jumat, 01 Juli 2011 12:25 WIB
TODAY’S ANALYSIS STOCK INDEX
Di akhir pekan ini indeks bursa Nikkei Jepang masih terpantau kuat di kisaran positif.
Kondisi ini disokong oleh bursa Wall St. yang kembali ditutup menguat karena terbantu oleh upaya negara Yunani untuk menghindari kebangkrutan negara meskipun pogram stimulus Federal Reserve sudah berakhir.
Bahkan penguatan Nikkei mengabaikan paket data dalam negeri survei Tankan dimana angka tersebut muncul makin buruk.
Secara teknikal Nikkei saat ini bergerak di bawah level kunci 9900, yang mana ini merupakan level resisten untuk membuka pintu peluang menuju area psikologis 10000.

Sementara peluang koreksi akan membawa Nikkei kembali melemah menuju support 9840 dan 9800 hingga tahanan terakhir di 9740.

 


Emas Menguat Ditopang Permintaan


 

Jumat, 17 Juni 2011 21:25 WIB

TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Emas naik lebih lanjut dekati titik tertinggi bulanan ditopang kuatnya permintaan fisik meskipun trend pelemahan global masih menghantui. Dilaporkan pembelian emas fisik kembali meningkat ditengah musim pernikahan di Asia, terutama India dan China. Peritel dan pengusaha perhiasan membeli Emas untuk memenuhi permintaan musiman yang akan tinggi sehingga mereduksi faktor lemahnya pemulihan ekonomi global. Faktor positif lain penopang emas adalah kekhawatiran utang Yunani yang telah didiskon pasar. Anggota Uni Eropa Urusan Moneter dan Ekonomi Olli Rehn mengatakan bahwa review mengenai Yunani dengan IMF akan dirilis pada Senin depan, dan pada hari itu juga Eurogroup diharapkan mampu mengambil keputusan untuk menggelontorkan pinjaman ke Yunani pada awal Juli. Meski komentar tersebut cukup melegakan pasar namun rencana bailout baru masih belum difinalisasi sehingga masih banyak ketidakpastian. Berdasarkan studi teknikal, bias intraday masih Bullish selama harga bergerak didalam bullish channel pada grafik H4. Bagaimanapun masih dibutuhkan penembusan konsisten diatas area 1541 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menguji level resisten kunci 1550. Di sisi bawahnya, hanya level support terdekat ada di area 1525 – 1530. Anjlok dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi tidak jelas.

 

***EnglishVersion***

 

Gold Gains Sustained Demand
Friday, June 17, 2011 21:25 AM

TODAY’S COMMODITY ANALYSIS

Gold rose further to approach the highest point of the monthly underpinned strong physical demand despite the weakening global trend is still haunting. Reported purchase of physical gold back up amid wedding season in Asia, especially India and China.

Retailers and employers to purchase gold jewelry to meet seasonal demand will be high so that the reduction factor of the weak global economic recovery.

Another positive factor supporting gold is the concern that Greece‘s debt market has been discounted. Members of the European Union Economic and Monetary Affairs Olli Rehn said that the review of Greece with the IMF will be released next Monday, and on that day Eurogroup also expected to take decisions to lending poured into Greece in early July. Although the comment was quite a relief to the market but the new bailout plan is still not finalized, so there are still many uncertainties.

Based on the study of technical, intraday bias remains bullish as long as the price moves in the bullish channel on H4 charts. However still required penetration is consistent over the area in 1541 to trigger further bullish momentum to test key resistance level of 1550.

On the bottom side, only the closest support level is in the area from 1525 to 1530. Fell below that area could bring the price into the neutral zone because its direction is unclear.


Gagal Mengatasi Krisis Eropa


Euro Gagal Atasi Krisis Hutang Yunani

Euro melemah secara luas pada hari Rabu setelah para menteri zona Euro gagal mencapai kesepakatan mengenai cata mengatasi krisis hutang Yunani, ditambah peringatan Moody’s atas potensin downgrade pada bank-bank besar Perancis. Meningkatnyab keengganan investor terhadap aset beresiko yang dipicu krisis hutang terus menekan euro turun sebanyak 1,5% pada perdagangan hari Rabu.

Analis mengatakan bahwa aksi mogok nasional di Yunani untuk menentang langkah penghematan juga terus menekan Euro bergerak lebih rendah,
sedangkan pembahasan yang sedang berlangsung mengenai rencana bantuan hutang kian memperkuat kemungkinan penyebaran masalah hutang ke negara
zona Euro lainnya. Pertemuan para menteri keuangan zona Euro pada hari Selasa lalu telah gagal untuk mencapai kesepakatan tentang bagaimana keterlibatan investor swasta pemegang obligasi Yunani dalam pembiayaan paket bailout baru. Keprihatinan investor diperburuk oleh peringatan dari lembaga pemeringkat Moody’s yang mengatakan tengah meninjau ulang peringkat BNP Paribas SA, bank terbesar Perancis, serta Societe Generale SA dan Credit Agricole SAn terkait eksposur mereka terhadap hutang Yunani.

Klaim Pengangguran Mengecewakan Pound

Sterling anjlok di hari Rabu pasca data tenaga kerja Inggris menunjukkan jumlah klaim pengangguran Inggris bertambah sebanyak 19,600 di bulan Mei, dua kali lipat perkiraan kenaikan sebesar 7,000 dan kenaikan terbesar sejak Juli 2009, sementara pertumbuhan upah melambat menguatkan pandangan suku bunga akan tetap bertahan di tahun 2011.

Bagaimanapun, disaat bersamaan ILO juga merilis angka tingkat pengangguran yang sesuai ekspektasi masih bertahan pada 7,7% dalam periode Februari-April, turun dari 7,9% yang tercatat dalam periode November-Januari. “Para pembuat kebijakan harus dapat menerima kenyataan bahwa laju inflasi pada upah masih terkendali. Dan dengan data seperti itu, maka Bank of England nampaknya benar-benar tidak perlu menaikkan suku bunga dalam waktu dekat,” kata Alan Clarke, ekonom Scotia Capital.

Apresiasi Franc Akan Desak SNB Pertahankan Suku Bunga.

Lonjakan Franc Swiss ke level rekor mungkin akan memaksa presiden bank sentral Philipp Hildebrand untuk tetap mempertahankan suku bunga mendekati nol hingga kuartal berikutnya. Swissy telah mencatat kenaikan sebesar 3,5% pada bulan lalu, yang mendorong para ekonom dari Bank of America Merrill Lynch, UBS AG dan Julius Baer Group Ltd untuk menggeser ekspektasi mereka terhadap kenaikan suku bunga menjadi pada pertemuan bulan September.
Berdasarkan hasil survey terhadap 26 ekonom, Swiss National Bank diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah pada 0,25% dalam
pertemuan hari Kamis. Para pembuat kebijakan SNB khawatir jika apresiasi mata uang yang berlebihan akan melukai eksportir seperti produsen jam Swatch Group AG dengan tingginya tekanan harga bahan bakar. Sementara bank-bank sentral mulai dari Frankfurt hingga ke Stockholm telah mulai memperketat kendali moneter, Hildebrand justru menganggap Franc sebagai  sebuah “beban” dan memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan melemah.

***EnglishVersion***

Failed to Overcome Debt Crisis Euro Greece

The euro fell broadly on Wednesday after the euro zone ministers failed to reach agreement on cata overcome the debt crisis of Greece, plus warnings on potensin Moody’s downgrade of large banks in France. Meningkatnyab investor aversion to risky assets that triggered the debt crisis continues to push the euro down as much as 1.5% in trading Wednesday.

Analysts said that a national strike in Greece to oppose austerity measures also continue to push the Euro to move lower, while the ongoing discussion about increasing debt relief plan to strengthen the possibility of distributing debt issues to other euro zone countries. Meeting of euro zone finance ministers on Tuesday failed to reach agreement on how the involvement of private investors bondholders Greece in the financing of new bailout package. Investor concerns are exacerbated by a warning from Moody’s rating agency that said it is reviewing ratings BNP Paribas SA, France’s largest bank, and Societe Generale SA and Credit Agricole SAN their exposure to debt related to Greece.

Unemployment Claims Disappointing Pound

Sterling tumbled on Wednesday after data showed the number of UK workforce jobless claims increased by 19.600 in the UK in May, double the estimated increase of 7.000 and the biggest gain since July 2009, while wage growth slowed reinforce the view interest rates will persist in 2011 .

However, at the same time the ILO has also released the corresponding unemployment rate expectations remained at 7.7% in February-April period, down from 7.9% recorded in the period from November to January. “Policy makers should be able to accept the fact that the rate of inflation on wages are still under control. And with such data, the Bank of England seems to really do not need to raise interest rates anytime soon, “said Alan Clarke, economist at Scotia Capital.

Appreciation Franc Will Urge Preserve SNB Interest Rate.

Swiss franc surges to record levels may force the central bank president Philipp Hildebrand to keep interest rates near zero until the next quarter. Swissy has recorded an increase of 3.5% last month, prompting economists at Bank of America Merrill Lynch, UBS AG and Julius Baer Group Ltd. to shift their expectations of higher interest rates to be at a meeting in September.
Based on the results of a survey of 26 economists, the Swiss National Bank expected to keep benchmark interest rate unchanged at 0.25% in Thursday’s meeting. SNB policy makers worried that excessive currency appreciation would hurt exporters such as manufacturers of Swatch Group AG by the high pressure fuel prices. While central banks from Frankfurt to Stockholm has begun to tighten monetary control, Hildebrand actually considers franc as a “burden” and predicted economic growth would weaken.


Asia Stocks Fall on Growth Outlook; Euro Reaches Month’s Low


EMAS
Dollar AS Mixed, Emas dan Perak Stabil

Spot emas stabil hari Senin, setelah merosot hamper 1% disesi sebelumnya, sementara dollar AS mixed – turun terhadap Euro, naik terhadap sekumpulan mata uang dan libur di Australia, diperkirakan membuat perdagangan berjalan tidak menentu. Spot emas bergerak naik 0.2% ke level $1,532.30. Dollar AS turun 0.1% terhadap dollar AS, naik 0,.05% terhadap sekumpulan mata uang rival. Emas berada dalam tekanan setelah Wall Street melanjutkan kembali kejatuhannya mengikuti lemahnya data perdagangan Cina minggu lalu. Harga perak naik 0.2% ke levekl $36.21 setelah merosot lebih dari 3% hari Jumat.

MINYAK
Minyak Minyak Kikis Kejatuhan, Raih $99.29

Kontrak minyak mentah AS kembali meraih level penutupan hari Jumat dilevel $99.29 per barel di perdagangan elektronik pada hari Senin pagi di Asia, setelah merosot dibawah $98.90. Harga untuk pengiriman bulan Juni berada di level $99.29, hanya 2 sen dibawah harga penutupan New York. Kontrak tersebut telah turun dibawah $100 hari Jumat sebagai pertanda bahwa Arab Saudi mungkin akan menaikkan produksi.

EUR/USD
Euro Diguncang Isu Perpecahan Petinggi Eropa

Euro bergerak tertekan di zona merah di sesi pagi hari Senin setelah merosot terhadap Dollar AS di akhir pekan lalu akibat merebaknya lagi kekhawatiran hutang Yunani serta akibat investor mempertimbangkan kembali ekspektasi terhadap kenaikkan suku bunga Bank Sentral Eropa. Mata uang tunggal ini masih berpotensi melanjutkan penurunan karena pasar kembali terfokus pada kecemasan hutang Yunani, serta simpang siurnya berita mengenai perkembangan proses bailout Yunani yang membingungkan, Pelaku pasar dibingungkan oleh keinginan Jerman agar investor swasta turut berkontribusi pada bailout kedua, namun pihak ECB mengutarakan keengganannya menambah bantuan bagi Yunani. Perpecahan pendapat, visi maupun misi di antara para petinggi zona Euro tersebut telah mengguncang pasar valuta sehingga akan menambah kekhawatiran bahwa krisis dapat berlangsung lebih lama dan akan terus menekan Euro.

NIKKEI
Nikkei Rebound, Abaikan Buruknya “Machinery”

Indeks Nikkei Jepang dibuka merosot dengan gap-down terutama akibat jatuhnya data machinery orders, sinyal perlambatan ekonomi global serta anjloknya saham Toyota Motor setelah buruknya perkiraan pendapatan (earnings).
Data core machinery orders Jepang bulan April diluar perkiraan anjlok ke angka -3.3% dari sbelmunya -2.9% dan jauh dbawah ekspektasi +2.2%. Angka yang buruk ini memberikan sinyal bahwa terganggunya pasokan energi tengah menggerus belanja modal (capital expenditure). Namun setelah merosot, Nikkei kembali rebound terkait investor melakukan short covering dan mengabaikan data karena mereka mulai merasakan mungkin sudah saatnya untuk kembali berinvestasi di Nikkei. Menurut sejumlah trader, rendahnya valuasi saham, digelontorkannya program rekonstruksi $300 miliar, optimisme Bank of Japan, dan munculnya tanda pemulihan aktivitas operasional perusahaan Jepang merupakan alasan untuk mengoleksi saham Jepang.

*****English version:

GOLD
U.S. Dollar Mixed, Gold and Silver Stable

Spot gold is stable on Monday, after slumping almost 1% disesi before, while the U.S. dollar mixed – fell against the euro, up against a set of currencies and holidays in Australia, is expected to make a trade run is uncertain. Spot gold moved up 0.2% to as low as $ 1,532.30. U.S. Dollar fell 0.1% against the U.S. dollar, up 0, .05% of a set of rival currencies. Gold came under pressure after Wall Street resumed its fall following the weakness of China’s trade data last week. Silver prices rose 0.2% to levekl $ 36.21 after slumping more than 3% on Friday.

OIL
Oils Fall $ 99.29

U.S. crude contract again reached its closing level Friday dilevel $ 99.29 per barrel in electronic trading on Monday morning in Asia, after slumping below $ 98.90. The price for delivery in June at the level $ 99.29, just 2 cents below the closing price in New York. The contract had fallen below $ 100 on Friday as a sign that Saudi Arabia likely will increase production.

EUR / USD
Euro hit by European Officials Split Issues

Euro moves depressed in the red zone in the morning session on Monday after slumping against the U.S. dollar at the end of last week due to another outbreak of the Greek debt concerns and caused investors to reconsider the increase in interest rate expectations for the European Central Bank. The single currency is still potential to continue the decline as the market re-focused on debt worries Greece, and the intersection siurnya news about the development process of confusing the Greek bailout, market actors confused by the German desire for private investors to contribute to the second bailout, but the ECB expressed reluctance to add assistance to Greece. The split opinions, visions and missions among the top brass has rocked the euro zone currency markets so that will add to fears that the crisis may last longer and will continue to push the Euro.

NIKKEI
Nikkei Rebound, Ignore Bad “Machinery”

Japan’s Nikkei index opened with a gap declined mainly due to the fall-down machinery orders data, signal a global economic slowdown and the slump in shares of Toyota Motor after a bad estimate of income (earnings).
Japan’s core machinery orders data in April fell to figure out the estimated -3.3% from -2.9% and far sbelmunya dbawah expectations of +2.2%. These bad figures signal that the disruption of energy supplies was eroded capital expenditure (capital expenditure). But after a slump, the Nikkei rebound related investors to short covering and ignore the data because they begin to feel it may be time to re-invest in the Nikkei. According to some traders, low stock valuations, digelontorkannya $ 300 billion reconstruction program, optimism Bank of Japan, and emerging signs of recovery of the operational activities of Japanese companies is the reason for collecting Japanese stocks.