Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Libya

Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas mencatat penguatan tajam sebesar 2,4% pada perdagangan pagi ini dan perdagangan kemarin ditutup menguat di level 189.60/troy ounce setelah berhasil membukukan rekor tertinggi sepanjang sejarah di 1912.15/troy ounce pada pagi ini. Kinerja Emas juga meningkat seiring berkurangnya kepercayaan investor pada obligasi pemerintah Amerika pasca pemangkasan peringkatnya oleh S&P beberapa minggu lalu. Namun demikian tidak sedikit ekonom yang memperingatkan adanya potensi koreksi tajam Emas setelah lonjakan sebesar 6% hanya dalam 3 sesi terakhir dan telah menguat sebesar US$400 sejak bulan Juli lalu. Salah satu pemicunya adalah apabila The Fed ternyata tidak memberikan sinyal pemberlakuan program quantitative easing jilid ke‐3.

MINYAK

Pada perdagangan di bursa Nymex harga Minyak mentah jenis WTI mengalami peningkatan, kondisi tersebut berkebalikan dengan harga patokan Minyak mentah di London yang justru turun pada Senin waktu setempat. Pergerakan yang mixed harga minyak terjadi karena pedagang bergerak cepat mencerna peristiwa di Libya dan kejatuhan penguasa lama Muamar Kaddafi.

Sebelum konflik kekerasan meletus pada Februari negara-negara Afrika Utara memproduksi sekitar 1,6 juta barel/hari, tetapi sejak itu melambat cukup tajam sehingga mengakibatkan pengetatan pasokan Minyak global. Harga Minyak mentah sangat dipengaruhi oleh pergeseran produksi Minyak Libya yang sebagian besar diekspor ke Eropa sementara di New York lebih terkait ke pasar AS dan persediaan yang turun. Harga Minyak WTI naik di New York kemarin ditengah harapan bahwa The Fed mungkin mengungkap langkah-langkah stimulus baru yang bertujuan meningkatkan ekonomi AS. Di perkirakan pergerakan Minyak mentah masih akan dipengaruhi oleh kondisi fundamental dan ekonomi global secara umum.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong pada perdagangan di pagi hari ini mengalami penguatan tipis saja, pasar mengharapkan data sektor manufaktur di China mengalami kenaikan sehingga mengembalikan keyakinan di pasar saham. Para investor juga mulai melakukan bargain hunting setelah bursa saham mengalami penurunan tajam. Pada penutupan perdagangan di bursa saham Wall Street semalam mengalami penurunan. Saham – saham di bursa Hongkong mengalami pergerakan yang bervariasi diantaranya adalah saham Cheung Kong dan HSBC mengalami penurunan, kemudian Hangseng Bank dan Wharf Holdings mengalami peningkatan. Di perkirakan pergerakan pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami kenaikan meskipun berpotensi terbatas.

EUR/USD

Dolar

  AS secara umum mengalami tekanan terhadap mata uang komoditias setelah investor berspekulasi bahwa The Fed berpeluang mengambil langkah baru untuk mendorong pemulihan ekonomi. Namun demikian mata uang tunggal Eropa Euro masih tertekan oleh dolar karena kekhawatiran ECB berpotensi bergerak terlalu lambat untuk mengatasi utang dan krisis perbankan, sementara otoritas moneter Swiss mencoba untuk melemahkan nilai tukar franc Swiss. The Fed akan mengadakan pertemuan tahunan di Wyoming pada akhir minggu ini, dan gejolak pasar yang terjadi belakangan ini serta indikasi melambatnya pertumbuhan ekonomi AS berpeluang meningkatkan spekulasi Ketua The Fed Ben Bernanke mungkin mengisyaratkan penambahan stimulus darurat bagi perekonomian.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Iklan

Market Outlook Today; Everyday is High Record of Gold


EMAS

Komoditi Emas diperkirakan akan naik dalam minggu ini di tengah kekhawatiran tentang krisis utang dan pertumbuhan global yang melambat serta prediksi lonjakan impor logam mulia oleh India. Logam kuning telah naik menyentuh level historis US$1877.00/troy ounce seiring memburuknya perkiraan data ekonomi AS dan krisis utang Eropa telah meningkatkan spekulasi bahwa pertumbuhan global akan goyah. Dalam seminggu terakhir harga Emas dunia menguat hingga 6% terhadap dollar AS pada kisaran 1851.95/troy ounce  setelah sempat membukukan rekor tertinggi sepanjang sejarah di level 1877.00/troy ounce. Fokus pasar pada minggu ini akan terfokus pada konferensi pejabat bank sentral di Jackson Hole Wyoming yang akan diselenggarakan pada Jumat 26 Agustus 2011. Muncul spekulasi oleh sementara ekonom bahwa Pimpinan The Fed Ben Bernanke akan memberikan sinyal pemberlakuan program quantitative easing 3 untuk menunjang pertumbuhan ekonomi Amerika.

 

MINYAK

Spekulasi runtuhnya rezim pemerintahan Muamar Gaddafi di Libya kembali mendorong pelemahan harga minyak mentah pada perdagangan di Asia hari ini, Harga minyak mentah mengalami penurunan untuk 3 hari berturut-turut setelah para pemberontak Libya berhasil masuk ke ibu kota Tripoli. Spekulasi tersebut mendorong harapan bahwa produksi minyak mentah di Libya akan kembali stabil. Sementara itu kekhawatiran mengenai perlambatan pertumbuhan ekonomi yang berpotensi untuk mendorong turun permintaan terhadap minyak mentah juga turut memberikan tekanan pada harga minyak mentah. Di perkirakan pergerakan harga minyak mentah ini masih dipengaruhi oleh kondisi fundamental dan ekonomi global secara umum.

NIKKEI

Bursa saham Jepang pada perdagangan di hari Senin pagi mengalami pergerakan yang melemah meskipun tidak terlalu besar, bursa Jepang kembali terpukul dengan penutupan yang buruk yang telah dialami oleh Wall Street di akhir minggu lalu. Bursa-bursa Asia pagi juga masih mengalami pelemahan karena para pelaku pasar belum menemukan arahan untuk kembali maju. Adapun saaham-saham yang mengalami pergerakan yang cenderung melemah di antaranya adalah Sony, Honda, Toshiba, dan Toyota. Di perkirakan bahwa pergerakan Indeks Berjangka Nikkei hari ini akan cenderung mengalami peningkatan tapi terbatas.

GBP/USD

Sterling pada perdagangan di akhir minggu lalu mengalami pergerakan menguat terhadap dolar AS dan Sterling sempat menyentuh level tertinggi 3,5 bulan vs Dolar AS, seiring meningkatnya kewaspadaan terhadap masalah pendanaan perbankan di zona Euro dan resiko resesi di AS mendorong para investor untuk mengoleksi mata uang Inggris. Namun momentum tersebut tidak mampu bertahan seiring dolar yang mulai sedikit pulih menjelang penutupan sesi perdagangan AS. Di hari Jumat lalu Sterling juga menuai dukungan dari rilis sebuah data yang menunjukkan penurunan signifikan pada pinjaman sektor publik Inggris di bulan Juli, yang menekan pinjaman secara keseluruhan dalam tahun fiskal 2011 dan membantu pemerintah untuk lebih mendekati target fiskal.


Commodity Update


Kegagalan Menaikkan Batas Hutang AS Beresiko Buruk Bagi Pasar
Gubernur Federal Reserve Ben Bernanke pada hari Selasa memperingatkan bahwa kegagalan untuk menaikkan batas limit hutang pemerintah yang saat ini ada pada 14.3 triliun dollar dapat berpotensi mengakibatkan AS kehilangan kredibilitas. Bernanke mengatakan dengan tidak adanya resolusi cepat untuk mengatasi batas hutang, AS dapat kehilangan peringkat hutang AAA miliknya, sementara status dollar sebagai reserve mungkin akan terancam. “Bahkan penundaan sementara dalam pembayaran obligasi pemerintah atau bunganya
dapat mengakibatkan gangguan pada pasar keuangan dan sistem pembayaran,” ucap Bernanke dalamm persiapan event yang disponsori Committee untuk Responsible Federal Budget. Tidak adanya tindakan yang diambil juga dapat “menciptakankeraguan fundamental mengenai kredibilitas AS serta merusak peran dollar dan oblgasi di pasar global untuk jangka panjang,” tambah Bernanke.

Kecemasan Inflasi Angkat Emas
Emas naik untuk ditutup di atas $1,524 pada hari Selasa, mengakhiri penurunan selama 2 hari berturut-turut, terdorong oleh meningkatnya tekanan inflasi di Cina dan kenaikan tajam pada komoditas industri terutama minyak mentah dan tembaga. Data Cina menunjukkan laju inflasi berada dalam level tercepat dalam hampir selama 3 tahun, sementara penjualan ritel AS turun kurang dari perkiraan. “Kecemasan yang lebih buruk terhadap data ekonomi telah diantisipasi. Selera resiko menguat dipasar, dan sebagian mengalir menuju emas,” ucap Bill O’Neill, partner pada LOGIC Advisors. Emas menguat seiring inflasi di Cina dan India bertambah cepat di bulan Mei, memicu Beijing untuk menaikkan persyaratan modal perbankan dan mendesak India untuk menaikkan tingkat suku bunga pekan ini setelah pertumbuhan di dua negara besar di Asia ini
menunjukkan tanda perlambatan.

Data Ekonomi AS dan Cina Lambungkan Minyak Ke Atas $98
Harga minyak naik pada hari Selasa dan minyak brent menyentuh level tertinggi dalam lebih dari 5 pekan setelah data Cina dan AS mengindikasikan kokohnya perekonomian global, meredakan kecemasan atas berkurangnya tingkat permintaan minyak mentah. Kenaikan minyak brent melebihi minyak mentah di awal sesi dan mendorong selisih antara brent dan minyak mentah ke rekor tinggi diatas $22 per barel, sebelum kembali turun. Gangguan suplai minyak mentah di Libya dan Nigeria dan ketatnya pengiriman di North Sea menjaga penguatan minyak brent. “Ada indikasi data ekonomi AS akan mulai membaik bulan depan, dan jika kita melihat data penjualan ritel, terkecuali sektor otomotif yang
terpukul akibat gempa bumi Jepang, sebetulnya naik 0.3%,” ucap Amrita Sen, analis minyak pada Barclays Capital. Wall Street yang ikut pulih akibat data Cina
dan AS juga menambah sentimen positif minyak.

***English Version***

Failure to Raise the U.S. Debt Limit Bad For Market Risk

Federal Reserve Governor Ben Bernanke on Tuesday warned that failure to raise the limit on government debt that currently exist at 3.14 trillion U.S. dollars may potentially result in loss of credibility. Bernanke said that with no quick resolution to address the debt limit, the U.S. could lose its AAA debt rating, while the dollar as a reserve status may be threatened. “Even the temporary delays in the payment of government bonds or interest thereon may cause disruption in financial markets and payment system,” Bernanke said dalamm preparatory event sponsored Committee for Responsible Federal Budget. The lack of action taken can also be “fundamental menciptakankeraguan about U.S. credibility and damage to the dollar and oblgasi role in the global market for the long term,” Bernanke added.

Inflation Fears Lift Gold

Gold rose to close above $ 1.524 on Tuesday, ending a decline for 2 days in a row, driven by rising inflationary pressures in China and a sharp rise in industrial commodities, especially crude oil and copper. Chinese data show the rate of inflation is the fastest level in almost 3 years, while U.S. retail sales fell less than expected. “Anxiety is worse on the economic data have been anticipated. Tastes stronger market risk, and some flowed into gold,” said Bill O’Neill, partner at LOGIC Advisors. Gold rose as inflation in China and India grow rapidly in May, sparked by Beijing to raise capital requirements for banks and urged India to raise interest rates this week after growth in two major countries in Asia is showing signs of slowing.

U.S. Economic Data and catapulted China to top $ 98 Oil

Oil prices rose on Tuesday and Brent oil touched its highest level in more than 5 weeks after China and U.S. data indicate kokohnya global economy, relieve the anxiety of the reduced level of demand for crude oil. The increase exceeded Brent crude oil at the beginning of the session and encourage the difference between the Brent and crude oil to a record high above $ 22 per barrel, before heading back down. Crude oil supply disruptions in Nigeria and Libya and the tight delivery in North Sea Brent oil to maintain reinforcement. “There are indications that U.S. economic data is beginning to occur next month, and if we look at retail sales data, including the automotive sector is hit by the earthquake Japan, actually rose 0.3%,” said Amrita Sen, oil analyst at Barclays Capital. Wall Street is part of China recover from data and U.S. oil also adds a positive sentiment.


Market Outlook On Monday


MINYAK
Minyak Bertahan Diatas $100 Terkait Data AS, OPEC

Kontrak minyak mentah AS bertahan diatas 4100 setelah data AS menunjukkan kejatuhan data penjualan perumahan AS dibulan April, menambah sinyal pelemahan ekonomi dan menyingkirkan penguatan sebelumnya yang dipicu oleh melemah dollar AS. Data industri tersebut menunjukkan penjualan perumahan yang tertunda AS turun lebih besar dari perkiraan di bulan April hingga ke level rendahnya selama 7 bulan, menghapus harapan pemulihan kondisi penjualan rumah di AS. “Lemahnya data penjualan rumah di AS memperlihatkan bahwa ekonomi AS cenderung memburuk daripada membaik”, dikatakan Gener McGillian, seorang analis dari Tradition Energy, di Stamford, Connecticut. “Harga minyak mentah telah mencapai diatas $100, tetapi masih sulit untuk bergerak naik lebih jauh karena ketidakpastian ekonomi”, ditambahkannya. Harga minyak mentah untuk pengiriman bulan Juli naik $0.36 untuk bertahan di level $100.59 per barel, setelah menyentuh tinggi awalnya di $101.24. Menambah tekanan terhadap kontrak minyak mentah, output OPEC sendiri diperkirakan akan naik bulan ini karena tambahan persediaan dari Arab Saudi, Nigeria dan Irak, menurut sebuah survei dari Rueters.

EMAS
Emas Stabil Terkait Yunani, Data AS

Emas bertahan stabil hari Senin didukung oleh melemahnya dollar AS, bersama dengan kekhawatiran yang menghinggapi krisis hutang Yunani dan memburuknya data housing dan konsumen AS mendukung minat terhadap emas. Spot emas stabil di area $1,535.45 per ons. Emas menguat 1.8% minggu lalu. Kontrak emas AS sedikit bergerak di level $1,535.90. Di tengah kekhawatoran mengenai krisis hutang Yunani, para pejabar dari IMF dan Uni Eropa mengatakan bahwa mereka tidak mengantisipasi restrukrisasi hutang di Yunani. Memburuknya data consumer spending dan rendahnya penjualan rumah yang tertunda (Pending Home Sales) di bulan April menimbulkan kekhawatiran bahwa pemulihan ekonomi AS kehilangan momentum. menurunkan dollar AS ke dekat rendahnya 3 minggu hari Jumar terhadap sekumpulan mata uang. Pasar keuangan dan komoditi di AS dan Inggris saat ini diliburkan untuk hari libur nasional.

EUR/USD
Euro Dilegakan Komentar Positif Soal Yunani

Euro masih berkutat dikisaran tingginya terhadap Dollar AS di sesi pagi hari Senin pasca pernyataan dari pihak Eropa yang optimis negara Yunani akan mampu mengatasi beban hutang yang berat. Rally Euro terhadap Dollar AS mulai mendapatkan momentum kuat pada sesi New York hari Jumat lalu, setelah salah satu anggota dewan ECB, George Provopoulos, mengatakan bahwa Yunani akan mampu membayar hutangnya secara penuh tanpa memerlukan restrukturisasi jika konsisten menerapkan rencana penghematan. Komentar senada juga datang dari Presiden Perancis, Nicolas Sarkozy, yang menyebutkan bahwa Perancis akan menjaga dan mendukung Euro. Perancis juga menentang setiap jenis restrukturisasi hutang untuk Yunani. “Komentar-komentar itu setidaknya telah mengurangi resiko default Yunani dalam waktu dekat dan meringankan tekanan pada Euro,” kata Joe Manimbo, analis mata uang pada Travelex Global Business Payments di Washington.

HANGSENG
Bursa Hong Kong Fluktuatif, Fokus Pada Shanghai

Bursa saham Hong Kong berfluktuasi pada awal hari Senin bersama sektor perbankan yang secara umum melaju setelah penguatan sebelum akhir pekan terkait pergerakan Wall Street, tetapi pasar masih berusaha bangkit seiring bursa saham Shanghai yang melanjutkan kejatuhan mereka ditengah kekhawatiran melambatnya ekonomi. Indeks Hang Seng sedikit bergerak di level 23,118.23 setelah bergerak naik-turun dan indeks Hang Seng Cina bertambah 0.1% ke level 12,979.29. Saham HSBC Holdings PLC menguat 0.1% dan Bank of China Ltd naik 0.5%, sementara PetroChina turun 0.7% setelah naik tajam hari Jumat. Indeks komposit Shanghai turun 0.7% setelah sebelumnya juga turun di 7 sesi sebelumnya.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Commodity Mulai Koreksi


MINYAK
Harga Minyak Terkoreksi

Kontrak minyak sesi Asia merosot. Pelemahan bersifat terbatas sebelum minyak kembali bertengger di level tingginya, menurut trader. “Pelemahan hanya bersifat koreksi setelah kontrak minyak mencetak level tinggi baru di hari Jumat. Pelemahan dolar menjadi faktor kunci utama, sementara ketatnya pasar bahan bakar AS dan berlanjutnya konflik di wilayah MENA terus membebani minyak,” menurut trader Hyundai Oilbank. Minyak kontrak Juni turun 60 sen menjadi $113.33/barrel setelah sebelumnya minyak naik $1.07 ke level tinggi baru 2 1/2 tahun di $113.93/barrel hari Jumat di NY. Pelemahan dollar terus berlanjut sementara EUR/USD menguat ke 1.4860 vs 1.4810 hari Jumat sore, AUD/USD menembus level 1.1000, mencetak level tinggi baru 29 tahun. Gempuran NATO ke komplek perumahan Moammar Gadhafi di hari Sabtu gagal mencapai target namun berhasil membunuh anak bungsu dan tiga orang cucu Gadhafi, menurut juru bicara pemerintah. Menurut Cameron Hanover target minyak selanjutnya di kisaran $115.05.

EMAS
Perak dan Emas Tinggalkan Tingginya

Harga perak merosot sebanyak 10% diawal hari Senin, dengan harga spot yang turun ke rendahnya $42.58 per ons dan kontraknya tenggelam ke level $42.20, diperdagangan yang sempit di hari libur ini. Spot perak bertahan di level $43.32 per ons, turun 9.4% hari ini, sementara harga di COMEX untuk pengiriman bulan Juli diperdagangkan di level $44.075 per ons dibandingkan hari Jumat di level $48.599. “Turunnya pergerakan harga di COMEX sebelum akhir pekan, naiknya marjin dan libur di beberapa bagian Asia dan Eropa mempersiapkan diri untuk pergerakan seperti sekarang ini”, dikatakan Natalie Robertson, seorang analis dari ANZ di Melbourne. Para pelaku spekulasi menarik perkiraan mereka akan kontrak perak di COMEX dan opsi ke level terendahnya sejak bulan Februari, dikatakan para regulator hari Jumat. Spot emas sendiri turun 0.7% ke level $1.552.30 per ons, setelah sebelumnya menyentuh level tingginya selama ini di level $1,575.79.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Commodity Update


Minyak Naik Jelang Data


Pelemahan dollar AS membuat minyak Nymex kontrak Mei naik $1.03 atau 1% menjadi $108.15/barrel hari Selasa sementara minyak bulan Juni naik 59 sen menjadi $108.28. ICE Brent turun 28 sen atau 0.2% di $121.33.  “Kami yakin level tinggi baru minyak akan tercapai, terutama dikarenakan harga bahan bakar,” menurut Ritterbusch. Data persediaan minyak minguan AS dakan dirilis pukul 21.30 WIB, diperkirakan persediaan meningkat 800,000 barrel, persediaan bahan bakar turun 1.3 juta barrel, menurut perkiraan 14 analis. Minyak Nymex kontrak Juni diprediksi akan mencapai level support di $106/barrel, menurut Jim Ritterbusch, pimpinan Ritterbusch & Associates.  Minyak kontrak Juni naik 7 sen menjadi $108.35/barrel di Globex.

EMAS

Rekor baru Emas hampir menembus di level US$ 1.500!

Prediksi sejumlah analis benar-benar menjadi kenyataan. Kontrak harga emas kemarin hampir menembus rekor baru di atas US$ 1.500/troy ounce. Sepertinya, kecemasan akan utang AS membuat langkah dollar berat sehingga meningkatkan permintaan atas emas sebagai investasi alternatif.  “Tak dapat dipungkiri, kredit rating AS akan diturunkan dalam beberapa tahun ke depan. Ini artinya, ongkos peminjaman akan naik dan nilai dollar akan melemah. Investor global memilih untuk menggunakan emas dan perak sebagai mata uang alternatif. Kondisi ini akan terus mendongkrak harga emas,” papar Michael Pento, senior economist Euro Pacific Capital di New York.


Market Outlook


Power Closing Kamis, 14 April 2011


MINYAK

Cadangan minyak AS merosot naikkan harga minyak


Minyak mentah diperdagangkan mendekati harga dua hari tertinggi di New York setelah sebuah laporan pemerintah AS menunjukkan pasokan bensin merosot tajam dalam 12 tahun di negara pengkonsumsi minyak mentah terbesar itu pada saat permintaan naik dan unit penyulingan menganggur. Kontrak berjangka minyak naik 0,8% kemarin setelah Departemen Energi AS mengatakan cadangan turun 7 juta barel pekan lalu menjadi 209,7 juta, terbesar sejak 9 Oktober 1998. Cadangan diperkirakan turun 1 juta barel konsumsi BBM naik tinggi dalam lebih dari 5 bulan. “Harga tinggi tidak cukup menghentikan permintaan untuk mengakhiri tren kenaikan,” kata Sean Brodrick, analis sumber daya alam Weiss Research, Jupiter, Florida. “Pengurangan cadangan bensin tujuh kali lebih besar dari apa yang diperkirakan orang-orang.” (By bisnis.com)

EMAS

Investor berlindung dari percepatan inflasi, emas lanjut reli

Harga emas lanjut reli untuk hari kedua di New York. Emas menguat ditengah spekulasi lonjakan harga komoditas dan rendahnya suku bunga akan mendorong permintaan aset lindung nilai terhadap inflasi. Riset GFMS Ltd. menyebutkan emas akan mencetak rekor di US$ 1.600 pada tahun ini. Pemicunya, karena investor memburu emas sebagai perlindungan atas percepatan kenaikan harga konsumen atau inflasi. Si kuning ini sudah menguat 26% di tahun lalu, dan mencapai rekor harga tertingginya di US$ 1.478/troy ounce, pada 11 April lalu. Frank Lesh dari FuturePath Trading LLC di Chicago menyebut, kita tidak bisa mengukur risiko yang ada di luar sana saat ini. Inflasi masih menjadi mata kunci di tahun ini. “Konflik di Libya dan Timur Tengah masih berlanjut, sementara AS belum terlihat untuk mengubah kebijakan suku bunganya di level rendah,” kata Frank. Presiden Federal Reserve Bank of Dallas Richard Fisher mengatakan, ada risiko inflasi AS di luar kontrol. Sementara, International Monetary Fund (IMF) telah memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi AS dan Jepang pada minggu ini. (By kontan.com)


Market Outlook 11 – 16 April 2011


Market Outlook 11 – 16 April 2011


Pertempuran di Libya yang telah merusak kawasan ladang Minyak, menyebabkan produksi minyak terus menurun dan harga minyak mentah terus melambung hingga di atas $113/barrel.

Emas juga mengalami kenaikkan hingga kembali mencetak rekor tertinggi dalam sejarah, di atas $1,474.00. /troy ounce Pelaku pasar menargetkan Emas naik ke $1,500/troy ounce.

German ZEW economic sentiment, level indeks gabungan berdasarkan pada survei investor dan analis di institusi Jerman di prediksi kembali mengalami penurunan, sebesar 12.2, dari 14.1. Apabila di rilis kembali turun, maka akan menyebabkan koreksi bagi penguatan Euro.

Trade balance, selisih nilai antara barang ekspor dan impor di Amerika Serikat di prediksi mengalami sedikit kenaikkan, sebesar -44.1B, dari -46.3B. Apabila di rilis di atas -44.1B, maka Dollar akan mengalami koreksi dari pelemehannya.

Retail sales, Perubahan nilai total inflasi pada level retail di Amerika Serikat di prediksi mengalami penurunan, sebesar 0.6%, dari 1.0%. Apabila di rilis di bawah  0.6%, maka akan menambah pelemahan Dollar terhadap mata uang utama.

G7 (Group of Seven) meeting, pertemuan yang dihadiri oleh menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari 7 negara-negara industri (Kanada, Italia, Prancis, Jerman, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat), pertemuan ini membahas mengenai  kebijakan finansial global. Baik komentar ataupun pernyataan akan membuat volatilitas pasar yang signifikan.

Prelim UoM consumer sentiment, level indeks gabungan berdasarkan survei konsumen di Amerika Serikat di prediksi mengalami sedikit kenaikan, sebesar 68.8, dari 67.5. Apabila di rilis di atas 68.8, maka akan sedikit mengangkat Dollar dari rival utamanya.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang tidak banyak rilis berita ekonomi global yang penting. Ada event pertemuan G7, G20 dan IMF pada minggu ini. Secara umum, rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

• Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Core Retail Sales pada Rabu malam; lalu data inflasi sisi produsen PPI (Producer Price Index) dan data tenaga kerja Unemployment Claims mingguan yang biasa menjadi perhatian pasar dirilis pada Kamis malam; kemudian data inflasi sisi konsumen CPI (Consumer Price Index), kepemilikan asing atas surat berharga jangka panjang Amerika atau TIC Long-Term Purchases, serta Prelim UoM Consumer Sentiment semuanya pada Jumat malam.

o Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa data German ZEW Economic Sentiment pada Selasa sore; lalu data tenaga kerja Inggris Claimant Count Change pada Rabu sore.

o Dari China: data inflasi dan GDP kuartalan pada Jumat pagi nanti.

Minggu lalu di Pasar Forex, nilai tukar mata uang dollar kembali melemah terutama terhadap euro yang ECB-nya mengambil keputusan menaikkan suku bunga acuannya, sehingga berakhir untuk index dollar di level 74.860. Pekan yang lalu euro kembali menanjak sehubungan dengan direalisasikannya kenaikan suku bunga Eropa sebesar 25 bp pada Kamis lalu, dengan euro berakhir di level 1.4453, merupakan level 15 bulan tertingginya. Untuk minggu ini market range-nya akan berada antara resistance berikut pada 1.4560 dan mengarah ke 1.5, sedangkan level support di 1.4240 dan kemudian pada 1.4014.

Poundsterling minggu lalu umumnya juga menguat terhadap dollar, sekitar 300 poin, ke level 1.6361, setelah menyentuh resistance 1.64 yang diprediksi minggu sebelumnya. Untuk minggu ini, level resistance terdekat menjadi pada 1.6878 dan kemudian 1.7064, sedang support berada pada 1.6092 dan kemudian 1.5930. Untuk USDJPY minggu lalu terus bergerak menguat ditutup di 84.83 di tengah risiko termasuk gempa bumi susulan yangb ikut melemahkan yen. Pasar di minggu ini berada di antara resistance pada 86.00, serta support level pada 83.77 dan 81.55. Sementara itu, Aussie dollar terpantau seminggu lewat terus menguat mencetak posisi rekor tertingginya sepanjang sejarah oleh kenaikan harga komoditas serta berakhir di 1.0531. Range minggu ini antara resistance 1.07 dan 1.10 sementara support level di 1.0300 dan 1.0203.

Untuk pasar di Stock Index Futures, pada minggu lalu sehubungan dengan positifnya data ekonomi di Amerika dan berkurangnya kekuatiran investor terhadap situasi di Jepang telah memberikan nuansa positif bagi bursa regional. Indeks Nikkei minggu lalu yang sempat terguncang getaran gampa bumi yang baru, berfluktuasi yang berakhir flat pada 9740. Minggu ini, dari level resistance saat ini pasar akan berpeluang untuk mulai menembus level 10,000 dalam rentangan resistance terdekat pada 10325 dan level berikutnya di 10650. Adapun support pada level 9305 dan lalu 8370. Sementara itu, Indeks Hang Seng berjangka di Hong Kong minggu lalu juga menanjak, ditutup di level 24249. Minggu ini akan masih positif berada dalam range level resistance di 24480 dan berikutnya 24945, sementara support-nya di 22966 selanjutnya 22098.

Bursa saham Wall Street minggu lalu agak tertahan laju kenaikkannya di tengah kekuatiran investor terhadap harga tinggi minyak dunia yang dapat menekan pertumbuhan ekonomi secara global. Dow Jones Industrial minggu ini akan berusaha menjumpai level resistance 13135 serta 14200, sementara support di level 11950 dan kemudian pada 11555. Index S&P 500 minggu lalu mengalami tekanan konsolidasi; sehingga market range saat ini antara resistance di level 1404, sementara level support berada di 1250 dan 1218.

Untuk Pasar Emas, minggu lalu secara tak terbendung terus mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarahnya di beberapa level baru sehingga berakhir kinclong di $1473.25/troy ounce akibat pilihan safe haven investment. Untuk sepekan ke depan emas akan berpeluang mulai menanjak lagi, dengan rentang berada antara resistance terdekat pada $1480 lalu level $1500. Sementara itu, support ada di $1418.00/troy ounce serta berikut $1410.00/troy ounce. Di Indonesia, harganya menanjak di sekitar Rp409 ribu/gram nya, di mana kenaikan emas global ditahan dengan rupiah yang sedang mengalami apresiasi.

Di antara peningkatan risiko secara global, ada saja asset investasi yang malah mencetak rekor tertinggi barunya, misalnya emas. Itu sebabnya kalau ingin sukses di dunia investasi, jangan takut risiko. Risiko sudah jadi bagian inherent dari transaksi investasi, seperti dua sisi mata uang antara risk dan gain. Risiko tinggal dikelola.


Market Outlook


Power Closing Kamis, 07 April 2011


MINYAK

Geopolitik Bayangi Minyak

Minyak merosot di perdagangan Asia namun kontrak minyak masih membidik level tingginya terkait kekhawatiran mengenai ketegangan di wilayah konflik untuk waktu yang lebih lama. Minyak Nymex untuk pengiriman bulan Mei turun 36 sen di $108.47/barrel di Globex. Hari Rabu kantor berita AFP melaporkan sebuak tanker telah dikirimkan dari Tobruk untuk membawa kiriman minyak yang pertama sejak terjadinya pemberontakan melawan pemerintah. Menurut trader sulit untuk menghindari konflik Libya dan masalah geopolitik lain. “Pertumbuhan ekonomi mendorong harga minyak dan komoditi,” kata Cameron Hanover. (By monexnews.)

EMAS

Komoditi di Puncak Kejayaan


Pergerakan harga fenomenal dicatat oleh beberapa komponen komoditi penting di awal tahun ini. Kombinasi antara volatilitas dollar, ketegangan politik dan ancaman inflasi menggiring harga emas, perak serta minyak ke puncak kejayaan. Tidak hanya sampai disitu, pakar investasi melihat bahwa momentum belum sampai pada titik jenuh. Harga emas sudah memecahkan rekor dalam dua hari berturut-turut pada hari Rabu (06/04), hingga akhirnya berakhir pada level $1,458.50/trou ounce. Para analis yang mengidamkan harga $1,500.00/trou ounce tampaknya mulai senang, karena level tersebut berpotensi tercapai dalam waktu dekat. Kebijakan bank sentral China dan Amerika Serikat (AS) dalam menyikapi inflasi dan kenaikan harga menjadi stimulan ampuh bagi pergerakan harga logam mulia.  “Masih banyak isu yang bisa mendukung harga emas, baik krisis hutang, inflasi, masalah fiskal dan kurs USD,” tutur Carlos Sanchez, Analis logam mulia dari CPM Group. Ia memprediksi emas mampu menyentuh $1,550.00/trou ounce dalam beberapa bulan ke depan. Sementara seorang analis dari Deutsche Bank melihat $2,150.00/trou ounce akan tertembus di akhir 2012.

 

Bukan hanya emas, silver bahkan melaju dua kali lebih kencang dibanding emas. Pekan ini, perak terpantau di puncak yang tidak terlihat dalam 31 tahun terakhir. Berbeda dengan emas, logam putih terlihat mulai jenuh karena cenderung ‘overbought’. “Seandainya minat beli surut, koreksi tajam rentan menerjang perak,” tulis Barclays Capital.  Sedangkan harga minyak sangat dipengaruhi oleh situasi politik kawasan produsen. Emas hitam masih kokoh di kisaran tertinggi dalam 2,5 tahun terakhir. Gabungan antara kisruh kawasan dan permintaan jelang musim panas membuat prospek minyak kian cerah.  “Saat Libya berhenti produksi, pasar tidak kaget. Namun kini investor mulai cemas dengan kondisi ini,” ujar Andrew Lebow, seorang broker MF Global. Memang tidak ada masalah dengan suplai, karena LIbya hanya berkontribusi sebesar 30 juta barel per hari. Tetapi kualitas minyak di negara Khadafi merupakan yang terbaik dibanding wilayah lain. Volume minyak light sweet dengan kualitas bagus banyak ditemukan di Libya. Berbeda dengan kualitas minyak pada umumnya, light sweet bermutu lebih mudah diolah menjadi produk akhir. Oleh karena itu, bila tidak ada pemangkasan demand besar, maka harga minyak tampaknya tetap kokoh di atas $100 dalam beberapa bulan ke depan. (By monexnews.)


Market Review


Power Closing Selasa, 29 Maret 2011

MINYAK
Minyak Turun Bersama Melajunya Mobilitas Pemberontak

Harga minyak AS merosot hari Selasa untuk hari ke-4 setelah pemberontak Libya, dengan bantuan angkatan udara barat, terdorong maju melawan pemimpin Libya, Muammar Kadafi. Kontrak minyak NYMEX untuk pengiriman bulan Mei merosot 24 sen ke $103.74/barel, menambah kejatuhan lebih dari $1 di sesi sebelumnya. Harga pasar minyak telah turun sekitar $2 sejak hari Rabu kemarin. (By monexnews.com)

EMAS

Harga emas turun dalam tiga sesi berturut-turut saat sinyal mengenai ekonomi AS membaik, membawa harga saham ke level yang lebih tinggi, mengurangi permintaan terhadap emas sebagai alternatif investasi. Konsumen AS menaikkan belanja lebih banyak dari yang diperkirakan pada Februari saat pendapatan mereka naik, seperti ditunjukkan oleh data pemerintah, dan indeks penjualan kembali rumah yang tertunda di luar perkiraan naik. Ekonomi AS meningkat 3,1% per 1 tahun pada kuartal keempat, lebih tinggi dari 2,8% seperti perkiraan pada bulan lalu, seperti ditunjukkan oleh data pekan lalu.
Pada 24 Maret lalu kontrak berjangka emas naik mencapai catatan baru senilai US$1.448,60/troy ounce saat terjadi gempa Jepang dan gejolak di Timur Tengah. “AS tidak terkena gejolak itu,” kata Afshin Nabavi, senior vice president MKS Finance SA, perusahaan pemurni emas batangan di Jenewa. “Pasar sudah bergerak terlalu tinggi. Semakin tinggi melangkah maka kemungkinan terjadi koreksi lebih besar.” (By bisnis.com)

Posted with WordPress for BlackBerry.