Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Krystal Jung

Market Review AS & Eropa


Market Review AS & Eropa.

Emas naik kembali ke atas level $1,900 per ons hari Senin seiring berkembangnya ekspektasi bahwa AS dapat mengimplementasikan QE3 pasca laporan payrolls yang buruk hari Jumat lalu, sementara kecemasan mengenai krisis hutang zona Eropa kembali mencuat. Saham Eropa turun akibat kecemasan AS dapat menuju resesi pasca data payrolls yang buruk, sementara obligasi pemerintah Jerman menyentuh rekor tinggi menjelang event penting di Eropa pekan ini. Minyak mentah anjlok ke level terendah dalam lebih dari sepekan dalam spekulasi pertumbuhan ekonomi di AS dan Cina melambat akan mengikis tingkat konsumsi bahan bakar. Data ekonomi hari ini adalah home loans, current account dari Australia, keputusan suku bunga dan pernyataan dari RBA, CPI Swiss, GDP zona Eropa, factory orders dari Jerman, dan ISM non-manufacturing PMI dari AS.
EUR/USD closing 1.4098, high 1.4172, low 1.4059, XAUUSD C:1900.55, H:1902.55, L:1874.75, CO-LS C: 83.60, H: 86.50, L: 83.99.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Emas Tertekan Dollar AS


Emas Tertekan Dollar AS

Jumat, 01 Juli 2011 10:07 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Harga emas berpeluang untuk menuju level resistance di $1,525/ons, menurut Barclays Capital. Harga emas masih berada di bawah level $1,500/ons dikarenakan penguatan dollar AS dan aktifitas pembelian safe-haven yang minim sehingga menekan logam mulia.

“Level resistance emas di $1,525/ons, level support di bawah $1,490/ons lalu $1,460/$1470,” katanya. Untuk jangka menengah momentum masih bullish. Spot emas di $1,499.10/ons, turun $1.20 dari level penutupan New York kemarin (30/06). Harga emas kemarin sempat merosot karena investor memarkir dana tunai ke aset yang lebih beresiko setelah voting Yunani yang kedua. Penguatan dollar AS semakin menekan harga emas di hari ini (01/07).

EUR/USD di 1.4483 dari 1.4502 hari Kamis malam.


Debt crisis overshadowed Euro Appreciation


Krisis Hutang Bayangi Apresiasi Euro

Euro dan mata uang ber-yield lebih tinggi diperdagangkan menguat pada Selasa, seiring pulihnya risk appetite pasca serangkaian data China mampu meredakan kecemasan melambatnya pertumbuhan global, begitu juga kenaikan persyaratan cadangan perbankan China. Meskipun begitu, trader menilai euro tetap berpotensi didera sell on rallies mengingat masih adanya kecemasan krisis hutang Yunani dan ketidakpastian rencana keterlibatan sektor swasta. Inflasi Cina melambung ke level tertinggi dalam 34 bulan, dan langkah bank sentral China menaikkan persyaratan cadangan bank sebesar 50 basis poin, menurut analis merupakan sebuah skenario dari pemerintah China dalam meredam laju ekonomi secara perlahan. Hal tersebut dapat mengangkat sentimen terhadap resiko dalam jangka pendek, yang ditunjukkan dengan kenaikan solid pada saham-saham Eropa dan AS. Pada hari yang sama, menteri keuangan zona Euro berdiskusi guna membahas bagaimana keterlibatan investor swasta pemegang obligasi Yunani dalam paket pinjaman ke-2 untuk Yunani menjelang batas waktu kesepakatan pada 20 Juni mendatang.

 

Kenaikan Pound Beresiko

Sterling menguat versus Dollar AS yang tengah berjuang untuk pulih di hari Selasa, namun apresiasi sterling justru memperbesar resiko terjadinya aksi jual mengingat data inflasi Inggris mengikis kepercayaan investor akan adanya kenaikan suku bunga oleh Bank of England dalam waktu dekat. Inflasi tingkat konsumen di Inggris tumbuh dengan laju 4,5% pada tingkat tahunan di bulan Mei, bertahan di level tinggi 2½- tahun dan jauh lebih tinggi dari target BoE pada 2%. Namun para analis menilai jika angka tersebut belum cukup untuk mendesak BoE menaikkan suku bunga dari rekor rendah 0,5% dalam beberapa bulan ke depan, meski BoE berulang kali memperingatkan adanya resiko inflasi dapat mencapai 5% sebelum kembali mereda. Posisi Sterling akan semakin tertekan untuk beberapa bulan kedepan, seiring bank-bank sentral besar seperti European Central Bank diprediksi akan kembali menaikkan suku bunganya, sementara QE2 Fed akan segera berakhir.

 

Data AS Bantu Dollar Memperdayai Yen
Dollar AS berbalik menekan Yen Jepang dan memangkas penurunan terhadap sebagian besar mata uang lainnya pada hari Selasa pasca terjadi lonjakan pada data inflasi AS dan penurunan angka penjualan ritel AS yang kurang dari perkiraan. Data menunjukkan kenaikan terbesar sejak 2008 pada harga produsen tahunan AS, mengangkat yield obligasi dan menambah daya tarik Greenback. Euro dan mata uang ber-yield tinggi lainnya yang sempat menguat pada awal sesi harus melepas gain terhadap dollar pasca data dirilis.
“Bagusnya data AS pada awalnya mendukung resiko, tetapi sekarang Dollar terlihat mulai menguat terhadap semua mata uang,” kata Kathy Lien, direktur
riset pada GFT Forex di New York. Penjualan Ritel AS pada bulan Mei merosot untuk pertama kalinya dalam 11 bulan terakhir akibat penerimaan dealer mobil yang turun tajam. Namun penurunan penjualan ritel itu masih lebih sedikit dibandingkan estimasi. Sementara Inflasi Harga Produsen AS untuk tingkat tahunan melonjak jauh di atas ekspektasi. “Data seimbang dan layak, sehingga mendorong yield naik dan diikuti oleh Dollar terhadap Yen,” kata Omer Esiner, kepala analis pasar Commonwealth Foreign Exchange di Washington.

 

***English Version***

 

Debt crisis overshadowed Euro Appreciation

Euro and the currency had traded higher yields rose on Tuesday, as the recovery in risk appetite of China’s post-series data can relieve anxiety slowing global growth, as well as the increase in China’s banking reserve requirements. Even so, traders assess the euro still has the potential to sell on rallies suffered due to the presence of anxiety and uncertainty Greek debt crisis plan for private sector involvement. Chinese inflation soared to its highest level in 34 months, and the steps China’s central bank raised bank reserve requirements by 50 basis points, according to analysts is a scenario of the Chinese government in reducing the rate of the economy gradually. It can lift sentiment toward risk in the short term, as indicated by a solid rise in European stocks and U.S.. On the same day, discussing the Euro zone finance ministers to discuss how the involvement of private investors in the Greek bondholders 2nd loan package to Greece before the time limit agreed on 20 June.

Pound Increase Risk

Sterling strengthened versus the U.S. dollar is struggling to recover on Tuesday, but the appreciation of sterling would increase the risk of indiscriminate selling as data for UK inflation will erode investor confidence in the existence of interest rate hikes by the Bank of England in the near future. UK consumer inflation rate grew at a rate of 4.5% at an annual rate in May, remained at a high level of 2 ½ – year and much higher than the BoE target at 2%. But analysts assess if the number is not enough to urge the BoE to raise interest rates from a record low 0.5% in the months ahead, although the BoE has repeatedly warned of the risk of inflation could reach 5% before returning to subside. Sterling will be increasingly depressed position for a few months ahead, as the major central banks like the European Central Bank is expected to again raise interest rates, while the QE2 Fed will soon end.

U.S. Data Help Dollar Yen deceptive

U.S. Dollar Japanese Yen turned press and trim decline against most other currencies on Tuesday after going spike in U.S. inflation data and the decline in U.S. retail sales figures are less than expected. Data showed the largest increase since 2008 in the annual U.S. producer price, lifting bond yield and add interest greenback. Euro and currencies were other high yield which was strengthened in the early session gains against the dollar should be released after the data was released.
“Good U.S. data initially support the risk, but it now looks dollar began to strengthen against all currencies,” said Kathy Lien, director
research at GFT Forex in New York. U.S. Retail Sales in May declined for the first time in 11 months from receipt of car dealerships fell sharply. But the decline in retail sales was still less than the estimate. While the U.S. Producer Price Inflation to an annual rate soared far above expectations. “Data balanced and reasonable, thus pushing the yield up and followed by the dollar against the yen,” said Omer Esiner, chief market analyst at Commonwealth Foreign Exchange in Washington.


Today Market Outlook


EMAS

Minat Safe Haven Tinggi, Emas Rebound

Harga emas tampaknya akan rebound menjadi $1,550 per troy ons dalam dua hari ke depan terkait kekhawatiran atas kondisi ekonomi AS dan Eropa sehingga meningkatkan minat terhadap aset safe-haven diantaranya logam mulia, menurut laporan MF Global. Logam mulia mendapat dukungan dari beberapa faktor di antaranya data perekonomian yang lemah dan tingginya harga energi. Keputusan Bank Sentral Eropa untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan di hari Kamis “dapat merugikan dollar dan positif bagi logam,”. Disarankan untuk membeli emas saat berada di level 1,528/ons. Spot emas dipardagangkan di kisaran $1,536.90/ons, turun $1.20 dari level penutupan New York.

MINYAK

Keputusan OPEC Lambungkan Harga

Kontrak minyak mentah naik hari Kamis (09/06) setelah pertemuan OPEC gagal memutuskan penambahan suplai. Sementara persediaan Amerika Serikat (AS) turun tajam pekan lalu. Pembicaraan OPEC di Wina gagal ketika para menteri (energi) tidak dapat mencapai kesepakatan ihwal penambahan volume produksi guna memenuhi kenaikan permintaan global. Wacana tersebut juga dibutuhkan supaya inflasi akibat kenaikan BBM tidak meninggi. “Ini adalah salah satu pertemuan terburuk yang pernah Kami hadiri,” dikatakan menteri perminyakan Arab Saudi, Ali al-Naimi. Harga di New York, harga untuk pengiriman bulan Juli naik 71 sen ke level $101.45 setelah bertahan naik $1.65 ke level $100.74. Apabila Arab Saudi tidak dapat mengisi kekurangan untuk persediaan minyak, maka EIA akan melakukan koordinasi untuk melepas persediaan cadangan minyak mentah para anggota EIA, dikatakan pimpinan EIA.

USD/JPY

Sentimen Mendongkrak Performa Yen

Yen dibuka pada level 79.86 pada sesi perdagangan Asia (09/06). Saat ini, JPY/USD mencapai level tertinggi antar sesi di atas 80.15 karena adanya sentimen jangka pendek trader. Data GDP kuartal I Jepang yang lebih lemah dibanding perkiraan menjadi pendorong utama. Yen masih bergerak dalam area harga 80.10/15, sekitar 25 pips di atas harga pembukaan. Kenaikan terpicu setelah valuta Jepang menemukan resistance harian di level 80.19, rekor antar sesi. Untuk pergerakan turun, Valeria Bednarik, pimpinan analis dari FXstreet.com, memberi level support di 79.75, 79.50 dan 79.20. Adapun untuk pergerakan naik, level resistance berada di level 80.25, 80.42 (low 4 Mei) dan 80.50.

HANGSENG

Bursa China Lesu Jelang Rilis Data

Saham China terus turun di sesi pagi setelah di enam sesi sebelumnya juga melemah. Investor menunggu data ekonomi domestik. Indeks Shanghai Composite turun 0.6% menjadi 2732.73. “Level resistance kuat di 2800. Pasar akan melemah ke kisaran 2700,” menurut Jacky Zhang, analis Capital Securities. Ia menambahkan bahwa investor menunggu dirilisnya data inflasi bulan Mei pekan depan. Diantara saham yang aktif diperdagangkan, Agricultural Bank of China  turun 1.8% menjadi CNY2.73, GD Power Development turun 1.3% menjadi CNY3.05 dan China CNR Corp. turun 1.0% menjadi CNY6.69. Indeks Shenzhen turun 0.6% menjadi 1129.24.