Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Juli

Market Review


International Monetary Fund's Managing Directo...

International Monetary Fund’s Managing Director Dominique Strauss-Kahn (L) talks with , European Central Bank President Jean-Claude Trichet (C) and Italy’s Governor Mario Draghi (R) prior to the start of their G-7 meeting at the Istanbul Congress Center (Photo credit: Wikipedia)

Market Review

EUR/USD closing 1.3397, high 1.3577, low 1.3369, XAUUSD C:1671.10, H:1683.03, L:1663.65, CO-LS C: 95.91, H: 97.21, L: 95.54. Dow C: 13898 H: 13958, L: 13802.

Euro turun ke level trendah sejak bulan Juli terhadap dollar setelah Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengatakan bahwa penguatan mata uang akhir-akhir ini menciptakan kekhawatiran bahwa inflasi akan melambat. Bursa saham AS berakhir melemah setelah mencapai level terendah dalam perdagangan volatile pada hari Kamis, seiring saham sektor teknologi pulih, namun kekhawatiran yang terjadi di Eropa terus memperkecil penguatan di bursa. Emas berjangka berakhir rendah pada hari Kamis, ditekan oleh kenaikan tajam pada dollar seiring investor mempertimbangkan komentar dari pejabat-pejabat bank sentral di Eropa dan AS. Minyak turun menuju level terendah dalam dua minggu di New York seiring Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengatakan bahwa penguatan euro dapat menghambat pemulihan ekonomi, membatasi permintaan bahan bakar. Data ekonomi hari ini adalah Current Account dari Jepang, RBA Monetary Policy Statement dari Australia, Trade Balance, CPI y/y dari China, Trade Balance dari AS.


Market Outlook Today


English: Hongkong Bank, Singapore

English: Hongkong Bank, Singapore (Photo credit: Wikipedia)

EMAS

Komoditi Emas pada perdagangan kemarin bergerak menguat tipis, menguatnya komoditi ini seiring di tengah harapan bahwa bank-bank sentral global akan kembali mengambil langkah stimulus untuk menggenjot ekonomi. Kemelut ekonomi di kawasan zona Eropa bulan lalu makin menjadi dan ekonomi China juga semakin memburuk. Pasar berharap dalam pertemuan petinggi bank sentral Euro dalam minggu ini akan kembali ditunjukkan komitmen untuk melakukan stimulus.

AUD/USD

Rilis data ekonomi Australia yang mixed disesi perdagangan Asia pagi ini menyebabkan mata uang Aussie mengalami penurunan yang cukup signifikan, meskipun data building approvals di bulan Agustus menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan setelah bulan Juli merosot tajam, akan tetapi lesunya penjualan eceran masih memberikan dorongan negatif pada pergerakan mata uang Aussie.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong pada perdagangan di hari Kamis pagi ini bergerak cenderung melemah, bursa saham Hongkong dibuka melemah setelah mengalami liburan selama tiga hari berturut-turut sejak hari Senin. Sentimen pasar Asia sebenarnya terangkat setelah data ekonomi yang lebih baik dari estimasi di AS membantu para investor untuk bertahan dalam sentimen positif, dan pada hari ini juga bursa saham Hongkong mulai kembali bertransaksi setelah libur sejak hari Senin lalu.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas bergerak stabil pada perdagangan di hari Senin awal minggu pagi paska peluncuran QE III minggu lalu, menguatnya komoditi ini masih stabil di kisaran tertinggi dalam tujuh bulan belakangan. Dolar AS yang berada dalam tekanan mengakibatkan komoditi Emas menguat cukup signifikan. Dorongan positif pada komoditi ini masih diperoleh dari kebijakan QE III yang memang sudah diharapkan. Komoditi Emas pada perdagangan minggu lalu  menggenapi peningkatan mingguan untuk empat kali berturut-turut, para investor meningkatkan pembelian Emas yang merupakan sarana hedging tradisional di saat bank sentral melakukan ekspansi moneter.

GBP/USD

Sterling bergerak menguat pada perdagangan minggu lalu setelah peluncuran QE III, dan diawal minggu pagi tadi Sterling berbalik melemah terhadap Dollar AS. Sentimen negatif terhadap Sterling Inggris dipantau menguat setelah Rightmove menyampaikan bahwa sektor perumahan tersebut masih menunjukkan kinerja negatif di bulan Agustus meskipun sedikit membaik dari kinerja di bulan Juli. Dari perkembangan tersebut ditunjukkan dengan adanya perbaikan pada indikator ekonomi Rightmove HPI m/m yang namun masih menunjukkan kontraksi -0.6% dari nilai periode lalu yaitu -2.4%.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong dibuka pada perdagangan di hari Senin pagi awal minggu ini bergerak menguat terbatas, bursa saham Hongkong masih dipengaruhi oleh sentimen positif dari bursa AS yang diakibatkan euphoria kebijakan QE III dari The Fed. Diperkirakan pada perdagangan hari ini bergerak terbatas seiring dengan bursa saham Jepang libur untuk merayakan hari penghormatan para tetua.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas mengalami pelemahan karena prospek dukungan finansial dari Cina dikhawatirkan mereda sebagai akibat dari krisis utang Eropa akan memburuk. Hal itu mengikis permintaan untuk logam sebagai ‘surga’. China bersedia untuk membeli obligasi negara-negara terkena krisis utang. Ekuitas di AS mengalami reli untuk hari ketiga dan dolar menguat terhadap sekeranjang mata uang utama mengurangi daya tarik Emas sebagai alternatif investasi.

MINYAK

Komoditi Minyak kembali mengalami pergerakan melemah di New York, penurunan harga minyak terjadi setelah investor bertaruh mengenai kenaikan cadangan minyak AS dan perlambatan pertumbuhan AS mengindikasikan permintaan minyak di AS itu akan terpangkas. Menurut data yang dirilis dari Departemen Energi AS menunjukkan cadangan suplai bensin AS naik 1,94 juta barel pada minggu lalu, ini merupakan kenaikan terbesar sejak Juni. Sementara itu data yang dirilis Departemen Perdagangan AS menunjukkan pertumbuhan stagnan penjualan ritel pada Agustus.

EUR/USD

Para pemimpin Perancis dan Jerman mengatakan kepada Perdana Menteri Yunani George Papandreou dalam conference call tadi malam bahwa penting untuk melaksanakan reformasi dan memenuhi tujuan fiskal yang telah ditetapkan dalam rencana bailout 21 Juli lalu. Dalam pernyataan bersama di Paris dan Berlin Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel juga mengatakan mereka yakin masa depan Yunani adalah di zona euro. Hal ini mengisyaratkan bahwa Yunani tidak akan dibiarkan mengalami default. Dolar langsung terkoreksi ke level terendahnya terhadap Yen sejak 2 September lalu, sementara Euro menguat ke level puncak 3 hari terhadap dolar menyusul optimisme Yunani masih akan dipertahankan sebagai anggota negara zona Euro dan akan memenuhi semua kewajibannya.


Market Outlook Today; Everyday is High Record of Gold


EMAS

Komoditi Emas diperkirakan akan naik dalam minggu ini di tengah kekhawatiran tentang krisis utang dan pertumbuhan global yang melambat serta prediksi lonjakan impor logam mulia oleh India. Logam kuning telah naik menyentuh level historis US$1877.00/troy ounce seiring memburuknya perkiraan data ekonomi AS dan krisis utang Eropa telah meningkatkan spekulasi bahwa pertumbuhan global akan goyah. Dalam seminggu terakhir harga Emas dunia menguat hingga 6% terhadap dollar AS pada kisaran 1851.95/troy ounce  setelah sempat membukukan rekor tertinggi sepanjang sejarah di level 1877.00/troy ounce. Fokus pasar pada minggu ini akan terfokus pada konferensi pejabat bank sentral di Jackson Hole Wyoming yang akan diselenggarakan pada Jumat 26 Agustus 2011. Muncul spekulasi oleh sementara ekonom bahwa Pimpinan The Fed Ben Bernanke akan memberikan sinyal pemberlakuan program quantitative easing 3 untuk menunjang pertumbuhan ekonomi Amerika.

 

MINYAK

Spekulasi runtuhnya rezim pemerintahan Muamar Gaddafi di Libya kembali mendorong pelemahan harga minyak mentah pada perdagangan di Asia hari ini, Harga minyak mentah mengalami penurunan untuk 3 hari berturut-turut setelah para pemberontak Libya berhasil masuk ke ibu kota Tripoli. Spekulasi tersebut mendorong harapan bahwa produksi minyak mentah di Libya akan kembali stabil. Sementara itu kekhawatiran mengenai perlambatan pertumbuhan ekonomi yang berpotensi untuk mendorong turun permintaan terhadap minyak mentah juga turut memberikan tekanan pada harga minyak mentah. Di perkirakan pergerakan harga minyak mentah ini masih dipengaruhi oleh kondisi fundamental dan ekonomi global secara umum.

NIKKEI

Bursa saham Jepang pada perdagangan di hari Senin pagi mengalami pergerakan yang melemah meskipun tidak terlalu besar, bursa Jepang kembali terpukul dengan penutupan yang buruk yang telah dialami oleh Wall Street di akhir minggu lalu. Bursa-bursa Asia pagi juga masih mengalami pelemahan karena para pelaku pasar belum menemukan arahan untuk kembali maju. Adapun saaham-saham yang mengalami pergerakan yang cenderung melemah di antaranya adalah Sony, Honda, Toshiba, dan Toyota. Di perkirakan bahwa pergerakan Indeks Berjangka Nikkei hari ini akan cenderung mengalami peningkatan tapi terbatas.

GBP/USD

Sterling pada perdagangan di akhir minggu lalu mengalami pergerakan menguat terhadap dolar AS dan Sterling sempat menyentuh level tertinggi 3,5 bulan vs Dolar AS, seiring meningkatnya kewaspadaan terhadap masalah pendanaan perbankan di zona Euro dan resiko resesi di AS mendorong para investor untuk mengoleksi mata uang Inggris. Namun momentum tersebut tidak mampu bertahan seiring dolar yang mulai sedikit pulih menjelang penutupan sesi perdagangan AS. Di hari Jumat lalu Sterling juga menuai dukungan dari rilis sebuah data yang menunjukkan penurunan signifikan pada pinjaman sektor publik Inggris di bulan Juli, yang menekan pinjaman secara keseluruhan dalam tahun fiskal 2011 dan membantu pemerintah untuk lebih mendekati target fiskal.


Market Outlook Today


EMAS

Pada perdagangan di hari Rabu Komoditi Emas Berjangka mengalami peningkatan dan ditutup kembali mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah untuk dua kali berturut-turut, harga Emas masih melanjutkan trend bullish setelah rilis data inflasi wholesale di AS mengalami percepatan dua kali lipat dari estimasi pada bulan Juli lalu. Kekhawatiran inflasi tetap membayangi ekonomi global meskipun pertumbuhan ekonomi sedang melambat. Dengan kekhawatiran inflasi tersebut maka harga Emas makin melejit kencang karena para pelaku pasar memutuskan untuk memburu Emas yang dapat digunakan sebagai alternative investasi hedging terhadap inflasi. Di perkirakan bahwa pergerakan Emas masih akan cenderung berada dalam trend bullish. Kenaikan harga masih dimungkinkan karena saat ini pelaku pasar masih mencari aset safe haven. Diperkirakan harga Emas akan kembali mencoba menembus level 1800.00/troy ounce.

 

MINYAK

Minyak mentah mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada perdagangan di hari Rabu, Minyak menguat seiring dengan melemahnya nilai tukar dolar terhadap Euro dan sebagian rival utamanya. Melemahnya dolar meningkatkan minat terhadap komoditas yang diperdagangkan dalam dolar. Minyak membukukan peningkatan sebesar 1.1% setelah dolar melempem. Harga tampak mengalami penurunan sedikit setelah Departemen Energi mengungkapkan bahwa cadangan Minyak mentah mengalami peningkatan yang tidak terduga minggu lalu. Di perkirakan pergerakan harga Minyak masih akan dipengaruhi oleh kondisi fundamental dan ekonomi global secara umum. Diperkirakan minyak mentah mentah Nymex masih akan bergerak pada kisaran 80 – 90 dolar per barel.

HANGSENG

Bursa Hongkong pada perdagangan pagi hari ini terjadi penurunan meskipun tidak terlalu besar, bursa Hongkong mengikuti sentimen negatif yang dialami oleh Wall Street pada akhir perdagangannya. Bursa-bursa saham di Asia pagi tadi juga tampak mengalami penurunan terbatas. Hasil perdagangan di Wall Street yang kurang baik terjadi setelah dua petinggi The Fed menyatakan kekhawatiran dampak ekonomi yang lebih buruk apabila QE3 diluncurkan, sementara itu sentimen negatif turut terjadi di Asia. Saham-saham di bursa Hongkong mengalami pergerakan yang cenderung melemah, diantaranya saham yang mengalami pelemahan adalah saham HSBC, saham Cheung Kong, dan saham Henderson Land. Di perkirakan pergerakan Indeks Berjangka Hangseng hari ini akan cenderung mengalami peningkatan.


Market Outlook Today


EMAS

Awal minggu ini Emas mencatat penguatan sebesar 1% ke level $1765.00/troy ounce menyusul pelemahan dollar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya. Penguatan Emas juga mendapat sokongan dari naiknya harga minyak mentah dunia sebesar US$ 3 menjelang pertemuan antara Jerman dan Perancis untuk mendiskusikan penanganan krisis hutang zona Euro. Secara fundamental bahwa kondisi terkini masih potensial mendukung penguatan Emas, dan setiap penurunan signifikan diperkirakan akan memberikan momentum beli bagi para pelaku pasar. Emas diperkirakan akan mendapat sokongan dari adanya prospek pemberlakuan program Quantitative Easing jilid ke 3 yang diprediksi akan diumumkan oleh Gubernur The Fed Ben Bernanke akhir bulan ini.

 

MINYAK

Harga minyak turun dari posisi tertinggi dalam hampir dua minggu di New York karena investor berspekulasi bahwa permintaan bahan bakar di negara terbesar di dunia akan goyah yang menunjukkan tanda-tanda pelambatan ekonomi global. Kontrak minyak tergelincir sebanyak 0,6% hari ini menjelang laporan  perumahan AS dan izin bangunan jatuh pada bulan Juli dan pertumbuhan Eropa kuartal terakhir mereda. Manufaktur di wilayah New York tiba-tiba dikontrak pada Agustus untuk bulan ketiga, laporan menunjukkan kemarin. Pertumbuhan ekonomi di zona euro turun menjadi 1,8% pada kuartal kedua dari tahun lalu ekspansi terendah dalam lebih dari setahun.

EUR/USD

Euro telah menguat mendekati level tertinggi 3 minggu terhadap dolar, didukung oleh sejumlah ekspektasi mengenai hasil positif yang mungkin didapat dari hasil pertemuan hari Selasa ini antara Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel untuk membahas krisis utang.  Sikap lunak Jerman atas obligasi zona euro berpotensi mendukung penguatan Euro. Dan pasar juga menantikan pertemuan antara Sarkozy dan Merkel. Namun demikian  penguatan Euro nampaknya akan terbatas akibat kekhawatiran terhadap saham perbankan Eropa dan resiko untuk peringkat utang Prancis.


Market Outlook Today


EMAS

Pada akhir minggu lalu Emas tercatat melemah sebesar 1,5% ke level 1745.50/per troy ounce terhadap dollar AS menyusul naiknya minat investor pada aset bersiko yang kemudian memicu aksi ambil untung pada Emas yang telah menguat tajam dalam seminggu terakhir. Bursa saham global menguat antara lain ditunjang rilis data retail sales Amerika yang mengungguli perkiraan dan juga diberlakukannya penangguhan aktifitas short selling di bursa Eropa serta meningkatnya imbal hasil obligasi Amerika. Namun demikian dalam seminggu terakhir Emas masih mencatat penguatan tajam sebesar 5% yang merupakan kenaikan mingguan terbesar sejak awal November 2008 lalu. Dalam 2 minggu terakhir Emas mencatat penguatan sebesar 13%. Para ekonom memperkirakan bahwa ketidakpastian kondisi makro ekonomi global masih akan mempertahankan sinyal bullish untuk tren Emas kedepannya. Tapi pada sisi lain hal tersebut juga menyimpan potensi adanya koreksi tajam secara temporer.

MINYAK

Komoditi Minyak mentah sedikit berubah di New York seiring penurunan indeks keyakinan di Amerika Serikat yang mengisyaratkan berkurangnya permintaan komoditas hasil pertambangan itu. Harga melemah 15% dalam 3 minggu terakhir dan 6,5% tahun ini. Pertumbuhan di Prancis stagnan, sementara belanja konsumen merosot, ungkap kantor statistik Insee yang berbasis di Paris pada Jumat lalu. Produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II tidak berubah dibandingkan kuartal I, ketika tercatat naik 0,9%, tertinggi dalam 4 tahun. produksi industri di zona euro turun pada Juni, menurut kantor statistik Uni Eropa.

EUR/USD

Dolar memperluas kerugiannya atas Euro setelah data menunjukkan retail sales AS pada periode Juli mencatat kenaikan terbesarnya sejak Maret. Rilis optimis data tersebut telah membangkitkan minat terhadap asset‐aset beresiko setelah meredanya kekhawatiran mengenai kemungkinan AS kembali jatuh kedalam resesi. Penguatan Euro sebelumnya juga berkat naiknya saham Eropa setelah larangan short‐selling saham‐saham keuangan oleh beberapa negara zona euro tampaknya telah meredakan ketegangan, meskipun kekhawatiran terus‐menerus tentang penularan utang telah menghambat rally Euro.

Posted with WordPress for BlackBerry.


New High of Gold


EMAS

Komoditi Emas naik mencapai rekor US$1.672.60/ troy ounce di tengah isyarat melemahnya perekonomian Amerika Serikat yang mendorong permintaan logam mulia sebagai alternatif investasi. Moody’s Investors Service menyebutkan peringkar kredit AS mungkin menurun dan kemarin menempatkan negara itu dalam outlook negatif setelah Presiden Barack Obama menandatangani UU untuk menaikkan batas utang utang negara dan memangkas anggaran. Harga emas di zona euro juga mencapai rekor dipicu kekhawatiran melemahnya pertumbuhan akan menghambat upaya Spanyol dan Italia untuk mengurangi utang.

MINYAK

Komoditi Minyak mentah naik dari posisi terendah dalam 5 minggu di New York sebagai spekulasi bahwa Federal Reserve akan memulai lagi program stimulus sehingga mementahkan tanda-tanda pelambatan ekonomi di negara terbesar di dunia itu. Kontrak minyak naik sebanyak 0,7% yang merupakan pertama kali dalam lima hari. Ekuitas AS rebound setelah Wall Street Journal melaporkan tiga mantan pejabat The Fed mengatakan bahwa bank sentral harus mempertimbangkan putaran baru pembelian efek untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Minyak tergelincir kemarin setelah laporan menunjukkan bahwa industri jasa AS diperluas pada bulan Juli  dan stok minyak mentah naik pada minggu kedua.

GBP/USD

Sterling menguat terhadap dollar AS dan mencapai level tertingginya dalam dua bulannya pada perdagangan di hari Rabu kemarin setelah data menunjukkan aktivitas yang tidak di ekspektasi pada pertumbuhan jasa Inggris yang tumbuh lebih cepat dalam empat bulannya. Tetapi kenaikan dapat tertekan dari permasalahan mengenai kerapuhan dari recovery ekonomi Inggris, khususnya setelah data pada awalnya minggu ini menunjukkan aktivitas manufaktur mengalami kontraksi.


Minyak Kembali Dekati $100


Selasa, 26 Juli 2011 16:16 WIB

TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Harga minyak naik di sesi London, kembali coba level psikologis $100, setelah  Presiden Obama mendesak pemimpin Republik dan Demokrat untuk mencapai kesepakatan demi naikkan plafon utang AS sehingga dapat hindari default.

Analis cukup optimis parlemen AS akan dapat capai kesepakatan segera; jika ini terjadi maka harga minyak akan menguat seiring cerahnya permintaan konsumen energi terbesar dunia. “Pasar cukup yakin akan ada stimulus lebih lanjut dari perundingan di parlemen dan ini tentunya faktor bullish untuk minyak,” ungkap Jonathan Barrat, petinggi Commodity Broking Services.

“Pada akhir minggu ini, kita mungkin akan melihat kesepakatan dan pasar akan pulih,” kata Tony Nunan, manajer Mitsubishi yang prediksi harga minyak akan bergerak sideways diantara $97 dan $103. Investor juga nantikan cadangan minyak yang akan dirilis Asosiasi Perminyakan AS (API) yang diprediksi berkurang untuk delapan minggu berurutan. (fir)


Emas Sedikit Terkoreksi Setelah Sentuh Rekor


Selasa, 26 Juli 2011 15:54 WIB

TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Emas berjangka akhirnya mengalami koreksi kebawah setelah meraih rekor diatas $1620 per troy ons pada hari Senin kemairn, akibat tidak tercapainya negosiasi kenaikan plafon utang AS di Washington memicu minat aset safe haven.

Terpantau sejauh ini Emas diperdagangkan di level $1,611.04 per troy ons atau turun -0.17% dibandingkan harga pembukaan.
Beberapa minggu terakhir, para investor membeli emas akibat meningkatnya peluang downgrade rating kredit AS meskipun pergerakan di market belum mencerminkan potensi default utang AS, namun Emas sudah mengalami kenaikan 8.7% sejak awal bulan ini. Di saat bersamaan Emas fisik dalam bentuk perhiasan berkarat tinggi, diserbu oleh para investor terutama di Asia.
Menurut kebanyakan analis, ketidakpastian masalah hutang AS atau shock financial lainnya dapat memicu pengalihan resiko para investor ke aset seperti Emas.
Secara teknikal, reli Emas masih berpotensi berlanjut dengan support terdekat terletak di area 1587, dengan potensial target terletak di area 1644, sebelum menuju ke target long term 1757. Di sisi bawahnya, diperlukan penembusan konsisten dibawah area 1604 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menguji area support kunci 1587. Tapi secara keseluruhan, bias intraday masih bullish selama Emas bertahan di atas area tersebut. (Sap)

Gold Kembali Pecah Record


EMAS

Komoditi Emas kembali bertengger ke level tertinggi sepanjang sejarah. Permintaan Emas melonjak setelah investor cemas AS akan mengalami default karena belum juga menemukan kata sepakat mengenai batasan utangnya. Kecemasan mengenai default utang Eropa dan AS masih membayangi investor. Kondisi ini yang mendongkrak permintaan emas, saat ini investor tak mau menggenggam dollar AS dan lebih memilih untuk mengempit aset safe haven, semakin lama ketidakpastian ini terjadi semakin besar pula minta investor akan Emas.

MINYAK

Komoditi Minyak melemah untuk pertama kalinya dalam lima hari terakhir setelah parlemen AS gagal meningkatkan limit utang negara adidaya tersebut. Komoditi Minyak melemah sebesar 0,9% menjadi setelah juru bicara parlemen AS John Boehner mengatakan Partai Republik belum menyepakati untuk menaikkan pagu utang (debt ceiling). Pagu tersebut merupakan jumlah maksimum utang yang bisa diraih oleh pemerintah dan besarnya harus mendapat persetujuan Kongres. Ketentuan mengenai utang telah diatur oleh Kongres melalui Second Liberty Bond Act pada 1917. Ini termasuk kebijakan fiskal AS, apabila utang cenderung naik harus ada perubahan debt ceiling supaya US Treasury Department dapat menerbitkan US Treasury untuk membiayai defisit negara adidaya tersebut. Analis senior pasar dari KBC Energy Economics di Inggris Ehsan Ul Haq menilai anggota parlemen AS tetap berupaya keras mencegah default utang.
“Tetapi kalau mereka [parlemen AS] gagal mencapai kesepakatan tentu pasar akan bereaksi negatif,” ujarnya seperti dikutip dari Bloomberg, pagi ini.

EUR/USD

Para pemimpin Zona Euro menyepakati paket bailout yang akan membuat lebih mudah bagi Yunani untuk mengurangi utang dengan mengurangi persyaratan pinjaman dan dengan membuat investor di obligasi Yunani menanggung sebagian beban. Ketentuan tersebut juga dibuat untuk mencegah lembaga pemeringkat menyatakan Yunani akan di default sementara. Lembaga pemeringkat Fitch mengatakan pihaknya akan menempatkan Yunani dalam dibatasi standar pada waktunya. Namun para analis mengatakan risiko krisis Yunani menyebar ke negara‐negara zona Euro masih terbuka jika biaya pendanaan Spanyol dan Italia gagal untuk meredam lonjakan pada yield obligasi kedua negara yang belakangan ini terjadi.

NIKKEI

Pada perdagangan di hari Senin Nikkei membalikkan gain 3 hari lalu terkait penguatan yen yang menyeret saham eksportir, sementara perdagangan relatif sepi menjelang pengumuman earnings minggu ini. Saham AS yang anjlok akan mempengaruhi sentimen pasar hari ini terkait kegagalan AS untuk menaikkan batas plafon kredit sebelum batas waktu.  Investor memilih untuk menunggu hari ini, Pergerakan pasar forex hari ini akan mempengaruhi pasar. Nikkei ditutup naik sebesar 1.2% pada hari Jumat minggu lalu, level penutupan tertinggi sejak 8 Juli dan minggu lalu indeks telah meraup gain sebesar 1.6%.


Cetak Rekor Tinggi, Emas Makin Diminati


Cetak Rekor Tinggi, Emas Makin Diminati

Senin, 25 Juli 2011 08:54 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Emas reli di perdagangan Asia terkait ketidak pastian mengenai perundingan batas hutang AS yang membuat logam mulia makin diminati. Emas menyentuh level tertinggi baru di $1,622.49/ons di awal perdagangan.

Pelemahan harga emas pekan lalu dikarenakan akhir dari kesepakatan mengenai paket bantuan bagi Yunani, menurut Barclays Capital. Kekhawatiran mengenai masalah hutang yang masih membebani sentimen pasar dan tingkat inflasi yang semakin tinggi di tengah suku bunga yang rendah, membuat “harga emas turun”, menyebabkan harga terkoreksi untuk sementara.

Spot emas di $1,612.70/ons, naik $12.40 dan perak di $40.43/ons, naik 36 sen dari level penutupan. “Level support perak di $37/ons dan diperkirakan akan menembus $41.08/ons lalu $43/ons,” tambahya.


Euro Ragukan Implementasi Kesepakatan Bailout Yunani


Sabtu, 23 Juli 2011 – 00:58 WIB

Rally Euro terhadap Dollar AS mereda pada hari Jumat seiring para investor mulai mempertimbangkan detail kesepakatan paket bailout ke-2 untuk Yunani dan langkah-langkah untuk mengatasi penyebaran krisis hutang, serta berfokus pada bagaimana kesepakatan tersebut akan dilakukan. Euro sempat menyentuh level tertinggi 2-minggu di $1.4437 sebelum akhirnya berbalik untuk diperdagangkan melemah.

“Pergerakan harga kemarin terjadi menyusul tanda-tanda awal yang muncul ternyata lebih baik dari apa yang diharapkan,” kata John Doyle, analis Tempus Consulting di Washington. “Namun pasar saat ini nampaknya tengah mempertimbangkan detail yang ada untuk mengetahui tentang seberapa efektif sebenarnya rencana tersebut dapat diwujudkan.”

Sedangkan Lena Komileva, kepala analis mata uang Brown Brothers Harriman, berpendapat bahwa “Kesepakatan tentang hutang/pertumbuhan merupakan hal positif dan satu-satunya solusi untuk negara yang mengalami kebangkrutan, dan hal itu telah dicapai oleh Uni Eropa. Tapi resiko politik dan pelaksanaan masih tetap ada.”

Para pemimpin zona Euro telah berhasil mencapai kesepakatan mengenai paket bailout yang akan mempermudah Yunani untuk mengurangi beban hutangnya dengan cara mengurangi persyaratan pinjaman dan membuat para investor pemegang obligasi Yunani menanggung sebagian beban.

Beberapa ketentuan juga dibuat untuk meredam dampak dari resiko downgrade oleh lembaga peringkat yang mungkin akan menyatakan Yunani default sementara. Fitch pada hari Jumat telah mengatakan bahwa pihaknya akan menempatkan peringkat kredit Yunani ke dalam kriteria “default terbatas” pada waktunya.

Di luar itu semua, sejumlah analis menilai resiko penyebaran krisis Yunani ke negara-negara berhutang lainnya di zona Euro masih akan tetap terbuka selama biaya pendanaan Spanyol dan Italia terus bergerak lebih tinggi.


Dollar AS Terdepresiasi


The U.S. dollar depreciated

Dollar AS terdepresiasi versus sebagian besar mata uang utama  setelah Ketua Federal Reserve Ben Bernanke mengatakan bahwa bank sentral mungkin akan meluncurkan kembali program stimulus moneter jika pelemahan ekonomi AS masih terus berlanjut. Komentar tersebut langsung direspon Euro dengan melesat di atas level $1.41, untuk menjauhi level rendah 4-bulan di 1.3836 yang dicetak pada sesi sebelumnya dan mencatat kenaikan harian terbaik sejak pertengahan April.

Pertumbuhan ekonomi China yang secara mengejutkan berakselerasi juga telah membantu mengalihkan perhatian, setidaknya untuk sementara, dari memburuknya krisis hutang zona Euro. Sementara komentar Fitch Ratings yang mengatakan bahwa rencana ambisius pengurangan defisit Italia akan membantu menstabilkan rating kredit, juga sedikit meredakan kekhawatiran penyebaran krisis.

 

EMAS

Komoditi Emas dunia mencapai rekor tertingginya sepanjang sejarah pada perdanganan sesi Rabu 13 Juli seiring meningkatnya kemungkinan stimulus keuangan lanjutan oleh The Fed, serta berlarut larutnya krisis keuangan Uni Eropa yang mendongkrak minat investor pada aset safe haven. Emas bahkan mencetak kinerja positif beruntun terpanjang dalam kurun 5 tahun terakhir, dan mayoritas ekonom saat ini memprediksi bahwa tidak akan terlalu lama lagi untuk emas dapat mencapai level 1600/troy ounce. Emas tercatat menguat sebesar 1% terhadap dolar AS ke 1581.75/ troy ounce setelah sempat naik mencapai 1587.46/ troy ounce level tertinggi sepanjang masa. Kenaikan sesi Rabu 13 Juli ini menjadikan penguatan beruntun emas dalam 8 sesi berturut – turut mendekati kejadian yang sama pada pertengahan Oktober 2006 silam ketika Emas menguat dalam 9 sesi beruntun. Emas juga tercatat melonjak ke level tertinggi terhadap mata uang lain yaitu terhadap Sterling dan Euro.

MINYAK

Minyak diperdagangkan pada level yang semakin tinggi sepanjang 4 hari terakhir setelah muncul sinyal adanya peningkatan permintaan di negara adidaya tersebut. Harga kontrak minyak mengalami sedikit perubahan setelah sempat melemah sebesar 0,5% ketika lembaga pemeringkat Moody’s Investor Services mengumumkan sedang mengkaji opsi untuk menurunkan peringkat negara adidaya tersebut. Opsi penurunan peringkat ini disebabkan belum adanya kesepakatan di anggota parlemen AS mengenai kebijakan untuk menaikkan batas utang negara yang bisa dinyatakan default. Harga minyak kemarin menguat 0,6% setelah Departemen Energi mengumumkan suplai turun sebesar 3,1 juta barel pada minggu lalu.

GBP/USD

Sterling menguat terhadap pelemahan dollar AS rabu lalu setelah Ketua the Fed Ben Bernanke mengisyaratkan kemungkinan monetary policy easing jika ekonomi melemah dan inflasi bergerak lebih rendah. Jumlah Claimant Count Change tingkat pengangguran Inggris meningkat tajam dalam dua tahun pada bulan lalu, membawa total ke level tertingginya sejak Maret 2010 dan menambah permasalahan mengenai langkah recovery ekonomi. Bulan lalu meluasnya pengukuran ILO employment membuat gambaran yang menggembirakan, mendukung pendapat pemerintah bahwa job creation sektor swasta akan mengimbangi pengaruh dari pemangkasan pembelanjaan publik.

HANGSENG

Sebagian bursa saham Asia hari ini terpukul oleh kemungkinan penurunan rating kredit AS oleh Moody’s Investor Service. Bursa saham Hong Kong tampak terpukul oleh kondisi tersebut. Akan tetapi sentiment positf yang dibawa oleh solidnya data pertumbuhan ekonomi China tampak masih menahan penurunan di bursa saham hari ini.


The Fed Diperkirakan Pertahankan suku Bunga


The Fed Diperkirakan Pertahankan suku Bunga

 

The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada rekor terendah untuk periode terpanjang sejak Perang Dunia II sebagai akibat dari perlambatan ekonomi yang memicu memperburuk obligasi reli empat bulanan. Ekspansi yang lebih  lambat berarti Fed tidak mungkin untuk memperketat kredit  hingga Juni 2012, periode terpanjang sejak pemerintah memaksa bank sentral untuk membeli Treasuries pada tahun 1940-an. Setiap pemotongan pengeluaran yang disepakati oleh Presiden Barack Obama dan Kongres sebelum batas waktu 2 Agustus untuk menaikkan batas hutang $ 14,3 triliun dipercaya akan dapat menahan perekonomian negara adi daya tersebut.

 

MINYAK

Harga Minyak kembali jatuh

Harga minyak jatuh selama 2 hari perdagangan Bursa Komoditas New York, sejalan dengan perkiraan investor bahwa kenaikan tingkat pengangguran di Amerika Serikat mengindikasikan permintaan bahan bakar yang memburuk. Kontrak minyak jatuh 0,5% setelah Departemen Tenaga Kerja AS 8 Juli lalu menyatakan tambahan pekerja Juni lalu adalah yang terendah dalam 9 bulan terakhir, sehingga tingkat pengangguran naik ke level tertinggi tahun ini sebesar 9,2%. Laporan pekan ini mungkin menunjukkan kinerja peritel AS yang stagnan. Pada tanggal 8 Juli lalu Departemen Tenaga Kerja AS menyatakan tambahan tenaga kerja pada Juni mencapai 18.000, jauh dari nilai median dari perkiraan analis yang disurvei Bloomberg, 105.000. Laporan Departemen  Perdagangan yang akan terbit 14 Juli mungkin menunjukkan tingkat konsumsi bulanan yang stagnan.

EMAS

Emas jadi pilihan utama, harga safe haven ini kembali melambung

 

Merosotnya minat investor terhadap aset-aset berisiko tinggi melambungkan harga safe haven khususnya Komoditi Emas, logam mulia ini berhasil menguat ke level tertinggi sejak Mei lalu. Investor menjatuhkan pilihan pada Emas seiring meningkatnya kekhawatiran krisis utang di kawasan Uni Eropa yang diperkirakan akan menjalar ke Italia. Kemarin Emas ditutup menguat sebesar 0,6% ke US$ 1.553,60/troy ounce. Angka tersebut merupakan kenaikan beruntun dalam 6 sesi terakhir menyusul semaraknya aksi borong pada logam simbol kesejahteraan ini. Pada waktu yang sama Emas juga mencatatkan kenaikan tertinggi terhadap Euro dan Sterling. Kinerja emas juga terdongkrak oleh kondisi tidak pastinya penanganan utang Amerika di mana Presiden AS Barack Obama masih berusaha meningkatkan tekanan pada partai Republik agar menyepakati aturan pagu kredit terbaru guna menghindari gagal bayar utang yang jatuh tempo 2 Agustus mendatang.

EUR/USD

Euro memperdalam koreksinya atas dolar dan diperdagangkan di bawah level $1.40 pada hari Senin kemarin akibat meningkatnya kekhawatiran bahwa krisis utang yang telah menjangkiti sebagian negara Eropa akan menular ke Italia, Euro terkoreksi ke level intraday rendahnya di level  $1.3986 level terendahnya sejak Mei lalu. Para petinggi keuangan Uni Eropa berkumpul untuk melakukan pertemuan darurat di Brussels pada hari Senin untuk membahas penyelesaian krisis utang Yunani menyusul ancaman menularnya krisis utang ke Italia. Adapun hasil dari stress test bank Eropa akan dirilis pada Jumat, dan telah menambah kekhawatiran bahwa masalah fiskal seperti Italia nampaknya akan memaksa mereka untuk memberikan dana talangan guna menyelamatkan sejumlah bank yang gagal.

 


Strauss-Kahn Berpeluang Bebas


Strauss-Kahn Berpeluang Bebas

Jumat, 01 Juli 2011 11:59 WIB
TODAY’S ANALYSIS FOREX

Kasus pelecehan seksual mantan Kepala Dana Moneter Internasional (IMF), Dominique Strauss-Kahn, tampaknya tidak akan mengarah kemana pun. New York Times melaporkan bahwa kesaksian dari pihak-pihak penggugat sangat meragukan.

Kredibilitas sang korban pelayan restoran dinilai tidak valid oleh pihak pengadilan. Meskipun terdapat bukti forensik dari tuduhan kehatan seksual, pihak penuntut tidak mempercayai pengakuan sang korban. Sejak kesaksian awal pada 14 Mei lalu, penggugat telah berulangkali berbohong soal peristiwa yang terjadi di New York itu.
Penuntut umum telah bertemu dengan penasihat hukum Strauss-Kahn hari Kamis, sekaligus membagi hasil temuannya. Kedua pihak membahas kemungkinan penghentian proses hukum terhadap pria asal Prancis tersebut. Penuntut dan pembela akan kembali ke pengadilan tinggi Manhattan pada Jumat pagi waktu setempat. Hakin Michael J. Obus diperkirakan mencabut pembebasan dengan jaminan yang sudah diterima Strauss-Kahn.
Mantan Kepala IMF itu bahkan bisa dibebaskan dari tahanan rumah karena gugatan tidak bisa diterima pengadilan. Jaksa wilayah tampaknya akan mencoba mengenakan pasal pidana ringan bagi dirinya, namun pihak pengacara siap untuk meminta pembebassan mutlak.

Salah satu sikap ksatria ditunjukkan oleh pihak penuntut, yakni jaksa wilayah Cyrus R. Vance. Ia sebelumnya sangat bersimpati dengan apa yang dialami oleh sang pelayan hotel. Namun setelah menemukan kejanggalan dalam pengakuan korban, Vance membuka diskusi dengan pihak pembela dan siap berkata yang sebenarnya di pengadilan. Pihak penuntut mum tidak menyebut secara detil tentang keanehan apa saja yang keluar dari mulut korban. Tetapi berdar kabar adanya rekaman percakapan korban dengan seorang pria sebelum peristiwa itu terjadi. Bukti konkrit ini konon bisa membebaskan Strauss-Kahn dari segala tuduhan atau bahkan memberi keleluasaan bagi dirinya untuk menuntut balik.


Meski Tankan Buruk, Nikkei Kokoh


Meski Tankan Buruk, Nikkei Kokoh

Jumat, 01 Juli 2011 12:25 WIB
TODAY’S ANALYSIS STOCK INDEX
Di akhir pekan ini indeks bursa Nikkei Jepang masih terpantau kuat di kisaran positif.
Kondisi ini disokong oleh bursa Wall St. yang kembali ditutup menguat karena terbantu oleh upaya negara Yunani untuk menghindari kebangkrutan negara meskipun pogram stimulus Federal Reserve sudah berakhir.
Bahkan penguatan Nikkei mengabaikan paket data dalam negeri survei Tankan dimana angka tersebut muncul makin buruk.
Secara teknikal Nikkei saat ini bergerak di bawah level kunci 9900, yang mana ini merupakan level resisten untuk membuka pintu peluang menuju area psikologis 10000.

Sementara peluang koreksi akan membawa Nikkei kembali melemah menuju support 9840 dan 9800 hingga tahanan terakhir di 9740.

 


USD, EUR dan JPY Rawan Koreksi Mendadak


USD, EUR dan JPY Rawan Koreksi Mendadak

Jumat, 01 Juli 2011 13:12 WIB
TODAY’S ANALYSIS FOREX
Tiga mata uang utama berada dalam posisi rentan koreksi. Masing-masing mata uang memiliki ‘beban’ yang bisa memicu penurunan kurs.
Demikian pandangan seorang dealer di sebuah lembaga keuangan Jepang. “Hanya soal waktu, (valuta) mana yang anjlok terlebih dahulu,” ujar dealer tersebut. ‘Beban’ yang dimiliki oleh yen tidak lain adalah downgrade rating JGB. Sementara USD masih terbebani oleh plafon hutang dan anggaran Amerika Serikat (AS). Adapun faktor yang bisa menggerus euro tentu berasal dari perkembangan isu hutang Yunani.

Saat ini, dollar masih jadi valuta terkuat dibanding kedua rivalnya tersebut karena pesimisme pertumbuhan ekonomi mulai berkurang. Kemudian diikuti oleh EUR, terutama setelah titik terang penyelesaian hutang tampak di Athena. JPY sedang terbebani oleh hasil survei Tankan kuartal II yang dirilis mengecewakan. Sebagai catatan, permintaan eksportir terhadap yen sedang melemah pasca pembelian rutin di akhir bulan.


Emas Tertekan Dollar AS


Emas Tertekan Dollar AS

Jumat, 01 Juli 2011 10:07 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Harga emas berpeluang untuk menuju level resistance di $1,525/ons, menurut Barclays Capital. Harga emas masih berada di bawah level $1,500/ons dikarenakan penguatan dollar AS dan aktifitas pembelian safe-haven yang minim sehingga menekan logam mulia.

“Level resistance emas di $1,525/ons, level support di bawah $1,490/ons lalu $1,460/$1470,” katanya. Untuk jangka menengah momentum masih bullish. Spot emas di $1,499.10/ons, turun $1.20 dari level penutupan New York kemarin (30/06). Harga emas kemarin sempat merosot karena investor memarkir dana tunai ke aset yang lebih beresiko setelah voting Yunani yang kedua. Penguatan dollar AS semakin menekan harga emas di hari ini (01/07).

EUR/USD di 1.4483 dari 1.4502 hari Kamis malam.


Data China Tenggelamkan Minyak


Data China Tenggelamkan Minyak

Jumat, 01 Juli 2011 12:19 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Kontrak minyak mentah merosot di hari Jumat (01/07). Sebelumnya minyak sempat mencetak penguatan di awal pekan  setelah dollar AS menguat terhadap euro dan data China yang lemah.

Tadi malam (30/06) minyak ditutup menguat akibat pelemahan dollar di tengah kepercayaan yang meningkat atas penyelesaian masalah hutang Yunani. Trader masih menunggu data selanjutnya untuk dijadikan petunjuk bagi perdagangan. “Data hasil industri China yang lebih rendah dari perkiraan juga membebani dikarenakan kekhawatiran atas imbas dari permintaan minyak global . PMI China bulan Juni turun menjadi 50.9 dari 52.0 di bulan Mei. Minyak Nymex bulan Agustus di $94.70/barrel, turun $0.72 di Globex. Minyak Brent bulan Agustus turun $0.72 menjadi $111.76/barrel.


Minyak Terhampar Dekat $95


Minyak Terhampar Dekat $95

Jumat, 01 Juli 2011 05:50 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Minyak turun di bawah $95 per barel hari Kamis dalam sesi turun naik seiring kecemasan investor mengenai kekerasan di Yunani dan ketidakpastian mengenai rencana dirilisnya stok cadangan miynak mentah International Energy Agency. Kekerasan di Athena bertambah parah menyusul persetujuan perlemen Yunani atas implementasi rencana penghematan untuk paket bantuan senilai 28 milyar euro dari IMF dan Uni Eropa.

“Masalah Yunani belum selesar,” ucap Thorbjorn Bak Jensen, analis minyak pada Global Risk Management. “Jika sistem mengetat, Yunani tidak membutuhkan kenaikan suku bunga.” Komentar dari gubernur ECB Jean-Claude Trichet menguatkan ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga pekan depan. Euro meyentuh level tinggi 3 pekan terhadap dollar membantu memicu lonjakan harga minyak pada awal sesi. Minyak juga terdukung oleh data yang menunjukkan aktivitas pabrik di bagian Midwest bertambah cepat di bulan Juni.

Today Market Analysis


MINYAK

Minyak Dekat $93 Jelang Akhir Kontrak Kontrak minyak mentah AS bergerak naik, setelah menjelang kontrak untuk bulan Juli yang menemukan support di MA 200 di level $92.30 per barel dan aksi beli menjelang akhir kontrak hari Selasa. Kontrak minyak mentah bergerak naik 25 sen di level $93.26 per barel setelah menguji MA-200. Dukungan tambahan berasal dari aksi beli menjelang akhir kontrak minyak untuk bulan Juli hari Selasa. Para trader masih fokus pada krisis ekonomi di Yunani. Para menteri keuangan Eropa memberikan waktu 2 minggu untuk melakukam pengetatan ekonomi sebagai imbalan untuk bantuan darurat sebesar 12 miliar Euro (setara dengan $7 miliar) sebagai tekanan untuk negara tersebut.

 

EMAS

Emas Bertahan di $1,542 Bersama Krisis Eropa Emas bergerak naik seiring investor mempertahankan emas sebagai aset lindung nilai terhadap tumbuhnya kekhawatiran terhadap situasi keuangan Eropa sementara dollar AS yang relative kuat dipasar logam mulia. Spot emas berada di kisaran $1,540 dibandingkan pada level $1,538.40 per ons di akhir perdagangan di New York pada hari Jumat. Kontrak emas AS untuk pengiriman Agustus naik $2.90 untuk berakhir di level $1,542 per ons. “Ultimatum dari Uni Eropa terhadap Yunani, dan kekhawatiran bahwa Yunani mungkin akan bangkrut setelah semua yang terjadi, membuat aksi berburu emas bertahan”, dikatakan Brice Dunn, wakil direktur utama dari Auramet Trading yang berbasis di New Jersey.

 

AUD/USD

Pesona Aussie Pudar Pasca Pernyataan RBA Aussie tenggelam setelah RBA menegaskan pihaknya tidak akan melakukan kenaikan suku bunga. Meskipun demikain gubernur RBA, Glen Stevens mengatakan bahwa pengetatan moneter masih diperlukan seperti pekan lalu, pasar tampaknya sudah menduga hal ini tidak akan terjadi dalam waktu dekat. AUD/USD telah menguat ke level tinggi di 1.0615, namun tidak adanya kejelasan mengenai kenaikan suku bunga menyebabkan Aussie kehilangan daya tariknya, mata uang melemah lebih dari 65 poin di level rendah 1.0550. EUR/AUD juga di level tinggi 1.3575.

 

HANGSENG

Bursa Saham Hong Kong Menguat, Tertolong Sektor Properti Bursa saham Hong Kong naik diawal perdagangan hari Selasa seiring investor masuk pasar membeli saham properti setelah sektor tersebut turun tajam di sesi sebelumnya. Indeks Hang Seng bertambah 0.6% ke level 21,722.9, sementara indeks Hang Seng Cina menguat 0.6% ke level 12,076.3. Saham real estate membantu penguatan, dengan saham Hang Lung Properties Ltd naik 2.1%, Sino Land Co melaju 1.2% dan Agile Property Holdings Ltd naik 0.7%. Pemain global seperti Li & Fung Ltd juga naik 4%. Indeks Shanghai sendiri menguat 0.3%


Emas Menguat Ditopang Permintaan


 

Jumat, 17 Juni 2011 21:25 WIB

TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Emas naik lebih lanjut dekati titik tertinggi bulanan ditopang kuatnya permintaan fisik meskipun trend pelemahan global masih menghantui. Dilaporkan pembelian emas fisik kembali meningkat ditengah musim pernikahan di Asia, terutama India dan China. Peritel dan pengusaha perhiasan membeli Emas untuk memenuhi permintaan musiman yang akan tinggi sehingga mereduksi faktor lemahnya pemulihan ekonomi global. Faktor positif lain penopang emas adalah kekhawatiran utang Yunani yang telah didiskon pasar. Anggota Uni Eropa Urusan Moneter dan Ekonomi Olli Rehn mengatakan bahwa review mengenai Yunani dengan IMF akan dirilis pada Senin depan, dan pada hari itu juga Eurogroup diharapkan mampu mengambil keputusan untuk menggelontorkan pinjaman ke Yunani pada awal Juli. Meski komentar tersebut cukup melegakan pasar namun rencana bailout baru masih belum difinalisasi sehingga masih banyak ketidakpastian. Berdasarkan studi teknikal, bias intraday masih Bullish selama harga bergerak didalam bullish channel pada grafik H4. Bagaimanapun masih dibutuhkan penembusan konsisten diatas area 1541 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menguji level resisten kunci 1550. Di sisi bawahnya, hanya level support terdekat ada di area 1525 – 1530. Anjlok dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi tidak jelas.

 

***EnglishVersion***

 

Gold Gains Sustained Demand
Friday, June 17, 2011 21:25 AM

TODAY’S COMMODITY ANALYSIS

Gold rose further to approach the highest point of the monthly underpinned strong physical demand despite the weakening global trend is still haunting. Reported purchase of physical gold back up amid wedding season in Asia, especially India and China.

Retailers and employers to purchase gold jewelry to meet seasonal demand will be high so that the reduction factor of the weak global economic recovery.

Another positive factor supporting gold is the concern that Greece‘s debt market has been discounted. Members of the European Union Economic and Monetary Affairs Olli Rehn said that the review of Greece with the IMF will be released next Monday, and on that day Eurogroup also expected to take decisions to lending poured into Greece in early July. Although the comment was quite a relief to the market but the new bailout plan is still not finalized, so there are still many uncertainties.

Based on the study of technical, intraday bias remains bullish as long as the price moves in the bullish channel on H4 charts. However still required penetration is consistent over the area in 1541 to trigger further bullish momentum to test key resistance level of 1550.

On the bottom side, only the closest support level is in the area from 1525 to 1530. Fell below that area could bring the price into the neutral zone because its direction is unclear.