Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Moody’s

Dollar AS Terdepresiasi


The U.S. dollar depreciated

Dollar AS terdepresiasi versus sebagian besar mata uang utama  setelah Ketua Federal Reserve Ben Bernanke mengatakan bahwa bank sentral mungkin akan meluncurkan kembali program stimulus moneter jika pelemahan ekonomi AS masih terus berlanjut. Komentar tersebut langsung direspon Euro dengan melesat di atas level $1.41, untuk menjauhi level rendah 4-bulan di 1.3836 yang dicetak pada sesi sebelumnya dan mencatat kenaikan harian terbaik sejak pertengahan April.

Pertumbuhan ekonomi China yang secara mengejutkan berakselerasi juga telah membantu mengalihkan perhatian, setidaknya untuk sementara, dari memburuknya krisis hutang zona Euro. Sementara komentar Fitch Ratings yang mengatakan bahwa rencana ambisius pengurangan defisit Italia akan membantu menstabilkan rating kredit, juga sedikit meredakan kekhawatiran penyebaran krisis.

 

EMAS

Komoditi Emas dunia mencapai rekor tertingginya sepanjang sejarah pada perdanganan sesi Rabu 13 Juli seiring meningkatnya kemungkinan stimulus keuangan lanjutan oleh The Fed, serta berlarut larutnya krisis keuangan Uni Eropa yang mendongkrak minat investor pada aset safe haven. Emas bahkan mencetak kinerja positif beruntun terpanjang dalam kurun 5 tahun terakhir, dan mayoritas ekonom saat ini memprediksi bahwa tidak akan terlalu lama lagi untuk emas dapat mencapai level 1600/troy ounce. Emas tercatat menguat sebesar 1% terhadap dolar AS ke 1581.75/ troy ounce setelah sempat naik mencapai 1587.46/ troy ounce level tertinggi sepanjang masa. Kenaikan sesi Rabu 13 Juli ini menjadikan penguatan beruntun emas dalam 8 sesi berturut – turut mendekati kejadian yang sama pada pertengahan Oktober 2006 silam ketika Emas menguat dalam 9 sesi beruntun. Emas juga tercatat melonjak ke level tertinggi terhadap mata uang lain yaitu terhadap Sterling dan Euro.

MINYAK

Minyak diperdagangkan pada level yang semakin tinggi sepanjang 4 hari terakhir setelah muncul sinyal adanya peningkatan permintaan di negara adidaya tersebut. Harga kontrak minyak mengalami sedikit perubahan setelah sempat melemah sebesar 0,5% ketika lembaga pemeringkat Moody’s Investor Services mengumumkan sedang mengkaji opsi untuk menurunkan peringkat negara adidaya tersebut. Opsi penurunan peringkat ini disebabkan belum adanya kesepakatan di anggota parlemen AS mengenai kebijakan untuk menaikkan batas utang negara yang bisa dinyatakan default. Harga minyak kemarin menguat 0,6% setelah Departemen Energi mengumumkan suplai turun sebesar 3,1 juta barel pada minggu lalu.

GBP/USD

Sterling menguat terhadap pelemahan dollar AS rabu lalu setelah Ketua the Fed Ben Bernanke mengisyaratkan kemungkinan monetary policy easing jika ekonomi melemah dan inflasi bergerak lebih rendah. Jumlah Claimant Count Change tingkat pengangguran Inggris meningkat tajam dalam dua tahun pada bulan lalu, membawa total ke level tertingginya sejak Maret 2010 dan menambah permasalahan mengenai langkah recovery ekonomi. Bulan lalu meluasnya pengukuran ILO employment membuat gambaran yang menggembirakan, mendukung pendapat pemerintah bahwa job creation sektor swasta akan mengimbangi pengaruh dari pemangkasan pembelanjaan publik.

HANGSENG

Sebagian bursa saham Asia hari ini terpukul oleh kemungkinan penurunan rating kredit AS oleh Moody’s Investor Service. Bursa saham Hong Kong tampak terpukul oleh kondisi tersebut. Akan tetapi sentiment positf yang dibawa oleh solidnya data pertumbuhan ekonomi China tampak masih menahan penurunan di bursa saham hari ini.


Dow, S&P Akhiri Penurunan Beruntun


Sabtu, 18 Juni 2011 04:32 WIB
TODAY’S ANALYSIS STOCK INDEX

Dow dan S&P ditutup naik ditengah sesi perdagangan yang sepi di hari Jumat, mengakhiri penurunan selama 6 pekan berturut-turut, terdorong oleh berita semakin dekatnya bailout untuk Yunani. Namun penurunan pada sektor teknologi menekan Nasdaq turun. “Menurutku penurunan sebesar 7% belum menjadi penentuan, ini adalah waktu yang sulit untuk melakukan trading,” ucap Randy Frederick direktur Trading dan Derivatives pada Charles Schwab. ““Di kuartal ketiga dan keempat, akan ada rebounf,” ucapnya. “Ketika QE2 berakhir, butuh beberapa minggu bagi investor untuk kembali optimis pada pasar dan bagis pasar untuk berbalik naik. Jika pasar dapat mempertahankan level saat ini, itu akan memberikan optimisme untuk berdiri sendiri.”

Merkel dan Sarkozy mengatakan mereka ebrsatu mendukung paket bantuan baru untuk Yunani yang akan mengikutsertakan sektor swasta dalam basis yang disebut “Vienna Initiative.” Berita data setelah Perdana Menteri Yunani menunjuk Evangelos Venizelos sebagai Menteri Keuangan menggantikan George Papaconstantinou. Sementara itu, Moody’s mengatakan sedang mengawasi Italia atas kemungkinan downgrade peringkat hutang, mengingat lemahnya struktural dan kemungkinan naiknya suku bunga.
***EnglishVersion***

Dow, S & P End losing streak

Saturday, June 18, 2011 4:32 pm

TODAY’S STOCK INDEX ANALYSIS
Dow and S & P closed up amid a quiet trading session on Friday, ending a decline for 6 weeks in a row, driven by news of the approach of a bailout for Greece. But the decline in the Nasdaq hit the tech sector down. “I think a decrease of 7% has not been a determination, this was a difficult time to make trades,” said Randy Frederick director of Trading and Derivatives at Charles Schwab. “” In the third and fourth quarters, there will be rebounf, “he said.” When the QE2 ends , it took several weeks for investors to re-optimistic on the market and the market to rebound Bagis. If the market can sustain current levels, it will give optimism to stand alone. ”
Merkel and Sarkozy said they ebrsatu supports new aid package for Greece that will engage the private sector in the base of the so-called “Vienna Initiative.” News of data after the Greek Prime Minister Evangelos Venizelos appointed as Minister of Finance to replace George Papaconstantinou. Meanwhile, Moody’s said it was watching the Italian for possible downgrade the debt ratings, given the structural weakness and the possibility of rising interest rates.


News Update Stock Index


 

Pengetatan Cina Grogoti Performa Asia

 

Berlanjutnya pengetatan Cina berhasil kurangi reli bursa saham Asia meski data AS sinyalkan berlanjutnya pemulihan ekonomi. Indeks saham Hong Kong dan Cina melemah seiring terpukulnya sektor perbankan setelah Beijing naikan giro wajib minimum keenam kalinya untuk tahun 2011. Hang Seng turun 0,7%, terjebak di antara Moving Average 250 dan leveln rendah 2011 seiring investor terus alokasikan dana ke sektor defensif seperti utilitas. Nikkei menguat 0,3%, dibantu oleh sentimen positif setelah data tunjukan penjualan ritel AS tidak
turun seburuk perkiraan analis. Meski demikian, volume perdagangan tetap rendah yang sinyalkan masih belum yakin-nya investor atas prospek ekonomi
global. Honda Motor melejit 2%, perpanjang rebound setelah sentuh level rendah dua bulan pada perdagangan Selasa. Meski Honda prediksi laba operasional tahunan akan turun 65%, namun investor menganggap prospek perusahaan terlalu konservatif dan pasar telah antisipasi berita buruk tersebut. Hino Motors melonjak 4,4% setelah produsen truk ini laporkan laba perusahaan akan mencapai ¥35 miliar akibat pulihnya permintaan truk dan bis di domestik
serta meningkatnya permintaan di negara-negara berkembang.

 

Wall Street Turun Tajam, Dow Anjlok 1.5%

 

Saham AS turun tajam pada hari Rabu seiring dollar yang melonjak akibat kecemasan memburuknya situasi hutang di Yunani dan setelah sejumlah data
ekonomi yang buruk. “Saham nampaknya akan turun lebih dalam hingga akhir tahun,” menurut David Levy, direktur dan kepala Jerome Levy Forecasting Center, menambahkan bahwa saham masih belum menilai “dampak nyata” dari situasi hutang di Eropa atau perlambatan yang berkelanjutan. Saham anjlok ditengah meningkatnya konflik pada situasi hutang di Yunani, setelah pejabat zona Eropa gagal untuk mencapai kesepakatan mengenai bantuan Yunani. Ribuan pengunjuk rasa berkumpul di Athena untuk memprotes kebijakan pengetatan dari pemerintah guna menghindari kebangkrutan. Menteri Keuangan zona Eropa akan bertemu kembali pekan depan, mencoba mencapai kesepakatan. Sementara itu Moody’s memperingatkan kemungkinan mendowngrade 2 bank Portugal ditengah kecemasan pendanaan. Sebelumnya, Moody’s juga memperingatkan 3 bank terbesar di Perancis, mengingat keterkaitannya dengan krisis hutang di Yunani. Turut menambah tekanan turun hari ini adalah laporan aktivitas sektor manufaktur di New York yang diluar dugaan berkontraksi di bulan Juni dan juga sentimen developer rumah yang turun tajam ke level terendah sejak September 2010.

 

***EnglishVersion***

 

China tightening biting Asian Performance

The continued tightening China managed to cut Asian stock markets rally despite U.S. data sinyalkan continuing economic recovery. Hong Kong stock index and the Chinese banking sector is weaker as blow after Beijing Raise the minimum reserve requirement for the sixth time in 2011. The Hang Seng fell 0.7%, caught between the moving average 250 and lower leveln 2011 as investors continue to allocate funds to defensive sectors like utilities. Nikkei up 0.3%, helped by positive sentiment after U.S. retail sales data show does not go down as bad as analysts expected. However, trading volumes remain low sinyalkan still not convinced its investors over the global economic outlook. Honda Motor soared 2%, extend rebound after two months touch a low level in trading Tuesday. Although Honda’s annual operating profit forecast to fall 65%, but investors consider the company’s prospects are too conservative and the market had anticipated the bad news. Hino Motors jumped 4.4% after this truck manufacturers report profits will reach ¥ 35 billion due to recovery in demand for trucks and buses in the domestic as well as rising demand in developing countries.

Wall Street Down Sharply, Dow’s sales drop 1.5%

U.S. stocks fell sharply on Wednesday as the dollar due to soaring anxiety worsening debt situation in Greece and after a number of bad economic data. “Stocks will likely fall even further until the end of the year,” according to David Levy, director and head of the Jerome Levy Forecasting Center, adding that the stock is still not considered “real impact” of the debt situation in Europe or the ongoing slowdown. Shares plunged amid increasing tensions on the debt situation in Greece, after the European zone officials failed to reach agreement on aid Greece. Thousands of protesters gathered in Athens to protest the tightening of government policy in order to avoid bankruptcy. Euro-zone finance ministers will meet again next week, trying to reach an agreement. Meanwhile, Moody’s warned of a possible downgrade amid concerns Portugal 2 bank funding. Previously, Moody’s also warned the three largest banks in France, given its association with the debt crisis in Greece. Also adding downward pressure today is a report of activity in New York manufacturing sector which unexpected contraction in June and also houses the developer sentiment fell sharply to its lowest level since September 2010.


Market Review Eropa


Market Review Eropa :

Euro anjlok 1% terhadap dollar setelah menteri keuangan Eropa gagal
sepakat pada solusi krisis utang Yunani ditambah ancaman Moody’s terhadap bank-papan atas Prancis untuk potensi downgrade, sementara Sterling tertekan paska data pengangguran Inggris menunjukkan laju kenaikan tunjangan pengangguran dalam laju tertinggi 2 tahun terakhir.
Pasar saham Eropa melemah dimotori oleh sektor perbankan yang terluka
oleh ketidakpastian regulasi pemerintah yang lebih ketat serta krisis utang Eropa.


Market Review Eropa


Market Review Eropa

Euro melorot ke 1.4630 setelah aksi jual Bank Sentral Asia dihantui oleh imbas problem hutang Yunani, sementara Sterling ambruk ke titik terendah 1-bulan terhadap Euro & dollar paska peringatan lembaga pemeringkat kredit Moody’s terhadap resiko rating hutang Inggris jika pertumbuhan menganggu program reduksi defisit. Saham Eropa melemah di hari Rabu seiring dengan kekhawatiran pertumbuhan global menyebabkan investor mengalihkan resiko setelah pidato Bernanke gagal mengembalikan keyakinan pasar terhadap pemulihan ekonomi.

 

Posted with WordPress for BlackBerry.


AS Harus Segera Benahi Masalah Hutang


AS Harus Segera Benahi Masalah Hutang

 

Jumat, 03 Juni 2011 17:27 WIB

TODAY’S ANALYSIS STOCK INDEX

Moody’s ancam memangkas peringkat kredit AS jika Gedung Putih dan Kongres tidak capai kesepakatan pada pertengahan Juli untuk naikkan batas hutang. Pada bulan April lalu, Standard & Poor’s juga berikan outlook negatif terhadap peringkat kredit AS akibat kecemasan tidak tercapainya kesepakatan untuk kurangi defisit anggaran dan utang nasional.

Menteri Keuangan Timothy Geithner terus berupaya yakinkan Kongres untuk tingkatkan batas utang dan cegah default. Meski ia cukup puas dengan pertemuan sebelumnya dengan anggota parlemen, tapi beberapa petinggi dari partai Republik tetap menentang kenaikan batas hutang tanpa terapkan pemotongan anggaran belanja. “Saya yakin kesepakatan dapat tercapai pada musim panas ini. AS akan hindari krisis default dan raih kesepakatan atas rencana fiskal jangka panjang,” kata Geithner.

Geithner telah perkirakan bencana keuangan jika Kongres gagal naikkan batas utang $14,3 triliun sebelum 2 Agustus. Kementrian keuangan telah upayakan manajemen kas luar biasa sejak AS capai batas utang pada tanggal 16 Mei lalu.

 


Market Outlook


Lagi, Emas Ukir Rekor Tinggi Baru!

Harga emas kembali menunjukkan keperkasaannya dengan kembali mengukir rekor tertinggi baru dalam sejarah di hari Senin pada level $1488.50/troy ounce. Penguatan ini terutama terkait faktor-faktor kombinasi yaitu pelemahan dollar AS, kecemasan inflasi dan merebaknya kembali kekhawatiran terhadap masalah krisis hutang di negara-negara zona Euro. Isu krisis hutang ini makin diperparah setelah ada berita penurunan peringkat kredit negara Irlandia oleh pihak Moody’s menjadi satu tingkat di atas level ‘junk’. Namun faktor utama yang membuat harga emas rebound adalah kakhawatiran terhadap inflasi dunia seperti naiknya angka inflasi produsen Amerika (PPI A.S) dan angka inflasi negara China yang Jumat lalu dirilis di atas ekspektasi. Pada sesi pagi harga spot emas tercatat $1485.70/troy ounce setelah sempat menyentuh rekor tinggi $1488.50/troy ounce. (By monexnews.com)

MINYAK
Minyak Mentah Turun ke $109 Setelah Menguat 3 Minggu

Kontrak minyak mentah AS bergerak melemah hari Senin menuju $109/barel, setelah menguat selama 3 minggu, walaupun komentar dari Arab Saudi memberikan konfirmasi pemangkasan produksi guna melawan persediaan yang melimpah di pasar. Kontrak minyak mentah untuk bulan Mei, yang berakhir hari Selasa, turun 47 sen pada $109.19/barel, setelah bertahan naik $1.55 di level $109.66/barel di hari Jumat. Kontrak tersebut telah turun dari 11 April pada puncak hariannya di $113.46, level tertingginya sejak September 2008, ditengah ekspektasi konflik di Lybia yang memperpanjang gangguan persediaan dari OPEC. (By monexnews.com)

Posted with WordPress for BlackBerry.


BREAKING NEWS JUMAT, 25 MARET 2011


Dollar merana 25 Mar 2011


Dollar tertahan dekat level terendah dalam 15 bulan terakhir terhadap rivalnya, di tengah penguatan saham yang mengindikasikan peningkatan risk appetite. Dollar melemah terhadap euro dan aussie, stabil terhadap franc dan yen, namun menguat terhadap sterling. Data ekonomi yang mengecewakan dan kenaikan harga minyak menjadi di antara faktor yang melemahkan dollar. Semalam dilaporkan initial jobless claims hanya turun sedikit, dan durable goods orders turun 0,9%. Melawan prediksi naik 1,2%. Kenaikan harga minyak karena konflik Timur Tengah dapat mendorong inflasi, semakin mengurangi daya tarik dollar sebagai safe haven. Minyak menjadi salah satu faktor di balik kejatuhan dollar. Instabilitas di Timur Tengah membuat investor resah dengan dampak gejolak minyak. Di saat inflasi terancam naik, the Fed tidak terindikasi berniat mengubah kebijakan super longgarnya. Hal ini semakin mengurangi daya tarik greenback. Indeks dollar kini bergerak di kisaran 75. Meski begitu, dollar berpeluang rebound karena penguatan beberapa rivalnya yang sudah cukup tajam. Beberapa data ekonomi AS mungkin bisa membantu dollar. Salah satunya adalah revisi PDB AS kuartal keempat. PDB periode itu kemungkinan direvisi menjadi 3,0% dari 2,8%. Namun, data itu tidak akan banyak membantu bila pejabat the Fed yang berpidato malam nanti mempertegas kebijakan longgar untuk waktu yang masih lama.

 

Sementara itu Euro perkasa, dengan tetap menguat meski berita buruk datang menerjangnya. Setelah pengunduran diri Perdana Menteri Portugal karena Parlemen gagal menyepakati RAPBN yang diajukannya, semakin besar kemungkinan negara itu meminta bailout. Hal ini sempat menekan euro. Euro juga tertekan setelah S & P dan Fitch ratings menurunkan peringkat utang Portugal. Selain itu Moody’s Investor Service menurunkan peringkat beberapa bank Spanyol. Namun, ekspektasi kenaikan suku bunga ECB menjadi faktor yang ternyata tidak hanya menopangnya, tapi memberi pengaruh yang lebih kuat dari berita negatif di atas. Euro juga diangkat oleh ekspektasi positif pasar mengenai hasil pertemuan Uni Eropa hari ini. Pasar optimis pemimpin Eropa mampu mengatasi krisis politik dan utang Portugal.
Beberapa data Jerman seperti indeks sentimen konsumen hasil survei GfK dan sentimen bisnis hasil survei Ifo bisa mempengaruhi pergerakan euro. Indeks GfK untuk April diperkirakan turun ke 5,8 dari 6,0 di Maret. Sedangkan indeks Ifo diperkirakan turun ke 110,5 di Maret dari 111,2 di Februari.

Aussie menjadi mata uang yang juga menguat tajam terhadap dollar. Penguatan aussie ke level tertinggi dalam 29 tahun terakhir tidak lepas dari kenaikan harga komoditas seperti minyak dan emas. Namun, penguatan tajam selama 6 sesi terakhir, membuka kemungkinan aussie koreksi. Penurunan komoditas bisa memperbesar kemungkinan  koreksi itu.


BREAKING NEWS JUMAT, 11 MARET 2011


Euro rentan jelang pertemuan Eropa

Euro berhasil sedikit rebound hari ini setelah mencatat kejatuhan harian terbesar dalam sebulan terakhir. Namun, penguatan itu masihlah rentan menjelang pertemuan pejabat zona Euro. Para pemimpin zona Euro akan mengadakan pertemuan hari ini membahas krisis utang. Acara ini merupakan awal sebelum pertemuan Uni Eropa para 24-25 Maret nanti. Hari ini merupakan awal negosiasi untuk mencapai konsensus akhir atau keputusan final mengenai masa depan  Uni Eropa, yang diharapkan tercapai pada pertemuan dua minggu berikutnya.  Salah satu agenda pertemuan hari ini adalah penurunan bunga bailout untuk Yunani dan Irlandia. Jerman dan Perancis menuntut Yunani menjual aset negaranya dan Irlandia menaikkan pajak korporatnya. Masalahnya, tidak ada yang menyukai usulan ini, termasuk negara terdekat seperti Belanda dan Austria.

Kegagalan mencapai terobosan atau indikasi masih terkatung-katungnya penyelesaian, dapat membuat euro melanjutkan koreksinya. Euro kini bergerak di kisaran $1,38, setelah sempat anjlok ke kisaran $1,37 semalam.  Kejatuhan tajam euro terjadi setelah Moody’s Investor Service menurunkan peringkat kredit Spanyol dengan kemungkinan penurunan lanjutan. Moody menurunkan peringkat utang Spanyol menjadi AA2 dari AA1 dengan outlook negatif. Penurunan peringkat Spanyol ini terjadi tidak lama setelah Moody menurunkan peringkat Yunani.  Seperti yang pernah disebutkan, bila isu krisis utang mencuat ke permukaan, dan membenamkan prospek kenaikan suku bunga ECB, Euro terkoreksi. Kini, pasar mempertanyakan, bila isu krisis utang belum dituntaskan, dan ECB benar-benar menaikkan rate-nya, bagaimana dampaknya ke negara kwartet pengutang (Spanyol, Yunani, Irlandia dan Portugal).
Oleh karena itu, penting bagi para pemimpin Eropa untuk mendapatkan solusi komprehensif atasi krisis utang, atau paling tidak mencapai terobosan.

Dollar juga terbantu oleh gejolak di Timur Tengah. Faktor lain yang mendorong risk aversion di pasar adalah berita meningkatnya kekerasan di Arab Saudi, dimana polisi menembakkan peluru karet ke demonstran. Pasar cemas aksi ini bisa memburuk dan mengganggu produksi minyak di negara itu. Apalagi konflik di Libya, yang mengurangi output hingga 70%, semakin memanas. Isu Timur Tengah mendorong mata uang safe haven seperti  dollar, franc dan yen.  Mata uang yang bernasib seperti Euro adalah Sterling dan Aussie. Selain karena faktor risk aversion, sterling tumbang setelah BOE mempertahankan suku bunganya semalam dan tidak memberi sinyal kemungkinan kenaikan. Hal ini mengurangi ekspektasi BOE akan menaikkan rate dalam waktu dekat.
Aussie tumbang setelah data menunjukkan China mencatat defisit perdagangan bulan lalu. Data inflasi China yang lebih buruk dari prediksi.  Pasar akan mencermati data ekonomi AS seperti penjualan ritel dan sentimen konsumen. Dollar tidak akan tumbang selama isu Timur Tengah dan krisis utang masih membebani pasar, Kecuali datanya lebih buruk dari prediksi, yang membuat pasar beralih ke safe haven lain seperti franc dan yen.

GBP/USD

Pound Masih di Zona Merah Setelah Kemarin Tumbang

Pada perdagangan menjelang siang di hari Jumat, Poundsterling masih belum beranjak dari zona merahnya setelah kemarin terperosok hingga ke level rendah 10-hari terhadap USD. Kemarin GBP anjlok setelah Bank of England menahan lagi tingkat suku bunga pada rekor rendah 0,5% sehingga mendorong investor melepas posisi long yang mereka miliki meskipun masih ada ekspektasi kenaikan suku bunga di kalangan pelaku pasar. Pasar berharap BoE akan segera melakukan tindakan dalam beberapa bulan mendatang guna memerangi inflasi yang semakin jauh di atas target. (By monexnews.com)


BREAKING NEWS SELASA, 08 MARET 2011


EUR/USD

Euro koreksi, dollar rally

Euro terkoreksi setelah pengerakkannya tertahan di kisaran $1,40, di tengah surutnya eforia suku bunga ECB dan munculnya kembali kecemasan soal krisis utang. Euro melesat sejak Presiden ECB Jean-Claude Trichet mengejutkan pasar dengan mengatakan suku bunga mungkin naik secepatnya bulan depan. Hal ini diamini oleh anggota dewan ECB Lorenzo Bini Smaghi. Selama ini, negara maju memberlakukan kebijakan longgar, oleh karenanya, isu kenaikan suku bunga adalah hal yang besar.  Setelah berhasil membawa euro ke $1,40, pasar belum berani mendorong lebih jauh lagi tanpa ada alasan. Alhasil, euro tersendat di level itu, kesulitan melaju lebih lanjut. Belum ada lagi pejabat ECB yang memberikan pernyataan hawkish. Bila ada, mungkin euro bisa menguat lagi.  Alih-alih mendegar pernyataan hawkish baru, pasar malah mendapat berita yang terkait isu krisis utang. Lembaga pemeringkat Moody’s Investor Service menurunkan rating Yunani sebanyak tiga tingkat dengan outlook negatif, artinya kemungkinan penurunan lagi. Hal ini dilakukan karena upaya negara itu mengurangi utangnya belum cukup.

Euro kini bertengger di $1,3970an, melemah dari high semalam $1,4035. Prospek mata uang tunggal Eropa ini dalam jangka pendek tergantung pada pertemuan Uni Eropa Jumat nanti. Para pemimpin Eropa berupaya mendapatkan solusi komprehensif atas krisis utang. Rencananya, mereka akan merampungkan paket itu pada pertemuan 24-25 Maret. Pertemuan Jumat nanti merupakan rangkaian awal sebelum menuju konsensus 2 minggu berikutnya. Pergerakan euro akan tergantung pada faktor mana yang lebih kuat, isu kenaikan rate atau isu krisis utang. Tarik menarik di antara kedua hal itu membuat euro bergerak dalam range terbatas, atau konsolidasi. Dollar berhasil rebound terhadap rival utamanya, kecuali yen, menyusul kejatuhan saham dunia. Meski dollar kehilangan status safe haven-nya akhir-akhir ini karena konflik Timur Tengah dan kenakan harga minyak, kejatuhan saham mendorong investor kembali ke mata uang AS itu. Namun, penguatan dollar masihlah rentan di tengah membaranya konflik di kawasan itu, yang dapat membuat harga minyak semakin menjulang.

 

MINYAK

Jika kepepet, Amerika Serikat siap gunakan cadangan minyak

Dampak krisis di Timur Tengah merambah hingga ke Amerika Serikat (AS). Kabar terbaru, AS terus mempertimbangan semua opsi untuk menurunkan harga minyak. Opsi terakhirnya adalah menggelontorkan cadangan minyak negara adidaya tersebut. Maklum, harga minyak mentah di AS terus menanjak naik. Jumat (4/3) lalu, harga minyak naik US$ 3 menjadi US$ 105,17 per barel. Ini harga itertinggi sejak bulan September 2008. Itu sebabnya, Kongres AS menekan pemerintahan Barack Obama agar menyiapkan pasokan minyak untuk meringankan beban konsumen di AS. Kini harga bensin di SPBU AS terancam kembali naik di atas US$ 4 per galon. Mengutip VoA, Kepala Staf Gedung Putih William Daley mengatakan, Pemerintah AS prihatin dengan tingginya harga bensin yang dipicu oleh kemelut yang ada di Timur Tengah. Melonjaknya harga minyak ini dapat merugikan perekonomian AS yang sedang berjuang keluar dari resesi ekonomi. Menurutnya, menggunakan cadangan minyak AS menjadi salah satu pilihan yang sedang dipertimbangkan. “Tapi, kami juga mempertimbangkan faktor-faktor lain,” ujar Daley kepada stasiun televisi NBC di acara Meet The Press, Minggu (6/3) waktu setempat.

AS merupakan negara yang memiliki cadangan darurat minyak terbesar di dunia. Jumlahnya sekitar 727 juta barel. Apabila pasokan minyak terhenti atau terganggu, Pemerintah AS bisa mengalirkan minyak dari cadangan darurat tersebut kepada perusahaan-perusahaan minyak untuk dijual di pasar terbuka. AS menimbun cadangan minyak bumi sejak pertengahan tahun 1970-an, pasca embargo minyak oleh negara-negara Arab. Terakhir kali AS menggunakan cadangan minyaknya pada tahun 2005 silam, pasca mengamuknya Badai Katrina. Saat itu, penggunaan cadangan minyak sukses menurunkan harga minyak di AS sekitar 9%.