Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Level

Analisa Emas


Harapan tidak adanya tapering masih mendorong penguatan harga hingga 1360 pagi tadi. Level di kisaran 1360 ini memberikan tahanan atas atau resisten hari ini. Penguatan lanjutan membutuhkan konfirmasi penembusan level resisten 1360 dengan potensi target mendekati area resisten selanjutnya di 1375.

Potensi pelemahan masih terbuka jika harga tidak mampu kembali menembus 1360 dan berhasil menembus support di kisaran 1343 dengan potensi target ke area 1330.

Hari ini selain isu No tapering, data ekonomi AS mala mini bisa menjadi market mover yaitu data penjualan ritel dan tingkat keyakinan konsumen. Data yang lebih bagus dari prediksi bisa menekan turun harga emas.


Analisa Emas


Harga emas turun dalam kemarin malam hingga pagi tadi. Disinyalir adanya peralihan portofolio dari emas ke saham. Dow Jones terlihat membentuk level tertinggi baru. Optimisme terhadap membaiknya perekonomian AS membuat investor lebih yakin untuk masuk ke pasar yang lebih beresiko.

 

Penurunan kemarin memberikan momentum penurunan yang besar dan harga berpeluang untuk turun kembali. Kemungkinan level resisten di sekitar 1578-1580 (fibonacci retracement 38,2% dari 1563-1603) dapat menahan rebound emas hari ini. Dan harga berpotensi menguji kembali level terendah 1563 dan level support berikutnya di 1554 (level terendah 21 Feb 2013).

 

Sementara bila harga berhasil rebound menembus resisten 1580, harga berpotensi melanjutkan reboundhingga 1589 (fibonacci retracement 61,8% dari 1563-1603).

 

Malam ini data ekonomi AS: ADP employment change dan ISM aktivitas sektor jasa bisa menjadi market mover karena pasar saat ini fokus pada data-data ekonomi AS. Buruknya data ini bisa kembali mengangkat harga emas dan sebaliknya.

 


Today Market Outlook


EMAS

Minat Safe Haven Tinggi, Emas Rebound

Harga emas tampaknya akan rebound menjadi $1,550 per troy ons dalam dua hari ke depan terkait kekhawatiran atas kondisi ekonomi AS dan Eropa sehingga meningkatkan minat terhadap aset safe-haven diantaranya logam mulia, menurut laporan MF Global. Logam mulia mendapat dukungan dari beberapa faktor di antaranya data perekonomian yang lemah dan tingginya harga energi. Keputusan Bank Sentral Eropa untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan di hari Kamis “dapat merugikan dollar dan positif bagi logam,”. Disarankan untuk membeli emas saat berada di level 1,528/ons. Spot emas dipardagangkan di kisaran $1,536.90/ons, turun $1.20 dari level penutupan New York.

MINYAK

Keputusan OPEC Lambungkan Harga

Kontrak minyak mentah naik hari Kamis (09/06) setelah pertemuan OPEC gagal memutuskan penambahan suplai. Sementara persediaan Amerika Serikat (AS) turun tajam pekan lalu. Pembicaraan OPEC di Wina gagal ketika para menteri (energi) tidak dapat mencapai kesepakatan ihwal penambahan volume produksi guna memenuhi kenaikan permintaan global. Wacana tersebut juga dibutuhkan supaya inflasi akibat kenaikan BBM tidak meninggi. “Ini adalah salah satu pertemuan terburuk yang pernah Kami hadiri,” dikatakan menteri perminyakan Arab Saudi, Ali al-Naimi. Harga di New York, harga untuk pengiriman bulan Juli naik 71 sen ke level $101.45 setelah bertahan naik $1.65 ke level $100.74. Apabila Arab Saudi tidak dapat mengisi kekurangan untuk persediaan minyak, maka EIA akan melakukan koordinasi untuk melepas persediaan cadangan minyak mentah para anggota EIA, dikatakan pimpinan EIA.

USD/JPY

Sentimen Mendongkrak Performa Yen

Yen dibuka pada level 79.86 pada sesi perdagangan Asia (09/06). Saat ini, JPY/USD mencapai level tertinggi antar sesi di atas 80.15 karena adanya sentimen jangka pendek trader. Data GDP kuartal I Jepang yang lebih lemah dibanding perkiraan menjadi pendorong utama. Yen masih bergerak dalam area harga 80.10/15, sekitar 25 pips di atas harga pembukaan. Kenaikan terpicu setelah valuta Jepang menemukan resistance harian di level 80.19, rekor antar sesi. Untuk pergerakan turun, Valeria Bednarik, pimpinan analis dari FXstreet.com, memberi level support di 79.75, 79.50 dan 79.20. Adapun untuk pergerakan naik, level resistance berada di level 80.25, 80.42 (low 4 Mei) dan 80.50.

HANGSENG

Bursa China Lesu Jelang Rilis Data

Saham China terus turun di sesi pagi setelah di enam sesi sebelumnya juga melemah. Investor menunggu data ekonomi domestik. Indeks Shanghai Composite turun 0.6% menjadi 2732.73. “Level resistance kuat di 2800. Pasar akan melemah ke kisaran 2700,” menurut Jacky Zhang, analis Capital Securities. Ia menambahkan bahwa investor menunggu dirilisnya data inflasi bulan Mei pekan depan. Diantara saham yang aktif diperdagangkan, Agricultural Bank of China  turun 1.8% menjadi CNY2.73, GD Power Development turun 1.3% menjadi CNY3.05 dan China CNR Corp. turun 1.0% menjadi CNY6.69. Indeks Shenzhen turun 0.6% menjadi 1129.24.


Commodity Update: Dollar Jatuh, Minyak Naik


EMAS 
Emas Stabil, Dukungan Kekhawatiran Hutang Eropa
Emas bertahan stabil hari Rabu seiring kekhawatiran terhadap krisis hutang Eropa memberikan dukungan kepada emas, setelah memburuknya data industri dan perumahan AS memicu penurunan di harga minyak dan logam di sesi sebelumnya. Spot emas sedikit bergerak di level $1,485.59 per ons, setelah turun 3 sesi berturut-turut. Emas AS bergerak naik 0.4% ke level $1,485.60. Spot perak beranjak naik 0.4% ke level $35.05. Kontrak perak AS naik sebanyak 1.7% ke level $34.06. Buruknya data industri dan perumahan AS memperlihatkan adanya kejatuhan di ekonomi AS, yang berujung pada lemahnya harga saham dan komoditi.
MINYAK
Kontrak Minyak Mentah Naik Terkait Kejatuhan Dollar AS
Kontrak minyak mentah AS pulih dari rendahnya 12 minggu di perdagangan elektronik diawal hari Rabu, seiring dollar AS yang turun dan memicu aksi beli komoditi yang berdenominasi dollar AS. Minyak mentah AS untuk pengiriman bulan Juni melaju 86 sen, atau 0.9% ke level $97.77 per barel di NYMEX selama sesi perdagangan Asia. Harga minyak mentah sebelumnya ditutup pada sesi AS pada level terendahnya sejak 22 Februari. Data housing yang buruk, yang membantu mengangkat kekhawatiran inflasi mengenai permintaan AS, berkontribusi menekan harga hari Selasa, sementara sebuah laporan grup industri memberikan perkiraan kenaikan persediaan mingguan. Laporan persediaan dari API (American Petroleum Institute) menunjukkan adanya kenaikan persediaan sebesar 2.7 juta barel di akhir minggu 13 Mei. Persediaan bahan bakar bensin turun 676.000 barel dan persediaan produk distilasi turun 2.8 juta, dilaporkan kelompok industri tersebut. Data API tersebut akan dirilis dekat dengan waktu laporan dari Departemen Energi AS, yang keluar hari Rabu, minggu ini.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Memburuknya Data Inflasi AS Memicu Kenaikan Emas


Emas
Emas Beranjak Naik Memburuknya Data Inflasi AS

Emas bergerak naik seiring dollar bertahan stabil, walaupun ekspektasi bahwa tekanan inflasi di AS menyusut membuat batasan untuk penguatan. Data CPI hari Jumat diperkirakan akan menunjukkan kenaikan 0.4% dibandingkan 0.5% bulan Maret, menurut sebuah poll Reuters. Spot emas telah beranjak naik dibawah $3 ke level $1,504.69 per ons, kembali mengumpulkan kekuatan semalam. Kontrak emas AS turun $2 ke level $1,504.80 per ons. Spot perak menguat 21 sen ke level $34.31 per ons. Harga perak di COMEX secara umum flat di level $34.79 per ons.

MINYAK
Minyak Mentah AS Turun $1 Terkait Kekhawatiran Permintaan

Kontrak minyak mentah AS turun lebih dari $1 hari Jumat, tertekan oleh kekhawatiran permintaan minyak mentah global seiring para produsen AS yang menghadapi naiknya harga pompa dan Cina yang menghadapi inflasi. Kontrak minyak mentah di NYMEX untuk bulan Juni diperdagangkan turun $1.05 di level $97.92.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Kontrak Minyak Mentah Makin Turun


MINYAK

Minyak Makin Jauhi $100


Kontrak minyak mentah terus turun hari Jumat (06/05) setelah berakhir di bawah $100 per barel satu hari sebelumnya. Catatan tersebut adalah level <$100 untuk kali pertama sejak bulan Maret, seiring aksi jual komoditi.  Kekhawatiran pertumbuhan ekonomi dan pengetatan kebijakan moneter menjadi pemicu aksi jual. Minyak mentah NYMEX untuk pengiriman bulan Juni turun 24 sen ke level $99.56 per barel. Satu hari sebelumnya, oil turun $9.44 ke level $99.80. Kejatuhan harga terjadi setelah keluarnya data tunjangan pengangguran naik ke level tertinggi. Ditambah dengan gejala melambatnya pertumbuhan untuk kuartal I.

EMAS

Spot Emas Mulai Tebus Kerugian

Spot emas kembali pulih dari koreksi selama 4 hari, untuk menguat hampir sebanyak 1% ke level $1,4888.49 per ons hari Jumat (06/05). Tekanan aksi jual perak membawa emas turun 3% pada sesi sebelumnya. Adapun harga emas di COMEX menguat 0.5% ke level $1,488.50.


Market Outlook 18 – 23 April 2011


Market Outlook 18 – 23 April 2011

Emas kembali melonjak hingga kembali terbentuk rekor tertinggi sepanjang sejarah di $1,487.8/troy ounce, naiknya Emas di dorong oleh tekanan inflasi di China. Inflasi di China dipercepat 5,4% pada bulan Maret, dan produk domestik bruto diperluas 9,7% pada kuartal pertama. Gubernur bank sentral – Zhou Xiaochuan mengatakan bahwa pengetatan moneter akan berlanjut untuk “beberapa waktu”.Monetary Policy Meeting Minutes, RBA (Reserve Bank of Australia) pada 19 April 2011 akan menyampaikan pandangannya terhadap ekonomi Australia, termasuk kemungkinan tingkat suku bunga dan kebijakan ekonomi kedapannya. Pernyataan yang optimistik akan menambah penguatan bagi Aussie.MPC (Monetary Policy Committee) Meeting Minutes, pertemuan komite kebijakan moneter Bank of England pada 20 April 2011 akan membahas kondisi ekonomi Inggris, pertemuan ini akan mempengaruhi keputusan BOE dalam menetapkan tingkat suku bunga mendatang.Existing Home Sales, jumlah bangunan yang terjual per tahun, kecuali konstruksi yang baru di Amerika Serikat diprediksi akan mengalami kenaikan, sebesar 5.04M, dari 4.88M. Apabila dirilis di atas 5.04M, maka akan berdampak positif bagi Dollar.German Ifo (Information and Forschung) Business Climate, level indeks gabungan terhadap manufaktur, bangunan, grosir dan pengecer di Jerman diprediksi mengalami sedikit penurunan, sebesar 110.7, dari 111.1. Apabila dirilis di bawah 110.7, maka akan berdampak negatif bagi Euro.Retail Sales, perubahan nilai total inflasi pada sektor penjualan retail di Inggris diprediksi mengalami kenaikan sebesar -0.5%, dari -0.8%. Apabila dirilis di atas -0.5%, maka akan sedikit mensupport Poundsterling.Unemployment Claims dan Philly Fed Manufacturing Index, laporan jumlah warga AS yang masuk dalam asuransi pengangguran, dan  level indeks gabungan berdasarkan survei manufaktur Philadelphia akan di rilis pada 21 April 2011, Apabila keduanya dirilis positif, maka akan menguntungkan Dollar.Untuk indikator ekonomi global, pada minggu ini tidak banyak rilis berita ekonomi global yang penting menjelang hampir semua pasar akan libur panjang Paskah hari Jumat. Secara umum, rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:
• Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Building Permits pada Selasa malam; lalu data Existing Home Sales di Rabu malam; selanjutnya Philly Fed Manufacturing Index untuk indicator industry bersamaan dengan data tenaga kerja Unemployment Claims mingguan yang biasa menjadi perhatian pasar dirilis pada Kamis malam.
o Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa rilis MPC Meeting Minutes pada Rabu sore untuk mengetahui kecenderungan arah suku bunga terdekat dari Bank of England; data German Ifo Business Climate pada Kamis.
Minggu lalu di Pasar Forex, nilai tukar mata uang dollar masih kembali melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia, di antaranya karena kemungkinan masih agak lama the Fed menaikkan suku bunga acuannya, dengan akhir index dollar di level 74.820 di area terendahnya sejak Desember 2007.
Pekan yang lalu Euro memangkas trend bullish-nya belakangan ini oleh kekuatiran atas bailout bagi Yunani, dengan Euro berakhir di level 1.4426. Untuk minggu ini market range-nya akan berada antara resistance berikut pada 1.4574 dan mengarah ke 1.5, sedangkan level support di 1.4240 dan kemudian pada 1.4014.

Poundsterling minggu lalu umumnya fluktuatif terhadap dollar dan berakhir flat di level 1.6324. Untuk minggu ini, level resistance terdekat menjadi pada 1.6461 dan kemudian 1.6878, sedang support berada pada 1.6224 dan kemudian 1.6092.

Untuk USD/JPY minggu lalu bergerak melemah ditutup di 83.23 sebagai bentuk koreksi teknikal di tengah pelemahan kembali USD. Pasar di minggu ini berada di antara resistance pada 86.00, serta support level pada 81.55.

Sementara itu, Aussie dollar terpantau seminggu lewat masih kembali menguat setelah sempat terkoreksi, terangkat kenaikan harga komoditas yang berakhir di 1.0554. Range minggu ini antara resistance 1.07 dan 1.10 sementara support level di 1.0283 dan 1.0203.

Untuk pasar di Stock Index Futures, pada minggu lalu di regional Asia umumnya tertahan atau melemah dengan tingginya data inflasi di China dan proyeksi IMF akan pertumbuhan ekonomi global yang berkurang.

Indeks

Nikkei minggu lalu agak tertekan yang berakhir melemah pada 9590. Minggu ini, akan menemui level resistance terdekat di 9824 dan kemudian mulai menembus level 10,000 ke level 10325. Adapun support pada level 9305 dan lalu 8370.

Sementara itu, Indeks Hangseng Berjangka di Hong Kong minggu lalu juga tergerus, ditutup di level 23965. Minggu ini akan berada dalam range level resistance di 24460 dan berikutnya 24945, sementara support-nya di 22966 dan selanjutnya 22098.

Bursa saham Wall Street minggu lalu alami juga koreksi terutama S&P500 oleh data earnings beberapa emiten besar yang lebi rendah dari perkiraan. Dow Jones Industrial minggu ini akan berusaha menjumpai level resistance terdekat 12459 serta 13135, sementara support di level 12160 dan kemudian pada 11555. Index S&P 500 minggu lalu tertekan, sehingga market range saat ini antara resistance di level 1340 dan 1404, sementara level support berada di 1250 dan 1218.

Untuk Pasar Emas, minggu lalu secara tak terbendung kembali terus mencetak rekor tertinggi baru sepanjang sejarahnya di beberapa level baru sehingga berakhir di $1486.65/troy ounce akibat pilihan safe haven investment. Untuk minggu ini emas akan berpeluang menanjak lagi, walau perlu diwaspadai koreksi pasar, dengan rentang berada antara resistance pada $1500/troy ounce, sementara support ada di $1440.00/troy ounce serta berikut $1418/troy ounce. Di Indonesia, harganya menanjak tajam ke sekitar Rp 414 ribu/gramnya, di mana kenaikan emas global tertunjang oleh konsolidasi mata uang rupiah.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook 11 – 16 April 2011


Market Outlook 11 – 16 April 2011


Pertempuran di Libya yang telah merusak kawasan ladang Minyak, menyebabkan produksi minyak terus menurun dan harga minyak mentah terus melambung hingga di atas $113/barrel.

Emas juga mengalami kenaikkan hingga kembali mencetak rekor tertinggi dalam sejarah, di atas $1,474.00. /troy ounce Pelaku pasar menargetkan Emas naik ke $1,500/troy ounce.

German ZEW economic sentiment, level indeks gabungan berdasarkan pada survei investor dan analis di institusi Jerman di prediksi kembali mengalami penurunan, sebesar 12.2, dari 14.1. Apabila di rilis kembali turun, maka akan menyebabkan koreksi bagi penguatan Euro.

Trade balance, selisih nilai antara barang ekspor dan impor di Amerika Serikat di prediksi mengalami sedikit kenaikkan, sebesar -44.1B, dari -46.3B. Apabila di rilis di atas -44.1B, maka Dollar akan mengalami koreksi dari pelemehannya.

Retail sales, Perubahan nilai total inflasi pada level retail di Amerika Serikat di prediksi mengalami penurunan, sebesar 0.6%, dari 1.0%. Apabila di rilis di bawah  0.6%, maka akan menambah pelemahan Dollar terhadap mata uang utama.

G7 (Group of Seven) meeting, pertemuan yang dihadiri oleh menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari 7 negara-negara industri (Kanada, Italia, Prancis, Jerman, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat), pertemuan ini membahas mengenai  kebijakan finansial global. Baik komentar ataupun pernyataan akan membuat volatilitas pasar yang signifikan.

Prelim UoM consumer sentiment, level indeks gabungan berdasarkan survei konsumen di Amerika Serikat di prediksi mengalami sedikit kenaikan, sebesar 68.8, dari 67.5. Apabila di rilis di atas 68.8, maka akan sedikit mengangkat Dollar dari rival utamanya.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang tidak banyak rilis berita ekonomi global yang penting. Ada event pertemuan G7, G20 dan IMF pada minggu ini. Secara umum, rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

• Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Core Retail Sales pada Rabu malam; lalu data inflasi sisi produsen PPI (Producer Price Index) dan data tenaga kerja Unemployment Claims mingguan yang biasa menjadi perhatian pasar dirilis pada Kamis malam; kemudian data inflasi sisi konsumen CPI (Consumer Price Index), kepemilikan asing atas surat berharga jangka panjang Amerika atau TIC Long-Term Purchases, serta Prelim UoM Consumer Sentiment semuanya pada Jumat malam.

o Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa data German ZEW Economic Sentiment pada Selasa sore; lalu data tenaga kerja Inggris Claimant Count Change pada Rabu sore.

o Dari China: data inflasi dan GDP kuartalan pada Jumat pagi nanti.

Minggu lalu di Pasar Forex, nilai tukar mata uang dollar kembali melemah terutama terhadap euro yang ECB-nya mengambil keputusan menaikkan suku bunga acuannya, sehingga berakhir untuk index dollar di level 74.860. Pekan yang lalu euro kembali menanjak sehubungan dengan direalisasikannya kenaikan suku bunga Eropa sebesar 25 bp pada Kamis lalu, dengan euro berakhir di level 1.4453, merupakan level 15 bulan tertingginya. Untuk minggu ini market range-nya akan berada antara resistance berikut pada 1.4560 dan mengarah ke 1.5, sedangkan level support di 1.4240 dan kemudian pada 1.4014.

Poundsterling minggu lalu umumnya juga menguat terhadap dollar, sekitar 300 poin, ke level 1.6361, setelah menyentuh resistance 1.64 yang diprediksi minggu sebelumnya. Untuk minggu ini, level resistance terdekat menjadi pada 1.6878 dan kemudian 1.7064, sedang support berada pada 1.6092 dan kemudian 1.5930. Untuk USDJPY minggu lalu terus bergerak menguat ditutup di 84.83 di tengah risiko termasuk gempa bumi susulan yangb ikut melemahkan yen. Pasar di minggu ini berada di antara resistance pada 86.00, serta support level pada 83.77 dan 81.55. Sementara itu, Aussie dollar terpantau seminggu lewat terus menguat mencetak posisi rekor tertingginya sepanjang sejarah oleh kenaikan harga komoditas serta berakhir di 1.0531. Range minggu ini antara resistance 1.07 dan 1.10 sementara support level di 1.0300 dan 1.0203.

Untuk pasar di Stock Index Futures, pada minggu lalu sehubungan dengan positifnya data ekonomi di Amerika dan berkurangnya kekuatiran investor terhadap situasi di Jepang telah memberikan nuansa positif bagi bursa regional. Indeks Nikkei minggu lalu yang sempat terguncang getaran gampa bumi yang baru, berfluktuasi yang berakhir flat pada 9740. Minggu ini, dari level resistance saat ini pasar akan berpeluang untuk mulai menembus level 10,000 dalam rentangan resistance terdekat pada 10325 dan level berikutnya di 10650. Adapun support pada level 9305 dan lalu 8370. Sementara itu, Indeks Hang Seng berjangka di Hong Kong minggu lalu juga menanjak, ditutup di level 24249. Minggu ini akan masih positif berada dalam range level resistance di 24480 dan berikutnya 24945, sementara support-nya di 22966 selanjutnya 22098.

Bursa saham Wall Street minggu lalu agak tertahan laju kenaikkannya di tengah kekuatiran investor terhadap harga tinggi minyak dunia yang dapat menekan pertumbuhan ekonomi secara global. Dow Jones Industrial minggu ini akan berusaha menjumpai level resistance 13135 serta 14200, sementara support di level 11950 dan kemudian pada 11555. Index S&P 500 minggu lalu mengalami tekanan konsolidasi; sehingga market range saat ini antara resistance di level 1404, sementara level support berada di 1250 dan 1218.

Untuk Pasar Emas, minggu lalu secara tak terbendung terus mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarahnya di beberapa level baru sehingga berakhir kinclong di $1473.25/troy ounce akibat pilihan safe haven investment. Untuk sepekan ke depan emas akan berpeluang mulai menanjak lagi, dengan rentang berada antara resistance terdekat pada $1480 lalu level $1500. Sementara itu, support ada di $1418.00/troy ounce serta berikut $1410.00/troy ounce. Di Indonesia, harganya menanjak di sekitar Rp409 ribu/gram nya, di mana kenaikan emas global ditahan dengan rupiah yang sedang mengalami apresiasi.

Di antara peningkatan risiko secara global, ada saja asset investasi yang malah mencetak rekor tertinggi barunya, misalnya emas. Itu sebabnya kalau ingin sukses di dunia investasi, jangan takut risiko. Risiko sudah jadi bagian inherent dari transaksi investasi, seperti dua sisi mata uang antara risk dan gain. Risiko tinggal dikelola.


Market Outlook


Power Closing Selasa, 05 April 2011


MINYAK

Minyak Turun Dari Tingginya 2.5 Tahun


Dollar Australia turun dari tingginya setelah data ekonomi menunjukkan kejatuhan trade balance, sebesar 205 juta yang diperkirakan lebih tinggi dari sebelumnya 1,15 miliar. Berita tersebut mengejutkan para trader, yang langsung menyesuaikan posisi berdasarkan data yang dirilis. Aussie melanjutkan kejatuhan dari 1.0415, tingginya kemarin, dan saat ini berada di level 1.0300. Harga saat ini turun 20-25 pips dari level sebelumnya. Data persediaan pemerintah dan industri minggu sebagai sebuah perkiraan menunjukkan adanya kenaikan sebesar 1.4 juta, penurunan persediaan bahan bakar bensin sebesar 1.9 juta barel dan kejatuhan persediaan produk distilasi sebesar 200,000 barel, menurut sebuah poll yang dilakukan Reuters. Di NYMEX, harga minyak mentah berada di level $108.25/barel, turun 22 sen hari ini. (By monexnews.com)

 

EMAS

Kecemasan Inflasi Kokohkan Emas


Emas ditutup dekat level $1,432.00/troy ounce di hari Senin, seiring investor kecemasan mengenai inflasi dan pelemahan dollar terhadap euro setelah pasar mengantisipasi kenaikan suku bunga oleh ECB. “Emas terangkat oleh naiknya ekspektasi inflasi ditengah kuatnya perekonomian dan tingginya harga minyak. Di lain pihak, kenaikan suku bunga ECB membantu menekan dollar,” ucap Bart Melek, kepala strategis komoditas pada TD Bank Financial Group. Emas juga mendapat dorongan naik dari kecemasan beberapa negara di zona Eropa seperti Portugal dan Irlandia yang terbelit masalah hutang pemerintah, dan juga keresahan di Timur Tengah dan Afrika Utara. Kenaikan harga minyak dan bahan pangan juga membantu menambah daya tarik emas sebagai alat lindung inflasi. (By monexnews.com)


Market Outlook 21 – 26 February 2011


Minyak di perdagangkan sangat volatile selama sepekan kemarin hingga menyentuh 87.86, karena ketegangan politik di timur tengah, yang menyebabkan kekhawatiran investor atas pasokan minyak mentah. Para menteri keuangan negara-negara kelompok G20 yang bertemu di Paris-Perancis, menghasilkan kesepakatan yang kurang meyakinkan tentang bagaimana mengukur ketidakseimbangan dalam ekonomi global.

 

MPC (Monetary Policy Committee) Meeting Minutes, pertemuan komite kebijakan moneter Bank of England, yang akan diadakan pada 23 Februari 2011. Pada MPC Meeting Minutes ini akan membahas mengenai kondisi ekonomi Inggris, yang akan mempengaruhi keputusan BOE dalam menetapkan tingkat suku bunga kedepan.

 

Existing Home Sales. Jumlah bangunan yang terjual, kecuali konstruksi baru di Amerika Serikat di prediksi kembali mengalami kenaikan, 5.30M, dari 5.28M. Apabila di rilis di atas 5.30M, maka akan berdampak positif bagi Dollar.

 

Unemployment Claims, Jumlah warga Amerika Serikat yang masuk dalam asuransi pengangguran perpekannya di prediksi mengalami penurunan tipis, sebesar 405.000, setelah mengalami kenaikan, sebesar 410.000. Apabila di rilis di bawah 405.000, maka akan menguntungkan bagi Dollar.

 

New Home Sales.  Jumlah rumah baru yang terjual di Amerika Serikat di prediksi mengalami kenaikan tipis, sebesar 330.000, dari 329.000. Apabila di rilis di atas 330.000, maka akan berdampak positif bagi Dollar.

 

Untuk indikator ekonomi global, pada minggu ini akan diisi beberapa rilis berita ekonomi penting. Amerika pada hari Senin akan libur public karena President’s Day. Secara umum, rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

 

Dari kawasan Amerika: berupa rilis data CB Consumer Confidence pada Selasa malam; lalu data perumahan yaitu Existing Home Sales pada Rabu malam; data Core Durable Goods Orders serta data tenaga kerja Unemployment Claims mingguan yang biasa menjadi perhatian pasar dirilis pada Kamis malam; serta data awal Prelim GDP q/q di Jumat malam.

 

o Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa data German Ifo Business Climate pada Senin sore; data MPC Meeting Minutes Inggris akan jadi perhatian bagaimana kecenderungan kemungkinan kenaikan suku bunga di Inggris pada Rabu sore; serta Revised GDP q/q Inggris pada hari Jumat sore.

 

Minggu lalu di pasar forex, nilai tukar mata uang dollar bergerak melemah terhadap kelompok major currencies lainnya setelah meredanya gejolak di Mesir dan isyu bahwa the Fed masih tidak akan menaikkan suku bunganya dalam waktu dekat ini, dengan index dollar AS berakhir di level 77.630.

 

Sementara itu, pekan yang lalu Euro cenderung menguat setelah sempat satu anggota ECB menyebutkan perlunya ECB menaikkan suku bunga di tengah tekanan inflasi global, berakhir di level 1.3687. Untuk minggu berjalan ini market range akan berada antara level resistance pada 1.3858dan berikutnya di 1.4278, sedangkan level support di 1.3423 dan kemudian pada 1.3240.

 

Poundsterling minggu lalu umumnya menguat vs dollar hampir 300 pips ke level 1. 6235, sejalan dengan melemahnyaUSD secara gloal. Untuk minggu ini, level resistance terdekat masih pada 1.6300 dan kemudian 1.6460, sedang support berada pada 1.5960 dan kemudian 1. 5745.

 

Untuk USDJPY minggu lalu cenderung terkoreksi. Pasar di minggu ini berada di antara resistance pada 84.50 dan 86.00, serta support level pada 80.90 dan 80.22. Sementara itu,

 

Aussie dollar terpantau seminggu lewat rebound oleh kenaikan komoditas minyak ditutup pada level 1.0147. Range minggu ini tetap antara resistance 1.0230 dan 1.03 sementara support level di 0.9794.

 

Untuk pasar di stock index futures, pada minggu lalu indeks Nikkei masih melanjutkan bullish-nya oleh ekspektasi pemulihan ekonomi, berakhir di 10855. Minggu nanti Nikkei berjangka akan dalam rentangan resistance terdekat pada 11210 dan level berikutnya di 11380. Adapun support pada level 10150 dan lalu 9906.

 

Sementara itu, Indeks Hang Seng berjangka di Hong Kong minggu lalu sempat terdongkrak sekitar 900’an poin, ditutup di level 23583. Minggu ini akan berada dalam range level resistance di 24467 dan berikutnya 24957, sementara support-nya di 22780 selanjutnya 22415.

 

Bursa saham Wall Street minggu lalu kembali menguat terus di minggu yang ketiganya oleh prediksi the Fed bahwa yang menaikkan pertumbuhan ekonomi AS serta sejumlah laporan keuangan yang positif. S&P 500 Index dilaporkan mencapai level 32 bulan tertingginya sejak Juni 2008. Dow Jones Industrial minggu ini masih dalam bullish-trend menjelang level resistance berikutnya ke 12600 dan 13130, sementara support di level 11800 dan kemudian pada 11450. Index S&P 500 minggu lalu juga menguat; resistance sekarang di level 1440, sementara level support berada di 1252 dan 1175.

 

Untuk pasar Emas, minggu lalu menguat di tengah kenaikan harga minyak yang signifikan bersaman dengan melemahnya US dollar. Emas di LLG minggu lalu berakhir pada level $1388.10 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan diuji untuk menembus level $1400 kembali, dengan rentang berada antara level resistance terdekat pada $1393 lalu level $1432. Sementara itu, support ada di $1345 serta support berikut $1307 per troy ounce.

 

Bila diperhatikan belakangan ini, di antara situasi eskalasi geopolitik kawasan Arab dan Timur Tengah berembus sentimen harapan pemulihan ekonomi global. Pasar investasi menjadi makin dinamis dalam situasi ini. Terjadi pergulatan bull vs bear yang seru kembali. Begitulah karakteristik dunia investasi. Tidak usah heran, Anda tinggal mempelajarinya, menyimak dan ambil keputusan investasi Anda dengan cepat dan taktis.