Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Lee Taemin

Analisa Emas


Gold Buddha

Gold Buddha (Photo credit: @Doug88888)

Harga emas masih berkonsolidasi di area yang sama. Ketidakmampuan emas menembus 1683 dan kembali terkoreksi dalam menunjukkan hal tersebut. Pergerakan harga emas seperti kehilangan momentum. Perlu momentum dari berita-berita baru untuk menggerakan harga emas dari kisarannya yang ada saat ini.

Harga kini berada di sekitar 1670an. Tekanan turun bisa membawah emas ke area trend line di 1663 yang juga area MA 200 di grafik harian. Waspada area bawah 1663, penembusan level ini bisa membuka pelemahan yang lebih dalam ke area 1650an.

Sementara resisten terdekat di 1673. Penembusan level ini ke atas membuka lagi peluang ke area 1680 an.

 

Untuk grafik, silahkan lihat di sini:http://www.monexnews.com/today-analysis/4328/emas-masih-konsolidasi-1663-1683.htm


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas bergerak stabil pada perdagangan di hari Senin awal minggu pagi paska peluncuran QE III minggu lalu, menguatnya komoditi ini masih stabil di kisaran tertinggi dalam tujuh bulan belakangan. Dolar AS yang berada dalam tekanan mengakibatkan komoditi Emas menguat cukup signifikan. Dorongan positif pada komoditi ini masih diperoleh dari kebijakan QE III yang memang sudah diharapkan. Komoditi Emas pada perdagangan minggu lalu  menggenapi peningkatan mingguan untuk empat kali berturut-turut, para investor meningkatkan pembelian Emas yang merupakan sarana hedging tradisional di saat bank sentral melakukan ekspansi moneter.

GBP/USD

Sterling bergerak menguat pada perdagangan minggu lalu setelah peluncuran QE III, dan diawal minggu pagi tadi Sterling berbalik melemah terhadap Dollar AS. Sentimen negatif terhadap Sterling Inggris dipantau menguat setelah Rightmove menyampaikan bahwa sektor perumahan tersebut masih menunjukkan kinerja negatif di bulan Agustus meskipun sedikit membaik dari kinerja di bulan Juli. Dari perkembangan tersebut ditunjukkan dengan adanya perbaikan pada indikator ekonomi Rightmove HPI m/m yang namun masih menunjukkan kontraksi -0.6% dari nilai periode lalu yaitu -2.4%.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong dibuka pada perdagangan di hari Senin pagi awal minggu ini bergerak menguat terbatas, bursa saham Hongkong masih dipengaruhi oleh sentimen positif dari bursa AS yang diakibatkan euphoria kebijakan QE III dari The Fed. Diperkirakan pada perdagangan hari ini bergerak terbatas seiring dengan bursa saham Jepang libur untuk merayakan hari penghormatan para tetua.


Market Review


Market Review

EUR/USD closing 1.3083, high 1.3178, low 1.3078, XAUUSD C:1642.45, H:1647.25, L:1626.95, CO-LS C: 98.59, H: 102.72 L: 97.51. Dow C: 12957, H: 13168, L:12952.

Dollar melemah terhadap yen dalam perdagangan volatile hari Jumat setelah data tenaga kerja AS bulan April memberikan gambaran yang mix mengenai kesehatan perekonomian. Laporan tenaga kerja AS yang mengecewakan memperburuk sentimen ekonomi, mendorong minyak mentah untuk ditutup di bawah $99 per barel dan bursa saham AS untuk ditutup turun tajam dalam area negatif. Sementara emas naik seiring investor menjual minyak mentah dan saham kemudian beralih pada emas pasca laporan NFP AS yang lemah mendorong daya tarik emas sebagai investasi mengingat melemahnya perekonomian mungkin akan memicu pelonggaran moneter lanjutan oleh Federal Reserve. Data ekonomi hari ini adalah minutes pertemuan BoJ, AIG construction index, building approvals, retail sales, ANZ job advertisements, NAB business confidence dari Australia, unemployment rate, foreign currency reserves, CPI dari Swiss, sentix investor confidence dari zona Eropa, factory orders dari Jerman, dan consumer credit dari AS.
Monex.www.mifx.com


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas naik lebih dari level $ 16.8 di tutup dekat level $1830.00/troy ounce pada perdagangan kemarin seiring pulihnya bursa saham dan Eropa, mengembalikan penurunan tajam akibat aksi jual. Minimnya tingkat permintaan aset safe haven belakangan ini ditambah dengan meningkatnya volatilitas harga membuat investor Emas untuk mempertanyakan outlook Emas. Bursa saham global dan Euro pulih dalam harapan adanya dukungan politik untuk Yunani dari negara kuat di Eropa, pada hari Senin Komoditi Emas terbenam di bawah level $1800.00/troy ounce seiring kecemasan hutang zona Eropa memicu investor menjual Emas guna menutupi kerugian di bursa saham, peruntungan Emas nampaknya memudar saat ini.

MINYAK

Minyak mentah tergelincir dari level tertinggi 6 minggu di New York, koreksi harga minyak terjadi karena investor berspekulasi stok bensin AS meningkat, sehingga menjadi sinyal akan surutnya permintaan bahan bakar di negara pengonsumsi minyak terbesar di dunia iu. Adapun Departemen Energi AS juga dijadwalkan merilis laporannya hari ini. Mayoritas analis yang disurvei Bloomberg memprediksi Departemen Energi mungkin melaporkan pasokan bahan bakar motor turun 500.000 barel, dan cadangan minyak mentah berkurang 3 juta barel pada minggu lalu.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa mampu melanjutkan dominasinya terhadap dolar AS pada perdagangan kemarin seiring bursa saham AS berbalik positif, yang mengindikasikan sedikit meredanya kekhawatiran krisis hutang Eropa paska sebuah laporan menyebutkan jika para pemimpin Yunani, Jerman, dan Perancis akan melakukan pembicaraan vi telepon pada hari Rabu guna membahas perkembangan di Yunani dan kawasan Euro, bagaimanapun juga beberapa trader yakin jika rally Euro hanya terbatas. Horor hutang Eropa terus membayangi kinerja saham internasional, indeks saham Eropa dipaksa merugi lagi di hari pertama minggu ini. Belum lepas dari sentimen Yunani beredar kabar tentang kemungkinan default pada perbankan Jerman.

NIKKEI

Bursa saham Jepang pada perdagangan di hari Rabu pagi terjadi peningkatan yang cukup signifikan, bursa saham Jepang menguat kembali mengikuti sentimen kenaikan yang terjadi di Wall Street pada akhir perdagangannya. Kembalinya sentimen positif didorong oleh turunnya tensi mengenai kemungkinan kebangkrutan Yunani. Saham Nomura menjadi fokus perdagangan di tengah kabar bahwa bank investasi terbesar di Jepang akan mengurangi beberapa ratus staff nya. Sementara itu Tokyo Electric Power mengalami penurunan sebesar 5.1% setelah menteri perdagangan baru di Jepang menyatakan bahwa kreditur dan pemegang saham harus turut menanggung beban restrukturisasi. Di perkirakan Indeks Berjangka Nikkei hari ini cenderung masih berpotensi mengalami peningkatan tapi terbatas.


Commodity Update


Kegagalan Menaikkan Batas Hutang AS Beresiko Buruk Bagi Pasar
Gubernur Federal Reserve Ben Bernanke pada hari Selasa memperingatkan bahwa kegagalan untuk menaikkan batas limit hutang pemerintah yang saat ini ada pada 14.3 triliun dollar dapat berpotensi mengakibatkan AS kehilangan kredibilitas. Bernanke mengatakan dengan tidak adanya resolusi cepat untuk mengatasi batas hutang, AS dapat kehilangan peringkat hutang AAA miliknya, sementara status dollar sebagai reserve mungkin akan terancam. “Bahkan penundaan sementara dalam pembayaran obligasi pemerintah atau bunganya
dapat mengakibatkan gangguan pada pasar keuangan dan sistem pembayaran,” ucap Bernanke dalamm persiapan event yang disponsori Committee untuk Responsible Federal Budget. Tidak adanya tindakan yang diambil juga dapat “menciptakankeraguan fundamental mengenai kredibilitas AS serta merusak peran dollar dan oblgasi di pasar global untuk jangka panjang,” tambah Bernanke.

Kecemasan Inflasi Angkat Emas
Emas naik untuk ditutup di atas $1,524 pada hari Selasa, mengakhiri penurunan selama 2 hari berturut-turut, terdorong oleh meningkatnya tekanan inflasi di Cina dan kenaikan tajam pada komoditas industri terutama minyak mentah dan tembaga. Data Cina menunjukkan laju inflasi berada dalam level tercepat dalam hampir selama 3 tahun, sementara penjualan ritel AS turun kurang dari perkiraan. “Kecemasan yang lebih buruk terhadap data ekonomi telah diantisipasi. Selera resiko menguat dipasar, dan sebagian mengalir menuju emas,” ucap Bill O’Neill, partner pada LOGIC Advisors. Emas menguat seiring inflasi di Cina dan India bertambah cepat di bulan Mei, memicu Beijing untuk menaikkan persyaratan modal perbankan dan mendesak India untuk menaikkan tingkat suku bunga pekan ini setelah pertumbuhan di dua negara besar di Asia ini
menunjukkan tanda perlambatan.

Data Ekonomi AS dan Cina Lambungkan Minyak Ke Atas $98
Harga minyak naik pada hari Selasa dan minyak brent menyentuh level tertinggi dalam lebih dari 5 pekan setelah data Cina dan AS mengindikasikan kokohnya perekonomian global, meredakan kecemasan atas berkurangnya tingkat permintaan minyak mentah. Kenaikan minyak brent melebihi minyak mentah di awal sesi dan mendorong selisih antara brent dan minyak mentah ke rekor tinggi diatas $22 per barel, sebelum kembali turun. Gangguan suplai minyak mentah di Libya dan Nigeria dan ketatnya pengiriman di North Sea menjaga penguatan minyak brent. “Ada indikasi data ekonomi AS akan mulai membaik bulan depan, dan jika kita melihat data penjualan ritel, terkecuali sektor otomotif yang
terpukul akibat gempa bumi Jepang, sebetulnya naik 0.3%,” ucap Amrita Sen, analis minyak pada Barclays Capital. Wall Street yang ikut pulih akibat data Cina
dan AS juga menambah sentimen positif minyak.

***English Version***

Failure to Raise the U.S. Debt Limit Bad For Market Risk

Federal Reserve Governor Ben Bernanke on Tuesday warned that failure to raise the limit on government debt that currently exist at 3.14 trillion U.S. dollars may potentially result in loss of credibility. Bernanke said that with no quick resolution to address the debt limit, the U.S. could lose its AAA debt rating, while the dollar as a reserve status may be threatened. “Even the temporary delays in the payment of government bonds or interest thereon may cause disruption in financial markets and payment system,” Bernanke said dalamm preparatory event sponsored Committee for Responsible Federal Budget. The lack of action taken can also be “fundamental menciptakankeraguan about U.S. credibility and damage to the dollar and oblgasi role in the global market for the long term,” Bernanke added.

Inflation Fears Lift Gold

Gold rose to close above $ 1.524 on Tuesday, ending a decline for 2 days in a row, driven by rising inflationary pressures in China and a sharp rise in industrial commodities, especially crude oil and copper. Chinese data show the rate of inflation is the fastest level in almost 3 years, while U.S. retail sales fell less than expected. “Anxiety is worse on the economic data have been anticipated. Tastes stronger market risk, and some flowed into gold,” said Bill O’Neill, partner at LOGIC Advisors. Gold rose as inflation in China and India grow rapidly in May, sparked by Beijing to raise capital requirements for banks and urged India to raise interest rates this week after growth in two major countries in Asia is showing signs of slowing.

U.S. Economic Data and catapulted China to top $ 98 Oil

Oil prices rose on Tuesday and Brent oil touched its highest level in more than 5 weeks after China and U.S. data indicate kokohnya global economy, relieve the anxiety of the reduced level of demand for crude oil. The increase exceeded Brent crude oil at the beginning of the session and encourage the difference between the Brent and crude oil to a record high above $ 22 per barrel, before heading back down. Crude oil supply disruptions in Nigeria and Libya and the tight delivery in North Sea Brent oil to maintain reinforcement. “There are indications that U.S. economic data is beginning to occur next month, and if we look at retail sales data, including the automotive sector is hit by the earthquake Japan, actually rose 0.3%,” said Amrita Sen, oil analyst at Barclays Capital. Wall Street is part of China recover from data and U.S. oil also adds a positive sentiment.


Debt crisis overshadowed Euro Appreciation


Krisis Hutang Bayangi Apresiasi Euro

Euro dan mata uang ber-yield lebih tinggi diperdagangkan menguat pada Selasa, seiring pulihnya risk appetite pasca serangkaian data China mampu meredakan kecemasan melambatnya pertumbuhan global, begitu juga kenaikan persyaratan cadangan perbankan China. Meskipun begitu, trader menilai euro tetap berpotensi didera sell on rallies mengingat masih adanya kecemasan krisis hutang Yunani dan ketidakpastian rencana keterlibatan sektor swasta. Inflasi Cina melambung ke level tertinggi dalam 34 bulan, dan langkah bank sentral China menaikkan persyaratan cadangan bank sebesar 50 basis poin, menurut analis merupakan sebuah skenario dari pemerintah China dalam meredam laju ekonomi secara perlahan. Hal tersebut dapat mengangkat sentimen terhadap resiko dalam jangka pendek, yang ditunjukkan dengan kenaikan solid pada saham-saham Eropa dan AS. Pada hari yang sama, menteri keuangan zona Euro berdiskusi guna membahas bagaimana keterlibatan investor swasta pemegang obligasi Yunani dalam paket pinjaman ke-2 untuk Yunani menjelang batas waktu kesepakatan pada 20 Juni mendatang.

 

Kenaikan Pound Beresiko

Sterling menguat versus Dollar AS yang tengah berjuang untuk pulih di hari Selasa, namun apresiasi sterling justru memperbesar resiko terjadinya aksi jual mengingat data inflasi Inggris mengikis kepercayaan investor akan adanya kenaikan suku bunga oleh Bank of England dalam waktu dekat. Inflasi tingkat konsumen di Inggris tumbuh dengan laju 4,5% pada tingkat tahunan di bulan Mei, bertahan di level tinggi 2½- tahun dan jauh lebih tinggi dari target BoE pada 2%. Namun para analis menilai jika angka tersebut belum cukup untuk mendesak BoE menaikkan suku bunga dari rekor rendah 0,5% dalam beberapa bulan ke depan, meski BoE berulang kali memperingatkan adanya resiko inflasi dapat mencapai 5% sebelum kembali mereda. Posisi Sterling akan semakin tertekan untuk beberapa bulan kedepan, seiring bank-bank sentral besar seperti European Central Bank diprediksi akan kembali menaikkan suku bunganya, sementara QE2 Fed akan segera berakhir.

 

Data AS Bantu Dollar Memperdayai Yen
Dollar AS berbalik menekan Yen Jepang dan memangkas penurunan terhadap sebagian besar mata uang lainnya pada hari Selasa pasca terjadi lonjakan pada data inflasi AS dan penurunan angka penjualan ritel AS yang kurang dari perkiraan. Data menunjukkan kenaikan terbesar sejak 2008 pada harga produsen tahunan AS, mengangkat yield obligasi dan menambah daya tarik Greenback. Euro dan mata uang ber-yield tinggi lainnya yang sempat menguat pada awal sesi harus melepas gain terhadap dollar pasca data dirilis.
“Bagusnya data AS pada awalnya mendukung resiko, tetapi sekarang Dollar terlihat mulai menguat terhadap semua mata uang,” kata Kathy Lien, direktur
riset pada GFT Forex di New York. Penjualan Ritel AS pada bulan Mei merosot untuk pertama kalinya dalam 11 bulan terakhir akibat penerimaan dealer mobil yang turun tajam. Namun penurunan penjualan ritel itu masih lebih sedikit dibandingkan estimasi. Sementara Inflasi Harga Produsen AS untuk tingkat tahunan melonjak jauh di atas ekspektasi. “Data seimbang dan layak, sehingga mendorong yield naik dan diikuti oleh Dollar terhadap Yen,” kata Omer Esiner, kepala analis pasar Commonwealth Foreign Exchange di Washington.

 

***English Version***

 

Debt crisis overshadowed Euro Appreciation

Euro and the currency had traded higher yields rose on Tuesday, as the recovery in risk appetite of China’s post-series data can relieve anxiety slowing global growth, as well as the increase in China’s banking reserve requirements. Even so, traders assess the euro still has the potential to sell on rallies suffered due to the presence of anxiety and uncertainty Greek debt crisis plan for private sector involvement. Chinese inflation soared to its highest level in 34 months, and the steps China’s central bank raised bank reserve requirements by 50 basis points, according to analysts is a scenario of the Chinese government in reducing the rate of the economy gradually. It can lift sentiment toward risk in the short term, as indicated by a solid rise in European stocks and U.S.. On the same day, discussing the Euro zone finance ministers to discuss how the involvement of private investors in the Greek bondholders 2nd loan package to Greece before the time limit agreed on 20 June.

Pound Increase Risk

Sterling strengthened versus the U.S. dollar is struggling to recover on Tuesday, but the appreciation of sterling would increase the risk of indiscriminate selling as data for UK inflation will erode investor confidence in the existence of interest rate hikes by the Bank of England in the near future. UK consumer inflation rate grew at a rate of 4.5% at an annual rate in May, remained at a high level of 2 ½ – year and much higher than the BoE target at 2%. But analysts assess if the number is not enough to urge the BoE to raise interest rates from a record low 0.5% in the months ahead, although the BoE has repeatedly warned of the risk of inflation could reach 5% before returning to subside. Sterling will be increasingly depressed position for a few months ahead, as the major central banks like the European Central Bank is expected to again raise interest rates, while the QE2 Fed will soon end.

U.S. Data Help Dollar Yen deceptive

U.S. Dollar Japanese Yen turned press and trim decline against most other currencies on Tuesday after going spike in U.S. inflation data and the decline in U.S. retail sales figures are less than expected. Data showed the largest increase since 2008 in the annual U.S. producer price, lifting bond yield and add interest greenback. Euro and currencies were other high yield which was strengthened in the early session gains against the dollar should be released after the data was released.
“Good U.S. data initially support the risk, but it now looks dollar began to strengthen against all currencies,” said Kathy Lien, director
research at GFT Forex in New York. U.S. Retail Sales in May declined for the first time in 11 months from receipt of car dealerships fell sharply. But the decline in retail sales was still less than the estimate. While the U.S. Producer Price Inflation to an annual rate soared far above expectations. “Data balanced and reasonable, thus pushing the yield up and followed by the dollar against the yen,” said Omer Esiner, chief market analyst at Commonwealth Foreign Exchange in Washington.


Waspada! ‘Non-farm Payrolls’ Dirilis Besok!


Kamis, 02 Juni 2011 – 11:50 WIB

Waspada! ‘Non-farm Payrolls’ Dirilis Besok
Akhir pekan ini, Jumat (3/6) pelaku pasar dunia kembali akan disuguhi data Non-farm payrolls AS (tenaga kerja diluar sektor pertanian) dengan prediksi peningkatan hanya sebesar 150 ribu tenaga kerja dibanding periode sebelumnya sebesar 244 ribu.

Perkiraan tersebut merupakan angka prediksi terakhir setelah dipangkas oleh para ekonom dari prediksi sebelumnya sebesar 180 ribu. Pemangkasan pekiraan ini terpaksa dilakukan akibat data-data ekonomi A.S yang dirilis belakangan ini tidak memberikan performa terbaiknya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

Hari Rabu kemarin survei swasta (ADP National Employment) menunjukkan perusahaan-perusahaan di AS hanya menambah 38.000 pekerja di bulan lalu, kenaikan terkecil sejak bulan September. Sementara indeks manufaktur bulan Mei juga melorot melampaui perkiraan di angka 53.5 dari sebelumnya 60.4 (Ekspektasi analis 57.7).
Alhasil buruknya angka-angka ekonomi ini turut menambah kecemasan atas melambatnya pemulihan ekonomi di Amerika dan sudah pasti akan memperburuk pelemahan dollar selanjutnya.

Posted with WordPress for BlackBerry.