Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Morgan Stanley

Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas menguat tajam sebesar 2% terhadap dollar AS ke level tertinggi sepanjang sejarah di level $1828.35/troy ounce, ditunjang oleh buruknya rilis data ekonomi Amerika yang berujung pada kemungkinan resesi ekonomi terbesar dunia tersebut dalam waktu dekat. Penguatan Emas juga semakin ditunjang oleh berkembangnya kekhawatiran investor akan kondisi pendanaan sejumlah perbankan asal zona eropa, sebuah kondisi yang kemudian menggiring investor kembali aktif melakukan aksi beli pada aset berstatus safe haven termasuk emas. Namun disisi lain sejumlah analis memprediksi Emas dapat terkoreksi setidaknya sebesar 30% dengan landasan bahwa dari sisi fundamental The World Gold Council menyatakan permintaan Emas turun sebesar 17% pada kuartal ke II seiring berkembangnya minat pada perhiasan, koin, dan Emas batangan tidak dapat menutupi rendahnya minat beli pada ETF Emas (Exchange Traded Fund).

MINYAK

Minyak Mentah turun di New York menuju penurunan mingguan ke 4 karena investor berspekulasi bahwa permintaan bahan bakar akan goyah di tengah tanda-tanda pertumbuhan yang lemah di Eropa, AS, dan Cina. Konsumsi ketiga negara itu mencapai sekitar setengah dari kebutuhan mentah dunia. Minyak jatuh sebanyak 1,3% setelah Morgan Stanley kemarin memangkas proyeksi pertumbuhan global pada tahun 2011. Deutsche Bank AG menurunkan proyeksi pertumbuhan pengangguran AS dan China meningkat minggu lalu. Morgan Stanley memperkirakan ekspansi ekonomi global sebesar 3,9% tahun ini turun dari perkiraan sebelumnya 4,2%. Bank tersebut memangkas proyeksi pertumbuhan China menjadi 8,7% dari 9%. Ekonomi China akan meningkat sebesar 8,9% tahun ini turun dari perkiraan awal 9,1%, Deutsche Bank mengatakan dalam sebuah laporan tanggal 17 Agustus, mengutip kejutan dari perlambatan AS dan Uni Eropa.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong pada perdagangan di pagi ini terjadi pergerakan yang melemah dengan signifikan, bursa kembali terjerat dalam aksi jual panik dan tergerus nyaris sebesar 3% setelah pada akhir perdagangan di Wall Street. Bursa mengalami penurunan akibat laporan Morgan Stanley yang memperingatkan bahwa pertumbuhan global melambat dan bahwa AS dan Eropa berada di ambang keterperosokan ke dalam resesi baru 2 tahun setelah resesi lalu berakhir. Adapun saham-saham di bursa Hong Kong yang mengalami penurunan adalah saham Cheung Kong, saham HSBC, dan Hangseng Bank. Di perkirakan pergerakan indeks berjangka pada hari ini akan cenderung mengalami penurunan terbatas.

EUR/USD

Beratnya masalah zona Eropa terletak pada beberapa negara yang jatuh bangun menghadapi krisis utang selama beberapa waktu terakhir. Misalnya Yunani dan Portugal yang kesulitan mengimplementasikan mandat Eropa dan IMF untuk mengurangi belanja negara serta menaikkan pajak. Persyarakat tersebut harus dijalankan jika ingin mendapatkan bantuan finansial. Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel pun mengadakan pertemuan sebagai ujung tombak kekuatan Eropa dalam menghadapi krisis kredit. Untuk saat ini pasar modal Eropa menguat karena menantikan hasil pertemuan Sarkozy dan Merkel ini. Keduanya akan memberikan pernyataan pers bersama setelah pertemuan usai.


Dollar Bukan Lagi Safe Haven?


Dollar bukan lagi safe haven?

Dollar terjungkal menghadapi hampir semua mata uang dunia di tengah gelombang risk appetite yang mencari aset berisiko. Risk appetite masih menguasai pasar di tengah penguatan saham yang ditopang oleh kinerja keuangan perusahaan AS yang bagus. Laporan itu mengindikasikan kondisi ekonomi terus membaik. Perusahaan Apple, yang merupakan benchmark sektor teknologi, mencatat kinerja yang memuaskan. Data ekonomi AS, yaitu existing homes sales, naik 3,7%. Meski ekonomi AS membaik, hal itu tidak serta merta membuat the Fed berniat mengubah kebijakannya dalam waktu dekat. Para pejabatnya mengakui ekonomi membaik, tapi mereka tidak melihat inflasi sebagai ancaman. Bahkan banyak kalangan melihat the Fed tidak akan mengubah kebijakannya selama tahun ini. Karena prospek inilah, dollar kehilangan daya tariknya. Bahkan bisa dikatakan dollar saat ini kehilangan status safe haven-nya. Gelar ini bisa diraih kembali oleh dollar bila terjadi perubahan kebijakan moneter. Tapi ini sepertinya masih lama.

Penguatan saham global, di tengah kinerja keuangan korporat yang mengesankan, dan kenaikan harga komoditas, menambah daya tarik mata uang ber-yield tinggi dan produsen sumber daya alam.

Euro berhasil menembus $1,45, tertinggi dalam 15 bulan terakhir. Di tengah kenaikan harga Minyak dan Emas, Aussie melesat ke rekor tertingginya $1,06. Selain karena risk appetite, Euro terangkat karena prospek kenaikan rate ECB dan hasil lelang surat utang Spanyol yang sukses. Data terjadwal hari ini asalah satunya adalah indeks sentimen bisnis Jerman hasil survei Ifo. Indeks itu diperkirakan sedikit turun ke 110,5 di April dari 111,1 di Maret. Kenaikan tak terduga akan menambah laju euro. Pasar juga akan mencermati hasil lelang obligasi Spanyol malam nanti.

Namun, para analis khawatir penguatan Euro mulai mendekati puncaknya, terutama bila Yunani harus merestrukturisasi utangnya. Salah satu pejabat Jerman kemarin mengatakan restrukturisasi utang Yunani tidak bisa dihindari. Bila restrukturisasi ini juga terjadi pada Irlandia dan Portugal bahkan Spanyol, dampaknya terhadap bank Eropa dan ekonomi secara keseluruhan akan membuat Euro terdepresiasi. Bila skenario itu terwujud, dollar akan meraih kembali status safe haven.

Seperti Euro,  Sterling juga melaju kencang. Mata uang Inggris itu berhasil menggapai $1,64. Laju the cable akan diuji oleh data utang publik dan penjualan ritel yang akan diumumkan hari ini. Bertambahnya utang dapat menghentikan laju Sterling. Sementara itu di AS, data terjadwal antara lain initial jobless claims, Philadelphia Fed dan leading indicator. Data yang bagus mungkin bisa mendorong saham, namun tidak banyak membantu dollar karena tidak akan mengubah kebijakan the Fed. Psar juga menantikan laporan keuangan General Electric dan Morgan Stanley.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Laba Morgan Stanley Cemerlang


Kamis, 20 Januari 2011 19:59 WIB
Morgan Stanley, raksasa Wall Street yang sempat terpuruk akibat krisis keuangan, catatkan laba yang cemerlang. Laba per saham (EPS) melonjak menjadi 43 sen di kwartal keempat 2010, lebih tinggi dari estimasi 35 sen dan publikasi sebelumnya 14 sen. Divisi investment banking berikan pendapatan yang signifikan bagi perusahaan dengan pendapatan bersih mencapai $4,3 miliar.
Laporan keuangan ini lebih baik dari periode yang sama tahun 2009 yang catatkan kerugian 82 sen per saham. Total pendapatan bersih Morgan Stanley sebesar $7,8 miliar, lebih tinggi dari estimasi $7,35 miliar di kwartal terakhir 2010. Saham Morgan Stanley naik 1,2% setelah perusahaan merilis laporan keuangan.

Market Review Eropa


Euro telah melanjutkan reli, menyentuh titik tertinggi 2 bulan terhadap dollar, namun penguatan masih terbatas karena mata uang ini memasuki area overbought. Sementara dollar anjlok di bursa Eropa hari Rabu seiring dengan mata uang Yuan China mencetak rekor tertinggi terhadap Dollar menjelang pertemuan presiden AS & China yang diekspektasikan pasar Beijing akan memenuhi permintaan AS untuk mengapresiasi mata uangnya lebih cepat. Pasar modal Eropa diperdagangkan flat seiring dengan pelemahan sektor ritel serta sikap wait and see para pelaku pasar menjelang laporan earning AS yang penting, diantara lain Goldman Sachs & Wells Fargo, selain itu juga laporan dari eBay serta U.S Housing Starts pada pukul 20.30 WIB.


Earnings JPMorgan Lejitkan Wall Street


Sabtu, 15 Januari 2011 – 05:35 WIB

Saham AS ditutup di level tinggi multi-tahunan seiring menguatnya saham sektor keuangan dan teknologi akibat bagusnya laporan earnings dari JPMorgan dan Intel dan menjelang laporan earnings perusahaan besar lainnya pekan depan. Pasar terus bergerak naik hari Jumat bahkan setelah beberapa analis mengatakan pasar sulit bertahan di level saat ini. Art Cashin, direktur floor NYSE untuk UBS Financial Services, mengatakan S&P 500 diperdagangkan diatas MA10 untuk 30 hari berturut-turut. Namun Jeff Rubin pada Birinyi Associates, merespon analis lainnya yang mengatakan pasar telah jenuh membeli karena S&P 500 berada diatas MA50 selama 94 hari, mengingat ketika ini terjadi di masa yang lalu, pasar rata-rata naik 1.58% di bulan selanjutnya, dan 3.45% dalam 3 bulan selanjutnya.

Kenaikan terbanyak hari ini adalah pada sektor finansial seiring investor yang merayakan earnings dari JPMorgan yang sangat mengejutkan.  Earnings yang dirilis menunjukkan rasio modal nampak cukup untuk membiarkan JPMorgan menaikkan dividennya setelah mendapat persetujuan dari Federal Reserve. Ketika investor yang panik dan mulai menjual setelah earnings JPMorgan dirilis tidak ada, investor mulai membeli saham bank tersebut, begitu juga dengan saham mitranya, ucap Dave Rovelli, direktur manajer perdagangan saham pada Canaccord Genuity. “Investor ingin membeli saham sektor finansial karena paling berpotensi untuk naik,” tutur Rovelli. Sejumlah bank besar akan merilis earnings-nya minggu depan termasuk Citigroup, Goldman Sachs, Wells Fargo, Morgan Stanley, dan Bank of America.

5 Hal Penting Sebelum Open Market 14:33 WIB