Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Middle East

Market Outlook Today


English: Hongkong Bank, Singapore

English: Hongkong Bank, Singapore (Photo credit: Wikipedia)

EMAS

Komoditi Emas bergerak menguat sehingga dapat menggapai kembali diatas level $1.650.00/troy ounce pada perdagangan kemarin mendekati 1%, menguatnya komoditi ini dibantu oleh penguatan permintaan fisik dan aksi ambil untung untuk setelah pada rangkaian tiga harinya turun yang mendorong kenaikan komoditi Emas. Berita BoJ akan mempertimbangkan kebijakan monetary easing pada bulan Januari dalam usaha menekan kekhawatiran deflasi yang imbasnya mendorong ketertarikan komoditi Emas sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.

 

AUD/USD

Mata uang Aussie beregrak cukup berfluktuasi pada perdagangan di hari Rabu pagi, mata uang Aussie sempat bergerak menguat dan mencapai posisi tertinggi dalam enam hari belakangan, akan tetapi saat ini mata uang Aussie bergerak melemah seiring rilis data ekonomi dari Australia yang kurang memuaskan. Rilis data penjualan eceran untuk bulan November tercatat penjualan eceran melemah bulanan sebesar 0.1% sebelumnya diprediksi bahwa penjualan eceran bulanan di bulan November akan mengalami kenaikan sebesar 0.3%. Sementara itu data terpisah menunjukkan penjualan rumah baru yang dipantau oleh HIA menguat yang lebih baik dari sebelumnya pada bulan November lalu kenaikan bulanan di bulan November sebesar 4.7% lebih besar dari kenaikan 3.4% di bulan Oktober sebelumnya.

 

HANGSENG

Bursa saham Hongkong bergerak menguat seiring menjelang musim pelaporan keuangan pada perdagangan di hari Rabu pagi, para investor di bursa Hongkong mengalami peningkatan keyakinan sehingga bursa saham bergerak menguat. ada beberapa saham yang bergerak bervariasi diantaranya adalah Indeks spot hang seng pagi ini mengalami peningkatan sebesar 0.4%, Indeks China Enterprises menguat sebesar 0.9%, dan Sinopec mengalami kenaikan sebesar 1.3% setelah perusahaan ini mengumumkan rencananya untuk membangun terminal impor LNG di China timur, sedangkan Ping An Insurance melemah sebesar 1.9% setelah rencana HSBC menjual saham perusahaan asuransi yang dipegangnya senilai 9.4 miliar dolar ke CP Group asal Thailand kemungkinan besar akan gagal dilaksanakan akibat kurangnya pendanaan.

 

Iklan

Market Outlook Today


Middle East Map עברית: מפה מדינית של המזרח התי...

Middle East Map עברית: מפה מדינית של המזרח התיכון Bahasa Indonesia: Peta yang menunjukkan Asia Barat Daya – Istilah “Timur Tengah” lebih sering digunakan untuk merujuk kepada Asia Barat Daya dan beberapa negara di Afrika Utara (Photo credit: Wikipedia)

EMAS

 

Komoditi Emas bergerak menguat setelah sempat dalam kisaran yang sempit pada perdagangan kemarin, berada antara kekhawatiran resesi di Eropa dan AS dan aksi beli safehaven ditengah permasalahan mengenai kekerasan di Timur Tengah. Komoditi Emas diperdagangkan diatas $8 dalam kisaran harian karena Pemimpin Internasional gagal untuk minggu keduanya dalam mencapai kesepakatan untuk meluncurkan bantuan darurat pada Yunani yang mendorong ketertarikan pada emas sebagai lindung nilai dari inflasi. Komoditi Emas juga dibawah tekanan dari data AS yang menunjukkan consumer sentimentmenguat tetapi terlihat untuk melorot pada akhir November setelah beberapa bulan membaik, ketidakpastian juga tumbuh dari kombinasi kenaikan pajak dan pemangkasan pembelanjaan yang akan mempengaruhi awal tahun depan di AS.

 

EUR/USD

 

Mata uang tunggal Eropa bergerak menguat pada perdagangan kemarin, menguatnya mata uang setelah Kanselir Jerman Angela Markel menyatakan optimisme kesepakatan atas pendanaan Yunani akan dapat tercapai dalam pertemuan Mentri Keuangan kawasan zona Eropa yang diagendakan hari Senin minggu depan. Mata uang tunggal Eropa bergerak menguat pada perdagangan tadi pagi yang cukup signifikan terhadap 16 rival utamanya menjelang pertemuan 27 pemimpin negara Uni Eropa hari ini yang akan melakukan negosiasi anggaran, mata uang ini menguat setelah Menteri Keuangan dari 17 negara kawasan zona Eropa menyatakan kemarin bahwa pembicaraan mengenai bantuan untuk Yunani akan dilanjutkan pada tanggal 26 November mendatang. Penguatan mata uang ini dipicu juga oleh gencatan senjata antara pihak Israel an Palestina di Gaza, dimotori oleh AS dan Mesir akhirnya Israel setuju menghentikan serangan ke Gaza untuk sementara waktu.

 

HANGSENG

 

Bursa saham Hongkong pagi bergerak menguat pada perdagangan di hari Kamis pagi, bursa saham menguat setelah rilis data HSBC Flash PMI Manufacturing menunjukkan pertumbuhan hingga mencapai level tertinggi dalam 13 bulan belakangan di bulan ini. Tercatat Flash HSBC manufaktur yang menggambarkan kinerja aktivitas manufaktur di China mengalami penguatan dibandingkan dengan bulan Oktober lalu.

 


Market Outlook Today


EMAS

Pada perdagangan di hari Rabu Komoditi Emas Berjangka mengalami peningkatan dan ditutup kembali mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah untuk dua kali berturut-turut, harga Emas masih melanjutkan trend bullish setelah rilis data inflasi wholesale di AS mengalami percepatan dua kali lipat dari estimasi pada bulan Juli lalu. Kekhawatiran inflasi tetap membayangi ekonomi global meskipun pertumbuhan ekonomi sedang melambat. Dengan kekhawatiran inflasi tersebut maka harga Emas makin melejit kencang karena para pelaku pasar memutuskan untuk memburu Emas yang dapat digunakan sebagai alternative investasi hedging terhadap inflasi. Di perkirakan bahwa pergerakan Emas masih akan cenderung berada dalam trend bullish. Kenaikan harga masih dimungkinkan karena saat ini pelaku pasar masih mencari aset safe haven. Diperkirakan harga Emas akan kembali mencoba menembus level 1800.00/troy ounce.

 

MINYAK

Minyak mentah mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada perdagangan di hari Rabu, Minyak menguat seiring dengan melemahnya nilai tukar dolar terhadap Euro dan sebagian rival utamanya. Melemahnya dolar meningkatkan minat terhadap komoditas yang diperdagangkan dalam dolar. Minyak membukukan peningkatan sebesar 1.1% setelah dolar melempem. Harga tampak mengalami penurunan sedikit setelah Departemen Energi mengungkapkan bahwa cadangan Minyak mentah mengalami peningkatan yang tidak terduga minggu lalu. Di perkirakan pergerakan harga Minyak masih akan dipengaruhi oleh kondisi fundamental dan ekonomi global secara umum. Diperkirakan minyak mentah mentah Nymex masih akan bergerak pada kisaran 80 – 90 dolar per barel.

HANGSENG

Bursa Hongkong pada perdagangan pagi hari ini terjadi penurunan meskipun tidak terlalu besar, bursa Hongkong mengikuti sentimen negatif yang dialami oleh Wall Street pada akhir perdagangannya. Bursa-bursa saham di Asia pagi tadi juga tampak mengalami penurunan terbatas. Hasil perdagangan di Wall Street yang kurang baik terjadi setelah dua petinggi The Fed menyatakan kekhawatiran dampak ekonomi yang lebih buruk apabila QE3 diluncurkan, sementara itu sentimen negatif turut terjadi di Asia. Saham-saham di bursa Hongkong mengalami pergerakan yang cenderung melemah, diantaranya saham yang mengalami pelemahan adalah saham HSBC, saham Cheung Kong, dan saham Henderson Land. Di perkirakan pergerakan Indeks Berjangka Hangseng hari ini akan cenderung mengalami peningkatan.


Outlook Permintaan Cemaskan Minyak


Jumat, 10 Juni 2011 15:24 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Harga minyak turun akibat suramnya outlook permintaan energi seiring bank sentral di Asia lanjutkan pengetatan moneter dan lemahnya situasi tenaga kerja AS. Bank sentral Korea Selatan kembali naikkan suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini sedangkan klaim pengangguran AS meningkat. “Bulls dan Bears sedang berperang sengit,” papar Jonathan Barrat, petinggi Commodity Broking Services. “Harga tentu akan bergerak lebih tinggi jika situasi ekonomi membaik, tapi data belakangan ini tidak mendukung.” Analis teknikal Reuters, Wang Tao, melihat pemulihan harga minyak akan berakhir di $103.

Di lain pihak, OPEC gagal capai kesepakatan pada pertemuan 8 Juni silam meski enam anggotanya, termasuk Arab Saudi, telah serukan kenaikan output. “Dengan tidak berubahnya target output OPEC maka data ekonomi AS akan menjadi penentu arah minyak dalam waktu dekat,” ungkap Victor Shum, konsultan Purvin & Gertz. “Pasar mungkin telah sadari masalah pasokan OPEC tidak begitu signifikan dalam waktu dekat. Yang terpenting adalah suplai minyak aktual di pasar dan komitmen Saudi memompa lebih banyak minyak.”

Dari sisi teknikal, minyak masih terperangkap di dalam pola symmetrical triangle, yang mungkin akan terus batasi pergerakan emas hitam hingga keluar dari pola tersebut. 110.70, harga terendah kemarin akan menjadi support. Sedangkan penembusan 102.12, harga tertinggi hari ini, akan bantu pengujian 102.43, harga tertinggi 10 Juni.

****

Friday, June 10, 2011 15:24 pm
TODAY’S COMMODITY ANALYSIS

Oil prices fell due to gloomy outlook for energy demand in Asia as central banks continue with monetary tightening and a weak U.S. employment situation. South Korea’s central bank raises interest rates for the third time this year while the U.S. unemployment claims rose. “Bulls and Bears are fighting fierce,” said Jonathan Barratt, officials Commodity Broking Services. “Prices will certainly move higher if the economic situation improved, but recent data do not support.” Technicians Reuters, Wang Tao, see the recovery in oil prices will end up at $ 103.

On the other hand, OPEC failed to reach an agreement on June 8 last meeting although six members, including Saudi Arabia, has called for increased output. “With no change in OPEC output target of the U.S. economic data will be the determinant of the direction of oil in the near future,” said Victor Shum, Purvin & Gertz consultancy. “The market may have been aware of OPEC’s supply problems are not so significant in the near future. Most important is the actual oil supply in the market and commitment Arabia pump more oil.”

From the technical side, oil is still trapped in a symmetrical triangle pattern, which may continue to restrict the movement of black gold to get out of the pattern. 110.70, the lowest price yesterday would be a support. While the penetration of 102.12, the highest price today, will help test 102.43, the highest price June 10.


Dollar Bukan Lagi Safe Haven?


Dollar bukan lagi safe haven?

Dollar terjungkal menghadapi hampir semua mata uang dunia di tengah gelombang risk appetite yang mencari aset berisiko. Risk appetite masih menguasai pasar di tengah penguatan saham yang ditopang oleh kinerja keuangan perusahaan AS yang bagus. Laporan itu mengindikasikan kondisi ekonomi terus membaik. Perusahaan Apple, yang merupakan benchmark sektor teknologi, mencatat kinerja yang memuaskan. Data ekonomi AS, yaitu existing homes sales, naik 3,7%. Meski ekonomi AS membaik, hal itu tidak serta merta membuat the Fed berniat mengubah kebijakannya dalam waktu dekat. Para pejabatnya mengakui ekonomi membaik, tapi mereka tidak melihat inflasi sebagai ancaman. Bahkan banyak kalangan melihat the Fed tidak akan mengubah kebijakannya selama tahun ini. Karena prospek inilah, dollar kehilangan daya tariknya. Bahkan bisa dikatakan dollar saat ini kehilangan status safe haven-nya. Gelar ini bisa diraih kembali oleh dollar bila terjadi perubahan kebijakan moneter. Tapi ini sepertinya masih lama.

Penguatan saham global, di tengah kinerja keuangan korporat yang mengesankan, dan kenaikan harga komoditas, menambah daya tarik mata uang ber-yield tinggi dan produsen sumber daya alam.

Euro berhasil menembus $1,45, tertinggi dalam 15 bulan terakhir. Di tengah kenaikan harga Minyak dan Emas, Aussie melesat ke rekor tertingginya $1,06. Selain karena risk appetite, Euro terangkat karena prospek kenaikan rate ECB dan hasil lelang surat utang Spanyol yang sukses. Data terjadwal hari ini asalah satunya adalah indeks sentimen bisnis Jerman hasil survei Ifo. Indeks itu diperkirakan sedikit turun ke 110,5 di April dari 111,1 di Maret. Kenaikan tak terduga akan menambah laju euro. Pasar juga akan mencermati hasil lelang obligasi Spanyol malam nanti.

Namun, para analis khawatir penguatan Euro mulai mendekati puncaknya, terutama bila Yunani harus merestrukturisasi utangnya. Salah satu pejabat Jerman kemarin mengatakan restrukturisasi utang Yunani tidak bisa dihindari. Bila restrukturisasi ini juga terjadi pada Irlandia dan Portugal bahkan Spanyol, dampaknya terhadap bank Eropa dan ekonomi secara keseluruhan akan membuat Euro terdepresiasi. Bila skenario itu terwujud, dollar akan meraih kembali status safe haven.

Seperti Euro,  Sterling juga melaju kencang. Mata uang Inggris itu berhasil menggapai $1,64. Laju the cable akan diuji oleh data utang publik dan penjualan ritel yang akan diumumkan hari ini. Bertambahnya utang dapat menghentikan laju Sterling. Sementara itu di AS, data terjadwal antara lain initial jobless claims, Philadelphia Fed dan leading indicator. Data yang bagus mungkin bisa mendorong saham, namun tidak banyak membantu dollar karena tidak akan mengubah kebijakan the Fed. Psar juga menantikan laporan keuangan General Electric dan Morgan Stanley.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Commodity Update


Harga minyak terus tertekan

Minyak diperdagangkan mendekati harga rendah dalam tiga hari di New York setelah China, pengguna minyak terbesar kedua di dunia, meningkatkan persyaratan cadangan bank untuk menekan inflasi, yang dianggap sebagai sinyal melambatnya pertumbuhan permintaan bahan bakar. Kontrak minyak tergelincir 2,3% kemarin setelah Gubernur Bank Sentral China Zhou Xiaochuan mengatakan pengetatan moneter akan dilanjutkan untuk “beberapa waktu.” Rasio cadangan akan naik setengah poin dari 21 April. “Fakta bahwa Cina mengambil langkah-langkah karena ekonomi mereka begitu kuat tampaknya akan membuat keluar dari pasar, “kata Gene Mc Gillian, analis dan broker di Tradition Energy di Stamford, Connecticut. Harga juga mengalami penurunan kemarin setelah Menteri Minyak Arab Saudi Ali Al – Naimi mengatakan bahwa pasar telah “kelebihan pasokan.” Negara itu merupakan eksportir minyak mentah terbesar di dunia. (By
bisnis.com)

Emas Stabil Dibawah Rekor  S & P
Spot emas bergerak stabil hari Selasa dibawah rekor tertingginya, seiring kekhawatiran terhadap masalah hutang di AS dan Eropa kembali menjatuhkan minat investor untuk emas, sementara perak masih mengalami jeda dari reli saat ini. Spot emas menguat 0.8% ke level $1,493.29/troy ounce, turun dari rekor tingginya di $1,497.20/troy ounce yang terjadi di sesi sebelumnya. Kontrak emas AS hanya bergerak sedikit, di $1,494.10/troy ounce. Spot emas mencapai rekor tingginya dalam 2 sesi berturut-turut, bersama momentum yang terangkat hari Senin setelah S & P mengancam downgrade rating hutang AS ditengah kekhawatiran krisis hutang Eropa. (By monexnews.com)

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook


Lagi, Emas Ukir Rekor Tinggi Baru!

Harga emas kembali menunjukkan keperkasaannya dengan kembali mengukir rekor tertinggi baru dalam sejarah di hari Senin pada level $1488.50/troy ounce. Penguatan ini terutama terkait faktor-faktor kombinasi yaitu pelemahan dollar AS, kecemasan inflasi dan merebaknya kembali kekhawatiran terhadap masalah krisis hutang di negara-negara zona Euro. Isu krisis hutang ini makin diperparah setelah ada berita penurunan peringkat kredit negara Irlandia oleh pihak Moody’s menjadi satu tingkat di atas level ‘junk’. Namun faktor utama yang membuat harga emas rebound adalah kakhawatiran terhadap inflasi dunia seperti naiknya angka inflasi produsen Amerika (PPI A.S) dan angka inflasi negara China yang Jumat lalu dirilis di atas ekspektasi. Pada sesi pagi harga spot emas tercatat $1485.70/troy ounce setelah sempat menyentuh rekor tinggi $1488.50/troy ounce. (By monexnews.com)

MINYAK
Minyak Mentah Turun ke $109 Setelah Menguat 3 Minggu

Kontrak minyak mentah AS bergerak melemah hari Senin menuju $109/barel, setelah menguat selama 3 minggu, walaupun komentar dari Arab Saudi memberikan konfirmasi pemangkasan produksi guna melawan persediaan yang melimpah di pasar. Kontrak minyak mentah untuk bulan Mei, yang berakhir hari Selasa, turun 47 sen pada $109.19/barel, setelah bertahan naik $1.55 di level $109.66/barel di hari Jumat. Kontrak tersebut telah turun dari 11 April pada puncak hariannya di $113.46, level tertingginya sejak September 2008, ditengah ekspektasi konflik di Lybia yang memperpanjang gangguan persediaan dari OPEC. (By monexnews.com)

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook


Power Closing Selasa, 05 April 2011


MINYAK

Minyak Turun Dari Tingginya 2.5 Tahun


Dollar Australia turun dari tingginya setelah data ekonomi menunjukkan kejatuhan trade balance, sebesar 205 juta yang diperkirakan lebih tinggi dari sebelumnya 1,15 miliar. Berita tersebut mengejutkan para trader, yang langsung menyesuaikan posisi berdasarkan data yang dirilis. Aussie melanjutkan kejatuhan dari 1.0415, tingginya kemarin, dan saat ini berada di level 1.0300. Harga saat ini turun 20-25 pips dari level sebelumnya. Data persediaan pemerintah dan industri minggu sebagai sebuah perkiraan menunjukkan adanya kenaikan sebesar 1.4 juta, penurunan persediaan bahan bakar bensin sebesar 1.9 juta barel dan kejatuhan persediaan produk distilasi sebesar 200,000 barel, menurut sebuah poll yang dilakukan Reuters. Di NYMEX, harga minyak mentah berada di level $108.25/barel, turun 22 sen hari ini. (By monexnews.com)

 

EMAS

Kecemasan Inflasi Kokohkan Emas


Emas ditutup dekat level $1,432.00/troy ounce di hari Senin, seiring investor kecemasan mengenai inflasi dan pelemahan dollar terhadap euro setelah pasar mengantisipasi kenaikan suku bunga oleh ECB. “Emas terangkat oleh naiknya ekspektasi inflasi ditengah kuatnya perekonomian dan tingginya harga minyak. Di lain pihak, kenaikan suku bunga ECB membantu menekan dollar,” ucap Bart Melek, kepala strategis komoditas pada TD Bank Financial Group. Emas juga mendapat dorongan naik dari kecemasan beberapa negara di zona Eropa seperti Portugal dan Irlandia yang terbelit masalah hutang pemerintah, dan juga keresahan di Timur Tengah dan Afrika Utara. Kenaikan harga minyak dan bahan pangan juga membantu menambah daya tarik emas sebagai alat lindung inflasi. (By monexnews.com)


Market Review


Power Closing Selasa, 29 Maret 2011

MINYAK
Minyak Turun Bersama Melajunya Mobilitas Pemberontak

Harga minyak AS merosot hari Selasa untuk hari ke-4 setelah pemberontak Libya, dengan bantuan angkatan udara barat, terdorong maju melawan pemimpin Libya, Muammar Kadafi. Kontrak minyak NYMEX untuk pengiriman bulan Mei merosot 24 sen ke $103.74/barel, menambah kejatuhan lebih dari $1 di sesi sebelumnya. Harga pasar minyak telah turun sekitar $2 sejak hari Rabu kemarin. (By monexnews.com)

EMAS

Harga emas turun dalam tiga sesi berturut-turut saat sinyal mengenai ekonomi AS membaik, membawa harga saham ke level yang lebih tinggi, mengurangi permintaan terhadap emas sebagai alternatif investasi. Konsumen AS menaikkan belanja lebih banyak dari yang diperkirakan pada Februari saat pendapatan mereka naik, seperti ditunjukkan oleh data pemerintah, dan indeks penjualan kembali rumah yang tertunda di luar perkiraan naik. Ekonomi AS meningkat 3,1% per 1 tahun pada kuartal keempat, lebih tinggi dari 2,8% seperti perkiraan pada bulan lalu, seperti ditunjukkan oleh data pekan lalu.
Pada 24 Maret lalu kontrak berjangka emas naik mencapai catatan baru senilai US$1.448,60/troy ounce saat terjadi gempa Jepang dan gejolak di Timur Tengah. “AS tidak terkena gejolak itu,” kata Afshin Nabavi, senior vice president MKS Finance SA, perusahaan pemurni emas batangan di Jenewa. “Pasar sudah bergerak terlalu tinggi. Semakin tinggi melangkah maka kemungkinan terjadi koreksi lebih besar.” (By bisnis.com)

Posted with WordPress for BlackBerry.


BREAKING NEWS JUMAT, 11 MARET 2011


Euro rentan jelang pertemuan Eropa

Euro berhasil sedikit rebound hari ini setelah mencatat kejatuhan harian terbesar dalam sebulan terakhir. Namun, penguatan itu masihlah rentan menjelang pertemuan pejabat zona Euro. Para pemimpin zona Euro akan mengadakan pertemuan hari ini membahas krisis utang. Acara ini merupakan awal sebelum pertemuan Uni Eropa para 24-25 Maret nanti. Hari ini merupakan awal negosiasi untuk mencapai konsensus akhir atau keputusan final mengenai masa depan  Uni Eropa, yang diharapkan tercapai pada pertemuan dua minggu berikutnya.  Salah satu agenda pertemuan hari ini adalah penurunan bunga bailout untuk Yunani dan Irlandia. Jerman dan Perancis menuntut Yunani menjual aset negaranya dan Irlandia menaikkan pajak korporatnya. Masalahnya, tidak ada yang menyukai usulan ini, termasuk negara terdekat seperti Belanda dan Austria.

Kegagalan mencapai terobosan atau indikasi masih terkatung-katungnya penyelesaian, dapat membuat euro melanjutkan koreksinya. Euro kini bergerak di kisaran $1,38, setelah sempat anjlok ke kisaran $1,37 semalam.  Kejatuhan tajam euro terjadi setelah Moody’s Investor Service menurunkan peringkat kredit Spanyol dengan kemungkinan penurunan lanjutan. Moody menurunkan peringkat utang Spanyol menjadi AA2 dari AA1 dengan outlook negatif. Penurunan peringkat Spanyol ini terjadi tidak lama setelah Moody menurunkan peringkat Yunani.  Seperti yang pernah disebutkan, bila isu krisis utang mencuat ke permukaan, dan membenamkan prospek kenaikan suku bunga ECB, Euro terkoreksi. Kini, pasar mempertanyakan, bila isu krisis utang belum dituntaskan, dan ECB benar-benar menaikkan rate-nya, bagaimana dampaknya ke negara kwartet pengutang (Spanyol, Yunani, Irlandia dan Portugal).
Oleh karena itu, penting bagi para pemimpin Eropa untuk mendapatkan solusi komprehensif atasi krisis utang, atau paling tidak mencapai terobosan.

Dollar juga terbantu oleh gejolak di Timur Tengah. Faktor lain yang mendorong risk aversion di pasar adalah berita meningkatnya kekerasan di Arab Saudi, dimana polisi menembakkan peluru karet ke demonstran. Pasar cemas aksi ini bisa memburuk dan mengganggu produksi minyak di negara itu. Apalagi konflik di Libya, yang mengurangi output hingga 70%, semakin memanas. Isu Timur Tengah mendorong mata uang safe haven seperti  dollar, franc dan yen.  Mata uang yang bernasib seperti Euro adalah Sterling dan Aussie. Selain karena faktor risk aversion, sterling tumbang setelah BOE mempertahankan suku bunganya semalam dan tidak memberi sinyal kemungkinan kenaikan. Hal ini mengurangi ekspektasi BOE akan menaikkan rate dalam waktu dekat.
Aussie tumbang setelah data menunjukkan China mencatat defisit perdagangan bulan lalu. Data inflasi China yang lebih buruk dari prediksi.  Pasar akan mencermati data ekonomi AS seperti penjualan ritel dan sentimen konsumen. Dollar tidak akan tumbang selama isu Timur Tengah dan krisis utang masih membebani pasar, Kecuali datanya lebih buruk dari prediksi, yang membuat pasar beralih ke safe haven lain seperti franc dan yen.

GBP/USD

Pound Masih di Zona Merah Setelah Kemarin Tumbang

Pada perdagangan menjelang siang di hari Jumat, Poundsterling masih belum beranjak dari zona merahnya setelah kemarin terperosok hingga ke level rendah 10-hari terhadap USD. Kemarin GBP anjlok setelah Bank of England menahan lagi tingkat suku bunga pada rekor rendah 0,5% sehingga mendorong investor melepas posisi long yang mereka miliki meskipun masih ada ekspektasi kenaikan suku bunga di kalangan pelaku pasar. Pasar berharap BoE akan segera melakukan tindakan dalam beberapa bulan mendatang guna memerangi inflasi yang semakin jauh di atas target. (By monexnews.com)