Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “monex surabaya


Technical Outlook 07 Februari 2014


·         EUR/USD. Bias arah menjadi netral di jangka pendek dengan potensi range trading di kisaran 1.3500 – 1.3680. Tembus lagi diatas area 1.3680 potensial memicu momentum bullish mengincar area 1.3720 – 1.3760. Support terdekat tampak di area 1.3550, anjlok secara konsisten dibawah area tersebut kemungkinan memicu tekanan koreksi bearish menguji area support 1.3485.

·         GBP/USD. Bias cenderung netral di jangka pendek, dengan potensi pelemahan menguji area support 1.6300, anjlok lagi secara konsisten dibawah area tersebut berpeluang menambah momentum bearish mengincar area 1.6250. Resisten terdekat tampak di area 1.6425, hanya penembusan diatas area tersebut dapat memicu skenario koreksi keatas lebih lanjut mengincar area 1.6475.

·         USD/JPY. Bias bullish di jangka pendek, khususnya jika berhasil tembus diatas 102.35 untuk mengkonfirmasi skenario koreksi bullish mengincar area 102.60 sebelum akhirnya menguji area resisten kunci 103.25. Di sisi bawahnya, hanya penembusan dibawah area 101.25 baru bisa merubah bias intraday menjadi bearish mengincar area 100.60 atau bahkan lebih rendah.

·         USD/CHF. Bias arah menjadi bearish di jangka pendek, khususnya jika berhasil anjlok dibawah area 0.8945 untuk menambah momentum bearish mengincar area 0.8900. Resisten terdekat tampak di area 0.9040, berbalik lagi secara konsisten diatas area tersebut berpotensi merubah bias intraday menjadi bullish mengincar area 0.9085.

·         AUD/USD. Bias cenderung bullish, namun masih dibutuhkan konfirmasi penembusan diatas area 0.9045 untuk memicu skenario bullish mengincar area resisten kunci 0.9155. Di sisi bawahnya, support terdekat tampak di area 0.8910, penembusan konsisten dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek.

·         XAU/USD. Bias masih netral seiring emas terperangkap di antara MA 50-harian dengan MA 100-harian dan ini dapat mendorong pergerakan sideways di kisaran $1235 (MA 50) – $1273 (MA 100). Namun, turunnya indikator MACD dan Stochastic pada grafik harian dapat memberikan tekanan penurunan. Posisi short masih sesuai dengan stop-loss $1275 dan target penurunan $1235. Namun, jika harga stabil di atas $1275 maka ini dapat mendorong kenaikan untuk menguji $1279.

·         Hang Seng Futures. Pada grafik harian, indikator Stochastic yang berada di area oversold dapat menyediakan kesempatan naik untuk jangka pendek. Namun, potensi kenaikan masih terbatas. Trend Hang Seng masih bearish seiring indeks diperdagangkan di bawah MA 50-100-200 harian, di dalam channel bearish, dan turunnya indikator MACD. Posisi short lebih sesuai dengan stop-loss 21680 dan target penurunan 21150. Namun, jika harga stabil di atas 21680 maka ini dapat menciptakan peluang kenaikan untuk menguji 21800.

·         Nikkei Futures. Indikator Stochastic yang oversold pada grafik harian dapat menyediakan kesempatan penguatan bagi Nikkei. Namun, potensi kenaikan masih terbatas seiring Nikkei masih diperdagangkan di dalam channel bearish dan di bawah MA 50-100-200 harian. Posisi long lebih sesuai dengan stop-loss 14290 dan target kenaikan 14800. Namun, jika harga stabil di bawah 14290 maka dapat memicu tekanan penurunan menguji 14100.

·         Kospi FuturesKospi berpotensi lanjutkan bias bearish untuk hari ini seiring harga tidak mampu break ke atas indikator MA 50-100-200 pada grafik 1 jam. Support terdekat terlihat di kisaran area 247.25, break ke bawah dari area tersebut seharusnya akan mendorong harga lebih rendah lagi menguji ulang ke area 246.00. Untuk sisi atasnya, jika harga dapat break ke atas area 249.50 (MA- 50), harga mungkin akan menguji ke area 252.00 sebagai level resisten selanjutnya 

 


Technical Outlook 03 Februari 2014


·     EUR/USD. Mengacu Stochastic harian yang bearish, Euro masih akan tertekan. Sementara RSI-14 juga menurun ke angka 41.17 yang mengartikan EURUSD akan sulit bergerak ke atas 1.37. Bias tersebut dapat membawa Euro kembali turun ke area 1.3500 (terendah 20 Jan) untuk kemudian mengincar support di zona 1.3450-1.3400. Hanya tembus ke atas 1.36 yang dapat memicu rally Euro menuju 1.3660 atau bahkan ke resisten kuat 1.3700.

·      GBP/USD. Bias Sterling kembali lemah di jangka pendek seiring Stochastic & RSI-14 harian menunjukkan pola downtrend. Namun bearish akan terbatasi oleh MACD dan MA-50 serta MA-100 yang mengindikasi penguatan. Mengacu pada moving average yang uptrend, Sterling kemungkinan mampu menguat tipis dengan target resisten terdekat 1.6540 untuk retest ke 1.6620. Sementara support terdekat berada di kisaran 1.6445, 1.6400 dan 1.6340.

·        USD/JPY. Yen Jepang kemungkinan masih akan bergerak ranging di antara 102-103. Namun break ke bawah 102.25 (level penutupan 29 Jan) akan memicu tekanan bearish menuju support 102.00 bahkan 101.70, seiring MACD-harian mengindikasikan downtrend. Sebaliknya, penembusan ke atas level 102.70 akan membawa Yen melemah kembali ke resisten terdekat 103.00. Pecah ke atas area itu akan menggiring USDJPY untuk retest area 103.40, resisten kuat jangka menengah.

·       USD/CHF. Bias USDCHF sedikit berubah seiring Stochastic menunjukkan sinyal uptrend menuju angka 50. Saat ini, momentum bullish masih terjaga mengarah 0.9080. Pecah ke atas level itu akan berlanjut menguat menuju level 0.9120 & 0.9155, sebagai resisten kuat bagi USDCHF (tertinggi 21 Jan). Hanya penurunan ke bawah 0.9000 yang akan merubah bias intraday menjadi bearish kembali guna membidik 0.8940 & 0.8900.

·     AUD/USD. Potensi pelemahan Aussie mash terjaga untuk menguji support 0.8730 seiringmoving average harian mengindikasikan momentum bearish. Dengan indikator RSI-14 dan MACD yang turut terkonfirmasi downtrend, AUDUSD rentan untuk anjlok ke bawah 0.8660 dan 0.8600. Sementara bullish Stochastic diharapkan bisa memicu Aussie bergerak untuk menguat ke sejumlah resistennya. Sehingga Aussie akan coba menguat kembali ke 0.8800 dan 0.8840 atau bahkan ke 0.8880.

·     XAU/USD. Bias masih bearish dalam jangka pendek dengan target menguji support kunci 1235, yang apabila tertembus akan memacu momentum bearish lebih lanjut menuju area 1226. Hanya rebound ke atas area 1250 yang dapat meredakan tekanan negatif pada harga emas.

·      Hang Seng Futures. Dalam grafik 4 jam terlihat area 21650 kembali menyediakan support bagi Hang Seng, untuk kembali menguji area 22035. Clear break di atas area tersebut akan mendorong penguatan lebih lanjut menuju resistensi berikutnya di area 22150. Sebaliknya, penurunan di bawah area 21850 akan mengembalikan tekanan bearish untuk pengujian ulang area 21650.

·    Nikkei Futures. Bias semakin bearish dalam jangka pendek menyusul kejatuhan Nikkei di bawah area 14875, membuka peluang untuk pengujian support kunci sekaligus MA-200 hari di sekitar 14520. Hanya clear break di atas 14785 yang dapat mengurangi tekanan bearish untuk mengincar target berikutnya di area 15000.

 

·        Kospi Futures. Kospi bergerak naik seiring membaiknya performa pasar negara berkembang, namun performa Wall Street masih berpotensi mempengaruhi pergerakan Kospi. Break ke atas area 255.15 dapat menambah momentum bullish untuk menguji area 258.20. Sementara break ke bawah 252.20 dapat memicu tekanan bearish lanjutan untuk menguji support kunci pada area 248.25.

 


Technical Outlook 27 Januari 2014


  •  EUR/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, namun dibutuhkan break di bawah area 1.3645 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menuju area 1.3600. Pada pergerakan ke atas, resisten terdekat terlihat di sekitar area 1.3795, break konsisten di atas area tersebut akan memicu momentum bullish lebih lanjut, membidik area 1.3830 atau lebih tinggi.
 
  • GBP/USD. Bias bearish dalam jangka pendek menguji area 1.6475 untuk memicu tekanan bearish lebih lanjut membidik area 1.6420. Pada pergerakan ke atas, hanya break di atas area 1.6600 akan mengubah bias intraday kembali ke bullish menguji kembali area resisten kunci 1.6745.
 
  • USD/JPY. Bias bearish dalam jangka pendek menguji area 101.80, break di bawah area tersebut akan memicu tekanan bearish lebih lanjut membidik area 101.40. Pada pergerakan ke atas, resisten terdekat terlihat di sekitar area 103.00, break di atas area tersebut akan membawa harga ke zona netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas, dalam jangka pendek kemungkinan menguji area 103.55 – 103.50.
 
  • USD/CHF. Bias bullish dalam jangka pendek, namun dibutuhkan break di atas area 0.9000 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menguji setidaknya area 0.9050 sebelum menuju area 0.9095. Hanya breal di bawah area 0.8920 pada fase ini akan mengubah bias intraday kembali ke bearish menguji kembali area 0.8875 sebelum kembali pulih ke atas.
 
  • AUD/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, namun dibutuhkan break di bawah area 0.8645 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menguji setidaknya area 0.8550. Pada pergerakan ke atas, resisten terdekat terlihat di sekitar area 0.8760, break konsisten di atas area tersebut akan membawa harga ke zona netral menguji kembali area 0.8800 dalam jangka pendek.
 
  • XAU/USD. Bias bullish dalam jangka pendek menguji area 1275, break diatas area tersebut akan memicu momentum bullish lebih lanjut menguji area 1285. Pada pergerakan kebawah, support terdekat terlihat disekitar area 1250, break dibawah area tersebut akan membawa harga ke zona netral, lebih jauh menguji area 1235.
 
  • Hang Seng Futures. Bias bearish dalam jangka pendek menguji area 22100. Break di bawah area tersebut akan memicu momentum bearish lebih lanjut menguji area 22000. Pada pergerakan keatas, resisten terdekat terlihat disekitar area 22350, break diatas area tersebut akan membawa harga ke zona netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas, lebih jauh menguji area 22475.
 
  • Nikkei Futures. Bias bearish dalam jangka pendek menguji area 14875. Break di bawah area tersebut seharusnya memicu momentum bearish lebih lanjut menguji area 14760. Pada pergerakan ke atas, resisten terdekat terlihat di sekitar area 15080, break konsisten di atas area tersebut akan membawa harga naik menguji area 15250.
 
  • Kospi Futures. Bias bearish dalam jangka pendek, break ke bawah area support 252.25 dapat memicu momentum bearish lanjutan menuju area 250.00. Resisten terdekat ada pada area 254.00, break ke atas area ini dapat memicu koreksi bullish untuk menguji area 256.55. Secara keseluruhan kami masih lebih memilih outlook bearish selama harga bertahan di bawah area 258.10.

Technical Outlook 24 Januari 2014


  • EUR/USD. Bias bullish dalam jangka pendek, resisten terdekat terlihat disekitar area 1.3700. sementara support terdekat berada pada kisaran area 1.3630. Break diatas area 1.3700 seharusnya memicu momentum bullish lebih lanjut menguji area 1.3750. Disisi lain, break konsisten dibawah area 1.3630 akan membawa harga ke zona netral, lebih jauh menguji area 1.3600.
 
  • GBP/USD. Bias bullish dalam jangka pendek menguji area 1.6635, yang perlu ditembus untuk ke atas untuk memicu momentum bullish mennuju area 1.6740. Kegagalan menembus diatas area 1.6635 akan mengkoreksi harga ke 1.6575 karena indikator stochastic dan RSI berada pada wilayah jenuh beli. Break dibawah area 1.6575 akan membawa harga turun menguji area 1.6525.
 
  •  USD/JPY. Outlook bullish utama masih valid dan kecenderungan masih pada skenario bullish namun bias netral dalam jangka pendek. Support terdekat terlihat pada kisaran area 103.35 diikuti oleh 103.35. Resisten terdekat terlihat disekitar area 103.90 yang perlu ditembus untuk pergerakan ke atas dan melanjutkan skenario bullish utama menuju setidaknya area 104.50.
 
  • USD/CHF. Bias bearish dalam jangka pendek menguji area 0.8965, break dibawah area tersebut akan memicu momentum bearish lebih lanjut menguji area 0.8920. Pada pergerakan ke atas, resisten terdekat terlihat disekitar area 0.9025, break konsisten diatas area tersebut akan membawa harga ke zona netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas, lebih jauh menguji area 0.9060.
 
  • AUD/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, namun dibutuhkan break di bawah area 0.8730 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menguji setidaknya area 0.8670. Pada pergerakan ke atas, resisten terdekat terlihat disekitar area 0.8780, break konsisten di atas area tersebut akan membawa harga ke zona netral menguji area  0.8840.
 
  • XAU/USD. Bias bullish dalam jangka pendek menguji area 1275, break diatas area tersebut akan memicu momentum bullish lebih lanjut menguji area 1285. Pada pergerakan kebawah, support terdekat terlihat disekitar area 1250, break dibawah area tersebut akan membawa harga ke zona netral, lebih jauh menguji area 1235.
 
  • Hang Seng Futures. Bias bearish dalam jangka pendek menguji area 22560.Break dibawah area tersebut akan memicu momentum bearish lebih lanjut menguji area 22420. Pada pergerakan keatas, resisten terdekat terlihat disekitar area 22765, break diatas area tersebut akan membawa harga ke zona netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas, lebih jauh menguji area 22850
 
  • Nikkei Futures. Bias netral dalam jangka pendek. Resisten terdekat terlihat disekitar area 15775 sementara support terdekat berada pada area 15385. Break diatas area 15775 seharusnya memicu momentum bullish menguji area 15960. Disisi lain, break konsisten dibawah area 15385 akan membawa bias kembali ke bearish menguji area 15200.
 
  • Kospi Futures. Seperti terlihat pada grafik 4 jam, Kospi terkoreksi turun setelah gagal menembus ke atas area 258.00. Koreksi akan menuju support kunci pada area 252.25, break ke bawah area ini dapat mengubah bias menjadi bearish menuju area 250.00. Bagaimanapun juga, gagal untuk menembus ke bawah area 252.25 akan membawa harga menuju zona netral untuk bergerakan sideways pada range area 252.25 – 256.55.

Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas bergerak rebound pada perdagangan kemarin seiring investor menimbang daya tarik safe haven tersebut dengan latar belakang klaim pengangguran AS yang lebih rendah, lonjakan perumahan baru, dan data mengecewakan pada aktivitas manufaktur di wilayah Philadelphia. Logam Mulia ini telah mencatat penurunan setelah Departemen Tenaga Kerja melaporkan bahwa jumlah pengajuan pertama kali tunjangan pengangguran turun di minggu lalu ke level terendah sejak Januari 2008, dari laporan terpisah dari Departemen Perdagangan menunjukkan pembangunan rumah baru AS melonjak pada bulan Desember ke tingkat tertinggi dalam lebih dari empat tahun namun komoditi ini sedikit menguat setelah indeks aktifitas manufaktur Federal Reserve Bank Philadelphia jauh lebih lemah dari perkiraan untuk bulan Januari, jatuh menjadi negatif 5,8.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa ditutup menguat pada perdagangan kemarin, menguatnya mata uang ini seiring positifnya hasil lelang obligasi Pemerintah Spanyol mengisyaratkan meredanya kekhawatiran atas masalah hutang kawasan zona Eropa. madrid berhasil mendapatkan dana sebanyak 4,5M Euro ketika menjual obligasi yang jatuh tempo pada tahun 2015, 2018, dan 2041, dengan jumlah tersebut mencapai batas maximum dari target yang telah ditetapkan dan ini berarti Spanyol telah mendapatkan 9% dari kebutuhan pendanaan jangka menengah dan hanya perlu melakukan dua kali lelang obligasi bertenor jangka panjang.

NIKKEI

Bursa saham Jepang pada pembukaan perdagangan di hari Jumat pagi Indeks Nikkei bergerak menguat tajam, bursa saham Jepang bergerak melesat setelah pasar dilanda euphoria ditopang harapan stimulus moneter oleh bank sentral Jepang minggu depan. Sementara itu pada sesi perdagangan hari ini sebagian besar bursa saham Asia juga diperkirakan menguat didorong oleh hasil positif di bursa saham AS. Hari ini pasar fokus kepada pengumuman data ekonomi dari China yang termasuk pertumbuhan ekonomi kuartal keempat, fixed asset investment, industrial output, dan penjualan eceran, diharapkan data tersebut masih menunjukkan hasil yang positif menyusul data neraca perdagangan dan ekspor minggu lalu yang mengesankan dan data dalam negeri yang akan dirilis adalah data industrial output untuk bulan November.

Posted from WordPress for Android


Outlook Emas


Indikator MACD (12, 26, 9) di grafik H4 memperlihatkan kecenderungan naik, demikian pula indikator RSI (14) dan Stochastics (14, 3, 3). Namun di grafik H1 terlihat kecenderungan turun pada indikator MACD, RSI, dan stochastics.

Ini dapat disimpulkan bahwa kemungkinan akan terjadi koreksi atau konsolidasi dalam jangka pendek sebelum harga kembali menguat. Potensi koreksi ke area 1662-1665 sementara potensi penguatan ke area 1690an dengan resisten terdekat di 1680.

Alternatif skenario, bila terjadi pergerakan di bawah 1662, maka harga berpotensi melanjutkan penurunan ke level support berikutnya di 1653.

Bagusnya data trade balance China kemarin dan naiknya angka klaim tunjangan pengangguran mingguan AS, menguatkan sentimen terhadap resiko dan mendongkrak harga emas.

Data ekonomi hari ini: http://www.monexnews.com/calendar/index.htm

Posted from WordPress for Android


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas bergerak rebound setelah sempat merosot di hari Jumat perdagangan akhir minggu lalu seiring pelemahan dalam 4,5 bulannya setelah data AS menunjukkan pasar tenaga kerja menunjukkan penurunannya, diperkirakan The Fed kemungkinan bertahan pada stimulus moneter dalam jangka pendek ini. Komoditi ini bergerak 1,5% atau sekitar $25/troy ounce dari level terendah hariannya $1.625.65 setelah laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan employer/para majikan AS mempertahankan tingkat perekrutan mereka dalam bulan Desember dan turun tipis pada level yang dibutuhkan untuk membawa pembengkakan dalam tingkat pengangguran.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa diperdagangkan dekat 1.3070 di awal perdagangan minggu ini setelah rebound dari level rendahnya dibawah 1.3000/rendahnya 3 minggu pada perdagangan di hari Jumat malam minggu lalu. Rallynya mata uang ini pada perdagangan minggu lalu mengikuti data yang menunjukkan tingkat pengangguran AS bulan Desember lebih tinggi dari perkiraan dan menambahkan dukungan bahwa The Feds harus melanjutkan upaya stimulusnya, Bloomberg melaporkan bahwa para pelaku pasar mulai memangkas posisi untuk penurunan Euro terhadap US Dollar untuk level yang belum pernah terlihat sejak bulan Agustus 2011 menurut angka yang dirilis Commodity Futures Tading Commission.

HANGSENG

Bursa saham Hong Kong bergerak sedikit menguat pada perdagangan di awal minggu pagi ini saat saham unggulan HSBC Holdings PLC melaju setelah badan regulator industri global menunda penerapan persyaratan modal yang ketat selama kurang lebih 4 tahun, sementara saham energi turun terkait aksi profit taking setelah menguat sebelumnya. Ada beberapa saham yang bergerak bervariasi diantaranya adalah Indeks Hang Seng menguat sebesar 0.2%, Indeks Hangseng China merangkak naik sebesar 0.2%, HSBC meningkat sebesar 1.5%, Standard Chartered PLC menguat sebesar 0.8% setelah Basel Committee menurunkan persyaratan modal untuk perbankan global, dan Indeks bursa saham China naik sebesar 0.2%, adapun untuk saham-saham yang bergerak melemah diantaranya adalah saham Petro China Co yang melorot sebesar 0.9%, CNOOC Ltd yang turun sebesar 0.8%, saham China Life Insurance Co melemah sebesar 0.4%.

Posted from WordPress for Android


Market Outlook Today


Official portrait of United States House Speak...

Official portrait of United States House Speaker (R-Ohio). (Photo credit: Wikipedia)

EMAS

 

Komoditi Emas merosot cukup dalam pada perdagangan kemarin, merosotnya komoditi ini setelah juru bicara DPR AS John Boehner pada proposal terakhir tentang fiscal cliff pada Presiden Barack Obama akan untuk pertama kalinya melihat kenaikan pajak pendapatan (untuk pendapatan kelas atas). Komoditi Emas diperdagangkan sedikit berubah perdagangan kemarin  dari tanda-tanda dari pergerakan nyata pertama minggu ini dalam negosiasi berkenaan dengan fiscal cliff yang mana menetralkan beberapa aksi beli padasafehaven komoditi Emas. Pada awalnya komoditi ini menguat dari harapan bahwa BoJ akan menggunakan stimulus moneter yang lebih setelah PM Jepang berikutnya Shinzo Abe menyebutkan langkah agresif untuk mendorong pertumbuhan.

 

GBP/USD

 

Sterling bergerak menguat pada perdagangan kemarin dipicu oleh menguatnya permintaan dari investor Timur Tengah dan perusahaan yang ingin melakukan hedge, beberapa analis memprediksi Sterling masih berpotensi melanjutkan penguatan jika politisi Amerika gagal mengatasi fiscal cliff.  Untuk selanjutnya fokus para pelaku pasar tertuju rilis data inflasi Inggris pada hari ini Selasa dan besok Rabu MPC Meeting Minutesyang mungkin akan memberikan sinyal tentang kemungkinan QE lebih lanjut. Sementara itu analis mata uang RBS Melinda Burgess memperkirakan jika rilis data penjualan ritel pada hari Kamis mendatang justru diperkirakan lebih berpotensi mendongkrak Sterling, secara keseluruhan BoE masih akan menunjukkan sikapdovish mereka dan Sterling kemungkinan akan lebih bereaksi terhadap data penjualan ritel minggu ini yang diperkirakan akan menunjukkan peningkatan dan memberi katalis positif.

 

HANGSENG

 

Bursa saham Hongkong bergerak menguat tipis pada perdagangan dihari Selasa pagi, bursa saham Hongkong ikut menguat setelah bursa saham AS ditutup di teritori positif pada akhir perdagangannya kemarin. Harapan pasar mengenai segera tercapainya rancangan anggaran di AS telah memberikan dorongan menguat ke bursa-bursa saham global termasuk Asia, harapan ekonomi China juga mengalami pemulihan yang solid turut mendongkrak bursa saham Hongkong positif.

 


Market Outlook Today


The New York Stock Exchange, the world's large...

The New York Stock Exchange, the world’s largest stock exchange by market capitalization (Photo credit: Wikipedia)

EMAS

 

Komoditi Emas kembali bergerak melemah lebih dari 1% seiring kekecewaan pasar terhadap lambatnya persetujuan budget AS pada perdagangan kemarin, padahal US dolar melemah dan  harga minyak mentah juga ikut melemah sehingga semua komoditas lain melemah. Ketidakpastian ekonomi yang berhubungan dengan pembicaraan budget AS dan mengenai heavy selling setelah penutupan option minggu lalu yang juga meyebabkan komoditi ini melemah.

 

AUD/USD

 

Mata uang Australia koreksi tipis pada perdagangan di sesi Asia pagi ini, mata uang Aussie sedikit melemah meskipun masih berada di kisaran tertinggi dalam lebih dari satu minggu belakangan. Melemahnya mata uang ini terjadi setelah rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal ke III di Australia menunjukkan hasil yang kurang dari harapan. Rilis data pagi ini mengenai pertumbuhan ekonomi kuartal ke III di Australia data menunjukkan bahwa di kuartal ke III terjadi pertumbuhan ekonomi sebesar 0.5% (q/q), meskipun tidak terlalu buruk namun hasil tersebut masih kurang dari ekspektasi yang sebesar 0.6%. Pertumbuhan di kuartal ke III ini juga melambat dari pertumbuhan yang terjadi di kuartal ke II yang sebesar 0.6%.

 

NIKKEI

 

Bursa saham Jepang awal pembukaan perdagangan disesi Asia cenderung bergerak sedikit melemah, bursa saham Jepang tergerus melemah melanjutkan pergerakan negatif pada sesi perdagangan sebelumnya. Para investor bersikap negatif setelah bursa saham Wall Street melemah akibat menguatnya kekhawatiran mengenai anggaran AS. Namun setelah sedikit melemah Indeks Berjangka Nikkei bergerak rebound seiring bursa saham AS menyingkirkan sentimen di Asia dalam penutupan lemahnya kemarin, saat para politikus di sana masih berselisih pendapat terkait solusi untuk masalah keuangan guna menghindari kenaikan pajak dan pemangkasan anggaran belanja yang mungkin akan mendorong AS ke jurang resesi.