Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Economic

Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas pada perdagangan kemarin kembali bergerak menguat selama tiga hari berturut-turut, komoditi ini menguat di tengah naiknya bursa saham AS dipicu oleh optimisme mengenai langkah bank sentral untuk menggenjot perekonomian. Komoditi Emas menguat seiring indeks S&P 500 mencapai posisi tertinggi dalam tiga bulan pada penutupan perdagangan kemarin, harapan para pelaku pasar mengenai kelanjutan langkah bank sentral AS dan Eropa untuk mendorong kondisi ekonomi global telah memberikan sentimen positif terhadap pasar komoditas.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa pada perdagangan kemarin ditutup melemah, seiring rilis data German Factory Orders terjadi penurunan. Akan tetapi Industrial output Jerman masih relatif lebih maju dibandingkan dengan produksi di negara kawasan zona Euro lainnya seperti Italia yang mengalami penurunansebesar 1.4% di bulan Juni, namun data order industri Jerman ini telah memperkuat indikasi akan suramnya kondisi ekonomi di negara tersebut, dimana sektor manufaktur turun pada level terpesatnya selama lebih dari 3 tahun di bulan Juli sementara new orders di sektor jasa turun ke level terburuknya selama lebih dari 3 tahun terakhir.

NIKKEI

Bursa saham Jepang pada perdagangan di hari Rabu pagi kembali bergerak menguat selama tiga hari berturut-turut, bursa saham Jepang berhasil mengikuti terus pergerakan menguat di bursa saham Wall Street. Kenaikan sektor eksportir di bursa saham Jepang terjadi di tengah ekspektasi bahwa The Fed dan ECB akan melakukan hal yang akan menggenjot ekonomi.

Posted from WordPress for Android


Market Review Asia


Federal Reserve: 1913-2009

Federal Reserve: 1913-2009 (Photo credit: r0b0r0b)

Market Review Asia

Euro menguat ke tingginya 3 pekan terhadap dollar AS yang melemah hari Kamis setelah pimpinan Federal Reserve AS Ben Bernanke mempertahankan pendapatnya terkait hasil pertemuan kebijakan moneter. Indeks Nikkei Jepang ditutup nyaris flat setelah bergerak naik dan turun saat mulainya musim earnings yang mengecewakan menjelang pertemuan Bank of Japan. Indeks KOSPI ditutup menguat tipis setelah melepas penguatan, saat optimisme awal data korporasi dan kepastian dari Federal Reserve terpukul oleh perkiraan ekonomi yang lemah. Hang Seng menguat, terangkat oleh lonjakan harga saham China Unicom sebanyak 4% terkait kuatnya laporan laba per kuartal. IHSG ditutup menguat 16.663 poin berkat saham-saham utama sektor perbankan


Market Review Asia


Market Review Asia :

Euro bergerak dekat tingginya 3 minggu hari Rabu menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve AS. Indeks Nikkei menguat 1% untuk menutup kejatuhan selama 4 hari berturut-turut, terangkat kuatnya earnings korporasi AS dan melemahnya Yen. KOSPI menghapus penguatan awal untuk berakhir nyaris flat, terbebani kekhawatiran krisis hutang Eropa. Hang seng ditutup menguat tipis berkat saham-saham properti dan keuangan. IHSG ditutup melemah tipis 6.710 poin akibat saham-saham sektor keuangan dan pertambangan.


FOREX: US Dollar to Rise if Bernanke Testimony Sinks QE3 Hopes


FOREX: US Dollar to Rise if Bernanke Testimony Sinks QE3 Hopes

By Ilya Spivak, Currency Strategist

13 July 2011 06:48 GMT

Talking Points

  • NZ Dollar Leads Risk-Linked Currencies Higher as Stocks Rise
  • Chinese GDP Data Cools Rate Hike Fears, But Not for Long
  • Traders Turn Spotlight on Bernanke’s Testimony on QE Hopes
  • UK Jobless Claims to Cement Dovish Bank of England Outlook

The New Zealand Dollar outperformed in overnight trade as Asian stock exchanges rebounded after yesterday’s selloff, boosting sentiment-linked currencies. The Australian and Canadian Dollars likewise yielded considerable gains. Needless to say, safe-haven currencies came under pressure, with the Japanese Yen suffering outsized losses while the Swiss Franc and US Dollar also suffered, though the greenback held up best among the three.

The MSCI Asia Pacific regional equity index rose 0.6 percent after minutes from June’s Federal Reserve policy meeting revealed policymakers were divided about additional stimulus to bolster growth if economic recovery remains anemic, offering a sliver of hope for those worried about looming global slowdown in that a third round of quantitative easing (known as “QE3”) has not been ruled out outright. China’s Gross Domestic Product reading offered additional support, showing output grew at an annual pace of 9.5 percent in the second quarter, slowing from 9.7 percent in the three months through March. The outcome stoked speculation that slowing growth will delay further interest rate hikes.

However, the figures’ supportive powers seem decidedly limited. Indeed, the timelier Retail Sales and Industrial Production readings came in dramatically above economists’ forecasts, the former yielding the strongest increase since January while the latter returned the highest print in 13 months. Taken against a backdrop of soaring inflation as well as buoyant money supply and loan growth, the case for further tightening is remains a very compelling one, with fears of

Looking ahead, the spotlight turns on the Federal Reserve Chairman Ben Bernanke as he delivers his semi-annual testimony on monetary policy to the US House of Representatives. While the central bank chief’s prepared remarks are likely to toe a familiar line, traders will pay close attention to clues about the likelihood of further stimulus in his response to lawmakers’ questions. A strong statement squashing budding hopes for QE3 (at least for now) would stoke worries of broad-based slowdown in the second half of the year, weighing on risk appetite and spurring demand for safe-haven currencies anew.

On the data front, UK Jobless Claims figures headline the docket, with consensus forecasts calling for a fourth consecutive monthly increase to put overall applications for unemployment benefits at the highest level since April 2010. The result promises to cement expectations that the Bank of England will hold off from interest rate hikes in the near term, keeping a firm lid on the British Pound.

Asia Session: What Happened

GMT CCY EVENT ACT EXP PREV
0:30 AUD Westpac Consumer Confidence (JUL) -8.3% -2.6%
0:30 AUD Westpac Consumer Confidence Index (JUL) 92.8 101.2
2:00 CNY Industrial Production YTD (YoY) (JUN) 14.3% 13.9% 14.0%
2:00 CNY Industrial Production (YoY) (JUN) 15.1% 13.1% 13.3%
2:00 CNY Fixed Assets Inv Excl. Rural YTD (YoY) (JUN) 25.6% 25.7% 25.8%
2:00 CNY Real GDP YTD (YoY) (2Q) 9.6% 9.5% 9.7%
2:00 CNY Real GDP (QoQ) (2Q) 2.2% 2.1%
2:00 CNY Real GDP (YoY) (2Q) 9.5% 9.3% 9.7%
2:00 CNY Retail Sales YTD (YoY) (JUN) 16.8% 16.7% 16.6%
2:00 CNY Retail Sales (YoY) (JUN) 17.7% 17.0% 16.9%
4:30 JPY Industrial Production (MoM) (MAY F) 6.2% 5.7%
4:30 JPY Industrial Production (YoY) (MAY F) -5.5% -5.9%
4:30 JPY Capacity Utilization (MoM) (MAY) 12.8% -1.1%
5:00 JPY Bank of Japan Monthly Economic Report (MAY)

Euro Session: What to Expect

GMT CCY EVENT EXP PREV IMPACT
6:00 EUR German Wholesale Price Index (MoM) (JUN) -0.2% 0.0% Low
6:00 EUR German Wholesale Price Index (YoY) (JUN) 8.8% 8.9% Low
7:15 CHF Producer & Import Prices (MoM) (JUN) -0.3% -0.2% Low
7:15 CHF Producer & Import Prices (YoY) (JUN) -0.3% -0.4% Low
8:30 GBP Jobless Claims Change (JUN) 15.0K 19.6K High
8:30 GBP ILO Unemployment Rate (3M) (MAY) 7.7% 7.7% High
8:30 GBP Claimant Count Rate (JUN) 4.7% 4.6% Medium
8:30 GBP Average Weekly Earnings 3M/YoY (MAY) 2.1% 1.8% Medium
8:30 GBP Weekly Earnings ex Bonus 3M/YoY (MAY) 2.0% 2.0% Low
9:00 EUR Euro-Zone Indus Production w.d.a. (YoY) (MAY) 4.8% 5.3% Medium
9:00 EUR Euro-Zone Indus Production s.a. (MoM) (MAY) 0.4% 0.2% Low

Critical Levels

CCY SUPPORT RESISTANCE
EURUSD 1.3855 1.4080
GBPUSD 1.5813 1.6049

Commodity Update


Pertumbuhan Ekonomi AS Melambat; Tingkat Harga Melambung

Perekonomian AS sedang menghadapi masalah akibat kenaikan harga dan lemahnya pertumbuhan. Inflasi di AS saat ini naik ke level tertinggi dalam hampir selama 3 tahun di bulan Mei, sementara aktivitas manufaktur regional berkontraksi bulan ini, menurut laporan hari Rabu. Konsumen di AS lega setelah harga bensin mulai turun, membantu perekonomian pulih dari suramnya data belakangan ini. Namun dalam tren yang dapat menyulitkan pejabat di Federal Reserve, Dep. Tenaga Kerja mengatakan indeks harga konsumen diluar makanan
dan energi naik 0.3%. Itu merupakan kenaikan terbesar sejak Juli 2008, kendati sebagian kenaikan disebabkan oleh gangguan suplai akibat gempa bumi Jepang yang mendorong harga otomotif naik tajam. Laporan terposah menunjukkan penurunan tajam pada aktivitas manufaktur di negara bagian New York dan penurunan 0.1% pada output industri bulan Mei, kendati sebagian disebabkan oleh penurunan pada utilitas terkait udara dingin.

Emas Kian Diminati

Emas naik pada hari Rabu akibat aksi beli safe-haven yang dipicu oleh penurunan tajam pada bursa saham ditengah kecemasan melambatnya perekonomian AS dan tanda bawa krisis hutang di Yunani dapat meningkat.
Investor beralih kepada emas setelah indeks harga konsumen AS mencetak kenaikan terbesar dalam hampir selama 4 tahun dan dan sektor manufaktur regional berkontraksi bulan ini, juga akibat ketidakpastian mengenai diskusi tentang batas hutang AS. “Emas adalah tempat bergantung saat ini ketika bursa saham, minyak mentah dan komoditas lainnya melemah,” ucap Robert Lutts, kepala bagian invetasi di Cabot Money Management. Emas sempat turun pada awal sesi, didera oleh aksi jual dan penguatan dollar akibat krisis hutang Eropa yang memburuk.

Penguatan Dollar Tekan Minyak

Minyak turun lebih dari 4% pada hari Rabu, seiring tanda pelemahan ekonomi lanjutan yang meningkatkan kecemasan permintaan dan juga tertekan oleh penguatan dollar, memicu order sellstop dan mendorong minyak mentah turun ke level terendah sejak bulan Februari. Minyak mentah melemah pasca data menunjukkan kenaikan pada inflasi inti dan sektor manufaktur di New York
berkontraksi. Aksi jual kian intens setelah menembus ke bawah MA150 dan support kunci pada $95, dan menghapus sedikit gain pada minyak mentah akibat
penurunan tajam pada suplai minyak mentah AS. “Investor terburu-buru untuk keluar. Pasar dinilai terlalu tinggi saat ini, minyak brent terus menggelembung, dan gelembung itu pecah hari ini,” ucap Tim Evans, analis energi pada Citi Futures Perspective.

***EnglishVersion***

U.S. Economic Growth Slows; Exchange Rates Soar

The U.S. economy is facing problems due to rising prices and weak growth. Inflation in the U.S. today rose to its highest level in nearly 3 years in May, while the regional manufacturing activity contracted this month, according to reports Wednesday. Consumers in the U.S. relief after gasoline prices began to fall, helping the economy recover from data gloomy lately. But in a trend that could complicate the Federal Reserve officials, Dep. Labor said its index of consumer prices outside of food and energy rose 0.3%. It was the biggest gain since July 2008, although some of the increase due to supply disruptions caused by earthquakes Japanese automotive drive prices up sharply. Terposah report showed a sharp decline in manufacturing activity in New York state and 0.1% decline in industrial output in May, although partly due to a decrease in cold-related utilities.

Gold More Wanted

Gold rose on Wednesday due to safe-haven buying triggered by a sharp decline in stock markets amid concern a slowing U.S. economy and signs carry the debt crisis in Greece can be increased. Investors turn to gold after the U.S. consumer price index scored the biggest gain in nearly four years and the regional manufacturing sector contracted this month, also due to uncertainty regarding the discussion about the U.S. debt limit. “Gold is where the current depends when the stock market, crude oil and other commodities lower,” said Robert Lutts, chief invetasi at Cabot Money Management. Gold was down early in the session, chastened by the strengthening dollar selloff and Europe due to the worsening debt crisis.

Strengthening Dollar Oil Press

Oil fell more than 4% on Wednesday, as a sign of continued economic weakness that increase anxiety and demand also pressured by the strengthening dollar, triggering orders sellstop and pushed crude oil fell to its lowest level since February. Crude oil fell after data showed a rise in core inflation and the manufacturing sector contracted in New York. Increasingly intense sell-off after breaking down the MA150 and the key support at $ 95, and removing a bit of gain on crude oil due to a sharp drop in U.S. crude supplies. “Investors rush to exit. The market is overvalued at this time, Brent oil continued to bubble, and bubbles burst today,” said Tim Evans, energy analyst at Citi Futures Perspective.


Commodity Update


Kegagalan Menaikkan Batas Hutang AS Beresiko Buruk Bagi Pasar
Gubernur Federal Reserve Ben Bernanke pada hari Selasa memperingatkan bahwa kegagalan untuk menaikkan batas limit hutang pemerintah yang saat ini ada pada 14.3 triliun dollar dapat berpotensi mengakibatkan AS kehilangan kredibilitas. Bernanke mengatakan dengan tidak adanya resolusi cepat untuk mengatasi batas hutang, AS dapat kehilangan peringkat hutang AAA miliknya, sementara status dollar sebagai reserve mungkin akan terancam. “Bahkan penundaan sementara dalam pembayaran obligasi pemerintah atau bunganya
dapat mengakibatkan gangguan pada pasar keuangan dan sistem pembayaran,” ucap Bernanke dalamm persiapan event yang disponsori Committee untuk Responsible Federal Budget. Tidak adanya tindakan yang diambil juga dapat “menciptakankeraguan fundamental mengenai kredibilitas AS serta merusak peran dollar dan oblgasi di pasar global untuk jangka panjang,” tambah Bernanke.

Kecemasan Inflasi Angkat Emas
Emas naik untuk ditutup di atas $1,524 pada hari Selasa, mengakhiri penurunan selama 2 hari berturut-turut, terdorong oleh meningkatnya tekanan inflasi di Cina dan kenaikan tajam pada komoditas industri terutama minyak mentah dan tembaga. Data Cina menunjukkan laju inflasi berada dalam level tercepat dalam hampir selama 3 tahun, sementara penjualan ritel AS turun kurang dari perkiraan. “Kecemasan yang lebih buruk terhadap data ekonomi telah diantisipasi. Selera resiko menguat dipasar, dan sebagian mengalir menuju emas,” ucap Bill O’Neill, partner pada LOGIC Advisors. Emas menguat seiring inflasi di Cina dan India bertambah cepat di bulan Mei, memicu Beijing untuk menaikkan persyaratan modal perbankan dan mendesak India untuk menaikkan tingkat suku bunga pekan ini setelah pertumbuhan di dua negara besar di Asia ini
menunjukkan tanda perlambatan.

Data Ekonomi AS dan Cina Lambungkan Minyak Ke Atas $98
Harga minyak naik pada hari Selasa dan minyak brent menyentuh level tertinggi dalam lebih dari 5 pekan setelah data Cina dan AS mengindikasikan kokohnya perekonomian global, meredakan kecemasan atas berkurangnya tingkat permintaan minyak mentah. Kenaikan minyak brent melebihi minyak mentah di awal sesi dan mendorong selisih antara brent dan minyak mentah ke rekor tinggi diatas $22 per barel, sebelum kembali turun. Gangguan suplai minyak mentah di Libya dan Nigeria dan ketatnya pengiriman di North Sea menjaga penguatan minyak brent. “Ada indikasi data ekonomi AS akan mulai membaik bulan depan, dan jika kita melihat data penjualan ritel, terkecuali sektor otomotif yang
terpukul akibat gempa bumi Jepang, sebetulnya naik 0.3%,” ucap Amrita Sen, analis minyak pada Barclays Capital. Wall Street yang ikut pulih akibat data Cina
dan AS juga menambah sentimen positif minyak.

***English Version***

Failure to Raise the U.S. Debt Limit Bad For Market Risk

Federal Reserve Governor Ben Bernanke on Tuesday warned that failure to raise the limit on government debt that currently exist at 3.14 trillion U.S. dollars may potentially result in loss of credibility. Bernanke said that with no quick resolution to address the debt limit, the U.S. could lose its AAA debt rating, while the dollar as a reserve status may be threatened. “Even the temporary delays in the payment of government bonds or interest thereon may cause disruption in financial markets and payment system,” Bernanke said dalamm preparatory event sponsored Committee for Responsible Federal Budget. The lack of action taken can also be “fundamental menciptakankeraguan about U.S. credibility and damage to the dollar and oblgasi role in the global market for the long term,” Bernanke added.

Inflation Fears Lift Gold

Gold rose to close above $ 1.524 on Tuesday, ending a decline for 2 days in a row, driven by rising inflationary pressures in China and a sharp rise in industrial commodities, especially crude oil and copper. Chinese data show the rate of inflation is the fastest level in almost 3 years, while U.S. retail sales fell less than expected. “Anxiety is worse on the economic data have been anticipated. Tastes stronger market risk, and some flowed into gold,” said Bill O’Neill, partner at LOGIC Advisors. Gold rose as inflation in China and India grow rapidly in May, sparked by Beijing to raise capital requirements for banks and urged India to raise interest rates this week after growth in two major countries in Asia is showing signs of slowing.

U.S. Economic Data and catapulted China to top $ 98 Oil

Oil prices rose on Tuesday and Brent oil touched its highest level in more than 5 weeks after China and U.S. data indicate kokohnya global economy, relieve the anxiety of the reduced level of demand for crude oil. The increase exceeded Brent crude oil at the beginning of the session and encourage the difference between the Brent and crude oil to a record high above $ 22 per barrel, before heading back down. Crude oil supply disruptions in Nigeria and Libya and the tight delivery in North Sea Brent oil to maintain reinforcement. “There are indications that U.S. economic data is beginning to occur next month, and if we look at retail sales data, including the automotive sector is hit by the earthquake Japan, actually rose 0.3%,” said Amrita Sen, oil analyst at Barclays Capital. Wall Street is part of China recover from data and U.S. oil also adds a positive sentiment.


Emas Butuh Petunjuk Fed


Senin, 06 Juni 2011 16:14 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Emas lanjutkan penguatan setelah suramnya data tenaga kerja AS picu kekhawatiran atas perlambatan pemulihan ekonomi terbesar dunia dan pelonggaran moneter Fed lebih lanjut. Perusahaan AS lebih sedikit merekrut pegawai di bulan Mei, bahkan tingkat pengangguran naik menjadi 9,1%; ini timbulkan kecemasan goyahnya pertumbuhan ekonomi sehingga mendukung sentimen emas sebagai aset safe haven.

“Suramnya data ekonomi belakangan ini munculkan kemungkinan Quantitative Easing III,” kata Ong Yi Ling, analis Phillip Futures. “Meski terlalu dini berpikiran seperti itu namun Federal Reserve mungkin saja tempuh kebijakan tersebut jika indikator ekonomi AS terus memburuk. Ini dapat jadi katalis bagi emas lewati $1550 dan cetak rekor tinggi baru.”

Ketika Fed umumkan Quantitative Easing II pada bulan November 2010, emas reli dan cetak rekor untuk 4 sesi berurutan. “Sebelum ada petunjuk jelas dari Fed akan pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut, emas mungkin bergerak sideways, terjebak di kisaran $1.520 – $1.550,” ungkap trader yang diwawancarai Reuters. Analis teknikal Reuters, Wang Tao, juga lihat emas harus lewati resisten kuat berikutnya $1.553.

*****

Monday, June 6, 2011 16:14 pm
TODAY’S COMMODITY ANALYSIS

Gold continue strengthening after gloomy U.S. employment data triggers fears over slowing world’s largest economic recovery and further Fed monetary easing. U.S. companies recruit fewer employees in May, even the unemployment rate rose to 9.1%; this caused anxiety goyahnya economic growth that supports the sentiments of gold as a safe haven asset.

“gloomy economic data lately III raises the possibility of quantitative easing,” said Ong Yi Ling, an analyst at Phillip Futures. “Although too early to think like that but the Federal Reserve might be the travel policy if U.S. economic indicators continue to deteriorate. It can be a catalyst for gold passed $ 1,550 and printed a new high record.”

When the Fed announced quantitative easing II in November 2010, the gold rally and print the record for the fourth consecutive session. “Before there was a clear indication from the Fed will ease monetary policy further, gold may move sideways, stuck in the range $ 1,520 – $ 1,550,” said a trader who was interviewed by Reuters. Technicians Reuters, Wang Tao, also see strong resistance of gold must pass the next $ 1,553.


Market Outlook


Power Closing Kamis, 14 April 2011


MINYAK

Cadangan minyak AS merosot naikkan harga minyak


Minyak mentah diperdagangkan mendekati harga dua hari tertinggi di New York setelah sebuah laporan pemerintah AS menunjukkan pasokan bensin merosot tajam dalam 12 tahun di negara pengkonsumsi minyak mentah terbesar itu pada saat permintaan naik dan unit penyulingan menganggur. Kontrak berjangka minyak naik 0,8% kemarin setelah Departemen Energi AS mengatakan cadangan turun 7 juta barel pekan lalu menjadi 209,7 juta, terbesar sejak 9 Oktober 1998. Cadangan diperkirakan turun 1 juta barel konsumsi BBM naik tinggi dalam lebih dari 5 bulan. “Harga tinggi tidak cukup menghentikan permintaan untuk mengakhiri tren kenaikan,” kata Sean Brodrick, analis sumber daya alam Weiss Research, Jupiter, Florida. “Pengurangan cadangan bensin tujuh kali lebih besar dari apa yang diperkirakan orang-orang.” (By bisnis.com)

EMAS

Investor berlindung dari percepatan inflasi, emas lanjut reli

Harga emas lanjut reli untuk hari kedua di New York. Emas menguat ditengah spekulasi lonjakan harga komoditas dan rendahnya suku bunga akan mendorong permintaan aset lindung nilai terhadap inflasi. Riset GFMS Ltd. menyebutkan emas akan mencetak rekor di US$ 1.600 pada tahun ini. Pemicunya, karena investor memburu emas sebagai perlindungan atas percepatan kenaikan harga konsumen atau inflasi. Si kuning ini sudah menguat 26% di tahun lalu, dan mencapai rekor harga tertingginya di US$ 1.478/troy ounce, pada 11 April lalu. Frank Lesh dari FuturePath Trading LLC di Chicago menyebut, kita tidak bisa mengukur risiko yang ada di luar sana saat ini. Inflasi masih menjadi mata kunci di tahun ini. “Konflik di Libya dan Timur Tengah masih berlanjut, sementara AS belum terlihat untuk mengubah kebijakan suku bunganya di level rendah,” kata Frank. Presiden Federal Reserve Bank of Dallas Richard Fisher mengatakan, ada risiko inflasi AS di luar kontrol. Sementara, International Monetary Fund (IMF) telah memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi AS dan Jepang pada minggu ini. (By kontan.com)


Market Review Eropa


Modern-day meeting of the Federal Open Market ...

Image via Wikipedia

Market Review EROPA

Dollar menguat di bursa terhadap mata uang lainnya paska rilis minutes dari pertemuan Federal Reserve yang terakhir, terindikasi adanya laju pertumbuhan ekonomi AS semakin terakselerasi. Penurunan tajam harga komoditi, terutama emas, tembaga dan minyak juga memicu pelemahan mata uang terkait komoditi. Pasar saham Eropa anjlok juga di hari Rabu akibat keraguan yang timbul atas pemulihan ekonomi yang tampak tidak terlalu stabil. Terpantau saham logam & pertambangan yang memotori indeks Eropa setelah anjloknya harga komoditi di bursa Eropa & Asia.


Emas Bangkit dari Tekanan Dollar


5 Januari 2011   08:32

Emas kembali menguat hari Rabu, setelah tenggelam lebih dari 2% di sesi sebelumnya sejalan dengan penjualan komoditi besar-besaran seiring penguatan dollar AS yang menekan harga.

Spot emas menguat 0.3% di $1,383.40 per ons, pulih dari rendahnya 2 minggu di $1,372 yang terjadi disesi sebelumnya.
Kontrak emas naik 0.4% di $1,383.6.
Kepemilikan di SPDR Gold Trust, turun ke rendahnya selama 7 bulan di 1,276.472 ton pada 4 Januari 2011.
Para pejabat Federal Reserve di bulan Desember merasa bahwa pemulihan ekonomi di AS masih lemah guna menerapkan dukungan monter walaupun adanya penguatan sinyal pertumbuhan, diperlihatkan oleh hasil pertemuan Feds hari Selasa.
Dollar bertahan stabil di awal sesi Asia dalam pulihnya dukungan harapan terhadap ekonomi AS, sementara dollar Australia sempat tertekan oleh koreksi yang dialami komoditi.