Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Hong Kong

Market Outlook Today


The Hang Seng Headquarters, located in Central...

The Hang Seng Headquarters, located in Central, Hong Kong. (Photo credit: Wikipedia)

EMAS

Komoditi Emas pada perdagangan kemarin bergerak melemah, melememahnya komoditi ini setelah harapan investor mengenai pemberian stimulus belum terjawab. Semalam pimpinan The Fed Ben Bernanke membuat testimoni di hadapan Senat AS tidak memberikan sinyal bahwa stimulus akan diberikan dalam waktu dekat ini, Bernanke hanya menyatakan bahwa The Fed akan tetap mengobservasi apabila timbul kebutuhan untuk meluncurkan stimulus.

EUR/USD

IMF memperingatkan kekacauan ekonomi di Eropa telah menyeret pertumbuhan ekonomi di emerging market, outlook pertumbuhan ekonomi global bisa makin meredup jika para pembuat kebijkan di zona Eropa tidak bertindak cepat dan tegas untuk mengatasi krisis utang mereka. Sementara itu Eropa tetap di bawah tekanan dengan yield obligasi pemerintah Spanyol dan Italia mendekati rekor tertinggi di kedua negara tersebut sampai mereka mendirikan ESM sendiri, itu hanya bisa terjadi setelah keputusan Mahkamah Konstitusi Federal Jerman pada 12 September mendatang. Mata uang tunggal Eropa terpaksa harus kembali melemah menuju level 1.2190 paska Pidato  The Fed Bernanke, meskipun The Fed Bernanke memberikan outlook pertumbuhan ekonomi yang suram akibat masalah utang Eropa dan jurang fiskal AS namun para pelaku pasar sepertinya lebih tertarik dengan seberapa cepat The Fed akan meluncurkan Quantitative Easing III, sepertinya  Bernanke yang enggan mengucapkan QE III maka pasar sepertinya harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan stimulus moneter tambahan dari bank sentral AS.

HANGSENG

Bursa saham Hong Kong bergerak melemah tergerus oleh kekecewaan yang dialami para investor terhadap testimoni Ben Bernanke ke Senat semalam, Bernanke tidak memberikan sinyal untuk meluncurkan stimulus dalam waktu dekat sehingga pasar kembali dilanda kekhawatiran. Ada beberapa saham yang bergerak melemah diantaranya adalah Cheung Kong, HSBC, Hang Seng Bank, dan Hutchinson.

Iklan

Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas pada perdagangan kemarin bergerak menguat cukup signifikan tapi pada akhir perdagangannya di tutup melemah, komoditas ini menguat dan mencapai level tertinggi dalam satu bulan belakangan di tengah melambungnya harapan bahwa program penyelamatan Eropa akan berjalan dengan semestinya, dan dipicu oleh bahwa Jerman mulai melunak dan menerima rencana untuk membantu penyelamatan perbankan Spanyol.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa bergerak menguat tajam pada perdagangan kemarin dipicu oleh langkah Bank Sentral Eropa yang mempertahankan suku bunga pada level 1 % dan mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi. Presiden ECB Mario Draghi menampik ekspektasi para pelaku pasar sebelumnya yang mengharapkan bank sentral akan melakukan pelonggaran moneter, diantaranya dengan meningkatkan operasi penggantian struktur keuangan untuk meningkatkan likuiditas di pasar keuangan Eropa. Namun demikian para ekonom tetap mengingatkan bahwa penguatan Euro belum menyurutkan minat jual para investor, dimana  para investor memperkirakan Euro akan anjlok hingga dikisaran 1.800 sebelum expire pada 06 Juli mendatang. Diantara pertimbangan pada pandangan tersebut adalah problem sektor perbankan Spanyol yang semakin meruncing dan kemungkinan keluarnya Yunani dari keanggotaan Uni Eropa.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong pada perdagangan di hari Kamis pagi ini bergerak menguat cukup solid, melejitnya bursa saham AS menjadi pemicu dari peningkatan di bursa saham Hongkong. Kondisi yang terjadi hari ini didorong oleh harapan membaiknya ekonomi global. Ada beberapa saham lapis biru yang bergerak menguat diantaranya adalah Cheung Kong, HSBC, dan Hang Seng Bank.


Market Outlook Today


Rabu, 07 September 2011

GBP/USD

Melemahnya Sterling akibat laporan yang menunjukkan turunnya penjualan ritel Inggris di bulan Agustus lalu pada perdagangan kemarin sehingga memicu spekulasi bahwa Bank of England mungkin akan memulai langkah-langkah pemberian stimulus tambahan lebih awal. Bank of England dijadwalkan akan melakukan pertemuan selama 2 hari sebelum mengumumkan kebijakannya. Sterling juga menghentikan kenaikan 4 hari beruntun terhadap Euro. Tingkat penjualan pada pertokoan yang telah dibuka 12 bulan turun sebesar -0,6%  dari tahun sebelumnya. Laporan ekonomi yang terus mensinyalkan rapuhnya pemulihan ekonomi telah memicu spekulasi bahwa Bank of England akan tetap mempertahankan suku bunga pada rekor rendah dan melanjutkan program pembelian aset atau pelonggaran kuantitatif guna mengangkat perekonomian.

EMAS

Komoditi Emas ditutup melemah sebesar 1,3% terhadap dollar AS pada perdagangan kemarin setelah sebelumnya berhasil membukukan rekor harga tertinggi sepanjang sejarah di $1920.90/troy ounce dtopang oleh langkah bank sentral Swiss SNB yang mematok kurs Swiss franc terhadap Euro minimun di level 1,2. Namun demikian hingga menjelang penutupan investor terus melakukan aksi ambil untung sehingga Emas akhirnya ditutup melemah pada kisaran $1873.10/troy ounce. Disamping aksi profit taking tersebut pelemahan Emas juga ditopang oleh menguatnya dollar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya terutama terhadap Swiss franc, dimana mencatat lonjakan hingga 9,6%. Sebelumnya minat beli investor terhadap aset safe haven mulai tertekan setelah rilis data ISM Non Manufacturing PMI Amerika untuk Agustus yang diluar perkiraan meningkat menjadi 53.3 diatas perkiraan 51.

MINYAK

Komoditi Minyak rebound dari level terendah dalam seminggu di New York, reli Komoditi Minyak terjadi karena investor berspekulasi stok minyak mentah akan menyusut. Apalagi terjadi badai di Teluk Meksiko memicu indikasi permintaan akan melebihi pasokan di AS. Di prediksi hari Kamis besok Departemen Energi AS akan merilis adanya penurunan persediaan minyak sebesar 2,25 juta barel per minggu lalu. Selain itu gangguan yang terjadi di Teluk Meksiko berpotensi 30% berubah menjadi badai tropis. Padahal Bureau of Ocean Energy Management menyebutkan sekitar 60,5% produksi minyak dan 41,6% dari produksi gas alam di Teluk Meksiko telah ditutup setelah Badai Tropis Lee melewati kawasan ini.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong pada perdagangan pagi ini mengalami rebound seiring dengan rebound yang dialami oleh sebagian besar bursa Asia yang dibuka lebih awal. Menguatnya bursa saham Hongkong pagi ini didorong oleh aksi bargain hunting yang mulai kembali dilakukan oleh para pelaku pasar. Saham-saham di bursa Hong Kong mengalami pergerakan menguat yang cukup solid. Adapun saham – saham yang mengalami peningkatan adalah saham Cheung Kong, HSBC, dan Hangseng Bank. Di perkirakan pada perdagangan hari ini Indeks Saham Hangseng akan cenderung mengalami penurunan namun terbatas.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas menguat tajam sebesar 2% terhadap dollar AS ke level tertinggi sepanjang sejarah di level $1828.35/troy ounce, ditunjang oleh buruknya rilis data ekonomi Amerika yang berujung pada kemungkinan resesi ekonomi terbesar dunia tersebut dalam waktu dekat. Penguatan Emas juga semakin ditunjang oleh berkembangnya kekhawatiran investor akan kondisi pendanaan sejumlah perbankan asal zona eropa, sebuah kondisi yang kemudian menggiring investor kembali aktif melakukan aksi beli pada aset berstatus safe haven termasuk emas. Namun disisi lain sejumlah analis memprediksi Emas dapat terkoreksi setidaknya sebesar 30% dengan landasan bahwa dari sisi fundamental The World Gold Council menyatakan permintaan Emas turun sebesar 17% pada kuartal ke II seiring berkembangnya minat pada perhiasan, koin, dan Emas batangan tidak dapat menutupi rendahnya minat beli pada ETF Emas (Exchange Traded Fund).

MINYAK

Minyak Mentah turun di New York menuju penurunan mingguan ke 4 karena investor berspekulasi bahwa permintaan bahan bakar akan goyah di tengah tanda-tanda pertumbuhan yang lemah di Eropa, AS, dan Cina. Konsumsi ketiga negara itu mencapai sekitar setengah dari kebutuhan mentah dunia. Minyak jatuh sebanyak 1,3% setelah Morgan Stanley kemarin memangkas proyeksi pertumbuhan global pada tahun 2011. Deutsche Bank AG menurunkan proyeksi pertumbuhan pengangguran AS dan China meningkat minggu lalu. Morgan Stanley memperkirakan ekspansi ekonomi global sebesar 3,9% tahun ini turun dari perkiraan sebelumnya 4,2%. Bank tersebut memangkas proyeksi pertumbuhan China menjadi 8,7% dari 9%. Ekonomi China akan meningkat sebesar 8,9% tahun ini turun dari perkiraan awal 9,1%, Deutsche Bank mengatakan dalam sebuah laporan tanggal 17 Agustus, mengutip kejutan dari perlambatan AS dan Uni Eropa.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong pada perdagangan di pagi ini terjadi pergerakan yang melemah dengan signifikan, bursa kembali terjerat dalam aksi jual panik dan tergerus nyaris sebesar 3% setelah pada akhir perdagangan di Wall Street. Bursa mengalami penurunan akibat laporan Morgan Stanley yang memperingatkan bahwa pertumbuhan global melambat dan bahwa AS dan Eropa berada di ambang keterperosokan ke dalam resesi baru 2 tahun setelah resesi lalu berakhir. Adapun saham-saham di bursa Hong Kong yang mengalami penurunan adalah saham Cheung Kong, saham HSBC, dan Hangseng Bank. Di perkirakan pergerakan indeks berjangka pada hari ini akan cenderung mengalami penurunan terbatas.

EUR/USD

Beratnya masalah zona Eropa terletak pada beberapa negara yang jatuh bangun menghadapi krisis utang selama beberapa waktu terakhir. Misalnya Yunani dan Portugal yang kesulitan mengimplementasikan mandat Eropa dan IMF untuk mengurangi belanja negara serta menaikkan pajak. Persyarakat tersebut harus dijalankan jika ingin mendapatkan bantuan finansial. Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel pun mengadakan pertemuan sebagai ujung tombak kekuatan Eropa dalam menghadapi krisis kredit. Untuk saat ini pasar modal Eropa menguat karena menantikan hasil pertemuan Sarkozy dan Merkel ini. Keduanya akan memberikan pernyataan pers bersama setelah pertemuan usai.


Market Review Asia


Market Review Asia :

Dollar New Zealand menguat hari Kamis setelah bank sentral memperingatkan kenaikan tingkat suku bunga akan terjadi secepatnya, sementara kekhawatiran penyebaran hutang zona Eropa dan ketidakpastian hutang AS menahan Aussie dekat tingginya 29 tahun. Indeks rata-rata Nikkei turun tajam seiring pasar yang semakin resah terkait buntunya pembahasan batas hutang AS dapat terselesaikan guna menghindari default sebelum tenggat waktu minggu depan. Bursa Seoul merosot 0.9% bersama ketakutan terhadap buntunya kesepakatan batas hutang AS dan krisis hutang Eropa membebani minat investor. Bursa Hong Kong bergerak naik, mengikis kejatuhan pasar regional seiring penguatan sektor energi yang bergantung pada earnings membantu memulihkan kejatuhan indeks sebelumnya. Aksi jual desak penutupan IHSG berakhir turun sebesar 28,285 poin.


Market Review Asia


Market Review Asia :

Dollar melemah secara umum hari Selasa, menyentuh rendahnya selama ini terhadap Franc Swiss dan juga turun terhadap Euro seiring investor mengkhawatirkan bahwa para politikus AS akan gagal mencapai kesepakatan pembicaraan hutang dan memicu default. Indeks Nikkei naik terkait membaiknya earning kuartalan dan lebih tingginya perkiraan laba dari Canon Inc membantu menekan Yen yang sempat menguat terkait hutang AS. Bursa Seoul pulih, dipimpin oleh saham-saham utama dan pialang, tetapi masalah hutang AS terkait batas hutang mendorong investor asing terus melakukan aksi jual. Bursa Hang Seng pulih, seiring investor membeli saham-saham bluechip menjelang earnings season dan aksi window dressing akhir bulan. IHSG ditutup menguat 45,683 poin berkat aksi beli atas saham-saham komoditas dan keuangan.


Komoditi Emas Kembali Melonjak


EMAS

Komoditi Emas kembali melonjak seiring dengan spekulasi krisis utang yang menghantam AS dan kawasan Eropa akan semakin tereskalasi. Tak hanya emas, harga perak juga meningkat karena investor menilai logam mulia adalah tempat investasi yang aman. Lembaga pemeringkat Moody’s Investor Services mengumumkan sedang mengkaji opsi untuk menurunkan peringkat negara adidaya tersebut. Opsi penurunan peringkat ini disebabkan belum adanya kesepakatan di anggota parlemen AS mengenai kebijakan untuk menaikkan batas utang negara yang bisa dinyatakan default. Mathew Zaman Strategis dari Kingsview Financial di Chicago mengungkapkan harga emas terus menguat ketika terjadi krisis utang, pelemahan dolar sehingga tingkat kepercayaan investor menurun terhadap mata uang kertas dan pemerintah.

MINYAK

Komoditi Minyak diperdagangkan naik dari level terendah tiga hari di New York dan menghapus kerugian mingguannya. Harga minyak di pasar Asia bergeser tipis hari ini, setelah kemarin merosot 2,4%. Kemarin komoditi Minyak terkoreksi setelah Federal Reserve mengatakan tidak siap membeli lebih banyak obligasi negara untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. Ketua Federal Reserve Ben Bernanke menyebut kepada Kongres, bank sentral akan berhati-hati memulai putaran ketiga pelonggaran kuantitatif karena inflasi lebih tinggi. Pernyataan itu memicu spekulasi permintaan bahan bakar mungkin akan goyah.

HANGSENG

Pergerakan bursa saham Hong Kong pada pagi hari ini tampak menunjukkan pergerakan cenderung melemah, Bursa tergerus oleh penurunan di bursa saham AS pada perdagangan tadi malam. Kondisi di bursa tertekan setelah Fed menyatakan tidak akan melakukan stimulus moneter dalam waktu dekat. Sementara itu fase konsolidasi tampaknya akan menjadi fokus perdagangan hari ini sehingga pergerakan tidak akan terlalu besar.

EUR/USD

Sentimen secara keseluruhan di pasar finansial masih rapuh. Sebab perbankan Eropa masih bersikap defensif. Hal ini bisa di lihat dari meningkatnya dana deposit perbankan Eropa yang disimpan di European Central Bank (ECB). Kondisi ini mencerminkan bahwa perbankan Eropa masih enggan meminjamkan dana untuk kredit. Bahkan untuk pinjaman jangka pendek sekalipun. Padahal hasil stress test perbankan Uni Eropa baru akan dirilis. Pihak perbankan Eropa sudah mempersiapkan skenario terburuk. Hal ini terlihat dari  jumlah parkiran dana (deposit) perbankan di ECB naik menjadi 90,5 M Euro dari sehari sebelumnya 65,7 M Euro.

 


Dollar AS Terdepresiasi


The U.S. dollar depreciated

Dollar AS terdepresiasi versus sebagian besar mata uang utama  setelah Ketua Federal Reserve Ben Bernanke mengatakan bahwa bank sentral mungkin akan meluncurkan kembali program stimulus moneter jika pelemahan ekonomi AS masih terus berlanjut. Komentar tersebut langsung direspon Euro dengan melesat di atas level $1.41, untuk menjauhi level rendah 4-bulan di 1.3836 yang dicetak pada sesi sebelumnya dan mencatat kenaikan harian terbaik sejak pertengahan April.

Pertumbuhan ekonomi China yang secara mengejutkan berakselerasi juga telah membantu mengalihkan perhatian, setidaknya untuk sementara, dari memburuknya krisis hutang zona Euro. Sementara komentar Fitch Ratings yang mengatakan bahwa rencana ambisius pengurangan defisit Italia akan membantu menstabilkan rating kredit, juga sedikit meredakan kekhawatiran penyebaran krisis.

 

EMAS

Komoditi Emas dunia mencapai rekor tertingginya sepanjang sejarah pada perdanganan sesi Rabu 13 Juli seiring meningkatnya kemungkinan stimulus keuangan lanjutan oleh The Fed, serta berlarut larutnya krisis keuangan Uni Eropa yang mendongkrak minat investor pada aset safe haven. Emas bahkan mencetak kinerja positif beruntun terpanjang dalam kurun 5 tahun terakhir, dan mayoritas ekonom saat ini memprediksi bahwa tidak akan terlalu lama lagi untuk emas dapat mencapai level 1600/troy ounce. Emas tercatat menguat sebesar 1% terhadap dolar AS ke 1581.75/ troy ounce setelah sempat naik mencapai 1587.46/ troy ounce level tertinggi sepanjang masa. Kenaikan sesi Rabu 13 Juli ini menjadikan penguatan beruntun emas dalam 8 sesi berturut – turut mendekati kejadian yang sama pada pertengahan Oktober 2006 silam ketika Emas menguat dalam 9 sesi beruntun. Emas juga tercatat melonjak ke level tertinggi terhadap mata uang lain yaitu terhadap Sterling dan Euro.

MINYAK

Minyak diperdagangkan pada level yang semakin tinggi sepanjang 4 hari terakhir setelah muncul sinyal adanya peningkatan permintaan di negara adidaya tersebut. Harga kontrak minyak mengalami sedikit perubahan setelah sempat melemah sebesar 0,5% ketika lembaga pemeringkat Moody’s Investor Services mengumumkan sedang mengkaji opsi untuk menurunkan peringkat negara adidaya tersebut. Opsi penurunan peringkat ini disebabkan belum adanya kesepakatan di anggota parlemen AS mengenai kebijakan untuk menaikkan batas utang negara yang bisa dinyatakan default. Harga minyak kemarin menguat 0,6% setelah Departemen Energi mengumumkan suplai turun sebesar 3,1 juta barel pada minggu lalu.

GBP/USD

Sterling menguat terhadap pelemahan dollar AS rabu lalu setelah Ketua the Fed Ben Bernanke mengisyaratkan kemungkinan monetary policy easing jika ekonomi melemah dan inflasi bergerak lebih rendah. Jumlah Claimant Count Change tingkat pengangguran Inggris meningkat tajam dalam dua tahun pada bulan lalu, membawa total ke level tertingginya sejak Maret 2010 dan menambah permasalahan mengenai langkah recovery ekonomi. Bulan lalu meluasnya pengukuran ILO employment membuat gambaran yang menggembirakan, mendukung pendapat pemerintah bahwa job creation sektor swasta akan mengimbangi pengaruh dari pemangkasan pembelanjaan publik.

HANGSENG

Sebagian bursa saham Asia hari ini terpukul oleh kemungkinan penurunan rating kredit AS oleh Moody’s Investor Service. Bursa saham Hong Kong tampak terpukul oleh kondisi tersebut. Akan tetapi sentiment positf yang dibawa oleh solidnya data pertumbuhan ekonomi China tampak masih menahan penurunan di bursa saham hari ini.


Market Update Today


EMAS
Diterjang Dua Sentimen, Emas Stabil

Spot emas stabil hari Senin (11/07) karena prospek perekonomian Amerika Serikat (AS) makin meredup. Kekhawatiran terus-menerus tentang masalah hutang zona Euro juga masih mendukung. Spot emas turun tipis 0,1% menjadi $1,542.01 per ons, setelah sempat naik 3,9% pekan lalu (tertinggi sejak November 2009). Emas AS mengalami perubahan ke level berubah ke $ 1,542.80. Spot emas mencapai level tertinggi 2-pekan pada $1,544.14 satu hari sebelumnya. Sentimen tambahan datang dari rilis data tenaga kerja AS yang negatif. Hal ini memupus optimisme terhadap prospek pemulihan di negara tersebut. Presiden Barack Obama bertemu dengan pihak Partai Republik untuk menuntaskan masalah plafon hutang dan defisit anggaran. Isu tersebut dianggap penting karena rawan memicu bencana ekonomi baru.

 

MINYAK
Data AS Buruk, Minyak Tenggelam

Kontrak minyak mentah AS tergelincir di perdagangan Asia pada Senin pagi, terbebani oleh memburuknya data pekerjaan AS dan kekhawatiran bahwa krisis utang zona euro menyebar ke Italia. Inflasi tahunan China yang melaju semakin cepat untuk tingginya tiga-tahun di bulan Juni juga meningkatkan kemungkinan bahwa bank sentral akan terus menaikkan suku bunga untuk menjinakkan tekanan harga. NYMEX minyak mentah turun 14 sen pada $96,06/barel. Pertumbuhan ekonomi AS nyaris tertahan pada bulan Juni, membuat pertumbuhan pesismisme akan pulihnya ekonomi pada pertengahan pertama tahun ini. Pertumbuhan impor China juga turun tajam untuk 20 bulan pada bulan Juni sebagai bukti lebih lanjut dari meluasnya dampak terhadap pengetatan moneter terhadap ekonomi, sementara surplus perdagangan yang melebar memperlihatkan arus modal akan tetap menjadi tantangan bagi pihak otoritas.

 

HANGSENG
Inflasi China Ciutkan Prospek Hang Seng

Bursa saham Hong Kong, Hang Seng, tercatat merosot tajam disertai dengan gap-down di hari Senin (11/07). Sentimen utama adalah kenaikan angka inflasi negara China. Indikator tersebut memicu kekhawatiran bahwa pemerintah akan mengambil langkah ekstra guna membendung lonjakan harga, termasuk kemungkinan menaikkan suku bunga selanjutnya. Untuk pekan ini, penguatan Hang Seng akan terbatas karena keyakinan para investor terhadap pemulihan global telah menyusut. Khususnya setelah data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) dirilis lebih buruk dibanding periode sebelumnya pada akhir pekan lalu. Indeks Hang Seng tercatat merosot 0,88% atau jatuh lebih dari 200 poin hingga ke kisaran 22,526.32.
AUD/USD
Aussie Turun, Support di 1,0680

Aussie berada di bawah tekanan setelah sempat pulih di awal sesi Asia. Aussie mencapai puncaknya pada 1,0730 kemudian tembus level bawahnya dekat 1,0709, berlanjut ke posisi terendahnya 1,0680 ketika dihadang aksi jual. Saat ini Aussie pulih dari posisi terendah sesinya, berada dalam zona harga 1,0700, sekitar 10 pips di bawah harga pembukaannya. Untuk pergerakan turunnya, Valeria Bednarik, seorang pimpinan analis dari FXstreet.com mengidentifikasi adanya level support di 1,0680, 1,0640 dan, di bawahnya, 1,0620 (tingginya 21 Juni). Untuk pergerakan sebaliknya, tingkat resistansi terletak di 1,0712 (tingginya 16 Juni), 1,0750 dan 1,0800.

 

GBP/USD
Sterling Jauhi Level Tertinggi Antar Sesi

Kurs Sterling bertahan pasca data tenaga kerja Amerika Serikat (AS). Investor mendukung penguatan pound hingga valuta Inggris mampu melaju ke area 1,6075 pada hari Jumat (08/07). Setelah menemui resistance, GBP turun dan menutup sesi di level 1,6043, atau 75 pips di atas harga pembukaan. Saat ini, Sterling melemah dari level tertinggi antar sesi Asia, 1,6040. Valuta Inggris mengalami aksi jual pada EMA-10 hingga terpantau dalam zona harga 1,6015, hanya beberapa pips di atas celah downside dari harga pembukaan. Secara teknis, grafik per jam menunjukkan celah kecil yang hampir terisi penuh, dengan indikator yang belum menjauh dari gejala bearish. SMA-20 berada di bawah harga saat ini dan menunjukkan sinyal bullish sehingga dapat membatasi kerugian jika risiko tidak berubah menjadi panik. Grafik per 4 jam menunjukkan bahwa harga juga berkonsolidasi di atas 20 SMA, yaitu sekitar 1,5990. Gambaran tersebut memperlihatkan kekuatan untuk bertahan pada sesi mendatang. Demikian ulasan Valeria Bednarik, Kepala Analis FXstreet.com. Untuk pergerakan turun GBP, support terletak di 1,5990 dan 1,5945. Jika harga bergerak naik, Sterling akan menemui resistance di 1,6050, 1,6080 dan 1,6110.

 


Market Review Asia


KIWI-NEW ZEALAND

Market Review Asia

Dollar New Zealand bertahan dekat puncaknya 30 tahun terhadap dollar AS seiring minat resiko membaik setelah rilis data employment sektor swasta AS. Indeks Nikkei rata-rata meraih puncak 4 bulannya, dipimpin penguatan sektor konstruksi setelah upgrade rating dari Deutsche Securities menjadi “overweight”, sebelumnya “market weight”. Bursa Seoul ditutup nyaris flat mengikuti penguatan 7 sesi berturut-turut walau adanya data jobs dan retail yang positif, yang akhirnya tertekan oleh aksi profit-taking. Hang Seng berakhir menguat terkait kenaikan sektor properti dan keuangan di bursa Shanghai yang membantu mengangkat indeks. IHSG ditutup naik 64,218 poin berkat aksi beli asing terhadap saham-saham bluechip.