Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “New York Mercantile Exchange

Market Outlook Today


Selasa, 27 September 2011

 

EMAS

Komoditi Emas akhirnya rebound setelah merosot dalam 5 hari beruntun, pasar mulai mempercayai kondisi perekonomian regional Eropa meskipun belum sepenuhnya yakin. Investor melihat Eropa sudah melakukan segala upaya namun investor masih berpikir Eropa belum mampu memecahkan masalah perekonomian regional, komoditi Emas mengalami penurunan dalam 5 hari beruntun seiring pasar dilanda kepanikan ketika melihat nilai dolar AS terus menguat. Akibatnya investor menjual komoditas apapun untuk memarkirkan dana mereka, namun membeli dolar juga bukan merupakan pilihan terbaik karena Eropa terus berupaya meyakinkan pasar dengan mewacanakan pembelian obligasi dan pemangkasan suku bunga.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa Euro mengalami penurunan yang cukup signifikan terhadap dolar AS, Euro kembali terpukul menjelang lelang obligasi Italia dan Spanyol hari ini. Kekhawatiran makin kental mengenai merembetnya krisis keuangan Eropa ke negara seperti Italia dan Spanyol. Trend dan sentimen terhadap Euro masih sangat bearish karena makin banyak negara anggota kawasan Euro yang menolak untuk meningkatkan pemberian dana bantuan. Menteri keuangan Belanda dan Finlandia menyatakan dengan tegas tidak berencana untuk meningkatkan komitmen mereka terhadap pemberian dana bantuan kawasan Euro, dan Menteri keuangan Jerman juga menyuarakan sentimen yang serupa. Di perkirakan mata uang tunggal Eropa hari ini berpotensi melemah.

KOSPI

Bursa saham Korea pada perdagangan di hari Selasa pagi mengalami peningkatan yang cukup signifikan, bursa saham Korea menguat mengikuti positifnya hasil perdagangan di bursa saham Wall Street. Pergerakan menguat bursa saham Asia terjadi di tengah harapan bahwa petinggi Eropa akan mempercepat pembentukan lembaga dana talangan darurat untuk mencegah krisis keuangan merembet lebih jauh. Di perkirakan Indeks Berjangka Kospi hari ini cenderung mengalami kenaikan tapi terbatas.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas dunia mengalami penurunan dalam minggu ini merupakan yang terparah dalam 4 bulan terakhir, dalam perdagangan kemarin Komoditi Emas sempat terpangkas hingga sebesar 2,4% ini adalah penurunan terbesar selama dalam 2 minggu. Penurunan harga Emas mengekor anjloknya harga komoditas dan pasar saham dunia, pasar saham global masuk ke dalam pasar bearish untuk pertama kali dalam dua tahun terakhir. Para pelaku pasar mencemaskan mengenai kondisi krisis utang di Eropa dan kemungkinan terjadinya resesi di AS. Apalagi the Federal Reserve sebelumnya mengungkapkan outlook perekonomian AS memiliki resiko penurunan yang sangat signifikan. Pernyataan the Fed tersebut juga ikut mendongkrak keperkasaan dollar ke level paling tinggi dalam 7 bulan terakhir terhadap 6 mata uang utama dunia.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa mengalami pergerakan melemah terhadap US dolar pada perdagangan di hari Kamis, menguatnya US Dolar dipicu oleh pernyataan The Fed yang akan merubah portofolionya ke Obligasi jangka panjang dengan menggunakan apa yang dikenal pasar sebagai Operation Twist yang bertujuan untuk mendongkrak perekonomian dengan menempatkan lebih banyak tekanan pada suku bunga jangka panjang. The Fed juga menyatakan tidak akan mencetak uang baru meski begitu suramnya pandangan The Fed terhadap perekonomian telah memicu kekhawatiran investor.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong pada perdagangan di Jumat pagi mengalami kemrosotan yang cukup signifikan, bursa saham Hongkong kembali melemah terpukul oleh kekhawatiran mengenai makin memburuknya kondisi ekonomi global setelah The Fed memperingatkan bahwa ekonomi AS masih memiliki risiko penurunan yang tinggi. Saham – saham di bursa Hongkong lesu, adapun saham – saham yang mengalami pelemahan diantaranya adalah HSBC , Hangseng Bank , dan Wharf Holdings.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Minyak Bakal Uji Level $90


Kamis, 04 Agustus 2011 09:29 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Jika data perekonomian AS terus memburuk, minyak Nymex dapat anjlok ke level $90/barrel, kata kepala komoditi Mizuho

Securities, Takumi Otsuka. Minyak sedikit menguat di awal perdagangan.

“Sentimen masih sangat bearish terkait kondisi perekonomian di Eropa dan AS yang lemah,”  tambahnya. “Fokus pasar pada data perekonomian AS pekan ini.” Angka pengangguran dirilis hari ini dan nonfarm payrolls dirilis besok (05/08), kedua data sangat berpengaruh pada pasar. USD menguat setelah BoJ melakukan intervensi ke dalam pasar mata uang. Hal ini turut menekan minyak meski berdampak kecil dan hanya sesaat, kata Otsuka.

Minyak Nymex bulan September naik 21 sen menjadi $92.14/barrel, Minyak ICE bulan September naik 2 sen menjadi $113.25/barrel.


Guest Commentary: Gold Prices Outlook 07.01.2011


Gold & Silver – Daily Outlook 1 July

Gold and silver finished June with moderate changes, but already started off July with falls. As we are entering the long weekend, what will gold and silver prices do today? The European unemployment report will be published today along with the US durable good report.

Let’s examine the news of the day related to the precious metals market for today July 1 st :

Gold and Silver P rices – June/July

Gold price shifted direction again and closed the month of June with moderate falls on Thursday, June 30 th as it declined by 0.90% to $1,496.

Silver on the other hand inclined on Thursday by 0.18% to $34.83.These changes are very modest so they continue to demonstrate a slow paced movement by bullion metals.

During June, gold decreased by 2.6%, and silver declined by 9.1%.

The chart below shows the normalized gold and silver (May 31 st 2011=100).

It shows how silver tumbled down in three steps: at the beginning, middle and near end of June. Actually, during the last few days of June, silver bounced back a bit. Gold, on the other hand, was much more stable and had its sharpest fall during the penultimate week of June.

Guest_Commentary_Gold_Daily_Outlook_07.01.2011_body_Gold_prices_forecast__silver_price_outlook_2011_JULY_1.png, Guest Commentary: Gold Prices Outlook 07.01.2011

As of Thursday, June 30 th the ratio between gold and silver continued to remain unchanged as it reached 42.97; during June this ratio inclined by 7.1%, which means that during June gold, has outperformed silver.

Guest_Commentary_Gold_Daily_Outlook_07.01.2011_body_Gold_prices_forecast__silver_price_outlook_ratio_2011_JULY_1.png, Guest Commentary: Gold Prices Outlook 07.01.2011

US Dollar Gold and S ilve r– July Update

The US dollar continues to depreciate against the Euro, following the Greek voting during the week. If this will continue today, this might affect gold and silver to incline. Nonetheless, since the Euros to US dollar is traded down very moderately, its effect on gold and silver prices might be little.

US Durable Goods R eport

Today, the U.S. durable good report will be published regarding May. This report indirectly shows the changes in U.S. demand for goods including major commodities such as crude oil. In April 2011, there was decrease in manufactured durable goods by $7.1 billion or 3.6% to $189.9 billion; Non-defense new orders for capital goods decreased by $5.3 billion or 7.3% to $67.6 billion.

This report was suggested to have an effect on the yields of US treasury bonds according to Balduzzi, Elton, and Green (2001); if this will be the case, it might also have an indirect effect on gold and silver, if the results in this report will be a surprise.

European Unemployment R eport

This report will show the changes of unemployment rate in Euro area during May 2011. For the month of April, the unemployment rate remained unchanged at 9.9%, i.e. 15.529 million people were unemployed in the Euro Area. This figure is lower than the rate of April 2010, which stood then on 10.2%. In the EU27, 22.547 million people were unemployed during April 2011. If the report will show again no improvement this will likely to have little effect on Euro/USD and consequently won’t affect much gold and silver.

Gold and S ilver Outlook:

Gold and silver ended June with light changes and July might bring new changes; one of the key factors will remain the USD effect on bullion metals prices’; the upcoming US durable report might have some small effect on gold and silver along with the Euro unemployment report via the changes in the Euro/USD. But as we are entering the long weekend it’s likely that there will continue to be little changes in gold and silver today.

I still speculate that in the mid term gold will remain near the $1,500 mark and silver will level out at $33-35 mark.

Here is a reminder of the top events and reports that are planed for today and tomorrow (all times GMT):

Today

10.00 – Euro Area unemployment rate

13:30 – US Department of Commerce – Report on Durable Goods

For further reading: Gold and silver prices outlook for June 2011

By: Lior Cohen, Energy Analyst for Trading NRG

DailyFX provides forex news on the economic reports and political events that influence the currency market.
01 July 2011 13:46 GMT


Market Today Outlook


EMAS
Emas Terus Bergerak Naik

Spot emas di $1,545.50/ons, naik $3.10 di awal perdagangan Asia, emas berpeluang untuk gain. Menurut Barclays Capital emas masih “bullish”  dan dapat terus menuju level resistance $1,552. Triland Metals juga yakin emas masih berpeluang untuk naik, permintaan dipengaruhi oleh kekhawatiran atas masalah hutang Eropa. Resistance emas di area $1,545-$1,550 range. Emas dapat mencetak rekor baru jika berhasil menembus level resistance di $1,550 per troy ons akibat kekhawatiran atas kondisi kesehatan ekonomi AS, menurut analis investasi Ong Yi Ling di Phillip Futures. “Jika emas menyentuh rekor tinggi, akan menguntungkan perak,” kata Ong. Spot perak di kisaran $36.70/ons, naik 38 sen dari penutupan New York.

MINYAK
Minyak Mentah Beranjak Naik Terkait Lemahnya Dollar

Kontrak minyak mentah AS bergerak naik hari Senin seiring dollar AS yang masih lemah tetapi penguatan sepertinya terbatas setelah data jobs AS yang lemah memberikan bukti bahwa ekonomi masih akan melambat. Para negara-negara anggota OPEC yang dipimpin oleh Arab Saudi sepertinya akan mendorong kenaikan persediaan hari Rabu guna mendukung pertumbuhan ekonomi dunia dengan membawa harga kembali dibawah $100 per barel. Ekspektasi ini, tetap saja, tidak memiliki dampak besar terhadap harga minyak mentah. Harga minyak mentah di NYMEX naik 23 sen ke level $100.45 per barel, setelah bertahan turun 18 sen dilevel $100.22 hari Jumat. Irak mendukung kenaikan output OPEC apabila kenaikan tersebut diperlukan guna memenuhi kenaikan permintaan global, dikatakan Wakil Perdana Menteri Hussain al-Shahristani kepada Reuters hari Sabtu. (By monexnews.com)

AUD/USD

AUD Segera Menguat Terkait Harapan Untuk RBA

Dollar Australia kembali mengikis penguatan awal hari, walau terakhir diperdagangkan naik 0.2% di level $1.0740 setelah gagal menembus resistance di level tingginya selama 3-1/2 minggu di level $1.0775 yang terjadi pada hari Jumat. Para pelaku pasar fokus pada pertemuan RBA pada hari Selasa, besok, untuk kemungkinan adanya kenaikan suku bunga, meskipun kebanyakan ekonom dalam poll Reuters memperkirakan bank sentral tersebut akan menahan tingkat suku bunga di level 4.75% dalam 7 bulan berturut-turut. “Saya belum melihat Aussie mendapat dorongan, sepertinya masih bergerak dalam pergerakan kejatuhan dollar AS”, dikatakan seorang trader dari sebuah bank Jepang. Ia mengatakan bahwa apabila RBA akan mengejutkan pasar saat menaikkan suku bunga, puncak selama 29 tahun di level $1.1012 yang terjadi pada 2 Mei akan kembali terlihat. (By monexnews.com)

NIKKEI
Kejatuhan Tepco Seret Nikkei

Nikkei turun 0.9% di 9403.06 sesi pagi. Perdagangan relatif kuat (sekitar 951 juta saham di perdagangan sesi pertama) akibat tingginya penjualan saham utilitas dipimpin oleh Tokyo Electric Power. Tepco anjlok 24% menjadi Y218 setelah menyentuh level tinggi sepanjang masa di Y206, setelah munculnya wawancara pimpinan TSE, Atsushi Saito dengan Asahi Shimbun yang menyebutkan bahwa perusahaan seharusnya mengajukan perlindungan kepailitan. “Sementara masih ada harapan untuk perlindungan bagi pemegang saham. Hal ini menegaskan bahwa pemegang saham akan sangat terbebani, sehingga memicu penjualan indeks Nikkei” kata Toshikazu Horiuchi, analis Cosmo Securities. Support Nikkei di 9390. 29/33 Topix subindeks melemah dengan Chubu Electric Power turun 7.4% menjadi Y1,148 dan Kansai Electric Power turun 8.0% menjadi Y1,215. Sony turun 2.2% menjadi Y2,082.


Minyak Cemaskan Prospek Permintaan


Minyak Cemaskan Prospek Permintaan

Jumat, 03 Juni 2011 21:32 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Harga minyak mentah tergelincir hingga di bawah $99/barrel pada perdagangan hari Jumat setelah data pekerjaan AS yang mengecewakan memicu kekhawatiran terhadap ekonomi dan permintaan energi.

Non-farm Payrolls AS hanya bertambah sebanyak 54.000 pada bulan Mei, yang jauh lebih kecil dibandingkan prediksi para ekonom dan merupakan kenaikan terkecil sejak bulan September. Tingkat pengangguran juga meningkat ke 9,1%, level tertinggi sejak bulan Desember.
Minyak mentah untuk kontrak pengiriman bulan Juli sempat diperdagangkan lebih murah $1,5 atau turun 1,5% menjadi $98.11/barrel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah sejauh ini telah melemah sekitar 1,6% dalam waktu seminggu.

“Tingkat pengangguran yang mencapai 9,1% dapat diartikan berkurangnya aktivitas berkendara dikarenakan orang tidak memiliki pendapatan untuk membeli bahan bakar,” kata Darin Newsom, analis senior pada Telvent DTN. “Data tersebut juga memperberat tekanan terhadap harga minyak mengingat pada hari sebelumnya EIA telah melaporkan terjadinya lonjakan persediaan minyak AS,” tambahnya.


Market Outlook


Minyak Kuat Di Pasar Asia

 

Minyak naik tipis diperdagangan Asia, melanjutkan penguatan tadi malam setelah ditutupnya pipa kilang minyak dan  USD/EUR menyentuh level rendah tiga pekan. TransCanada akan segera memulai operasi untuk pipa kilang minyak Keystone dalam waktu dekat, menurut analis Nihon Unicom, Hiroyuki Kikukawa. Minyak Nymex diperkirakan akan berada di range $95-$105/barrel. Minyak Nymex kontrak Juli naik 14 sen menjadi $102.84/barrel di Globex setelah tadi malam melambung 2.1%, Minyak ICE Brent Juli naik 7 sen menjadi $116.80/barrel setelah naik 1.79%. Tumpaham minyak sekitar 10 barrel di stasiun pompa Kansas sepanjang jaringan pipa Keystone memaksa TransCanada untuk menutup seluruh jaringan pipanya.  Keystone berhubungan dengan jaringan di Alberta dan Cushing, Okla yang menjadi pusat pengiriman untuk Minyak Nymex. EUR menyentuh level tinggi tiga pekan terhadap USD setelah Wall Street Journal melaporkan Jerman akan mendorong penjadwalan awal bagi obligasi Yunani untuk menfasilitasi paket bantuannya. Berita ini mendorong optimisme Eropa berhasil mengatasi kebuntuan atas kebutuhan pendanaan Yunani.

EMAS

Perkembangan Yunani Redupkan Emas

 

Spot emas bergerak turun hari Rabu (01/06) 0,1% ke level $1,533.1 per ons. Koreksi dipicu oleh harapan mengenai dana bantuan baru Yunani. Namun pelemahan dollar AS diperkirakan membatasi kejatuhan emas. Kontrak emas AS turun 0.2% ke level $1.532.80. Spot emas menyentuh level tertinggi 4 pekan pada level $1,540.50 hari Selasa. Penguatan saat itu dipicu oleh data harga rumah negatif, pesimisme konsumen serta perlambatan sektor manufaktur regional di AS. Hal ini meningkatkan kekhawatiran terhadap pemulihan di AS. Spot perak turun 0.6% ke level $38.22. Komoditi logam turun 19.6% bulan lalu, kejatuhan terbesar ke 2 di komoditi setelah perak AS, tetapi masih lebih tinggi 24% sampai tahun ini. Harga perak AS bergerak melemah 0.2% ke level $38.22.

 

EUR/USD

Euro Bidik Level 1.4510

 

Euro menguat di atas level 1.4420  selama perdagangan kemarin (31/05) akbat berita bahwa Jerman akan memudahkan permintaan Yunani dan bersedia untuk memberi lebih banyak pinjaman, menyebabkan meningkatnya permintaan investor untuk mata uang utama. “EUR/USD mengalami gain yang mengagumkan hari ini, menyentuh area 1.443, euro konsolidasi di kisaran 1.4400,” menurut Valeria Bednarik, kepala analis FXstreet.com. “Kedua indikator baik 1 atau 4 jam menunjukkan trendh bullish, pergerakan harga masih ke arah level resistance di 1.4510/20,” katanya. Level support di 1.4350, 1.4310 and 1.4280 sementara level resistance di 1.4480 kemudian 1.4510.

 

HANGSENG

Hang Seng Bidik Level 23.800

 

Hang Seng dibuka menguat mengikuti penguatan Wall Street tadi malam, namun penguatan diprediksi terbatas setelah kemarin indeks menguat tajam, menurut Ben Kwong, COO di KGI Asia. Indeks diprediksi akan bergerak di kisaran level 23,800, Level support untuk indeks berada di kisaran 23.400. Tindakan profit-taking diperkirakan juga akan muncul. “Sentimen meningkat namun penguatan tidak akan seperti di hari Selasa.” Saham komoditi, diantaranya saham minyak akan mendapat dukungan setelah harga minyak menguat (Minyak kontrak Juli naik 2.1%), sementara saham properti China melemah akibat kekhawatiran mengenai pengetatan di China. Hang Seng ditutup naik 2.2% menjadi 23,684.1323.543 kemarin.


Commodity Update: Oil Bearish Trend


MINYAK
Minyak Konsolidasi, Trend Bearish

Minyak Nymex pengiriman bulan Juli konsolidasi setelah naik $1.17 menjadi $100.10/barrel, menurut analisa teknikal Dow Jones. Grafik harian dengan menggunakan indikator MACD menunjukkan trend bearish, namun indikator stochastic menunjukkan bullish dan berada di level oversold. Resistance di $100.42 (level tinggi hari Jumat); jika berhasil menembus level ini, minyak berpeluang untuk naik ke $100.99 (level tinggi hari Rabu), lalu ke $104.60 (level tinggi 11 Mei) dan $105.31 (kisaran MA 55-day). Support di $96.35 (level rendah hari Jumat); lalu $95.02 (level rendah hari Selasa), kemudian $94.63 (level rendah 6 Mei) dan $92.84 (level pada 31 Januari).
Minyak kontrak Juli turun $1.00 menjadi $99.10/barrel di Globex.

EMAS
Krisis Eropa untungkan prospek harga emas

Nilai kontrak emas diperkirakan terus menguat guna melanjutkan peningkatan mingguan pertamanya dalam 3 pekan terakhir. Kekhawatiran terhadap utang sejumlah negara di Eropa menaikkan permintaan logam mulia itu sebagai pengaman aset. Harga emas pengiriman dalam waktu dekat naik 0,5% menjadi US$1.519,35/troy ounce. Kontrak emas diperdangkan naik 1,2% sepanjang pekan lalu. Kontrak emas pengiriman Juni di bursa New York juga menguat 0,7% menjadi US$1.519/troy ounce. “Inevstor membeli aset pengaman nilai setelah Fitch Ratings menurunkan peringkat utang Yunani dan Standard & Poor’s menempatkan Italia ke outlook yang negatif. Hal ini memperkuat kurs dolar AS,” kata Head of Commodity Research ANZ Banking Group Ltd Mark Pervan dalam laporannya hari ini. S&P pekan lalu menurunkan prospek kredit Italia ke negatif dari posisi stabil dengan pertimbangan risiko pelambatan laju ekonomi dan kesulitan pemangkasan utang pemerintah. Fitch juga memangkas peringkat utang Yunani. Perkembangan itu menyebabkan euro melemah 0,5% terhadap dolar AS.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Commodity Update: Minyak Diprediksi Jatuh


MINYAK
Minyak Masih Berada Di Rangenya

Harga minyak masih dipengaruhi oleh mata uang sementara data perekonomian AS yang lemah membuat minyak sulit untuk terus berada di atas level  $100/barrel, menurut Jim Ritterbusch, pimpinan perusahaan penasehat perdagangan minyak Ritterbusch & Associates. Harga minyak masih bergerak di range $10 selama beberapa pekan terakhir. “Diperkirakan pelemahan  akan menuju ke level $92,” kata Ritterbusch. Minyak Nymex turun $1.66 menjadi $98.44/barrel di hari Kamis, Minyak Brent turun 88 sen menjadi $111.42/barrel setelah dirilisnya indikator perekonomian AS dan aktivitas manufaktur yang mengecewakan. Minyak crude bulan Juni naik 42 sen menjadi $98.86/barrel, sementara kontrak Juli naik 45 sen menjadi $99.38/barrel di Globex.
EMAS
Emas Masih Tertekan
Emas melemah akibat ekspektasi berkurangnya tekanan inflasi yang kurangi permintaan terhadap logam mulia sebagai hedging atas kenaikan inflasi. Presiden Fed of St Louis, James Bullard, katakan bank sentral belum akan mengubah kebijakan moneternya sampai akhir tahun, dan turunnya ekspektasi inflasi kurangi kebutuhan untuk mulai menarik stimulus. “Ekspektasi inflasi sedikit mereda belakangan ini,” ungkap Dan Smith, analis Standard Chartered. “Emas kini tengah cari alasan lain untuk bisa pecahkan rekor tertingginya. Saat ini, emas kekurangan pemicu untuk reli.”

Harga minyak, salah satu faktor inflasi, turun hingga di bawah $100 per barel di sesi New York akibat suramnya outlook permintaan energi dunia. Turunnya harga minyak dapat kurangi tekanan inflasi lebih lanjut. “Emas bergerak searah dengan minyak dan penurunan harga minyak sulitkan pergerakan emas,” papar Frank Lesh, trader FuturePath Trading.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Commodity Update:Emas Stabil


EMAS
Emas Stabil, Perak Terus Menguat
Emas sedikit bergerak hari kamis dan perak terus bergerak menguat di sesi sebelumnya, ketika harga komoditi membukukan kenaikan terbesarnya dalam 2 bulan setelah aksi jual, seiring melemahnya dollar AS yang memberikan dukungan. Spot emas flat di level $1,496.29 per ons. Harga emas AS hanya berubah sedikit di level $1,496.60. Spot perak naik 1.6% ke level $35.58, setelah naik 3% di sesi sebelumnya dan perak AS naik 1.4%. Indeks CRB bertahan naik 2.3% hari Rabu, penguatan terbesar harian dalam 2 bulan, terangkat oleh penguatan harga minyak dan biji-bijian. Pasar komoditi mungkin akan mengalami koreksi dalam waktu dekat setelah aksi jual, tetapi untuk jangka panjang, masih terlihat menguatnya pertumbuhan permintaan.

MINYAK
Minyak Mentah Stabil Setelah Naik Diatas $100

Kontrak minyak mentah AS bertahan kuat hari Kamis setelah bangkit lebih dari 3% ke level diatas $100 per hari sebelumnya didukung oleh kenaikan harga-harga komoditi mengikuti berakhirnya aksi jual. Kenaikan kemarin juga didukung oleh laporan EIA akan adanya kejatuhan persediaan di AS dan kejatuhan persediaan di Cushing, Oklahoma, titik pengantaran untuk kontrak minyak mentah AS. Harga minyak mentah NYMEX untuk bulan Juni turun 15 sen ke level $99.95 per barel, setelah bertahan naik $3.19 di level $100.10 sehari sebelumnya. Beberapa analis memperkirakan aksi jual telah pudar hari Selasa, setelah harga turun 17% dari tingginya selama 32 bulan dilevel $114.83 pada 2 Mei ke level $95.02.

Posted with WordPress for BlackBerry.