Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “JPMorgan Chase

Market Outlook Today


JPMorgan Chase Tower in Houston, Texas

JPMorgan Chase Tower in Houston, Texas (Photo credit: Wikipedia)

EMAS

Komoditi Emas pada perdagangan di hari Jumat akhir minggu lalu bergerak melemah cukup signifikan, komoditi ini tergerus nyaris sebesar 1% setelah kekhawatiran mengenai kemungkinan memburuknya krisis utang Eropa mengakibatkan amblesnya bursa saham dan turunnya harga komoditas. Komoditi Emas mengalami penurunan mingguan terburuk sepanjang tahun 2012 ini akibat melempemnya harga komoditas, aksi jual parah terjadi di pasar Emas setelah JP Morgan Chase membukukan kerugian besar. JP Morgan yang merupakan hegde fund trader utama Emas mengalami kerugian sehingga menghancurkan sentimen pasar terhadap investasi Emas.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa pada perdagangan di awal minggu ini bergerak melemah hingga mencapai posisi terendah dalam lebih dari tiga bulan belakangan terhadap Dolar AS , Euro ambles setelah para petinggi Eropa mulai mempertimbangkan kemungkinan Yunani keluar dari kongsi kawasan zona Euro. Hingga saat ini pemerintahan koalisi masih gagal dibentuk di Yunani, Presiden Papoulias akan mengadakan pertemuan dengan para petinggi partai di Yunani hari ini dan Yunani harus melakukan pemilu ulang apabila pemerintahan koalisi terus gagal dibentuk.

HANGSENG

Pergerakan bursa – bursa saham di Asia pada perdagangan di awal minggu ini cenderung ragu-ragu dan terbatas, bursa saham Hongkong membukukan peningkatan tipis seiring dengan tarik – menarik sentimen di Asia. Kekhawatiran mengenai krisis utang Eropa memberikan sentimen negatif, sementara itu keputusan PBOC menurunkan rasio GWM China memberikan sentimen yang positif. Ada beberapa saham yang bergerak bervariasi diantaranya adalah Cheung Kong dan  Hutchinson bergerak melemah, sementara itu HSBC bergerak menguat.


Market Review


Market Review

EUR/USD closing 1.2918, high 1.2957, low 1.2903, XAUUSD C:1579.95, H:1594.90, L:1573.25, CO-LS C: 95.57, H: 97.20 L: 95.56. Dow C: 12788, H: 12883, L:12723.

Euro diperdagangkan cenderung flat terhadap dollar pada hari Jumat namun terhampar dekat level rendah 3-1/2-bulan seiring ketidakpastian politik di Yunani dan kerugian besar oleh bank AS JPMorgan Chase membuat investor cemas mengambil posisi bullish pada euro. Harga emas turun seiring investor mencari peralihan pada dollar, sementara harga minyak memangkas penurunan dan berada dekat level flat setelah data sentimen konsumen AS yang kuat. Wall Street ditutup mix, dengan indeks utama mencetak penurunan mingguan kedua, tertekan oleh berita kerugian oleh JPMorgan dan di tengah kecemasan mengenai zona Eropa. Data ekonomi hari ini adalah home loans dari Australia, PPI dari Swiss, industrial production dari zona Eropa, pidato dari SNB Jordan.


Payrolls Dirilis Mengecewakan!


Jumat, 03 Juni 2011 – 19:35 WIB

Payrolls Dirilis Mengecewakan!

Perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat (AS) menambah lebih sedikit pekerja pada bulan Mei, yang menandakan hilangnya kepercayaan sektor bisnis seiring melambatnya laju perekonomian terbesar di dunia tersebut.

Sektor swasta hanya menambah 54.000 pekerjaan pada bulan Mei, yang merupakan pertumbuhan terkecil dalam 8 bulan terakhir, setelah mencatat kenaikan 244.000 pada bulan sebelumnya, menurut laporan Departemen Tenaga Kerja pada hari Jumat. Angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata perkiraan para ekonom dalam sebuah survey yang menunjukkan pertumbuhan 150.000. Sementara tingkat pengangguran AS pada bulan Mei meningkat menjadi 9,1% dari sebelumnya 9%.

Tidak hanya itu, daya serap tenaga kerja AS bulan Mei hanya memenuhi sepertiga konsensus analis, yang mematok estimasi 160.000. Rerata pengangguran 9,1% juga berbanding terbalik dengan perkiraan pasar, 8,9%.

Perusahaan-perusahaan nampaknya tengah mencoba untuk meredam biaya tenaga kerja di tengah kekhawatiran terhadap melemahnya belanja konsumen, yang mencakup sekitar 70% dari perekonomian, seiring rumah tangga berjuang menghadapi kenaikan biaya pangan dan bahan bakar.

Terhambatnya pemulihan sektor tenaga kerja mungkin akan kian memperteguh pandangan para pembuat kebijakan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga mendekati ‘nol’ hingga tahun depan.

“Pemulihan sektor tenaga kerja melambat seiring terhambatnya laju perekonomian,” kata Michael Feroli, kepala ekonom JPMorgan Chase & Co. di New York. “Dan akan mempertegas keyakinan pembuat kebijakan dalam mempertahankan suku bunga yang ada untuk waktu yang sangat lama.”

Posted with WordPress for BlackBerry.


Earnings JPMorgan Lejitkan Wall Street


Sabtu, 15 Januari 2011 – 05:35 WIB

Saham AS ditutup di level tinggi multi-tahunan seiring menguatnya saham sektor keuangan dan teknologi akibat bagusnya laporan earnings dari JPMorgan dan Intel dan menjelang laporan earnings perusahaan besar lainnya pekan depan. Pasar terus bergerak naik hari Jumat bahkan setelah beberapa analis mengatakan pasar sulit bertahan di level saat ini. Art Cashin, direktur floor NYSE untuk UBS Financial Services, mengatakan S&P 500 diperdagangkan diatas MA10 untuk 30 hari berturut-turut. Namun Jeff Rubin pada Birinyi Associates, merespon analis lainnya yang mengatakan pasar telah jenuh membeli karena S&P 500 berada diatas MA50 selama 94 hari, mengingat ketika ini terjadi di masa yang lalu, pasar rata-rata naik 1.58% di bulan selanjutnya, dan 3.45% dalam 3 bulan selanjutnya.

Kenaikan terbanyak hari ini adalah pada sektor finansial seiring investor yang merayakan earnings dari JPMorgan yang sangat mengejutkan.  Earnings yang dirilis menunjukkan rasio modal nampak cukup untuk membiarkan JPMorgan menaikkan dividennya setelah mendapat persetujuan dari Federal Reserve. Ketika investor yang panik dan mulai menjual setelah earnings JPMorgan dirilis tidak ada, investor mulai membeli saham bank tersebut, begitu juga dengan saham mitranya, ucap Dave Rovelli, direktur manajer perdagangan saham pada Canaccord Genuity. “Investor ingin membeli saham sektor finansial karena paling berpotensi untuk naik,” tutur Rovelli. Sejumlah bank besar akan merilis earnings-nya minggu depan termasuk Citigroup, Goldman Sachs, Wells Fargo, Morgan Stanley, dan Bank of America.

5 Hal Penting Sebelum Open Market 14:33 WIB