Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Market Update

Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas pada perdagangan kemarin bergerak melanjutkan penguatan, perlahan tapi pasti komoditi ini bergerak menguat dengan solid hingga mencapai posisi tertinggi dalam 2 bulan belakangan. Menguatnya komoditi Emas masih dipicu oleh harapan membaiknya kondisi ekonomi global. Pasar bereaksi positif terhadap rilis data klaim pengangguran yang cukup baik, klaim pengangguran mingguan hanya sebesar 367K lebih kecil dibandingkan dengan estimasi sebesar 373K. Sementara itu para investor menantikan rilis data tingkat pengangguran NFP dan ISM sektor non – manufaktur  AS nanti malam yang diperkirakan akan cukup baik.

GBP/USD

Dua  data yang terakhir menunjukkan penurunan inflasi sebesar -0,9%, Kebijakan pelonggaran kuantitatif / QE yang dijalankan BoE tidak memicu inflasi dan inflasi akan terus turun tahun ini sesuai perkiraan, menurut petinggi BoE Adam Posen Bank sentral telah memprediksi inflasi Inggris akan jatuh di bawah target sebesar 2% pada semester ke 2 tahun ini. Adam Posen mengatakan Keputusan BoE untuk menyuntikan stimulus £75 M pada pertemuan Oktober lalu telah membantu sisi permintaan, kondisinya akan jauh lebih buruk jika bank sentral tidak lakukan pelonggaran kuantitatif dan saya mendukung kebijakan tersebut. BoE akan kembali melakukan pertemuan kebijakan moneter minggu depan untuk memutuskan apakah Inggris masih membutuhkan tambahan stimulus moneter. Mayoritas ekonom prediksi BoE akan menambah program pembelian aset sebanyak £ 50 M seiring merebaknya kecemasan resesi.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong pada perdagangan di hari Jumat pagi bergerak melemah, bursa saham Hongkong tergerus di tengah penurunan yang terjadi di bursa Jepang dan Korea Selatan. Pergerakan bursa saham Hongkong pagi ini mulai terhambat setelah pada perdagangan kemarin mencapai posisi tertinggi dalam 6 bulan belakangan. Ada beberapa saham yang bergerak cenderung bervariasi diantaranya adalah Cheung Kong dan Esprit Holdings bergerak menguat, sementara itu HSBC dan Petrochina bergerak melemah. Di perkirakan Indeks Berjangka Hangseng pada perdagangan hari ini berpotensi menguat tipis.

 


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas merosot pada perdagangan di hari Kamis kemarin memisahkan diri dari Euro dan bursa saham seiring data inflasi AS yang jinak memicu investor Emas untuk melakukan profit taking pasca rally 3 hari yang mendorong harga Emas ke level tinggi sejak pertengahan Desember. Komoditi ini mulai turun pasca data AS menunjukkan CPI tidak berubah di bulan Desember dan core CPI hanya naik sebesar 0.1%. Meski Emas telah naik hampir sebanyak 6% dalam tahun ini trader masih cemas dengan Euro yang berada dalam area negatif sejauh ini pada tahun 2012 dan berkembangnya kecemasan bahwa bursa saham mungkin akan terpaksa turun.

GBP/USD

Sterling berhasil menguat terhadap US dolar mengikuti menguatnya Euro setelah lelang obligasi Spanyol mencapai kesuksesan, namun demikian bayang ‐ bayang data consumer confidence Inggris yang melemah kembali meningkatkan fokus pelaku pasar akan kondisi fundamental ekonomi Inggris yang kemudian membatasi rally Sterling. Consumer confidence untuk Desember mencapai level terendahnya sejak 7 tahun terakhir, di perkirakan kenaikan Sterling masih potensial akan terpengaruh oleh bergulirnya kekhawatiran pelaku pasar akan krisis hutang kawasan Uni Eropa. Lemahnya rilis data ekonomi Inggris akhir ‐ akhir ini termasuk inflasi yang melemah dan tingginya pengangguran semakin meningkatkan peluang bagi BoE untuk terus melakukan pelonggaran moneternya. Di perkirakan BoE akan menambah cakupan dana dalam program quantitative easing pada Februari sekitar 50 hingga 75 M Sterling guna menopang pemulihan ekonomi, kondisi ini akan memperberat kinerja Sterling karena akan memperbesar jumlah peredaran mata uang di pasaran.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong pada perdagangan di hari Jumat pagi ini menguat signifikan, saham – saham di bursa Asia menguat di tengah positifnya sentimen yang dibawa dari perbankan di bursa saham Wall Street. Indeks Berjangka Hangseng berjangka melejit dan mencapai posisi paling tinggi dalam 2.5 bulan belakangan. Ada beberapa saham yang bergerak menguat terutama dipicu oleh sektor perbankan diantaranya adalah HSBC, Hangseng Bank, dan Bank of East Asia. Di perkirakan Indeks Berjangka Hangseng pada perdagangan hari ini berpotensi melemah yang bersifat koreksi setelah dibuka naik tajam ke level tertinggi dalam 2.5 bulan.


Market Update Today


EMAS
Diterjang Dua Sentimen, Emas Stabil

Spot emas stabil hari Senin (11/07) karena prospek perekonomian Amerika Serikat (AS) makin meredup. Kekhawatiran terus-menerus tentang masalah hutang zona Euro juga masih mendukung. Spot emas turun tipis 0,1% menjadi $1,542.01 per ons, setelah sempat naik 3,9% pekan lalu (tertinggi sejak November 2009). Emas AS mengalami perubahan ke level berubah ke $ 1,542.80. Spot emas mencapai level tertinggi 2-pekan pada $1,544.14 satu hari sebelumnya. Sentimen tambahan datang dari rilis data tenaga kerja AS yang negatif. Hal ini memupus optimisme terhadap prospek pemulihan di negara tersebut. Presiden Barack Obama bertemu dengan pihak Partai Republik untuk menuntaskan masalah plafon hutang dan defisit anggaran. Isu tersebut dianggap penting karena rawan memicu bencana ekonomi baru.

 

MINYAK
Data AS Buruk, Minyak Tenggelam

Kontrak minyak mentah AS tergelincir di perdagangan Asia pada Senin pagi, terbebani oleh memburuknya data pekerjaan AS dan kekhawatiran bahwa krisis utang zona euro menyebar ke Italia. Inflasi tahunan China yang melaju semakin cepat untuk tingginya tiga-tahun di bulan Juni juga meningkatkan kemungkinan bahwa bank sentral akan terus menaikkan suku bunga untuk menjinakkan tekanan harga. NYMEX minyak mentah turun 14 sen pada $96,06/barel. Pertumbuhan ekonomi AS nyaris tertahan pada bulan Juni, membuat pertumbuhan pesismisme akan pulihnya ekonomi pada pertengahan pertama tahun ini. Pertumbuhan impor China juga turun tajam untuk 20 bulan pada bulan Juni sebagai bukti lebih lanjut dari meluasnya dampak terhadap pengetatan moneter terhadap ekonomi, sementara surplus perdagangan yang melebar memperlihatkan arus modal akan tetap menjadi tantangan bagi pihak otoritas.

 

HANGSENG
Inflasi China Ciutkan Prospek Hang Seng

Bursa saham Hong Kong, Hang Seng, tercatat merosot tajam disertai dengan gap-down di hari Senin (11/07). Sentimen utama adalah kenaikan angka inflasi negara China. Indikator tersebut memicu kekhawatiran bahwa pemerintah akan mengambil langkah ekstra guna membendung lonjakan harga, termasuk kemungkinan menaikkan suku bunga selanjutnya. Untuk pekan ini, penguatan Hang Seng akan terbatas karena keyakinan para investor terhadap pemulihan global telah menyusut. Khususnya setelah data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) dirilis lebih buruk dibanding periode sebelumnya pada akhir pekan lalu. Indeks Hang Seng tercatat merosot 0,88% atau jatuh lebih dari 200 poin hingga ke kisaran 22,526.32.
AUD/USD
Aussie Turun, Support di 1,0680

Aussie berada di bawah tekanan setelah sempat pulih di awal sesi Asia. Aussie mencapai puncaknya pada 1,0730 kemudian tembus level bawahnya dekat 1,0709, berlanjut ke posisi terendahnya 1,0680 ketika dihadang aksi jual. Saat ini Aussie pulih dari posisi terendah sesinya, berada dalam zona harga 1,0700, sekitar 10 pips di bawah harga pembukaannya. Untuk pergerakan turunnya, Valeria Bednarik, seorang pimpinan analis dari FXstreet.com mengidentifikasi adanya level support di 1,0680, 1,0640 dan, di bawahnya, 1,0620 (tingginya 21 Juni). Untuk pergerakan sebaliknya, tingkat resistansi terletak di 1,0712 (tingginya 16 Juni), 1,0750 dan 1,0800.

 

GBP/USD
Sterling Jauhi Level Tertinggi Antar Sesi

Kurs Sterling bertahan pasca data tenaga kerja Amerika Serikat (AS). Investor mendukung penguatan pound hingga valuta Inggris mampu melaju ke area 1,6075 pada hari Jumat (08/07). Setelah menemui resistance, GBP turun dan menutup sesi di level 1,6043, atau 75 pips di atas harga pembukaan. Saat ini, Sterling melemah dari level tertinggi antar sesi Asia, 1,6040. Valuta Inggris mengalami aksi jual pada EMA-10 hingga terpantau dalam zona harga 1,6015, hanya beberapa pips di atas celah downside dari harga pembukaan. Secara teknis, grafik per jam menunjukkan celah kecil yang hampir terisi penuh, dengan indikator yang belum menjauh dari gejala bearish. SMA-20 berada di bawah harga saat ini dan menunjukkan sinyal bullish sehingga dapat membatasi kerugian jika risiko tidak berubah menjadi panik. Grafik per 4 jam menunjukkan bahwa harga juga berkonsolidasi di atas 20 SMA, yaitu sekitar 1,5990. Gambaran tersebut memperlihatkan kekuatan untuk bertahan pada sesi mendatang. Demikian ulasan Valeria Bednarik, Kepala Analis FXstreet.com. Untuk pergerakan turun GBP, support terletak di 1,5990 dan 1,5945. Jika harga bergerak naik, Sterling akan menemui resistance di 1,6050, 1,6080 dan 1,6110.