Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Federal Reserve System

Market Outlook Today


The Hang Seng Headquarters, located in Central...

The Hang Seng Headquarters, located in Central, Hong Kong. (Photo credit: Wikipedia)

EMAS

Komoditi Emas pada perdagangan kemarin bergerak melemah, melememahnya komoditi ini setelah harapan investor mengenai pemberian stimulus belum terjawab. Semalam pimpinan The Fed Ben Bernanke membuat testimoni di hadapan Senat AS tidak memberikan sinyal bahwa stimulus akan diberikan dalam waktu dekat ini, Bernanke hanya menyatakan bahwa The Fed akan tetap mengobservasi apabila timbul kebutuhan untuk meluncurkan stimulus.

EUR/USD

IMF memperingatkan kekacauan ekonomi di Eropa telah menyeret pertumbuhan ekonomi di emerging market, outlook pertumbuhan ekonomi global bisa makin meredup jika para pembuat kebijkan di zona Eropa tidak bertindak cepat dan tegas untuk mengatasi krisis utang mereka. Sementara itu Eropa tetap di bawah tekanan dengan yield obligasi pemerintah Spanyol dan Italia mendekati rekor tertinggi di kedua negara tersebut sampai mereka mendirikan ESM sendiri, itu hanya bisa terjadi setelah keputusan Mahkamah Konstitusi Federal Jerman pada 12 September mendatang. Mata uang tunggal Eropa terpaksa harus kembali melemah menuju level 1.2190 paska Pidato  The Fed Bernanke, meskipun The Fed Bernanke memberikan outlook pertumbuhan ekonomi yang suram akibat masalah utang Eropa dan jurang fiskal AS namun para pelaku pasar sepertinya lebih tertarik dengan seberapa cepat The Fed akan meluncurkan Quantitative Easing III, sepertinya  Bernanke yang enggan mengucapkan QE III maka pasar sepertinya harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan stimulus moneter tambahan dari bank sentral AS.

HANGSENG

Bursa saham Hong Kong bergerak melemah tergerus oleh kekecewaan yang dialami para investor terhadap testimoni Ben Bernanke ke Senat semalam, Bernanke tidak memberikan sinyal untuk meluncurkan stimulus dalam waktu dekat sehingga pasar kembali dilanda kekhawatiran. Ada beberapa saham yang bergerak melemah diantaranya adalah Cheung Kong, HSBC, Hang Seng Bank, dan Hutchinson.

Iklan

Market Review


Market Review

EUR/USD closing 1.3083, high 1.3178, low 1.3078, XAUUSD C:1642.45, H:1647.25, L:1626.95, CO-LS C: 98.59, H: 102.72 L: 97.51. Dow C: 12957, H: 13168, L:12952.

Dollar melemah terhadap yen dalam perdagangan volatile hari Jumat setelah data tenaga kerja AS bulan April memberikan gambaran yang mix mengenai kesehatan perekonomian. Laporan tenaga kerja AS yang mengecewakan memperburuk sentimen ekonomi, mendorong minyak mentah untuk ditutup di bawah $99 per barel dan bursa saham AS untuk ditutup turun tajam dalam area negatif. Sementara emas naik seiring investor menjual minyak mentah dan saham kemudian beralih pada emas pasca laporan NFP AS yang lemah mendorong daya tarik emas sebagai investasi mengingat melemahnya perekonomian mungkin akan memicu pelonggaran moneter lanjutan oleh Federal Reserve. Data ekonomi hari ini adalah minutes pertemuan BoJ, AIG construction index, building approvals, retail sales, ANZ job advertisements, NAB business confidence dari Australia, unemployment rate, foreign currency reserves, CPI dari Swiss, sentix investor confidence dari zona Eropa, factory orders dari Jerman, dan consumer credit dari AS.
Monex.www.mifx.com


Market Review Asia


Federal Reserve: 1913-2009

Federal Reserve: 1913-2009 (Photo credit: r0b0r0b)

Market Review Asia

Euro menguat ke tingginya 3 pekan terhadap dollar AS yang melemah hari Kamis setelah pimpinan Federal Reserve AS Ben Bernanke mempertahankan pendapatnya terkait hasil pertemuan kebijakan moneter. Indeks Nikkei Jepang ditutup nyaris flat setelah bergerak naik dan turun saat mulainya musim earnings yang mengecewakan menjelang pertemuan Bank of Japan. Indeks KOSPI ditutup menguat tipis setelah melepas penguatan, saat optimisme awal data korporasi dan kepastian dari Federal Reserve terpukul oleh perkiraan ekonomi yang lemah. Hang Seng menguat, terangkat oleh lonjakan harga saham China Unicom sebanyak 4% terkait kuatnya laporan laba per kuartal. IHSG ditutup menguat 16.663 poin berkat saham-saham utama sektor perbankan


Market Review


Market Review

EUR/USD closing 1.3217, high 1.3235, low 1.3173, XAUUSD C:1644.65, H:1646.55, L:1624.60, CO-LS C: 103.96, H: 104.57 L: 103.11. Dow C: 13040, H: 13056, L:12956.

Euro mengembalikan penurunan sebelumnya untuk diperdagangkan dekat level tinggi sesi setelah naik turun pasca keputusan Federal Reserve hari Rabu untuk tidak mengubah suku bunga dan mencerahkan prospek pertumbuhan ekonomi di tahun 2012. Dalam konferensi pers pasca keputusan tersebut, gubernur Federal Reserve Ben Bernanke mengatakan bank sentral siap mengambil stimulus tambahan untuk memastikan pemulihan ekonomi berlanjut. Minyak dan emas mengikuti rally pada Wall Street untuk ditutup dekat level tinggi sesi, dipicu oleh hasil earnings Apple yang bagus dan seiring Bernanke menegaskan bahwa bank sentral masih siap untuk mengambil langkah guna membantu perekonomian. Data ekonomi hari ini adalah CB leading index dari Australia, CPI dari Jerman, pidato dari ECB Draghi, BBA mortgage approvals, CBI realized sales dari Inggris, jobless claims, pending home sales dari AS serta laporan earnings dari AstraZeneca, Bristol-Meyers Squibb, Chrysler, ExxonMobil, PepsiCo, Royal Dutch Shell, Barclays, Pulte, Amazon.com, Starbucks, dan Zynga.


Market Review Asia


Market Review Asia :

Euro bergerak dekat tingginya 3 minggu hari Rabu menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve AS. Indeks Nikkei menguat 1% untuk menutup kejatuhan selama 4 hari berturut-turut, terangkat kuatnya earnings korporasi AS dan melemahnya Yen. KOSPI menghapus penguatan awal untuk berakhir nyaris flat, terbebani kekhawatiran krisis hutang Eropa. Hang seng ditutup menguat tipis berkat saham-saham properti dan keuangan. IHSG ditutup melemah tipis 6.710 poin akibat saham-saham sektor keuangan dan pertambangan.



Market Review EUR/USD closing 1.3197, high 1.3218, low 1.3143, XAUUSD C:1641.80, H:1649.15, L:1634.35, CO-LS C: 103.79, H: 104.10 L: 102.79. Dow C: 12959, H: 12995, L:12870. Dollar melemah terhadap euro pada hari Selasa setelah data menunjukkan bahwa harga rumah di AS mulai stabil memicu investor untuk mencari yield yang lebih tinggi di luar AS. Emas juga ikut naik seiring terjadi pelemahan dollar, namun traders masih enggan memasuki pasar menjelang pertemuan kebijakan dari Federal Reserve. Bursa saham AS ditutup mix, terlepas dari level tinggi sesi, seiring euforia dari laporan earnings pada awal sesi memudar dan seiring anjloknya saham Apple, yang turut menekan indeks Nasdaq. Harga minyak naik pada sesi New York setelah harga rumah di 20 kota di AS turun dengan laju lebih lambat di bulan Februari, menguatkan optimisme bahwa ekspansi ekonomi AS akan bertambah cepat. Data ekonomi hari ini adalah pidato dari ECB Draghi, GDP, CBI industrial orders expectations dari Inggris, durable goods orders, crude oil inventories dari AS, keputusan suku bunga, pernyataan, proyeksi ekonomi, dan konferensi pers FOMC, serta laporan earnings dari Boeing, Caterpillar, Credit Suisse, Motorola Solution, Sprint dan Akamai.


Market Review


Market Review

EUR/USD closing 1.3157, high 1.3210, low 1.3103, XAUUSD C:1639.00, H:1643.15, L:1623.60, CO-LS C: 103.07, H: 103.90 L: 101.82. Dow C: 12871, H: 12978, L:12786.

Euro tergelincir terhadap dollar pada hari Senin setelah 2 hari kenaikan, dipicu oleh data zona Eropa yang buruk dan kecemasan bahwa krisis hutang kawasan dapat menyebar ke negara Eropa lainnya yang lebih sehat setelah pemerintah Belanda gagal untuk sepakat mengenai pemangkasan anggaran. Minyak dan Wall Street tertekan oleh munculnya kembali kecemasan mengenai terpuruknya perekonomian zona Eropa dan ketidakpastian politik di Perancis dan Belanda. Emas terjatuh mengikuti pelemahan pada bursa saham dan komoditas lainnya, sentimen pasar emas masih cemas menjelang hasil pertemuan kebijakan Federal Reserve pada hari Rabu. Data ekonomi hari ini adalah CPI dari Australia, trade balance dari Swiss, public sector net borrowing dari Inggris, industrial new orders dari zona Eropa, S&P/CS composite 20-HPI, consumer confidence, new home sales, HPI, Richmond manufacturing index dari AS serta laporan earnings dari AT&T, 3M, Unite Tech, US Steel, Amgen, Apple, Baide, dan Aflac.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas pada perdagangan kemarin bergerak menguat, dan sempat menguat hingga mencapai posisi tertinggi dalam nyaris 7 minggu belakangan setelah US dolar merosot akibat pernyataan The Fed yang akan mempertahankan suku bunga acuan pada tingkat rekor terendah saat ini hingga tahun 2014 mendatang atau setidaknya pertengahan tahun 2013. Penentu kebijakan bank FOMC pada hari Rabu lalu mengumumkan bahwa pihaknya akan mempertahankan kebijakan moneter sangat akomodatif untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional yang rapuh, FOMC mengatakan suku bunga acuan akan tetap mendekati nol setidaknya hingga 2014 memperpanjang jangka waktu sebelumnya pertengahan 2013.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa ditutup stagnan setelah sempat berhasil menguat ke level tertinggi sejak 5 minggu terakhir terhadap US dolar dan Yen, menyusul rilis data ekonomi Amerika yang membaik serta sinyal dipertahankannya suku bunga The Fed dalam beberapa tahun mendatang yang meningkatkan minat investor terhadap aset beresiko. Kinerja Euro juga terbantu oleh adanya pemberitaan bahwa para kreditur swasta diperkirakan akan mencapai kesepakatan dengan pemerintah Yunani untuk menurunkan tingkat bunga dari program bond swap untuk mempertahankan Yunani dari kondisi gagal bayar hutang. Sementara itu imbal hasil obligasi pemerintah Italia dengan tenor 10 tahun untuk pertama kalinya dalam 6 minggu terakhir berhasil melemah dibawah 6%. Para analis mengingatkan bahwa para investor saat ini memandang potensi gagal bayar Yunani mulai mereda, namun sebaliknya para analis juga mengingatkan resolusi penanganan krisis hutang kawasan ini belum tercapai secara komprehensif dan signifikan. Untuk itu tetap waspadai potensi gerak turun sebagai koreksi dari penguatan kinerja aset ‐ aset beresiko dalam beberapa sesi terakhir.

NIKKEI

Bursa saham Jepang pada perdagangan di hari Jumat pagi ini bergerak nyaris flat, bursa saham Jepang dibuka naik sangat tipis di tengah mulai redupnya rally yang sempat berlangsung sejak minggu yang berakhir tanggal 6 Januari lalu. Ada beberapa saham bergerak yang variatif di antaranya adalah Toyota dan Sony bergeraka melemah, sementara itu Komatsu dan Nissan bergerak menguat. Di perkirakan Indeks Berjangka Nikkei pada perdagangan hari ini berpotensi bergerak melemah.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas dunia mengalami penurunan dalam minggu ini merupakan yang terparah dalam 4 bulan terakhir, dalam perdagangan kemarin Komoditi Emas sempat terpangkas hingga sebesar 2,4% ini adalah penurunan terbesar selama dalam 2 minggu. Penurunan harga Emas mengekor anjloknya harga komoditas dan pasar saham dunia, pasar saham global masuk ke dalam pasar bearish untuk pertama kali dalam dua tahun terakhir. Para pelaku pasar mencemaskan mengenai kondisi krisis utang di Eropa dan kemungkinan terjadinya resesi di AS. Apalagi the Federal Reserve sebelumnya mengungkapkan outlook perekonomian AS memiliki resiko penurunan yang sangat signifikan. Pernyataan the Fed tersebut juga ikut mendongkrak keperkasaan dollar ke level paling tinggi dalam 7 bulan terakhir terhadap 6 mata uang utama dunia.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa mengalami pergerakan melemah terhadap US dolar pada perdagangan di hari Kamis, menguatnya US Dolar dipicu oleh pernyataan The Fed yang akan merubah portofolionya ke Obligasi jangka panjang dengan menggunakan apa yang dikenal pasar sebagai Operation Twist yang bertujuan untuk mendongkrak perekonomian dengan menempatkan lebih banyak tekanan pada suku bunga jangka panjang. The Fed juga menyatakan tidak akan mencetak uang baru meski begitu suramnya pandangan The Fed terhadap perekonomian telah memicu kekhawatiran investor.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong pada perdagangan di Jumat pagi mengalami kemrosotan yang cukup signifikan, bursa saham Hongkong kembali melemah terpukul oleh kekhawatiran mengenai makin memburuknya kondisi ekonomi global setelah The Fed memperingatkan bahwa ekonomi AS masih memiliki risiko penurunan yang tinggi. Saham – saham di bursa Hongkong lesu, adapun saham – saham yang mengalami pelemahan diantaranya adalah HSBC , Hangseng Bank , dan Wharf Holdings.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas merosot sebesar 1,3% ke level $1778.75/roy ounce pada perdagangan Kamis dini hari setelah langkah The Fed mengecewakan pelaku pasar yang mengharapkan bank sentral tersebut akan menerapkan paket stimulus keuangan yang lebih kuat lagi. Penurunan Emas juga dipicu oleh menguatnya dollar AS terhadap mata uang utama lain. Pada sidang FOMC Kamis dini hari The Fed mempertahankan suku bunga dilevel terendahnya sebesar 0,25% dan menyatakan pertumbuhan ekonomi masih “sangat lambat”, The Fed menempuh langkah yang sebelumnya pernah dilakukan pada 1961 lalu yang disebut dengan pembelian obgliasi “operation twist”, dimana bank sentral akan menjual obligasi bertenor lebih pendek untuk membeli obligasi dengan tenor panjang senilai $400 M pada Juni 2012 mendatang.

GBP/USD

Sterling melemah terhadap US dolar pada perdagangan di hari Rabu Sterling merosot hingga ke level terendah 8 bulan terahadap US Dolar dan menyentuh level terendah 2.5 tahun terhadap Yen kemarin, setelah BoE mengindikasikan meningkatnya peluang bagi bank sentral untuk segera meluncurkan Quantitative Easing lanjutan. Meskipun Adam Posen masih tetap menjadi satu – satunya anggota MPC yang menyuarakan penambahan 50 M Poundsterling dalam program pembelian aset bank sentral. Suramnya data ekonomi dan hasil survei dalam beberapa minggu terkahir telah memicu kekhawatiran terhadap prospek ekonomi Inggris ditengah berlangsungnya langkah – langkah penghematan yang ekstrim, disamping itu perekonomian Inggris juga dinilai sangat rentan terkena dampak krisis hutang kawasan zona Eropa.

NIKKEI

Pada perdagangan di hari Rabu Indeks Berjangka Nikkei menguat tipis diperkuat oleh short covering menyusul kenaikan saham – saham Asia dan menjelang rilis keputusan kebijakan The Fed, tetapi volume perdagangan yang rendah mengindikasikan kurangnya minat kuat investor, banyak yang masih sangat khawatir terhadap bagaimana Eropa dapat mempertahankan diri dari krisis hutang yang semakin berat. Bukannya pembelian Obligasi tahap ke III atau QE III yang di duga banyak analis mungkin yang dipilih The Fed untuk Operation Twist, dimana The Fed akan menggantikan Obligasi jangka pendek dengan Obligasi jangka panjang atau secara aktif menjual aset jangka pendek untuk Obligasi jangka panjang bertujuan untuk semakin menurunkan suku bunga jangka panjang.

Posted with WordPress for BlackBerry.