Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Duduk

Market Outlook Today


English: The Hongkong and Shanghai Banking Cor...

English: The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited 『HSBC Premier Centre』Ikebukuro Branch 日本語: 香港上海銀行 『HSBCプレミアセンター』 池袋支店(店番:150) (Photo credit: Wikipedia)

EMAS

 

Komoditi Emas pada perdagangan kemarin bergerak melemah lebih dari 1%, melemahnya komoditi ini dipicu oleh kekhawatiran para pelaku pasar mengenai kondisi ekonomi global dan beberapa komoditas lain termasuk minyak mentah juga turut melemah. Lesunya bursa saham yang didorong oleh laporan keuangan perusahaan-perusahaan yang mengecewakan berimbas melemahnya Logam Mulia. Beberapa komoditi lain ikut melemah seiring dengan kekhawatiran mengenai krisis ekonomi di kawasan Eropa, di hari Senin lalu Moody’s menurunkan rating lima wilayah di Spanyol.

 

AUD/USD

 

Mata uang Aussie bergerak menguat pada perdagangan di hari Rabu pagi seiring rilis data inflasi konsumen di Australia menunjukkan tingkat inflasi kuartalan yang lebih besar dari estimasi, dengan kondisi tersebut aussie rebound dari level terendah dalam lebih dari satu minggu belakangan. Kenaikan inflasi tersebut sedikit menutup ruang bagi RBA untuk menurunkan suku bunga. Aussie pada perdagangan kemarin sempat melemah tajam seiring dengan lesunya bursa saham, kemarin aussie sempat melemah hingga ke level 1.0236 terendah sejak tanggal 15 Oktober.

 

HANGSENG

 

Bursa saham Hongkong bergerak melemah pada perdagangan tadi pagi, bursa saham melemah seiring dengan sentimen negatif yang menyambangi bursa saham Asia akibat lesunya laporan-laporan keuangan di bursa saham Wall Street yang melemah cukup signifikan. Ada beberapa saham yang bergerak bervariasi diantaranya adalah HSBC dan  Henderson Land bergerak melemah, sementara itu Hangseng Bank Limited dan SHK Properties bergerak menguat.


Market Outlook Today


Cheung Kong Center

Cheung Kong Center (Photo credit: Wikipedia)

EMAS

 

Komoditi Emas ditutup melemah diakhir minggu.

 

Komoditi Emas ditutup melemah pada perdagangan diakhir minggu lalu seiring dengan kekhawatiran yang kembali muncul mengenai ketidakpastian rencana bailout Spanyol, ketidakpastian mengenai rencana bailout Spanyol menjadi faktor negatif yang dominan di pasar. Sementara itu rilis data ekonomi yang cukup baik dari AS mengakibatkan pasar kurang tertarik untuk mengoleksi emas yang merupakan aset safe haven tradisional.

 

USD/CHF

 

Franc Swiss melemah akibat antisipasi perlambatan sektor produksi

 

Mata uang Franc Swiss bergerak melemah terhadap Dollar AS setelah dibuka pada 0.9328 dipembukaan perdagangan, menjelang laporan dari Federal Statistical Office yang akan dirilis siang nanti data terkini mengenai perkembangan harga umum di tingkat produsen. Franc Swiss mulai bergerak melemah terkait dengan kemungkinan adanya perlambatan pada sektor tersebut. Sejumlah ekonom memperkirakan bahwa indikator PPI m/m dapat menunjukkan pertanda yang kurang menggembirakan dan diduga hanya akan tumbuh sebesar 0.3% dari nilai pada periode sebelumnya yang dapat tumbuh sebesar 0.5%.

 

HANGSENG

 

Indeks Hangseng menguat tipis

 

Bursa saham Hongkong bergerak sedikit menguat pada awal perdagangan minggu ini, menguatnya bursa saham ini terbatas di tengah rilis data inflasi China yang melambat. Inflasi bulan September China melambat ke level 1.9% dari 2% di bulan Agustus. Ada beberapa saham yang bergerak bervariasi diantaranya adalah Cheung Kong, HSBC bergerak melemah, sedangkan Hangseng Bank Ltd bergerak menguat.


Market Outlook Today


Financial ratings of european States by Fitch ...

Financial ratings of european States by Fitch Ratings (Photo credit: Wikipedia)

EMAS

Komoditi Emas ditutup merosot pada perdagangan diakhir minggu lalu, merosotnya komoditi ini selama dua hari berturut-turut di tengah menguatnya nilai tukar dolar AS dan permintaan terhadap komoditi Emas menurun. Indeks Dolar mengalami peningkatan cukup signifikan sebesar 0.6% terhadap enam rival mata uang utamanya di tengah kekhawatiran pertumbuhan ekonomi melambat. Komoditi Emas telah menguat sebesar 11% selama kuartal kedua dan ini merupakan kenaikan kuartalan terbesar sejak bulan Juni 2010.

GBP/USD

Poundsterling merosot tajam pada perdagangan diakhir minggu lalu, sterling merosot dipicu oleh meningkatnya resiko downgrade atas peringkat hutang Inggris paska peringkat kredit Fitch Ratings memperingatkan adanya potensi bahwa hutang pemerintah akan membengkak melebihi perkiraan sebelumnya. Fitch masih mempertahankan rating ‘AAA’ Inggris meskipun dengan outlook yang tetap negatif, namun lembaga pemeringkat tersebut tidak menjamin top rating itu akan dapat bertahan hingga 2014. Dalam minggu ini para investor sedang menantikan pada hasil survey PMI Inggris sore nanti guna untuk mengukur kemungkinan ekonomi Inggris keluar dari resesi, dan juga sedang menanti pada keputusan rating kredit Spanyol oleh lembaga pemeringkat Moody’s Investor Service yang diperkirakan Spanyol akan tertekan downgrade rating menjelang laporan stress test perbankan Spanyol yang kemungkinan akan menunjukkan kekurangan modal sekitar 60 M Euro.

NIKKEI

Pada awal perdagangan minggu pagi ini bursa saham Jepang bergerak melemah, dan diawal semester keempat tahun 2012 ini sentimen umum di pasar Asia cenderung lesu. Rilis data indeks manufaktur Tankan di Jepang menunjukkan terjadi penurunan aktivitas di sektor manufaktur di kuartal ke III lalu. Indeks manufaktur Tankan berada di level -3 poin, turun dari -1 poin pada kuartal ke II.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas bergerak stabil pada perdagangan di hari Senin awal minggu pagi paska peluncuran QE III minggu lalu, menguatnya komoditi ini masih stabil di kisaran tertinggi dalam tujuh bulan belakangan. Dolar AS yang berada dalam tekanan mengakibatkan komoditi Emas menguat cukup signifikan. Dorongan positif pada komoditi ini masih diperoleh dari kebijakan QE III yang memang sudah diharapkan. Komoditi Emas pada perdagangan minggu lalu  menggenapi peningkatan mingguan untuk empat kali berturut-turut, para investor meningkatkan pembelian Emas yang merupakan sarana hedging tradisional di saat bank sentral melakukan ekspansi moneter.

GBP/USD

Sterling bergerak menguat pada perdagangan minggu lalu setelah peluncuran QE III, dan diawal minggu pagi tadi Sterling berbalik melemah terhadap Dollar AS. Sentimen negatif terhadap Sterling Inggris dipantau menguat setelah Rightmove menyampaikan bahwa sektor perumahan tersebut masih menunjukkan kinerja negatif di bulan Agustus meskipun sedikit membaik dari kinerja di bulan Juli. Dari perkembangan tersebut ditunjukkan dengan adanya perbaikan pada indikator ekonomi Rightmove HPI m/m yang namun masih menunjukkan kontraksi -0.6% dari nilai periode lalu yaitu -2.4%.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong dibuka pada perdagangan di hari Senin pagi awal minggu ini bergerak menguat terbatas, bursa saham Hongkong masih dipengaruhi oleh sentimen positif dari bursa AS yang diakibatkan euphoria kebijakan QE III dari The Fed. Diperkirakan pada perdagangan hari ini bergerak terbatas seiring dengan bursa saham Jepang libur untuk merayakan hari penghormatan para tetua.


Market Review


US Retail Sales 1992–2010

US Retail Sales 1992–2010 (Photo credit: Wikipedia)

Market Review

EUR/USD closing 1.2662, high 1.2692, low 1.2432, XAUUSD C:1597.95, H:1606.85, L:1551.35, CO-LS C: 84.87, H: 85.34 L: 78.28. Dow C: 12808, H: 12834, L: 12479.

Minyak melonjak lebih dari 6% pada hari Jumat, menuju kenaikan harian terbesar dalam lebih dari setahun, pasca pemimpin di Eropa mengambil langkah untuk membantu perbankan zona Eropa yang bermasalah dan menjaga nilai tukar euro. Euro melonjak hampir 2%, dan bursa saham dunia serta emas juga ikut rally pasca pemimpin zona Eropa setuju untuk membiarkan dana bantuan mereka mengalirkan bantuan langsung menuju bank yang bermasalah dan mengintervensi pasar obligasi guna membantu negara anggota yang bermasalah. Bursa saham AS menutup hari perdagangan terkhir di kuartal kedua dengan kenaikan tajam seiring Wall Street merayakan kesepakatan oleh pemimpin Uni Eropa untuk membantu bank kawasan Eropa yang bermasalah. Data ekonomi hari ini adalah Tankan manufacturing dan non-manufacturing index dari Jepan, HSBC manufacturing PMI dari Cina, retail sales, SVME PMI dari Swiss, manufacturing PMI dari Inggris, jobless rate dari zona Eropa, ISM manufacturing PMI dari AS.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas pada perdagangan kemarin bergerak menguat, komoditi Emas membukukan peningkatan di tengah indikator teknikal yang mengisyaratkan bahwa kenaikan yang terjadi minggu lalu akan berlanjut, akan tetapi sepanjang bulan April harga melemah tipis. Selama sebulan di bulan April Emas bergerak melemah sebesar 0.2%, penurunan bulanan ini adalah yang ketiga kalinya berturut-turut penurunan bulanan yang telah terjadi selama tiga bulan tersebut adalah yang terpanjang sejak tahun 2000.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa pada perdagangan kemarin bergerak melemah tipis terhadap Dolar AS, investor juga terlihat berhati – hati dalam membeli mata uang ini menjelang pemilu di Perancis dan Yunani pada akhir minggu ini serta pertemuan kebijakan ECB di hari Kamis lusa yang beresiko menghadirkan tekanan bagi mata uang tunggal Eropa ini. Di sisi lain Euro juga gagal memperoleh traksi terhadap greenback meskipun beberapa data ekonomi AS yang telah dirilis kemarin mensinyalkan jika pemulihan ekonomi mulai kehilangan momentum, sebuah kondisi yang akan memperbesar kemungkinan pelonggaran moneter lanjutan dari the Fed. Dengan sebagian besar pasar Eropa ditutup di hari ini untuk May Day maka perdagangan di pasar mata uang diperkirakan berlangsung relatif tenang.

NIKKEI

Bursa saham Jepang kembali dibuka pada perdagangan di hari Selasa pagi setelah kemarin ditutup karena peringatan hari Showa, bursa saham Jepang mengawali bulan Mei dengan membukukan penurunan yang cukup signifikan, para eksportir kembali tertekan akibat nilai tukar Yen menguat terhadap mata uang rival. Ada beberapa saham yang bergerak melemah terutama tekanan terjadi pada sektor eksportir diantaranya adalah Saham Sony dan Yamada Denki.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas ditutup menguat pada perdagangan kemarin seiring menyusul tingginya ekspektasi bahwa The Fed akan meluncurkan stimulus lanjutan guna mendukung pemulihan ekonomi Amerika. Pandangan tersebut bersamaan dengan pemangkasan peringkat kredit Italia oleh lembaga pemeringkat S&P kemarin turut menopang minat investor pada aset safe haven. Saat ini pelaku pasar cenderung bersikap wait and see sebagai antisipasi berbagai kemungkinan langkah yang akan diambil oleh The Fed dalam pertemuan ini. Meskipun saat ini kemungkinan The Fed akan kembali meluncurkan stimulus keuangan guna menanggulangi perlambatan ekonomi Amerika. Akan tetapi jika berlaku sebaliknya ternyata langkah yang diambil The Fed tidak sesuai dengan ekspektasi, atau bahkan mengulur waktu sembari membiarkan ekonomi Amerika pulih berangsur ‐ angsur dengan sendirinya maka kondisi tersebut jika terjadi maka justru berpotensi melemahkan logam mulia ini.

EUR/USD

Pimpinan Uni Eropa tengah berjuang untuk mencegah penularan krisis utang ke negara yang lebih besar sejak Yunani terima bailout pertamanya pada tahun lalu. Survei Barclays Capital menunjukkan sebesar 25% investor memprediksi  Uni Eropa diperkirakan akan bubar, ECB sejak awal bulan lalu telah membeli obligasi pemerintah Spanyol dan Italia demi mencegah lonjakan yield dan sejauh ini upaya tersebut berhasil menurunkan biaya pinjaman obligasi Spanyol yang bertenor 10 tahun sebanyak 70 bps menjadi 5,34%. Tindakan bank sentral dilakukan untuk mencegah kejatuhan harga obligasi yang tidak masuk akal, dengan pertimbangkan situasi di masing-masing negara.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong mengalami pelemahan hal ini berlawanan dengan pergerakan sebagian bursa saham di Asia pada hari ini, bursa saham Hongkong mengalami penurunan karena sebagian besar saham berkapitalisasi besar di bursa mengalami penurunan di mana sektor keuangan dan energy menjadi pendorong utama penurunan hari ini. Adapun saham – saham yang mengalami pergerakan penurunan diantaranya adalah saham HSBC, saham Henderson Land, dan saham Cheung Kong. Di perkirakan Indeks Berjangka Hangseng pada perdagangan hari ini berpotensi melemah tapi cenderung terbatas.

Posted with WordPress for BlackBerry.



EMAS

Komoditi Emas masih terus mendaki dan mencetak rekor baru di hari kedua, salah satu pemicunya setelah the Fed menyatakan akan tetap menahan suku bunga acuan di level terendah hingga pertengahan 2013. Namun harga emas mulai beranjak turun setelah pasar saham AS mengalami reli, rupanya investor tengah mempelajari pernyataan kebijakan yang dikeluarkan the Fed. Jika dilihat dalam setahun belakangan harga emas sudah melonjak sebesar 45% seiring adanya aksi buyback obligasi oleh the Fed dalam dua ronde quantitative easing. Sebenarnya investor kecewa karena the Fed sama sekali tidak menyinggung mengenai program quantitative easing 3, namun pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak akan terlalu gencar dalam menstimulasi ekonomi.

MINYAK

Komoditi minyak rebound dari posisi terendahnya dalam 10 bulan terakhir di New York. Investor bertaruh bahwa permintaan minyak akan kembali naik akibat menyusutnya cadangan minyak. Data American Petroleum Institute (API) menunjukkan cadangan minyak juga mengalami penyusutan terbesar sejak Juni. Selain itu pernyataan the Fed bahwa bank sentral akan mempersiapkan sejumlah kebijakan untuk mendongkrak perekonomian juga turut memicu lonjakan harga minyak. Dengan demikian ini merupakan kenaikan pertama dalam tiga hari setelah the Fed menyatakan akan menahan suku bunga mendekati 0% hingga pertengahan 2013.

GBP/USD

Pada perdagangan di hari Selasa Sterling melemah ke level terendahnya yang mendekati tiga minggunya terhadap dollar AS, ditekan oleh permasalahan BoE kemungkinan pada dikeluarkannya penilaian yang biasa saja pada perekonomian dalam laporan kuartalannya. BoE merilis perkiraan inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang rencananya akan di rilis hari ini, dan investor akan melihat petunjuk pada apakah pengambil kebijakan berada untuk mendekati pelonggaran moneternya lebih lanjut untuk mendukung recovery ekonomi, khususnya setelah pada awalnya pelemahan data manufaktur dan perdagangan Inggris.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong anjlok pada perdagangan di hari Selasa kemarin ke level terendah sejak Juli 2009 lalu, setelah penurunan tajam Wall Street dan data inflasi yang lebih tinggi dari yang di perkirakan dari China. Dan pada perdagangan di pagi ini Bursa saham Hongkong terjadi kenaikan yang tinggi, bursa saham Hongkong melejit tajam setelah keyakinan para pelaku pasar terhadap bursa-bursa saham global kembali terangkat menyusul janji Fed akan ketersediaan langkah-langkah khusus untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi yang saat ini sedang melambat.


Market Overview Today


MINYAK

Pada penutupan perdagangan dini hari tadi harga minyak mentah tampak mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Harga minyak mentah menguat karena investor menyerbu aset-aset berisiko seperti saham dan menawar harga tinggi atas Euro di tengah optimisme bahwa Eropa akan bertindak mengatasi krisis utang. Minyak mentah reli hari kedua di New York karena terpicu spekulasi penyusutan cadangan dan sinyal pemulihan ekonomi di AS. Hal ini mengindikasikan permintaan bahan bakar di negara pengonsumsi minyak mentah terbesar di dunia itu akan meningkat. Harga minyak lanjut reli setelah American Petroleum Institute (API) menyebut pasokan minyak mentah AS jatuh paling besar dalam enam pekan terakhir. API merilis pasokan turun 5,2 juta barel menjadi 354,2 juta barel. Ini merupakan penurunan terbesarnya sejak pekan yang berakhir 3 Juni. Sementara Departemen Energi AS baru akan merilis laporannya hari ini. Survei Bloomberg memprediksi Departemen Energi akan melaporkan stok turun 2 juta barel minggu lalu. Ini adalah penurunan cadangan untuk pekan yang ketujuh. Selain itu sentimen positif ekonomi AS muncul setelah kemarin Departemen Perdagangan menyebutkan pembangunan rumah di AS pada Juni naik 15% dibanding bulan sebelumnya. Ini merupakan laju tercepatnya dalam lima bulan terakhir.

EMAS

Harga emas ditutup melemah meskipun sempat membukukan rekor tertinggi di $1609.50/troy ounce. Hal ini menjadikan Emas gagal melanjutkan penguatan beruntunnya setelah sebelumnya berhasil mencatat rekor penguatan beruntun terpanjang dalam 11‐sesi terakhir yang menyamai rekor pada 1975 silam. Sejauh ini Emas telah mencatat kenaikan sebesar 13% sepanjang 2011 dan potensial menjadikannya rekor kenaikan beruntun tahunan dalam 11 tahun terakhir, yang akan merupakan rekor kenaikan beruntun terpanjang sejak 1920. Emas ditutup melemah sebesar 1% tertekan progres positif penanganan krisis hutang Amerika yang meredam minat investor pada aset safe haven. Demikian juga harga perak yang turun sebesar 4% setelah sempat membukukan kenaikan tertinggi sejak awal Mei silam di $40.85/troy ounce. Namun demikian diperkirakan kekhawatiran pada kondisi hutang Uni Eropa masih belum berakhir dan saat ini pelaku pasar masih menantikan data Euro zone summit dimana diharapkan akan ada solusi permanen guna menangani krisis hutang kawasan tersebut. Kondisi ini masih berpotensi menyokong laju kinerja Emas untuk menembus level tertinggi berikutnya.

EUR/USD

Uni Eropa juga masih belum menemukan kata sepakat dalam pemberian dana talangan (bailout) kedua untuk Yunani. Perhatian investor dalam beberapa pekan terakhir memang sedang tertuju pada potensi default utang Yunani dan negara-negara Uni Eropa lain seperti Spanyol dan Italia. Kendati demikian kepercayaan investor di Spanyol mendapat sentimen positif dari pasar keuangan pada Selasa kemarin. Hal ini diperlihatkan dari imbal hasil obligasi Italia untuk jangka waktu 10 tahun yang turun menjadi 5,7% dibanding sehari sebelumnya 7%. Sedangkan di Spanyol yield obligasi pemerintahnya melemah sebesar 0,15% menjadi 6,12%. Para pemimpin politik masih menemui jalan buntu dalam memutuskan batas utang yang akan jatuh tempo pada 2 Agustus mendatang. Kekhawatiran investor juga masih dirasakan investor Eropa menjelang konferensi tingkat tinggi (KTT) Uni Eropa di mulai hari Kamis besok.


Meski Tankan Buruk, Nikkei Kokoh


Meski Tankan Buruk, Nikkei Kokoh

Jumat, 01 Juli 2011 12:25 WIB
TODAY’S ANALYSIS STOCK INDEX
Di akhir pekan ini indeks bursa Nikkei Jepang masih terpantau kuat di kisaran positif.
Kondisi ini disokong oleh bursa Wall St. yang kembali ditutup menguat karena terbantu oleh upaya negara Yunani untuk menghindari kebangkrutan negara meskipun pogram stimulus Federal Reserve sudah berakhir.
Bahkan penguatan Nikkei mengabaikan paket data dalam negeri survei Tankan dimana angka tersebut muncul makin buruk.
Secara teknikal Nikkei saat ini bergerak di bawah level kunci 9900, yang mana ini merupakan level resisten untuk membuka pintu peluang menuju area psikologis 10000.

Sementara peluang koreksi akan membawa Nikkei kembali melemah menuju support 9840 dan 9800 hingga tahanan terakhir di 9740.