Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “New York Stock Exchange

Market Outlook Today


The New York Stock Exchange, the world's large...

The New York Stock Exchange, the world’s largest stock exchange by market capitalization (Photo credit: Wikipedia)

EMAS

 

Komoditi Emas kembali bergerak melemah lebih dari 1% seiring kekecewaan pasar terhadap lambatnya persetujuan budget AS pada perdagangan kemarin, padahal US dolar melemah dan  harga minyak mentah juga ikut melemah sehingga semua komoditas lain melemah. Ketidakpastian ekonomi yang berhubungan dengan pembicaraan budget AS dan mengenai heavy selling setelah penutupan option minggu lalu yang juga meyebabkan komoditi ini melemah.

 

AUD/USD

 

Mata uang Australia koreksi tipis pada perdagangan di sesi Asia pagi ini, mata uang Aussie sedikit melemah meskipun masih berada di kisaran tertinggi dalam lebih dari satu minggu belakangan. Melemahnya mata uang ini terjadi setelah rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal ke III di Australia menunjukkan hasil yang kurang dari harapan. Rilis data pagi ini mengenai pertumbuhan ekonomi kuartal ke III di Australia data menunjukkan bahwa di kuartal ke III terjadi pertumbuhan ekonomi sebesar 0.5% (q/q), meskipun tidak terlalu buruk namun hasil tersebut masih kurang dari ekspektasi yang sebesar 0.6%. Pertumbuhan di kuartal ke III ini juga melambat dari pertumbuhan yang terjadi di kuartal ke II yang sebesar 0.6%.

 

NIKKEI

 

Bursa saham Jepang awal pembukaan perdagangan disesi Asia cenderung bergerak sedikit melemah, bursa saham Jepang tergerus melemah melanjutkan pergerakan negatif pada sesi perdagangan sebelumnya. Para investor bersikap negatif setelah bursa saham Wall Street melemah akibat menguatnya kekhawatiran mengenai anggaran AS. Namun setelah sedikit melemah Indeks Berjangka Nikkei bergerak rebound seiring bursa saham AS menyingkirkan sentimen di Asia dalam penutupan lemahnya kemarin, saat para politikus di sana masih berselisih pendapat terkait solusi untuk masalah keuangan guna menghindari kenaikan pajak dan pemangkasan anggaran belanja yang mungkin akan mendorong AS ke jurang resesi.

 


Market Review Asia


Market Review Asia :

Euro menguat ke tingginya 3 minggu terhadap dollar AS hari Jumat, terangkat oleh membaiknya sentimen resiko. Indeks rata-rata Nikkei naik ke tingginya 7 minggu terkait meredanya kekhawatiran krisis hutang zona Eropa, membaiknya data manufaktur wilayah AS secara tak terduga dan harapan pulihnya earnings korporasi Jepang. Bursa Seoul menguat terkait membaiknya sentimen dan aksi beli asing, dengan bertahannya saham teknologi seperti Samsung Electronics mendukung pasar. IHSG ditutup menguat 38,529 poin berkat dukungan saham-saham pertambangan dan perkebunan.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Commodity Update: Dollar Jatuh, Minyak Naik


EMAS 
Emas Stabil, Dukungan Kekhawatiran Hutang Eropa
Emas bertahan stabil hari Rabu seiring kekhawatiran terhadap krisis hutang Eropa memberikan dukungan kepada emas, setelah memburuknya data industri dan perumahan AS memicu penurunan di harga minyak dan logam di sesi sebelumnya. Spot emas sedikit bergerak di level $1,485.59 per ons, setelah turun 3 sesi berturut-turut. Emas AS bergerak naik 0.4% ke level $1,485.60. Spot perak beranjak naik 0.4% ke level $35.05. Kontrak perak AS naik sebanyak 1.7% ke level $34.06. Buruknya data industri dan perumahan AS memperlihatkan adanya kejatuhan di ekonomi AS, yang berujung pada lemahnya harga saham dan komoditi.
MINYAK
Kontrak Minyak Mentah Naik Terkait Kejatuhan Dollar AS
Kontrak minyak mentah AS pulih dari rendahnya 12 minggu di perdagangan elektronik diawal hari Rabu, seiring dollar AS yang turun dan memicu aksi beli komoditi yang berdenominasi dollar AS. Minyak mentah AS untuk pengiriman bulan Juni melaju 86 sen, atau 0.9% ke level $97.77 per barel di NYMEX selama sesi perdagangan Asia. Harga minyak mentah sebelumnya ditutup pada sesi AS pada level terendahnya sejak 22 Februari. Data housing yang buruk, yang membantu mengangkat kekhawatiran inflasi mengenai permintaan AS, berkontribusi menekan harga hari Selasa, sementara sebuah laporan grup industri memberikan perkiraan kenaikan persediaan mingguan. Laporan persediaan dari API (American Petroleum Institute) menunjukkan adanya kenaikan persediaan sebesar 2.7 juta barel di akhir minggu 13 Mei. Persediaan bahan bakar bensin turun 676.000 barel dan persediaan produk distilasi turun 2.8 juta, dilaporkan kelompok industri tersebut. Data API tersebut akan dirilis dekat dengan waktu laporan dari Departemen Energi AS, yang keluar hari Rabu, minggu ini.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Earnings JPMorgan Lejitkan Wall Street


Sabtu, 15 Januari 2011 – 05:35 WIB

Saham AS ditutup di level tinggi multi-tahunan seiring menguatnya saham sektor keuangan dan teknologi akibat bagusnya laporan earnings dari JPMorgan dan Intel dan menjelang laporan earnings perusahaan besar lainnya pekan depan. Pasar terus bergerak naik hari Jumat bahkan setelah beberapa analis mengatakan pasar sulit bertahan di level saat ini. Art Cashin, direktur floor NYSE untuk UBS Financial Services, mengatakan S&P 500 diperdagangkan diatas MA10 untuk 30 hari berturut-turut. Namun Jeff Rubin pada Birinyi Associates, merespon analis lainnya yang mengatakan pasar telah jenuh membeli karena S&P 500 berada diatas MA50 selama 94 hari, mengingat ketika ini terjadi di masa yang lalu, pasar rata-rata naik 1.58% di bulan selanjutnya, dan 3.45% dalam 3 bulan selanjutnya.

Kenaikan terbanyak hari ini adalah pada sektor finansial seiring investor yang merayakan earnings dari JPMorgan yang sangat mengejutkan.  Earnings yang dirilis menunjukkan rasio modal nampak cukup untuk membiarkan JPMorgan menaikkan dividennya setelah mendapat persetujuan dari Federal Reserve. Ketika investor yang panik dan mulai menjual setelah earnings JPMorgan dirilis tidak ada, investor mulai membeli saham bank tersebut, begitu juga dengan saham mitranya, ucap Dave Rovelli, direktur manajer perdagangan saham pada Canaccord Genuity. “Investor ingin membeli saham sektor finansial karena paling berpotensi untuk naik,” tutur Rovelli. Sejumlah bank besar akan merilis earnings-nya minggu depan termasuk Citigroup, Goldman Sachs, Wells Fargo, Morgan Stanley, dan Bank of America.

5 Hal Penting Sebelum Open Market 14:33 WIB