Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Malaysia

Market Overview


MINYAK
Minyak AS Terus Naik Terkait Lemahnya Dollar

Kontrak harga minyak mentah AS naik diawal sesi Asia hari Kamis, kembali ke penguatan disesi sebelumnya, didukung oleh melemahnya dollar AS dan laporan pemerintah AS yang menunjukkan adanya kejatuhan besar persediaan produk distilasi minggu lalu. Kontrak harga minyak mentah untuk bulan Juli naik 38 sen ke $101.70, bertambah $1.73 hari Rabu. Data persediaan dari EIA AS menunjukkan bahwa persediaan produk distilasi, termasuk minyak pemanas dan solar, anjlok 2.04 juta barel ke level 142 juta barel minggu lalu, level terendahnya sejak April 2009. Data tersebut melampaui perkiraan sebesar 2.79 juta barel untuk persediaan bahan bakar bensin dan penguatan untuk persediaan minyak mentah sebesar 616.000 barel.

EMAS
Emas Kian Berkilau Berkat Kisruh Hutang Eropa
Harga emas terus mengalami penguatan dalam 3 pekan terakhir dan kembali mencatat harga tertinggi 1528.16 di hari Kamis terutama terkait kecemasan yang terus berlanjut terhadap menyebarnya krisis hutang di Eropa sehingga memicu berlanjutnya aksi beli safe-haven. Ada begitu banyak ketidakpastian di pasar sehingga resiko penurunan emas menjadi minimal dalam jangka pendek. Selain itu investor masih cemas dengan kondisi negara Portugal dan kemungkinan restrukturisasi hutang Yunani. Jadi aksi beli terhadap safe-have akan berlanjut. Negara Portugal dan Irlandia terancam terkena downgrade beberapa peringkat menuju kategori “junk”, apabila terjadi kebangkrutan di negara Yunani, menurut pimpinan Moody’s EMEA.

 

EUR/USD

Masalah Hutang Eropa Hadang Penguatan Euro

Euro mengalami pemulihan dari level rendahnya terhadap dollar AS di hari Kamis terkait tajamnya lonjakan di harga minyak membuat investor melakukan short covering (aksi tutup jual).  Namun ketidakpastian makin meluas terhadap masalah hutang di Yunani dan negara-negara zona euro lainnya sehingga kondisi ini diperkirakan bisa membatasi kuatnya aksi beli investor. Bahkan potensi koreksi lebih dalam nampak masih akan berlanjut pada mata uang tunggal ini seiring pasar masih khawatir dengan kian meluasnya masalah hutang zona Euro. “Peluang untuk kembali turun masih terbuka,” kata Fabian Eliasson, wakil presiden penjualan valas pada Mizuho Corporate Bank di New York. “Ancaman downgrade seanjutnya dari lembaga keuangan Eropa juga masih ada, yang akan mengubah fokus pasar pada kondisi hutang secara keseluruhan.”

HANGSENG
Hang Seng Bergerak Di Zona Hijau
Indeks Hang Seng mencatat penguatan ke-enam dari tujuh sesi terakhir hari ini (26/05). Koreksi sempat mewarnai pada hari Senin (23/05) sebesar 0.4% karena pasar global terpantau anjlok. Bargain Hunting kemudian mendorong Hang Seng naik 0.5% menjadi 22,860 di hari Kamis. “Hang Seng telah melemah 7.0% dalam dua bulan terakhir. Pelemahan indeks dapat memberi kesempatan bagi investor untuk mengeruk saham berkualitas yang turut melemah,” menurut SHK Financial. Sebagian besar saham blue chips menguat namun tidak satu pun yang menguat lebih dari 2.0%. Hal ini menegaskan bahwa sentimen investor belum sepenuhnya pulih. Ini juga berimbas pada volume perdagangan yang masih modest sekitar HK$5.69 milyar. Level psikologis indeks berada di kisaran 23,000. Esprit rebound 0.7% menjadi HK$28.35 setelah sebelumnya turun 5.2% di hari Rabu. Cnooc dan PetroChina masing-masing naik lebih dari 1.0% terdorong oleh harga minyak yang rebound.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook


Power Closing Selasa, 05 April 2011


MINYAK

Minyak Turun Dari Tingginya 2.5 Tahun


Dollar Australia turun dari tingginya setelah data ekonomi menunjukkan kejatuhan trade balance, sebesar 205 juta yang diperkirakan lebih tinggi dari sebelumnya 1,15 miliar. Berita tersebut mengejutkan para trader, yang langsung menyesuaikan posisi berdasarkan data yang dirilis. Aussie melanjutkan kejatuhan dari 1.0415, tingginya kemarin, dan saat ini berada di level 1.0300. Harga saat ini turun 20-25 pips dari level sebelumnya. Data persediaan pemerintah dan industri minggu sebagai sebuah perkiraan menunjukkan adanya kenaikan sebesar 1.4 juta, penurunan persediaan bahan bakar bensin sebesar 1.9 juta barel dan kejatuhan persediaan produk distilasi sebesar 200,000 barel, menurut sebuah poll yang dilakukan Reuters. Di NYMEX, harga minyak mentah berada di level $108.25/barel, turun 22 sen hari ini. (By monexnews.com)

 

EMAS

Kecemasan Inflasi Kokohkan Emas


Emas ditutup dekat level $1,432.00/troy ounce di hari Senin, seiring investor kecemasan mengenai inflasi dan pelemahan dollar terhadap euro setelah pasar mengantisipasi kenaikan suku bunga oleh ECB. “Emas terangkat oleh naiknya ekspektasi inflasi ditengah kuatnya perekonomian dan tingginya harga minyak. Di lain pihak, kenaikan suku bunga ECB membantu menekan dollar,” ucap Bart Melek, kepala strategis komoditas pada TD Bank Financial Group. Emas juga mendapat dorongan naik dari kecemasan beberapa negara di zona Eropa seperti Portugal dan Irlandia yang terbelit masalah hutang pemerintah, dan juga keresahan di Timur Tengah dan Afrika Utara. Kenaikan harga minyak dan bahan pangan juga membantu menambah daya tarik emas sebagai alat lindung inflasi. (By monexnews.com)


Dar Wong Analysis: Fundamental Dukung EUR, Minyak Sulit Terkoreksi


Dar Wong Analysis
Fundamental Dukung EUR, Minyak Sulit Terkoreksi

7 Maret 2011
EURO menembus 1.3850 pekan lalu setelah tingginya harga minyak menghantam USD. Pekan ini kami melihat resisten kuat di level 1.4050, tekanan jual akan terjadi ketika EUR menyentuh area 1.4200. Rangkaian faktor fundamental diperkirakan akan mengangkat EURO lebih tinggi.
Harga minyak mentah WTI melonjak ke kisaran 105.00 dan ditutup dekat kisaran atas pekan lalu. Apabila ketegangan Libya meluas ke Aljazair, minyak akan dengan mudah mendekati 120.00 dalam beberapa pekan ke depan. Jika jatuh ke bawah 100.00, minyak akan bergerak sampai 96.00. Namun kemungkinan terjadinya koreksi ini sangat kecil.

 

 

 

Bagaimana Dar Wong menganalisa USD/JPY, GBP/USD dan Emas minggu ini?

Simak selengkapnya di http://www.monexnews.com


BREAKING NEWS SENIN, 24 JANUARI 2011



3 Bank Sentral Utama Bersidang Pekan Ini, Kompak UNCHANGE

Euro rebound pekan lalu meskipun Menteri Keuangan Uni Eropa gagal untuk memberikan sesuatu kebijakan yang konkret untuk menyelesaikan krisis utang saat ini yang berdimensi untuk jangka panjang. Namun demikian, diperkirakan pelaku pasar cenderung percaya bahwa krisis Eropa akan menemui resolusi titik terang. Beberapa indikator menyusutnya krisis menurut investor diperkirakan berasal dari suksesnya penjualan obligasi, meskipun persetujuan rencana jangka panjang tidak akan dikirim sampai Maret. Di sisi lain, data kuat dari Jerman juga mengingatkan investor bahwa beberapa negara zona Euro mendapatkan gain atas melemahnya Euro.

Topik utama pekan lalu yang juga turut mempengaruhu pergerakan di pasar uang yakni berasal dari kekhawatiran atas kebijakan pengetatan moneter di Cina, yang memicu aksi selloff tajam terhadap Aussie dan Kiwi. Pertumbuhan tahunan (PDB) Cina melonjak menjadi qoy 9,8% di Q4, jauh di atas ekspektasi sebesar 9,3%. CPI melambat lebih dari yang diharapkan menjadi 4,6% yoy Desember setelah mencapai 28 bulan lebih tinggi sebesar 5,1% pada bulan November. Tapi itu jauh di atas beberapa perkiraan yoy 4,4% dan masih pada tingkat mengkhawatirkan. China menaikkan persyaratan cadangan bank (giro wajib minimum) sebesar tujuh kali sepanjang tahun lalu namun hanya menaikkan tingkat bunga dua kali saja.

Dolar pada umumnya bergerak melemah terhadap mata uang utama, pekan lalu, kecuali versus mata uang Eropa. Tiga bank sentral (BoJ, BoE dan The Fed) akan bersidang pekan ini. Hasil pertemuan FOMC mungkin akan lakukan beberapa penyesuaian kecil dalam perekonomiannya. Fed berpotensi lakukan perbaikan dalam prospek perekonomiannya, serta tidak ada alasan bagi Fed untuk mengakhiri program pembelian aktiva (asset purchase program) saat ini. BoJ juga diperkirakan tidak akan mengumumkan adanya perubahan kebijakan moneter pada pertemuan pertamanya di tahun 2011 ini, sama seperti RBNZ. Selain itu, sejumlah data ekonomi penting akan dirilis minggu ini, laporan Q4 PDB dari Inggris dan AS.

 

 

3 Main Central Bank meets this week, agreed UNCHANGE

The euro rebounded last week despite the Finance Minister of the European Union failed to deliver something concrete policies to resolve the current debt crisis that dimension to the long term. However, the estimated market participants tend to believe that Europe will see a resolution of the crisis point of light. Several indicators of the shrinking of the crisis according to investors is estimated to come from bond sales success, despite the approval of long-term plan will not ship until March. On the other hand, strong data from Germany are also reminded investors that some euro zone countries have gain over the weakening Euro.

The main topic of last week which also mempengaruhu movements in financial markets that is derived from concerns over monetary policy tightening in China, which sparked a sharp selloff against the Aussie and Kiwi. Annual growth (GDP) of China jumped to 9.8% in Q4 qoy, well above expectations of 9.3%. CPI slowed more than expected to 4.6% yoy in December after reaching 28 months is higher by 5.1% in November. But that was far above some estimates of 4.4% yoy and is still at alarming levels. China raised bank reserve requirements (statutory reserves) equal to seven times over the past year but only raises the interest rate twice.

Dollar moves generally weakened against major currencies last week, except versus the European currency. Three central banks (the BoJ, BoE and the Fed) will convene this weekend. The result of the FOMC meeting will probably do some minor adjustments in the economy. Fed has the potential to do improvements in economic prospects, and no reason for the Fed to terminate the asset purchase program (asset purchase program) today. BoJ is not expected to announce a change in monetary policy at its first meeting in 2011, the same as the RBNZ. In addition, a number of important economic data will be released this week, reports Q4 GDP from the UK and U.S..


Dar Wong Analysis



Posisi Jual di GBP/USD, Sideway di Komoditi

Dar Wong melihat USD/JPY dapat menuju level resisten di 83.70 minggu ini dan dapat bergerak lebih tingggi, setelah mencapai level terendah minggu lalu di sekitar 81.85.
Untuk EUR/USD minggu ini harga kemungkinan dapat bergerak dua arah mengikuti sentimen pasar awal minggu ini.
GBP/USD berkonsolidasi di level atas 1.5835 – 1.6059 minggu lalu dan tren bullish tampak akan melemah.

Harga Emas minggu ini, pasar mungkin melanjutkan ekspektasi penurunan kami hingga area 1320.
Sementara itu untuk Harga Minyak Mentah WTI, ia melihat tren akan sideways minggu ini dan bergerak antara area 88.00 hingga 90.50 dengan target bulanan di 86.00 dalam waktu dekat.


Kota Besar AS Disesaki Pengangguran


Michigan entrance sign

Image via Wikipedia

 

5 Januari 2011   10:51

 

Jumlah rata-rata warga tidak bekerja naik di kota-kota besar Amerika Serikat (AS) pada bulan November. Dari seluruh wilayah metro, 2/3 kota di antaranya mencatat kenaikan angka pengangguran.

Laporan Departemen Tenaga Kerja tersebut merupakan yang terburuk sejak Juni, padahal data bulan sebelumnya menunjukkan kemajuan berarti. Dari 372 kota yang disurvei, 258 wilayah melaporkan angka pengangguran lebih tinggi dibandingkan survei terdahulu. Sebanyak 88 di melaporkan penurunan dan pengangguran di 26 kota lain stabil. Hasil tersebut lebih buruk dibandingkan data bulan sebelumnya, dimana angka pengangguran turun di 200 area dan mencatat kenaikan hanya di 108 wilayah.

Perekonomian menguat namun perusahaan masih enggan membuka lowongan. Ekonom memandang, meski perluasan SDM akan terjadi tahun ini, dampaknya tidak akan signifikan mengikis jumlah pengangguran di AS. Banyak eks-pekerja sudah pasrah dengan nasib mereka, seperti yang terjadi di Michigan. Angka pengangguran turun karena banyak orang sudah berhenti mencari kerja. Saat mereka tidak mendaftarkan status profesi terbaru, maka pemerintah tidak menghitungnya sebagai pengangguran. Dengan demikian, beberapa angka non-pekerja tidak terpenuhi.