Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Energy Information Administration

Commodity Update:Emas Stabil


EMAS
Emas Stabil, Perak Terus Menguat
Emas sedikit bergerak hari kamis dan perak terus bergerak menguat di sesi sebelumnya, ketika harga komoditi membukukan kenaikan terbesarnya dalam 2 bulan setelah aksi jual, seiring melemahnya dollar AS yang memberikan dukungan. Spot emas flat di level $1,496.29 per ons. Harga emas AS hanya berubah sedikit di level $1,496.60. Spot perak naik 1.6% ke level $35.58, setelah naik 3% di sesi sebelumnya dan perak AS naik 1.4%. Indeks CRB bertahan naik 2.3% hari Rabu, penguatan terbesar harian dalam 2 bulan, terangkat oleh penguatan harga minyak dan biji-bijian. Pasar komoditi mungkin akan mengalami koreksi dalam waktu dekat setelah aksi jual, tetapi untuk jangka panjang, masih terlihat menguatnya pertumbuhan permintaan.

MINYAK
Minyak Mentah Stabil Setelah Naik Diatas $100

Kontrak minyak mentah AS bertahan kuat hari Kamis setelah bangkit lebih dari 3% ke level diatas $100 per hari sebelumnya didukung oleh kenaikan harga-harga komoditi mengikuti berakhirnya aksi jual. Kenaikan kemarin juga didukung oleh laporan EIA akan adanya kejatuhan persediaan di AS dan kejatuhan persediaan di Cushing, Oklahoma, titik pengantaran untuk kontrak minyak mentah AS. Harga minyak mentah NYMEX untuk bulan Juni turun 15 sen ke level $99.95 per barel, setelah bertahan naik $3.19 di level $100.10 sehari sebelumnya. Beberapa analis memperkirakan aksi jual telah pudar hari Selasa, setelah harga turun 17% dari tingginya selama 32 bulan dilevel $114.83 pada 2 Mei ke level $95.02.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Review AS & Eropa


Market Review AS & Eropa:

Saham AS rally seiring rebound pada harga komoditas dan pasca dirilisnya minutes FOMC. Harga minyak pulih setelah penurunan diluar dugaan pada persediaan bensin, diikuti penurunan pada suplai minyak mentah, menurut laporan dari Energy Information Administration. Dollar diperdagangkan flat terhadap sejumlah mata uang, setelah sempat anjlok di awal sesi. Harga emas mengalami kenaikan sebesar 1% untuk ditutup pada level $1,494.85. Data ekonomi hari ini adalah consumer confidence dan retail sales dari Inggris, GDP dan industrial production dari Jepang, jobless claims, existing home sales, dan Philadelphia manufacturing index dari AS. Nikkei diperkirakan bergerak dalam kisaran 9,620 – 9,780.

EUR/USD closing 1.4250, high 1.4287, low 1.4193, XAUUSD C:1,494.85, H:1,499.90, L:1,485.25 CO-LS C: 99.80, H: 100.99, L: 97.46. Dow C: 12,532, H: 12,545, L:12,428.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Memburuknya Data Inflasi AS Memicu Kenaikan Emas


Emas
Emas Beranjak Naik Memburuknya Data Inflasi AS

Emas bergerak naik seiring dollar bertahan stabil, walaupun ekspektasi bahwa tekanan inflasi di AS menyusut membuat batasan untuk penguatan. Data CPI hari Jumat diperkirakan akan menunjukkan kenaikan 0.4% dibandingkan 0.5% bulan Maret, menurut sebuah poll Reuters. Spot emas telah beranjak naik dibawah $3 ke level $1,504.69 per ons, kembali mengumpulkan kekuatan semalam. Kontrak emas AS turun $2 ke level $1,504.80 per ons. Spot perak menguat 21 sen ke level $34.31 per ons. Harga perak di COMEX secara umum flat di level $34.79 per ons.

MINYAK
Minyak Mentah AS Turun $1 Terkait Kekhawatiran Permintaan

Kontrak minyak mentah AS turun lebih dari $1 hari Jumat, tertekan oleh kekhawatiran permintaan minyak mentah global seiring para produsen AS yang menghadapi naiknya harga pompa dan Cina yang menghadapi inflasi. Kontrak minyak mentah di NYMEX untuk bulan Juni diperdagangkan turun $1.05 di level $97.92.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Komoditi Masih Dibayangi Koreksi



MINYAK

 Minyak Bertahan Turun $5, Dekat $98

 Harga minyak mentah turun lebih dari 4% kemarin setelah adanya kenaikan persediaan bensin ditengah melambatnya permintaan membawa harga bergerak turun, memicu penghentian perdagangan selama 5 menit dan memicu aksi jual komoditi minggu ini. Perdagangan minyak mentah dan produk lainnya dihentikan setelah kontrak bahan bakar bensin turun 2 sen, walau terbatas, memicu penghentian selama 5 menit guna meredam gerakan pasar. Kejadian ini adalah yang pertama kali terjadi sejak krisis keuangan yang terjadi di bulan September 2008. Bahan bakar bensin turun lebih jauh setelah perdagangan dilanjutkan, menembus level teknikal. Total volume mencapai rekor 240.000 lot. Harga minyak mentah AS turun ke sekitar $98 per barel, setelah menyentuh serendahnya di level $97.50 per barel.

EMAS

 Mengapa Komoditas Kembali Anjlok?

 Euro kembali tertekan turun dan komoditas kembali anjlok. Krisis hutang Yunani dan kecemasan tingginya inflasi di Polandia dan Inggris telah meningkatkan kecemasan mengenai perekonomian zona Eropa, mengakibatkan aksi jual besar-besaran pada euro dan melambungkan dollar. Ini seperti dejavu atas penurunan tajam yang terjadi pekan lalu. Komoditas kembali terkoreksi. Minyak terhampar di bawah $100, perak turun sebanyak $3, timah berada pada level terendah sejak Desember silam. Trader sektor komoditas telah mengalihkan perhatiannya dari banjir yang terjadi di AS menjadi kecemasan inflasi di Eropa dan Cina. Kendati ada penurunan pada tingkat inflasi konsumen di Cina, masih ada kecemasan bahwa Cina akan menaikkan tingkat suku bunga untuk melambatkan pertumbuhan dan tingkat permintaan dari negara berkembang untuk energi dan komoditas lainnya akan tertekan turun. Hari ini, potensi dampak banjie di bagian Midwest pada produksi energi tidak begitu mencemaskan seiring fakta bahwa tingkat permintaan bensin di AS berkurang.


Market Review


Kamis, 10 Maret 2011


Minyak

Cadangan AS naik, minyak melorot ke level US$ 104,39

Kenaikan stok minyak Amerika Serikat (AS) melemahkan harga minyak di pasar New York. Semalam, minyak WTI untuk pengiriman April di New York Mercantile Exchange (NYMEX) diperdagangkan di bawah US$ 105/barel, yaitu turun 0,6% ke level US$ 104/barel. Sementara, di pasar elektronik Asia, harganya naik ke level US$ 104,39/barel, pukul 10.44 waktu Sydney. Harga minyak melorot setelah Energy Information Administration (EIA), semalam melaporkan stok minyak AS naik ke level tertinggi sejak 2004. Persediaan meningkat 1,69 juta barel menjadi 40,3 juta barel per pekan lalu.  Mark Pervan, kepala riset komoditas Australia & New Zealand Banking Group Ltd. menyebut, persepsi bakal berkepanjangannya kekerasan di Libya mengangkat harga minyak jenis brent. “Namun, minyak jenis WTI di AS turun setelah EIA menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik melebihi ekspektasi pasar,” ujarnya.Minyak juga berhasil turun kemarin di New York, kemarin, karena spekulasi OPEC akan mempertimbangkan kenaikan produksinya sebagai kompensasi gangguan di Libya. Arab Saudi bersedia menambah produksi jika diperlukan untuk mengatasi gangguan pasokan. Negara ini telah meningkatkan produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari. Sebelumnya, International Energy Agency menyebut, kekerasan di Libya telah memangkas produksi minyaknya sebesar 1 juta barel per hari. Negara Afrika Utara hanya memproduksi 1,390 juta barel per hari per Februari, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 1,59 juta barel. (By kontan.co.id)

 

EMAS

Sentimen positif dorong emas & perak

Emas dan perak naik untuk pertama kali dalam empat sesi menyusul makin memuncaknya situasi di Libia dan tingginya biaya energi mendongkrak permintaan logam mulia sebagai investasi yang aman.  Muammar Qaddafi menyerang kota-kota di sebelah barat Libia yang masih memberikan perlawanan. Minyak mentah di New York naik 0,9% sebelum berakhir turun. Emas melonjak mencapai rekor pada 7 Maret US$1.445,70/troy ounce.
“Sentimen positif mendorong emas dan perak,” kata Adam Klopfenstein, analis senior Lind-Waldock di Chicago. Klopfenstein mengatakan investor membeli logam mulia sebelum terjadinya protes di Arab Saudi pada 11 Maret. Rencana yang dinamakan Day of Rage itu, ditayangkan di website secara nasional.
Reli emas kemungkinan dibatasi oleh spekulasi bank-bank sentral akan menaikkan suku bunga untuk memperlambat inflasi. Federal Reserve menahan suku bunga acuan antara nol sampai 0,25% sejak Desember 2008.
Tahun lalu, akselerasi inflasi dan kenaikan utang mendorong emas sampai 30%, kenaikan tahun ke-10. Sejumlah segara di Asia, dari China sampai Indonesia, menaikkan suku bunga tahun ini untuk menahan naikknya inflasi. (By bisnis.com)

 

USD/YEN

GDP Jepang turun 1,3% Pada Triwulan Terakhir

Dari Tokyo dilaporkan, Kantor Kabinet Jepang melaporkan Produk domestik bruto menyusut pada tingkat tahunan 1,3%  dalam tiga bulan yang berakhir 31 Desember, lebih dari kontraksi 1,1% yang dilaporkan bulan lalu, berbeda 0.1% dari Perkiraan median dari 26 ekonom yang disurvei Bloomberg News yang memperkirakan adalah 1,2% untuk kontraksi. Laporan menunjukan, negara ekonomi terbesar didunia ini mungkin sudah mengantisipasi resiko terburuk ini dengan indicator belanja modal.
Kepala ekonom di BNP Paribas di Tokyo, mengatakan, sebelum laporan tersebut, ” Ke depan, ekonomi harus berkembang lagi pada kuartal pertama, karena ekspor bangkit kembali mengimbangi drag belanja konsumen yang dihasilkan dari skala bagian akhr stimulus  dari langkah-langkah pemerintah “.
Pada GDP, Konsumsi swasta melaju lebih rendah pada kuartal keempat setelah pemerintah mengakhiri program subsidi untuk membeli mobil hemat bahan bakar pada bulan September dan insentif dikurangi untuk membeli peralatan rumah elektronik pada bulan Desember, yang mana merupakan sebuah  program yang akan berakhir pada bulan Maret. (By seputarforex.com)