Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “International Monetary Fund

Market Review


International Monetary Fund's Managing Directo...

International Monetary Fund’s Managing Director Dominique Strauss-Kahn (L) talks with , European Central Bank President Jean-Claude Trichet (C) and Italy’s Governor Mario Draghi (R) prior to the start of their G-7 meeting at the Istanbul Congress Center (Photo credit: Wikipedia)

Market Review

EUR/USD closing 1.3397, high 1.3577, low 1.3369, XAUUSD C:1671.10, H:1683.03, L:1663.65, CO-LS C: 95.91, H: 97.21, L: 95.54. Dow C: 13898 H: 13958, L: 13802.

Euro turun ke level trendah sejak bulan Juli terhadap dollar setelah Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengatakan bahwa penguatan mata uang akhir-akhir ini menciptakan kekhawatiran bahwa inflasi akan melambat. Bursa saham AS berakhir melemah setelah mencapai level terendah dalam perdagangan volatile pada hari Kamis, seiring saham sektor teknologi pulih, namun kekhawatiran yang terjadi di Eropa terus memperkecil penguatan di bursa. Emas berjangka berakhir rendah pada hari Kamis, ditekan oleh kenaikan tajam pada dollar seiring investor mempertimbangkan komentar dari pejabat-pejabat bank sentral di Eropa dan AS. Minyak turun menuju level terendah dalam dua minggu di New York seiring Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengatakan bahwa penguatan euro dapat menghambat pemulihan ekonomi, membatasi permintaan bahan bakar. Data ekonomi hari ini adalah Current Account dari Jepang, RBA Monetary Policy Statement dari Australia, Trade Balance, CPI y/y dari China, Trade Balance dari AS.


Market Oulook Today


EMAS

Komoditi Emas menguat sebesar 1% pada perdagangan kemarin ke level tertinggi 6 minggu dipicu oleh penguatan mata uang tunggal Eropa menjelang akhir dari pertemuan zona Euro yang membahas masalah restrukturisasi utang Yunani. Melemahnya US dolar telah memicu menguatnya Komoditi Emas dan juga Minyak setelah Jerman dan Perancis mendesak untuk segera dicapainya kesepakatan antara Yunani dan kreditor swasta untuk memangkas utang Yunani guna mencegah default. Rendahnya suku bunga akan menopang minat beli investor pada komoditi ini, sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan The Fed nampaknya akan memberikan indikasi bahwa suku bunga baru akan dinaikkan pada semester pertama 2014 mendatang.

GBP/USD

Sterling menguat hingga ke titik tertinggi 2 minggu terhadap US dollar pada perdagangan kemarin, terutama ditopang oleh pembelian lembaga kliring Inggris serta ekspektasi bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga di level rendah untuk periode yang lebih panjang. Sentimen di bursa juga dipengaruhi oleh negosiasi yang tengah berjalan antara pemerintah Yunani dengan kreditur swasta untuk merestrukturisasi utang Yunani. Para kreditur mengatakan di hari Senin bahwa mereka akan menyerahkan keputusan batas kerugian yang akan mereka tanggung atas obligasi Yunani pada pengadilan tinggi Uni Eropa serta IMF. Persepsi pasar menyikapi perkembangan ini masih positif meskipun masa depan Yunani sebenarnya masih belum pasti.

NIKKEI

Bursa saham Jepang menguat terbatas dipicu oleh kenaikan harga logam dan Emas, dan perdagangan di hari Selasa pagi ini cenderung positif meskipun beberapa bursa saham di Asia masih libur merayakan Imlek. Harapan para investor mengenai kelanjutan positif dari pembicaraan utang Yunani juga masih menjadi motor kenaikan di bursa saham Jepang ini. Ada beberapa saham bergerak cukup bervariasi pagi ini diantaranya adalah Toyota dan Olympus bergerak menguat, sementara itu Sony bergerak melemah.  Di perkirakan Indeks Berjangka Nikkei pada perdagangan hari ini berpotensi bergerak melemah tapi cenderung terbatas.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas pada perdagangan di hari Kamis bergerak menguat signifikan di tengah kenaikan bursa saham AS dan optimisme bahwa IMF akan meningkatkan dana talangan untuk mengatasi krisis keuangan Eropa, Komoditi Emas ini mengalami rally selama 3 hari berturut – turut setelah Goldman Sachs melaporkan penghasilan yang berada di atas estimasi. Logam mulia menguat signifikan di hari Selasa lalu setelah pertumbuhan ekonomi China yang melambat memberikan sinyal bahwa PBOC akan melakukan ekspansi moneter. Di perkirakan Komoditi Emas Berjangka pada perdagangan hari ini berpotensi menguat setelah pasar kembali dihinggapi sentiment positif.

EUR/USD

Lelang sukses di Portugal dan Jerman ditambah dengan kemungkinan IMF menambah sumber dayanya untuk mengatasi krisis utang Eropa memicu Euro menguat sebesar 1% terhadap US Dollar dan Yen, Lelang bills di Jerman dan Portugal juga mendorong indeks regional. Pemerintah Jerman menjual 3,44 M Euro tenor dua tahun dengan memberi yield terendah dalam sejarah yaitu sebesar 0,17%, sedangkan Portugal mengumpulkan 2,5 M Euro sesuai target dalam lelang T-bills dengan yield sesuai atau di bawah lelang sebelumnya. Hasil lelang ini menyusul lelang lain yang digelar beberapa negara bahkan yang terkena downgrade, serangkaian lelang sukses itu mengindikasikan bahwa bantuan likuiditas dari ECB melalui pinjaman murah 3 tahun mulai membuahkan hasil. Euro juga menguat berkat laporan IMF berencana menambah kapabilitas pinjamannya minimal $500 M untuk melindungi ekonomi global dari efek krisis utang Eropa, IMF mengatakan rencana itu muncul setelah mengidentifikasikan potensi pembiayaan hingga $1 triliun selama beberapa tahun ke depan. Pernyataan ini menimbulkan harapan IMF akan mampu meredam dampak krisis Eropa.

NIKKEI

Bursa saham Jepang pada perdagangan di hari Kamis pagi ini menguat cukup signifikan di tengah positifnya hasil perdagangan di bursa saham Wall Street semalam, Indeks S&P 500 ditutup di atas level 1300 poin yang belum pernah terlihat sejak bulan Juli tahun lalu. Ada beberapa saham yang bergerak menguat diantaranya adalah Sony, Toshiba, Toyota, dan Canon. Di perkirakan Indeks Berjangka Nikkei pada perdagangan hari ini berpotensi tapi cenderung terbatas.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas menguat tajam sebesar 2% terhadap dollar AS ke level tertinggi sepanjang sejarah di level $1828.35/troy ounce, ditunjang oleh buruknya rilis data ekonomi Amerika yang berujung pada kemungkinan resesi ekonomi terbesar dunia tersebut dalam waktu dekat. Penguatan Emas juga semakin ditunjang oleh berkembangnya kekhawatiran investor akan kondisi pendanaan sejumlah perbankan asal zona eropa, sebuah kondisi yang kemudian menggiring investor kembali aktif melakukan aksi beli pada aset berstatus safe haven termasuk emas. Namun disisi lain sejumlah analis memprediksi Emas dapat terkoreksi setidaknya sebesar 30% dengan landasan bahwa dari sisi fundamental The World Gold Council menyatakan permintaan Emas turun sebesar 17% pada kuartal ke II seiring berkembangnya minat pada perhiasan, koin, dan Emas batangan tidak dapat menutupi rendahnya minat beli pada ETF Emas (Exchange Traded Fund).

MINYAK

Minyak Mentah turun di New York menuju penurunan mingguan ke 4 karena investor berspekulasi bahwa permintaan bahan bakar akan goyah di tengah tanda-tanda pertumbuhan yang lemah di Eropa, AS, dan Cina. Konsumsi ketiga negara itu mencapai sekitar setengah dari kebutuhan mentah dunia. Minyak jatuh sebanyak 1,3% setelah Morgan Stanley kemarin memangkas proyeksi pertumbuhan global pada tahun 2011. Deutsche Bank AG menurunkan proyeksi pertumbuhan pengangguran AS dan China meningkat minggu lalu. Morgan Stanley memperkirakan ekspansi ekonomi global sebesar 3,9% tahun ini turun dari perkiraan sebelumnya 4,2%. Bank tersebut memangkas proyeksi pertumbuhan China menjadi 8,7% dari 9%. Ekonomi China akan meningkat sebesar 8,9% tahun ini turun dari perkiraan awal 9,1%, Deutsche Bank mengatakan dalam sebuah laporan tanggal 17 Agustus, mengutip kejutan dari perlambatan AS dan Uni Eropa.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong pada perdagangan di pagi ini terjadi pergerakan yang melemah dengan signifikan, bursa kembali terjerat dalam aksi jual panik dan tergerus nyaris sebesar 3% setelah pada akhir perdagangan di Wall Street. Bursa mengalami penurunan akibat laporan Morgan Stanley yang memperingatkan bahwa pertumbuhan global melambat dan bahwa AS dan Eropa berada di ambang keterperosokan ke dalam resesi baru 2 tahun setelah resesi lalu berakhir. Adapun saham-saham di bursa Hong Kong yang mengalami penurunan adalah saham Cheung Kong, saham HSBC, dan Hangseng Bank. Di perkirakan pergerakan indeks berjangka pada hari ini akan cenderung mengalami penurunan terbatas.

EUR/USD

Beratnya masalah zona Eropa terletak pada beberapa negara yang jatuh bangun menghadapi krisis utang selama beberapa waktu terakhir. Misalnya Yunani dan Portugal yang kesulitan mengimplementasikan mandat Eropa dan IMF untuk mengurangi belanja negara serta menaikkan pajak. Persyarakat tersebut harus dijalankan jika ingin mendapatkan bantuan finansial. Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel pun mengadakan pertemuan sebagai ujung tombak kekuatan Eropa dalam menghadapi krisis kredit. Untuk saat ini pasar modal Eropa menguat karena menantikan hasil pertemuan Sarkozy dan Merkel ini. Keduanya akan memberikan pernyataan pers bersama setelah pertemuan usai.


6 Month Euro Forecast: Looking for the EURUSD at 1.25


6 Month Euro Forecast: Looking for the EURUSD at 1.25

By David Rodriguez, Quantitative Strategist

13 July 2011 06:00 GMT

The Euro has done well through the first half of 2011, rallying to fresh multi-year highs against the US Dollar and strengthening against almost all G10 counterparts. There remain clear fundamental risks for the single currency in the second half of 2011, and we look for the Euro to fall. The major concern is whether several at-risk countries can remain stable despite clear debt crises. The European Central Bank’s next actions may prove pivotal—especially as the Euro has strengthened on robust interest rate forecasts and is at risk of losses on any significant downgrades. The number of risks to the Euro arguably outweighs those to the US Dollar, leaving us watching for further EURUSD declines. We look for the EUR/USD to end 2011 below 1.25.

European Sovereign Debt Crisis – Where Did We Start and Where Do We Stand?

The euro zone financial debt crisis continues to threaten EUR stability and remains a key risk through the second half of the year. At the forefront of traders’ minds is Greece—can the southern European state withstand market pressures and remain solvent?

Despite a €110 billion three year bailout agreement with the European Union and International Monetary Fund, Greece has yet to see the light at the end of the tunnel. The difficulty lies in the structure of the bailout deal. When the International Monetary Fund agreed to loans, it required that the Greek government return to the debt markets for its borrowing needs as soon as 2012. At the time, this request seemed reasonable. With backstops from the EU and IMF, international investors would be more likely to buy Greek debt. Yet the continuing sell-off in Greek bonds underline that few are willing to hold existing Greek debt—much less buy any newly-issued debt.

The cost to insure against a Greek debt default has recently hit record-highs as seen through Credit Default Swaps, and current sovereign debt ratings imply a 50 percent chance of a Greek default within the coming five years.

A further bailout seems increasingly necessary and likely, but uncertainty over Greece’s ability to repay debts could likewise spread to other at-risk government treasuries.

Spain and Portugal Outlook Uncertain on Funding Needs

The key risk with periphery debt crises has and will always be contagion—will Greece’s troubles affect other periphery nations and even spill into the core through higher bond yields? In absolute terms, bailouts for Greece, Portugal, and Ireland have cost relatively little. Together, the three economies comprise approximately 5 percent of total euro zone Gross Domestic Product. If EMU titans Spain (8.9 percent of GDP) and Italy (12.8 percent of GDP) fall into trouble, however, European coffers may not be able to cope with the required fiscal aid.

The spread between benchmark Spanish and German government bond yields has recently widened to its largest since the inception of the euro—implying that Spain’s relative debt risk is worsening. And though a 10-year Spanish government bond yield of approximately 5.5 percent is low by historical standards, the widening gulf could further exacerbate government deficits. Much the same can be said for Italy. A key question is whether bond troubles in periphery nations can spread to the core, truly threatening the stability of the single currency zone.

Of course, there have been plenty of reasons that the euro has strengthened despite these readily apparent sovereign debt crises.

European Central Bank – Can They Continue to Hike Rates?

Expectations that the European Central Bank will be among the most aggressive central banks in raising interest rates has driven speculative interest in the euro, pushing the price up in the first half of this year. A key question will be whether the ECB will follow through on lofty forecasts and continue to raise interest rates, further supporting the currency.

Robust interest rate forecasts have driven the euro higher against the US Dollar and Japanese Yen—currencies that hold the dubious honor of the two lowest-yielding among the industrialized world.

Overnight Index Swaps, a tool used by major financial institutions to bet on and hedge against interest rate moves, show that traders expect the ECB could raise rates three times through the second half of 2012 in order to head off inflation in the Euro Zone. This compares to forecasts that the US Federal Reserve will leave interest rates roughly unchanged through the same stretch. The Bank of Japan is similarly forecast to leave monetary policy effectively unchanged and to keep Japanese short-term interest rates near zero.

Yet in markets nothing is guaranteed, and indeed we might argue that the euro has seen about all of the yield-linked support it will enjoy. That is to say, it would likely take a material improvement in ECB forecasts (and subsequent rate hikes) to continue driving EUR gains.

Can the European Central Bank continue to set hawkish monetary policy despite clear economic and fiscal struggles in periphery nations? ECB President Jean Claude Trichet has continued to emphasize that the central bank sets policy for the whole of the monetary union and cannot ignore mounting inflationary pressures. Yet with fiscal austerity packages guaranteed across the euro zone, demand-driven inflation could quickly abate and lessen the need for tightened policy.

All else remaining equal, the euro would almost certainly fall on a sharp downgrade in ECB interest rate expectations. Of course, nothing ever remains equal in financial markets and there are a number of mitigating factors that could strongly affect the single currency.

Financial Markets Continue to Drive Currencies

The euro remains a currency closely linked to equities markets, with the EUR/USD tending to rise with stocks, and tending to fall when stocks fall. Further market turmoil could almost certainly derail the recent EUR strength. The correlation between the Euro/US Dollar currency pair and the US Dow Jones Industrial Average has recently been trading near record levels; Dow variation has theoretically explained up to 45 percent of Euro movements. Part of this relationship is the US Dollar’s appeal as the currency of many popular “safe” investments—most notably US Treasury Bonds. On the other side of it, the euro is arguably among the most at-risk assets in financial market upheaval as debt market difficulties could further exacerbate the current European sovereign debt crises.

The Dow Jones Industrial Average limped into the second half of the year, declining for six consecutive trading weeks and posting its worst performance in nearly a decade. It should come as relatively little surprise that especially sharp equities sell-offs forced EURUSD weakness, and indeed a continuation could see the US Dollar further regain ground against its high-flying European counterpart.

Euro in Favorable Long-Term Trend but with Considerable Risks in the Second Half of 2011

The Euro remains well within a decade-long uptrend against the US Dollar, but the medium-term outlook is fraught with risk as doubts remain about euro zone economic and political stability. Of course, the US Dollar is not without its own issues and actual EURUSD price action will depend on a great number of different dynamics.

Whether or not the euro remains in its broader uptrend will greatly depend on developments in sovereign debt crises and market expectations regarding the European Central Bank. It seems that risks generally favor Euro losses, and indeed our forecast remains bearish into the end of 2011.


Strauss-Kahn Berpeluang Bebas


Strauss-Kahn Berpeluang Bebas

Jumat, 01 Juli 2011 11:59 WIB
TODAY’S ANALYSIS FOREX

Kasus pelecehan seksual mantan Kepala Dana Moneter Internasional (IMF), Dominique Strauss-Kahn, tampaknya tidak akan mengarah kemana pun. New York Times melaporkan bahwa kesaksian dari pihak-pihak penggugat sangat meragukan.

Kredibilitas sang korban pelayan restoran dinilai tidak valid oleh pihak pengadilan. Meskipun terdapat bukti forensik dari tuduhan kehatan seksual, pihak penuntut tidak mempercayai pengakuan sang korban. Sejak kesaksian awal pada 14 Mei lalu, penggugat telah berulangkali berbohong soal peristiwa yang terjadi di New York itu.
Penuntut umum telah bertemu dengan penasihat hukum Strauss-Kahn hari Kamis, sekaligus membagi hasil temuannya. Kedua pihak membahas kemungkinan penghentian proses hukum terhadap pria asal Prancis tersebut. Penuntut dan pembela akan kembali ke pengadilan tinggi Manhattan pada Jumat pagi waktu setempat. Hakin Michael J. Obus diperkirakan mencabut pembebasan dengan jaminan yang sudah diterima Strauss-Kahn.
Mantan Kepala IMF itu bahkan bisa dibebaskan dari tahanan rumah karena gugatan tidak bisa diterima pengadilan. Jaksa wilayah tampaknya akan mencoba mengenakan pasal pidana ringan bagi dirinya, namun pihak pengacara siap untuk meminta pembebassan mutlak.

Salah satu sikap ksatria ditunjukkan oleh pihak penuntut, yakni jaksa wilayah Cyrus R. Vance. Ia sebelumnya sangat bersimpati dengan apa yang dialami oleh sang pelayan hotel. Namun setelah menemukan kejanggalan dalam pengakuan korban, Vance membuka diskusi dengan pihak pembela dan siap berkata yang sebenarnya di pengadilan. Pihak penuntut mum tidak menyebut secara detil tentang keanehan apa saja yang keluar dari mulut korban. Tetapi berdar kabar adanya rekaman percakapan korban dengan seorang pria sebelum peristiwa itu terjadi. Bukti konkrit ini konon bisa membebaskan Strauss-Kahn dari segala tuduhan atau bahkan memberi keleluasaan bagi dirinya untuk menuntut balik.


Minyak Terhampar Dekat $95


Minyak Terhampar Dekat $95

Jumat, 01 Juli 2011 05:50 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Minyak turun di bawah $95 per barel hari Kamis dalam sesi turun naik seiring kecemasan investor mengenai kekerasan di Yunani dan ketidakpastian mengenai rencana dirilisnya stok cadangan miynak mentah International Energy Agency. Kekerasan di Athena bertambah parah menyusul persetujuan perlemen Yunani atas implementasi rencana penghematan untuk paket bantuan senilai 28 milyar euro dari IMF dan Uni Eropa.

“Masalah Yunani belum selesar,” ucap Thorbjorn Bak Jensen, analis minyak pada Global Risk Management. “Jika sistem mengetat, Yunani tidak membutuhkan kenaikan suku bunga.” Komentar dari gubernur ECB Jean-Claude Trichet menguatkan ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga pekan depan. Euro meyentuh level tinggi 3 pekan terhadap dollar membantu memicu lonjakan harga minyak pada awal sesi. Minyak juga terdukung oleh data yang menunjukkan aktivitas pabrik di bagian Midwest bertambah cepat di bulan Juni.

IMF Pangkas Perkiraan GDP AS


Sabtu, 18 Juni 2011 02:34 WIB
TODAY’S ANALYSIS FOREX

International Monetary Fund memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi AS pada hari Jumat dan memperingatkan pihak Washington dan negara yang terserang hutang di Eropa bahwa mereka sedang “bermain-main dengan api” kecuali jika mereka mengambil langkah cepat untuk memangkas defisit anggaran mereka. IMF, dalam penilai rutin mengenai prospek ekonomi global, mengatakan ancaman yang lebih besar terhadap pertumbuhan telah mulai bermunculan sejak laporan sebelumnya di bulan April, terkait krisis hutang di zona Eropa dan tanda overheating pada pasar perekonomian berkembang.

IMF yang berbasis di Washington memperkirakan GDP AS akan bertumbuh sebesar 2.5% tahun ini dan 2.7% di tahun 2012, dibandingkan perkiraan 2 bulan lalu masing-masing sebesar 2.8% dan 2.9%. Sedangkan mengenai perekonomian global secara keseluruhan, IMF menggunakan nada yang netral, mengatakan perlambatan di beberapa bulan belakangan ini akan bersifat “sementara.” IMF juga memangkas perkiraan untuk pertumbuhan global tahun ini menjadi 4.3% dari 4.4%, dan mempertahankan perkiraannya untuk pertumbuhan ekonomi Cina yang kuat sebesar 9.6% kendati tanda perlambatan di sana belakangan ini. Kendati demikian, IMF memperingatkan outlook global yang bagus dapat sekejap turun jika pemerintah di AS dan Eropa tidak mulai menunjukkan kepemimpinan dalam mengatasi permasalahan hutang negaranya.
***EnglishVersion***

IMF cuts U.S. GDP forecast

TODAY’S FOREX ANALYSIS
International Monetary Fund cut its U.S. economic growth forecast on Friday and warned the country that attacked Washington and in European debt that they are “playing with fire” unless they take immediate measures to cut their budget deficits. The IMF, in a regular appraiser on the global economic outlook, said the greater threat to growth has begun to emerge since the previous report in April, related to the debt crisis in the euro zone and the sign of overheating in the market economy develops.

Washington-based IMF estimates that U.S. GDP will grow 2.5% this year and 2.7% in 2012, compared to the projected two months ago respectively of 2.8% and 2.9%. As for the overall global economy, the IMF uses a neutral tone, saying the slowdown in recent months will be “temporary.” The IMF also cut its forecast for global growth this year to 4.3% from 4.4%, and sustain economic growth forecasts for China strong at 9.6% despite signs of a slowdown in there lately. Nevertheless, the IMF warned the global outlook is good can snap off if the government in the U.S. and Europe did not begin to show leadership in addressing the debt problems of the country.


Emas Menguat Ditopang Permintaan


 

Jumat, 17 Juni 2011 21:25 WIB

TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Emas naik lebih lanjut dekati titik tertinggi bulanan ditopang kuatnya permintaan fisik meskipun trend pelemahan global masih menghantui. Dilaporkan pembelian emas fisik kembali meningkat ditengah musim pernikahan di Asia, terutama India dan China. Peritel dan pengusaha perhiasan membeli Emas untuk memenuhi permintaan musiman yang akan tinggi sehingga mereduksi faktor lemahnya pemulihan ekonomi global. Faktor positif lain penopang emas adalah kekhawatiran utang Yunani yang telah didiskon pasar. Anggota Uni Eropa Urusan Moneter dan Ekonomi Olli Rehn mengatakan bahwa review mengenai Yunani dengan IMF akan dirilis pada Senin depan, dan pada hari itu juga Eurogroup diharapkan mampu mengambil keputusan untuk menggelontorkan pinjaman ke Yunani pada awal Juli. Meski komentar tersebut cukup melegakan pasar namun rencana bailout baru masih belum difinalisasi sehingga masih banyak ketidakpastian. Berdasarkan studi teknikal, bias intraday masih Bullish selama harga bergerak didalam bullish channel pada grafik H4. Bagaimanapun masih dibutuhkan penembusan konsisten diatas area 1541 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menguji level resisten kunci 1550. Di sisi bawahnya, hanya level support terdekat ada di area 1525 – 1530. Anjlok dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi tidak jelas.

 

***EnglishVersion***

 

Gold Gains Sustained Demand
Friday, June 17, 2011 21:25 AM

TODAY’S COMMODITY ANALYSIS

Gold rose further to approach the highest point of the monthly underpinned strong physical demand despite the weakening global trend is still haunting. Reported purchase of physical gold back up amid wedding season in Asia, especially India and China.

Retailers and employers to purchase gold jewelry to meet seasonal demand will be high so that the reduction factor of the weak global economic recovery.

Another positive factor supporting gold is the concern that Greece‘s debt market has been discounted. Members of the European Union Economic and Monetary Affairs Olli Rehn said that the review of Greece with the IMF will be released next Monday, and on that day Eurogroup also expected to take decisions to lending poured into Greece in early July. Although the comment was quite a relief to the market but the new bailout plan is still not finalized, so there are still many uncertainties.

Based on the study of technical, intraday bias remains bullish as long as the price moves in the bullish channel on H4 charts. However still required penetration is consistent over the area in 1541 to trigger further bullish momentum to test key resistance level of 1550.

On the bottom side, only the closest support level is in the area from 1525 to 1530. Fell below that area could bring the price into the neutral zone because its direction is unclear.


Kesuksesan Yunani Bantu Reli Euro


Jumat, 03 Juni 2011 – 22:07 WIB

Kesuksesan Yunani Bantu Reli Euro

Euro raih level tinggi 1 minggu terhadap dollar setelah Athena katakan inspeksi Uni Eropa/IMF terhadap Yunani berakhir positif. Meski, pasar nantikan bailout kedua untuk Yunani, tapi Kementrian Keuangan tidak sebutkan perjanjian apapun akan bantuan lebih lanjut.

“Diskusi pemerintah Yunani dengan perwakilan dari Komisi Eropa, ECB, dan IMF hasilkan kesimpulan yang positif,” ungkap Kementrian Keuangan. Uni Eropa, ECB, dan IMF akan publikasi hasil pemeriksaan  terhadap implementasi bailout €110 milyar tahun lalu. Perdana Menteri George Papandreou juga akan bertemu dengan Jean-Claude Juncker, ketua kelompok menteri keuangan zona-euro, untuk sampaikan rencana anggaran jangka menengah. Yunani mungkin ajukan pemotongan anggaran belanja lebih dalam, kebijakan yang dapat tingkatkan pendapatan, dan menjual aset negara demi bujuk Uni Eropa dan IMF untuk berikan pinjaman darurat tambahan untuk waktu yang lama.

Sementara itu, euro lanjutkan reli setelah data malam ini tunjukkan lambatnya pemulihan sektor tenaga kerja AS. Euro tengah uji resisten 1.4566, level Fibonacci 61.8% dari kejatuhan 4 Mei hingga 23 Mei; dimana penutupan harian di atas level tersebut dapat pacu kenaikan hingga 1.4647, harga tertinggi 21 April.

Posted with WordPress for BlackBerry.