Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “London

Market Outlook Today


English: The corner of Wall Street and Broadwa...

English: The corner of Wall Street and Broadway, showing the limestone facade of One Wall Street in the background. (Photo credit: Wikipedia)

EMAS

 

Komoditi Emas bergerak melemah pada perdagangan kemarin seiring kekhawatiran fiskal AS membayangi kemajuan pada beban utang Yunani dan berakhirnya option pada logam mulia dalam kisaran yang sempit. Pada perdagangan dihari ini komoditi Emas bergerak flat setelah jatuh selama dua sesi berturut-turut, saat euforia atas kesepakatan hutang Yunani gagal dan investor mengalihkan fokus mereka kepada perundingan AS untuk mencegah bencana fiskal di ekonomi terbesar dunia tersebut. Presiden Barack Obama kemarin  mendorong upayanya untuk menaikkan pajak pada para orang kaya Amerika, tapi anggota parlemen AS tetap menemui jalan buntu terkait kenaikan pajak akhir tahun dan pemotongan belanja yang dikenal sebagai “fiscal cliff”.

 

GBP/USD

 

Sterling bergerak melemah pad perdagangan kemarin setelah rilis data GDP Inggris kuartal ketiga yang dirilis sesuai dengan ekspektasi, sebagian besar investor berhati-hati dalam menambah posisi long pada Sterling mengingat beberapa data ekonomi terakhir yang negatif masih menjaga peluang pelonggaran moneter lebih lanjut oleh BoE pada awal tahun 2013. Data GDP kuartal ketiga yang dirilis kemarin mengkonfirmasi pertumbuhan ekonomi sebesar 1% yang sebagian besar terbantu oleh pelaksanaan Olimpiade di London, sementara itu dari AS melaporkan harga rumah kembali menguat untuk bulan keenam berturut-turut pada bulan September lalu yang menandakan bahwa pasar perumahan berada di tengah-tengah fase pemulihan, Indeks komposit harga rumah pada 20 kota metropolitan di AS positif 0,3% pada bulan September setelah mencatat kenaikan 0,8% pada bulan sebelumnya.

 

HANGSENG

 

Bursa saham Hongkong pada perdagangan di hari Rabu pagi bergerak melemah cukup signifikan untuk tiga hari berturut-turut mengikuti turunnya bursa saham Wall Street di tengah ketidakpastian pemecahan kebekuan fiskal di AS, kondisi ini berpotensi untuk kembali menggiring AS ke dalam jurang fiskal, dan dilaporkan Bursa saham China juga mengalami pelemahan pada perdagangan hari ini.


Market Outlook Today


EMAS

 

Merosotnya komoditi Emas dipicu oleh NFP yang positif

 

Komoditi Emas merosot tajam pada perdagangan diakhir minggu lalu hingga mencapai 2% dalam volume perdagangan yang besar mencapai level dibawah $1,690.00/troy ounce, komoditi ini melemah untuk pertama kalinya dalam dua bulan dipicu oleh rilis data Non Farm Payroll AS yang menurunkan ekspektasi pada stimulus ekonomi yang diberikan oleh bank sentral global. Komoditi Emas saat ini telah menghapus kenaikannya setelah The Fed AS mengumumkan pembelian kembali obligasi terakhirnya untuk mendorong pasar tenga kerja pada bulan September.

 

EUR/USD

 

Mata uang tunggal Eropa ditutup merosot diakhir minggu

 

Mata uang tunggal Eropa ditutup merosot tajam hingga ke posisi terendah 3minggu versus Dollar AS pada hari Jumat minggu lalu setelah sebuah data menunjukkan ekonomi AS menciptakan lebih banyak pekerjaan bulan lalu,. Euro juga terbebani oleh data yang mengkonfirmasi terjadinya kontraksi pada sektor manufaktur. Menurut laporan markit Economic yang berbasis di London Indeks manufaktur kawasan zona Eropa merosot ke 45,4 pada bulan Oktober dari 46,1 pada bulan sebelumnya, penurunan tersebut juga mematahkan upaya pemulihan sektor manufaktur yang diperlihatkan dalam 2 bulan sebelumnya. Dan mata uang ini juga masih terbebani oleh putusan pengadilan Yunani  yang menyatakan bahwa reformasi pensiun yang dipersyaratkan kreditur internasional mungkin tidak konstitusional, sehingga memicu kecemasan tentang penerapan lagkah-langkah penghematan yang diperlukan Athena untuk mengamankan pengucuran dana bailout berikutnya.

 

HANGSENG

 

Indeks Berjangka Hangseng over bought memicu pelemahan

 

Bursa saham Hongkong bergerak melemah yang moderat di awal perdagangan minggu ini, kondisi bursa saham melemah seiring para investor masih menantikan hasil pemilu presiden di AS dan pergantian pemimpin di China. Bursa saham yang sempat rally ke level tertinggi dalam 15 bulan pagi ini mengalami koreksi. Sektor jasa di China bergerak rebound di bulan Oktober lalu dari level terendah dalam dua tahun belakangan di bulan September, ekonomi China yang menunjukkan potensi pulih memberikan dorongan naik ke bursa saham sehingga penurunannya terbatas.

 


Minyak Kembali Dekati $100


Selasa, 26 Juli 2011 16:16 WIB

TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Harga minyak naik di sesi London, kembali coba level psikologis $100, setelah  Presiden Obama mendesak pemimpin Republik dan Demokrat untuk mencapai kesepakatan demi naikkan plafon utang AS sehingga dapat hindari default.

Analis cukup optimis parlemen AS akan dapat capai kesepakatan segera; jika ini terjadi maka harga minyak akan menguat seiring cerahnya permintaan konsumen energi terbesar dunia. “Pasar cukup yakin akan ada stimulus lebih lanjut dari perundingan di parlemen dan ini tentunya faktor bullish untuk minyak,” ungkap Jonathan Barrat, petinggi Commodity Broking Services.

“Pada akhir minggu ini, kita mungkin akan melihat kesepakatan dan pasar akan pulih,” kata Tony Nunan, manajer Mitsubishi yang prediksi harga minyak akan bergerak sideways diantara $97 dan $103. Investor juga nantikan cadangan minyak yang akan dirilis Asosiasi Perminyakan AS (API) yang diprediksi berkurang untuk delapan minggu berurutan. (fir)


Commodity Update


Pertumbuhan Ekonomi AS Melambat; Tingkat Harga Melambung

Perekonomian AS sedang menghadapi masalah akibat kenaikan harga dan lemahnya pertumbuhan. Inflasi di AS saat ini naik ke level tertinggi dalam hampir selama 3 tahun di bulan Mei, sementara aktivitas manufaktur regional berkontraksi bulan ini, menurut laporan hari Rabu. Konsumen di AS lega setelah harga bensin mulai turun, membantu perekonomian pulih dari suramnya data belakangan ini. Namun dalam tren yang dapat menyulitkan pejabat di Federal Reserve, Dep. Tenaga Kerja mengatakan indeks harga konsumen diluar makanan
dan energi naik 0.3%. Itu merupakan kenaikan terbesar sejak Juli 2008, kendati sebagian kenaikan disebabkan oleh gangguan suplai akibat gempa bumi Jepang yang mendorong harga otomotif naik tajam. Laporan terposah menunjukkan penurunan tajam pada aktivitas manufaktur di negara bagian New York dan penurunan 0.1% pada output industri bulan Mei, kendati sebagian disebabkan oleh penurunan pada utilitas terkait udara dingin.

Emas Kian Diminati

Emas naik pada hari Rabu akibat aksi beli safe-haven yang dipicu oleh penurunan tajam pada bursa saham ditengah kecemasan melambatnya perekonomian AS dan tanda bawa krisis hutang di Yunani dapat meningkat.
Investor beralih kepada emas setelah indeks harga konsumen AS mencetak kenaikan terbesar dalam hampir selama 4 tahun dan dan sektor manufaktur regional berkontraksi bulan ini, juga akibat ketidakpastian mengenai diskusi tentang batas hutang AS. “Emas adalah tempat bergantung saat ini ketika bursa saham, minyak mentah dan komoditas lainnya melemah,” ucap Robert Lutts, kepala bagian invetasi di Cabot Money Management. Emas sempat turun pada awal sesi, didera oleh aksi jual dan penguatan dollar akibat krisis hutang Eropa yang memburuk.

Penguatan Dollar Tekan Minyak

Minyak turun lebih dari 4% pada hari Rabu, seiring tanda pelemahan ekonomi lanjutan yang meningkatkan kecemasan permintaan dan juga tertekan oleh penguatan dollar, memicu order sellstop dan mendorong minyak mentah turun ke level terendah sejak bulan Februari. Minyak mentah melemah pasca data menunjukkan kenaikan pada inflasi inti dan sektor manufaktur di New York
berkontraksi. Aksi jual kian intens setelah menembus ke bawah MA150 dan support kunci pada $95, dan menghapus sedikit gain pada minyak mentah akibat
penurunan tajam pada suplai minyak mentah AS. “Investor terburu-buru untuk keluar. Pasar dinilai terlalu tinggi saat ini, minyak brent terus menggelembung, dan gelembung itu pecah hari ini,” ucap Tim Evans, analis energi pada Citi Futures Perspective.

***EnglishVersion***

U.S. Economic Growth Slows; Exchange Rates Soar

The U.S. economy is facing problems due to rising prices and weak growth. Inflation in the U.S. today rose to its highest level in nearly 3 years in May, while the regional manufacturing activity contracted this month, according to reports Wednesday. Consumers in the U.S. relief after gasoline prices began to fall, helping the economy recover from data gloomy lately. But in a trend that could complicate the Federal Reserve officials, Dep. Labor said its index of consumer prices outside of food and energy rose 0.3%. It was the biggest gain since July 2008, although some of the increase due to supply disruptions caused by earthquakes Japanese automotive drive prices up sharply. Terposah report showed a sharp decline in manufacturing activity in New York state and 0.1% decline in industrial output in May, although partly due to a decrease in cold-related utilities.

Gold More Wanted

Gold rose on Wednesday due to safe-haven buying triggered by a sharp decline in stock markets amid concern a slowing U.S. economy and signs carry the debt crisis in Greece can be increased. Investors turn to gold after the U.S. consumer price index scored the biggest gain in nearly four years and the regional manufacturing sector contracted this month, also due to uncertainty regarding the discussion about the U.S. debt limit. “Gold is where the current depends when the stock market, crude oil and other commodities lower,” said Robert Lutts, chief invetasi at Cabot Money Management. Gold was down early in the session, chastened by the strengthening dollar selloff and Europe due to the worsening debt crisis.

Strengthening Dollar Oil Press

Oil fell more than 4% on Wednesday, as a sign of continued economic weakness that increase anxiety and demand also pressured by the strengthening dollar, triggering orders sellstop and pushed crude oil fell to its lowest level since February. Crude oil fell after data showed a rise in core inflation and the manufacturing sector contracted in New York. Increasingly intense sell-off after breaking down the MA150 and the key support at $ 95, and removing a bit of gain on crude oil due to a sharp drop in U.S. crude supplies. “Investors rush to exit. The market is overvalued at this time, Brent oil continued to bubble, and bubbles burst today,” said Tim Evans, energy analyst at Citi Futures Perspective.


Market Outlook Today


Kenaikan Suku Bunga Inggris Akan Legakan BoE Nantinya

Bank of England seharusnya menaikkan suku bunga saat ini untuk mencegah pengetatan yang lebih agresif di waktu mendatang dan membantah spekulasi bahwa bank sentral telah melepas mandat untuk melawan inflasi, menurut Martin Weale, salah satu pejabat BoE. Weale, yang telah menyerukan kenaikan sebesar 25 basis poin sejak bulan Januari, mengatakan kenaikan suku bunga lebih awal dapat memperburuk perekonomian namun bank sentral akan mendapatkan kelegaan untuk memperlambat atau bahkan membalikkan proses pengetatan nantinya jika dibutuhkan. Kenaikan lebih awal berarti suku bunga tidak harus naik sesuai perkiraan pasar saat ini untuk beberapa tahun kedepan, ucap Weale pada Finance Director‘s Strategy Meeting di London. “Apa yang akan dilakukan adalah mengurangi spekulasi bahwa bank sentral ingkar terhadap mandat inflasinya,” ucap Weale. “Ini akan mengurangi resiko kenaikan berikutnya dan mungkin dapat berarti bahwa dalam waktu 3 tahun kedepan, kebijakan moneter tidak perlu seketat yang ditunjukkan kurva yield,” ucapnya.

Emas Tumbang Bersama Komoditas

Emas anjlok sebesar 1% hari Senin, seiring melemahnya minyak dan komoditas lainnya ditengah kecemasan pertumbuhan ekonomi dan krisis hutang Eropa memicu aksi jual sektor komoditas. Perak juga turun sebanyak 4%, seiring absennya aksi beli safehaven kendati downgrade pada peringkat hutang Yunani. Emas mendapat tekanan dari likuidasi aset beresiko dan akan menghadapi tekanan dari aksi profit-taking, namun sektor fundamental masih mendukung emas,” ucap Sean McGillivray, kepala alokasi aset Great Pacific Wealth Management. Aksi juall teknikal juga turut menekan harga setelah emas menembus ke bawah MA20, level yang menahan selama 3 pekan terakhir. Emas nampaknya sedang menuju level support setelah terpantul dari levl MA20 pada $1,507 per ons.

Minyak Anjlok Pasca Downgrade Yunani

Minyak Brent beranjak ke area negatif dan minyak mentah AS menambah penurunan pada hari Senin setelah pemangkasan peringkat hutang Yunani menambah kecemasan mengenai perkeonomian dan tingkat permintaan minyak. Standard & Poor’s Ratings Services menurunkan peringkat hutang jangka panjang Yunani dengan outlook negatif, membuat busa saham AS tertekan turun dan euro memangkas kenaikan terhadap dollar. “Downgrade Yunani oleh S&P memicu koreksi dan bursa saham juga melemah,” ucap Chris Dillman, analis pada Tradition Energy di Stamford, Connecticut. Kecemasan melambatnya pertumbuhan ekonomi telah menekan minyak mentah AS sebelum berita Yunani dirilis. Tingginya persediaan domestik, terutama di Cushing, Oklahoma, juga turut menekan harga minyak. Katalis segar datang di hari Senin ketika Royal Dutch Shell menyatakan force majeure pada pengiriman minyak mentah Nigerian Bonny Light untuk bulan Juni dan Juli. Shell mengatakan turunnya produksi diakibatkan kebocoran dan kebakaran pada jalur pipa Trans-Niger.

&&&English Version&&&

UK Interest Rate Increase Will BoE relief Later


Bank of England should raise interest rates today to prevent a more aggressive tightening in the future, and denied speculation that the central bank has released a mandate to fight inflation, according to Martin Weale, one of the BoE officials. Weale, who has called for an increase of 25 basis points since January, said an early rate hike could worsen the economy but central banks will get relief to slow or even reverse the process of tightening later on if needed. The increase means the interest rates sooner not have to go up according to current market estimates for the next few years, Weale said the Finance Director’s Strategy Meeting in London. “What will be done is to reduce speculation that the central bank’s mandate of breach against inflation,” said Weale. “This will reduce the risk of subsequent increases and may mean that within 3 years, monetary policy does not need as tight as indicated yield curve,” he said.

Gold tumbles Joint Commodities

Gold fell 1% Monday, as weaker oil and other commodities amid worries of economic growth and European debt crisis triggered a sell-commodity sectors. Silver also fell by 4%, in line despite the absence of buying safehaven downgrade the debt ratings of Greece. Gold under pressure from the liquidation of assets at risk and will face pressure from profit-taking action, but the fundamentals still support the gold sector, “said Sean McGillivray, head of asset allocation Great Pacific Wealth Management. Action technical juall also suppress the gold price after penetrating downward MA20 , a level that held for 3 weeks. Gold seemingly heading for the level of support after reflected from levl MA20 at $ 1.507 per ounce.

Oil Down After Downgrade Greece

Brent oil went into the negative area and increase the decline in U.S. crude oil on Monday after cutting debt ratings Greek add perkeonomian and level of anxiety about oil demand. Standard & Poor’s Ratings Services lowered the long-term debt ratings with a negative outlook Greece, foaming depressed U.S. stock cut down and the euro rise against the dollar. “Greece Downgrade by S & P trigger a stock market correction and also weakening,” said Chris Dillman, an analyst at Tradition Energy in Stamford, Connecticut. Fears of economic slowdown has hit the U.S. crude oil before the Greek news release. High domestic inventories, particularly in Cushing, Oklahoma, also weighed on oil prices. Fresh catalyst came on Monday when Royal Dutch Shell declared force majeure on oil shipments Nigerian Bonny Light crude for June and July. Shell said the decline in production caused by leaks and fires on the Trans-Niger pipeline.


Fed Plosser Tidak Cemas Pertumbuhan Melambat


 

 

Jumat, 10 Juni 2011 – 01:35 WIB
Fed Plosser Tidak Cemas Pertumbuhan Melambat

Laju perekonomian AS yang mengecewakan belakangan ini hanyalah perlambatan sementara, menurut Charles Plosser, Presiden Fed Philadelphia, pada hari Kamis sembari menuduh para tokoh politik sedang memainkan “permainannya” dalam batas hutang. Plosser memperkirakan pertumbuhan akan pulih hingga ke level 3.0% sampai 3.5% hingga akhir tahun ini dan dibutuhkan perlambatan yang “cukup luar biasa” pada perekonomian untuknya agar mendukung QE3.

“Lambatnya laju perkeonomian saat ini bukanlah sesuatu yang luar biasa,” ucap Plosser, terkait “faktor sementara” seperti bencana alam di Jepang, event politk di Timur Tengah dan kenaikan harga makanan dan energi. Ia menambahkan bahwa perkeonomian AS telah merasakan “hambatan” yang serupa tahun lalu dan kemudian pulih pada lajur pertumbuhan 2.9%.

“Menurut perkiraanku perekonomian akan terus berekspansi dalam laju yang moderat dan untuk tingkat inflasi akan segera turun dari level saat ini seiring harga minyak yang mulai stabil.” ucap Plosser dalam pidatonya di London

Posted with WordPress for BlackBerry.


ECB Mungkin Setujui Rollover Hutang Yunani


Kamis, 02 Juni 2011 – 18:11 WIB

ECB Mungkin Setujui Rollover Hutang Yunani

European Central Bank  mungkin dukung rencana yang dorong investor untuk membeli obligasi Yunani baru untuk gantikan surat utang yang telah jatuh tempo, menurut nara sumber Bloomberg. Ini tentunya tunjukkan pelunakan keengganan ECB atas rencana restrukturisasi demi selesaikan krisis utang. ECB masih kaji rencana tersebut karna dapat ringankan beban Yunani tanpa ajukan default. ECB masih tentang rencana perpanjangan waktu pembayaran obligasi yang jatuh tempo.

ECB tentang setiap kebijakan yang dapat dikategorikan sebagai default karena takut bisa picu kekacauan dalam sistem perbankan Eropa. Komisaris Eropa, Olli Rehn, kemarin utarakan masih kaji rencana rollover dan petinggi ECB Juergen Stark katakan rencana tersebut tidak masuk kategori default. Petinggi Eropa kini tengah bujuk investor untuk terima rencana rollover utang yang jatuh tempo dengan cara berikan status khusus, pembayaran kupon lebih tinggi, atau agunan.

Sementara itu, euro menguat di sesi London, sentuh 1.4485, akibat optimisme akan selesainya krisis utang zona-euro dan komitmen Kanselir Merkel untuk tetap dukung euro.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Review AS & Eropa


Market Review AS & Eropa :

USD kembali rebound di hari Jumat lalu terkait tumbangnya EUR akibat berita melambatnya perekonomian Jerman dan kecemasan terhadap kemampuan Uni Eropa untuk merestrukturisasi hutang Yunani. Harga minyak ditutup naik setelah bergerak naik turun dalam range yang besar. Emas menguat 1.03% selama pekan lalu dan ditutup pada $1,523.05 per ons setelah melonjak 1.11% di hari Jumat. Sementara saham AS ditutup naik tajam ditengah kecemasan mengenai restrukturisasi permasalahan hutang di Eropa dan setelah peritel The Gap merilis prospek earnings yang buruk. Data ekonomi hari ini adalah laporan bulanan BoJ, indeks manufacturing dan services PMI dari Jerman dan zona Eropa.
EUR/USD closing 1.4160, high 1.4345, low 1.4131, XAUUSD C:1513.05, H:1515.50, L:1487.20 CO-LS C: 99.61, H: 99.89, L: 95.99. Dow C: 12466, H: 12570, L:12465.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Commodity Update: Oil Bearish Trend


MINYAK
Minyak Konsolidasi, Trend Bearish

Minyak Nymex pengiriman bulan Juli konsolidasi setelah naik $1.17 menjadi $100.10/barrel, menurut analisa teknikal Dow Jones. Grafik harian dengan menggunakan indikator MACD menunjukkan trend bearish, namun indikator stochastic menunjukkan bullish dan berada di level oversold. Resistance di $100.42 (level tinggi hari Jumat); jika berhasil menembus level ini, minyak berpeluang untuk naik ke $100.99 (level tinggi hari Rabu), lalu ke $104.60 (level tinggi 11 Mei) dan $105.31 (kisaran MA 55-day). Support di $96.35 (level rendah hari Jumat); lalu $95.02 (level rendah hari Selasa), kemudian $94.63 (level rendah 6 Mei) dan $92.84 (level pada 31 Januari).
Minyak kontrak Juli turun $1.00 menjadi $99.10/barrel di Globex.

EMAS
Krisis Eropa untungkan prospek harga emas

Nilai kontrak emas diperkirakan terus menguat guna melanjutkan peningkatan mingguan pertamanya dalam 3 pekan terakhir. Kekhawatiran terhadap utang sejumlah negara di Eropa menaikkan permintaan logam mulia itu sebagai pengaman aset. Harga emas pengiriman dalam waktu dekat naik 0,5% menjadi US$1.519,35/troy ounce. Kontrak emas diperdangkan naik 1,2% sepanjang pekan lalu. Kontrak emas pengiriman Juni di bursa New York juga menguat 0,7% menjadi US$1.519/troy ounce. “Inevstor membeli aset pengaman nilai setelah Fitch Ratings menurunkan peringkat utang Yunani dan Standard & Poor’s menempatkan Italia ke outlook yang negatif. Hal ini memperkuat kurs dolar AS,” kata Head of Commodity Research ANZ Banking Group Ltd Mark Pervan dalam laporannya hari ini. S&P pekan lalu menurunkan prospek kredit Italia ke negatif dari posisi stabil dengan pertimbangan risiko pelambatan laju ekonomi dan kesulitan pemangkasan utang pemerintah. Fitch juga memangkas peringkat utang Yunani. Perkembangan itu menyebabkan euro melemah 0,5% terhadap dolar AS.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Menguatnya Dollar Memicu Penurunan Komoditi Emas, Minyak dan Perak


MINYAK

Minyak Turun Mendekati 1% Dibawah $99; Dollar AS

Kontrak minyak mentah As turun mendekati 1% hari Senin, dibawah $99 per barel, menghapus penguatan hari Jumat seiring menguatnya Dollar terhadap Euro ditengah kekhawatiran masalah hutang Yunani. Kontrak minyak mentah NYMEX untuk bulan Juni diperdagangkan turun 94 sen ke sekitar $98.71 per barel, di perdagangan elektronik Globex, setelah merosot lebih dari 1 dollar di level $98/50 sebelumnya. Minggu lalu minyak mentah naik $2.47 atau 2.5%, mendapat kepulihan ringan dari rekor $16.75 dalam kejatuhan mingguan di 6 Mei.

EMAS
Emas-Perak Bergerak Turun

Emas dan perak bergerak turun hari Senin, seiring dollar yang bertahan stabil terkait kekhawatiran hutang Eropa sebelum para menteri keuangan Eropa akan membahas bantuan untuk Portugal. Spot emas bergerak turun 0.1% ke level $1,491.45 per ons, setelah menutup minggu lalu nyaris flat. Kontrak emas AS juga turun 0.1% ke $1,492. Spot emas turun 0.3% ke $35.17, melanjutkan kejatuhan yang mendekati 1% minggu lali. Perak AS menguat 0.6% ke level $35.21.

Logam mulia dalam tekanan akibat menguatnya dollar AS, yang terangkat oleh data inflasi AS dan kejatuhan Euro ke rendahnya 6 minggu terhadap dollar AS.

Posted with WordPress for BlackBerry.