Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “moneter

Analisa Emas


Harga emas terlihat masih belum kuat bertahan di atas level $1600 per tory ons yang menandakan bahwa pergerakan harga emas masih tertekan turun. Pagi ini harga emas membentuk resisten di kisaran 1601 dan melemah kembali ke bawah area 1600. Bila kembali menembus ke bawah area support di 1597, harga bisa kembali melemah ke area 1593. Sementara penembusan ke atas resisten, akan membuka peluang penguatan ke area 1606 (MA 200 grafik 1 jam). Pekan ini ada 4 bank sentral yang akan mengumumkan kebijakan moneternya. Bank Sentral Jepang yang paling ditunggu hasilnya mengingat gubernur baru telah terpilih (Kamis, 4 April 2013). Dan bila hasilnya akan ada kebijakan pelonggaran moneter yang lebih agresif, tentunya akan men-support harga emas dari tekanan penurunan.


Market Review Asia


Market Review Asia :

Melemahnya dollar AS menahan Euro di tingginya 3 pekan hari Senin saat data pertumbuhan AS menaikkan ekspektasi bahwa Fed akan mempertimbangkan pelonggaran moneter. Nikkei ditutup naik terkait naiknya harga komoditi yang mengangkat saham-saham sumber daya. KOSPI beranjak naik ke tingginya penutupan 1 pekan, terangkat reli sektor otomotif dan pulihnya saham-saham perkapalan. Hang Seng menguat, dipimpin perbankan China setelah membukukan laba per kuartal. IHSG ditutup naik 16.751 poin terkait menguatnya sektor aneka industri dan perdagangan.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas bergerak melemah pada perdagangan kemarin, logam mulia ini bergerak dalam koreksi yang wajar setelah sempat mencapai posisi tertinggi dalam lebih dari 7 minggu pada perdagangan akhir minggu lalu. Komoditi Emas melemah menjelang pertemuan para petinggi Uni Eropa yang rencananya akan membahas penanganan krisis utang di kawasan tersebut. Yunani berusaha menolak campur tangan terhadap komisioner Uni Eropa dalam penyusunan anggaran dalam negerinya dengan alasan harga diri, kondisi ini dapat mengakibatkan penundaan atau pembatalan pemberikan bantuan tahap ke 2 bagi Negara ini, Yunani dan kreditor swastanya diharapkan akan segera melengkapi perjanjian pemotongan utang dalam minggu ini.

GBP/USD

Sterling menguat terhadap Euro pada perdagangan kemarin menyusul investor masih menunggu perkembangan dari kesepakatan swap utang Yunani dan menjelang KTT Uni Eropa yang diperkirakan tidak akan banyak membantu mendorong penguatan Euro, Yunani harus mencapai kesepakatan dengan kreditor swasta untuk memperoleh paket bailout ke 2 guna mengindari resiko default. Kondisi yang masih penuh ketidakpastian tersebut telah menekan Euro secara umum dan memicu mata uang tunggal Eropa terkoreksi sebesar 0,5% terhadap Sterling, Sterling berpotensi melemah minggu ini jika data purchasing managers’ surveys periode bulan Januari untuk sektor manufaktur, konstruksi, dan jasa menambah gambaran memburuknya kondisi ekonomi Inggris dan menambah prospek untuk berlanjutnya pelonggaran moneter oleh Bank Sentral Inggris. Pasar memprediksi BoE akan meningkatkan pembelian aset melalui program Quantitative Easing di bulan Februari dan hal ini berpotensi menekan sterling, meskipun komentar dari petinggi BoE David Miles Jumat lalu telah melemahkan prospek tersebut. Miles menegaskan bahwa merupakan pandangan yang terlalu berlebihan yang menganggap bahwa QE pasti akan berlanjut.

HANGSENG

Indeks Berjangka Hangseng bergerak menguat pada perdagangan di hari Selasa pagi ini, pada perdagangan terakhir bulan Januari 2012 ini bursa saham Asia diliputi oleh sentimen menguat, mengabaikan hasil akhir perdagangan di bursa saham Wall Street pada perdagangan kemarin yang cenderung tertekan. Bursa saham Hongkong membukukan kenaikan yang cukup signifikan ditopang oleh pergerakan saham – saham lapis biru yang cukup solid menguat diantaranya adalah Hangseng Bank, Henderson Land, SHK Property, dan Sino Land. Di perkirakan Indeks Berjangka Hangseng hari ini berpotensi menguat, dan pergerakan masih terbatas karena saat ini masih cenderung berada dalam fase konsolidasi.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas pada perdagangan kemarin bergerak menguat, dan sempat menguat hingga mencapai posisi tertinggi dalam nyaris 7 minggu belakangan setelah US dolar merosot akibat pernyataan The Fed yang akan mempertahankan suku bunga acuan pada tingkat rekor terendah saat ini hingga tahun 2014 mendatang atau setidaknya pertengahan tahun 2013. Penentu kebijakan bank FOMC pada hari Rabu lalu mengumumkan bahwa pihaknya akan mempertahankan kebijakan moneter sangat akomodatif untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional yang rapuh, FOMC mengatakan suku bunga acuan akan tetap mendekati nol setidaknya hingga 2014 memperpanjang jangka waktu sebelumnya pertengahan 2013.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa ditutup stagnan setelah sempat berhasil menguat ke level tertinggi sejak 5 minggu terakhir terhadap US dolar dan Yen, menyusul rilis data ekonomi Amerika yang membaik serta sinyal dipertahankannya suku bunga The Fed dalam beberapa tahun mendatang yang meningkatkan minat investor terhadap aset beresiko. Kinerja Euro juga terbantu oleh adanya pemberitaan bahwa para kreditur swasta diperkirakan akan mencapai kesepakatan dengan pemerintah Yunani untuk menurunkan tingkat bunga dari program bond swap untuk mempertahankan Yunani dari kondisi gagal bayar hutang. Sementara itu imbal hasil obligasi pemerintah Italia dengan tenor 10 tahun untuk pertama kalinya dalam 6 minggu terakhir berhasil melemah dibawah 6%. Para analis mengingatkan bahwa para investor saat ini memandang potensi gagal bayar Yunani mulai mereda, namun sebaliknya para analis juga mengingatkan resolusi penanganan krisis hutang kawasan ini belum tercapai secara komprehensif dan signifikan. Untuk itu tetap waspadai potensi gerak turun sebagai koreksi dari penguatan kinerja aset ‐ aset beresiko dalam beberapa sesi terakhir.

NIKKEI

Bursa saham Jepang pada perdagangan di hari Jumat pagi ini bergerak nyaris flat, bursa saham Jepang dibuka naik sangat tipis di tengah mulai redupnya rally yang sempat berlangsung sejak minggu yang berakhir tanggal 6 Januari lalu. Ada beberapa saham bergerak yang variatif di antaranya adalah Toyota dan Sony bergeraka melemah, sementara itu Komatsu dan Nissan bergerak menguat. Di perkirakan Indeks Berjangka Nikkei pada perdagangan hari ini berpotensi bergerak melemah.