Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “New York Mercantile Exchange

Market Outlook Today


Selasa, 27 September 2011

 

EMAS

Komoditi Emas akhirnya rebound setelah merosot dalam 5 hari beruntun, pasar mulai mempercayai kondisi perekonomian regional Eropa meskipun belum sepenuhnya yakin. Investor melihat Eropa sudah melakukan segala upaya namun investor masih berpikir Eropa belum mampu memecahkan masalah perekonomian regional, komoditi Emas mengalami penurunan dalam 5 hari beruntun seiring pasar dilanda kepanikan ketika melihat nilai dolar AS terus menguat. Akibatnya investor menjual komoditas apapun untuk memarkirkan dana mereka, namun membeli dolar juga bukan merupakan pilihan terbaik karena Eropa terus berupaya meyakinkan pasar dengan mewacanakan pembelian obligasi dan pemangkasan suku bunga.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa Euro mengalami penurunan yang cukup signifikan terhadap dolar AS, Euro kembali terpukul menjelang lelang obligasi Italia dan Spanyol hari ini. Kekhawatiran makin kental mengenai merembetnya krisis keuangan Eropa ke negara seperti Italia dan Spanyol. Trend dan sentimen terhadap Euro masih sangat bearish karena makin banyak negara anggota kawasan Euro yang menolak untuk meningkatkan pemberian dana bantuan. Menteri keuangan Belanda dan Finlandia menyatakan dengan tegas tidak berencana untuk meningkatkan komitmen mereka terhadap pemberian dana bantuan kawasan Euro, dan Menteri keuangan Jerman juga menyuarakan sentimen yang serupa. Di perkirakan mata uang tunggal Eropa hari ini berpotensi melemah.

KOSPI

Bursa saham Korea pada perdagangan di hari Selasa pagi mengalami peningkatan yang cukup signifikan, bursa saham Korea menguat mengikuti positifnya hasil perdagangan di bursa saham Wall Street. Pergerakan menguat bursa saham Asia terjadi di tengah harapan bahwa petinggi Eropa akan mempercepat pembentukan lembaga dana talangan darurat untuk mencegah krisis keuangan merembet lebih jauh. Di perkirakan Indeks Berjangka Kospi hari ini cenderung mengalami kenaikan tapi terbatas.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas dunia mengalami penurunan dalam minggu ini merupakan yang terparah dalam 4 bulan terakhir, dalam perdagangan kemarin Komoditi Emas sempat terpangkas hingga sebesar 2,4% ini adalah penurunan terbesar selama dalam 2 minggu. Penurunan harga Emas mengekor anjloknya harga komoditas dan pasar saham dunia, pasar saham global masuk ke dalam pasar bearish untuk pertama kali dalam dua tahun terakhir. Para pelaku pasar mencemaskan mengenai kondisi krisis utang di Eropa dan kemungkinan terjadinya resesi di AS. Apalagi the Federal Reserve sebelumnya mengungkapkan outlook perekonomian AS memiliki resiko penurunan yang sangat signifikan. Pernyataan the Fed tersebut juga ikut mendongkrak keperkasaan dollar ke level paling tinggi dalam 7 bulan terakhir terhadap 6 mata uang utama dunia.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa mengalami pergerakan melemah terhadap US dolar pada perdagangan di hari Kamis, menguatnya US Dolar dipicu oleh pernyataan The Fed yang akan merubah portofolionya ke Obligasi jangka panjang dengan menggunakan apa yang dikenal pasar sebagai Operation Twist yang bertujuan untuk mendongkrak perekonomian dengan menempatkan lebih banyak tekanan pada suku bunga jangka panjang. The Fed juga menyatakan tidak akan mencetak uang baru meski begitu suramnya pandangan The Fed terhadap perekonomian telah memicu kekhawatiran investor.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong pada perdagangan di Jumat pagi mengalami kemrosotan yang cukup signifikan, bursa saham Hongkong kembali melemah terpukul oleh kekhawatiran mengenai makin memburuknya kondisi ekonomi global setelah The Fed memperingatkan bahwa ekonomi AS masih memiliki risiko penurunan yang tinggi. Saham – saham di bursa Hongkong lesu, adapun saham – saham yang mengalami pelemahan diantaranya adalah HSBC , Hangseng Bank , dan Wharf Holdings.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Minyak Bakal Uji Level $90


Kamis, 04 Agustus 2011 09:29 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Jika data perekonomian AS terus memburuk, minyak Nymex dapat anjlok ke level $90/barrel, kata kepala komoditi Mizuho

Securities, Takumi Otsuka. Minyak sedikit menguat di awal perdagangan.

“Sentimen masih sangat bearish terkait kondisi perekonomian di Eropa dan AS yang lemah,”  tambahnya. “Fokus pasar pada data perekonomian AS pekan ini.” Angka pengangguran dirilis hari ini dan nonfarm payrolls dirilis besok (05/08), kedua data sangat berpengaruh pada pasar. USD menguat setelah BoJ melakukan intervensi ke dalam pasar mata uang. Hal ini turut menekan minyak meski berdampak kecil dan hanya sesaat, kata Otsuka.

Minyak Nymex bulan September naik 21 sen menjadi $92.14/barrel, Minyak ICE bulan September naik 2 sen menjadi $113.25/barrel.


Guest Commentary: Gold Prices Outlook 07.01.2011


Gold & Silver – Daily Outlook 1 July

Gold and silver finished June with moderate changes, but already started off July with falls. As we are entering the long weekend, what will gold and silver prices do today? The European unemployment report will be published today along with the US durable good report.

Let’s examine the news of the day related to the precious metals market for today July 1 st :

Gold and Silver P rices – June/July

Gold price shifted direction again and closed the month of June with moderate falls on Thursday, June 30 th as it declined by 0.90% to $1,496.

Silver on the other hand inclined on Thursday by 0.18% to $34.83.These changes are very modest so they continue to demonstrate a slow paced movement by bullion metals.

During June, gold decreased by 2.6%, and silver declined by 9.1%.

The chart below shows the normalized gold and silver (May 31 st 2011=100).

It shows how silver tumbled down in three steps: at the beginning, middle and near end of June. Actually, during the last few days of June, silver bounced back a bit. Gold, on the other hand, was much more stable and had its sharpest fall during the penultimate week of June.

Guest_Commentary_Gold_Daily_Outlook_07.01.2011_body_Gold_prices_forecast__silver_price_outlook_2011_JULY_1.png, Guest Commentary: Gold Prices Outlook 07.01.2011

As of Thursday, June 30 th the ratio between gold and silver continued to remain unchanged as it reached 42.97; during June this ratio inclined by 7.1%, which means that during June gold, has outperformed silver.

Guest_Commentary_Gold_Daily_Outlook_07.01.2011_body_Gold_prices_forecast__silver_price_outlook_ratio_2011_JULY_1.png, Guest Commentary: Gold Prices Outlook 07.01.2011

US Dollar Gold and S ilve r– July Update

The US dollar continues to depreciate against the Euro, following the Greek voting during the week. If this will continue today, this might affect gold and silver to incline. Nonetheless, since the Euros to US dollar is traded down very moderately, its effect on gold and silver prices might be little.

US Durable Goods R eport

Today, the U.S. durable good report will be published regarding May. This report indirectly shows the changes in U.S. demand for goods including major commodities such as crude oil. In April 2011, there was decrease in manufactured durable goods by $7.1 billion or 3.6% to $189.9 billion; Non-defense new orders for capital goods decreased by $5.3 billion or 7.3% to $67.6 billion.

This report was suggested to have an effect on the yields of US treasury bonds according to Balduzzi, Elton, and Green (2001); if this will be the case, it might also have an indirect effect on gold and silver, if the results in this report will be a surprise.

European Unemployment R eport

This report will show the changes of unemployment rate in Euro area during May 2011. For the month of April, the unemployment rate remained unchanged at 9.9%, i.e. 15.529 million people were unemployed in the Euro Area. This figure is lower than the rate of April 2010, which stood then on 10.2%. In the EU27, 22.547 million people were unemployed during April 2011. If the report will show again no improvement this will likely to have little effect on Euro/USD and consequently won’t affect much gold and silver.

Gold and S ilver Outlook:

Gold and silver ended June with light changes and July might bring new changes; one of the key factors will remain the USD effect on bullion metals prices’; the upcoming US durable report might have some small effect on gold and silver along with the Euro unemployment report via the changes in the Euro/USD. But as we are entering the long weekend it’s likely that there will continue to be little changes in gold and silver today.

I still speculate that in the mid term gold will remain near the $1,500 mark and silver will level out at $33-35 mark.

Here is a reminder of the top events and reports that are planed for today and tomorrow (all times GMT):

Today

10.00 – Euro Area unemployment rate

13:30 – US Department of Commerce – Report on Durable Goods

For further reading: Gold and silver prices outlook for June 2011

By: Lior Cohen, Energy Analyst for Trading NRG

DailyFX provides forex news on the economic reports and political events that influence the currency market.
01 July 2011 13:46 GMT


Market Today Outlook


EMAS
Emas Terus Bergerak Naik

Spot emas di $1,545.50/ons, naik $3.10 di awal perdagangan Asia, emas berpeluang untuk gain. Menurut Barclays Capital emas masih “bullish”  dan dapat terus menuju level resistance $1,552. Triland Metals juga yakin emas masih berpeluang untuk naik, permintaan dipengaruhi oleh kekhawatiran atas masalah hutang Eropa. Resistance emas di area $1,545-$1,550 range. Emas dapat mencetak rekor baru jika berhasil menembus level resistance di $1,550 per troy ons akibat kekhawatiran atas kondisi kesehatan ekonomi AS, menurut analis investasi Ong Yi Ling di Phillip Futures. “Jika emas menyentuh rekor tinggi, akan menguntungkan perak,” kata Ong. Spot perak di kisaran $36.70/ons, naik 38 sen dari penutupan New York.

MINYAK
Minyak Mentah Beranjak Naik Terkait Lemahnya Dollar

Kontrak minyak mentah AS bergerak naik hari Senin seiring dollar AS yang masih lemah tetapi penguatan sepertinya terbatas setelah data jobs AS yang lemah memberikan bukti bahwa ekonomi masih akan melambat. Para negara-negara anggota OPEC yang dipimpin oleh Arab Saudi sepertinya akan mendorong kenaikan persediaan hari Rabu guna mendukung pertumbuhan ekonomi dunia dengan membawa harga kembali dibawah $100 per barel. Ekspektasi ini, tetap saja, tidak memiliki dampak besar terhadap harga minyak mentah. Harga minyak mentah di NYMEX naik 23 sen ke level $100.45 per barel, setelah bertahan turun 18 sen dilevel $100.22 hari Jumat. Irak mendukung kenaikan output OPEC apabila kenaikan tersebut diperlukan guna memenuhi kenaikan permintaan global, dikatakan Wakil Perdana Menteri Hussain al-Shahristani kepada Reuters hari Sabtu. (By monexnews.com)

AUD/USD

AUD Segera Menguat Terkait Harapan Untuk RBA

Dollar Australia kembali mengikis penguatan awal hari, walau terakhir diperdagangkan naik 0.2% di level $1.0740 setelah gagal menembus resistance di level tingginya selama 3-1/2 minggu di level $1.0775 yang terjadi pada hari Jumat. Para pelaku pasar fokus pada pertemuan RBA pada hari Selasa, besok, untuk kemungkinan adanya kenaikan suku bunga, meskipun kebanyakan ekonom dalam poll Reuters memperkirakan bank sentral tersebut akan menahan tingkat suku bunga di level 4.75% dalam 7 bulan berturut-turut. “Saya belum melihat Aussie mendapat dorongan, sepertinya masih bergerak dalam pergerakan kejatuhan dollar AS”, dikatakan seorang trader dari sebuah bank Jepang. Ia mengatakan bahwa apabila RBA akan mengejutkan pasar saat menaikkan suku bunga, puncak selama 29 tahun di level $1.1012 yang terjadi pada 2 Mei akan kembali terlihat. (By monexnews.com)

NIKKEI
Kejatuhan Tepco Seret Nikkei

Nikkei turun 0.9% di 9403.06 sesi pagi. Perdagangan relatif kuat (sekitar 951 juta saham di perdagangan sesi pertama) akibat tingginya penjualan saham utilitas dipimpin oleh Tokyo Electric Power. Tepco anjlok 24% menjadi Y218 setelah menyentuh level tinggi sepanjang masa di Y206, setelah munculnya wawancara pimpinan TSE, Atsushi Saito dengan Asahi Shimbun yang menyebutkan bahwa perusahaan seharusnya mengajukan perlindungan kepailitan. “Sementara masih ada harapan untuk perlindungan bagi pemegang saham. Hal ini menegaskan bahwa pemegang saham akan sangat terbebani, sehingga memicu penjualan indeks Nikkei” kata Toshikazu Horiuchi, analis Cosmo Securities. Support Nikkei di 9390. 29/33 Topix subindeks melemah dengan Chubu Electric Power turun 7.4% menjadi Y1,148 dan Kansai Electric Power turun 8.0% menjadi Y1,215. Sony turun 2.2% menjadi Y2,082.


Minyak Cemaskan Prospek Permintaan


Minyak Cemaskan Prospek Permintaan

Jumat, 03 Juni 2011 21:32 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Harga minyak mentah tergelincir hingga di bawah $99/barrel pada perdagangan hari Jumat setelah data pekerjaan AS yang mengecewakan memicu kekhawatiran terhadap ekonomi dan permintaan energi.

Non-farm Payrolls AS hanya bertambah sebanyak 54.000 pada bulan Mei, yang jauh lebih kecil dibandingkan prediksi para ekonom dan merupakan kenaikan terkecil sejak bulan September. Tingkat pengangguran juga meningkat ke 9,1%, level tertinggi sejak bulan Desember.
Minyak mentah untuk kontrak pengiriman bulan Juli sempat diperdagangkan lebih murah $1,5 atau turun 1,5% menjadi $98.11/barrel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah sejauh ini telah melemah sekitar 1,6% dalam waktu seminggu.

“Tingkat pengangguran yang mencapai 9,1% dapat diartikan berkurangnya aktivitas berkendara dikarenakan orang tidak memiliki pendapatan untuk membeli bahan bakar,” kata Darin Newsom, analis senior pada Telvent DTN. “Data tersebut juga memperberat tekanan terhadap harga minyak mengingat pada hari sebelumnya EIA telah melaporkan terjadinya lonjakan persediaan minyak AS,” tambahnya.


Market Outlook


Minyak Kuat Di Pasar Asia

 

Minyak naik tipis diperdagangan Asia, melanjutkan penguatan tadi malam setelah ditutupnya pipa kilang minyak dan  USD/EUR menyentuh level rendah tiga pekan. TransCanada akan segera memulai operasi untuk pipa kilang minyak Keystone dalam waktu dekat, menurut analis Nihon Unicom, Hiroyuki Kikukawa. Minyak Nymex diperkirakan akan berada di range $95-$105/barrel. Minyak Nymex kontrak Juli naik 14 sen menjadi $102.84/barrel di Globex setelah tadi malam melambung 2.1%, Minyak ICE Brent Juli naik 7 sen menjadi $116.80/barrel setelah naik 1.79%. Tumpaham minyak sekitar 10 barrel di stasiun pompa Kansas sepanjang jaringan pipa Keystone memaksa TransCanada untuk menutup seluruh jaringan pipanya.  Keystone berhubungan dengan jaringan di Alberta dan Cushing, Okla yang menjadi pusat pengiriman untuk Minyak Nymex. EUR menyentuh level tinggi tiga pekan terhadap USD setelah Wall Street Journal melaporkan Jerman akan mendorong penjadwalan awal bagi obligasi Yunani untuk menfasilitasi paket bantuannya. Berita ini mendorong optimisme Eropa berhasil mengatasi kebuntuan atas kebutuhan pendanaan Yunani.

EMAS

Perkembangan Yunani Redupkan Emas

 

Spot emas bergerak turun hari Rabu (01/06) 0,1% ke level $1,533.1 per ons. Koreksi dipicu oleh harapan mengenai dana bantuan baru Yunani. Namun pelemahan dollar AS diperkirakan membatasi kejatuhan emas. Kontrak emas AS turun 0.2% ke level $1.532.80. Spot emas menyentuh level tertinggi 4 pekan pada level $1,540.50 hari Selasa. Penguatan saat itu dipicu oleh data harga rumah negatif, pesimisme konsumen serta perlambatan sektor manufaktur regional di AS. Hal ini meningkatkan kekhawatiran terhadap pemulihan di AS. Spot perak turun 0.6% ke level $38.22. Komoditi logam turun 19.6% bulan lalu, kejatuhan terbesar ke 2 di komoditi setelah perak AS, tetapi masih lebih tinggi 24% sampai tahun ini. Harga perak AS bergerak melemah 0.2% ke level $38.22.

 

EUR/USD

Euro Bidik Level 1.4510

 

Euro menguat di atas level 1.4420  selama perdagangan kemarin (31/05) akbat berita bahwa Jerman akan memudahkan permintaan Yunani dan bersedia untuk memberi lebih banyak pinjaman, menyebabkan meningkatnya permintaan investor untuk mata uang utama. “EUR/USD mengalami gain yang mengagumkan hari ini, menyentuh area 1.443, euro konsolidasi di kisaran 1.4400,” menurut Valeria Bednarik, kepala analis FXstreet.com. “Kedua indikator baik 1 atau 4 jam menunjukkan trendh bullish, pergerakan harga masih ke arah level resistance di 1.4510/20,” katanya. Level support di 1.4350, 1.4310 and 1.4280 sementara level resistance di 1.4480 kemudian 1.4510.

 

HANGSENG

Hang Seng Bidik Level 23.800

 

Hang Seng dibuka menguat mengikuti penguatan Wall Street tadi malam, namun penguatan diprediksi terbatas setelah kemarin indeks menguat tajam, menurut Ben Kwong, COO di KGI Asia. Indeks diprediksi akan bergerak di kisaran level 23,800, Level support untuk indeks berada di kisaran 23.400. Tindakan profit-taking diperkirakan juga akan muncul. “Sentimen meningkat namun penguatan tidak akan seperti di hari Selasa.” Saham komoditi, diantaranya saham minyak akan mendapat dukungan setelah harga minyak menguat (Minyak kontrak Juli naik 2.1%), sementara saham properti China melemah akibat kekhawatiran mengenai pengetatan di China. Hang Seng ditutup naik 2.2% menjadi 23,684.1323.543 kemarin.


Commodity Update: Oil Bearish Trend


MINYAK
Minyak Konsolidasi, Trend Bearish

Minyak Nymex pengiriman bulan Juli konsolidasi setelah naik $1.17 menjadi $100.10/barrel, menurut analisa teknikal Dow Jones. Grafik harian dengan menggunakan indikator MACD menunjukkan trend bearish, namun indikator stochastic menunjukkan bullish dan berada di level oversold. Resistance di $100.42 (level tinggi hari Jumat); jika berhasil menembus level ini, minyak berpeluang untuk naik ke $100.99 (level tinggi hari Rabu), lalu ke $104.60 (level tinggi 11 Mei) dan $105.31 (kisaran MA 55-day). Support di $96.35 (level rendah hari Jumat); lalu $95.02 (level rendah hari Selasa), kemudian $94.63 (level rendah 6 Mei) dan $92.84 (level pada 31 Januari).
Minyak kontrak Juli turun $1.00 menjadi $99.10/barrel di Globex.

EMAS
Krisis Eropa untungkan prospek harga emas

Nilai kontrak emas diperkirakan terus menguat guna melanjutkan peningkatan mingguan pertamanya dalam 3 pekan terakhir. Kekhawatiran terhadap utang sejumlah negara di Eropa menaikkan permintaan logam mulia itu sebagai pengaman aset. Harga emas pengiriman dalam waktu dekat naik 0,5% menjadi US$1.519,35/troy ounce. Kontrak emas diperdangkan naik 1,2% sepanjang pekan lalu. Kontrak emas pengiriman Juni di bursa New York juga menguat 0,7% menjadi US$1.519/troy ounce. “Inevstor membeli aset pengaman nilai setelah Fitch Ratings menurunkan peringkat utang Yunani dan Standard & Poor’s menempatkan Italia ke outlook yang negatif. Hal ini memperkuat kurs dolar AS,” kata Head of Commodity Research ANZ Banking Group Ltd Mark Pervan dalam laporannya hari ini. S&P pekan lalu menurunkan prospek kredit Italia ke negatif dari posisi stabil dengan pertimbangan risiko pelambatan laju ekonomi dan kesulitan pemangkasan utang pemerintah. Fitch juga memangkas peringkat utang Yunani. Perkembangan itu menyebabkan euro melemah 0,5% terhadap dolar AS.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Commodity Update: Minyak Diprediksi Jatuh


MINYAK
Minyak Masih Berada Di Rangenya

Harga minyak masih dipengaruhi oleh mata uang sementara data perekonomian AS yang lemah membuat minyak sulit untuk terus berada di atas level  $100/barrel, menurut Jim Ritterbusch, pimpinan perusahaan penasehat perdagangan minyak Ritterbusch & Associates. Harga minyak masih bergerak di range $10 selama beberapa pekan terakhir. “Diperkirakan pelemahan  akan menuju ke level $92,” kata Ritterbusch. Minyak Nymex turun $1.66 menjadi $98.44/barrel di hari Kamis, Minyak Brent turun 88 sen menjadi $111.42/barrel setelah dirilisnya indikator perekonomian AS dan aktivitas manufaktur yang mengecewakan. Minyak crude bulan Juni naik 42 sen menjadi $98.86/barrel, sementara kontrak Juli naik 45 sen menjadi $99.38/barrel di Globex.
EMAS
Emas Masih Tertekan
Emas melemah akibat ekspektasi berkurangnya tekanan inflasi yang kurangi permintaan terhadap logam mulia sebagai hedging atas kenaikan inflasi. Presiden Fed of St Louis, James Bullard, katakan bank sentral belum akan mengubah kebijakan moneternya sampai akhir tahun, dan turunnya ekspektasi inflasi kurangi kebutuhan untuk mulai menarik stimulus. “Ekspektasi inflasi sedikit mereda belakangan ini,” ungkap Dan Smith, analis Standard Chartered. “Emas kini tengah cari alasan lain untuk bisa pecahkan rekor tertingginya. Saat ini, emas kekurangan pemicu untuk reli.”

Harga minyak, salah satu faktor inflasi, turun hingga di bawah $100 per barel di sesi New York akibat suramnya outlook permintaan energi dunia. Turunnya harga minyak dapat kurangi tekanan inflasi lebih lanjut. “Emas bergerak searah dengan minyak dan penurunan harga minyak sulitkan pergerakan emas,” papar Frank Lesh, trader FuturePath Trading.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Commodity Update:Emas Stabil


EMAS
Emas Stabil, Perak Terus Menguat
Emas sedikit bergerak hari kamis dan perak terus bergerak menguat di sesi sebelumnya, ketika harga komoditi membukukan kenaikan terbesarnya dalam 2 bulan setelah aksi jual, seiring melemahnya dollar AS yang memberikan dukungan. Spot emas flat di level $1,496.29 per ons. Harga emas AS hanya berubah sedikit di level $1,496.60. Spot perak naik 1.6% ke level $35.58, setelah naik 3% di sesi sebelumnya dan perak AS naik 1.4%. Indeks CRB bertahan naik 2.3% hari Rabu, penguatan terbesar harian dalam 2 bulan, terangkat oleh penguatan harga minyak dan biji-bijian. Pasar komoditi mungkin akan mengalami koreksi dalam waktu dekat setelah aksi jual, tetapi untuk jangka panjang, masih terlihat menguatnya pertumbuhan permintaan.

MINYAK
Minyak Mentah Stabil Setelah Naik Diatas $100

Kontrak minyak mentah AS bertahan kuat hari Kamis setelah bangkit lebih dari 3% ke level diatas $100 per hari sebelumnya didukung oleh kenaikan harga-harga komoditi mengikuti berakhirnya aksi jual. Kenaikan kemarin juga didukung oleh laporan EIA akan adanya kejatuhan persediaan di AS dan kejatuhan persediaan di Cushing, Oklahoma, titik pengantaran untuk kontrak minyak mentah AS. Harga minyak mentah NYMEX untuk bulan Juni turun 15 sen ke level $99.95 per barel, setelah bertahan naik $3.19 di level $100.10 sehari sebelumnya. Beberapa analis memperkirakan aksi jual telah pudar hari Selasa, setelah harga turun 17% dari tingginya selama 32 bulan dilevel $114.83 pada 2 Mei ke level $95.02.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Commodity Update: Dollar Jatuh, Minyak Naik


EMAS 
Emas Stabil, Dukungan Kekhawatiran Hutang Eropa
Emas bertahan stabil hari Rabu seiring kekhawatiran terhadap krisis hutang Eropa memberikan dukungan kepada emas, setelah memburuknya data industri dan perumahan AS memicu penurunan di harga minyak dan logam di sesi sebelumnya. Spot emas sedikit bergerak di level $1,485.59 per ons, setelah turun 3 sesi berturut-turut. Emas AS bergerak naik 0.4% ke level $1,485.60. Spot perak beranjak naik 0.4% ke level $35.05. Kontrak perak AS naik sebanyak 1.7% ke level $34.06. Buruknya data industri dan perumahan AS memperlihatkan adanya kejatuhan di ekonomi AS, yang berujung pada lemahnya harga saham dan komoditi.
MINYAK
Kontrak Minyak Mentah Naik Terkait Kejatuhan Dollar AS
Kontrak minyak mentah AS pulih dari rendahnya 12 minggu di perdagangan elektronik diawal hari Rabu, seiring dollar AS yang turun dan memicu aksi beli komoditi yang berdenominasi dollar AS. Minyak mentah AS untuk pengiriman bulan Juni melaju 86 sen, atau 0.9% ke level $97.77 per barel di NYMEX selama sesi perdagangan Asia. Harga minyak mentah sebelumnya ditutup pada sesi AS pada level terendahnya sejak 22 Februari. Data housing yang buruk, yang membantu mengangkat kekhawatiran inflasi mengenai permintaan AS, berkontribusi menekan harga hari Selasa, sementara sebuah laporan grup industri memberikan perkiraan kenaikan persediaan mingguan. Laporan persediaan dari API (American Petroleum Institute) menunjukkan adanya kenaikan persediaan sebesar 2.7 juta barel di akhir minggu 13 Mei. Persediaan bahan bakar bensin turun 676.000 barel dan persediaan produk distilasi turun 2.8 juta, dilaporkan kelompok industri tersebut. Data API tersebut akan dirilis dekat dengan waktu laporan dari Departemen Energi AS, yang keluar hari Rabu, minggu ini.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Menguatnya Dollar Memicu Penurunan Komoditi Emas, Minyak dan Perak


MINYAK

Minyak Turun Mendekati 1% Dibawah $99; Dollar AS

Kontrak minyak mentah As turun mendekati 1% hari Senin, dibawah $99 per barel, menghapus penguatan hari Jumat seiring menguatnya Dollar terhadap Euro ditengah kekhawatiran masalah hutang Yunani. Kontrak minyak mentah NYMEX untuk bulan Juni diperdagangkan turun 94 sen ke sekitar $98.71 per barel, di perdagangan elektronik Globex, setelah merosot lebih dari 1 dollar di level $98/50 sebelumnya. Minggu lalu minyak mentah naik $2.47 atau 2.5%, mendapat kepulihan ringan dari rekor $16.75 dalam kejatuhan mingguan di 6 Mei.

EMAS
Emas-Perak Bergerak Turun

Emas dan perak bergerak turun hari Senin, seiring dollar yang bertahan stabil terkait kekhawatiran hutang Eropa sebelum para menteri keuangan Eropa akan membahas bantuan untuk Portugal. Spot emas bergerak turun 0.1% ke level $1,491.45 per ons, setelah menutup minggu lalu nyaris flat. Kontrak emas AS juga turun 0.1% ke $1,492. Spot emas turun 0.3% ke $35.17, melanjutkan kejatuhan yang mendekati 1% minggu lali. Perak AS menguat 0.6% ke level $35.21.

Logam mulia dalam tekanan akibat menguatnya dollar AS, yang terangkat oleh data inflasi AS dan kejatuhan Euro ke rendahnya 6 minggu terhadap dollar AS.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Memburuknya Data Inflasi AS Memicu Kenaikan Emas


Emas
Emas Beranjak Naik Memburuknya Data Inflasi AS

Emas bergerak naik seiring dollar bertahan stabil, walaupun ekspektasi bahwa tekanan inflasi di AS menyusut membuat batasan untuk penguatan. Data CPI hari Jumat diperkirakan akan menunjukkan kenaikan 0.4% dibandingkan 0.5% bulan Maret, menurut sebuah poll Reuters. Spot emas telah beranjak naik dibawah $3 ke level $1,504.69 per ons, kembali mengumpulkan kekuatan semalam. Kontrak emas AS turun $2 ke level $1,504.80 per ons. Spot perak menguat 21 sen ke level $34.31 per ons. Harga perak di COMEX secara umum flat di level $34.79 per ons.

MINYAK
Minyak Mentah AS Turun $1 Terkait Kekhawatiran Permintaan

Kontrak minyak mentah AS turun lebih dari $1 hari Jumat, tertekan oleh kekhawatiran permintaan minyak mentah global seiring para produsen AS yang menghadapi naiknya harga pompa dan Cina yang menghadapi inflasi. Kontrak minyak mentah di NYMEX untuk bulan Juni diperdagangkan turun $1.05 di level $97.92.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Komoditi Masih Dibayangi Koreksi



MINYAK

 Minyak Bertahan Turun $5, Dekat $98

 Harga minyak mentah turun lebih dari 4% kemarin setelah adanya kenaikan persediaan bensin ditengah melambatnya permintaan membawa harga bergerak turun, memicu penghentian perdagangan selama 5 menit dan memicu aksi jual komoditi minggu ini. Perdagangan minyak mentah dan produk lainnya dihentikan setelah kontrak bahan bakar bensin turun 2 sen, walau terbatas, memicu penghentian selama 5 menit guna meredam gerakan pasar. Kejadian ini adalah yang pertama kali terjadi sejak krisis keuangan yang terjadi di bulan September 2008. Bahan bakar bensin turun lebih jauh setelah perdagangan dilanjutkan, menembus level teknikal. Total volume mencapai rekor 240.000 lot. Harga minyak mentah AS turun ke sekitar $98 per barel, setelah menyentuh serendahnya di level $97.50 per barel.

EMAS

 Mengapa Komoditas Kembali Anjlok?

 Euro kembali tertekan turun dan komoditas kembali anjlok. Krisis hutang Yunani dan kecemasan tingginya inflasi di Polandia dan Inggris telah meningkatkan kecemasan mengenai perekonomian zona Eropa, mengakibatkan aksi jual besar-besaran pada euro dan melambungkan dollar. Ini seperti dejavu atas penurunan tajam yang terjadi pekan lalu. Komoditas kembali terkoreksi. Minyak terhampar di bawah $100, perak turun sebanyak $3, timah berada pada level terendah sejak Desember silam. Trader sektor komoditas telah mengalihkan perhatiannya dari banjir yang terjadi di AS menjadi kecemasan inflasi di Eropa dan Cina. Kendati ada penurunan pada tingkat inflasi konsumen di Cina, masih ada kecemasan bahwa Cina akan menaikkan tingkat suku bunga untuk melambatkan pertumbuhan dan tingkat permintaan dari negara berkembang untuk energi dan komoditas lainnya akan tertekan turun. Hari ini, potensi dampak banjie di bagian Midwest pada produksi energi tidak begitu mencemaskan seiring fakta bahwa tingkat permintaan bensin di AS berkurang.


Emas & Minyak Menguat


EMAS
Emas Menuju Penguatan ke 4 Hari: Yunani dan Minyak

Emas beranjak naik hari Rabu, menuju penguatan 4 sesi berturut-turut, didukung oleh tumbuhnya kekhawatiran terhadap krisis hutang dan tingginya harga minyak. Spot emas menguat 0.2% ke level $1,517.94 per ons, membangun kenaikan di 3 sesi sebelumnya. Kontrak minyak mentah AS sedikit bergerak ke level $1,518.30. Yunani membantah laporan bahwa negara tersebut sedang membahas paket bantuan senilai 60 miliar dengan pemberi pinjaman internasional dan naiknya tingkat bunga pinjaman ditengah kekhawatiran bahwa negara tersebut akan melakukan restrukturisasi hutangnya tanpa bantuan Uni Eropa. Investor mengawasi data inflasi Cina, yang diperkirakan memudarkan kejelasan pengetatan dari Beijing. Spot perak naik sebanyak 0.9% ke level $38.78, seiring dengan penguatan 4 sesi berturut-turut. Perak di COMEX menguat 0.8% ke level $38.77.

MINYAK
Minyak Stabil Dekat $104, Dukungan Cina dan Banjir AS

Harga minyak mentah AS berkisar dekat $104 per barel hari Rabu, didukung oleh naiknya impor dari Cina dan kekhawatiran bahwa banjir di AS mungkin akan mengganggu operasional AS. Harga NYMEX untuk bulan Juni naik 1 sen ke $103.89 per barel, menambah penguatan $1.33 di sesi sebelumnya. Impor minyak mentah Cina di bulan April beranjak naik ke level tertinggi rekornya dalam basis harian, menyarankan permintaan di ekonomi terbesar dunia walaupun harga masih kuat bertahan. Persediaan minyak mentah AS naik 2.9 juta barel, sementara persediaan bahan bakar turun 1.8 juta minggu lalu, menurut sebuah laporan mingguan dari API. Minyak mentah bertahan di level $100 per barel mulai mengikis permintaan penggunaan minyak global, dikatakan sebuah badan perkiraan energi pemerintah AS bersamaan dengan tindakan badan tersebut memangkas perkiraan untuk tahun ini untuk sekitar 10 bulan.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Bias Negatif Masih Membayangi Komoditi


EMAS

Emas, Perak Stabil Setelah Jatuhnya Komoditi
Harga emas dan perak bertahan stabil hari Senin setelah anjlok minggu lalu akibat aksi jual yang melanda komoditi, seiring investor yang mengawasi krisis hutang zona Eropa dan dampaknya terhadap Euro. Spot emas sedikit bergerak di level $1,493.75 per ons, setelah membukukan kejatuhanm 4.5% minggu lalu, terburuknya sejak Februari 2009. Kontrak emas COMEX bergerak naik 0.2% ke level $1,493.80. Spot perak beranjak turun 0.2% ke level $35.54, setelah membukukan kejatuhannya minggu sebelumnya. Perak di COMEX menguat 1.4% ke level $35.78.

MINYAK

Minyak Konsolidasi, Bias Negatif

Minyak Nymex konsolidasi untuk jangka pendek setelah sempat menyentuh level rendah 10 pekan di $94.63/barrel hari Jumat, menurut analisa teknikal Dow Jones. Grafik harian menunjukkan bias negatif  demikian juga dengan indikator MACD dan stochastic yang menunjukkan trend bearish, namun minyak berada dekat level oversold. Resistance di level tinggi hari Jumat di $102.38. Jika minyak berhasil menembus level ini maka minyak akan menuju level MA 55-day (saat ini di $104.94), lalu $105.31 dan $109.38 (level tinggi hari Kamis). Namun jika minyak melemah ke bawah level $94.63 maka level support selanjutnya di $92.84, lalu level psikologis di $90.00 dan MA 200-day di $89.11. Minyak kontrak Juni naik $1.18 menjadi $98.36/bbl di Globex.


Kontrak Minyak Mentah Makin Turun


MINYAK

Minyak Makin Jauhi $100


Kontrak minyak mentah terus turun hari Jumat (06/05) setelah berakhir di bawah $100 per barel satu hari sebelumnya. Catatan tersebut adalah level <$100 untuk kali pertama sejak bulan Maret, seiring aksi jual komoditi.  Kekhawatiran pertumbuhan ekonomi dan pengetatan kebijakan moneter menjadi pemicu aksi jual. Minyak mentah NYMEX untuk pengiriman bulan Juni turun 24 sen ke level $99.56 per barel. Satu hari sebelumnya, oil turun $9.44 ke level $99.80. Kejatuhan harga terjadi setelah keluarnya data tunjangan pengangguran naik ke level tertinggi. Ditambah dengan gejala melambatnya pertumbuhan untuk kuartal I.

EMAS

Spot Emas Mulai Tebus Kerugian

Spot emas kembali pulih dari koreksi selama 4 hari, untuk menguat hampir sebanyak 1% ke level $1,4888.49 per ons hari Jumat (06/05). Tekanan aksi jual perak membawa emas turun 3% pada sesi sebelumnya. Adapun harga emas di COMEX menguat 0.5% ke level $1,488.50.


Commodity Mulai Koreksi


MINYAK
Harga Minyak Terkoreksi

Kontrak minyak sesi Asia merosot. Pelemahan bersifat terbatas sebelum minyak kembali bertengger di level tingginya, menurut trader. “Pelemahan hanya bersifat koreksi setelah kontrak minyak mencetak level tinggi baru di hari Jumat. Pelemahan dolar menjadi faktor kunci utama, sementara ketatnya pasar bahan bakar AS dan berlanjutnya konflik di wilayah MENA terus membebani minyak,” menurut trader Hyundai Oilbank. Minyak kontrak Juni turun 60 sen menjadi $113.33/barrel setelah sebelumnya minyak naik $1.07 ke level tinggi baru 2 1/2 tahun di $113.93/barrel hari Jumat di NY. Pelemahan dollar terus berlanjut sementara EUR/USD menguat ke 1.4860 vs 1.4810 hari Jumat sore, AUD/USD menembus level 1.1000, mencetak level tinggi baru 29 tahun. Gempuran NATO ke komplek perumahan Moammar Gadhafi di hari Sabtu gagal mencapai target namun berhasil membunuh anak bungsu dan tiga orang cucu Gadhafi, menurut juru bicara pemerintah. Menurut Cameron Hanover target minyak selanjutnya di kisaran $115.05.

EMAS
Perak dan Emas Tinggalkan Tingginya

Harga perak merosot sebanyak 10% diawal hari Senin, dengan harga spot yang turun ke rendahnya $42.58 per ons dan kontraknya tenggelam ke level $42.20, diperdagangan yang sempit di hari libur ini. Spot perak bertahan di level $43.32 per ons, turun 9.4% hari ini, sementara harga di COMEX untuk pengiriman bulan Juli diperdagangkan di level $44.075 per ons dibandingkan hari Jumat di level $48.599. “Turunnya pergerakan harga di COMEX sebelum akhir pekan, naiknya marjin dan libur di beberapa bagian Asia dan Eropa mempersiapkan diri untuk pergerakan seperti sekarang ini”, dikatakan Natalie Robertson, seorang analis dari ANZ di Melbourne. Para pelaku spekulasi menarik perkiraan mereka akan kontrak perak di COMEX dan opsi ke level terendahnya sejak bulan Februari, dikatakan para regulator hari Jumat. Spot emas sendiri turun 0.7% ke level $1.552.30 per ons, setelah sebelumnya menyentuh level tingginya selama ini di level $1,575.79.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Commodity Update: Emas Menyentuh Rekor Tertinggi Baru


Emas Sentuh Rekor Baru Setelah Komentar Bernanke

gold price is up on the highest levelEmas menyentuh rekor tinggi barunya di hampir $1,530.00/troy ounce dan perak melonjak 6% setelah pimpinan The Fed memberikan sinyal tidak adanya pengetatan kebijakan moneter lanjutan dari The Fed, membawa dollar AS turun ke rendahnya 3 tahun. Ini adalah rekor ke 8 kalinya untuk emas mencapai rekor tingginya di 9 sesi perdagangan untuk emas, melanjutkan reli bahwa komoditi tersebut telah naik sebanyak $50/troy ounce sejak 15 April dan sebanyak $200 sejak akhir Januari. Spot emas naik lebih dari 1.5% guna mencapai rekor tinggi $1,529.90/troy ounce setelah Feds mengatakan bahwa Feds akan mengakhiri program stimulus pembelian obligasi sebanyak $600 di bulan Juni seperti yang direncanakan, dan pimpinan Feds, Ben Bernanke mengatakan ia tidak terburu-buru menaikan tingkat suku bunga. Turunnya tingkat suku bunga cenderung memicu harga komoditi bahan bakar, membawa investor mencari aset-aset beresiko dan mengangkat harga.

MINYAK
Kontrak Minyak Mentah AS Menguat Terkait Feds

Kontrak minyak mentah AS menguat di awal perdagangan hari Kamis, mencapai tingginya dalam 2.5 tahun, seiring dollar AS yang masih dalam tekanan Feds yang memberikan untuk tidak melakukan pengetatan moneter. Kontrak minyak mentah di NYMEX untuk bulan Juni menguat 78 sen ke level $113.55/barel, kenaikan ke tingginya pada level $113.70/barel. Setelah mendapat dorongan awal dari data persediaan minyak AS yang menunjukkan menipisnya persediaan bahan bakar bensin, pasar minyak mentah melanjutkan penguatan setelah Feds memberikan sinyal untuk tidak terburu-buru menerapkan kebijakan baru guna mendukung pemulihan ekonomi AS seiring badan federasi tersebut memangkas perkiraan untuk pertumbuhan ekonomi 2011. Persediaan minyak mentah AS naik lebih dari 6 juta barel minggu lalu bersama naiknya impor, sementara persediaan bahan bakar turun untuk 10 minggunya berturut-turut, ditunjukkan oleh data dari EIA.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Commodity Update


Emas
Perak Pulih, Emas Menguat Jelang Feds

Harga perak kembali pulih hari Rabu setelah turun tajam di sesi sebelumnya, dan emas yang beranjak naik, terangkat oleh dollar AS yang merosot ke level rendahnya 2 ½ tahun seiring investor yang menantikan hasil pertemuan 2 hari Feds sebagai petunjuk arah kebijakan moneter. Spot emas menguat 0.5% ke level $1.508.96/troy ounce. Kontrak emas AS naik 0.4% ke level $1,510.00/troy ounce, Spot perak kembali pulih sekitar 1% ke level $45.96, setelah membukukan kejatuhan sebesar 3% hari Selasa, kejatuhan terbesarnya dalam 6 minggu. Kontrak perak AS pulih 2.3% ke level $46.07, pulih dari kejatuhannya sedalam 5.4% disesi sebelumnya.

MINYAK

Minyak Mentah Stabil Nantikan Hasil Feds

Kontrak minyak mentah AS stabil di awal perdagangan hari Rabu seiring investor menahan posisi menjelang hasil keputusan dari Feds yang akan rilis hari ini. Harga minyak mentah di NYMEX stabil di rentang harga $112.21. Persediaan minyak mentah AS naik 4.9 juta barel minggu lalu karena naiknya impor, dikatakan API. Siria dikatakan mampu mengatasi ketegangan yang terjadi di negaranya dan tidak memerlukan intervensi atau bantuan dari siapapun, dikatakan utusan PBB hari Selasa. “Siria memiliki pemerintah, memiliki negara”, dikatakan duta besar Bashar Ja’afari kepada reporter ketika ditanya mengenai panggilan daru pimpinan PBB Ban Ki-moon dalam sebuah investigasi.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Commodity Update


Emas Kian Cemerlang

Emas mempertahankan momentum penguatannya meski beberapa pasar masih ditutup untuk libur paskah. Spot emas bertahan di atas $1,500/troy ounce, mensinyalkan bahwa minat pembelian kembali menguat setelah libur, menurut trader di Tokyo. Spot emas di $1,512.55/troy ounce, naik $5.45 dari penutupan di hari Jumat di 1,507.10/troy ounce. Kontrak emas Tocom bulan Desember di Y4,002/gram, naik Y25. Pekan lalu Barclays Capital mamatok target berikutnya di $1,520/troy ounce, dan target trend line di $1,533/troy ounce dan $1,615/troy ounce.

MINYAK
Minyak Menguat Terkait Siria dan Yaman

Kontrak minyak mentah AS naik diawal perdagangan hari Senin seiring kekerasan di Siria dan Yaman memanas selama akhir pekan, mendorong ketakutan gangguan persediaan dari Timur Tengah dan Afrika Utara. Harga minyak mentah NYMEX sendiri untuk pengiriman bukan Juni naik 48 sen di level $112.77/barel, setelah bertahan kuat 84 sen di level $112.29/barel minggu lalu. Minyak mentah AS naik hari Kamis dalam perdagangan yang volatile yang terangkat akibat melemahnya dollar AS yang anjlok ke rendahnya sejak 2008.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Commodity Update


Minyak Naik Jelang Data


Pelemahan dollar AS membuat minyak Nymex kontrak Mei naik $1.03 atau 1% menjadi $108.15/barrel hari Selasa sementara minyak bulan Juni naik 59 sen menjadi $108.28. ICE Brent turun 28 sen atau 0.2% di $121.33.  “Kami yakin level tinggi baru minyak akan tercapai, terutama dikarenakan harga bahan bakar,” menurut Ritterbusch. Data persediaan minyak minguan AS dakan dirilis pukul 21.30 WIB, diperkirakan persediaan meningkat 800,000 barrel, persediaan bahan bakar turun 1.3 juta barrel, menurut perkiraan 14 analis. Minyak Nymex kontrak Juni diprediksi akan mencapai level support di $106/barrel, menurut Jim Ritterbusch, pimpinan Ritterbusch & Associates.  Minyak kontrak Juni naik 7 sen menjadi $108.35/barrel di Globex.

EMAS

Rekor baru Emas hampir menembus di level US$ 1.500!

Prediksi sejumlah analis benar-benar menjadi kenyataan. Kontrak harga emas kemarin hampir menembus rekor baru di atas US$ 1.500/troy ounce. Sepertinya, kecemasan akan utang AS membuat langkah dollar berat sehingga meningkatkan permintaan atas emas sebagai investasi alternatif.  “Tak dapat dipungkiri, kredit rating AS akan diturunkan dalam beberapa tahun ke depan. Ini artinya, ongkos peminjaman akan naik dan nilai dollar akan melemah. Investor global memilih untuk menggunakan emas dan perak sebagai mata uang alternatif. Kondisi ini akan terus mendongkrak harga emas,” papar Michael Pento, senior economist Euro Pacific Capital di New York.


Market Outlook


Power Closing Selasa, 05 April 2011


MINYAK

Minyak Turun Dari Tingginya 2.5 Tahun


Dollar Australia turun dari tingginya setelah data ekonomi menunjukkan kejatuhan trade balance, sebesar 205 juta yang diperkirakan lebih tinggi dari sebelumnya 1,15 miliar. Berita tersebut mengejutkan para trader, yang langsung menyesuaikan posisi berdasarkan data yang dirilis. Aussie melanjutkan kejatuhan dari 1.0415, tingginya kemarin, dan saat ini berada di level 1.0300. Harga saat ini turun 20-25 pips dari level sebelumnya. Data persediaan pemerintah dan industri minggu sebagai sebuah perkiraan menunjukkan adanya kenaikan sebesar 1.4 juta, penurunan persediaan bahan bakar bensin sebesar 1.9 juta barel dan kejatuhan persediaan produk distilasi sebesar 200,000 barel, menurut sebuah poll yang dilakukan Reuters. Di NYMEX, harga minyak mentah berada di level $108.25/barel, turun 22 sen hari ini. (By monexnews.com)

 

EMAS

Kecemasan Inflasi Kokohkan Emas


Emas ditutup dekat level $1,432.00/troy ounce di hari Senin, seiring investor kecemasan mengenai inflasi dan pelemahan dollar terhadap euro setelah pasar mengantisipasi kenaikan suku bunga oleh ECB. “Emas terangkat oleh naiknya ekspektasi inflasi ditengah kuatnya perekonomian dan tingginya harga minyak. Di lain pihak, kenaikan suku bunga ECB membantu menekan dollar,” ucap Bart Melek, kepala strategis komoditas pada TD Bank Financial Group. Emas juga mendapat dorongan naik dari kecemasan beberapa negara di zona Eropa seperti Portugal dan Irlandia yang terbelit masalah hutang pemerintah, dan juga keresahan di Timur Tengah dan Afrika Utara. Kenaikan harga minyak dan bahan pangan juga membantu menambah daya tarik emas sebagai alat lindung inflasi. (By monexnews.com)


Market Review


Power Closing Selasa, 29 Maret 2011

MINYAK
Minyak Turun Bersama Melajunya Mobilitas Pemberontak

Harga minyak AS merosot hari Selasa untuk hari ke-4 setelah pemberontak Libya, dengan bantuan angkatan udara barat, terdorong maju melawan pemimpin Libya, Muammar Kadafi. Kontrak minyak NYMEX untuk pengiriman bulan Mei merosot 24 sen ke $103.74/barel, menambah kejatuhan lebih dari $1 di sesi sebelumnya. Harga pasar minyak telah turun sekitar $2 sejak hari Rabu kemarin. (By monexnews.com)

EMAS

Harga emas turun dalam tiga sesi berturut-turut saat sinyal mengenai ekonomi AS membaik, membawa harga saham ke level yang lebih tinggi, mengurangi permintaan terhadap emas sebagai alternatif investasi. Konsumen AS menaikkan belanja lebih banyak dari yang diperkirakan pada Februari saat pendapatan mereka naik, seperti ditunjukkan oleh data pemerintah, dan indeks penjualan kembali rumah yang tertunda di luar perkiraan naik. Ekonomi AS meningkat 3,1% per 1 tahun pada kuartal keempat, lebih tinggi dari 2,8% seperti perkiraan pada bulan lalu, seperti ditunjukkan oleh data pekan lalu.
Pada 24 Maret lalu kontrak berjangka emas naik mencapai catatan baru senilai US$1.448,60/troy ounce saat terjadi gempa Jepang dan gejolak di Timur Tengah. “AS tidak terkena gejolak itu,” kata Afshin Nabavi, senior vice president MKS Finance SA, perusahaan pemurni emas batangan di Jenewa. “Pasar sudah bergerak terlalu tinggi. Semakin tinggi melangkah maka kemungkinan terjadi koreksi lebih besar.” (By bisnis.com)

Posted with WordPress for BlackBerry.