Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Ekbis

Market Outlook


Rabu, 23 Februari 2011


EMAS

Harga emas capai puncak US$1.400 per ounce

Harga emas mencapai puncak US$1.400.00/troy ounce di New York dan perak melonjak ke posisi tertinggi sejak 30 tahun seiring dengan kondisi politik yang makin memanas di Timur Tengah. Harga emas mengalami reli sebesar 26% pada tahun lalu ketika harga perak juga meningkat dua kali lipat. “Tensi geopolitik di regional Timur Tengah dan Afrika Utara akan berlanjut menjadi lebih panas, para investor tentu akan menjaga investasi untuk mengamankan aset mereka,” kata Marc Ground, seorang analis pada Standard Bank Plc di Johannesburg, mengatakan dalam laporannya. (By bisnis.com)

MINYAK

Minyak Mentah Melemah Setelah Capai Tingginya 2,5Tahun

Kontrak minyak mentah AS kembali merosot hari Rabu setelah mencapai level tertingginya dalam hampir selama 2 ½ tahun terkait krisis di Libya yang mengurangi produksi disana dan memperburuk ketersediaan komoditi tersebut. Harga minyak mentah di NYMEX turun 11 sen di level $95.31/barel. Kontrak tersebut sebelumnya naik setingginya di $96.08, tertingginya hampir selama bulan sebelumnya sejak Oktober 2008. Hari Selasa, kontrak April menguat $5.71 dari penyelesaian hari Jumat guna ditutup pada $95.42/barel bersama pasar AS yang ditutup karena hari libur peringatan Presiden. Tingginya harga minyak mengancam pemulihan ekonomi global dan negara-negara industri yang bersiap untuk melepas minyak dari persediaan guna memenuhi permintaan, terkait terganggunya persediaan, dikatakan pimpinan ekonomi dari EIA hari Selasa. (By monexnews.com)

GBP/USD

Sterling Masih di Zona “Degradasi”

Setelah di sesi sebelumnya merosot tajam, hari ini pada sesi siang Sterling (GBP) mengalami pemulihan tipis namun masih berada di zona ‘degradasi’ di bawah kisaran $1.6200. Hari Selasa kemarin sterling melemah terhadap dollar AS akibat kekhawatiran meningkatnya ketegangan di Afrika Utara dan Timur Tengah sehingga memicu investor beralih ke mata uang safe haven. Cable juga menyerah terhadap Euro yang terdukung komentar hawkish salah seorang pejabat ECB, Yves Mersch. Saat ini para analis mengingatkan, setiap eskalasi berlanjut di negara Libya atau Timur Tengah, ini masih berpotensi mendorong investor dengan cepat untuk menghindari aset-aset beresiko. Imbasnya akan terjadi aksi jual terhadap mata uang Pound dan Euro. (By monexnews.com)

Iklan

Market Outlook Komoditi


Kamis, 17 Februari 2011

EMAS
Emas Stabil; Jajaki Penguatan 4 Hari

Spot emas bertahan stabil hari Kamis, menuju penguatannya selama 4 hari berturut-turut, setelah memanasnya ketegangan di Timur Tengah membawa pesona emas menjadi aset lindung nilai. Spot emas nyaris tidak bergerak di level $1.374,64/troy ounce, setelah menyentuh tingginya 1 bulan di $1.381,84/troy ounce di sesi sebelumnya. Kontrak emas AS stabil di area $1.375,30/troy ounce. Ketegangan politik di Timur Tengah dan Afrika Utara kembali memanas, setelah Israel mengatakan pergerakan kapal perang ran yang berlayar di terusan Suez merupakan sebuah provokasi dan kekacauan di Libya. (By monexnews.com)

MINYAK
Ketegangan di Timur Tengah meluas, minyak lanjut reli

Harga minyak lanjut reli hari ini setelah kerusuhan di Mesir menyebar ke negara-negara lain di Timur Tengah. Situasi ini memunculkan kembali kecemasan bakal terganggunya pengiriman minyak mentah dari wilayah tersebut. Minyak mentah WTI untuk pengiriman Maret di bursa New York Mercantile Exchange (NYMEX) naik 0,3% ke US$ 85,29/barel, dan berada di US$ 85,28/barel pada pukul 10.28 waktu Sydney. Adapun, minyak mentah jenis brent untuk pengiriman April naik 2,1% ke US$ 103,78 sebarel di bursa ICE Futures Eropa, di London, kemarin. Melesatnya harga minyak sejak kemarin terjadi setelah Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman mengatakan, dua kapal perang Iran berencana bergerak melalui Terusan Suez. Pekan ini demonstrasi meletus di Bahrain, Yaman, dan Libya, setelah Presiden Mesir Hosni Mubarak lengser. “Ketegangan politik di Timur Tengah terus berlanjut, ini menambah kekhawatiran pasokan minyak mentah akan terganggu,” ujar Mark Pervan, kepala riset komoditas dari Australia & New Zealand Banking Group Ltd di Melbourne, hari ini. (By kontan.co.id)


BREAKING NEWS KAMIS


10 FEBRUARI 2011

Bernanke tekan dollar

Dollar melemah terhadap rivalnya kecuali yen karena pernyataan Ketua the Fed Ben Bernanke dan turunnya yield obligasi AS.  Dalam kesaksian di hadapan Kongres, Bernanke mengatakan bahwa tingkat pengangguran masih tinggi dan inflasi yang masih relatif rendah, indikasi the Fed tetap memberlakukan kebijakan longgar sampai waktu yang belum ditentukan. Bernanke mengatakan tingkat pengangguran masih tinggi dan sampai terlihat periode penciptaaan lapangan kerja yang berkesinambungan, pemulihan ekonomi belumlah aman. Bernanke juga mengatakan inflasi masih rendah dan ekspektasi inflasi jangka panjang masih stabil. Pernyataan tersebut memastikan program pembelian aset, atau yang dikenal dengan Quantitative Easing (QE), tetap berjalan sesuai rencana. Beberapa kalangan berharap dengan membaiknya kondisi ekonomi AS, Bernanke dapat memberi sinyal the Fed akan mengakhiri program QE-nya lebih cepat dari perkiraan. Faktor lain yang menekan dollar adalah penurunan yield obligasi AS karena permintaan tinggi. Treasury bertenor 10 tahun turun menyusul lelang yang menghasilkan $24 miliar.

 

Di tengah sentimen negatif terhadap dollar, euro menjadi pilihan. Euro juga melesat karena pembelian beberapa bank sentral, seperti Rusia dan Korsel, dalam upaya diversifikasi cadangan devisa.  Euro berhasil menembus kembali $1,37. Namun, laju euro kemungkinan tertahan karena masih dibayangi kekecewaan pasar atas sikap dovish ECB. Euro juga tertahan karena belum adanya kepastian mengenai modifikasi dana talangan, atau Fasilitas Stabilitas Finansial Eropa (EFSF). Bahkan tidak tertutup kemungkinan euro akan terkoreksi bila ada berita negatif dari Eropa yang diiringi dengan data ekonomi bagus dari AS.

Sterling, yang sering bergerak searah dengan euro, juga berhasil menguat terhadap dollar. Namun, penguatannya rentan menjelang data output industri dan keputusan BOE. Produksi industrial selama Desember diperkirakan tumbuh 0,5% per bulan dan 3,7% per tahun. Data yang lebih baik dari prediksi bisa mengangkat sterling.  Pasar juga akan mencermati hasil rapat reguler BOE dan kemungkinan sinyal mengenai prospek kebijakan. BOE diperkirakan akan mempertahankan rate-nya di 0,5% dan tidak akan melanjutkan program QE-nya. Sementara itu di AS, even terjadwal malam nanti antara lain data initial jobless claims dan pidato Presiden the Fed distrik Atlanta Dennis Lockhart.



Market Outlook


via Flickr”]Organizing monetary policy and decides about i...

Market Outlook 7 – 12 February 2011

Para pelaku pasar nampaknya masih berhati-hati menyikapi anjloknya data NFP (Non Farm Payroll). Hal ini bisa di lihat dengan tidak banyaknya pergerakan Dollar terhadap mata uang utama dunia pada akhir pekan lalu.

Data Non Farm Payroll anjlok akan tetapi jumlah pengangguran di Amerika mengalami banyak penurunan, sebesar 9.0%, dari 9.4%. Hal inilah yang membuat para pelaku pasar masih berhati-hati dengan Dollar.

Retail Sales, Perubahan nilai total inflasi di Australia pada sektor retail di prediksi naik sebesar 0.5%, dari 0.3%. Apabila di rilis di atas 0.5%, maka akan men-support Aussie mendekati level tertinggi terhadap Dollar.

Employment Change, Perubahan jumlah tenaga kerja di Asutralia di prediksi kembali mengalami kenaikan, sebesar 20.300, setelah bulan lalu mengalami penurunan tajam akibat banjir besar. Apabila di rilis di atas 20.300 maka akan berdampak positif bagi Aussie.

Unemployment Rate, Jumlah pengangguran di Australia yang aktif mencari pekerjaan di prediksi tidak ada perubahan dari bulan lalu, tetap 5.0%. Apabila di rilis di bawah 5.0%, maka akan menambah penguatan bagi Aussie.

Trade Balance, Selisih nilai antara barang ekspor dan impor di China di prediksi kembali menurun sebesar 10.3B, dari 13.1B. Apabila Trade Balance mengalami kenaikan, maka akan berdampak positif bagi Saham utama China dan Asia, karena  China merupakan Negara yang berpengaruh terhadap pergerakan saham-saham Asia.

Monetary Policy Committee (MPC) Rate Statement dan Official Bank Rate, BoE (Bank of England) akan menyampaikan pernyataan-pernyataan mengenai kondisi ekonomi Inggris, dan kebijakan yang di tempuh kedepannya. Di ikuti dengan di rilisnya suku bunga, di prediksi suku bunga tetap di 0.50%.

Trade Balance, Selisih nilai antara barang ekspor dan impor di Amerika di prediksi mengalami penurunan sebesar -40.4B, setelah 3 bulan terakhir berturut-turut mengalami kenaikan. Apabila Trade Balance mengalami kenaikan, maka akan berdampak positif bagi Dollar.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang akan diisi beberapa saja rilis berita ekonomi penting, di antaranya pengumuman suku bunga di Inggris yang diperkirakan masih tetap bertahan di level sebelumnya. China masih akan libur panjang Imlek sampai dengan Selasa depan. Secara umum, rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Unemployment Claims mingguan yang biasa menjadi perhatian pasar –pada Kamis malam; kemudian Trade Balance atau Neraca Perdagangan dan Prelim UoM Consumer Sentiment di Jumat malam.

o Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa data Manufacturing Production Inggris pada Kamis petang dilanjutkan dengan pengumuman suku bunga Inggris yang kemungkinan bertahan di level 0.5%. Namun demikian, investor global sedang menantikan hasil MPC meeting yang bisa mengindikasikan bertambahnya kemungkinan kenaikan suku bunga pada periode berikutnya.

o Dari Australia: berupa pengumuman Retail Sales pada Senin pagi, lalu Unemployment Rate pada Kamis pagi.

Minggu lalu di pasar forex, nilai tukar mata uang dollar cukup volatile dengan melorot di awal minggu dan rebound di tengah sampai akhir minggu, lebih karena fluktuasi euro, dengan index dollar AS berakhir di level 78.020, terangkat juga oleh menurunnya tingkat pengangguran di AS.

Pekan yang lalu euro sempat mengalami rally sampai level 12 minggu tertinggi menjelang hari pengumuman rate ECB namun kemudian terpangkas hampir 250 pips setelah Trichet menyebutkan bahwa infasi di Eropa tergolong “moderat” dan berakhir di level 1.3589, nyaris flat dengan level penutupan minggu sebelumnya. Untuk minggu berjalan ini market range akan berada antara level resistance pada 1.3858 dan berikutnya di 1.4278, sedangkan level support di 1.3240 dan kemudian pada 1.2867.

Poundsterling minggu lalu umumnya menguat vs dollar tapi terpangkas di akhir minggu ke level 1. 6099, sejalan dengan membaiknya data pengangguran AS. Untuk minggu ini, level resistance terdekat pada 1.6300 dan kemudian 1.6460, sedang support berada pada 1.5745 dan kemudian 1.5340.

Untuk USDJPY minggu lalu cenderung menguat terbatas, dengan kenaikan USD secara global. Pasar di minggu ini nampaknya masih sama berada di antara support level 80.90 dan 80.22, serta resistance pada 83.67 dan 84.50. Sementara itu, Aussie dollar terpantau seminggu lewat menguat oleh prespek ekonomi dan kenaikan inflasi; ditutup pada level 1.0140. Range minggu ini tetap antara resistance 1.0230 dan 1.03 sementara support level di 0.9794.

Untuk pasar di stock index futures, pada minggu lalu indeks Nikkei menguat sekitar 300 poin oleh membaiknya perkembangan bisnis, berakhir di 10540. Minggu nanti Nikkei berjangka akan dalam rentangan resistance terdekat pada 10630 yang bila tembus akan mengarah ke level berikutnya di 11393. Adapun support pada level 10150 dan lalu 9906. Sementara itu, Indeks Hang Seng berjangka di Hong Kong minggu lalu sempat tergelincir namun kemudian merangkak naik 730 poin, ditutup di level 23958. Minggu ini akan berada dalam range level resistance di 24477 dan berikutnya 24945, sementara support-nya di 23280 selanjutnya 22375.

Bursa saham Wall Street minggu lalu menguat terus di tengah keyakinan investor akan membaiknya fundamental ekoonomi AS –merupakan minggu terbaik di bursa dalam dua bulan terakhir. Dow Jones Industrial minggu ini masih dalam bullish-trend menjelang level resistance berikutnya ke 12600, sementara support di level 11515 dan kemudian pada 11320. Index S&P 500 minggu lalu juga menguat; resistance sekarang di level 1400, sementara level support berada di 1252 dan 1218.

Untuk pasar emas, minggu lalu menguat sebagai pilihan safe haven di tengah memanasnya situasi Mesir dan kawasan Arab. Emas di LLG minggu lalu berakhir pada level $1349.55 per troy ounce, terakhir sempat tergerus oleh penguatan dollar. Untuk sepekan ke depan emas akan cenderung positif, berada antara level support di $1307 serta support berikut $1275 per troy ounce. Sementara itu, resistance terdekat pada $1393 lalu level $1432.

Situasi politik terbukti mempunyai dampak kepada pergerakan arah pasar investasi. Apa yang terjadi di Mesir yang berdampak kepada bursa, baik bursa saham maupun komoditas, menunjukkan ada sejumlah factor non-ekonomi yang dapat menggerakkan pasar. Besar kecil dampaknya tergantung dari tingkat besaran (magnitude) dari factor itu sendiri. Saat ini Mesir masih bergejolak. Mungkin saja berikutnya beberapa negara lain di kawasan Arab akan ikut bergolak. Dalam situasi yang tidak menentu ini disarankan jadilah investor yang bijak.


Harga Pangan Dunia Termahal dalam Sejarah


Jumat, 04 Februari 2011 11:50 WIB

Harga pangan dunia memecah rekor tertinggi dalam sejarah pada bulan Januari. Demikian laporan badan PBB urusan pangan dan agrikultur (FAO).

Indeks harga pangan FAO, yang mengukur harga komponen dasar pangan, menunjukkan poin rata-rata 231bulan lalu. Angka ini merupakan rekor tertinggi sejak awal 1990. Poin tersebut naik 3,4% dibandingkan bulan November.

“Kenaikan harga pangan bisa terjadi dalam beberapa bulan berikutnya,” ujar ekonom FAO, Abdolreza Abbassian. Indeks saat ini terpantau lebih tinggi dibandingkan Juni 2008, ketika lonjakan harga pangan memicu aksi protes di negara-negara seperti, Kamerun, Haiti dan Mesir.

Kini, kenaikan harga turut menstimulasi aksi konflik di Mesir saat ini. Gerakan perlawanan juga menyebar ke Aljazair dan Tunisia. Presiden World Bank, Robert Zoellick memperingatkan pemimpin dunia untuk terlebih dahulu menangkal volatilitas harga. “Kita segera menghadapi masalah lebih luas dari kenaikan harga komoditi,” tegasnya. Seperti diketahui, harga komoditi ikut melejit searah dengan lonjakan pangan baru-baru ini. Tembaga bahkan sudah menembus all time high di $10,000 per ton, sementara brent crude sampai di $103.37 per barel.


2011, Emas Hasilkan Yield 30%


Jumat, 04 Februari 2011 10:21 WIB

Harga emas untuk pengiriman bulan April melambung $20.90 ke $1,353 per ons di divisi Comex – Nymex. Kenaikan harga minyak dan pangan merupakan pemicu utama inflasi, yang telah mendorong minat pada safe haven emas. Lonjakan harga komoditi tahun ini akan berdampak besar bagi harga logam mulia. Masalah inflasi di Amerika Serikat (AS), China, Uni Eropa dan India diyakini segera mengangkat performa aset anti-inflasi.

CEO Albanian Minerals, Sahit Muja, percaya bahwa pesatnya laju sektor infrastruktur dan energi global sangat mendukung harga emas. “Kami optimis dengan pertumbuhan emas,” ujarnya. Di samping itu, industri tembaga juga akan menuai hasil, sejalan dengan logam mulia. Albanian Mineral memperkirakan konsumen emas terbesar dunia selama ini, seperti China dan Indian, akan terus turun ke pasar. Apabila pemulihan ekonomi tidak berjalan lebih cepat dibandingkan saat ini, maka emas akan menghasilkan yield 30% di akhir tahun


Honda: Yen Tidak Pengaruhi Ekspor Mobil Jepang


Rabu, 02 Februari 2011 11:27 WIB

Pimpinan keuangan Honda Motor Co., Hari Rabu, mengatakan bahwa sulit untuk mengurangi ekspor kendaraan Jepang meski yen masih berkutat di level tertinggi 15 tahun terhadap dollar AS.

“Model yang kami ekspor yakni CR-V dan hybrids, tapi penjualan CR-V bagus di AS dan kami memproduksi dalam kapasitas penuh untuk model ini (di AS), jadi kami tidak ada pilihan lain selain untuk mengekspor dari Jepang,” kata Yoichi Hojo, dalam konferensi press.
Beliau menambahkan bahwa volume produksi untuk kendaraan hybrid tidak besar untuk saat ini, dan lebih efisien untuk memproduksi kendaraan tersebut dalam satu pabrik di Jepang.
Hojo juga mengatakan bahwa perusahaan sedang berusaha untuk meningkatkan penggunaan spare parts yang berbiaya kompetitif yang dibuat di luar negri untuk menghadapi penguatan yen.


Saham Hong Kong Naik Jelang Libur Panjang


Rabu, 02 Februari 2011 10:29 WIB

Saham-saham Hong Kong menguat pada perdagangan pagi hari ini dengan saham perbankan dan developer properti melaju di tengah solidnya penguatan Wall Street semalam dan meredanya kekhawatiran terhadap situasi Mesir.

Volume transaksi relatif kecil menjelang libur panjang akhir pekan ini. Pasar saham hanya buka setengah hari Rabu ini dan tutup hingga akhir pekan untuk merayakan tahun baru Imlek.
Indeks Hang Seng naik 1,5% ke 23833,59, dan Indeks Perusahaan China Hang Seng melonjak 1,5% ke 12720,6.
Saham HSBC memimpin kenaikan saham perbankan, naik 1,5% sementara saham developer China Resources Land Ltd. naik 3,1%.
Saham beberapa operator kasino Macau juga reli karena berita laporan pendapatan melonjak 33% di Januari, dengan saham SJM Holdings Ltd. naik 2,1% dan Melco International Development Ltd. naik 2%.
Pasar saham China daratan tutup selama perayaan tahun baru Imlek mulai Rabu ini hingga Selasa minggu depan.

PM Mubarak Buka Pintu Bagi Oposisi


Senin, 31 Januari 2011 15:19 WIB


Setelah berkuasa selama 30 tahun, Presiden Mesir akhirnya bersedia membuka kran pembicaraan dengan kaum oposisi. Husni Mubarak sebelumnya menuduh rival politiknya telah memakai alasan agama di balik perlawanan terhadap pemerintah.

Pada sebuah tayangan televisi, Mubarak menyerukan demonstrasi damai. “Saat ini, yang terpenting adalah menerjemahkan permintaan rakyat,” ujarnya. Ia memerintahkan seluruh jajarannya untuk berdialog dengan berbagai elemen dan pihak oposisi. Diskusi ini merupakan langkah awal Mubarak untuk mencapai proses demokratis.

Mubarak baru saja memanggil seluruh pejabat pemerintah untuk ‘memerangi berbagai bentuk penyelewengan’ dan ‘menekankan pentingnya reformasi secara konstitusional.’ Ia juga meminta aparat untuk menghentikan segala aksi kekerasan serta mengkritisi provokasi dari partai oposisi muslim.

Saat ini, polisi masih meninggalkan pos-pos mereka di pusat kota. Warga menguasai beberapa wilayah penting sehingga beberapa negara sudah meng-evakuasi warganya di Mesir. Pelaku pasar ekonomi mengharapkan masalah Mesir bisa mencapai titik terang pada pekan ini juga, agar ketegangan di pasar tidak ikut memuncak.


Bursa Asia Mixed; Beban Earnings AS


Rabu, 26 Januari 2011 09:51 WIB

Bursa Asia bergerak mixed hari Rabu setelah Wall Street yang ditutup flat.

Bursa saham Jepang turun setelah menguat lebih dari 1% hari sebelumnya dan setelah Wall Street mixed, dengan laporan earnings dari 3M dan Johnson Johnson yang membebani sentimen.
Kontraksi kejutan dari ekonomi Inggris dan kenaikan suku bunga India juga mengisi kekhawatiran mengenai pertumbuhan ekonomi dan dampak dari kenaikan komoditi.
Indeks Nikkei turun 0.5%. Indeks Topix sendiri turun 0.3%.
Bursa Seoul dibuka menguat seiring saham-saham otomotif seperti Hyundai Motor memberikan dukungan tetapi saham pengapalan turun, termasuk Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering.
Indeks harga saham kompsoti Korea naik 0.56%.