Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “oil nymex

Today Market Outlook


EMAS

Minat Safe Haven Tinggi, Emas Rebound

Harga emas tampaknya akan rebound menjadi $1,550 per troy ons dalam dua hari ke depan terkait kekhawatiran atas kondisi ekonomi AS dan Eropa sehingga meningkatkan minat terhadap aset safe-haven diantaranya logam mulia, menurut laporan MF Global. Logam mulia mendapat dukungan dari beberapa faktor di antaranya data perekonomian yang lemah dan tingginya harga energi. Keputusan Bank Sentral Eropa untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan di hari Kamis “dapat merugikan dollar dan positif bagi logam,”. Disarankan untuk membeli emas saat berada di level 1,528/ons. Spot emas dipardagangkan di kisaran $1,536.90/ons, turun $1.20 dari level penutupan New York.

MINYAK

Keputusan OPEC Lambungkan Harga

Kontrak minyak mentah naik hari Kamis (09/06) setelah pertemuan OPEC gagal memutuskan penambahan suplai. Sementara persediaan Amerika Serikat (AS) turun tajam pekan lalu. Pembicaraan OPEC di Wina gagal ketika para menteri (energi) tidak dapat mencapai kesepakatan ihwal penambahan volume produksi guna memenuhi kenaikan permintaan global. Wacana tersebut juga dibutuhkan supaya inflasi akibat kenaikan BBM tidak meninggi. “Ini adalah salah satu pertemuan terburuk yang pernah Kami hadiri,” dikatakan menteri perminyakan Arab Saudi, Ali al-Naimi. Harga di New York, harga untuk pengiriman bulan Juli naik 71 sen ke level $101.45 setelah bertahan naik $1.65 ke level $100.74. Apabila Arab Saudi tidak dapat mengisi kekurangan untuk persediaan minyak, maka EIA akan melakukan koordinasi untuk melepas persediaan cadangan minyak mentah para anggota EIA, dikatakan pimpinan EIA.

USD/JPY

Sentimen Mendongkrak Performa Yen

Yen dibuka pada level 79.86 pada sesi perdagangan Asia (09/06). Saat ini, JPY/USD mencapai level tertinggi antar sesi di atas 80.15 karena adanya sentimen jangka pendek trader. Data GDP kuartal I Jepang yang lebih lemah dibanding perkiraan menjadi pendorong utama. Yen masih bergerak dalam area harga 80.10/15, sekitar 25 pips di atas harga pembukaan. Kenaikan terpicu setelah valuta Jepang menemukan resistance harian di level 80.19, rekor antar sesi. Untuk pergerakan turun, Valeria Bednarik, pimpinan analis dari FXstreet.com, memberi level support di 79.75, 79.50 dan 79.20. Adapun untuk pergerakan naik, level resistance berada di level 80.25, 80.42 (low 4 Mei) dan 80.50.

HANGSENG

Bursa China Lesu Jelang Rilis Data

Saham China terus turun di sesi pagi setelah di enam sesi sebelumnya juga melemah. Investor menunggu data ekonomi domestik. Indeks Shanghai Composite turun 0.6% menjadi 2732.73. “Level resistance kuat di 2800. Pasar akan melemah ke kisaran 2700,” menurut Jacky Zhang, analis Capital Securities. Ia menambahkan bahwa investor menunggu dirilisnya data inflasi bulan Mei pekan depan. Diantara saham yang aktif diperdagangkan, Agricultural Bank of China  turun 1.8% menjadi CNY2.73, GD Power Development turun 1.3% menjadi CNY3.05 dan China CNR Corp. turun 1.0% menjadi CNY6.69. Indeks Shenzhen turun 0.6% menjadi 1129.24.


Market Outlook


Minyak Kuat Di Pasar Asia

 

Minyak naik tipis diperdagangan Asia, melanjutkan penguatan tadi malam setelah ditutupnya pipa kilang minyak dan  USD/EUR menyentuh level rendah tiga pekan. TransCanada akan segera memulai operasi untuk pipa kilang minyak Keystone dalam waktu dekat, menurut analis Nihon Unicom, Hiroyuki Kikukawa. Minyak Nymex diperkirakan akan berada di range $95-$105/barrel. Minyak Nymex kontrak Juli naik 14 sen menjadi $102.84/barrel di Globex setelah tadi malam melambung 2.1%, Minyak ICE Brent Juli naik 7 sen menjadi $116.80/barrel setelah naik 1.79%. Tumpaham minyak sekitar 10 barrel di stasiun pompa Kansas sepanjang jaringan pipa Keystone memaksa TransCanada untuk menutup seluruh jaringan pipanya.  Keystone berhubungan dengan jaringan di Alberta dan Cushing, Okla yang menjadi pusat pengiriman untuk Minyak Nymex. EUR menyentuh level tinggi tiga pekan terhadap USD setelah Wall Street Journal melaporkan Jerman akan mendorong penjadwalan awal bagi obligasi Yunani untuk menfasilitasi paket bantuannya. Berita ini mendorong optimisme Eropa berhasil mengatasi kebuntuan atas kebutuhan pendanaan Yunani.

EMAS

Perkembangan Yunani Redupkan Emas

 

Spot emas bergerak turun hari Rabu (01/06) 0,1% ke level $1,533.1 per ons. Koreksi dipicu oleh harapan mengenai dana bantuan baru Yunani. Namun pelemahan dollar AS diperkirakan membatasi kejatuhan emas. Kontrak emas AS turun 0.2% ke level $1.532.80. Spot emas menyentuh level tertinggi 4 pekan pada level $1,540.50 hari Selasa. Penguatan saat itu dipicu oleh data harga rumah negatif, pesimisme konsumen serta perlambatan sektor manufaktur regional di AS. Hal ini meningkatkan kekhawatiran terhadap pemulihan di AS. Spot perak turun 0.6% ke level $38.22. Komoditi logam turun 19.6% bulan lalu, kejatuhan terbesar ke 2 di komoditi setelah perak AS, tetapi masih lebih tinggi 24% sampai tahun ini. Harga perak AS bergerak melemah 0.2% ke level $38.22.

 

EUR/USD

Euro Bidik Level 1.4510

 

Euro menguat di atas level 1.4420  selama perdagangan kemarin (31/05) akbat berita bahwa Jerman akan memudahkan permintaan Yunani dan bersedia untuk memberi lebih banyak pinjaman, menyebabkan meningkatnya permintaan investor untuk mata uang utama. “EUR/USD mengalami gain yang mengagumkan hari ini, menyentuh area 1.443, euro konsolidasi di kisaran 1.4400,” menurut Valeria Bednarik, kepala analis FXstreet.com. “Kedua indikator baik 1 atau 4 jam menunjukkan trendh bullish, pergerakan harga masih ke arah level resistance di 1.4510/20,” katanya. Level support di 1.4350, 1.4310 and 1.4280 sementara level resistance di 1.4480 kemudian 1.4510.

 

HANGSENG

Hang Seng Bidik Level 23.800

 

Hang Seng dibuka menguat mengikuti penguatan Wall Street tadi malam, namun penguatan diprediksi terbatas setelah kemarin indeks menguat tajam, menurut Ben Kwong, COO di KGI Asia. Indeks diprediksi akan bergerak di kisaran level 23,800, Level support untuk indeks berada di kisaran 23.400. Tindakan profit-taking diperkirakan juga akan muncul. “Sentimen meningkat namun penguatan tidak akan seperti di hari Selasa.” Saham komoditi, diantaranya saham minyak akan mendapat dukungan setelah harga minyak menguat (Minyak kontrak Juli naik 2.1%), sementara saham properti China melemah akibat kekhawatiran mengenai pengetatan di China. Hang Seng ditutup naik 2.2% menjadi 23,684.1323.543 kemarin.