Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Monetary Policy Committee

Weekly Market Outlook 20 – 25 Juni 2011


Market Outlook 20 – 25 Juni 2011

15 dari 23 pedagang, investor, dan analis yang disurvei oleh Bloomberg mengatakan Komoditi Emas akan naik minggu ini. Komoditi Emas naik sebesar 7,5% tahun ini, mencapai harga tertingginya di $1,577.60/troy ounce pada tanggal 2 Mei 2011, karena investor mencari logam mulia sebagai perlindungan kekayaan terhadap kenaikan inflasi dan penurunan nilai mata uang.
Monetary Policy Meeting Minutes, RBA (Reserve Bank of Australia) pada 21 Juni 2011 pukul 08:30 WIB akan membahas kondisi ekonomi yang mempengaruhi keputusan mereka dalam menentukan tingkat suku bunga kedepan. Hasil yang positif akan men-support Aussie.

German ZEW Economic Sentiment dan German Ifo Business Climate Level indeks gabungan berdasarkan survei investor dan analis institusi Jerman, dan Level indeks gabungan terhadap manufaktur, bangunan, grosir dan pengecer. Laporan keduanya bulan ini di prediksi mengalami penurunan.

Existing Home Sales Jumlah bangunan yang terjual per tahun kecuali konstruksi yang baru di Amerika Serikat diprediksi akan mengalami penurunan, sebesar 4.83M, dari 5.05M. Apabila pada 21 Juni 2011 di rilis di bawah 4.83M, maka akan berdampak negatif bagi Dollar.

Monetary Policy Committee (MPC) meeting minutes, Bank of England (BOE) Pada tgl 22 Juni 2011 akan mengadakan pertemuan mengenai kebijakan moneter, yang mempengaruhi keputusan mereka dalam menentukan tingkat suku bunga kedepan. Hasil yang positif akan menguntungkan Sterling.

FOMC (Federal Open Market Committee) Statement Bank sentral Amerika Serikat pada tgl 22 Juni 2011 akan menyampaikan pernyataannya mengenai ekonomi Amerika, di barengi dengan penetapan tingkat suku bunga  pada Federal Funds Rate. dilanjutkan dengan FOMC Press Conference. Diprediksi The Fed tetap mempertahankan tingkat suku bunga di bawah 0.25%.

Inflation Report Hearings, Gubernur BOE (Bank of England) dan beberapa anggota MPC (Monetary Policy Committee) Pada tanggal 23 Juni 2011 akan menyampaikan testimoni mengenai inflasi. Pernyataan yang optomistik akan berdampak positif bagi Poundsterling.

New Home Sales. 

Jumlah rumah baru yang terjual di Amerika Serikat yang akan di rilis pada tgl 23 Juni 2011, di prediksi mengalami penurunan tipis, sebesar 311.000, dari 323.000. Apabila di rilis di bawah 311.000 maka akan berdampak negatif bagi Dollar.

BOE (Bank of England) Gov King Speaks, Gubernur Bank of England – Mervyn King Akan menyampaikan pidatonya pada 24 Juni 2011 pukul 16:30 WIB mengenai kebijakan moneter Inggris. Pernyataan yang optimistik akan menguntungkan Poundsterling.

Untuk indikator ekonomi global pada minggu ini tidak banyak rilis data ekonomi global yang penting, namun pengumuman suku bunga the Fed pada Rabu malam nanti akan jadi perhatian besar pasar, walau kemungkinan masih akan bertahan rate-nya. Secara umum agenda rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

Dari kawasan Amerika: Berupa rilis data Existing Home Sales pada Selasa malam; kemudian pengumuman Federal Funds Rate yang keumungkinan besar bertahan di level 0.25% pada Rabu tengah malam; berlanjut dengan rilis New Home Sales serta rilis tenaga kerja Unemployment Claims mingguan yang biasa menjadi perhatian pasar pada Kamis malam; terakhir adalah Core Durable Goods Orders pada Jumat malam.

o Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa pengumuman German ZEW Economic Sentiment pada Selasa sore; serta German Ifo Business Climate di waktu Jumat petang.

Minggu lalu di Pasar Forex Nilai tukar mata uang dollar mengalami penguatan secara umum lebih di akibatkan melemahnya mata uang Euro di minggu yang kedua, di tengah menguatirkannya situasi menuju ‘default’ untuk Yunani.

Index dollar terpantau naik ke level 75.445 dari yang pernah di 73’an.
Minggu yang lalu Euro terus melemah di minggu yang kedua oleh situasi makin terkungkungnya perekonomian Yunani, yang kemudian rebound di akhir minggu dengan EUR/USD bertengger di level 1.4305. Untuk minggu ini market range-nya akan berada antara resistance pada 1.4690 dan 1.4940, sedangkan level support di 1.4253 dan kemudian pada 1.3970.

Poundsterling Pada minggu lalu juga terkoreksi terhadap dollar, walau tidak setajam Euro, dan berakhir di level 1.6177. Untuk minggu ini, level Resistance terdekat pada 1.6548 dan kemudian 1.6747, sedangkan Support kalau tembus 1.6059 akan berada pada 1.5932 dan kemudian 1.5752.
Untuk USD/JPY Secara umum minggu lalu melemah terbatas dan ditutup di 80.01, pasar di minggu ini berada di antara Resistance pada 82.27 dan 85.59, serta Support level pada 78.82.

Sementara itu Aussie dollar terpantau seminggu lewat menguat terbatas yang berakhir di 1.0617. Range minggu ini masih di antara resistance 1.0887 dan 1.10 sementara support level di 1.0440 dan 1.0288.

Untuk pasar di Stock Index Futures pada minggu lalu di regional Asia masih terus melorot di minggunya yang ketujuh secara umum, tertekan oleh kekuatiran akan sentiment situasi ekonomi di Yunani dan Eropa.

Indeks Nikkei sementara ini masih tetap konsolidasi, berakhir di 9375. Rentang pasar saat ini antara level resistance di 10300 dan kemudian ke level 10875, serta support pada level 9360 dan lalu 8370. Sementara itu,
Indeks Hangseng Berjangka di Hongkong minggu lalu ditutup melemah tajam ke level 21609. Minggu ini masih berada dalam range level resistance di 22617 dan berikutnya 23785, sementara support-nya di 21026 serta 20250.

Bursa saham Wall Street minggu lalu masih sempat melemah namun rebound di akhir pekannya untuk menahan lanjutan pelemahan terpanjang sejak 2008, diwarnai dengan concern global terhadap ancaman resesi baru dunia.

Dow Jones Industrial berakhir di level 12004.30; saat ini dalam range resistance terdekat level 12573 dan kemudian 12876, sementara support di level 11566 dan pada 10950.

Index S&P 500 minggu lalu naik sedikit naik ke level 1271.50. Berikutnya, maka market range-nya akan berada di antara resistance level 1296 dan 1345, sementara level support berada di 1250 dan 1170.

Untuk Pasar Emas Minggu lalu terpantau menanjak terbatas di tengah munculnya kekuatiran ancaman resesi atas perekonomian global, dan berakhir di $1538.45/troy ounce, sesuai presdiksi sebelumnya. Untuk minggu ini Emas di perkirakan dengan bertahap masih berpeluang menguat kembali oleh kenaikan demand dan safe haven, dengan rentang berada antara Resistance pada $1574 dan $1580, sementara Support ada di $1460 serta berikut $1410/troy ounce. Di Indonesia, harga emas terpantau sedikit menguat di tengah terkoreksinya rupiah, ditutup di akhir pekan pada Rp 424,600

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook 18 – 23 April 2011


Market Outlook 18 – 23 April 2011

Emas kembali melonjak hingga kembali terbentuk rekor tertinggi sepanjang sejarah di $1,487.8/troy ounce, naiknya Emas di dorong oleh tekanan inflasi di China. Inflasi di China dipercepat 5,4% pada bulan Maret, dan produk domestik bruto diperluas 9,7% pada kuartal pertama. Gubernur bank sentral – Zhou Xiaochuan mengatakan bahwa pengetatan moneter akan berlanjut untuk “beberapa waktu”.Monetary Policy Meeting Minutes, RBA (Reserve Bank of Australia) pada 19 April 2011 akan menyampaikan pandangannya terhadap ekonomi Australia, termasuk kemungkinan tingkat suku bunga dan kebijakan ekonomi kedapannya. Pernyataan yang optimistik akan menambah penguatan bagi Aussie.MPC (Monetary Policy Committee) Meeting Minutes, pertemuan komite kebijakan moneter Bank of England pada 20 April 2011 akan membahas kondisi ekonomi Inggris, pertemuan ini akan mempengaruhi keputusan BOE dalam menetapkan tingkat suku bunga mendatang.Existing Home Sales, jumlah bangunan yang terjual per tahun, kecuali konstruksi yang baru di Amerika Serikat diprediksi akan mengalami kenaikan, sebesar 5.04M, dari 4.88M. Apabila dirilis di atas 5.04M, maka akan berdampak positif bagi Dollar.German Ifo (Information and Forschung) Business Climate, level indeks gabungan terhadap manufaktur, bangunan, grosir dan pengecer di Jerman diprediksi mengalami sedikit penurunan, sebesar 110.7, dari 111.1. Apabila dirilis di bawah 110.7, maka akan berdampak negatif bagi Euro.Retail Sales, perubahan nilai total inflasi pada sektor penjualan retail di Inggris diprediksi mengalami kenaikan sebesar -0.5%, dari -0.8%. Apabila dirilis di atas -0.5%, maka akan sedikit mensupport Poundsterling.Unemployment Claims dan Philly Fed Manufacturing Index, laporan jumlah warga AS yang masuk dalam asuransi pengangguran, dan  level indeks gabungan berdasarkan survei manufaktur Philadelphia akan di rilis pada 21 April 2011, Apabila keduanya dirilis positif, maka akan menguntungkan Dollar.Untuk indikator ekonomi global, pada minggu ini tidak banyak rilis berita ekonomi global yang penting menjelang hampir semua pasar akan libur panjang Paskah hari Jumat. Secara umum, rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:
• Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Building Permits pada Selasa malam; lalu data Existing Home Sales di Rabu malam; selanjutnya Philly Fed Manufacturing Index untuk indicator industry bersamaan dengan data tenaga kerja Unemployment Claims mingguan yang biasa menjadi perhatian pasar dirilis pada Kamis malam.
o Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa rilis MPC Meeting Minutes pada Rabu sore untuk mengetahui kecenderungan arah suku bunga terdekat dari Bank of England; data German Ifo Business Climate pada Kamis.
Minggu lalu di Pasar Forex, nilai tukar mata uang dollar masih kembali melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia, di antaranya karena kemungkinan masih agak lama the Fed menaikkan suku bunga acuannya, dengan akhir index dollar di level 74.820 di area terendahnya sejak Desember 2007.
Pekan yang lalu Euro memangkas trend bullish-nya belakangan ini oleh kekuatiran atas bailout bagi Yunani, dengan Euro berakhir di level 1.4426. Untuk minggu ini market range-nya akan berada antara resistance berikut pada 1.4574 dan mengarah ke 1.5, sedangkan level support di 1.4240 dan kemudian pada 1.4014.

Poundsterling minggu lalu umumnya fluktuatif terhadap dollar dan berakhir flat di level 1.6324. Untuk minggu ini, level resistance terdekat menjadi pada 1.6461 dan kemudian 1.6878, sedang support berada pada 1.6224 dan kemudian 1.6092.

Untuk USD/JPY minggu lalu bergerak melemah ditutup di 83.23 sebagai bentuk koreksi teknikal di tengah pelemahan kembali USD. Pasar di minggu ini berada di antara resistance pada 86.00, serta support level pada 81.55.

Sementara itu, Aussie dollar terpantau seminggu lewat masih kembali menguat setelah sempat terkoreksi, terangkat kenaikan harga komoditas yang berakhir di 1.0554. Range minggu ini antara resistance 1.07 dan 1.10 sementara support level di 1.0283 dan 1.0203.

Untuk pasar di Stock Index Futures, pada minggu lalu di regional Asia umumnya tertahan atau melemah dengan tingginya data inflasi di China dan proyeksi IMF akan pertumbuhan ekonomi global yang berkurang.

Indeks

Nikkei minggu lalu agak tertekan yang berakhir melemah pada 9590. Minggu ini, akan menemui level resistance terdekat di 9824 dan kemudian mulai menembus level 10,000 ke level 10325. Adapun support pada level 9305 dan lalu 8370.

Sementara itu, Indeks Hangseng Berjangka di Hong Kong minggu lalu juga tergerus, ditutup di level 23965. Minggu ini akan berada dalam range level resistance di 24460 dan berikutnya 24945, sementara support-nya di 22966 dan selanjutnya 22098.

Bursa saham Wall Street minggu lalu alami juga koreksi terutama S&P500 oleh data earnings beberapa emiten besar yang lebi rendah dari perkiraan. Dow Jones Industrial minggu ini akan berusaha menjumpai level resistance terdekat 12459 serta 13135, sementara support di level 12160 dan kemudian pada 11555. Index S&P 500 minggu lalu tertekan, sehingga market range saat ini antara resistance di level 1340 dan 1404, sementara level support berada di 1250 dan 1218.

Untuk Pasar Emas, minggu lalu secara tak terbendung kembali terus mencetak rekor tertinggi baru sepanjang sejarahnya di beberapa level baru sehingga berakhir di $1486.65/troy ounce akibat pilihan safe haven investment. Untuk minggu ini emas akan berpeluang menanjak lagi, walau perlu diwaspadai koreksi pasar, dengan rentang berada antara resistance pada $1500/troy ounce, sementara support ada di $1440.00/troy ounce serta berikut $1418/troy ounce. Di Indonesia, harganya menanjak tajam ke sekitar Rp 414 ribu/gramnya, di mana kenaikan emas global tertunjang oleh konsolidasi mata uang rupiah.

Posted with WordPress for BlackBerry.


BREAKING NEWS KAMIS, 10 MARET 2011


GBP/USD

Sterling rally jelang BOE

Sterling menguat terhadap dollar, euro dan yen berkat data perdagangan Inggris yang membaik dan menjelang hasil rapat reguler BOE. Sterling berhasil rebound terhadap greenback setelah laporan yang memperlihatkan defisit Inggris menyusut jadi 7,06 miliar pound di Januari dari 9,69 miliar pound di Desember.  Defisit Januari itu lebih rendah dari prediksi 8,5 miliar pound dan terendah dalam 11 bulan terakhir. Data perdagangan itu, mengindikasikan ekspor cukup tinggi pada periode tersebut, memberi dorongan ke sterling. Perhatian pasar kini tertuju ke hasil rapat reguler BOE, yang menentukan suku bunga. Pasar memperkirakan BOE akan mempertahankan rate-nya di 0,5%, di tengah pemulihan ekonomi yang rentan tapi inflasi tinggi.

 

Namun pasar ingin melihat seberapa besar kemungkinan BOE akan menaikkan suku bunganya lebih cepat. Sterling telah menguat 3,7% terhadap dollar tahun ini karena spekulasi BOE akan menaikkan suku bunganya untuk meredam inflasi. Kenaikan harga pangan dan energi mendorong inflasi ke 4%, tertinggi sejak Nopember 2008. Ada prediksi di pasar uang, BOE akan menaikkan suku bunganya sebesar 25 bps secepatnya pada Juni. BOE sepertinya berada dalam dilema, inflasi tinggi di saat pertumbuhan masih lesu. Selain BOE, pasar juga menantikan data produksi industrial Inggris. Data yang bagus bisa sedikit mengangkat sterling.

EUR/USD

Mengenai mata uang lain, Euro stagnan di kisaran $1,39, tertahan oleh kecemasan mengenai kondisi fiskal beberapa negara Eropa yang terlilit utang besar. Isu krisis utang sepertinya masih menghambat laju Euro.  Euro berhasil mengurangi kejatuhannya terhadap dollar namun gagal  melaju lebih lanjut. Dalam lelang kemarin, yield obligasi Portugal naik ke level tertinggi sejak peluncuran euro pada 1999. Kenaikan yiled ini mencerminkan kecemasan negara itu diambang bailout, seperti Yunani dan Irlandia.

 

Euro tertahan karena pasar sedang mengimbangi isu krisis utang dengan prospek kenaikan suku bunga ECB. Kenaikan suku bunga dapat mempersulit ketiga negara di atas dan Spanyol dalam mendorong pertumbuhan. Pasar akan mencermati pertemuan Uni Eropa besok yang akan membahas penyelesaian krisis utang.  Untuk hari ini, data Eropa terjadwal adalah data perdagangan Jerman, yang akan dicermati untuk menilai seberapa jauh dampak penguatan euro terhadap kinerja ekspor.

 

USD/CHF

Franc Swiss menguat terhadap dollar karena kenaikan inflasi meningkatkan ekspektasi Bank Sentral (SNB) akan semakin hawkish. Franc juga diburu karena permintaan safe haven di tengah konflik Libya. Laporan militer Libya membombardir kota minyak Ras Lanuf mendorong investor memburu franc.

MINYAK

Libya Bergejolak, Harga Minyak Meroket

Kontrak minyak melambung di perdagangan Asia terkait meningkatnya kekisruhan di Libya, yang menyebabkan hancurnya fasilitas minyak. Pasukan yang loyal pada Kol. mengintensifkan serangan pada para pemberontak. Pertikaian terjadi di sebelah barat Tripoli dan menghentikan serangan oposisi di sebelah selatan. Sementara itu, stasiun minyak utama Es Sider terbakar setelah pasukan udara Gadhafi membombardir komplek. Stasiun televisi Libya menyalahkan pasukan pemberontak atas peristiwa itu. Kilang minyak  Ras Lanuf masih utuh namun tetap ditutup terkait adanya usaha untuk mengambil alih Ras Lanuf. Stasiun minyak Zawia dan Es Sider telah ditutup. Minyak Nymex April menguat 47 sen di $104.85/barrel di Globex. Minyak ICE Brent crude 53 sen lebih tinggi di $116.47/barrel. (By monexnews.com)


Market Outlook


Selasa, 22 Februari 2011

MINYAK
Jika harga minyak naik US$ 30, ancaman resesi global kembali mengintai dunia!

Kontrak harga minyak terus melaju. Bahkan, harga minyak kian mendekati level tertinggi sejak September 2008. Pada pukul 15.22 waktu New York, kontrak harga minyak jenis Brent melonjak 5,6% menjadi US$ 108,30/barel. Kecemasan investor akan situasi politik Timur Tengah menjadi pemicu utama. Seperti yang diketahui, pasukan militer Libya menyerang pelaku demonstrasi anti pemerintah seiring menyebarnya aksi serupa di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. Padahal, dua kawasan ini menyumbang 36% dari total produksi minyak dunia. “Investor dipastikan sangat cemas karena hal itu bisa berdampak pada harga minyak. Jika harga minyak melonjak sebesar US$ 20 atau US$ 30, kita akan kembali masuk ke resesi global,” jelas Bill Belchere, global chief economist di Mirae Asset Securities. (Bykontan.co.id)

EMAS
Emas Diatas $1.400 Bersama Menyebarnya Ketegangan

Harga emas naik diatas $1,400.00/troy ounce hari Senin untuk pertama kalinya dalam hampir 1 minggu seiring berkembangnya ketegangan di Afrika Utara dan Timur tengah, mendorong minat terhadap logam mulia. Ketegangan di wilayah Timur Tengah, tepatnya Mesir dan Tunisia, dimana para demonstran telah menurnkan para pimpinan dalam sebulan belakangan, mengancam kepemimpinan mereka dimana pun. Spot emas naik ke tingginya 7 minggu di $1,396.1, sebelum turun tipis ke $1,395.90/troy ounce. Emas bersiap memasuki sesi penguatan 6 sesi berturut-turut. Kontrak emas AS untuk pengiriman April naik 0.7% ke $1,395.90/troy ounce, dibandingkan ke penyelesaian kontrak di $1,388.60/troy ounce. (Bymonexnews.com)

GBP/USD
Profit Taking Jerumuskan Sterling Hingga di Bawah $1.62

Sterling makin terpuruk di hari Selasa akibat diterpa aksi profit taking dan gagal mengupayakan penguatannya meski dilatarbelakangi naiknya harapan bahwa Bank of England akan segera menaikkan suku bunga. Fokus pasar minggu ini akan tertuju pada minutes pertemuan BoE bulan Februari pada hari Rabu besok, dengan harapan ada anggota pembuat kebijakan lainnya yang bergabung dengan Andrew Sentance dan Martin Weale untuk menyuarakan kenaikan suku bunga. Sampai berita ini diturunkan GBPUSD tengah bergerak di kisaran $1.6158, anjlok 69 poin dari level tinggi $1.6227 yang tercatat pukul 07.00 WIB pagi. Sterling masih memiliki level support kuat di area $1.6100 bila pelemahan tidak dapat terbendung. (Bymonexnews.com


Market Outlook


via Flickr”]Organizing monetary policy and decides about i...

Market Outlook 7 – 12 February 2011

Para pelaku pasar nampaknya masih berhati-hati menyikapi anjloknya data NFP (Non Farm Payroll). Hal ini bisa di lihat dengan tidak banyaknya pergerakan Dollar terhadap mata uang utama dunia pada akhir pekan lalu.

Data Non Farm Payroll anjlok akan tetapi jumlah pengangguran di Amerika mengalami banyak penurunan, sebesar 9.0%, dari 9.4%. Hal inilah yang membuat para pelaku pasar masih berhati-hati dengan Dollar.

Retail Sales, Perubahan nilai total inflasi di Australia pada sektor retail di prediksi naik sebesar 0.5%, dari 0.3%. Apabila di rilis di atas 0.5%, maka akan men-support Aussie mendekati level tertinggi terhadap Dollar.

Employment Change, Perubahan jumlah tenaga kerja di Asutralia di prediksi kembali mengalami kenaikan, sebesar 20.300, setelah bulan lalu mengalami penurunan tajam akibat banjir besar. Apabila di rilis di atas 20.300 maka akan berdampak positif bagi Aussie.

Unemployment Rate, Jumlah pengangguran di Australia yang aktif mencari pekerjaan di prediksi tidak ada perubahan dari bulan lalu, tetap 5.0%. Apabila di rilis di bawah 5.0%, maka akan menambah penguatan bagi Aussie.

Trade Balance, Selisih nilai antara barang ekspor dan impor di China di prediksi kembali menurun sebesar 10.3B, dari 13.1B. Apabila Trade Balance mengalami kenaikan, maka akan berdampak positif bagi Saham utama China dan Asia, karena  China merupakan Negara yang berpengaruh terhadap pergerakan saham-saham Asia.

Monetary Policy Committee (MPC) Rate Statement dan Official Bank Rate, BoE (Bank of England) akan menyampaikan pernyataan-pernyataan mengenai kondisi ekonomi Inggris, dan kebijakan yang di tempuh kedepannya. Di ikuti dengan di rilisnya suku bunga, di prediksi suku bunga tetap di 0.50%.

Trade Balance, Selisih nilai antara barang ekspor dan impor di Amerika di prediksi mengalami penurunan sebesar -40.4B, setelah 3 bulan terakhir berturut-turut mengalami kenaikan. Apabila Trade Balance mengalami kenaikan, maka akan berdampak positif bagi Dollar.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang akan diisi beberapa saja rilis berita ekonomi penting, di antaranya pengumuman suku bunga di Inggris yang diperkirakan masih tetap bertahan di level sebelumnya. China masih akan libur panjang Imlek sampai dengan Selasa depan. Secara umum, rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Unemployment Claims mingguan yang biasa menjadi perhatian pasar –pada Kamis malam; kemudian Trade Balance atau Neraca Perdagangan dan Prelim UoM Consumer Sentiment di Jumat malam.

o Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa data Manufacturing Production Inggris pada Kamis petang dilanjutkan dengan pengumuman suku bunga Inggris yang kemungkinan bertahan di level 0.5%. Namun demikian, investor global sedang menantikan hasil MPC meeting yang bisa mengindikasikan bertambahnya kemungkinan kenaikan suku bunga pada periode berikutnya.

o Dari Australia: berupa pengumuman Retail Sales pada Senin pagi, lalu Unemployment Rate pada Kamis pagi.

Minggu lalu di pasar forex, nilai tukar mata uang dollar cukup volatile dengan melorot di awal minggu dan rebound di tengah sampai akhir minggu, lebih karena fluktuasi euro, dengan index dollar AS berakhir di level 78.020, terangkat juga oleh menurunnya tingkat pengangguran di AS.

Pekan yang lalu euro sempat mengalami rally sampai level 12 minggu tertinggi menjelang hari pengumuman rate ECB namun kemudian terpangkas hampir 250 pips setelah Trichet menyebutkan bahwa infasi di Eropa tergolong “moderat” dan berakhir di level 1.3589, nyaris flat dengan level penutupan minggu sebelumnya. Untuk minggu berjalan ini market range akan berada antara level resistance pada 1.3858 dan berikutnya di 1.4278, sedangkan level support di 1.3240 dan kemudian pada 1.2867.

Poundsterling minggu lalu umumnya menguat vs dollar tapi terpangkas di akhir minggu ke level 1. 6099, sejalan dengan membaiknya data pengangguran AS. Untuk minggu ini, level resistance terdekat pada 1.6300 dan kemudian 1.6460, sedang support berada pada 1.5745 dan kemudian 1.5340.

Untuk USDJPY minggu lalu cenderung menguat terbatas, dengan kenaikan USD secara global. Pasar di minggu ini nampaknya masih sama berada di antara support level 80.90 dan 80.22, serta resistance pada 83.67 dan 84.50. Sementara itu, Aussie dollar terpantau seminggu lewat menguat oleh prespek ekonomi dan kenaikan inflasi; ditutup pada level 1.0140. Range minggu ini tetap antara resistance 1.0230 dan 1.03 sementara support level di 0.9794.

Untuk pasar di stock index futures, pada minggu lalu indeks Nikkei menguat sekitar 300 poin oleh membaiknya perkembangan bisnis, berakhir di 10540. Minggu nanti Nikkei berjangka akan dalam rentangan resistance terdekat pada 10630 yang bila tembus akan mengarah ke level berikutnya di 11393. Adapun support pada level 10150 dan lalu 9906. Sementara itu, Indeks Hang Seng berjangka di Hong Kong minggu lalu sempat tergelincir namun kemudian merangkak naik 730 poin, ditutup di level 23958. Minggu ini akan berada dalam range level resistance di 24477 dan berikutnya 24945, sementara support-nya di 23280 selanjutnya 22375.

Bursa saham Wall Street minggu lalu menguat terus di tengah keyakinan investor akan membaiknya fundamental ekoonomi AS –merupakan minggu terbaik di bursa dalam dua bulan terakhir. Dow Jones Industrial minggu ini masih dalam bullish-trend menjelang level resistance berikutnya ke 12600, sementara support di level 11515 dan kemudian pada 11320. Index S&P 500 minggu lalu juga menguat; resistance sekarang di level 1400, sementara level support berada di 1252 dan 1218.

Untuk pasar emas, minggu lalu menguat sebagai pilihan safe haven di tengah memanasnya situasi Mesir dan kawasan Arab. Emas di LLG minggu lalu berakhir pada level $1349.55 per troy ounce, terakhir sempat tergerus oleh penguatan dollar. Untuk sepekan ke depan emas akan cenderung positif, berada antara level support di $1307 serta support berikut $1275 per troy ounce. Sementara itu, resistance terdekat pada $1393 lalu level $1432.

Situasi politik terbukti mempunyai dampak kepada pergerakan arah pasar investasi. Apa yang terjadi di Mesir yang berdampak kepada bursa, baik bursa saham maupun komoditas, menunjukkan ada sejumlah factor non-ekonomi yang dapat menggerakkan pasar. Besar kecil dampaknya tergantung dari tingkat besaran (magnitude) dari factor itu sendiri. Saat ini Mesir masih bergejolak. Mungkin saja berikutnya beberapa negara lain di kawasan Arab akan ikut bergolak. Dalam situasi yang tidak menentu ini disarankan jadilah investor yang bijak.