Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “oil

Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas pada perdagangan di hari Jumat pagi cenderung bergerak stabil setelah menguat selama 3 hari berturut-turut, komoditi Emas kemarin bergerak menguat setelah adanya pernyataan dari Gubernur ECB Mario Draghi memberikan sinyal bahwa bank sentral tersebut akan melakukan apapun untuk mempertahankan kesatuan Eropa, dan Draghi memberikan komitmen akan melakukan apa pun untuk menyelamatkan perekonomian Eropa. Ia juga mengatakan akan mengatasi tingginya tingkat bunga pinjaman. Saat ini para pelaku pasar sedang menantikan sidang reguler The Fed minggu depan, jika terindikasi The Fed akan menggulirkan quantitative easing jilid 3 maka akan memicu penguatan komoditi ini, dan data GDP AS nanti malam dicermati pasar untuk melihat kemungkinan The Fed akan mengadopsi QE 3.

EUR/USD

Mata uang tunggal pada perdagangan kemarin bergerak menguat, menguatnya mata uang ini dipicu oleh pernyataan dari Gubernur Bank Sentral Eropa Mario Draghi bahwa bank sentral akan melakukan apa pun untuk mempertahankan mata uang tunggal Eropa ini. Semua mata tertuju pada Draghi yang menyatakan pada konferensi di London untuk melakukan apa saja yang diperlukan untuk melindungi zona Euro dari keterpurukan, termasuk memerangi biaya pinjaman pemerintah yang terlalu tinggi bagi negara – negara seperti Spanyol dan Italia. Akan tetapi para analis pasar skeptis terhadap kenaikan mata uang ini yang mungkin susah untuk dipertahankan akibat kekhawatiran tentang kemungkinan Spanyol mengajukan permohonan bailout atau Yunani yang terpaksa meninggalkan zona Euro.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong pada perdagangan di hari Jumat dibuka menguat tajam, seiring positifnya bursa saham global merembet ke pembukaan di bursa saham Hongkong hari ini, terangkat menguat dengan signifikan setelah Presiden ECB Mario Draghi menyatakan komitmennya untuk melakukan semua yang dibutuhkan untuk dapat menyelamatkan mata uang Euro dengan ini cukup memberikan keyakinan dan semangat kepada para investor. Ada beberapa saham unggulan yang bergerak cukup solid diantaranya HSBC, Henderson Land, dan Hangseng Land.

Posted from WordPress for Android

Iklan

Market Overview Today


MINYAK

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga minyak mentah tampak mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Harga minyak mentah menguat karena investor menyerbu aset-aset berisiko seperti saham dan menawar harga tinggi atas Euro di tengah optimisme bahwa Eropa akan bertindak mengatasi krisis utang. Minyak mentah reli hari kedua di New York karena terpicu spekulasi penyusutan cadangan dan sinyal pemulihan ekonomi di AS. Hal ini mengindikasikan permintaan bahan bakar di negara pengonsumsi minyak mentah terbesar di dunia itu akan meningkat. Harga minyak lanjut reli setelah American Petroleum Institute (API) menyebut pasokan minyak mentah AS jatuh paling besar dalam enam pekan terakhir. API merilis pasokan turun 5,2 juta barel menjadi 354,2 juta barel. Ini merupakan penurunan terbesarnya sejak pekan yang berakhir 3 Juni. Sementara Departemen Energi AS baru akan merilis laporannya hari ini. Survei Bloomberg memprediksi Departemen Energi akan melaporkan stok turun 2 juta barel minggu lalu. Ini adalah penurunan cadangan untuk pekan yang ketujuh. Selain itu sentimen positif ekonomi AS muncul setelah kemarin Departemen Perdagangan menyebutkan pembangunan rumah di AS pada Juni naik 15% dibanding bulan sebelumnya. Ini merupakan laju tercepatnya dalam lima bulan terakhir.

EMAS

Harga emas ditutup melemah meskipun sempat membukukan rekor tertinggi di $1609.50/troy ounce. Hal ini menjadikan Emas gagal melanjutkan penguatan beruntunnya setelah sebelumnya berhasil mencatat rekor penguatan beruntun terpanjang dalam 11‐sesi terakhir yang menyamai rekor pada 1975 silam. Sejauh ini Emas telah mencatat kenaikan sebesar 13% sepanjang 2011 dan potensial menjadikannya rekor kenaikan beruntun tahunan dalam 11 tahun terakhir, yang akan merupakan rekor kenaikan beruntun terpanjang sejak 1920. Emas ditutup melemah sebesar 1% tertekan progres positif penanganan krisis hutang Amerika yang meredam minat investor pada aset safe haven. Demikian juga harga perak yang turun sebesar 4% setelah sempat membukukan kenaikan tertinggi sejak awal Mei silam di $40.85/troy ounce. Namun demikian diperkirakan kekhawatiran pada kondisi hutang Uni Eropa masih belum berakhir dan saat ini pelaku pasar masih menantikan data Euro zone summit dimana diharapkan akan ada solusi permanen guna menangani krisis hutang kawasan tersebut. Kondisi ini masih berpotensi menyokong laju kinerja Emas untuk menembus level tertinggi berikutnya.

EUR/USD

Uni Eropa juga masih belum menemukan kata sepakat dalam pemberian dana talangan (bailout) kedua untuk Yunani. Perhatian investor dalam beberapa pekan terakhir memang sedang tertuju pada potensi default utang Yunani dan negara-negara Uni Eropa lain seperti Spanyol dan Italia. Kendati demikian kepercayaan investor di Spanyol mendapat sentimen positif dari pasar keuangan pada Selasa kemarin. Hal ini diperlihatkan dari imbal hasil obligasi Italia untuk jangka waktu 10 tahun yang turun menjadi 5,7% dibanding sehari sebelumnya 7%. Sedangkan di Spanyol yield obligasi pemerintahnya melemah sebesar 0,15% menjadi 6,12%. Para pemimpin politik masih menemui jalan buntu dalam memutuskan batas utang yang akan jatuh tempo pada 2 Agustus mendatang. Kekhawatiran investor juga masih dirasakan investor Eropa menjelang konferensi tingkat tinggi (KTT) Uni Eropa di mulai hari Kamis besok.


Market Outlook Today


Kamis, 23 Juni 2011

EMAS
USD Kuat, Emas Tertekan

Logam mulia tertekan oleh penguatan USD meski pelemahan tampaknya hanya bersifat terbatas terkait tindakan investor untuk  mencari aset yang lebih aman. Emas diperdagangkan di range sempit di kisaran $1,546.10/ons dan $1,548.69/ons. Terakhir di $1,546.40/ons, turun $1.60 dari level penutupan sebelumnya. EUR/USD melemah sampai 1.4285 dari sebelumnya di level 1.4354. Daya tarik emas sebagai safe-haven bagaimanapun masih ada karena logam mulia merupakan alat lindung nilai yang cenderung lebih aman saat kondisi ekonomi tidak menentu.

MINYAK
Kontrak Minyak Mentah Merosot Lebih Dari $1: Gempa, Feds

Kontrak minyak mentah turun lebih dari $1 per barel setelah penyelesaian kontrak hari Rabu seiring terjadinya gempa sebesar 6.8 SR di Jepang dan pasar bereaksi terhadap komentar oleh Ben Bernanke. Pengiriman bulan Agustus menyentuh angka $94, turun $1.41 per barel di NYMEX, trading platform Globex. Selama pertemuan konferensi pers, Bernanke mengatakan bahwa FOMC memilih untuk menahan tingkat suku bunga mendekati 0 (nol) karena pemulihan ekonomi belum akan pulih hingga 2012.

 

NIKKEI
Profit Taking Benamkan Nikkei

Nikkei turun 0.4%  menjadi 9590 sesi pagi, terkait serangkaian outlook bullish bagi sektor auto/truck yang menyebabkan profit-taking di saham skala besar diantanya Nikon dan Olympus, menurut Hisatsune Kobayashi, manajer umum SMBC Nikko Securities. Siang ini Nikkei diprediksi akan bergerak di range 9580-9680. Data jobless claims AS nanti malam sangat ditunggu pasar sebagai indikator kesehatan perekonomian AS. 24/33 Topix subindeks melemah, dengan Nippon Electric Glass turun 4.7% menjadi Y995 di tengah minimnya permintaan untuk LCD TV. Nikon turun 4.2% menjadi Y1,939 dan Olympus turun 2.6% menjadi Y2,710. CEO Nissan kemarin mengatakan bahwa penjualan tampaknya meningkat secara signifikan tahun ini, ditutup di sesi pagi naik 1.7% menajdi Y842. Suzuki Motor melonjak 4.0% menjadi Y1,773 setelah outlook pendapatannya lebih baik dari perkiraan. Toyota Motor and Honda Motor masing-masing naik 0.2% menjadi Y3,245, dan 1.0%  menjadi Y2,979.

AUD/USD
Aussie Uji Level Rendah Baru

Aksi hindar resiko membuat Aussie tertekan dan melemah terhadap greenback. Di pasar Asia,  AUD/USD di buka di 1.0561 dengan level resistance di 1.0575. Aussie mencoba level rendah barunya dan berpeluang untuk terus melemah ke area 1.0530.

“Grafik 4 jam menunjukkan bias bearish, mensinyalkan pergerakan terbatas di bawah level 1.0610,” menurut Valeria Bednarik, kepala analis FXstreet.com. “Penguatan emas membatasi pelemahan mata uang. Investor akan kembali tertarik untuk membeli emas saat berada di level 1.0500. Hal ini turut membatasi pelemahan,” katanya. Level suppot di 1.0510, 1.0470 dan 1.0450. Level resistance di 1.0575, 1.0610 dan 1.0650.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Commodity Update


Pertumbuhan Ekonomi AS Melambat; Tingkat Harga Melambung

Perekonomian AS sedang menghadapi masalah akibat kenaikan harga dan lemahnya pertumbuhan. Inflasi di AS saat ini naik ke level tertinggi dalam hampir selama 3 tahun di bulan Mei, sementara aktivitas manufaktur regional berkontraksi bulan ini, menurut laporan hari Rabu. Konsumen di AS lega setelah harga bensin mulai turun, membantu perekonomian pulih dari suramnya data belakangan ini. Namun dalam tren yang dapat menyulitkan pejabat di Federal Reserve, Dep. Tenaga Kerja mengatakan indeks harga konsumen diluar makanan
dan energi naik 0.3%. Itu merupakan kenaikan terbesar sejak Juli 2008, kendati sebagian kenaikan disebabkan oleh gangguan suplai akibat gempa bumi Jepang yang mendorong harga otomotif naik tajam. Laporan terposah menunjukkan penurunan tajam pada aktivitas manufaktur di negara bagian New York dan penurunan 0.1% pada output industri bulan Mei, kendati sebagian disebabkan oleh penurunan pada utilitas terkait udara dingin.

Emas Kian Diminati

Emas naik pada hari Rabu akibat aksi beli safe-haven yang dipicu oleh penurunan tajam pada bursa saham ditengah kecemasan melambatnya perekonomian AS dan tanda bawa krisis hutang di Yunani dapat meningkat.
Investor beralih kepada emas setelah indeks harga konsumen AS mencetak kenaikan terbesar dalam hampir selama 4 tahun dan dan sektor manufaktur regional berkontraksi bulan ini, juga akibat ketidakpastian mengenai diskusi tentang batas hutang AS. “Emas adalah tempat bergantung saat ini ketika bursa saham, minyak mentah dan komoditas lainnya melemah,” ucap Robert Lutts, kepala bagian invetasi di Cabot Money Management. Emas sempat turun pada awal sesi, didera oleh aksi jual dan penguatan dollar akibat krisis hutang Eropa yang memburuk.

Penguatan Dollar Tekan Minyak

Minyak turun lebih dari 4% pada hari Rabu, seiring tanda pelemahan ekonomi lanjutan yang meningkatkan kecemasan permintaan dan juga tertekan oleh penguatan dollar, memicu order sellstop dan mendorong minyak mentah turun ke level terendah sejak bulan Februari. Minyak mentah melemah pasca data menunjukkan kenaikan pada inflasi inti dan sektor manufaktur di New York
berkontraksi. Aksi jual kian intens setelah menembus ke bawah MA150 dan support kunci pada $95, dan menghapus sedikit gain pada minyak mentah akibat
penurunan tajam pada suplai minyak mentah AS. “Investor terburu-buru untuk keluar. Pasar dinilai terlalu tinggi saat ini, minyak brent terus menggelembung, dan gelembung itu pecah hari ini,” ucap Tim Evans, analis energi pada Citi Futures Perspective.

***EnglishVersion***

U.S. Economic Growth Slows; Exchange Rates Soar

The U.S. economy is facing problems due to rising prices and weak growth. Inflation in the U.S. today rose to its highest level in nearly 3 years in May, while the regional manufacturing activity contracted this month, according to reports Wednesday. Consumers in the U.S. relief after gasoline prices began to fall, helping the economy recover from data gloomy lately. But in a trend that could complicate the Federal Reserve officials, Dep. Labor said its index of consumer prices outside of food and energy rose 0.3%. It was the biggest gain since July 2008, although some of the increase due to supply disruptions caused by earthquakes Japanese automotive drive prices up sharply. Terposah report showed a sharp decline in manufacturing activity in New York state and 0.1% decline in industrial output in May, although partly due to a decrease in cold-related utilities.

Gold More Wanted

Gold rose on Wednesday due to safe-haven buying triggered by a sharp decline in stock markets amid concern a slowing U.S. economy and signs carry the debt crisis in Greece can be increased. Investors turn to gold after the U.S. consumer price index scored the biggest gain in nearly four years and the regional manufacturing sector contracted this month, also due to uncertainty regarding the discussion about the U.S. debt limit. “Gold is where the current depends when the stock market, crude oil and other commodities lower,” said Robert Lutts, chief invetasi at Cabot Money Management. Gold was down early in the session, chastened by the strengthening dollar selloff and Europe due to the worsening debt crisis.

Strengthening Dollar Oil Press

Oil fell more than 4% on Wednesday, as a sign of continued economic weakness that increase anxiety and demand also pressured by the strengthening dollar, triggering orders sellstop and pushed crude oil fell to its lowest level since February. Crude oil fell after data showed a rise in core inflation and the manufacturing sector contracted in New York. Increasingly intense sell-off after breaking down the MA150 and the key support at $ 95, and removing a bit of gain on crude oil due to a sharp drop in U.S. crude supplies. “Investors rush to exit. The market is overvalued at this time, Brent oil continued to bubble, and bubbles burst today,” said Tim Evans, energy analyst at Citi Futures Perspective.


Today Market Outlook



MINYAK
AS dan OPEC, Dua Pemicu Koreksi Minyak

Kontrak minyak mentah Amerika Serikat (AS) bergerak turun di awal perdagangan hari Selasa (07/03). Minyak melanjutkan koreksi pada sesi sebelumnya terkait ekspektasi bahwa OPEC akan menaikkan target produksi minggu ini serta kekhawatiran perlambatan demand. Harga minyak mentah turun 24 sen ke level $98.88 per barel, setelah bertahan turun $1.21 ke level $99.02 per barel, penutupan terendahnya dalam 2 minggu. Tingginya harga bahan bakar dan pelemahan data ekonomi AS mungkin memaksa badan perkiraan energi pemerintah AS untuk memangkas perkiraan demand minyak global untuk bulan ke-dua. Hal ini rentan mengundang perdebatan di tengah isu kenaikan output OPEC.

EMAS
Ekonomi Melambat, Emas Kian Berkilau

Emas bergerak naik hari Selasa (07/03), melanjutkan kenaikan hingga ke level tertinggi dalam lebih dari 1 bulan pada sesi sebelumnya. Kekhawatiran stagnasi ekonomi Amerika Serikat (AS) membuat investor memilih emas sebagai investasi alternatif. Spot emas bertambah $1.11 ke level $1,544.16 per ons setelah naik ke $1,553.30 hari Senin (06/03). Emas masih bertahan di bawah level tertinggi sepanjang masa di sekitar $1,575 (awal Mei). Spot perak nyaris tidak bergerak pada level 436.82 per ons, di bawah rekor $49.51 per ons yang terjadi bulan April. Para pejabat Feds hari Senin mengatakan bahwa data ekonomi saat ini mengecewakan sehingga otoritas mungkin memperpanjang strategi pelonggaran moneter.

EUR/USD
“Tak Ada Alasan Simpan Dollar” EUR Bidik 1.4940
Meskipun sempat mengalami koreksi, Euro masih bertengger kokoh di kisaran tingginya dalam 1-bulan terhadap Greenback pada sesi hari Selasa setelah koreksi penurunan akhirnya dibatasi oleh sentimen positif terhadap prosek suku bunga zona Eropa. Menurut Boris Schlossberg, kepala riset GFT Forex, fokus pasar kini beralih kepada perbedaan suku bunga, karena the Fed kemungkinan akan tinggal diam tahun ini, kenaikan suku bunga oleh ECB akan menarik dana menuju euro dan mata uang lainnya. “Tidak ada alasan untuk menyimpan Dollar saat ini,” imbuhnya. Bahkan jika Trichet kembali menggunakan frase “waspada tinggi” dalam menanggapi tekanan inflasi, ini merupakan petunjuk adanya kenaikan suku bunga pada bulan Juli, dan Schlossberg menjelaskan Euro bisa kembali menguji level tinggi tahun 2011 di kisaran $1.4940.

NIKKEI
Dukungan Pemerintah Atas TEPCO Berlawanan Dengan Pasar

Komitmen dukungan pemerintah Jepang atas TEPCO berjalan kontras dengan aksi jual investor saat ini dan sekitar 59% cenderung memperkirakan bahwa perusahaan tersebut akan bangkrut akibat hutangnya dalam 5 tahun. Aksi likuidasi TEPCO sendiri akan menyebabkan masalah besar dan harus dihindari, dikatakan pimpinan secretariat cabinet, Yukio Edano kemarin. Saham perusahaan tersebut turun secara tak terduga 28% ke 207 Yen kemarin setelah pimpinan Tokyo Stock Exchange mengatakan bahwa bursa memerlukan restrukturisasi. Indeks bursa sempat menguat kemarin. “Spekulasi bahwa hanya masalah waktu TEPCO akan bangkrut telah mendominasi pasar saham, kontras dengan dukungan pemerintah untuk mempertahankan keberlangsungan perusahaan tersebut”, dikatakan Yasuhide Yajima, seorang ekonomi dari NLI Research Institute di Tokyo. “Pasar tidak mempercayai kemampuan pemerintah untuk melakukan tindakan menjelang rencana menjaga TEPCO tetap hidup”

****

OIL
U.S. and OPEC, Two Triggers Oil Correction

U.S. crude oil contract (U.S.) moves down in early trade on Tuesday (07/03). Oil continued correction in the previous sessions related to expectations that OPEC will raise production targets this week and concern slowing demand. Crude oil prices fell 24 cents to as low as $ 98.88 per barrel, after the last down $ 1.21 to as low as $ 99.02 per barrel, its lowest close in 2 weeks. The high fuel prices and weakening U.S. economic data may force the agency estimates the U.S. government energy to cut global oil demand forecast for the second month. It is vulnerable to invite debate in the issue of rising OPEC output.

GOLD
Economy Slows, Kian Gold Starred

Gold moves up on Tuesday (03/07), continuing to rise up to the highest level in more than 1 month in the previous session. Concerns economic stagnation United States (U.S.) make investors choose gold as an investment alternative. Spot gold added $ 1.11 to as low as $ 1,544.16 per ounce after rising to $ 1,553.30 on Monday (06/03). Gold still remained below the highest level of all time at around $ 1.575 (early May). Spot silver was almost not moving at the level of 436.82 per ounce, below the record $ 49.51 per ounce which occurred in April. Feds officials on Monday said that economic data is disappointing that the authority may extend the strategy of monetary easing.

EUR / USD
“There’s No Reason Save the Dollar” Shutter 1.4940 EUR

Although experienced a correction, the Euro was still perched firmly on the range in 1-month high against the greenback on Tuesday after correction session decline ultimately limited by the positive sentiment towards prosek eurozone interest rates. According to Boris Schlossberg, GFT Forex head of research, market focus is now switching to the difference in interest rates, because the Fed is likely to stay silent this year, rising interest rates by the ECB will attract funds into the euro and other currencies. “There is no reason to save a dollar today,” he added. Even if Trichet again using the phrase “high alert” in response to inflationary pressures, this is an indication of higher interest rates in July, and Schlossberg explains Euro could re-test the high level of 2011 in the range of $ 1.4940.

NIKKEI
Top Government Support TEPCO Contrary With Market

Commitment to the Japanese government’s support for TEPCO walk contrast with investors selling at the moment and about 59% more likely to estimate that the company will go bankrupt due to debt in 5 years. TEPCO own liquidation action will cause major problems and should be avoided, said cabinet secretariat leader, Yukio Edano yesterday. The company’s shares fell an unexpected 28% to 207 yen yesterday after the head of the Tokyo Stock Exchange said the exchange needs restructuring. Stock index had gained yesterday. “Speculation that the only matter of time TEPCO will go bankrupt already dominant market share, contrasted with government support to maintain the continuity of the company,” said Yasuhide Yajima, a economics from the NLI Research Institute in Tokyo. “Markets do not trust the government’s ability to take action ahead of TEPCO plans to keep stay alive”.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook On Monday


MINYAK
Minyak Bertahan Diatas $100 Terkait Data AS, OPEC

Kontrak minyak mentah AS bertahan diatas 4100 setelah data AS menunjukkan kejatuhan data penjualan perumahan AS dibulan April, menambah sinyal pelemahan ekonomi dan menyingkirkan penguatan sebelumnya yang dipicu oleh melemah dollar AS. Data industri tersebut menunjukkan penjualan perumahan yang tertunda AS turun lebih besar dari perkiraan di bulan April hingga ke level rendahnya selama 7 bulan, menghapus harapan pemulihan kondisi penjualan rumah di AS. “Lemahnya data penjualan rumah di AS memperlihatkan bahwa ekonomi AS cenderung memburuk daripada membaik”, dikatakan Gener McGillian, seorang analis dari Tradition Energy, di Stamford, Connecticut. “Harga minyak mentah telah mencapai diatas $100, tetapi masih sulit untuk bergerak naik lebih jauh karena ketidakpastian ekonomi”, ditambahkannya. Harga minyak mentah untuk pengiriman bulan Juli naik $0.36 untuk bertahan di level $100.59 per barel, setelah menyentuh tinggi awalnya di $101.24. Menambah tekanan terhadap kontrak minyak mentah, output OPEC sendiri diperkirakan akan naik bulan ini karena tambahan persediaan dari Arab Saudi, Nigeria dan Irak, menurut sebuah survei dari Rueters.

EMAS
Emas Stabil Terkait Yunani, Data AS

Emas bertahan stabil hari Senin didukung oleh melemahnya dollar AS, bersama dengan kekhawatiran yang menghinggapi krisis hutang Yunani dan memburuknya data housing dan konsumen AS mendukung minat terhadap emas. Spot emas stabil di area $1,535.45 per ons. Emas menguat 1.8% minggu lalu. Kontrak emas AS sedikit bergerak di level $1,535.90. Di tengah kekhawatoran mengenai krisis hutang Yunani, para pejabar dari IMF dan Uni Eropa mengatakan bahwa mereka tidak mengantisipasi restrukrisasi hutang di Yunani. Memburuknya data consumer spending dan rendahnya penjualan rumah yang tertunda (Pending Home Sales) di bulan April menimbulkan kekhawatiran bahwa pemulihan ekonomi AS kehilangan momentum. menurunkan dollar AS ke dekat rendahnya 3 minggu hari Jumar terhadap sekumpulan mata uang. Pasar keuangan dan komoditi di AS dan Inggris saat ini diliburkan untuk hari libur nasional.

EUR/USD
Euro Dilegakan Komentar Positif Soal Yunani

Euro masih berkutat dikisaran tingginya terhadap Dollar AS di sesi pagi hari Senin pasca pernyataan dari pihak Eropa yang optimis negara Yunani akan mampu mengatasi beban hutang yang berat. Rally Euro terhadap Dollar AS mulai mendapatkan momentum kuat pada sesi New York hari Jumat lalu, setelah salah satu anggota dewan ECB, George Provopoulos, mengatakan bahwa Yunani akan mampu membayar hutangnya secara penuh tanpa memerlukan restrukturisasi jika konsisten menerapkan rencana penghematan. Komentar senada juga datang dari Presiden Perancis, Nicolas Sarkozy, yang menyebutkan bahwa Perancis akan menjaga dan mendukung Euro. Perancis juga menentang setiap jenis restrukturisasi hutang untuk Yunani. “Komentar-komentar itu setidaknya telah mengurangi resiko default Yunani dalam waktu dekat dan meringankan tekanan pada Euro,” kata Joe Manimbo, analis mata uang pada Travelex Global Business Payments di Washington.

HANGSENG
Bursa Hong Kong Fluktuatif, Fokus Pada Shanghai

Bursa saham Hong Kong berfluktuasi pada awal hari Senin bersama sektor perbankan yang secara umum melaju setelah penguatan sebelum akhir pekan terkait pergerakan Wall Street, tetapi pasar masih berusaha bangkit seiring bursa saham Shanghai yang melanjutkan kejatuhan mereka ditengah kekhawatiran melambatnya ekonomi. Indeks Hang Seng sedikit bergerak di level 23,118.23 setelah bergerak naik-turun dan indeks Hang Seng Cina bertambah 0.1% ke level 12,979.29. Saham HSBC Holdings PLC menguat 0.1% dan Bank of China Ltd naik 0.5%, sementara PetroChina turun 0.7% setelah naik tajam hari Jumat. Indeks komposit Shanghai turun 0.7% setelah sebelumnya juga turun di 7 sesi sebelumnya.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Commodity Update: Oil Bearish Trend


MINYAK
Minyak Konsolidasi, Trend Bearish

Minyak Nymex pengiriman bulan Juli konsolidasi setelah naik $1.17 menjadi $100.10/barrel, menurut analisa teknikal Dow Jones. Grafik harian dengan menggunakan indikator MACD menunjukkan trend bearish, namun indikator stochastic menunjukkan bullish dan berada di level oversold. Resistance di $100.42 (level tinggi hari Jumat); jika berhasil menembus level ini, minyak berpeluang untuk naik ke $100.99 (level tinggi hari Rabu), lalu ke $104.60 (level tinggi 11 Mei) dan $105.31 (kisaran MA 55-day). Support di $96.35 (level rendah hari Jumat); lalu $95.02 (level rendah hari Selasa), kemudian $94.63 (level rendah 6 Mei) dan $92.84 (level pada 31 Januari).
Minyak kontrak Juli turun $1.00 menjadi $99.10/barrel di Globex.

EMAS
Krisis Eropa untungkan prospek harga emas

Nilai kontrak emas diperkirakan terus menguat guna melanjutkan peningkatan mingguan pertamanya dalam 3 pekan terakhir. Kekhawatiran terhadap utang sejumlah negara di Eropa menaikkan permintaan logam mulia itu sebagai pengaman aset. Harga emas pengiriman dalam waktu dekat naik 0,5% menjadi US$1.519,35/troy ounce. Kontrak emas diperdangkan naik 1,2% sepanjang pekan lalu. Kontrak emas pengiriman Juni di bursa New York juga menguat 0,7% menjadi US$1.519/troy ounce. “Inevstor membeli aset pengaman nilai setelah Fitch Ratings menurunkan peringkat utang Yunani dan Standard & Poor’s menempatkan Italia ke outlook yang negatif. Hal ini memperkuat kurs dolar AS,” kata Head of Commodity Research ANZ Banking Group Ltd Mark Pervan dalam laporannya hari ini. S&P pekan lalu menurunkan prospek kredit Italia ke negatif dari posisi stabil dengan pertimbangan risiko pelambatan laju ekonomi dan kesulitan pemangkasan utang pemerintah. Fitch juga memangkas peringkat utang Yunani. Perkembangan itu menyebabkan euro melemah 0,5% terhadap dolar AS.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Commodity Update: Minyak Diprediksi Jatuh


MINYAK
Minyak Masih Berada Di Rangenya

Harga minyak masih dipengaruhi oleh mata uang sementara data perekonomian AS yang lemah membuat minyak sulit untuk terus berada di atas level  $100/barrel, menurut Jim Ritterbusch, pimpinan perusahaan penasehat perdagangan minyak Ritterbusch & Associates. Harga minyak masih bergerak di range $10 selama beberapa pekan terakhir. “Diperkirakan pelemahan  akan menuju ke level $92,” kata Ritterbusch. Minyak Nymex turun $1.66 menjadi $98.44/barrel di hari Kamis, Minyak Brent turun 88 sen menjadi $111.42/barrel setelah dirilisnya indikator perekonomian AS dan aktivitas manufaktur yang mengecewakan. Minyak crude bulan Juni naik 42 sen menjadi $98.86/barrel, sementara kontrak Juli naik 45 sen menjadi $99.38/barrel di Globex.
EMAS
Emas Masih Tertekan
Emas melemah akibat ekspektasi berkurangnya tekanan inflasi yang kurangi permintaan terhadap logam mulia sebagai hedging atas kenaikan inflasi. Presiden Fed of St Louis, James Bullard, katakan bank sentral belum akan mengubah kebijakan moneternya sampai akhir tahun, dan turunnya ekspektasi inflasi kurangi kebutuhan untuk mulai menarik stimulus. “Ekspektasi inflasi sedikit mereda belakangan ini,” ungkap Dan Smith, analis Standard Chartered. “Emas kini tengah cari alasan lain untuk bisa pecahkan rekor tertingginya. Saat ini, emas kekurangan pemicu untuk reli.”

Harga minyak, salah satu faktor inflasi, turun hingga di bawah $100 per barel di sesi New York akibat suramnya outlook permintaan energi dunia. Turunnya harga minyak dapat kurangi tekanan inflasi lebih lanjut. “Emas bergerak searah dengan minyak dan penurunan harga minyak sulitkan pergerakan emas,” papar Frank Lesh, trader FuturePath Trading.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Commodity Update:Emas Stabil


EMAS
Emas Stabil, Perak Terus Menguat
Emas sedikit bergerak hari kamis dan perak terus bergerak menguat di sesi sebelumnya, ketika harga komoditi membukukan kenaikan terbesarnya dalam 2 bulan setelah aksi jual, seiring melemahnya dollar AS yang memberikan dukungan. Spot emas flat di level $1,496.29 per ons. Harga emas AS hanya berubah sedikit di level $1,496.60. Spot perak naik 1.6% ke level $35.58, setelah naik 3% di sesi sebelumnya dan perak AS naik 1.4%. Indeks CRB bertahan naik 2.3% hari Rabu, penguatan terbesar harian dalam 2 bulan, terangkat oleh penguatan harga minyak dan biji-bijian. Pasar komoditi mungkin akan mengalami koreksi dalam waktu dekat setelah aksi jual, tetapi untuk jangka panjang, masih terlihat menguatnya pertumbuhan permintaan.

MINYAK
Minyak Mentah Stabil Setelah Naik Diatas $100

Kontrak minyak mentah AS bertahan kuat hari Kamis setelah bangkit lebih dari 3% ke level diatas $100 per hari sebelumnya didukung oleh kenaikan harga-harga komoditi mengikuti berakhirnya aksi jual. Kenaikan kemarin juga didukung oleh laporan EIA akan adanya kejatuhan persediaan di AS dan kejatuhan persediaan di Cushing, Oklahoma, titik pengantaran untuk kontrak minyak mentah AS. Harga minyak mentah NYMEX untuk bulan Juni turun 15 sen ke level $99.95 per barel, setelah bertahan naik $3.19 di level $100.10 sehari sebelumnya. Beberapa analis memperkirakan aksi jual telah pudar hari Selasa, setelah harga turun 17% dari tingginya selama 32 bulan dilevel $114.83 pada 2 Mei ke level $95.02.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Commodity Update: Dollar Jatuh, Minyak Naik


EMAS 
Emas Stabil, Dukungan Kekhawatiran Hutang Eropa
Emas bertahan stabil hari Rabu seiring kekhawatiran terhadap krisis hutang Eropa memberikan dukungan kepada emas, setelah memburuknya data industri dan perumahan AS memicu penurunan di harga minyak dan logam di sesi sebelumnya. Spot emas sedikit bergerak di level $1,485.59 per ons, setelah turun 3 sesi berturut-turut. Emas AS bergerak naik 0.4% ke level $1,485.60. Spot perak beranjak naik 0.4% ke level $35.05. Kontrak perak AS naik sebanyak 1.7% ke level $34.06. Buruknya data industri dan perumahan AS memperlihatkan adanya kejatuhan di ekonomi AS, yang berujung pada lemahnya harga saham dan komoditi.
MINYAK
Kontrak Minyak Mentah Naik Terkait Kejatuhan Dollar AS
Kontrak minyak mentah AS pulih dari rendahnya 12 minggu di perdagangan elektronik diawal hari Rabu, seiring dollar AS yang turun dan memicu aksi beli komoditi yang berdenominasi dollar AS. Minyak mentah AS untuk pengiriman bulan Juni melaju 86 sen, atau 0.9% ke level $97.77 per barel di NYMEX selama sesi perdagangan Asia. Harga minyak mentah sebelumnya ditutup pada sesi AS pada level terendahnya sejak 22 Februari. Data housing yang buruk, yang membantu mengangkat kekhawatiran inflasi mengenai permintaan AS, berkontribusi menekan harga hari Selasa, sementara sebuah laporan grup industri memberikan perkiraan kenaikan persediaan mingguan. Laporan persediaan dari API (American Petroleum Institute) menunjukkan adanya kenaikan persediaan sebesar 2.7 juta barel di akhir minggu 13 Mei. Persediaan bahan bakar bensin turun 676.000 barel dan persediaan produk distilasi turun 2.8 juta, dilaporkan kelompok industri tersebut. Data API tersebut akan dirilis dekat dengan waktu laporan dari Departemen Energi AS, yang keluar hari Rabu, minggu ini.

Posted with WordPress for BlackBerry.