Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Indonesia

Analisa Emas


Kekhawatiran pasar terhadap hasil FOMC dinihari nanti (Kamis 30/10 pukul 1.00 pagi) membuat pasar keluar dari pasar dan memegang aset dollar sehingga dollar AS menguat dan harga emas tertekan.

Harga berhasil turun di bawah support 1343 semalam yang membuat tren pergerakan harga emas untuk sementara tertekan. Selama di bawah resisten 1354 harga masih berpotensi tertekan dengan potensi target mendekati area 1330.

Sementara peluang penguatan kembali, menunggu konfirmasi penembusan level resisten 1360 dengan potensi target ke area 1375.

Market mover hari ini selain hasil keputusan rapat FOMC, sebelumnya akan dirilis data non-farm payrolls AS yang disurvei pihak swasta ADP dan data indeks harga konsumen (CPI) AS. Dua data ini bisa menjadi market mover menjelang FOMC. Data tenaga kerja yang bagus dan CPI yang di atas prediksi pasar biasanya bisa menekan harga emas.


Analisa Emas


Harapan tidak adanya tapering masih mendorong penguatan harga hingga 1360 pagi tadi. Level di kisaran 1360 ini memberikan tahanan atas atau resisten hari ini. Penguatan lanjutan membutuhkan konfirmasi penembusan level resisten 1360 dengan potensi target mendekati area resisten selanjutnya di 1375.

Potensi pelemahan masih terbuka jika harga tidak mampu kembali menembus 1360 dan berhasil menembus support di kisaran 1343 dengan potensi target ke area 1330.

Hari ini selain isu No tapering, data ekonomi AS mala mini bisa menjadi market mover yaitu data penjualan ritel dan tingkat keyakinan konsumen. Data yang lebih bagus dari prediksi bisa menekan turun harga emas.


Analisa Emas


Harga emas sempat terpuruk ke area 1404 sebelum kembali rebound pagi ini ke area 1422. Pagi ini harga emas terlihat membentuk resisten di kisaran 1425-1428. Bila harga tidak berhasil menembus resisten ini, harga bisa kembali mengalami koreksi dengan potensi koreki ke area 1412.

Sementara penembusan di atas level resisten, membuka peluang harga menguji kembali level 1440.

Setelah penurunan pekan lalu, emas melakukan rebound dan kelihatannya akan bergerak di kisaran 1400-an untuk sementara waktu. Harga mendapatkan sentimen positif dari pembelian fisik yang terlihat meningkat karena harga yang terlihat murah. Namun harga emas juga mendapatkan sentimen negatif dari penurunan kepemilikan emas untuk investasi. ETFs terbesar dunia, SPDR Gold Trust, tercatat menurunakan kepemilikan emasnya sebesar 1,63% atau sebesar 589.958 ons dari tanggal 19 April ke tanggal 22 April.

Hari ini beberapa data yang akan menjadi penggerak harga emas adalah data IFO business climate Jerman, data CBI realised sales Inggris dan data durable goods orders AS. Bila data-data ini di bawah ekspektasi pasar, maka semakin mengkonfirmasi isu pelambatan ekonomi yang marak di pasar dan bisa berimbas pada penurunan harga emas.

 


Market Outlook Today


English: The corner of Wall Street and Broadwa...

English: The corner of Wall Street and Broadway, showing the limestone facade of One Wall Street in the background. (Photo credit: Wikipedia)

EMAS

 

Komoditi Emas bergerak melemah pada perdagangan kemarin seiring kekhawatiran fiskal AS membayangi kemajuan pada beban utang Yunani dan berakhirnya option pada logam mulia dalam kisaran yang sempit. Pada perdagangan dihari ini komoditi Emas bergerak flat setelah jatuh selama dua sesi berturut-turut, saat euforia atas kesepakatan hutang Yunani gagal dan investor mengalihkan fokus mereka kepada perundingan AS untuk mencegah bencana fiskal di ekonomi terbesar dunia tersebut. Presiden Barack Obama kemarin  mendorong upayanya untuk menaikkan pajak pada para orang kaya Amerika, tapi anggota parlemen AS tetap menemui jalan buntu terkait kenaikan pajak akhir tahun dan pemotongan belanja yang dikenal sebagai “fiscal cliff”.

 

GBP/USD

 

Sterling bergerak melemah pad perdagangan kemarin setelah rilis data GDP Inggris kuartal ketiga yang dirilis sesuai dengan ekspektasi, sebagian besar investor berhati-hati dalam menambah posisi long pada Sterling mengingat beberapa data ekonomi terakhir yang negatif masih menjaga peluang pelonggaran moneter lebih lanjut oleh BoE pada awal tahun 2013. Data GDP kuartal ketiga yang dirilis kemarin mengkonfirmasi pertumbuhan ekonomi sebesar 1% yang sebagian besar terbantu oleh pelaksanaan Olimpiade di London, sementara itu dari AS melaporkan harga rumah kembali menguat untuk bulan keenam berturut-turut pada bulan September lalu yang menandakan bahwa pasar perumahan berada di tengah-tengah fase pemulihan, Indeks komposit harga rumah pada 20 kota metropolitan di AS positif 0,3% pada bulan September setelah mencatat kenaikan 0,8% pada bulan sebelumnya.

 

HANGSENG

 

Bursa saham Hongkong pada perdagangan di hari Rabu pagi bergerak melemah cukup signifikan untuk tiga hari berturut-turut mengikuti turunnya bursa saham Wall Street di tengah ketidakpastian pemecahan kebekuan fiskal di AS, kondisi ini berpotensi untuk kembali menggiring AS ke dalam jurang fiskal, dan dilaporkan Bursa saham China juga mengalami pelemahan pada perdagangan hari ini.


Market Outlook Today


Middle East Map עברית: מפה מדינית של המזרח התי...

Middle East Map עברית: מפה מדינית של המזרח התיכון Bahasa Indonesia: Peta yang menunjukkan Asia Barat Daya – Istilah “Timur Tengah” lebih sering digunakan untuk merujuk kepada Asia Barat Daya dan beberapa negara di Afrika Utara (Photo credit: Wikipedia)

EMAS

 

Komoditi Emas bergerak menguat setelah sempat dalam kisaran yang sempit pada perdagangan kemarin, berada antara kekhawatiran resesi di Eropa dan AS dan aksi beli safehaven ditengah permasalahan mengenai kekerasan di Timur Tengah. Komoditi Emas diperdagangkan diatas $8 dalam kisaran harian karena Pemimpin Internasional gagal untuk minggu keduanya dalam mencapai kesepakatan untuk meluncurkan bantuan darurat pada Yunani yang mendorong ketertarikan pada emas sebagai lindung nilai dari inflasi. Komoditi Emas juga dibawah tekanan dari data AS yang menunjukkan consumer sentimentmenguat tetapi terlihat untuk melorot pada akhir November setelah beberapa bulan membaik, ketidakpastian juga tumbuh dari kombinasi kenaikan pajak dan pemangkasan pembelanjaan yang akan mempengaruhi awal tahun depan di AS.

 

EUR/USD

 

Mata uang tunggal Eropa bergerak menguat pada perdagangan kemarin, menguatnya mata uang setelah Kanselir Jerman Angela Markel menyatakan optimisme kesepakatan atas pendanaan Yunani akan dapat tercapai dalam pertemuan Mentri Keuangan kawasan zona Eropa yang diagendakan hari Senin minggu depan. Mata uang tunggal Eropa bergerak menguat pada perdagangan tadi pagi yang cukup signifikan terhadap 16 rival utamanya menjelang pertemuan 27 pemimpin negara Uni Eropa hari ini yang akan melakukan negosiasi anggaran, mata uang ini menguat setelah Menteri Keuangan dari 17 negara kawasan zona Eropa menyatakan kemarin bahwa pembicaraan mengenai bantuan untuk Yunani akan dilanjutkan pada tanggal 26 November mendatang. Penguatan mata uang ini dipicu juga oleh gencatan senjata antara pihak Israel an Palestina di Gaza, dimotori oleh AS dan Mesir akhirnya Israel setuju menghentikan serangan ke Gaza untuk sementara waktu.

 

HANGSENG

 

Bursa saham Hongkong pagi bergerak menguat pada perdagangan di hari Kamis pagi, bursa saham menguat setelah rilis data HSBC Flash PMI Manufacturing menunjukkan pertumbuhan hingga mencapai level tertinggi dalam 13 bulan belakangan di bulan ini. Tercatat Flash HSBC manufaktur yang menggambarkan kinerja aktivitas manufaktur di China mengalami penguatan dibandingkan dengan bulan Oktober lalu.

 


Market Outlook Today


Official portrait of Federal Reserve Chairman ...

Official portrait of Federal Reserve Chairman Ben Bernanke. (Photo credit: Wikipedia)

EMAS

 

Komditi Emas anjlok pada perdagangan kemarin seiring kombinasi dari anjloknya harga Minyak, harapan untuk gencatan senjata antara Hamas dan Israel, dan komentar Pimpinan The Fed Ben Bernanke pada jurang fiskal yang mengurangi ketertarikan pada komoditi ini sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Setelah membaik dari ekspektasinya data perumahan AS kemarin tetapi juga didukung oleh harapan AS akan menyelesaikan permasalahan fiskalnya dan dengan merespon pada konflik Timur Tengah.

 

USD/JPY

 

Mata uang Yen bergerak melemah ke posisi terendah 7 bulan pada perdagangan kemarin seiring di tengah spekulasi bahwa pemerintahan baru Jepang pasca pemilu 16 Desember mendatang akan memaksa BoJ untuk menggelontorkan lebih banyak stimulus moneter. BoJ menunda peluncuran langkah-langkah pelonggaran baru kemarin setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari, meskipun berkembang desakan untuk stimulus lebih lanjut guna memacu ekonomi terbesar ke III di dunia itu. Keputusan itu muncul beberapa hari setelah calon terkuat untuk menjadi PM Jepang berikutnya menjanjikan pelonggaran moneter yang agresif untuk memperbaiki kesulitan ekonomi negara itu. Bank sentral juga mempertahankan suku bunga tidak berubah di antara nol hingga 0,1 %, namun BoJ mengatakan ekonomi Jepang “telah agak melemah” di tengah melambatnya ekspor dan produksi pabrik.

 

NIKKEI

 

Bursa saham Jepang bergerak menguat cukup signifikan pada perdagangan kemarin, kenaikan di bursa saham Jepang terjadi setelah pimpinan Partai Demokrasi Liberal Shinzo Abe menuntut langkah yang lebih ekstrem dari bank sentral Jepang termasuk jika diperlukan mendorong suku bunga ke bawah nol %. Mata uang Yen melemah tajam di tengah ekspektasi bahwa BoJ akan memberikan stimulus lanjutan.

 


Market Outlook Today


kospi index

kospi index (Photo credit: Wikipedia)

EMAS

Komoditi Emas ditutup sideways

Komoditi Emas bergerak sideways pada perdagangan kemarin, komoditi ini belum menemukan arahan untuk kembali bergerak positif. Kembali merebaknya kekhawatiran mengenai mburuknya kondisi kawasan zona Eropa masih mengakibatkan permintaan terhadap komoditas logam mulia ini menjadi mengalami penurunan. Dalam tiga hari berturut-turut Logam Mulia cenderung bergerak melemah, akan tetapi komoditi ini berhasil rebound dan berakhir hanya sedikit di bawah posisi penutupan sebelumnya.

AUD/USD

Aussie diperkirakan menguat terbatas terbatas dengan rilis data sektor tenaga kerja mixed

Aussie bergerak menguat setelah data perubahan jumlah pekerja di Australia untuk bulan September lalu mengalami kenaikan yang lebih besar dari estimasi pada perdagngan di hari Kamis pagi, meskipun demikian pergerakan menguat berpotensi tertahan karena data tingkat pengangguran justru naik lebih besar dari perkiraan. Peningkatan tenaga kerja di Australia untuk bulan September lalu mencapai 14.5K, angka ini nyaris tiga kali lebih besar dibandingkan dengan estimasi yang mengharapkan terjadi kenaikan hanya sebesar 5.1K. Untuk data tingkat pengangguran justru naik menjadi 5.4% dari 5.1% di bulan Agustus.

KOSPI

Indeks Berjangka Kopsi bergerak melemah seiring kekhawatiran melambatnya Ekonomi Global

Bursa saham Korea pada perdagangan di hari Kamis pagi hari bergerak melemah cukup signifikan, bursa saham Kospi melanjutkan pelemahannya setelah pada perdagangan kemarin melemah sebesar 1.6% di tengah makin merebaknya kekhawatiran bahwa rilis laporan keuangan di kuartal ke III cenderung lesu. Investor hari ini konsentrasi kepada rilis kebijakan moneter oleh Bank of Korea, dengan harapan luas menunjukkan bahwa BoK akan memotong suku bunga acuan sebesar 25 bps.


Market Outlook Today


Financial ratings of european States by Fitch ...

Financial ratings of european States by Fitch Ratings (Photo credit: Wikipedia)

EMAS

Komoditi Emas ditutup merosot pada perdagangan diakhir minggu lalu, merosotnya komoditi ini selama dua hari berturut-turut di tengah menguatnya nilai tukar dolar AS dan permintaan terhadap komoditi Emas menurun. Indeks Dolar mengalami peningkatan cukup signifikan sebesar 0.6% terhadap enam rival mata uang utamanya di tengah kekhawatiran pertumbuhan ekonomi melambat. Komoditi Emas telah menguat sebesar 11% selama kuartal kedua dan ini merupakan kenaikan kuartalan terbesar sejak bulan Juni 2010.

GBP/USD

Poundsterling merosot tajam pada perdagangan diakhir minggu lalu, sterling merosot dipicu oleh meningkatnya resiko downgrade atas peringkat hutang Inggris paska peringkat kredit Fitch Ratings memperingatkan adanya potensi bahwa hutang pemerintah akan membengkak melebihi perkiraan sebelumnya. Fitch masih mempertahankan rating ‘AAA’ Inggris meskipun dengan outlook yang tetap negatif, namun lembaga pemeringkat tersebut tidak menjamin top rating itu akan dapat bertahan hingga 2014. Dalam minggu ini para investor sedang menantikan pada hasil survey PMI Inggris sore nanti guna untuk mengukur kemungkinan ekonomi Inggris keluar dari resesi, dan juga sedang menanti pada keputusan rating kredit Spanyol oleh lembaga pemeringkat Moody’s Investor Service yang diperkirakan Spanyol akan tertekan downgrade rating menjelang laporan stress test perbankan Spanyol yang kemungkinan akan menunjukkan kekurangan modal sekitar 60 M Euro.

NIKKEI

Pada awal perdagangan minggu pagi ini bursa saham Jepang bergerak melemah, dan diawal semester keempat tahun 2012 ini sentimen umum di pasar Asia cenderung lesu. Rilis data indeks manufaktur Tankan di Jepang menunjukkan terjadi penurunan aktivitas di sektor manufaktur di kuartal ke III lalu. Indeks manufaktur Tankan berada di level -3 poin, turun dari -1 poin pada kuartal ke II.


Market Review Asia


Market Review Asia, 7 juni 2012

Euro menguat ke tingginya 1 pekan, melanjutkan penguatan hari Kamis saat minat untuk aset resiko pulih seiring sinyal Eropa akan menemukan cara mengatasi krisis perbankan Spanyol dan AS yang mungkin akan meluncurkan stimulus moneter. Indeks Nikkei naik terkait spekulasi bahwa para petinggi Eropa akan menerapkan kebijakan untuk mengendalikan penyebaran krisis hutang Eropa, dengan melemahnya Yen memberi dukungan. Indeks KOSPI reli ke tingginya penutupan 1 pekan terkait harapan stimulus lanjutan dari AS dan sinyal bahwa petinggi Eropa akan mengambil langkah guna membantu perbankan Spanyol dan mengatasi penyebaran krisis hutang di Eropa. Hang Seng berakhir menguat dalam 3 hari berturut-turut sat investor membali saham-saham unggulan yang terpukul. IHSG ditutup nyaris flat terkait aksi jual yang dilakukan investor asing terhadap saham-saham unggulan


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas pada perdagangan kemarin bergerak menguat cukup signifikan tapi pada akhir perdagangannya di tutup melemah, komoditas ini menguat dan mencapai level tertinggi dalam satu bulan belakangan di tengah melambungnya harapan bahwa program penyelamatan Eropa akan berjalan dengan semestinya, dan dipicu oleh bahwa Jerman mulai melunak dan menerima rencana untuk membantu penyelamatan perbankan Spanyol.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa bergerak menguat tajam pada perdagangan kemarin dipicu oleh langkah Bank Sentral Eropa yang mempertahankan suku bunga pada level 1 % dan mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi. Presiden ECB Mario Draghi menampik ekspektasi para pelaku pasar sebelumnya yang mengharapkan bank sentral akan melakukan pelonggaran moneter, diantaranya dengan meningkatkan operasi penggantian struktur keuangan untuk meningkatkan likuiditas di pasar keuangan Eropa. Namun demikian para ekonom tetap mengingatkan bahwa penguatan Euro belum menyurutkan minat jual para investor, dimana  para investor memperkirakan Euro akan anjlok hingga dikisaran 1.800 sebelum expire pada 06 Juli mendatang. Diantara pertimbangan pada pandangan tersebut adalah problem sektor perbankan Spanyol yang semakin meruncing dan kemungkinan keluarnya Yunani dari keanggotaan Uni Eropa.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong pada perdagangan di hari Kamis pagi ini bergerak menguat cukup solid, melejitnya bursa saham AS menjadi pemicu dari peningkatan di bursa saham Hongkong. Kondisi yang terjadi hari ini didorong oleh harapan membaiknya ekonomi global. Ada beberapa saham lapis biru yang bergerak menguat diantaranya adalah Cheung Kong, HSBC, dan Hang Seng Bank.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas pada perdagangan kemarin bergerak melanjutkan penguatan, perlahan tapi pasti komoditi ini bergerak menguat dengan solid hingga mencapai posisi tertinggi dalam 2 bulan belakangan. Menguatnya komoditi Emas masih dipicu oleh harapan membaiknya kondisi ekonomi global. Pasar bereaksi positif terhadap rilis data klaim pengangguran yang cukup baik, klaim pengangguran mingguan hanya sebesar 367K lebih kecil dibandingkan dengan estimasi sebesar 373K. Sementara itu para investor menantikan rilis data tingkat pengangguran NFP dan ISM sektor non – manufaktur  AS nanti malam yang diperkirakan akan cukup baik.

GBP/USD

Dua  data yang terakhir menunjukkan penurunan inflasi sebesar -0,9%, Kebijakan pelonggaran kuantitatif / QE yang dijalankan BoE tidak memicu inflasi dan inflasi akan terus turun tahun ini sesuai perkiraan, menurut petinggi BoE Adam Posen Bank sentral telah memprediksi inflasi Inggris akan jatuh di bawah target sebesar 2% pada semester ke 2 tahun ini. Adam Posen mengatakan Keputusan BoE untuk menyuntikan stimulus £75 M pada pertemuan Oktober lalu telah membantu sisi permintaan, kondisinya akan jauh lebih buruk jika bank sentral tidak lakukan pelonggaran kuantitatif dan saya mendukung kebijakan tersebut. BoE akan kembali melakukan pertemuan kebijakan moneter minggu depan untuk memutuskan apakah Inggris masih membutuhkan tambahan stimulus moneter. Mayoritas ekonom prediksi BoE akan menambah program pembelian aset sebanyak £ 50 M seiring merebaknya kecemasan resesi.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong pada perdagangan di hari Jumat pagi bergerak melemah, bursa saham Hongkong tergerus di tengah penurunan yang terjadi di bursa Jepang dan Korea Selatan. Pergerakan bursa saham Hongkong pagi ini mulai terhambat setelah pada perdagangan kemarin mencapai posisi tertinggi dalam 6 bulan belakangan. Ada beberapa saham yang bergerak cenderung bervariasi diantaranya adalah Cheung Kong dan Esprit Holdings bergerak menguat, sementara itu HSBC dan Petrochina bergerak melemah. Di perkirakan Indeks Berjangka Hangseng pada perdagangan hari ini berpotensi menguat tipis.

 


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas bergerak melemah pada perdagangan kemarin, logam mulia ini bergerak dalam koreksi yang wajar setelah sempat mencapai posisi tertinggi dalam lebih dari 7 minggu pada perdagangan akhir minggu lalu. Komoditi Emas melemah menjelang pertemuan para petinggi Uni Eropa yang rencananya akan membahas penanganan krisis utang di kawasan tersebut. Yunani berusaha menolak campur tangan terhadap komisioner Uni Eropa dalam penyusunan anggaran dalam negerinya dengan alasan harga diri, kondisi ini dapat mengakibatkan penundaan atau pembatalan pemberikan bantuan tahap ke 2 bagi Negara ini, Yunani dan kreditor swastanya diharapkan akan segera melengkapi perjanjian pemotongan utang dalam minggu ini.

GBP/USD

Sterling menguat terhadap Euro pada perdagangan kemarin menyusul investor masih menunggu perkembangan dari kesepakatan swap utang Yunani dan menjelang KTT Uni Eropa yang diperkirakan tidak akan banyak membantu mendorong penguatan Euro, Yunani harus mencapai kesepakatan dengan kreditor swasta untuk memperoleh paket bailout ke 2 guna mengindari resiko default. Kondisi yang masih penuh ketidakpastian tersebut telah menekan Euro secara umum dan memicu mata uang tunggal Eropa terkoreksi sebesar 0,5% terhadap Sterling, Sterling berpotensi melemah minggu ini jika data purchasing managers’ surveys periode bulan Januari untuk sektor manufaktur, konstruksi, dan jasa menambah gambaran memburuknya kondisi ekonomi Inggris dan menambah prospek untuk berlanjutnya pelonggaran moneter oleh Bank Sentral Inggris. Pasar memprediksi BoE akan meningkatkan pembelian aset melalui program Quantitative Easing di bulan Februari dan hal ini berpotensi menekan sterling, meskipun komentar dari petinggi BoE David Miles Jumat lalu telah melemahkan prospek tersebut. Miles menegaskan bahwa merupakan pandangan yang terlalu berlebihan yang menganggap bahwa QE pasti akan berlanjut.

HANGSENG

Indeks Berjangka Hangseng bergerak menguat pada perdagangan di hari Selasa pagi ini, pada perdagangan terakhir bulan Januari 2012 ini bursa saham Asia diliputi oleh sentimen menguat, mengabaikan hasil akhir perdagangan di bursa saham Wall Street pada perdagangan kemarin yang cenderung tertekan. Bursa saham Hongkong membukukan kenaikan yang cukup signifikan ditopang oleh pergerakan saham – saham lapis biru yang cukup solid menguat diantaranya adalah Hangseng Bank, Henderson Land, SHK Property, dan Sino Land. Di perkirakan Indeks Berjangka Hangseng hari ini berpotensi menguat, dan pergerakan masih terbatas karena saat ini masih cenderung berada dalam fase konsolidasi.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi  Emas menguat ke level tertinggi selama hampir seminggu terakhir menyusul rally Euro yang mencapai sebear 1% terhadap US dolar, namun volume perdagangan relatif tipis dimana pelaku pasar tidak mau mengambil resiko besar menjelang tutup tahun. Komoditi menguat bersamaan dengan bursa saham setelah investor memusatkan perhatian pada rilis optimis data ekonomi AS, sukses lelang obligasi Spanyol dan peningkatan pada sentimen bisnis di Jerman yang memicu minat beli terhadap aset ‐ aset beresiko. Namun demikian kepercayaan terhadap Emas masih rapuh menyusul keprihatinan investor terhadap upaya dewan kebijakan Eropa dalam menangani krisis utang kawasan yang dinilai belum cukup memuaskan, dimana hal ini berpotensi menekan kembali aset ‐ aset Eropa.

GBP/USD

Sterling menguat terhadap Euro ke level tertinggi sejak Januari menyusul maraknya minat beli investor yang memandang Sterling sebagai aset safe haven ditengah bergulirnya krisis hutang Uni Eropa. Sterling juga menguat terhadap US dolar setelah pelemahan tajam biaya pinjaman dari obligasi Spanyol, ditunjang juga oleh rilis data ekonomi Amerika dan Jerman yang meredam minat investor terhadap dolar AS. Diberitakan sejauh ini marak pembelian Sterling oleh korporasi menjelang akhir tahun, namun demikian penguatan sterling ini berada dalam volume perdagangan yang tipis menjelang libur akhir tahun sehingga perlu diwaspadai ketahanannya. Para pelaku pasar sedang menantikan rilis minutes dari sidang BoE yang diperkirakan akan memperlihatkan persiapan bank sentral untuk mulai mempertimbangkan pemberlakuan stimulus tambahan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut.

NIKKEI

Bursa saham Jepang pada perdagangan di hari Rabu pagi ini bergerak menguatseiring dengan kenaikan di bursa saham Wall Street menyusul rilis data sector perumahan AS yang mengalami hasil positif. Kinerja bursa Asia pagi hari ini diperkirakan akan berlanjut menguat hingga akhir sesi perdagangan. Ada beberapa saham yang bergerak menguat diantaranya adalah Honda, Nissan, Toshiba, dan Toyota. Di perkirakan Indeks Berjangka Nikkei hari ini berpotensi cenderung menguat tapi terbatas.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook Today


Selasa, 27 September 2011

 

EMAS

Komoditi Emas akhirnya rebound setelah merosot dalam 5 hari beruntun, pasar mulai mempercayai kondisi perekonomian regional Eropa meskipun belum sepenuhnya yakin. Investor melihat Eropa sudah melakukan segala upaya namun investor masih berpikir Eropa belum mampu memecahkan masalah perekonomian regional, komoditi Emas mengalami penurunan dalam 5 hari beruntun seiring pasar dilanda kepanikan ketika melihat nilai dolar AS terus menguat. Akibatnya investor menjual komoditas apapun untuk memarkirkan dana mereka, namun membeli dolar juga bukan merupakan pilihan terbaik karena Eropa terus berupaya meyakinkan pasar dengan mewacanakan pembelian obligasi dan pemangkasan suku bunga.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa Euro mengalami penurunan yang cukup signifikan terhadap dolar AS, Euro kembali terpukul menjelang lelang obligasi Italia dan Spanyol hari ini. Kekhawatiran makin kental mengenai merembetnya krisis keuangan Eropa ke negara seperti Italia dan Spanyol. Trend dan sentimen terhadap Euro masih sangat bearish karena makin banyak negara anggota kawasan Euro yang menolak untuk meningkatkan pemberian dana bantuan. Menteri keuangan Belanda dan Finlandia menyatakan dengan tegas tidak berencana untuk meningkatkan komitmen mereka terhadap pemberian dana bantuan kawasan Euro, dan Menteri keuangan Jerman juga menyuarakan sentimen yang serupa. Di perkirakan mata uang tunggal Eropa hari ini berpotensi melemah.

KOSPI

Bursa saham Korea pada perdagangan di hari Selasa pagi mengalami peningkatan yang cukup signifikan, bursa saham Korea menguat mengikuti positifnya hasil perdagangan di bursa saham Wall Street. Pergerakan menguat bursa saham Asia terjadi di tengah harapan bahwa petinggi Eropa akan mempercepat pembentukan lembaga dana talangan darurat untuk mencegah krisis keuangan merembet lebih jauh. Di perkirakan Indeks Berjangka Kospi hari ini cenderung mengalami kenaikan tapi terbatas.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas dunia mengalami penurunan dalam minggu ini merupakan yang terparah dalam 4 bulan terakhir, dalam perdagangan kemarin Komoditi Emas sempat terpangkas hingga sebesar 2,4% ini adalah penurunan terbesar selama dalam 2 minggu. Penurunan harga Emas mengekor anjloknya harga komoditas dan pasar saham dunia, pasar saham global masuk ke dalam pasar bearish untuk pertama kali dalam dua tahun terakhir. Para pelaku pasar mencemaskan mengenai kondisi krisis utang di Eropa dan kemungkinan terjadinya resesi di AS. Apalagi the Federal Reserve sebelumnya mengungkapkan outlook perekonomian AS memiliki resiko penurunan yang sangat signifikan. Pernyataan the Fed tersebut juga ikut mendongkrak keperkasaan dollar ke level paling tinggi dalam 7 bulan terakhir terhadap 6 mata uang utama dunia.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa mengalami pergerakan melemah terhadap US dolar pada perdagangan di hari Kamis, menguatnya US Dolar dipicu oleh pernyataan The Fed yang akan merubah portofolionya ke Obligasi jangka panjang dengan menggunakan apa yang dikenal pasar sebagai Operation Twist yang bertujuan untuk mendongkrak perekonomian dengan menempatkan lebih banyak tekanan pada suku bunga jangka panjang. The Fed juga menyatakan tidak akan mencetak uang baru meski begitu suramnya pandangan The Fed terhadap perekonomian telah memicu kekhawatiran investor.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong pada perdagangan di Jumat pagi mengalami kemrosotan yang cukup signifikan, bursa saham Hongkong kembali melemah terpukul oleh kekhawatiran mengenai makin memburuknya kondisi ekonomi global setelah The Fed memperingatkan bahwa ekonomi AS masih memiliki risiko penurunan yang tinggi. Saham – saham di bursa Hongkong lesu, adapun saham – saham yang mengalami pelemahan diantaranya adalah HSBC , Hangseng Bank , dan Wharf Holdings.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas merosot sebesar 1,3% ke level $1778.75/roy ounce pada perdagangan Kamis dini hari setelah langkah The Fed mengecewakan pelaku pasar yang mengharapkan bank sentral tersebut akan menerapkan paket stimulus keuangan yang lebih kuat lagi. Penurunan Emas juga dipicu oleh menguatnya dollar AS terhadap mata uang utama lain. Pada sidang FOMC Kamis dini hari The Fed mempertahankan suku bunga dilevel terendahnya sebesar 0,25% dan menyatakan pertumbuhan ekonomi masih “sangat lambat”, The Fed menempuh langkah yang sebelumnya pernah dilakukan pada 1961 lalu yang disebut dengan pembelian obgliasi “operation twist”, dimana bank sentral akan menjual obligasi bertenor lebih pendek untuk membeli obligasi dengan tenor panjang senilai $400 M pada Juni 2012 mendatang.

GBP/USD

Sterling melemah terhadap US dolar pada perdagangan di hari Rabu Sterling merosot hingga ke level terendah 8 bulan terahadap US Dolar dan menyentuh level terendah 2.5 tahun terhadap Yen kemarin, setelah BoE mengindikasikan meningkatnya peluang bagi bank sentral untuk segera meluncurkan Quantitative Easing lanjutan. Meskipun Adam Posen masih tetap menjadi satu – satunya anggota MPC yang menyuarakan penambahan 50 M Poundsterling dalam program pembelian aset bank sentral. Suramnya data ekonomi dan hasil survei dalam beberapa minggu terkahir telah memicu kekhawatiran terhadap prospek ekonomi Inggris ditengah berlangsungnya langkah – langkah penghematan yang ekstrim, disamping itu perekonomian Inggris juga dinilai sangat rentan terkena dampak krisis hutang kawasan zona Eropa.

NIKKEI

Pada perdagangan di hari Rabu Indeks Berjangka Nikkei menguat tipis diperkuat oleh short covering menyusul kenaikan saham – saham Asia dan menjelang rilis keputusan kebijakan The Fed, tetapi volume perdagangan yang rendah mengindikasikan kurangnya minat kuat investor, banyak yang masih sangat khawatir terhadap bagaimana Eropa dapat mempertahankan diri dari krisis hutang yang semakin berat. Bukannya pembelian Obligasi tahap ke III atau QE III yang di duga banyak analis mungkin yang dipilih The Fed untuk Operation Twist, dimana The Fed akan menggantikan Obligasi jangka pendek dengan Obligasi jangka panjang atau secara aktif menjual aset jangka pendek untuk Obligasi jangka panjang bertujuan untuk semakin menurunkan suku bunga jangka panjang.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook Today


MINYAK

Komoditi Minyak dunia kembali ditransaksikan merosot di New York dengan demikian penurunan harga minyak sudah terjadi selama 3 hari berturut-turut. Penurunan harga minyak terjadi setelah Standard & Poor’s memangkas peringkat utang Italia ke level A dengan outlook negatif. Jika terjadi kolaps pada perekonomian Eropa hal tersebut kemungkinan akan menyebabkan perlambatan pertumbuhan di AS. Hal itu bisa menyebabkan resesi global yang akan memangkas permintaan energi secara signifikan.

EMAS

Komoditi Emas merosot sebesar 1,8% terhadap dollar AS ke level $1778.55/troy ounce pada perdagangan kemarin seiring kalah pamornya sebagai aset safe haven dibanding obligasi dan dollar AS ditengah semakin berkembangnya kekhawatiran pada krisis Uni Eropa, investor cenderung mengalirkan investasinya pada aset yang lebih likuid dibanding aset alternatif seperti Emas. Pelemahan bursa saham global juga tak kunjung memberikan dukungan penguatan Emas secara signifikan, hal tersebut ditengarai karena maraknya aksi ambil untung terhadap Emas untuk menutupi kerugian investor pada instrumen investasi lain seperti saham dan mata uang. Kemungkinan sikap wait and see para pelaku pasar Emas menjelang rilis hasil sidang FOMC besok Kamis dini hari 22 September 01.15 WIB. Di perkirakan saat ini The Fed akan kembali melakukan upaya pelonggaran moneter meskipun disisi lain akan mempertahankan nilai tukar dollar yang kuat.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa merosot pada perdagangan kemarin setelah para pejabat Eropa mengakhiri pertemuan akhir minggu mereka tanpa menghasilkan persetujuan atau kesepakatan baru untuk mengatasi krisis utang kawasan zona Euro, sehingga menambah kekhawatiran mengenai kemungkinan default utang Yunani dapat menular ke negara‐negara zona Euro lainnya. Kekhawatiran terhadap krisis utang Eropa dan prospek suram perekonomian AS telah mendorong investor menjauhi aset‐aset beresiko dan mengalihkan investasi mereka kedalam Treasuries dan dolar, dimana dolar telah melonjak lebih dari 1% terhadap 6 mata uang rival utamanya.

NIKKEI

Bursa saham Jepang padap perdagangan di hari Selasa pagi indeks-indeks acuan di bursa saham mengalami penurunan sehingga mendorong indeks mengalami penurunan untuk pertama kalinya dalam tiga hari belakangan, bursa saham Jepang tertekan setelah saham Wall Street ditutup di teritori negatif seiring dengan makin tingginya kekhawatiran mengenai kemungkinan kebangkrutan Yunani. Anjloknya bursa saham Jepang juga turut dipicu oleh menguatnya mata uang Yen ke posisi tertinggi dalam 10 tahun terhadap Euro. Saham eksportir mengalami tekanan jual yang besar seiring dengan apresiasi mata uang Yen tersebut. Di perkirakan Indeks Berjangka Nikkei pada perdagangan hari ini akan mengalami peningkatan tapi terbatas.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook Today


Senin, 19 September 2011

EMAS

Komoditi Emas menutup kenaikan sebesar 1% pada hari Jumat akhir minggu lalu dalam perdagangan dengan volatilitas tinggi seiring kembalinya minat investor pada aset safe haven tersebut ditengah rilis survei yang memperlihatkan muramnya pandangan konsumen Amerika mengenai kondisi ekonomi. Sebelumnya Emas sempat anjlok ke level terendah sejak 3 minggu terakhir ke level $1762.55/troy ounce ditekan membaiknya sentimen pelaku pasar pada krisis Eropa setelah adanya komitmen dari bank sentral dan petinggi Jerman serta Perancis. Sementara itu dalam seminggu terakhir ini logam mulia tercatat melemah sebesar 2,6%, pelemahan mingguan beruntun dalm 2 minggu terakhir dan merupakan performa mingguan terburuk sejak awal Mei lalu. Minggu ini pelaku pasar akan fokus pada hasil sidang FOMC dimana investor akan mengamati sinyal pemberlakuan program quantitative easing lanjutan untuk menstimulasi ekonomi Amerika. Jika The Fed menempuh langkah tersebut maka diperkirakan akan memberikan tekanan pada dollar AS dan kembali mendukung performa Emas. Sebagaimana serupa yang terjadi sejak program QE2 diluncurkan akhir 2010 lalu dimana Emas menguat lebih dari 40% hingga program tersebut berakhir Juni 2011.

MINYAK

Komoditi Minyak dunia pada perdagangan di pagi ini ditransaksikan turun ke level terendah dalam seminggu terakhir di New York, penurunan harga minyak pagi ini lebih disebabkan oleh kecemasan investor bahwa permintaan minyak akan terpangkas terkait perlambatan pertumbuhan ekonomi di Eropa dan AS. Baik Eropa maupun AS merupakan konsumen minyak terbesar dunia. Situasi di Eropa akan menjadi sentimen negatif bagi Minyak dunia dalam beberapa waktu ke depan. Selain itu kecemasan utama yang mempengaruhi Minyak dunia adalah bagaimana perilaku konsumen AS dan seberapa besar mereka menggunakan bahan bakar Minyak, jika ada keraguan terkait hal itu maka harga minyak di perkirakan masih akan melemah.

EUR/USD

Pada perdagangan di hari Jumat akhir minggu lalu mata uang tunggal Eropa mengalami pelemahan seiring para investor melikuidasi posisi yang telah untung dari rally yang dipicu oleh tindakan bank-bank sentral utama dalam meningkatkan likuiditas, dan berpotensi terus tertekan oleh setiap berita negatif yang mungkin keluar dari pertemuan menteri keuangan Uni Eropa. Aksi jual Euro oleh sejumlah investor juga dipicu oleh pernyataan Bank of Portugal yang mengatakan jika Pulau Madeira telah gagal melaporkan informasi mengenai hutang tahun sebelumnya yang mencapai sebesar 0,5% dari GDP tahun 2010. Sebelumnya para investor nampaknya enggan mengambil posisi besar sebelum mengetahui hasil dari pertemuan menteri keuangan Uni Eropa di Polandia, di mana Menteri Keuangan AS Timothy Geithner  turut menjadi peserta. Di perkirakan mata uang tunggal Eropa hari ini cenderung berpotensi melanjutkan pelemahannya.

NIKKEI

Bursa saham Jepang pada perdagangan di awal minggu mengalami kenaikan yang cukup signifikan di mana bursa rally untuk dua hari berturut – turut, bursa saham Jepang menguat dan indeks Nikkei mengarah ke posisi tertinggi dalam dua minggu belakangan setelah ECB dan bank-bank sentral lain melakukan koordinasi untuk menyediakan bantuan likuiditas bagi bank-bank yang terkena dampak krisis keuangan Eropa. adapun saham – saham yang mengalami peningkatan di antaranya adalah Saham Honda Motor Co, saham Olympus Corp, dan saham Mitsubishi Corp seiring dengan kenaikan harga minyak dan logam, di perkirakan pergerakan Indeks Berjangka Nikkei pada perdagangan awal minggu ini cenderung berpotensi peningkatan tapi terbatas.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas merosot sebesar 1,6% ke level $1772.65/troy ounce setelah sempat mencapai level terendah sepanjang 3 minggu terakhir akibat aksi gabungan bank sentral untuk menjamin likuiditas di pasar keuangan dan komitmen Jerman dan Perancis untuk mempertahankan Yunani dalam kerangka Uni Eropa. Kombinasi hal tersebut kemudian meredakan kekhawatiran investor akan krisis finansial zona Eropa yang selama ini dominan dan mengangkat minat pada aset beresiko sebaliknya menekan minat pada aset safe haven terutama Emas. Pasar saham global menyambut positif langkah bank sentral negara – negara maju yang menyatakan akan melakukan upaya gabungan guna menjamin pinjaman jangka pendek 3 bulan dalam denominasi dollar AS kepada bank‐bank komersial untuk menghindari menyusutnya likuiditas.

NIKKEI

Bursa saham Jepang pada perdagangan Jumat pagi mengalami kenaikan yang cukup signifikan di mana bursa rally untuk dua hari berturut-turut, bursa saham Jepang menguat dan indeks Nikkei mengarah ke posisi tertinggi dalam 2 minggu belakangan setelah ECB dan bank-bank sentral lain melakukan koordinasi untuk menyediakan bantuan likuiditas bagi bank-bank yang terkena dampak krisis keuangan Eropa. Di perkirakan Indeks Berjangka Nikkei pada perdagangan hari ini masih berpotensi mengalami peningkatan tapi terbatas.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa pagi ini mengalami pergerakan yang masih berada pada kisaran tertinggi dalam 1 minggu belakangan terhadap dolar AS, Euro bergerak mengarah kepada peningkatan mingguan terhadap dolar AS setelah ECB menyatakan akan melakukan koordinasi dengan bank-bank sentral lain untuk menyediakan dana bantuan bagi perbankan Eropa yang terkena dampak krisis keuangan di kawasan tersebut. Sementara itu di sisi lain semalam laporan data AS  belum cukup membuktikan kebangkitan sektor konsumen AS sementara inflasi masih cukup terkontrol. Katalis positif Euro lainnya adalah komentar positif Presiden Komisi Uni Eropa yang membuka peluang penerbitan Obligasi bersama Eropa, namun sejauh ini wakil Jerman mengatakan pihaknya masih tidak setuju pada saham Euro sembari menunggu proposal resmi dari Komisioner Eropa.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Overview Today


MINYAK

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga minyak mentah tampak mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Harga minyak mentah menguat karena investor menyerbu aset-aset berisiko seperti saham dan menawar harga tinggi atas Euro di tengah optimisme bahwa Eropa akan bertindak mengatasi krisis utang. Minyak mentah reli hari kedua di New York karena terpicu spekulasi penyusutan cadangan dan sinyal pemulihan ekonomi di AS. Hal ini mengindikasikan permintaan bahan bakar di negara pengonsumsi minyak mentah terbesar di dunia itu akan meningkat. Harga minyak lanjut reli setelah American Petroleum Institute (API) menyebut pasokan minyak mentah AS jatuh paling besar dalam enam pekan terakhir. API merilis pasokan turun 5,2 juta barel menjadi 354,2 juta barel. Ini merupakan penurunan terbesarnya sejak pekan yang berakhir 3 Juni. Sementara Departemen Energi AS baru akan merilis laporannya hari ini. Survei Bloomberg memprediksi Departemen Energi akan melaporkan stok turun 2 juta barel minggu lalu. Ini adalah penurunan cadangan untuk pekan yang ketujuh. Selain itu sentimen positif ekonomi AS muncul setelah kemarin Departemen Perdagangan menyebutkan pembangunan rumah di AS pada Juni naik 15% dibanding bulan sebelumnya. Ini merupakan laju tercepatnya dalam lima bulan terakhir.

EMAS

Harga emas ditutup melemah meskipun sempat membukukan rekor tertinggi di $1609.50/troy ounce. Hal ini menjadikan Emas gagal melanjutkan penguatan beruntunnya setelah sebelumnya berhasil mencatat rekor penguatan beruntun terpanjang dalam 11‐sesi terakhir yang menyamai rekor pada 1975 silam. Sejauh ini Emas telah mencatat kenaikan sebesar 13% sepanjang 2011 dan potensial menjadikannya rekor kenaikan beruntun tahunan dalam 11 tahun terakhir, yang akan merupakan rekor kenaikan beruntun terpanjang sejak 1920. Emas ditutup melemah sebesar 1% tertekan progres positif penanganan krisis hutang Amerika yang meredam minat investor pada aset safe haven. Demikian juga harga perak yang turun sebesar 4% setelah sempat membukukan kenaikan tertinggi sejak awal Mei silam di $40.85/troy ounce. Namun demikian diperkirakan kekhawatiran pada kondisi hutang Uni Eropa masih belum berakhir dan saat ini pelaku pasar masih menantikan data Euro zone summit dimana diharapkan akan ada solusi permanen guna menangani krisis hutang kawasan tersebut. Kondisi ini masih berpotensi menyokong laju kinerja Emas untuk menembus level tertinggi berikutnya.

EUR/USD

Uni Eropa juga masih belum menemukan kata sepakat dalam pemberian dana talangan (bailout) kedua untuk Yunani. Perhatian investor dalam beberapa pekan terakhir memang sedang tertuju pada potensi default utang Yunani dan negara-negara Uni Eropa lain seperti Spanyol dan Italia. Kendati demikian kepercayaan investor di Spanyol mendapat sentimen positif dari pasar keuangan pada Selasa kemarin. Hal ini diperlihatkan dari imbal hasil obligasi Italia untuk jangka waktu 10 tahun yang turun menjadi 5,7% dibanding sehari sebelumnya 7%. Sedangkan di Spanyol yield obligasi pemerintahnya melemah sebesar 0,15% menjadi 6,12%. Para pemimpin politik masih menemui jalan buntu dalam memutuskan batas utang yang akan jatuh tempo pada 2 Agustus mendatang. Kekhawatiran investor juga masih dirasakan investor Eropa menjelang konferensi tingkat tinggi (KTT) Uni Eropa di mulai hari Kamis besok.


Debt crisis overshadowed Euro Appreciation


Krisis Hutang Bayangi Apresiasi Euro

Euro dan mata uang ber-yield lebih tinggi diperdagangkan menguat pada Selasa, seiring pulihnya risk appetite pasca serangkaian data China mampu meredakan kecemasan melambatnya pertumbuhan global, begitu juga kenaikan persyaratan cadangan perbankan China. Meskipun begitu, trader menilai euro tetap berpotensi didera sell on rallies mengingat masih adanya kecemasan krisis hutang Yunani dan ketidakpastian rencana keterlibatan sektor swasta. Inflasi Cina melambung ke level tertinggi dalam 34 bulan, dan langkah bank sentral China menaikkan persyaratan cadangan bank sebesar 50 basis poin, menurut analis merupakan sebuah skenario dari pemerintah China dalam meredam laju ekonomi secara perlahan. Hal tersebut dapat mengangkat sentimen terhadap resiko dalam jangka pendek, yang ditunjukkan dengan kenaikan solid pada saham-saham Eropa dan AS. Pada hari yang sama, menteri keuangan zona Euro berdiskusi guna membahas bagaimana keterlibatan investor swasta pemegang obligasi Yunani dalam paket pinjaman ke-2 untuk Yunani menjelang batas waktu kesepakatan pada 20 Juni mendatang.

 

Kenaikan Pound Beresiko

Sterling menguat versus Dollar AS yang tengah berjuang untuk pulih di hari Selasa, namun apresiasi sterling justru memperbesar resiko terjadinya aksi jual mengingat data inflasi Inggris mengikis kepercayaan investor akan adanya kenaikan suku bunga oleh Bank of England dalam waktu dekat. Inflasi tingkat konsumen di Inggris tumbuh dengan laju 4,5% pada tingkat tahunan di bulan Mei, bertahan di level tinggi 2½- tahun dan jauh lebih tinggi dari target BoE pada 2%. Namun para analis menilai jika angka tersebut belum cukup untuk mendesak BoE menaikkan suku bunga dari rekor rendah 0,5% dalam beberapa bulan ke depan, meski BoE berulang kali memperingatkan adanya resiko inflasi dapat mencapai 5% sebelum kembali mereda. Posisi Sterling akan semakin tertekan untuk beberapa bulan kedepan, seiring bank-bank sentral besar seperti European Central Bank diprediksi akan kembali menaikkan suku bunganya, sementara QE2 Fed akan segera berakhir.

 

Data AS Bantu Dollar Memperdayai Yen
Dollar AS berbalik menekan Yen Jepang dan memangkas penurunan terhadap sebagian besar mata uang lainnya pada hari Selasa pasca terjadi lonjakan pada data inflasi AS dan penurunan angka penjualan ritel AS yang kurang dari perkiraan. Data menunjukkan kenaikan terbesar sejak 2008 pada harga produsen tahunan AS, mengangkat yield obligasi dan menambah daya tarik Greenback. Euro dan mata uang ber-yield tinggi lainnya yang sempat menguat pada awal sesi harus melepas gain terhadap dollar pasca data dirilis.
“Bagusnya data AS pada awalnya mendukung resiko, tetapi sekarang Dollar terlihat mulai menguat terhadap semua mata uang,” kata Kathy Lien, direktur
riset pada GFT Forex di New York. Penjualan Ritel AS pada bulan Mei merosot untuk pertama kalinya dalam 11 bulan terakhir akibat penerimaan dealer mobil yang turun tajam. Namun penurunan penjualan ritel itu masih lebih sedikit dibandingkan estimasi. Sementara Inflasi Harga Produsen AS untuk tingkat tahunan melonjak jauh di atas ekspektasi. “Data seimbang dan layak, sehingga mendorong yield naik dan diikuti oleh Dollar terhadap Yen,” kata Omer Esiner, kepala analis pasar Commonwealth Foreign Exchange di Washington.

 

***English Version***

 

Debt crisis overshadowed Euro Appreciation

Euro and the currency had traded higher yields rose on Tuesday, as the recovery in risk appetite of China’s post-series data can relieve anxiety slowing global growth, as well as the increase in China’s banking reserve requirements. Even so, traders assess the euro still has the potential to sell on rallies suffered due to the presence of anxiety and uncertainty Greek debt crisis plan for private sector involvement. Chinese inflation soared to its highest level in 34 months, and the steps China’s central bank raised bank reserve requirements by 50 basis points, according to analysts is a scenario of the Chinese government in reducing the rate of the economy gradually. It can lift sentiment toward risk in the short term, as indicated by a solid rise in European stocks and U.S.. On the same day, discussing the Euro zone finance ministers to discuss how the involvement of private investors in the Greek bondholders 2nd loan package to Greece before the time limit agreed on 20 June.

Pound Increase Risk

Sterling strengthened versus the U.S. dollar is struggling to recover on Tuesday, but the appreciation of sterling would increase the risk of indiscriminate selling as data for UK inflation will erode investor confidence in the existence of interest rate hikes by the Bank of England in the near future. UK consumer inflation rate grew at a rate of 4.5% at an annual rate in May, remained at a high level of 2 ½ – year and much higher than the BoE target at 2%. But analysts assess if the number is not enough to urge the BoE to raise interest rates from a record low 0.5% in the months ahead, although the BoE has repeatedly warned of the risk of inflation could reach 5% before returning to subside. Sterling will be increasingly depressed position for a few months ahead, as the major central banks like the European Central Bank is expected to again raise interest rates, while the QE2 Fed will soon end.

U.S. Data Help Dollar Yen deceptive

U.S. Dollar Japanese Yen turned press and trim decline against most other currencies on Tuesday after going spike in U.S. inflation data and the decline in U.S. retail sales figures are less than expected. Data showed the largest increase since 2008 in the annual U.S. producer price, lifting bond yield and add interest greenback. Euro and currencies were other high yield which was strengthened in the early session gains against the dollar should be released after the data was released.
“Good U.S. data initially support the risk, but it now looks dollar began to strengthen against all currencies,” said Kathy Lien, director
research at GFT Forex in New York. U.S. Retail Sales in May declined for the first time in 11 months from receipt of car dealerships fell sharply. But the decline in retail sales was still less than the estimate. While the U.S. Producer Price Inflation to an annual rate soared far above expectations. “Data balanced and reasonable, thus pushing the yield up and followed by the dollar against the yen,” said Omer Esiner, chief market analyst at Commonwealth Foreign Exchange in Washington.


Sterling Terkoreksi Pasca ‘Service PMI’


Senin, 06 Juni 2011 09:01 WIB

TODAY’S ANALYSIS FOREX

Sterling terkoreksi di sesi hari Senin setelah Jumat lalu rebound terhadap USD terkait buruknya data angka tenaga kerja AS, dan pelemahan Sterling ini terutama pasca merosotnya angka indeks industri sektor jasa Inggris (Service PMI) yang turun melebihi perkiraan.
Melorotnya angka tersebut sontak menambah tekanan terhadap bank sentral untuk tetap menahan suku bunga di level rendah. Indeks sektor jasa dari Markit Economics Ltd. dan Chartered Institute of Purchasing and Supply (CIPS) turun ke angka 53,8 di bulan Mei dari 54,3 bulan April, lebih buruk dari perkiraan 54.1.

Pihak Barclays Capital memangkas kembali perkiraan waktu kenaikan suku bunga Bank of England pasca indeks manufaktur merosot ke level rendah 20-bulan dan menurunnya persetujuan KPR Inggris ke level terlemah dalam 4-bulan ditengah sinyal melambatnya pertumbuhan global pekan ini.


Harapan Pemulihan Ekonomi Global Pudar?


Sabtu, 28 Mei 2011 – 02:16 WIB

Harapan Pemulihan Ekonomi Global Pudar?

Tahun yang seharusnya menjadi titik balik perekonomian AS dan global untuk dapat pulih malah tidak menunjukkan adanya tanda-tanda pemulihan. Pada saat ketika keadaan seharusnya dapat membaik, namun kenyataanya keadaan malah memburuk: harga komoditas mengikis tingkat belanja konsumen, rendahnya tingkat suku bunga belum dapat membantu sektor perumahan, dan pemulihan di sektor pasar tenaga kerja juga kehilangan lajunya.

 

Apakah kemudian terlalu dini untuk mengatakan adanya resesi kembali (double dip) ?

 

Ekonom sedang sibuk merevisi perkiraan mereka untuk GDP , tingkat pengangguran dan beberapa dari mereka masih berpikiran pertumbuhan akan berlanjut di tahun ini. Namun kenaikan pada GDP di AS dan seluruh dunia nampaknya akan lebih lambat dari antisipasi pasar. “Perekonomian nampaknya mulai tertekan seiring memasuki awal tahun ini,” menurut Capital Economics dalam analisis outlook tahun 2011. “Pertumbuhan GDP telah bertambah cepat dalam beberapa bulan terakhir tahun lalu, survei aktivitas menyentuh level tinggi dalam beberapa tahun, dan juga diambilnya stimulus fiskal dan moneter.”

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook Senin, 09 – 14 Mei 2011


Market Outlook Senin, 09 – 14 Mei 2011
Minyak Mentah Futuresuntuk kontrak Juni jatuh hingga ke $94,66/barrel dari level tertingginya sejak 2008 di $114,81/barrel. Pertimbangan investor mengenai kematian Osama dengan dampak harga bahan bakar yang lebih tinggi, menjadi tekanan jual pada minyak. Trade Balance, Selisih nilai antara barang ekspor dan impor di Australia di prediksi mengalami sedikit kenaikan sebesar 0.53B, dari -0.21B. Apabila pada 10 Mei 2011 di rilis di atas 0.53B , maka akan menambah penguatan bagi Aussie

BOE (Bank of England) Gov King Speaksdan BOE  Inflation Report, pada 11 Mei 2011 pukul 16:30 WIB, Gubernur Bank of England – Mervyn King akan menyampaikan pidatonya dan laporan mengenai kebijakan moneter, analisa ekonomi dan nilai inflasi Inggris kedepannya Inggris. Pernyataan yang optimistik akan berdampak positif bagi Poundsterling.

Employment Change, Perubahan jumlah tenaga kerja di Asutralia di prediksi mengalami penurunan, sebesar 17.400, setelah bulan lalu mengalami kenaikan, sebesar 37.800. Apabila di rilis di bawah 17.400 pada 12 Mei 2011, maka akan berdampak negatif bagi Aussie. Unemployment Rate, Jumlah pengangguran di Australia yang aktif mencari pekerjaan yang akan di liris pada 12 Mei 2011 di prediksi tidak ada perubahan, tetap 4.9%. Apabila di rilis di bawah 4.9%, maka akan menguntungkan Aussie

Fed Chairman Bernanke Testifies, kepala Bank sentral Amerika Serikat – Ben Bernanke pada 12 Mei  2011 pukul 21:00 WIB akan menyampaikan komentarnya mengenai kondisi dan kebijakan ekonomi Amerika Serikat, khususnya tingkat suku bunga kedepan. Pernyataan yang optimistik akan menguntungkan Dollar.

Prelim UoM Consumer Sentiment, level index gabungan Amerika Serikat berdasarkan survei konsumen akan di rilis akhir pekan ini, bulan lalu mengalami sedikit kenaikan, sebesar 69.8. Jika di rilis di atas 69.8, maka akan berdampak positif bagi Dollar.Untuk indikator ekonomi global, pada Minggu ini akan diwarnai data beberapa rilis ekonomi global maupun domestic. Yang penting di antaranya adalah pengumuman inflasi di China dan Amerika serta pengumuman BI Rate dari Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diperkirakan bertahan di level 6.75%. Secara umum, agenda rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Trade Balance pada Rabu malam; lalu data Core Retail Sales, PPI serta data tenaga kerja Unemployment Claims mingguan yang biasa menjadi perhatian pasar dirilis pada Kamis malam; dan kemudian data inflasi CPI serta Prelim UoM Consumer Sentiment pada Jumat malam.

o

Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa rilis Manufacturing Production Inggris pada Kamis sore.

o

Dari China dan Indonesia: berupa pengumuman inflasi CPI China pada Selasa pagi serta pengumuman Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) tentang BI rate pada Kamis siang yang diperkirakan bertahan pada level 6.75%.

Minggu lalu di Pasar Forex, nilai tukar mata uang dollar berbalik rebound cukup tajam di akhir minggu setelah data tenaga kerja yang terakhir cukup baik dan melorotnya harga komoditas, sementara

Euro terpukul oleh indikasi dari president ECB Trichet bahwa ECB belum akan menaikkan bunganya dalam waktu dekat. Index dollar terpantau sempat anjlok di level 72.720 dan kemudian menguat ke level 74.910. Pekan yang lalu euro anjlok hampir 650 points dalam 2 hari dengan berakhir di level 1.4356. Untuk minggu ini market range-nya akan berada antara resistance pada 1.5000 dan 1.5145, sedangkan level support di 1.4157 dan kemudian pada 1.4000.

Poundsterling minggu lalu juga tertekan dengan penguatan dollar dan berakhir di level 1.6397. Untuk minggu ini, level resistance terdekat menjadi pada 1.6735 dan kemudian 1.6878, sedang support berada pada 1.6118 dan kemudian 1.5932. Untuk USDJPY secara umum minggu lalu bergerak melemah dan ditutup di 80.55 tertahan dengan penguatan kembali USD. Pasar di minggu ini berada di antara resistance pada 85.59, serta support level pada 78.82. Sementara itu, Aussie dollar terpantau seminggu lewat fluktuatif, bullish – koreksi – rebound yang berakhir di 1.0694. Range minggu ini antara resistance 1.10 dan 1.12 sementara support level di 1.0440.

Untuk pasar di Stock Index Futures, pada minggu lalu di regional Asia umumnya melemah, seperti di Hong Kong dan Korea oleh kekuatiran pasar akan pelambatan ekonomi global. Indeks Nikkei minggu lalu tertekan walau agak terbatas, berakhir di 9795. Rentang pasar saat ini antara level resistance di 10300 dan kemudian ke level 10,875, serta support pada level 9360 dan lalu 8370. Sementara itu, Indeks Hang Seng Berjangka di Hong Kong minggu lalu tergelincir, ditutup di level 22969. Minggu ini akan berada dalam range level resistance di 23785 dan berikutnya 24475, sementara support-nya di 22098.

Bursa Saham Wall Street minggu lalu terkoreksi cukup tajam akibat jatuhnya saham-saham yang terkait komoditas dan energy –walau rebound di hari terakhir pasar– yang membawa Index S&P500 mengalami koreksi terbesar sejak Maret lalu.

Dow Jones Industrial berakhir di level 12638.7 dan akan mungkin menuju resistance terdekat pada 12876 dan kemudian 13135, sementara support di level 12444 dan kemudian pada 12092.
Index S&P 500 minggu lalu terkoreksi, sehingga market range saat ini antara resistance di level 1370 dan 1404, sementara level support berada di 1294 dan 1250.

Untuk Pasar Emas, minggu lalu sangat fluktuatif dimana sempat mencetak rekor tertinggi baru sepanjang sejarahnya di level $1574.00/troy ounce, lalu terkoreksi tajam sampai ke level $1462.00/troy ounce, untuk kemudian berakhir di $1490.75/troy ounce. Volatilitas pasar kali ini dipengaruhi naik turunnya US dollar. Untuk Minggu ini emas akan konsolidatif dan bergerak lebih lambat, dengan rentang berada antara
resistance pada $1574 dan $1580, sementara support ada di $1440 serta berikut $1410/troy ounce. Di Indonesia sendiri, harga emas bak “roller coaster” dengan menanjak tajam cetak rekor di Rp433 ribu per gram lalu anjlok sampai Rp402 ribu, dan berakhir pada Rp411,200.

Dinamika atau bagi sebagian lainnya gejolak dari pasar investasi semakin fluktuatif belakangan ini, semakin jelas bahwa koreksi pasar memang ada. Rebound atau reversal adalah bagian dari pergerakan pasar. Dalam situasi demikian ini timing untuk masuk serta keluar pasar merupakan komponen kunci keberhasilan investasi.

Have a nice trade!!

Posted with WordPress for BlackBerry.