Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Loan

Market Outlook 21 – 26 February 2011


Minyak di perdagangkan sangat volatile selama sepekan kemarin hingga menyentuh 87.86, karena ketegangan politik di timur tengah, yang menyebabkan kekhawatiran investor atas pasokan minyak mentah. Para menteri keuangan negara-negara kelompok G20 yang bertemu di Paris-Perancis, menghasilkan kesepakatan yang kurang meyakinkan tentang bagaimana mengukur ketidakseimbangan dalam ekonomi global.

 

MPC (Monetary Policy Committee) Meeting Minutes, pertemuan komite kebijakan moneter Bank of England, yang akan diadakan pada 23 Februari 2011. Pada MPC Meeting Minutes ini akan membahas mengenai kondisi ekonomi Inggris, yang akan mempengaruhi keputusan BOE dalam menetapkan tingkat suku bunga kedepan.

 

Existing Home Sales. Jumlah bangunan yang terjual, kecuali konstruksi baru di Amerika Serikat di prediksi kembali mengalami kenaikan, 5.30M, dari 5.28M. Apabila di rilis di atas 5.30M, maka akan berdampak positif bagi Dollar.

 

Unemployment Claims, Jumlah warga Amerika Serikat yang masuk dalam asuransi pengangguran perpekannya di prediksi mengalami penurunan tipis, sebesar 405.000, setelah mengalami kenaikan, sebesar 410.000. Apabila di rilis di bawah 405.000, maka akan menguntungkan bagi Dollar.

 

New Home Sales.  Jumlah rumah baru yang terjual di Amerika Serikat di prediksi mengalami kenaikan tipis, sebesar 330.000, dari 329.000. Apabila di rilis di atas 330.000, maka akan berdampak positif bagi Dollar.

 

Untuk indikator ekonomi global, pada minggu ini akan diisi beberapa rilis berita ekonomi penting. Amerika pada hari Senin akan libur public karena President’s Day. Secara umum, rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

 

Dari kawasan Amerika: berupa rilis data CB Consumer Confidence pada Selasa malam; lalu data perumahan yaitu Existing Home Sales pada Rabu malam; data Core Durable Goods Orders serta data tenaga kerja Unemployment Claims mingguan yang biasa menjadi perhatian pasar dirilis pada Kamis malam; serta data awal Prelim GDP q/q di Jumat malam.

 

o Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa data German Ifo Business Climate pada Senin sore; data MPC Meeting Minutes Inggris akan jadi perhatian bagaimana kecenderungan kemungkinan kenaikan suku bunga di Inggris pada Rabu sore; serta Revised GDP q/q Inggris pada hari Jumat sore.

 

Minggu lalu di pasar forex, nilai tukar mata uang dollar bergerak melemah terhadap kelompok major currencies lainnya setelah meredanya gejolak di Mesir dan isyu bahwa the Fed masih tidak akan menaikkan suku bunganya dalam waktu dekat ini, dengan index dollar AS berakhir di level 77.630.

 

Sementara itu, pekan yang lalu Euro cenderung menguat setelah sempat satu anggota ECB menyebutkan perlunya ECB menaikkan suku bunga di tengah tekanan inflasi global, berakhir di level 1.3687. Untuk minggu berjalan ini market range akan berada antara level resistance pada 1.3858dan berikutnya di 1.4278, sedangkan level support di 1.3423 dan kemudian pada 1.3240.

 

Poundsterling minggu lalu umumnya menguat vs dollar hampir 300 pips ke level 1. 6235, sejalan dengan melemahnyaUSD secara gloal. Untuk minggu ini, level resistance terdekat masih pada 1.6300 dan kemudian 1.6460, sedang support berada pada 1.5960 dan kemudian 1. 5745.

 

Untuk USDJPY minggu lalu cenderung terkoreksi. Pasar di minggu ini berada di antara resistance pada 84.50 dan 86.00, serta support level pada 80.90 dan 80.22. Sementara itu,

 

Aussie dollar terpantau seminggu lewat rebound oleh kenaikan komoditas minyak ditutup pada level 1.0147. Range minggu ini tetap antara resistance 1.0230 dan 1.03 sementara support level di 0.9794.

 

Untuk pasar di stock index futures, pada minggu lalu indeks Nikkei masih melanjutkan bullish-nya oleh ekspektasi pemulihan ekonomi, berakhir di 10855. Minggu nanti Nikkei berjangka akan dalam rentangan resistance terdekat pada 11210 dan level berikutnya di 11380. Adapun support pada level 10150 dan lalu 9906.

 

Sementara itu, Indeks Hang Seng berjangka di Hong Kong minggu lalu sempat terdongkrak sekitar 900’an poin, ditutup di level 23583. Minggu ini akan berada dalam range level resistance di 24467 dan berikutnya 24957, sementara support-nya di 22780 selanjutnya 22415.

 

Bursa saham Wall Street minggu lalu kembali menguat terus di minggu yang ketiganya oleh prediksi the Fed bahwa yang menaikkan pertumbuhan ekonomi AS serta sejumlah laporan keuangan yang positif. S&P 500 Index dilaporkan mencapai level 32 bulan tertingginya sejak Juni 2008. Dow Jones Industrial minggu ini masih dalam bullish-trend menjelang level resistance berikutnya ke 12600 dan 13130, sementara support di level 11800 dan kemudian pada 11450. Index S&P 500 minggu lalu juga menguat; resistance sekarang di level 1440, sementara level support berada di 1252 dan 1175.

 

Untuk pasar Emas, minggu lalu menguat di tengah kenaikan harga minyak yang signifikan bersaman dengan melemahnya US dollar. Emas di LLG minggu lalu berakhir pada level $1388.10 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan diuji untuk menembus level $1400 kembali, dengan rentang berada antara level resistance terdekat pada $1393 lalu level $1432. Sementara itu, support ada di $1345 serta support berikut $1307 per troy ounce.

 

Bila diperhatikan belakangan ini, di antara situasi eskalasi geopolitik kawasan Arab dan Timur Tengah berembus sentimen harapan pemulihan ekonomi global. Pasar investasi menjadi makin dinamis dalam situasi ini. Terjadi pergulatan bull vs bear yang seru kembali. Begitulah karakteristik dunia investasi. Tidak usah heran, Anda tinggal mempelajarinya, menyimak dan ambil keputusan investasi Anda dengan cepat dan taktis.


Market Outlook


10 Februari 2011


MINYAK

Minyak Naik Tipis di Tengah Kabar Persediaan

Kontrak minyak mentah AS bergerak naik walau hanya sedikit pada hari Kamis ditengah kekhawatiran kekacauan di Mesir. Sebelumnya, sebuah laporan pemerintah AS memberikan data bahwa terjadi kenaikan persediaan minyak mentah dan produk yang berkaitan dengan komoditi tersebut di negara konsumen minyak terbesar dunia tersebut yang menekan harga minyak WTI (West Texas Intermediate). Dalam perdagangan NYMEX, harga minyak mentah untuk pengiriman bulan Maret naik 13 sen ke $86.84 per barel. Persediaan minyak mentah, bahan bakar bensin dan distilasi naik minggu lalu, demikian dilaporkan oleh EIA. (By monexnews.com)
EMAS

Emas Konsolidasi Di Atas $1360

Harga emas sempat melonjak ke level tertinggi 3-minggu baru kemarin yang dipicu kembali munculnya kekhawatiran inflasi pasca kenaikan suku bunga Cina. Emas diperdagangkan mendekati $1368.00/troy ounce sebelum menetap dalam range sempit di sekitar $1363$1368.00/troy ounce hari ini. Secara keseluruhan, sentimen terhadap logam kuning ini telah berbalik naik dari pelemahan substansial dalam beberapa pekan terakhir, namun analis menilai dukungan untuk bullish masih kurang tanpa bukti inflasi yang jelas dari beberapa negara terkemuka. Fokus seluruh pasar hari ini akan tertuju kepada Ketua Fed Ben Bernanke yang akan berbicara di House Budget Committee, untuk memperoleh petunjuk yang berkaitan dengan kebijakan moneter jangka pendek. Michael Wright dari DailyFX masih sangsi apakah emas akan mampu mempertahankan setiap momentum kenaikan mengingat munculnya tanda-tanda pemulihan yang kuat pada negara besar. “Rally emas dalam minggu terakhir ini mungkin hanya akan berumur pendek seiring pemulihan global yang secara perlahan meningkat. Penguatan masih terus terhambat di area $1360$1368.00/troy ounce untuk minggu kedua berturut-turut, dan selama bullion tidak mampu mengatasi level itu, resiko penurunan masih akan tetap ada.”(By monexnews.com)

 


Market Outlook


via Flickr”]Organizing monetary policy and decides about i...

Market Outlook 7 – 12 February 2011

Para pelaku pasar nampaknya masih berhati-hati menyikapi anjloknya data NFP (Non Farm Payroll). Hal ini bisa di lihat dengan tidak banyaknya pergerakan Dollar terhadap mata uang utama dunia pada akhir pekan lalu.

Data Non Farm Payroll anjlok akan tetapi jumlah pengangguran di Amerika mengalami banyak penurunan, sebesar 9.0%, dari 9.4%. Hal inilah yang membuat para pelaku pasar masih berhati-hati dengan Dollar.

Retail Sales, Perubahan nilai total inflasi di Australia pada sektor retail di prediksi naik sebesar 0.5%, dari 0.3%. Apabila di rilis di atas 0.5%, maka akan men-support Aussie mendekati level tertinggi terhadap Dollar.

Employment Change, Perubahan jumlah tenaga kerja di Asutralia di prediksi kembali mengalami kenaikan, sebesar 20.300, setelah bulan lalu mengalami penurunan tajam akibat banjir besar. Apabila di rilis di atas 20.300 maka akan berdampak positif bagi Aussie.

Unemployment Rate, Jumlah pengangguran di Australia yang aktif mencari pekerjaan di prediksi tidak ada perubahan dari bulan lalu, tetap 5.0%. Apabila di rilis di bawah 5.0%, maka akan menambah penguatan bagi Aussie.

Trade Balance, Selisih nilai antara barang ekspor dan impor di China di prediksi kembali menurun sebesar 10.3B, dari 13.1B. Apabila Trade Balance mengalami kenaikan, maka akan berdampak positif bagi Saham utama China dan Asia, karena  China merupakan Negara yang berpengaruh terhadap pergerakan saham-saham Asia.

Monetary Policy Committee (MPC) Rate Statement dan Official Bank Rate, BoE (Bank of England) akan menyampaikan pernyataan-pernyataan mengenai kondisi ekonomi Inggris, dan kebijakan yang di tempuh kedepannya. Di ikuti dengan di rilisnya suku bunga, di prediksi suku bunga tetap di 0.50%.

Trade Balance, Selisih nilai antara barang ekspor dan impor di Amerika di prediksi mengalami penurunan sebesar -40.4B, setelah 3 bulan terakhir berturut-turut mengalami kenaikan. Apabila Trade Balance mengalami kenaikan, maka akan berdampak positif bagi Dollar.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang akan diisi beberapa saja rilis berita ekonomi penting, di antaranya pengumuman suku bunga di Inggris yang diperkirakan masih tetap bertahan di level sebelumnya. China masih akan libur panjang Imlek sampai dengan Selasa depan. Secara umum, rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Unemployment Claims mingguan yang biasa menjadi perhatian pasar –pada Kamis malam; kemudian Trade Balance atau Neraca Perdagangan dan Prelim UoM Consumer Sentiment di Jumat malam.

o Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa data Manufacturing Production Inggris pada Kamis petang dilanjutkan dengan pengumuman suku bunga Inggris yang kemungkinan bertahan di level 0.5%. Namun demikian, investor global sedang menantikan hasil MPC meeting yang bisa mengindikasikan bertambahnya kemungkinan kenaikan suku bunga pada periode berikutnya.

o Dari Australia: berupa pengumuman Retail Sales pada Senin pagi, lalu Unemployment Rate pada Kamis pagi.

Minggu lalu di pasar forex, nilai tukar mata uang dollar cukup volatile dengan melorot di awal minggu dan rebound di tengah sampai akhir minggu, lebih karena fluktuasi euro, dengan index dollar AS berakhir di level 78.020, terangkat juga oleh menurunnya tingkat pengangguran di AS.

Pekan yang lalu euro sempat mengalami rally sampai level 12 minggu tertinggi menjelang hari pengumuman rate ECB namun kemudian terpangkas hampir 250 pips setelah Trichet menyebutkan bahwa infasi di Eropa tergolong “moderat” dan berakhir di level 1.3589, nyaris flat dengan level penutupan minggu sebelumnya. Untuk minggu berjalan ini market range akan berada antara level resistance pada 1.3858 dan berikutnya di 1.4278, sedangkan level support di 1.3240 dan kemudian pada 1.2867.

Poundsterling minggu lalu umumnya menguat vs dollar tapi terpangkas di akhir minggu ke level 1. 6099, sejalan dengan membaiknya data pengangguran AS. Untuk minggu ini, level resistance terdekat pada 1.6300 dan kemudian 1.6460, sedang support berada pada 1.5745 dan kemudian 1.5340.

Untuk USDJPY minggu lalu cenderung menguat terbatas, dengan kenaikan USD secara global. Pasar di minggu ini nampaknya masih sama berada di antara support level 80.90 dan 80.22, serta resistance pada 83.67 dan 84.50. Sementara itu, Aussie dollar terpantau seminggu lewat menguat oleh prespek ekonomi dan kenaikan inflasi; ditutup pada level 1.0140. Range minggu ini tetap antara resistance 1.0230 dan 1.03 sementara support level di 0.9794.

Untuk pasar di stock index futures, pada minggu lalu indeks Nikkei menguat sekitar 300 poin oleh membaiknya perkembangan bisnis, berakhir di 10540. Minggu nanti Nikkei berjangka akan dalam rentangan resistance terdekat pada 10630 yang bila tembus akan mengarah ke level berikutnya di 11393. Adapun support pada level 10150 dan lalu 9906. Sementara itu, Indeks Hang Seng berjangka di Hong Kong minggu lalu sempat tergelincir namun kemudian merangkak naik 730 poin, ditutup di level 23958. Minggu ini akan berada dalam range level resistance di 24477 dan berikutnya 24945, sementara support-nya di 23280 selanjutnya 22375.

Bursa saham Wall Street minggu lalu menguat terus di tengah keyakinan investor akan membaiknya fundamental ekoonomi AS –merupakan minggu terbaik di bursa dalam dua bulan terakhir. Dow Jones Industrial minggu ini masih dalam bullish-trend menjelang level resistance berikutnya ke 12600, sementara support di level 11515 dan kemudian pada 11320. Index S&P 500 minggu lalu juga menguat; resistance sekarang di level 1400, sementara level support berada di 1252 dan 1218.

Untuk pasar emas, minggu lalu menguat sebagai pilihan safe haven di tengah memanasnya situasi Mesir dan kawasan Arab. Emas di LLG minggu lalu berakhir pada level $1349.55 per troy ounce, terakhir sempat tergerus oleh penguatan dollar. Untuk sepekan ke depan emas akan cenderung positif, berada antara level support di $1307 serta support berikut $1275 per troy ounce. Sementara itu, resistance terdekat pada $1393 lalu level $1432.

Situasi politik terbukti mempunyai dampak kepada pergerakan arah pasar investasi. Apa yang terjadi di Mesir yang berdampak kepada bursa, baik bursa saham maupun komoditas, menunjukkan ada sejumlah factor non-ekonomi yang dapat menggerakkan pasar. Besar kecil dampaknya tergantung dari tingkat besaran (magnitude) dari factor itu sendiri. Saat ini Mesir masih bergejolak. Mungkin saja berikutnya beberapa negara lain di kawasan Arab akan ikut bergolak. Dalam situasi yang tidak menentu ini disarankan jadilah investor yang bijak.


CNOOC Beli Saham Chesapeake


Senin, 31 Januari 2011 11:38 WIB

Cnooc Ltd,produsen energi lepas pantai terbesar, setuju untuk membayar $570 juta tunai untuk 1/3 saham di Chesapeake Energy Corp di proyek Niobara, menambah kepemilikan di AS untuk produksi minyak mentah.

Perusahaan eksplorasi minyak dari Cina tersebut setuju untuk membayar 66.7% saham Chesapeake hingga $697 juta untuk mengebor dan menyelesaikan sumur minyak di area tersebut, dikatakan perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan kemarin.

Market Review AS dan Eropa


Market Review AS & Eropa
Euro menguat untuk 5 sesi berturut-turut, menyentuh level tinggi 5 bulan yang baru terhadap dollar setelah investor dapat mengatasi kecemasan prospek euro dan mendorong euro menembus level teknikal penting dalam ekspektasi kenaikan suku bunga zona Eropa, menurut Monex. Harga emas masih terdukung setelah penurunan mingguan ketiga emas menarik investor untuk melakukan aksi beli. Harga minyak turun dibawah $88 per barel, menembus level support penting, mendapat tekanan dari banyaknya persediaan mengalahkan harapan membaiknya perekonomian akan mendongkrak permintaan minyak tahun ini. Data ekonomi hari ini adalah CPI Australia, keputusan suku bunga BOJ, GDP dan public sector borrowing dari Inggris, CB consumer confidence, HPI, Richmond Fed manufacturing Index, dan juga earnings dari Johnson & Johnson, 3M, Travelers, Verizon, dan Yahoo! dari AS. Nikkei diperkirakan bergerak dalam kisaran 10,400-10.480.
EUR/USD closing 1.3637, high 1.3686, low 1.3540, XAUUSD C:1333.65, H: 1352.95, L:1333,65 CO-LS C: 87.72, H: 89.63, L: 87.27.

 

English version:

The euro climbed to fifth straight session, touching the level of the new 5-month high against the dollar after investors can cope with anxiety the prospect of the euro and push the euro through important technical levels on expectations of eurozone interest rate hikes, according to Monex. Gold prices are still supported after the third weekly decline attract investors to gold buying. Oil prices fell below $ 88 per barrel, passing through important support levels, under pressure from many stocks beat expectations economic recovery will boost oil demand this year. Economic data today is the Australian CPI, BOJ interest rate decision, the GDP and public sector borrowing from the UK, CB consumer confidence, HPI, Richmond Fed Manufacturing Index, as well as earnings from Johnson & Johnson, 3M, Travelers, Verizon, and Yahoo from U.S.. The Nikkei is expected to move within the range of 10.400 to 10,480.
EUR / USD closing 1.3637, 1.3686 high, low 1.3540, XAUUSD C: 1333.65 H: 1352.95, L: 1333.65 CO-LS C: 87.72, H: 89.63, L: 87.27.

 


Spanyol Akan Suntikan Dana ke Perbankan


Kamis, 20 Januari 2011 18:10 WIB

 

Spanyol berencana suntikan dana miliaran euro ke bank yang alami kesulitan pendanaan, tulis Wall Street Journal. Tidakan ini ditempuh sebagai bagian dari upaya untuk tenangkan kecemasan investor terhadap kemampuan pendanaan perbankan. Perbankan Spanyol cukup bergantung kepada fasilitas darurat ECB dalam beberapa bulan terakhit untuk penuhi kebutuhan likuiditasnya.
Nara sumber WSJ juga katakan Spanyol mungkin sederhanakan struktur kepemilikan perbankan dan mendorong transparansi informasi keuangan. Kementerian Keuangan Spanyol menolak berkomentar ketika CNBC konfirmasi berita tersebut. Bank of Spanyol, yang bertanggung jawab terhadap dana restrukturisasi perbankan, juga menolak komentari laporan bahwa institusinya berencana terbitkan obligasi senilai €3 miliar euro.
Sementara itu, bursa Eropa terpuruk di teritori negatif pada perdagangan Kamis seiring investor masih cemaskan krisis utang zona-euro.

Euro Raih High 1-bulan


Rabu, 19 Januari 2011 14:01 WIB

Mata uang tunggal berhasil menembus level high 1-bulan terhadap USD pada 1.3485. Kenaikan terjadi setelah stop-loss buying orders terpicu pada kisaran 1.3460.

Pair EUR/USD sempat naik secara berkala akibat pembelian oleh wealth funds Asia. Demikian pandangan dealer forex sebuah bank besar di Tokyo. Dealer mengatakan bahwa pembelian sovereign funds hari rabu atas pertimbangan teknikal jangka pendek dan bukan berdasarkan pada faktor makro maupun fundamental.

Dealer melihat adanya order pembelian stop-loss cukup substansial pada level 1.3500 dan 1.3520. Apabila mampu memecah level tersebut, EUR bisa naik lebih tinggi. Adapun EUR/JPY naik dari low sebelumnya ke 110.33 dan berakhir di 110.83. “Jika Euro-Yen pecah di atas 111.00, maka mata uang tersebut bisa naik  lebih tinggi,” tutup sang dealer.


Eropa Eyes


Pantauan Ekonomi Eropa  Selasa, 18 Januari 2011

Di Eropa, Sentimen Ekonomi ZEW Jerman, indikator utama dari kesehatan ekonomi naik lebih dari yang diperkirakan menjadi 4,3 pada bulan Desember. Analis memperkirakan pembacaan 3,8. Survei ini dilakukan terhadap investor institusi Jerman tentang prospek ekonomi untuk Jerman diperkirakan akan terus tumbuh pada 6,5 bulan ini.Sentimen Ekonomi ZEW, indikator utama kesehatan ekonomi untuk zona Euro juga tumbuh di luar ekspektasi menjadi 15,5 pada bulan Desember sementara perkiraan analis 10.3. Indeks ini diperkirakan naik menjadi 17,3 bulan ini, sinyal optimisme tumbuh di kalangan investor Eropa.Rapat Economic and Financial Affairs Council (ECOFIN) yang dihadiri oleh Menteri Keuangan dari negara-negara anggota Uni Eropa. Mereka membahas berbagai isu keuangan, seperti mekanisme dukungan EUR dan keuangan pemerintah. Pertemuan tertutup bagi pers tapi pejabat biasanya berbicara dengan wartawan sepanjang hari, dan pernyataan resmi yang meliputi tujuan rapat dapat dirilis setelah pertemuan. Keputusan yang disepakati dapat memiliki efek luas pada kesehatan ekonomi zona Euro.Di Inggris, Indeks Harga Konsumen (CPI) lebih baik dari yang diharapkan pada bulan November, tumbuh sebesar 3,3 persen dari 3,2 persen di bulan sebelumnya. Analis mengharapkan pembacaan menjadi 3,1 persen. Peningkatan yang sama sebesar 3,3 persen diharapkan sekarang.Indeks Harga Ritel (RPI), yang mengukur inflasi untuk produk-produk konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,7 persen lebih 0,3 persen dari yang diharapkan mengikuti 4,2 persen pada bulan sebelumnya. Peningkatan menjadi 4,8 persen diharapkan sekarang.


Market Outlook


Selasa, 18 Januari 2011

EMAS
Krisis Eropa masih perkuat harga emas
Harga emas kemungkinan meningkat karena kekhawatiran terhadap krisis anggaran Eropa diperkirakan menyebabkan periode peningkatan permintaan logam mulia untuk dijadikan aset lebih panjang. Peningkatan harga emas juga dipengaruhi oleh efek psikologis dari penurunan harga pada 2 pekan lalu. Harga platinum juga meningkat.
Harga bullion (pengukur harga logam mulia, seperti emas dan perak) naik tipis menjadi US$1.362,48/troy ounce pada pukul 10:52 waktu Seoul atau sekitar pukul 08.52 WIB.
Harga logam yang naik ke rekor tertinggi menjadi US$1.341,25/troy ounce pada Desember, bulan ini turun 4,1% dan menjadi penurunan pertama sejak Juli. Harga kontrak untuk pengiriman Februari naik tipis menjadi US$1.361,90/troy ounce di New York.
“Dari semua pergerakan ini, kami masih melihat ada pengaruh positif dari permintaan psikologis,” ujar Bruce Ikemizu, Head of Commodity Trading Standard Bank Plc in Tokyo, hari ini melalui saluran telepon. Dia mengatakan agak pesimistis karena masalah tidak dapat diselesaikan dalam semalam. Dia mengatakan masalah keuangan di Eropa akan menjadi faktor jangka panjang yang mempengaruhi harga emas dan logam mulia. Nilai euro melemah untuk hari kedua terhadap dolar AS karena investor khawatir pertemuan menteri keuangan Eropa akan gagal mengatasi penyebaran krisis di benua itu. Para menteri keuangan di kawasan euro memberikan sinyal tidak akan segera melakukan tekanan mengatasi krisis setelah menggelar pertemuan pada pekan ini. (By bisnis.com


Kota Besar AS Disesaki Pengangguran


Michigan entrance sign

Image via Wikipedia

 

5 Januari 2011   10:51

 

Jumlah rata-rata warga tidak bekerja naik di kota-kota besar Amerika Serikat (AS) pada bulan November. Dari seluruh wilayah metro, 2/3 kota di antaranya mencatat kenaikan angka pengangguran.

Laporan Departemen Tenaga Kerja tersebut merupakan yang terburuk sejak Juni, padahal data bulan sebelumnya menunjukkan kemajuan berarti. Dari 372 kota yang disurvei, 258 wilayah melaporkan angka pengangguran lebih tinggi dibandingkan survei terdahulu. Sebanyak 88 di melaporkan penurunan dan pengangguran di 26 kota lain stabil. Hasil tersebut lebih buruk dibandingkan data bulan sebelumnya, dimana angka pengangguran turun di 200 area dan mencatat kenaikan hanya di 108 wilayah.

Perekonomian menguat namun perusahaan masih enggan membuka lowongan. Ekonom memandang, meski perluasan SDM akan terjadi tahun ini, dampaknya tidak akan signifikan mengikis jumlah pengangguran di AS. Banyak eks-pekerja sudah pasrah dengan nasib mereka, seperti yang terjadi di Michigan. Angka pengangguran turun karena banyak orang sudah berhenti mencari kerja. Saat mereka tidak mendaftarkan status profesi terbaru, maka pemerintah tidak menghitungnya sebagai pengangguran. Dengan demikian, beberapa angka non-pekerja tidak terpenuhi.