Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “NYMEX

Market Overview Today


MINYAK

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga minyak mentah tampak mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Harga minyak mentah menguat karena investor menyerbu aset-aset berisiko seperti saham dan menawar harga tinggi atas Euro di tengah optimisme bahwa Eropa akan bertindak mengatasi krisis utang. Minyak mentah reli hari kedua di New York karena terpicu spekulasi penyusutan cadangan dan sinyal pemulihan ekonomi di AS. Hal ini mengindikasikan permintaan bahan bakar di negara pengonsumsi minyak mentah terbesar di dunia itu akan meningkat. Harga minyak lanjut reli setelah American Petroleum Institute (API) menyebut pasokan minyak mentah AS jatuh paling besar dalam enam pekan terakhir. API merilis pasokan turun 5,2 juta barel menjadi 354,2 juta barel. Ini merupakan penurunan terbesarnya sejak pekan yang berakhir 3 Juni. Sementara Departemen Energi AS baru akan merilis laporannya hari ini. Survei Bloomberg memprediksi Departemen Energi akan melaporkan stok turun 2 juta barel minggu lalu. Ini adalah penurunan cadangan untuk pekan yang ketujuh. Selain itu sentimen positif ekonomi AS muncul setelah kemarin Departemen Perdagangan menyebutkan pembangunan rumah di AS pada Juni naik 15% dibanding bulan sebelumnya. Ini merupakan laju tercepatnya dalam lima bulan terakhir.

EMAS

Harga emas ditutup melemah meskipun sempat membukukan rekor tertinggi di $1609.50/troy ounce. Hal ini menjadikan Emas gagal melanjutkan penguatan beruntunnya setelah sebelumnya berhasil mencatat rekor penguatan beruntun terpanjang dalam 11‐sesi terakhir yang menyamai rekor pada 1975 silam. Sejauh ini Emas telah mencatat kenaikan sebesar 13% sepanjang 2011 dan potensial menjadikannya rekor kenaikan beruntun tahunan dalam 11 tahun terakhir, yang akan merupakan rekor kenaikan beruntun terpanjang sejak 1920. Emas ditutup melemah sebesar 1% tertekan progres positif penanganan krisis hutang Amerika yang meredam minat investor pada aset safe haven. Demikian juga harga perak yang turun sebesar 4% setelah sempat membukukan kenaikan tertinggi sejak awal Mei silam di $40.85/troy ounce. Namun demikian diperkirakan kekhawatiran pada kondisi hutang Uni Eropa masih belum berakhir dan saat ini pelaku pasar masih menantikan data Euro zone summit dimana diharapkan akan ada solusi permanen guna menangani krisis hutang kawasan tersebut. Kondisi ini masih berpotensi menyokong laju kinerja Emas untuk menembus level tertinggi berikutnya.

EUR/USD

Uni Eropa juga masih belum menemukan kata sepakat dalam pemberian dana talangan (bailout) kedua untuk Yunani. Perhatian investor dalam beberapa pekan terakhir memang sedang tertuju pada potensi default utang Yunani dan negara-negara Uni Eropa lain seperti Spanyol dan Italia. Kendati demikian kepercayaan investor di Spanyol mendapat sentimen positif dari pasar keuangan pada Selasa kemarin. Hal ini diperlihatkan dari imbal hasil obligasi Italia untuk jangka waktu 10 tahun yang turun menjadi 5,7% dibanding sehari sebelumnya 7%. Sedangkan di Spanyol yield obligasi pemerintahnya melemah sebesar 0,15% menjadi 6,12%. Para pemimpin politik masih menemui jalan buntu dalam memutuskan batas utang yang akan jatuh tempo pada 2 Agustus mendatang. Kekhawatiran investor juga masih dirasakan investor Eropa menjelang konferensi tingkat tinggi (KTT) Uni Eropa di mulai hari Kamis besok.


Today Market Outlook


EMAS

Minat Safe Haven Tinggi, Emas Rebound

Harga emas tampaknya akan rebound menjadi $1,550 per troy ons dalam dua hari ke depan terkait kekhawatiran atas kondisi ekonomi AS dan Eropa sehingga meningkatkan minat terhadap aset safe-haven diantaranya logam mulia, menurut laporan MF Global. Logam mulia mendapat dukungan dari beberapa faktor di antaranya data perekonomian yang lemah dan tingginya harga energi. Keputusan Bank Sentral Eropa untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan di hari Kamis “dapat merugikan dollar dan positif bagi logam,”. Disarankan untuk membeli emas saat berada di level 1,528/ons. Spot emas dipardagangkan di kisaran $1,536.90/ons, turun $1.20 dari level penutupan New York.

MINYAK

Keputusan OPEC Lambungkan Harga

Kontrak minyak mentah naik hari Kamis (09/06) setelah pertemuan OPEC gagal memutuskan penambahan suplai. Sementara persediaan Amerika Serikat (AS) turun tajam pekan lalu. Pembicaraan OPEC di Wina gagal ketika para menteri (energi) tidak dapat mencapai kesepakatan ihwal penambahan volume produksi guna memenuhi kenaikan permintaan global. Wacana tersebut juga dibutuhkan supaya inflasi akibat kenaikan BBM tidak meninggi. “Ini adalah salah satu pertemuan terburuk yang pernah Kami hadiri,” dikatakan menteri perminyakan Arab Saudi, Ali al-Naimi. Harga di New York, harga untuk pengiriman bulan Juli naik 71 sen ke level $101.45 setelah bertahan naik $1.65 ke level $100.74. Apabila Arab Saudi tidak dapat mengisi kekurangan untuk persediaan minyak, maka EIA akan melakukan koordinasi untuk melepas persediaan cadangan minyak mentah para anggota EIA, dikatakan pimpinan EIA.

USD/JPY

Sentimen Mendongkrak Performa Yen

Yen dibuka pada level 79.86 pada sesi perdagangan Asia (09/06). Saat ini, JPY/USD mencapai level tertinggi antar sesi di atas 80.15 karena adanya sentimen jangka pendek trader. Data GDP kuartal I Jepang yang lebih lemah dibanding perkiraan menjadi pendorong utama. Yen masih bergerak dalam area harga 80.10/15, sekitar 25 pips di atas harga pembukaan. Kenaikan terpicu setelah valuta Jepang menemukan resistance harian di level 80.19, rekor antar sesi. Untuk pergerakan turun, Valeria Bednarik, pimpinan analis dari FXstreet.com, memberi level support di 79.75, 79.50 dan 79.20. Adapun untuk pergerakan naik, level resistance berada di level 80.25, 80.42 (low 4 Mei) dan 80.50.

HANGSENG

Bursa China Lesu Jelang Rilis Data

Saham China terus turun di sesi pagi setelah di enam sesi sebelumnya juga melemah. Investor menunggu data ekonomi domestik. Indeks Shanghai Composite turun 0.6% menjadi 2732.73. “Level resistance kuat di 2800. Pasar akan melemah ke kisaran 2700,” menurut Jacky Zhang, analis Capital Securities. Ia menambahkan bahwa investor menunggu dirilisnya data inflasi bulan Mei pekan depan. Diantara saham yang aktif diperdagangkan, Agricultural Bank of China  turun 1.8% menjadi CNY2.73, GD Power Development turun 1.3% menjadi CNY3.05 dan China CNR Corp. turun 1.0% menjadi CNY6.69. Indeks Shenzhen turun 0.6% menjadi 1129.24.


Commodity Update: Oil Bearish Trend


MINYAK
Minyak Konsolidasi, Trend Bearish

Minyak Nymex pengiriman bulan Juli konsolidasi setelah naik $1.17 menjadi $100.10/barrel, menurut analisa teknikal Dow Jones. Grafik harian dengan menggunakan indikator MACD menunjukkan trend bearish, namun indikator stochastic menunjukkan bullish dan berada di level oversold. Resistance di $100.42 (level tinggi hari Jumat); jika berhasil menembus level ini, minyak berpeluang untuk naik ke $100.99 (level tinggi hari Rabu), lalu ke $104.60 (level tinggi 11 Mei) dan $105.31 (kisaran MA 55-day). Support di $96.35 (level rendah hari Jumat); lalu $95.02 (level rendah hari Selasa), kemudian $94.63 (level rendah 6 Mei) dan $92.84 (level pada 31 Januari).
Minyak kontrak Juli turun $1.00 menjadi $99.10/barrel di Globex.

EMAS
Krisis Eropa untungkan prospek harga emas

Nilai kontrak emas diperkirakan terus menguat guna melanjutkan peningkatan mingguan pertamanya dalam 3 pekan terakhir. Kekhawatiran terhadap utang sejumlah negara di Eropa menaikkan permintaan logam mulia itu sebagai pengaman aset. Harga emas pengiriman dalam waktu dekat naik 0,5% menjadi US$1.519,35/troy ounce. Kontrak emas diperdangkan naik 1,2% sepanjang pekan lalu. Kontrak emas pengiriman Juni di bursa New York juga menguat 0,7% menjadi US$1.519/troy ounce. “Inevstor membeli aset pengaman nilai setelah Fitch Ratings menurunkan peringkat utang Yunani dan Standard & Poor’s menempatkan Italia ke outlook yang negatif. Hal ini memperkuat kurs dolar AS,” kata Head of Commodity Research ANZ Banking Group Ltd Mark Pervan dalam laporannya hari ini. S&P pekan lalu menurunkan prospek kredit Italia ke negatif dari posisi stabil dengan pertimbangan risiko pelambatan laju ekonomi dan kesulitan pemangkasan utang pemerintah. Fitch juga memangkas peringkat utang Yunani. Perkembangan itu menyebabkan euro melemah 0,5% terhadap dolar AS.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Commodity Update: Minyak Diprediksi Jatuh


MINYAK
Minyak Masih Berada Di Rangenya

Harga minyak masih dipengaruhi oleh mata uang sementara data perekonomian AS yang lemah membuat minyak sulit untuk terus berada di atas level  $100/barrel, menurut Jim Ritterbusch, pimpinan perusahaan penasehat perdagangan minyak Ritterbusch & Associates. Harga minyak masih bergerak di range $10 selama beberapa pekan terakhir. “Diperkirakan pelemahan  akan menuju ke level $92,” kata Ritterbusch. Minyak Nymex turun $1.66 menjadi $98.44/barrel di hari Kamis, Minyak Brent turun 88 sen menjadi $111.42/barrel setelah dirilisnya indikator perekonomian AS dan aktivitas manufaktur yang mengecewakan. Minyak crude bulan Juni naik 42 sen menjadi $98.86/barrel, sementara kontrak Juli naik 45 sen menjadi $99.38/barrel di Globex.
EMAS
Emas Masih Tertekan
Emas melemah akibat ekspektasi berkurangnya tekanan inflasi yang kurangi permintaan terhadap logam mulia sebagai hedging atas kenaikan inflasi. Presiden Fed of St Louis, James Bullard, katakan bank sentral belum akan mengubah kebijakan moneternya sampai akhir tahun, dan turunnya ekspektasi inflasi kurangi kebutuhan untuk mulai menarik stimulus. “Ekspektasi inflasi sedikit mereda belakangan ini,” ungkap Dan Smith, analis Standard Chartered. “Emas kini tengah cari alasan lain untuk bisa pecahkan rekor tertingginya. Saat ini, emas kekurangan pemicu untuk reli.”

Harga minyak, salah satu faktor inflasi, turun hingga di bawah $100 per barel di sesi New York akibat suramnya outlook permintaan energi dunia. Turunnya harga minyak dapat kurangi tekanan inflasi lebih lanjut. “Emas bergerak searah dengan minyak dan penurunan harga minyak sulitkan pergerakan emas,” papar Frank Lesh, trader FuturePath Trading.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Menguatnya Dollar Memicu Penurunan Komoditi Emas, Minyak dan Perak


MINYAK

Minyak Turun Mendekati 1% Dibawah $99; Dollar AS

Kontrak minyak mentah As turun mendekati 1% hari Senin, dibawah $99 per barel, menghapus penguatan hari Jumat seiring menguatnya Dollar terhadap Euro ditengah kekhawatiran masalah hutang Yunani. Kontrak minyak mentah NYMEX untuk bulan Juni diperdagangkan turun 94 sen ke sekitar $98.71 per barel, di perdagangan elektronik Globex, setelah merosot lebih dari 1 dollar di level $98/50 sebelumnya. Minggu lalu minyak mentah naik $2.47 atau 2.5%, mendapat kepulihan ringan dari rekor $16.75 dalam kejatuhan mingguan di 6 Mei.

EMAS
Emas-Perak Bergerak Turun

Emas dan perak bergerak turun hari Senin, seiring dollar yang bertahan stabil terkait kekhawatiran hutang Eropa sebelum para menteri keuangan Eropa akan membahas bantuan untuk Portugal. Spot emas bergerak turun 0.1% ke level $1,491.45 per ons, setelah menutup minggu lalu nyaris flat. Kontrak emas AS juga turun 0.1% ke $1,492. Spot emas turun 0.3% ke $35.17, melanjutkan kejatuhan yang mendekati 1% minggu lali. Perak AS menguat 0.6% ke level $35.21.

Logam mulia dalam tekanan akibat menguatnya dollar AS, yang terangkat oleh data inflasi AS dan kejatuhan Euro ke rendahnya 6 minggu terhadap dollar AS.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Memburuknya Data Inflasi AS Memicu Kenaikan Emas


Emas
Emas Beranjak Naik Memburuknya Data Inflasi AS

Emas bergerak naik seiring dollar bertahan stabil, walaupun ekspektasi bahwa tekanan inflasi di AS menyusut membuat batasan untuk penguatan. Data CPI hari Jumat diperkirakan akan menunjukkan kenaikan 0.4% dibandingkan 0.5% bulan Maret, menurut sebuah poll Reuters. Spot emas telah beranjak naik dibawah $3 ke level $1,504.69 per ons, kembali mengumpulkan kekuatan semalam. Kontrak emas AS turun $2 ke level $1,504.80 per ons. Spot perak menguat 21 sen ke level $34.31 per ons. Harga perak di COMEX secara umum flat di level $34.79 per ons.

MINYAK
Minyak Mentah AS Turun $1 Terkait Kekhawatiran Permintaan

Kontrak minyak mentah AS turun lebih dari $1 hari Jumat, tertekan oleh kekhawatiran permintaan minyak mentah global seiring para produsen AS yang menghadapi naiknya harga pompa dan Cina yang menghadapi inflasi. Kontrak minyak mentah di NYMEX untuk bulan Juni diperdagangkan turun $1.05 di level $97.92.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Emas & Perak Koreksi Tipis, Minyak Kembali Pulih


Emas
Emas dan Perak Koreksi Tipis

Emas turun tipis di awal perdagangan pasar Asia akibat penguatan USD, menurut dealer IG Markets, Chris Weston. Spot emas turun $4.50/ons di $1508.60/ons. Kekhawatiran atas isu hutang negara zona Eropa setelah Standard and Poor menurunkan peringkat Yunani sebesar dua notches di hari Senin “bagus untuk emas”, katanya. Perak berada di posisi yang lebih baik dibanding pekan lalu, meski masih ada beberapa bargain hunting tadi malam setelah harga merosot tajam pekan lalu. Spot perak turun 20 sen menjadi $37.51.

MINYAK
Minyak Pulih Diatas $102

Kontrak minyak mentah menebus kejatuhannya pada hari Senin, menguat 5.5% guna bertahan diatas level $102 per barel, seiring kejatuhan minggu lalu memancing pembeli memburu komoditi yang turun. Minyak mentah untuk pengiriman bulan Juni, berakhir sebelumnya naik $5.37 atau 5.5% di level $120.55 per barel di NYMEX, setelah naik ke level $103.40 di momentum penguatan selama beberapa jam sebelum penutupan. Penguatan hari Senin, yang mengembalikan harga ke level $100 untuk pertama kalinya sejak hari Rabu, memberikan pemulihan sebagian dari peralihan minggu lalu, kejatuhan dalam. Minyak mentah anjlok mendekati 15% guna menutup minggu tersebut di level $97.18 per barel, minggu terburuk dalam persentase sejak Desember 2008.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Gold
Thin Gold and Silver Correction

Gold fell in early trading thin Asian market due to the strengthening of the USD, according to IG Markets dealer, Chris Weston. Spot gold fell $ 4.50/ons at $ 1508.60/ons. Concerns over the issue of euro zone countries debts after Standard and Poor’s downgraded by two notches Greece on Monday “good for gold“, he said. Silver was in a better position than last week, although there are still some bargain hunting last night after the price fell sharply last week. Spot silver fell 20 cents to $ 37.51.

OIL
Oil Recovers Above $ 102

Crude oil contract redeem his ouster on Monday, rose 5.5% to stand above the level of $ 102 per barrel, as the buyer’s downfall last week fishing hunt down commodity. Crude oil for delivery in June, ended earlier rose $ 5.37 or 5.5% at the level of $ 120.55 a barrel on the Nymex, after rising to as low as $ 103.40 at strengthening the momentum for a few hours before closing. Strengthening Monday, which returns the price to as low as $ 100 for the first time since Wednesday, giving the recovery portion of the transition last week, falling inside. Crude oil plunged close to 15% in order to close the week at $ 97.18 per barrel level, as a percentage of worst week since December 2008.


Commodity Update: Emas Menyentuh Rekor Tertinggi Baru


Emas Sentuh Rekor Baru Setelah Komentar Bernanke

gold price is up on the highest levelEmas menyentuh rekor tinggi barunya di hampir $1,530.00/troy ounce dan perak melonjak 6% setelah pimpinan The Fed memberikan sinyal tidak adanya pengetatan kebijakan moneter lanjutan dari The Fed, membawa dollar AS turun ke rendahnya 3 tahun. Ini adalah rekor ke 8 kalinya untuk emas mencapai rekor tingginya di 9 sesi perdagangan untuk emas, melanjutkan reli bahwa komoditi tersebut telah naik sebanyak $50/troy ounce sejak 15 April dan sebanyak $200 sejak akhir Januari. Spot emas naik lebih dari 1.5% guna mencapai rekor tinggi $1,529.90/troy ounce setelah Feds mengatakan bahwa Feds akan mengakhiri program stimulus pembelian obligasi sebanyak $600 di bulan Juni seperti yang direncanakan, dan pimpinan Feds, Ben Bernanke mengatakan ia tidak terburu-buru menaikan tingkat suku bunga. Turunnya tingkat suku bunga cenderung memicu harga komoditi bahan bakar, membawa investor mencari aset-aset beresiko dan mengangkat harga.

MINYAK
Kontrak Minyak Mentah AS Menguat Terkait Feds

Kontrak minyak mentah AS menguat di awal perdagangan hari Kamis, mencapai tingginya dalam 2.5 tahun, seiring dollar AS yang masih dalam tekanan Feds yang memberikan untuk tidak melakukan pengetatan moneter. Kontrak minyak mentah di NYMEX untuk bulan Juni menguat 78 sen ke level $113.55/barel, kenaikan ke tingginya pada level $113.70/barel. Setelah mendapat dorongan awal dari data persediaan minyak AS yang menunjukkan menipisnya persediaan bahan bakar bensin, pasar minyak mentah melanjutkan penguatan setelah Feds memberikan sinyal untuk tidak terburu-buru menerapkan kebijakan baru guna mendukung pemulihan ekonomi AS seiring badan federasi tersebut memangkas perkiraan untuk pertumbuhan ekonomi 2011. Persediaan minyak mentah AS naik lebih dari 6 juta barel minggu lalu bersama naiknya impor, sementara persediaan bahan bakar turun untuk 10 minggunya berturut-turut, ditunjukkan oleh data dari EIA.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook, 7 Februari 2011


MINYAK

Minyak Bangkit dari Penurunan 2%

Kontrak minyak mentah AS menguat hari Senin setelah jatuh hampir 2% hari Jumat, mendapatkan dukungan dari saham Asia, walaupun fokus para pelaku pasar masih stabil terkait krisis politik di Mesir. Minyak mentah di NYMEX untuk pengiriman Februari naik 35 sen ke $89.38 per barel, setelah bertahan turun $1.51 di level $89.03 hari Jumat. Sebuah laporan tak dikenal hari Jumat mengatakan adanya kemungkinan pengumuman dari Mesir bahwa terdapat spekulasi presiden Husni Mubarak mungkin akan turun secepatnya dan menekan harga minyak. (By monexnews.com)

EMAS

Emas Stabil Meski Terhalang Saham dan Logam Dasar

Emas stabil bertahan hari Senin setelah jatuh di sesi sebelumnya terkait data payroll AS dan laporan bahwa presiden Husni Mubarak dari Mesir mungkin akan turun secepatnya, tetapi penguatan di pasar saham dan industri logam terus membebani emas. Harga tembaga, yang sering dilihat sebagai indikator kondisi ekonomi, mencapai tingginya selama ini diatas $10,000 per ton sebagai pertanda membaiknya ekonomi AS, yang membatasi pesona emas ditengah ketidakpastian sekarang ini. Spot emas nyaris tidak bergerak di $1,346.86/troy ounce – bertahan kuat di rekor tingginya disekitar $1,430.00/troy ounce di Desember. Kontrak emas AS untuk April turun $2.2/troy ounce ke $1,346.80/troy ounce. (By monexnews.com)

EUR/USD

Teknikal: EUR Rawan Bearish Menuju $1.35-an

Mata uang tunggal Euro masih terkondisi lemah setelah di akhir pekan lalu mengalami kemerosotan tajam terutama terhadap dollar A.S terkait aksi profit taking mewarnai Euro setelah data tingkat penangguran A.S menurun cukup signifikan.  Secara teknikal seperti terlihat pada grafik berikut, pergerakan EUR telah menembus dibawah 1.3570 yang kemungkinan dapat membawa menuju skenario bearish baru menuju area support pada 1.3465 – 1.3500.

Sementara resisten terdekat ada pada MA-10 yang berada sekitar 1.3625 saat ini, break keatas area tersebut dapat memicu sinyal buy menuju area 1.3680 – 1.3700. Secara keseluruhan bias masih bullish selama level 1.3395 dapat menahan harga, pelaku pasar yang agresif dapat menggunakan strategi buy on a dip sekitar area tersebut dengan stop loss ketat. (By monexnews)

Resistance Level         : 1.3625, 1.3700, 1.3800

Support Level              : 1.3570, 1.3500, 1.3465

Trading Range             : 1.3500– 1.3625

Trend                           : Bearish