Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “New York

Market Review


International Monetary Fund's Managing Directo...

International Monetary Fund’s Managing Director Dominique Strauss-Kahn (L) talks with , European Central Bank President Jean-Claude Trichet (C) and Italy’s Governor Mario Draghi (R) prior to the start of their G-7 meeting at the Istanbul Congress Center (Photo credit: Wikipedia)

Market Review

EUR/USD closing 1.3397, high 1.3577, low 1.3369, XAUUSD C:1671.10, H:1683.03, L:1663.65, CO-LS C: 95.91, H: 97.21, L: 95.54. Dow C: 13898 H: 13958, L: 13802.

Euro turun ke level trendah sejak bulan Juli terhadap dollar setelah Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengatakan bahwa penguatan mata uang akhir-akhir ini menciptakan kekhawatiran bahwa inflasi akan melambat. Bursa saham AS berakhir melemah setelah mencapai level terendah dalam perdagangan volatile pada hari Kamis, seiring saham sektor teknologi pulih, namun kekhawatiran yang terjadi di Eropa terus memperkecil penguatan di bursa. Emas berjangka berakhir rendah pada hari Kamis, ditekan oleh kenaikan tajam pada dollar seiring investor mempertimbangkan komentar dari pejabat-pejabat bank sentral di Eropa dan AS. Minyak turun menuju level terendah dalam dua minggu di New York seiring Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengatakan bahwa penguatan euro dapat menghambat pemulihan ekonomi, membatasi permintaan bahan bakar. Data ekonomi hari ini adalah Current Account dari Jepang, RBA Monetary Policy Statement dari Australia, Trade Balance, CPI y/y dari China, Trade Balance dari AS.



Market Review EUR/USD closing 1.3197, high 1.3218, low 1.3143, XAUUSD C:1641.80, H:1649.15, L:1634.35, CO-LS C: 103.79, H: 104.10 L: 102.79. Dow C: 12959, H: 12995, L:12870. Dollar melemah terhadap euro pada hari Selasa setelah data menunjukkan bahwa harga rumah di AS mulai stabil memicu investor untuk mencari yield yang lebih tinggi di luar AS. Emas juga ikut naik seiring terjadi pelemahan dollar, namun traders masih enggan memasuki pasar menjelang pertemuan kebijakan dari Federal Reserve. Bursa saham AS ditutup mix, terlepas dari level tinggi sesi, seiring euforia dari laporan earnings pada awal sesi memudar dan seiring anjloknya saham Apple, yang turut menekan indeks Nasdaq. Harga minyak naik pada sesi New York setelah harga rumah di 20 kota di AS turun dengan laju lebih lambat di bulan Februari, menguatkan optimisme bahwa ekspansi ekonomi AS akan bertambah cepat. Data ekonomi hari ini adalah pidato dari ECB Draghi, GDP, CBI industrial orders expectations dari Inggris, durable goods orders, crude oil inventories dari AS, keputusan suku bunga, pernyataan, proyeksi ekonomi, dan konferensi pers FOMC, serta laporan earnings dari Boeing, Caterpillar, Credit Suisse, Motorola Solution, Sprint dan Akamai.


Market Outlook Today


MINYAK

Komoditi Minyak dunia kembali ditransaksikan merosot di New York dengan demikian penurunan harga minyak sudah terjadi selama 3 hari berturut-turut. Penurunan harga minyak terjadi setelah Standard & Poor’s memangkas peringkat utang Italia ke level A dengan outlook negatif. Jika terjadi kolaps pada perekonomian Eropa hal tersebut kemungkinan akan menyebabkan perlambatan pertumbuhan di AS. Hal itu bisa menyebabkan resesi global yang akan memangkas permintaan energi secara signifikan.

EMAS

Komoditi Emas merosot sebesar 1,8% terhadap dollar AS ke level $1778.55/troy ounce pada perdagangan kemarin seiring kalah pamornya sebagai aset safe haven dibanding obligasi dan dollar AS ditengah semakin berkembangnya kekhawatiran pada krisis Uni Eropa, investor cenderung mengalirkan investasinya pada aset yang lebih likuid dibanding aset alternatif seperti Emas. Pelemahan bursa saham global juga tak kunjung memberikan dukungan penguatan Emas secara signifikan, hal tersebut ditengarai karena maraknya aksi ambil untung terhadap Emas untuk menutupi kerugian investor pada instrumen investasi lain seperti saham dan mata uang. Kemungkinan sikap wait and see para pelaku pasar Emas menjelang rilis hasil sidang FOMC besok Kamis dini hari 22 September 01.15 WIB. Di perkirakan saat ini The Fed akan kembali melakukan upaya pelonggaran moneter meskipun disisi lain akan mempertahankan nilai tukar dollar yang kuat.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa merosot pada perdagangan kemarin setelah para pejabat Eropa mengakhiri pertemuan akhir minggu mereka tanpa menghasilkan persetujuan atau kesepakatan baru untuk mengatasi krisis utang kawasan zona Euro, sehingga menambah kekhawatiran mengenai kemungkinan default utang Yunani dapat menular ke negara‐negara zona Euro lainnya. Kekhawatiran terhadap krisis utang Eropa dan prospek suram perekonomian AS telah mendorong investor menjauhi aset‐aset beresiko dan mengalihkan investasi mereka kedalam Treasuries dan dolar, dimana dolar telah melonjak lebih dari 1% terhadap 6 mata uang rival utamanya.

NIKKEI

Bursa saham Jepang padap perdagangan di hari Selasa pagi indeks-indeks acuan di bursa saham mengalami penurunan sehingga mendorong indeks mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam tiga hari belakangan, bursa saham Jepang tertekan setelah saham Wall Street ditutup di teritori negatif seiring dengan makin tingginya kekhawatiran mengenai kemungkinan kebangkrutan Yunani. Anjloknya bursa saham Jepang juga turut dipicu oleh menguatnya mata uang Yen ke posisi tertinggi dalam 10 tahun terhadap Euro. Saham eksportir mengalami tekanan jual yang besar seiring dengan apresiasi mata uang Yen tersebut. Di perkirakan Indeks Berjangka Nikkei pada perdagangan hari ini akan mengalami peningkatan tapi terbatas.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook Today


Senin, 19 September 2011

EMAS

Komoditi Emas menutup kenaikan sebesar 1% pada hari Jumat akhir minggu lalu dalam perdagangan dengan volatilitas tinggi seiring kembalinya minat investor pada aset safe haven tersebut ditengah rilis survei yang memperlihatkan muramnya pandangan konsumen Amerika mengenai kondisi ekonomi. Sebelumnya Emas sempat anjlok ke level terendah sejak 3 minggu terakhir ke level $1762.55/troy ounce ditekan membaiknya sentimen pelaku pasar pada krisis Eropa setelah adanya komitmen dari bank sentral dan petinggi Jerman serta Perancis. Sementara itu dalam seminggu terakhir ini logam mulia tercatat melemah sebesar 2,6%, pelemahan mingguan beruntun dalm 2 minggu terakhir dan merupakan performa mingguan terburuk sejak awal Mei lalu. Minggu ini pelaku pasar akan fokus pada hasil sidang FOMC dimana investor akan mengamati sinyal pemberlakuan program quantitative easing lanjutan untuk menstimulasi ekonomi Amerika. Jika The Fed menempuh langkah tersebut maka diperkirakan akan memberikan tekanan pada dollar AS dan kembali mendukung performa Emas. Sebagaimana serupa yang terjadi sejak program QE2 diluncurkan akhir 2010 lalu dimana Emas menguat lebih dari 40% hingga program tersebut berakhir Juni 2011.

MINYAK

Komoditi Minyak dunia pada perdagangan di pagi ini ditransaksikan turun ke level terendah dalam seminggu terakhir di New York, penurunan harga minyak pagi ini lebih disebabkan oleh kecemasan investor bahwa permintaan minyak akan terpangkas terkait perlambatan pertumbuhan ekonomi di Eropa dan AS. Baik Eropa maupun AS merupakan konsumen minyak terbesar dunia. Situasi di Eropa akan menjadi sentimen negatif bagi Minyak dunia dalam beberapa waktu ke depan. Selain itu kecemasan utama yang mempengaruhi Minyak dunia adalah bagaimana perilaku konsumen AS dan seberapa besar mereka menggunakan bahan bakar Minyak, jika ada keraguan terkait hal itu maka harga minyak di perkirakan masih akan melemah.

EUR/USD

Pada perdagangan di hari Jumat akhir minggu lalu mata uang tunggal Eropa mengalami pelemahan seiring para investor melikuidasi posisi yang telah untung dari rally yang dipicu oleh tindakan bank-bank sentral utama dalam meningkatkan likuiditas, dan berpotensi terus tertekan oleh setiap berita negatif yang mungkin keluar dari pertemuan menteri keuangan Uni Eropa. Aksi jual Euro oleh sejumlah investor juga dipicu oleh pernyataan Bank of Portugal yang mengatakan jika Pulau Madeira telah gagal melaporkan informasi mengenai hutang tahun sebelumnya yang mencapai sebesar 0,5% dari GDP tahun 2010. Sebelumnya para investor nampaknya enggan mengambil posisi besar sebelum mengetahui hasil dari pertemuan menteri keuangan Uni Eropa di Polandia, di mana Menteri Keuangan AS Timothy Geithner  turut menjadi peserta. Di perkirakan mata uang tunggal Eropa hari ini cenderung berpotensi melanjutkan pelemahannya.

NIKKEI

Bursa saham Jepang pada perdagangan di awal minggu mengalami kenaikan yang cukup signifikan di mana bursa rally untuk dua hari berturut – turut, bursa saham Jepang menguat dan indeks Nikkei mengarah ke posisi tertinggi dalam dua minggu belakangan setelah ECB dan bank-bank sentral lain melakukan koordinasi untuk menyediakan bantuan likuiditas bagi bank-bank yang terkena dampak krisis keuangan Eropa. adapun saham – saham yang mengalami peningkatan di antaranya adalah Saham Honda Motor Co, saham Olympus Corp, dan saham Mitsubishi Corp seiring dengan kenaikan harga minyak dan logam, di perkirakan pergerakan Indeks Berjangka Nikkei pada perdagangan awal minggu ini cenderung berpotensi peningkatan tapi terbatas.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas mengalami pelemahan karena prospek dukungan finansial dari Cina dikhawatirkan mereda sebagai akibat dari krisis utang Eropa akan memburuk. Hal itu mengikis permintaan untuk logam sebagai ‘surga’. China bersedia untuk membeli obligasi negara-negara terkena krisis utang. Ekuitas di AS mengalami reli untuk hari ketiga dan dolar menguat terhadap sekeranjang mata uang utama mengurangi daya tarik Emas sebagai alternatif investasi.

MINYAK

Komoditi Minyak kembali mengalami pergerakan melemah di New York, penurunan harga minyak terjadi setelah investor bertaruh mengenai kenaikan cadangan minyak AS dan perlambatan pertumbuhan AS mengindikasikan permintaan minyak di AS itu akan terpangkas. Menurut data yang dirilis dari Departemen Energi AS menunjukkan cadangan suplai bensin AS naik 1,94 juta barel pada minggu lalu, ini merupakan kenaikan terbesar sejak Juni. Sementara itu data yang dirilis Departemen Perdagangan AS menunjukkan pertumbuhan stagnan penjualan ritel pada Agustus.

EUR/USD

Para pemimpin Perancis dan Jerman mengatakan kepada Perdana Menteri Yunani George Papandreou dalam conference call tadi malam bahwa penting untuk melaksanakan reformasi dan memenuhi tujuan fiskal yang telah ditetapkan dalam rencana bailout 21 Juli lalu. Dalam pernyataan bersama di Paris dan Berlin Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel juga mengatakan mereka yakin masa depan Yunani adalah di zona euro. Hal ini mengisyaratkan bahwa Yunani tidak akan dibiarkan mengalami default. Dolar langsung terkoreksi ke level terendahnya terhadap Yen sejak 2 September lalu, sementara Euro menguat ke level puncak 3 hari terhadap dolar menyusul optimisme Yunani masih akan dipertahankan sebagai anggota negara zona Euro dan akan memenuhi semua kewajibannya.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas naik lebih dari level $ 16.8 di tutup dekat level $1830.00/troy ounce pada perdagangan kemarin seiring pulihnya bursa saham dan Eropa, mengembalikan penurunan tajam akibat aksi jual. Minimnya tingkat permintaan aset safe haven belakangan ini ditambah dengan meningkatnya volatilitas harga membuat investor Emas untuk mempertanyakan outlook Emas. Bursa saham global dan Euro pulih dalam harapan adanya dukungan politik untuk Yunani dari negara kuat di Eropa, pada hari Senin Komoditi Emas terbenam di bawah level $1800.00/troy ounce seiring kecemasan hutang zona Eropa memicu investor menjual Emas guna menutupi kerugian di bursa saham, peruntungan Emas nampaknya memudar saat ini.

MINYAK

Minyak mentah tergelincir dari level tertinggi 6 minggu di New York, koreksi harga minyak terjadi karena investor berspekulasi stok bensin AS meningkat, sehingga menjadi sinyal akan surutnya permintaan bahan bakar di negara pengonsumsi minyak terbesar di dunia iu. Adapun Departemen Energi AS juga dijadwalkan merilis laporannya hari ini. Mayoritas analis yang disurvei Bloomberg memprediksi Departemen Energi mungkin melaporkan pasokan bahan bakar motor turun 500.000 barel, dan cadangan minyak mentah berkurang 3 juta barel pada minggu lalu.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa mampu melanjutkan dominasinya terhadap dolar AS pada perdagangan kemarin seiring bursa saham AS berbalik positif, yang mengindikasikan sedikit meredanya kekhawatiran krisis hutang Eropa paska sebuah laporan menyebutkan jika para pemimpin Yunani, Jerman, dan Perancis akan melakukan pembicaraan vi telepon pada hari Rabu guna membahas perkembangan di Yunani dan kawasan Euro, bagaimanapun juga beberapa trader yakin jika rally Euro hanya terbatas. Horor hutang Eropa terus membayangi kinerja saham internasional, indeks saham Eropa dipaksa merugi lagi di hari pertama minggu ini. Belum lepas dari sentimen Yunani beredar kabar tentang kemungkinan default pada perbankan Jerman.

NIKKEI

Bursa saham Jepang pada perdagangan di hari Rabu pagi terjadi peningkatan yang cukup signifikan, bursa saham Jepang menguat kembali mengikuti sentimen kenaikan yang terjadi di Wall Street pada akhir perdagangannya. Kembalinya sentimen positif didorong oleh turunnya tensi mengenai kemungkinan kebangkrutan Yunani. Saham Nomura menjadi fokus perdagangan di tengah kabar bahwa bank investasi terbesar di Jepang akan mengurangi beberapa ratus staff nya. Sementara itu Tokyo Electric Power mengalami penurunan sebesar 5.1% setelah menteri perdagangan baru di Jepang menyatakan bahwa kreditur dan pemegang saham harus turut menanggung beban restrukturisasi. Di perkirakan Indeks Berjangka Nikkei hari ini cenderung masih berpotensi mengalami peningkatan tapi terbatas.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas turun tertekan di akibatkan penguatan tajam bursa saham global yang kemudian memicu aksi ambil untung pelaku pasar menyusul penguatan tajam Emas ke level tertingginya sepanjang sejarah pada minggu ini di level $1920.90/troy ounce. Pada perdagangan kemarin tercatat sebagai yang paling bergejolak dalam jangka 2 minggu terakhir dimana harga bergerak dalam kisaran hingga $80 diukur dari level tertinggi hingga level terendahnya. Bursa saham Wall Street menguat lebih dari 2,5% mengikuti penguatan bursa saham Eropa setelah keputusan Mahkamah Konsitusi Jerman memberikan landasan bagi pemerintah untuk terus berpartisipasi dalam pemberian bailout pada negara‐negara zona Eropa.

MINYAK

Komoditi Minyak dunia kembali ditransaksikan mendekati level tertinggi dalam sebulan terakhir di New York, kenaikan harga minyak saat ini terjadi setelah pelaku pasar berspekulasi, badai di Teluk Meksiko berpotensi memangkas suplai Minyak AS. Pergerakan harga minyak hari ini juga akan dipengaruhi oleh data cadangan minyak AS yang bakal dirilis malam nanti pukul 10.00 WIB oleh Departemen Energi AS. Berdasarkan survei yang dilakukan Bloomberg oleh sejumlah analis suplai minyak akan turun 2 juta barel setelah serangan badai Tropis Lee yang menghentikan kegiatan produksi minyak.

GBP/USD

Mata uang Inggris mengalami pelemahan secara meluas terhadap penguatan mata uang tunggal Eropa pada perdagangan kemarin, dan berada dekat level terendahnya dalam 7 minggu terhadap dollar AS dari spekulasi bahwa pelemahan data Inggris baru‐baru ini akhirnya mungkin mengakibatkan BoE mengarah pada stimulus moneter berikutnya. BoE di ekspektasikan untuk menahan tingkat suku bunga pada level terendahnya 0.5% dan menahan diri dari program penambahan pembelian obligasi ketika berakhirnya policy meeting yang akan di rilis malam nanti. Ekspektasi para ekonom bahwa bank sentral Inggris akan menahan tingkat suku bunga hingga akhir tahun 2012, sementara itu 35% peluang BoE akan mengarah pada pembelian aset untuk mendukung kelesuan ekonominya.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong pada perdagangan di hari Kamis pagi mengalami pergerakan yang cenderung lesu, bursa Asia melepaskan sebagian kenaikannya yang dialami pagi tadi di tengah masih suramnya outlook ekonomi AS. Para pelaku pasar memutuskan untuk menunggu rencana resmi pemerintah AS yang dikabarkan akan ditujukan bagi penciptaan lapangan kerja guna mengurangi angka pengangguran dan kembali menggenjot ekonomi AS. Adapun Saham-saham di bursa Hong kong mengalami pergerakan yang bervariasi diantaranya adalah HK & China Gas , HSBC, Cheung Kong dan

CLP Holdings. Di perkirakan bahwa pergerakan indeks berjangka pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami penurunan.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook Today


Rabu, 07 September 2011

GBP/USD

Melemahnya Sterling akibat laporan yang menunjukkan turunnya penjualan ritel Inggris di bulan Agustus lalu pada perdagangan kemarin sehingga memicu spekulasi bahwa Bank of England mungkin akan memulai langkah-langkah pemberian stimulus tambahan lebih awal. Bank of England dijadwalkan akan melakukan pertemuan selama 2 hari sebelum mengumumkan kebijakannya. Sterling juga menghentikan kenaikan 4 hari beruntun terhadap Euro. Tingkat penjualan pada pertokoan yang telah dibuka 12 bulan turun sebesar -0,6%  dari tahun sebelumnya. Laporan ekonomi yang terus mensinyalkan rapuhnya pemulihan ekonomi telah memicu spekulasi bahwa Bank of England akan tetap mempertahankan suku bunga pada rekor rendah dan melanjutkan program pembelian aset atau pelonggaran kuantitatif guna mengangkat perekonomian.

EMAS

Komoditi Emas ditutup melemah sebesar 1,3% terhadap dollar AS pada perdagangan kemarin setelah sebelumnya berhasil membukukan rekor harga tertinggi sepanjang sejarah di $1920.90/troy ounce dtopang oleh langkah bank sentral Swiss SNB yang mematok kurs Swiss franc terhadap Euro minimun di level 1,2. Namun demikian hingga menjelang penutupan investor terus melakukan aksi ambil untung sehingga Emas akhirnya ditutup melemah pada kisaran $1873.10/troy ounce. Disamping aksi profit taking tersebut pelemahan Emas juga ditopang oleh menguatnya dollar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya terutama terhadap Swiss franc, dimana mencatat lonjakan hingga 9,6%. Sebelumnya minat beli investor terhadap aset safe haven mulai tertekan setelah rilis data ISM Non Manufacturing PMI Amerika untuk Agustus yang diluar perkiraan meningkat menjadi 53.3 diatas perkiraan 51.

MINYAK

Komoditi Minyak rebound dari level terendah dalam seminggu di New York, reli Komoditi Minyak terjadi karena investor berspekulasi stok minyak mentah akan menyusut. Apalagi terjadi badai di Teluk Meksiko memicu indikasi permintaan akan melebihi pasokan di AS. Di prediksi hari Kamis besok Departemen Energi AS akan merilis adanya penurunan persediaan minyak sebesar 2,25 juta barel per minggu lalu. Selain itu gangguan yang terjadi di Teluk Meksiko berpotensi 30% berubah menjadi badai tropis. Padahal Bureau of Ocean Energy Management menyebutkan sekitar 60,5% produksi minyak dan 41,6% dari produksi gas alam di Teluk Meksiko telah ditutup setelah Badai Tropis Lee melewati kawasan ini.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong pada perdagangan pagi ini mengalami rebound seiring dengan rebound yang dialami oleh sebagian besar bursa Asia yang dibuka lebih awal. Menguatnya bursa saham Hongkong pagi ini didorong oleh aksi bargain hunting yang mulai kembali dilakukan oleh para pelaku pasar. Saham-saham di bursa Hong Kong mengalami pergerakan menguat yang cukup solid. Adapun saham – saham yang mengalami peningkatan adalah saham Cheung Kong, HSBC, dan Hangseng Bank. Di perkirakan pada perdagangan hari ini Indeks Saham Hangseng akan cenderung mengalami penurunan namun terbatas.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas mencatat penguatan tajam sebesar 2,4% pada perdagangan pagi ini dan perdagangan kemarin ditutup menguat di level 189.60/troy ounce setelah berhasil membukukan rekor tertinggi sepanjang sejarah di 1912.15/troy ounce pada pagi ini. Kinerja Emas juga meningkat seiring berkurangnya kepercayaan investor pada obligasi pemerintah Amerika pasca pemangkasan peringkatnya oleh S&P beberapa minggu lalu. Namun demikian tidak sedikit ekonom yang memperingatkan adanya potensi koreksi tajam Emas setelah lonjakan sebesar 6% hanya dalam 3 sesi terakhir dan telah menguat sebesar US$400 sejak bulan Juli lalu. Salah satu pemicunya adalah apabila The Fed ternyata tidak memberikan sinyal pemberlakuan program quantitative easing jilid ke‐3.

MINYAK

Pada perdagangan di bursa Nymex harga Minyak mentah jenis WTI mengalami peningkatan, kondisi tersebut berkebalikan dengan harga patokan Minyak mentah di London yang justru turun pada Senin waktu setempat. Pergerakan yang mixed harga minyak terjadi karena pedagang bergerak cepat mencerna peristiwa di Libya dan kejatuhan penguasa lama Muamar Kaddafi.

Sebelum konflik kekerasan meletus pada Februari negara-negara Afrika Utara memproduksi sekitar 1,6 juta barel/hari, tetapi sejak itu melambat cukup tajam sehingga mengakibatkan pengetatan pasokan Minyak global. Harga Minyak mentah sangat dipengaruhi oleh pergeseran produksi Minyak Libya yang sebagian besar diekspor ke Eropa sementara di New York lebih terkait ke pasar AS dan persediaan yang turun. Harga Minyak WTI naik di New York kemarin ditengah harapan bahwa The Fed mungkin mengungkap langkah-langkah stimulus baru yang bertujuan meningkatkan ekonomi AS. Di perkirakan pergerakan Minyak mentah masih akan dipengaruhi oleh kondisi fundamental dan ekonomi global secara umum.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong pada perdagangan di pagi hari ini mengalami penguatan tipis saja, pasar mengharapkan data sektor manufaktur di China mengalami kenaikan sehingga mengembalikan keyakinan di pasar saham. Para investor juga mulai melakukan bargain hunting setelah bursa saham mengalami penurunan tajam. Pada penutupan perdagangan di bursa saham Wall Street semalam mengalami penurunan. Saham – saham di bursa Hongkong mengalami pergerakan yang bervariasi diantaranya adalah saham Cheung Kong dan HSBC mengalami penurunan, kemudian Hangseng Bank dan Wharf Holdings mengalami peningkatan. Di perkirakan pergerakan pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami kenaikan meskipun berpotensi terbatas.

EUR/USD

Dolar

  AS secara umum mengalami tekanan terhadap mata uang komoditias setelah investor berspekulasi bahwa The Fed berpeluang mengambil langkah baru untuk mendorong pemulihan ekonomi. Namun demikian mata uang tunggal Eropa Euro masih tertekan oleh dolar karena kekhawatiran ECB berpotensi bergerak terlalu lambat untuk mengatasi utang dan krisis perbankan, sementara otoritas moneter Swiss mencoba untuk melemahkan nilai tukar franc Swiss. The Fed akan mengadakan pertemuan tahunan di Wyoming pada akhir minggu ini, dan gejolak pasar yang terjadi belakangan ini serta indikasi melambatnya pertumbuhan ekonomi AS berpeluang meningkatkan spekulasi Ketua The Fed Ben Bernanke mungkin mengisyaratkan penambahan stimulus darurat bagi perekonomian.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook Today


EMAS

Awal minggu ini Emas mencatat penguatan sebesar 1% ke level $1765.00/troy ounce menyusul pelemahan dollar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya. Penguatan Emas juga mendapat sokongan dari naiknya harga minyak mentah dunia sebesar US$ 3 menjelang pertemuan antara Jerman dan Perancis untuk mendiskusikan penanganan krisis hutang zona Euro. Secara fundamental bahwa kondisi terkini masih potensial mendukung penguatan Emas, dan setiap penurunan signifikan diperkirakan akan memberikan momentum beli bagi para pelaku pasar. Emas diperkirakan akan mendapat sokongan dari adanya prospek pemberlakuan program Quantitative Easing jilid ke 3 yang diprediksi akan diumumkan oleh Gubernur The Fed Ben Bernanke akhir bulan ini.

 

MINYAK

Harga minyak turun dari posisi tertinggi dalam hampir dua minggu di New York karena investor berspekulasi bahwa permintaan bahan bakar di negara terbesar di dunia akan goyah yang menunjukkan tanda-tanda pelambatan ekonomi global. Kontrak minyak tergelincir sebanyak 0,6% hari ini menjelang laporan  perumahan AS dan izin bangunan jatuh pada bulan Juli dan pertumbuhan Eropa kuartal terakhir mereda. Manufaktur di wilayah New York tiba-tiba dikontrak pada Agustus untuk bulan ketiga, laporan menunjukkan kemarin. Pertumbuhan ekonomi di zona euro turun menjadi 1,8% pada kuartal kedua dari tahun lalu ekspansi terendah dalam lebih dari setahun.

EUR/USD

Euro telah menguat mendekati level tertinggi 3 minggu terhadap dolar, didukung oleh sejumlah ekspektasi mengenai hasil positif yang mungkin didapat dari hasil pertemuan hari Selasa ini antara Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel untuk membahas krisis utang.  Sikap lunak Jerman atas obligasi zona euro berpotensi mendukung penguatan Euro. Dan pasar juga menantikan pertemuan antara Sarkozy dan Merkel. Namun demikian  penguatan Euro nampaknya akan terbatas akibat kekhawatiran terhadap saham perbankan Eropa dan resiko untuk peringkat utang Prancis.


Market Outlook Today


EMAS

Pada akhir minggu lalu Emas tercatat melemah sebesar 1,5% ke level 1745.50/per troy ounce terhadap dollar AS menyusul naiknya minat investor pada aset bersiko yang kemudian memicu aksi ambil untung pada Emas yang telah menguat tajam dalam seminggu terakhir. Bursa saham global menguat antara lain ditunjang rilis data retail sales Amerika yang mengungguli perkiraan dan juga diberlakukannya penangguhan aktifitas short selling di bursa Eropa serta meningkatnya imbal hasil obligasi Amerika. Namun demikian dalam seminggu terakhir Emas masih mencatat penguatan tajam sebesar 5% yang merupakan kenaikan mingguan terbesar sejak awal November 2008 lalu. Dalam 2 minggu terakhir Emas mencatat penguatan sebesar 13%. Para ekonom memperkirakan bahwa ketidakpastian kondisi makro ekonomi global masih akan mempertahankan sinyal bullish untuk tren Emas kedepannya. Tapi pada sisi lain hal tersebut juga menyimpan potensi adanya koreksi tajam secara temporer.

MINYAK

Komoditi Minyak mentah sedikit berubah di New York seiring penurunan indeks keyakinan di Amerika Serikat yang mengisyaratkan berkurangnya permintaan komoditas hasil pertambangan itu. Harga melemah 15% dalam 3 minggu terakhir dan 6,5% tahun ini. Pertumbuhan di Prancis stagnan, sementara belanja konsumen merosot, ungkap kantor statistik Insee yang berbasis di Paris pada Jumat lalu. Produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II tidak berubah dibandingkan kuartal I, ketika tercatat naik 0,9%, tertinggi dalam 4 tahun. produksi industri di zona euro turun pada Juni, menurut kantor statistik Uni Eropa.

EUR/USD

Dolar memperluas kerugiannya atas Euro setelah data menunjukkan retail sales AS pada periode Juli mencatat kenaikan terbesarnya sejak Maret. Rilis optimis data tersebut telah membangkitkan minat terhadap asset‐aset beresiko setelah meredanya kekhawatiran mengenai kemungkinan AS kembali jatuh kedalam resesi. Penguatan Euro sebelumnya juga berkat naiknya saham Eropa setelah larangan short‐selling saham‐saham keuangan oleh beberapa negara zona euro tampaknya telah meredakan ketegangan, meskipun kekhawatiran terus‐menerus tentang penularan utang telah menghambat rally Euro.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas melambung diatas level psikologis 1800.00/troy ounce pada pembukaan perdagangan sesi Australia dan Asia melanjutkan penguatan pada sesi Eropa dan Amerika kemarin. Hingga penutupan sesi Amerika semalam Emas sudah tercatat menguat sebesar 2,9% ke level 1794.70/troy ounce, dan kemudian pagi hari ini sudah tercatat mencapai level tertinggi sepanjang sejarah yaitu di level 1814.55/troy ounce. Penguatan tajam Emas terhadap serangkaian major currency tersebut ditengarai oleh tingginya minat beli terhadap Emas ditengah kondisi ketidakpastian ekonomi global. Saat ini pemicunya adalah anjloknya saham‐saham bank Perancis seiring kekhawatiran akan kerugian yang diderita perbankan‐perbankan tersebut pada krisis kredit pemerintah beberapa negara di benua Eropa.

MINYAK

Harga minyak mentah melemah di New York sementara memburuknya krisis utang Eropa membayangi penurunan stok terbesar di Amerika Serikat sejak Desember, Komoditi Minyak melemah sebesar 2,1% setelah harga saham di AS turun dan biaya untuk memproteksi utang Prancis mencapai rekor. Bank sentral Eropa membeli obligasi Italia dan Spanyol untuk membantu pengurangan biaya pinjaman. Pada perdagangan di Asia hari ini harga minyak mentah mengalami penurunan yang signifikan, harga Emas melemah seiring dengan kekhawatiran bahwa krisis utang Eropa akan memburuk dan mengakibatkan penurunan permintaan terhadap minyak mentah. Kekhawatiran mengenai krisis ini mampu mengalahkan sentimen menguat harga minyak yang berasal dari penurunan pasokan minyak mentah di AS. Harga minyak mentah berjangka tampak mengalami penurunan yang cukup signifikan pada sesi perdagangan di Asia seiring dengan melempemnya bursa AS dan bursa-bursa saham Asia pada Kamis pagi ini.

EUR/USD

Eropa belum menambah dana The European Financial Stability Facility (EFSF) nya dari level saat ini 440 M Euro, karena itu rally Euro di perkirakan kemungkinan terbatas apalagi Jerman menolak untuk menambah fasilitas moneter itu. Jika ECB terus membeli obligasi Italia dan Spanyol tidak lama lagi ECB akan kesulitan likuiditas sendiri, kondisi itu menambah kekhawatiran pasar terhadap negara Eropa lain yakni Perancis.  Ini bisa dilihat dari yield obligasi negeri Prancis itu yang terus merangkak naik. Yield obligasi Perancis memiliki selisih lebih tinggi 90 basis poin dibandingkan Jerman. Padahal baik Perancis maupun Jerman sama sahamnya memiliki rating triple A (AAA). Pasar cukup cemas Perancis akan mengalami gejala krisis utang seperti Italia dan Spanyol, karena itu Perancis saat ini jadi sumber kecemasan baru bagi pasar.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong pada perdagangan pagi ini kembali terpuruk di lubang pelemahan, bursa saham Hongkong ambles setelah kemarin sempat mengalami rebound ke atas level 20000. Dan pada Hari ini Hangseng kembali terseret ke level 19000. Anjloknya bursa saham di Hongkong ini merupakan imbas dari kembalinya kekhawatiran pasar terhadap krisis di Eropa. Adapun saham – saham yang mengalami penurunan di antaranya adalah saham Cheung Kong, saham HSBC, dan saham Henderson Land. Pergerakan Indeks Berjangka Hangseng pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami kenaikan meskipun masih terbatas oleh tekanan jual yang kuat.



EMAS

Komoditi Emas masih terus mendaki dan mencetak rekor baru di hari kedua, salah satu pemicunya setelah the Fed menyatakan akan tetap menahan suku bunga acuan di level terendah hingga pertengahan 2013. Namun harga emas mulai beranjak turun setelah pasar saham AS mengalami reli, rupanya investor tengah mempelajari pernyataan kebijakan yang dikeluarkan the Fed. Jika dilihat dalam setahun belakangan harga emas sudah melonjak sebesar 45% seiring adanya aksi buyback obligasi oleh the Fed dalam dua ronde quantitative easing. Sebenarnya investor kecewa karena the Fed sama sekali tidak menyinggung mengenai program quantitative easing 3, namun pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak akan terlalu gencar dalam menstimulasi ekonomi.

MINYAK

Komoditi minyak rebound dari posisi terendahnya dalam 10 bulan terakhir di New York. Investor bertaruh bahwa permintaan minyak akan kembali naik akibat menyusutnya cadangan minyak. Data American Petroleum Institute (API) menunjukkan cadangan minyak juga mengalami penyusutan terbesar sejak Juni. Selain itu pernyataan the Fed bahwa bank sentral akan mempersiapkan sejumlah kebijakan untuk mendongkrak perekonomian juga turut memicu lonjakan harga minyak. Dengan demikian ini merupakan kenaikan pertama dalam tiga hari setelah the Fed menyatakan akan menahan suku bunga mendekati 0% hingga pertengahan 2013.

GBP/USD

Pada perdagangan di hari Selasa Sterling melemah ke level terendahnya yang mendekati tiga minggunya terhadap dollar AS, ditekan oleh permasalahan BoE kemungkinan pada dikeluarkannya penilaian yang biasa saja pada perekonomian dalam laporan kuartalannya. BoE merilis perkiraan inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang rencananya akan di rilis hari ini, dan investor akan melihat petunjuk pada apakah pengambil kebijakan berada untuk mendekati pelonggaran moneternya lebih lanjut untuk mendukung recovery ekonomi, khususnya setelah pada awalnya pelemahan data manufaktur dan perdagangan Inggris.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong anjlok pada perdagangan di hari Selasa kemarin ke level terendah sejak Juli 2009 lalu, setelah penurunan tajam Wall Street dan data inflasi yang lebih tinggi dari yang di perkirakan dari China. Dan pada perdagangan di pagi ini Bursa saham Hongkong terjadi kenaikan yang tinggi, bursa saham Hongkong melejit tajam setelah keyakinan para pelaku pasar terhadap bursa-bursa saham global kembali terangkat menyusul janji Fed akan ketersediaan langkah-langkah khusus untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi yang saat ini sedang melambat.


Crude Oil Set to Fall with S&P 500, Gold Gains on Safe-Haven Demand


By Ilya Spivak, Currency Strategist

08 August 2011 11:01 GMT

Talking Points

  • Crude Oil Sinks, Following S&P 500 Amid Risk Aversion
  • Gold Proves Above $1700 Figure on Safe-Haven Demand

WTI Crude Oil (NY Close): $86.88 // +0.25 // +0.29%

Crude is firmly anchored to overall risk appetite trends, with the correlation between the WTI contract and the S&P 500 at the highest in nine months (0.78). Needless to say, this points the way lower as futures tracking the benchmark stock index trade down over 2.5 percent ahead of the opening bell on Wall Street. The selloff reflects traders’ interpretation of the Standard and Poor’s downgrade of the US credit rating in terms of its implications for the altering faltering global recovery, worrying it bring higher borrowing costs and amount to yet another headwind for the world’s top economy.

Prices broke below support at the bottom of a long-term rising channel set from the March 2009 low set in the aftermath of the 2008 financial crisis. As with the S&P 500, a bounce to relieve increasingly oversold conditions seems reasonable in the near term. Near-term Fibonacci resistance lines up at $90.88. Alternatively, a sustained break through current support at $85.25 exposes $78.29.

Crude_Oil_Set_to_Fall_with_SP_500_Gold_Gains_on_Safe-Haven_Demand_body_Picture_3.png, Crude Oil Set to Fall with S&P 500, Gold Gains on Safe-Haven Demand

Spot Gold (NY Close): 1663.80 // +17.28 // +1.05%

Gold is understandably pushing higher, boosted by safe-haven demand as global slowdown fears are compounded in the wake of the S&P downgrade of the US credit rating. Indeed, seems particularly attractive when compared to anti-risk paper currency alternatives, facing no official intervention (as with the Franc and Yen) or a looming threat of renewed quantitative easing (as with the US Dollar ahead of Tuesday’s FOMC meeting).

Technical positioning is not quite as rosy however. Prices gapped above major resistance at a rising channel top in place since mid-May 2010, pointing to acceleration in the uptrend and exposing the measured target at $1745.97, but signs of negative RSI divergence warn that bullish momentum is waning and a blow-off top may be in progress. Near-term support stands at $1682.67, the 76.4% Fibonacci extension level.

Crude_Oil_Set_to_Fall_with_SP_500_Gold_Gains_on_Safe-Haven_Demand_body_Picture_4.png, Crude Oil Set to Fall with S&P 500, Gold Gains on Safe-Haven Demand

Spot Silver (NY Close): $38.35 // -0.56 // -1.43%

A would-be bullish breakout was quickly overturned, with prices once again testing the rising trend line set from the late-June low. As with gold, safe-haven demand is underpinning the cheaper metal but the correlation between the two metals is on the wane, perhaps alluding to its inferior liquidity parameters. Near-term support stands at $38.88, while resistance lines at $40.17.

Crude_Oil_Set_to_Fall_with_SP_500_Gold_Gains_on_Safe-Haven_Demand_body_Picture_5.png, Crude Oil Set to Fall with S&P 500, Gold Gains on Safe-Haven Demand

 

 


New High of Gold


EMAS

Komoditi Emas naik mencapai rekor US$1.672.60/ troy ounce di tengah isyarat melemahnya perekonomian Amerika Serikat yang mendorong permintaan logam mulia sebagai alternatif investasi. Moody’s Investors Service menyebutkan peringkar kredit AS mungkin menurun dan kemarin menempatkan negara itu dalam outlook negatif setelah Presiden Barack Obama menandatangani UU untuk menaikkan batas utang utang negara dan memangkas anggaran. Harga emas di zona euro juga mencapai rekor dipicu kekhawatiran melemahnya pertumbuhan akan menghambat upaya Spanyol dan Italia untuk mengurangi utang.

MINYAK

Komoditi Minyak mentah naik dari posisi terendah dalam 5 minggu di New York sebagai spekulasi bahwa Federal Reserve akan memulai lagi program stimulus sehingga mementahkan tanda-tanda pelambatan ekonomi di negara terbesar di dunia itu. Kontrak minyak naik sebanyak 0,7% yang merupakan pertama kali dalam lima hari. Ekuitas AS rebound setelah Wall Street Journal melaporkan tiga mantan pejabat The Fed mengatakan bahwa bank sentral harus mempertimbangkan putaran baru pembelian efek untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Minyak tergelincir kemarin setelah laporan menunjukkan bahwa industri jasa AS diperluas pada bulan Juli  dan stok minyak mentah naik pada minggu kedua.

GBP/USD

Sterling menguat terhadap dollar AS dan mencapai level tertingginya dalam dua bulannya pada perdagangan di hari Rabu kemarin setelah data menunjukkan aktivitas yang tidak di ekspektasi pada pertumbuhan jasa Inggris yang tumbuh lebih cepat dalam empat bulannya. Tetapi kenaikan dapat tertekan dari permasalahan mengenai kerapuhan dari recovery ekonomi Inggris, khususnya setelah data pada awalnya minggu ini menunjukkan aktivitas manufaktur mengalami kontraksi.


US Dollar Traders Have to Monitor Debt Talks, Euro Market, Risk Trends


US Dollar Traders Have to Monitor Debt Talks, Euro Market, Risk Trends

By John Kicklighter, Currency Strategist

22 July 2011 21:54 GMT

The US Dollar $USD IndexNY Spot Close 9457.56
US_Dollar_Traders_Have_to_Monitor_Debt_Talks_Euro_Market_Risk_Trends_body_USDOLLAR_risk.png, US Dollar Traders Have to Monitor Debt Talks, Euro Market, Risk Trends

US Dollar Traders Have to Monitor Debt Talks, Euro Market, Risk Trends

Fundamental Forecast for the US Dollar: Neutral

The countdown for the US is getting serious. We have concluded another weak where the US government has failed to come to a compromise on its deficit troubles. Further creating troubles for the greenback, we have seen the European funding market (a source of liquidity costs that plays to the dollar’s safe haven status) come into at least a temporary period of relief with a massive bailout effort by the EU; while risk appetite trends have taken a considerable jump to defer that long-threatened collapse. That said, all of these headwinds will do more to anchor the currency than necessarily generate a meaningful trend over the next week.

Heading into the new trading week, the deficit debate carries the greatest potential sway over the dollar. Depending on how this situation evolves; it could have a sweeping effect over the single currency and even the broader financial markets. Yet, it is prudent to work within reasonable probabilities to interpret how this matter will influence the dollar. If our outlook were for two weeks, it would be a virtual guarantee that the greenback is in for significant volatility and even a significant trend. However, our outlook is just for the upcoming week. That being the case, the outlook is far more fluid. Considering the deficit ceiling will be officially breached on August 2nd, there is time for political maneuvering as Democrats and Republicans gain points for sticking to their guns. It is a severely low probability that this situation ends in a technical default and the likelihood of a solution before next weekend is high.

How the deficit solution impacts the dollar and capital markets is a function of what is agreed to. If the limit is simply lifted to avoid the pain of a default event, it could offer temporary relief to capital markets and the greenback in equal parts. That said, the follow through would likely be limited as ratings agencies have warned the reasoning for a downgrade runs beyond just the quick fix and to the lack of long-term fiscal plan. Alternatively, should there be proposal that targets significant deficit reduction over a reasonable timeframe through a revenue (taxes) focus, an expenditure (spending) focus or a mix of both; it could be seen as an effort to pump the break on the economy and withdraw the very stimulus that has driven confidence and capital markets since the Great Recession – which would weigh on risk appetite which adds a safe haven appeal to the dollar as it garners attention for improved outlook for stability. If we end the week without a clear solution; expect volatility to grow increasingly unstable as rumors and headlines spur fear and speculation.

Another major driver for the dollar that fits within the ‘theme’ category is the blowback the greenback bears from the perception of the Euro Zone’s credit health. This past week, officials announced sweeping policy agendas to smother the sense of crisis contagion in the sovereign and private lending markets. There were major efforts adopted; but there are also significant shortfalls. Ultimately it comes down to market sentiment. If the steps taken don’t boost confidence or if risk aversion is an engrained and global driver, the euro will continue its slide and thereby boost its most liquid counterpart: the dollar.

When it comes down to it, these more pervasive and vague problems will determine the dollar’s activity level and general direction. However, there are a few scheduled events that can stir short-term volatility and perhaps even contribute or detract from existing trends. We have consumer confidence and housing sector data; but the real market-mover is the first reading of 2Q GDP. Depending on how risk trends are behaving, the outcome for the dollar can follow risk trends or speculation for additional stimulus. – JK


Market Overview Today


MINYAK

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga minyak mentah tampak mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Harga minyak mentah menguat karena investor menyerbu aset-aset berisiko seperti saham dan menawar harga tinggi atas Euro di tengah optimisme bahwa Eropa akan bertindak mengatasi krisis utang. Minyak mentah reli hari kedua di New York karena terpicu spekulasi penyusutan cadangan dan sinyal pemulihan ekonomi di AS. Hal ini mengindikasikan permintaan bahan bakar di negara pengonsumsi minyak mentah terbesar di dunia itu akan meningkat. Harga minyak lanjut reli setelah American Petroleum Institute (API) menyebut pasokan minyak mentah AS jatuh paling besar dalam enam pekan terakhir. API merilis pasokan turun 5,2 juta barel menjadi 354,2 juta barel. Ini merupakan penurunan terbesarnya sejak pekan yang berakhir 3 Juni. Sementara Departemen Energi AS baru akan merilis laporannya hari ini. Survei Bloomberg memprediksi Departemen Energi akan melaporkan stok turun 2 juta barel minggu lalu. Ini adalah penurunan cadangan untuk pekan yang ketujuh. Selain itu sentimen positif ekonomi AS muncul setelah kemarin Departemen Perdagangan menyebutkan pembangunan rumah di AS pada Juni naik 15% dibanding bulan sebelumnya. Ini merupakan laju tercepatnya dalam lima bulan terakhir.

EMAS

Harga emas ditutup melemah meskipun sempat membukukan rekor tertinggi di $1609.50/troy ounce. Hal ini menjadikan Emas gagal melanjutkan penguatan beruntunnya setelah sebelumnya berhasil mencatat rekor penguatan beruntun terpanjang dalam 11‐sesi terakhir yang menyamai rekor pada 1975 silam. Sejauh ini Emas telah mencatat kenaikan sebesar 13% sepanjang 2011 dan potensial menjadikannya rekor kenaikan beruntun tahunan dalam 11 tahun terakhir, yang akan merupakan rekor kenaikan beruntun terpanjang sejak 1920. Emas ditutup melemah sebesar 1% tertekan progres positif penanganan krisis hutang Amerika yang meredam minat investor pada aset safe haven. Demikian juga harga perak yang turun sebesar 4% setelah sempat membukukan kenaikan tertinggi sejak awal Mei silam di $40.85/troy ounce. Namun demikian diperkirakan kekhawatiran pada kondisi hutang Uni Eropa masih belum berakhir dan saat ini pelaku pasar masih menantikan data Euro zone summit dimana diharapkan akan ada solusi permanen guna menangani krisis hutang kawasan tersebut. Kondisi ini masih berpotensi menyokong laju kinerja Emas untuk menembus level tertinggi berikutnya.

EUR/USD

Uni Eropa juga masih belum menemukan kata sepakat dalam pemberian dana talangan (bailout) kedua untuk Yunani. Perhatian investor dalam beberapa pekan terakhir memang sedang tertuju pada potensi default utang Yunani dan negara-negara Uni Eropa lain seperti Spanyol dan Italia. Kendati demikian kepercayaan investor di Spanyol mendapat sentimen positif dari pasar keuangan pada Selasa kemarin. Hal ini diperlihatkan dari imbal hasil obligasi Italia untuk jangka waktu 10 tahun yang turun menjadi 5,7% dibanding sehari sebelumnya 7%. Sedangkan di Spanyol yield obligasi pemerintahnya melemah sebesar 0,15% menjadi 6,12%. Para pemimpin politik masih menemui jalan buntu dalam memutuskan batas utang yang akan jatuh tempo pada 2 Agustus mendatang. Kekhawatiran investor juga masih dirasakan investor Eropa menjelang konferensi tingkat tinggi (KTT) Uni Eropa di mulai hari Kamis besok.


Komoditi Emas Kembali Melonjak


EMAS

Komoditi Emas kembali melonjak seiring dengan spekulasi krisis utang yang menghantam AS dan kawasan Eropa akan semakin tereskalasi. Tak hanya emas, harga perak juga meningkat karena investor menilai logam mulia adalah tempat investasi yang aman. Lembaga pemeringkat Moody’s Investor Services mengumumkan sedang mengkaji opsi untuk menurunkan peringkat negara adidaya tersebut. Opsi penurunan peringkat ini disebabkan belum adanya kesepakatan di anggota parlemen AS mengenai kebijakan untuk menaikkan batas utang negara yang bisa dinyatakan default. Mathew Zaman Strategis dari Kingsview Financial di Chicago mengungkapkan harga emas terus menguat ketika terjadi krisis utang, pelemahan dolar sehingga tingkat kepercayaan investor menurun terhadap mata uang kertas dan pemerintah.

MINYAK

Komoditi Minyak diperdagangkan naik dari level terendah tiga hari di New York dan menghapus kerugian mingguannya. Harga minyak di pasar Asia bergeser tipis hari ini, setelah kemarin merosot 2,4%. Kemarin komoditi Minyak terkoreksi setelah Federal Reserve mengatakan tidak siap membeli lebih banyak obligasi negara untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. Ketua Federal Reserve Ben Bernanke menyebut kepada Kongres, bank sentral akan berhati-hati memulai putaran ketiga pelonggaran kuantitatif karena inflasi lebih tinggi. Pernyataan itu memicu spekulasi permintaan bahan bakar mungkin akan goyah.

HANGSENG

Pergerakan bursa saham Hong Kong pada pagi hari ini tampak menunjukkan pergerakan cenderung melemah, Bursa tergerus oleh penurunan di bursa saham AS pada perdagangan tadi malam. Kondisi di bursa tertekan setelah Fed menyatakan tidak akan melakukan stimulus moneter dalam waktu dekat. Sementara itu fase konsolidasi tampaknya akan menjadi fokus perdagangan hari ini sehingga pergerakan tidak akan terlalu besar.

EUR/USD

Sentimen secara keseluruhan di pasar finansial masih rapuh. Sebab perbankan Eropa masih bersikap defensif. Hal ini bisa di lihat dari meningkatnya dana deposit perbankan Eropa yang disimpan di European Central Bank (ECB). Kondisi ini mencerminkan bahwa perbankan Eropa masih enggan meminjamkan dana untuk kredit. Bahkan untuk pinjaman jangka pendek sekalipun. Padahal hasil stress test perbankan Uni Eropa baru akan dirilis. Pihak perbankan Eropa sudah mempersiapkan skenario terburuk. Hal ini terlihat dari  jumlah parkiran dana (deposit) perbankan di ECB naik menjadi 90,5 M Euro dari sehari sebelumnya 65,7 M Euro.

 


Market Update Today


MINYAK

Dollar AS Lambungkan Harga Minyak

 Pelemahan dollar AS membantu mengangkat kontrak minyak AS di hari Senin (04/07), namun perdagangan hari ini minim dikarenakan hari ini pasar AS tutup untuk hari libur nasional “Independence Day”. Minyak NYMEX pengiriman bulan Agustus naik 18 sen menjadi $95.12 per barrel, setelah hari Jumat (01/07) ditutup turun 48 sen menjadi $94.94. Pekan lalu minyak AS ditutup naik setelah 28 negara dalam International Energy Agency secara mengejutkan melepas cadangan minyak sebesar 60 juta barrel. Harga minyak diprediksi akan tetap berada di range $90 – $100 sampai akhir tahun 2011 dikarenakan tindakan International Energy Agency (IEA), kata salah satu anggota Kuwait‘s Supreme Petroleum Council (SPC) di hari Minggu ( 03/07). Harga minyak akan mencapai $150 per barrel musim semi mendatang, dengan harga tertinggi mencapai $170 dan harga bahan bakar menjadi $4.50 per gallon, kata Barron.

EMAS

Logam Mulia Masih Berkilau

 

Logam mulia terbantu oleh penguatan EUR/USD. Emas bergerak naik setelah sempat tergelincir ke level di bawah $1,490/ons pekan lalu, meskipun minat safe-haven terhadap logam mulia pudar akibat optimisme atas solusi hutang Yunani. EUR/USD di 1.4548, menguat dari 1.4531 hari Jumat malam di New York. Spot emas naik 5.10 menjadi $1,491.60/ons. Perak berada sekitar $4 dari level resistancenya setelah pekan lalu sempat turun di bawah $34/ons. Perak akan menguji level $30/ons,” kata Kitco Metals, analis senior John Nadler. Spot perak di $34.07/ons, naik 22  sen dari level penutupan sebelumya. Palladium turun $1.00 menjadi $756/on.

EUR/USD

Optimisme Yunani Dorong Euro Ke Level Tinggi

 

EUR/USD nyaris menyentuh level 1.4580, level tertinggi sejak 9 Juni terkait tindakan pembelian yang dilakukan investor Asia di tengah optimisme bahwa Yunani telah berhasil mengatasi permasalahan hutangnya paling tidak untuk jangka pendek, menurut dealer senior yang bermarkas di Tokyo. Perhatian investor tertuju pada spekulasi atas kenaikan suku bunga yang akan dilakukan ECB pekan ini. Bank Sentral diperkirakan akan kembali melakukan kenaikan suku bunga paling cepat awal bulan depan. Euro di 1.4563, dengan level resistance di 1.4600. Perdagangan diperkirakan minim dikarenakan pasar AS tutup hari ini.

HANGSENG

Hang Seng Uji Level 22.700

 

Gain saham AS hari Kamis dan Jumat turut mendorong indeks Hang Seng pagi ini (04/07), dengan  DJIA naik 2.6% di dua sesi. Satu-satunya kekhawatiran pasar adalah data PMI China bulan Juni yang turun menjadi 50.9, yang mengindikasikan aktifitas industri di China mengalami kemandekan. Data PMI yang lemah menginterpretasikan bahwa pengetatan moneter China mungkin akan berakhir. Hang Seng ditutup naik 1.5%  di hari Kamis menjadi 22.292. Akumulasi penurunan indeks di bulan Juni sebesar 5.4%. Hari ini Hang Seng akan menguji level MA 250-day di 22,719.


Gold Approaches Key Support Shift in Appetite to Risk Further Losses


Gold

Gold/USD • NY Spot Close 1487.14

Gold_Approaches_Key_Support_Shift_in_Appetite_to_Risk_Further_Losses__body_xauusd_risk.png, Gold Approaches Key Support- Shift in Appetite to Risk Further Losses Gold Approaches Key Support– Shift in Appetite to Risk Further Losses

Fundamental Forecast for Gold: Bearish

  • Gold Could Fall off a Cliff
  • Gold Price Hurt by Haven Status as Europe Drives Confidence
  • S&P 500 Hints Doubt Bottom, Oil and Gold at Trend-Defining Barriers

With risk appetite returning to markets in full force this week, significant gains in equities coupled with the end of the dollar diluting Fed easing policies are likely to see gold remain on the defensive. This week witnessed gold fall 1.17% on the back of the 2.36% drop seen the previous week. The yellow metal now approaches key support at the 100-day moving average at $1475.

Gold’s inability to climb amid weakness in the dollar may be a pre-curser to further losses moving forward. The Dow Jones FXCM Dollar Index (Ticker: USDollar ) declined more than 1.7% this week as improving risk appetite saw traders jettison the greenback for higher-yielding growth-linked assets. Yet the losses in the dollar and advances in the S&P did not translate into gains for gold, suggesting that there may be a fundamental shift away from the metal as an alternate investment. The breakdown of these key correlations continues to suggest gold me be in a technical correction as traders continue seek riskier assets.

With central banks like the ECB now gearing up to raise interest rates in an attempt to combat higher food and energy costs, the long gold anti-inflationary play will begin to lose its luster as sluggish wage growth and higher rates give rise to deflationary concerns. As appetite continues to pick up, gold becomes less of an attractive asset for traders seeking to maximize exposure to higher yielding investments.

However in light of the recent rally seen in equities, one would expect some consolidation ahead of next week’s jam packed global economic docket with rate decisions from the ECB, BOE, and the RBA on tap. The week closes with Friday’s highly anticipated non-farm payroll figures with estimates calling for a read of just 100K after last month’s dismal print of just 54K. If data next week upsets the recent shift in risk sentiment, gold could pair some of the losses seen this week as traders flock to haven assets. However, with central banks moving to curb inflation and interest rates seen on the rise, the metal should remain well anchored with risk weighted to the downside.

A Fibonacci extension taken from the all-time highs on May 2 nd and the June 22 nd peak reveals downside targets below the 100-day moving average at 76.4% extension at 1468, followed by the convergence of the 100% extension and trendline support dating back to July 28 th 2010 at $1440. If the 100-day moving average holds, a rebound sees topside targets at the 50% Fib extension just shy of the $1500 level, backed by $1530.- MB

DailyFX provides forex news on the economic reports and political events that influence the currency market.
01 July 2011 22:59 GMT


Strauss-Kahn Berpeluang Bebas


Strauss-Kahn Berpeluang Bebas

Jumat, 01 Juli 2011 11:59 WIB
TODAY’S ANALYSIS FOREX

Kasus pelecehan seksual mantan Kepala Dana Moneter Internasional (IMF), Dominique Strauss-Kahn, tampaknya tidak akan mengarah kemana pun. New York Times melaporkan bahwa kesaksian dari pihak-pihak penggugat sangat meragukan.

Kredibilitas sang korban pelayan restoran dinilai tidak valid oleh pihak pengadilan. Meskipun terdapat bukti forensik dari tuduhan kehatan seksual, pihak penuntut tidak mempercayai pengakuan sang korban. Sejak kesaksian awal pada 14 Mei lalu, penggugat telah berulangkali berbohong soal peristiwa yang terjadi di New York itu.
Penuntut umum telah bertemu dengan penasihat hukum Strauss-Kahn hari Kamis, sekaligus membagi hasil temuannya. Kedua pihak membahas kemungkinan penghentian proses hukum terhadap pria asal Prancis tersebut. Penuntut dan pembela akan kembali ke pengadilan tinggi Manhattan pada Jumat pagi waktu setempat. Hakin Michael J. Obus diperkirakan mencabut pembebasan dengan jaminan yang sudah diterima Strauss-Kahn.
Mantan Kepala IMF itu bahkan bisa dibebaskan dari tahanan rumah karena gugatan tidak bisa diterima pengadilan. Jaksa wilayah tampaknya akan mencoba mengenakan pasal pidana ringan bagi dirinya, namun pihak pengacara siap untuk meminta pembebassan mutlak.

Salah satu sikap ksatria ditunjukkan oleh pihak penuntut, yakni jaksa wilayah Cyrus R. Vance. Ia sebelumnya sangat bersimpati dengan apa yang dialami oleh sang pelayan hotel. Namun setelah menemukan kejanggalan dalam pengakuan korban, Vance membuka diskusi dengan pihak pembela dan siap berkata yang sebenarnya di pengadilan. Pihak penuntut mum tidak menyebut secara detil tentang keanehan apa saja yang keluar dari mulut korban. Tetapi berdar kabar adanya rekaman percakapan korban dengan seorang pria sebelum peristiwa itu terjadi. Bukti konkrit ini konon bisa membebaskan Strauss-Kahn dari segala tuduhan atau bahkan memberi keleluasaan bagi dirinya untuk menuntut balik.


Emas Tertekan Dollar AS


Emas Tertekan Dollar AS

Jumat, 01 Juli 2011 10:07 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Harga emas berpeluang untuk menuju level resistance di $1,525/ons, menurut Barclays Capital. Harga emas masih berada di bawah level $1,500/ons dikarenakan penguatan dollar AS dan aktifitas pembelian safe-haven yang minim sehingga menekan logam mulia.

“Level resistance emas di $1,525/ons, level support di bawah $1,490/ons lalu $1,460/$1470,” katanya. Untuk jangka menengah momentum masih bullish. Spot emas di $1,499.10/ons, turun $1.20 dari level penutupan New York kemarin (30/06). Harga emas kemarin sempat merosot karena investor memarkir dana tunai ke aset yang lebih beresiko setelah voting Yunani yang kedua. Penguatan dollar AS semakin menekan harga emas di hari ini (01/07).

EUR/USD di 1.4483 dari 1.4502 hari Kamis malam.


Kompromi Masalah Yunani Selamatkan Aussie


Sabtu, 18 Juni 2011 02:08 WIB
TODAY’S ANALYSIS FOREX

Dollar Australia menghentikan penurunan 2 hari berturut-turut pada hari Jumat setelah Kanselir Jerman Angela Merkel sepakat untuk berkompromi dan bekerja sama dengan European Central Bank dalam mengupayakan paket bailout baru untuk Yunani, yang memulihkan permintaan untuk aset beresiko.

Aussie juga berhasil mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam satu bulan terhadap mata uang AS pasca produktivitas industri China dilaporkan meningkat.
“Jerman telah melunak dan mereka tidak akan secara resmi meminta kontribusi pihak swasta untuk Yunani, sehingga kita dapat melihat sentimen terhadap resiko mulai membaik,” kata Charles St-Arnaud, abalis forex pada Nomura Holdings Inc. di New York. “Apresiasi Dollar Australia minggu ini lebih disebabkan oleh faktor pertumbuhan di China yang nampaknya tidak melambat secepat yang telah diperkirakan.”
Produktivitas sektor industri China meningkat sebesar 13,3% pada bulan lalu, yang melampaui perkiraan para ekonom, disertai penjualan ritel yang naik 16,9%, menurut laporan biro statistik. Indeks harga konsumen juga mencatat kenaikan 5,5% persen, yang sesuai ekspektasi pasar.
Sementara perbankan telah diperintahkan untuk menyisihkan lebih banyak uang sebagai cadangan.
Namun penguatan mata uang negara Pasifik Selatan yang ber-yield lebih tinggi ini nampaknya masih akan terbatas seiring data AS yang lebih lemah dari perkiraan mendorong spekulasi bahwa pemulihan pada ekonomi terbesar di dunia itu tengah goyah.
Saat ini AUD/USD diperdagangkan pada kisaran $1.0615 atau sekitar 0,5% lebih tinggi dibandingkan harga pembukaan hari Jumat.
***EnglishVersion***

Saturday, June 18, 2011 2:08 pm
TODAY’S FOREX ANALYSIS

The Australian dollar stopped down 2 days in a row on Friday after German Chancellor Angela Merkel agreed to compromise and cooperate with the European Central Bank in seeking a new bailout package for Greece, which restore the demand for risky assets.
Aussie also has recorded the biggest weekly gain in a month against the U.S. currency after China was reported to increase industrial productivity.

“Germany has softened and they would not formally ask for a private party for Greece, so we can see the sentiment against the risk of getting better,” said Charles St-Arnaud, abalis forex at Nomura Holdings Inc. in New York. “The appreciation of the Australian dollar this week was driven more by growth factors in China that do not seem to slow down as quickly as anticipated.”

Productivity of China’s industrial sector increased by 13.3% in the last month, which exceeded expectations of economists, with retail sales rising 16.9%, according to the statistics bureau report. The consumer price index also recorded an increase of 5.5% percent, which according to market expectations.

While banks have been instructed to set aside more money as reserves.
However, strengthening the currency of South Pacific countries that had higher yield this still seems to be limited as U.S. data weaker than expected prompted speculation that the recovery of the world’s largest economy was being shaken.

Currently AUD / USD traded at $ 1.0615, or about 0.5% higher than the opening price on Friday.


Commodity Update


Pertumbuhan Ekonomi AS Melambat; Tingkat Harga Melambung

Perekonomian AS sedang menghadapi masalah akibat kenaikan harga dan lemahnya pertumbuhan. Inflasi di AS saat ini naik ke level tertinggi dalam hampir selama 3 tahun di bulan Mei, sementara aktivitas manufaktur regional berkontraksi bulan ini, menurut laporan hari Rabu. Konsumen di AS lega setelah harga bensin mulai turun, membantu perekonomian pulih dari suramnya data belakangan ini. Namun dalam tren yang dapat menyulitkan pejabat di Federal Reserve, Dep. Tenaga Kerja mengatakan indeks harga konsumen diluar makanan
dan energi naik 0.3%. Itu merupakan kenaikan terbesar sejak Juli 2008, kendati sebagian kenaikan disebabkan oleh gangguan suplai akibat gempa bumi Jepang yang mendorong harga otomotif naik tajam. Laporan terposah menunjukkan penurunan tajam pada aktivitas manufaktur di negara bagian New York dan penurunan 0.1% pada output industri bulan Mei, kendati sebagian disebabkan oleh penurunan pada utilitas terkait udara dingin.

Emas Kian Diminati

Emas naik pada hari Rabu akibat aksi beli safe-haven yang dipicu oleh penurunan tajam pada bursa saham ditengah kecemasan melambatnya perekonomian AS dan tanda bawa krisis hutang di Yunani dapat meningkat.
Investor beralih kepada emas setelah indeks harga konsumen AS mencetak kenaikan terbesar dalam hampir selama 4 tahun dan dan sektor manufaktur regional berkontraksi bulan ini, juga akibat ketidakpastian mengenai diskusi tentang batas hutang AS. “Emas adalah tempat bergantung saat ini ketika bursa saham, minyak mentah dan komoditas lainnya melemah,” ucap Robert Lutts, kepala bagian invetasi di Cabot Money Management. Emas sempat turun pada awal sesi, didera oleh aksi jual dan penguatan dollar akibat krisis hutang Eropa yang memburuk.

Penguatan Dollar Tekan Minyak

Minyak turun lebih dari 4% pada hari Rabu, seiring tanda pelemahan ekonomi lanjutan yang meningkatkan kecemasan permintaan dan juga tertekan oleh penguatan dollar, memicu order sellstop dan mendorong minyak mentah turun ke level terendah sejak bulan Februari. Minyak mentah melemah pasca data menunjukkan kenaikan pada inflasi inti dan sektor manufaktur di New York
berkontraksi. Aksi jual kian intens setelah menembus ke bawah MA150 dan support kunci pada $95, dan menghapus sedikit gain pada minyak mentah akibat
penurunan tajam pada suplai minyak mentah AS. “Investor terburu-buru untuk keluar. Pasar dinilai terlalu tinggi saat ini, minyak brent terus menggelembung, dan gelembung itu pecah hari ini,” ucap Tim Evans, analis energi pada Citi Futures Perspective.

***EnglishVersion***

U.S. Economic Growth Slows; Exchange Rates Soar

The U.S. economy is facing problems due to rising prices and weak growth. Inflation in the U.S. today rose to its highest level in nearly 3 years in May, while the regional manufacturing activity contracted this month, according to reports Wednesday. Consumers in the U.S. relief after gasoline prices began to fall, helping the economy recover from data gloomy lately. But in a trend that could complicate the Federal Reserve officials, Dep. Labor said its index of consumer prices outside of food and energy rose 0.3%. It was the biggest gain since July 2008, although some of the increase due to supply disruptions caused by earthquakes Japanese automotive drive prices up sharply. Terposah report showed a sharp decline in manufacturing activity in New York state and 0.1% decline in industrial output in May, although partly due to a decrease in cold-related utilities.

Gold More Wanted

Gold rose on Wednesday due to safe-haven buying triggered by a sharp decline in stock markets amid concern a slowing U.S. economy and signs carry the debt crisis in Greece can be increased. Investors turn to gold after the U.S. consumer price index scored the biggest gain in nearly four years and the regional manufacturing sector contracted this month, also due to uncertainty regarding the discussion about the U.S. debt limit. “Gold is where the current depends when the stock market, crude oil and other commodities lower,” said Robert Lutts, chief invetasi at Cabot Money Management. Gold was down early in the session, chastened by the strengthening dollar selloff and Europe due to the worsening debt crisis.

Strengthening Dollar Oil Press

Oil fell more than 4% on Wednesday, as a sign of continued economic weakness that increase anxiety and demand also pressured by the strengthening dollar, triggering orders sellstop and pushed crude oil fell to its lowest level since February. Crude oil fell after data showed a rise in core inflation and the manufacturing sector contracted in New York. Increasingly intense sell-off after breaking down the MA150 and the key support at $ 95, and removing a bit of gain on crude oil due to a sharp drop in U.S. crude supplies. “Investors rush to exit. The market is overvalued at this time, Brent oil continued to bubble, and bubbles burst today,” said Tim Evans, energy analyst at Citi Futures Perspective.