Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “dollar

Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas merosot cukup tajam pada perdagangan kemarin, merosotnya komoditi ini dipicu oleh kembalinya kekhawatiran mengenai memburuknya krisis utang di kawasan zona Euro akan tetapi permintaan safe haven berhasil menahan pelemahan komoditi ini tetap moderat. Ikut memicu merosotnya komoditi ini seiring amblesnya bursa saham AS dan merosotya harga Minyak mentah, tetapi penurunan komoditi Emas sedikit tertahan setelah IMF menyatakan akan melakukan diskusi dengan otoritas Yunani mengenai cara untuk membuat program-program ekonomi di Yunani kembali berjalan sesuai dengan rencana.

EUR/USD

Terjadi kabar kurang bagus di kawasan Ekonomi Uni Eropa menambah deretan berita negatif mengenai kawasan ekonomi tersebut, outlook peringkat kredit Jerman, Belanda dan Luxembourg diturunkan oleh Moody’s Investors Service menjadi berstatus negatif dari status stabil meskipun masih memiliki peringkat Aaa. Moody’s menyampaikan bahwa kemungkinan keluarnya Yunani dari kawasan ekonomi Uni Eropa semakin besar dan sedikit banyak akan mempengaruhi resiko kredit negara – negara tersebut.

HANGSENG

Bursa saham Jepang pada perdagangan di hari Selasa pagi bergerak melemah, melemahnya bursa saham Jepang ini dipicu oleh hasil akhir perdagangan di bursa saham Wall Street yang kurang menggembirakan memberikan dorongan negatif pada perdagangan di bursa saham Jepang pagi ini. Kekhawatiran mengenai memburuknya krisis utang Eropa masih menjadi perhatian para investor. Ada beberapa saham yang bergerak melemah terutama dari sektor teknologi diantaranya adalah Sony, Toshiba, Hitachi, dan Fujitsu.

Posted from WordPress for Android


Market Oulook Today


EMAS

Komoditi Emas menguat sebesar 1% pada perdagangan kemarin ke level tertinggi 6 minggu dipicu oleh penguatan mata uang tunggal Eropa menjelang akhir dari pertemuan zona Euro yang membahas masalah restrukturisasi utang Yunani. Melemahnya US dolar telah memicu menguatnya Komoditi Emas dan juga Minyak setelah Jerman dan Perancis mendesak untuk segera dicapainya kesepakatan antara Yunani dan kreditor swasta untuk memangkas utang Yunani guna mencegah default. Rendahnya suku bunga akan menopang minat beli investor pada komoditi ini, sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan The Fed nampaknya akan memberikan indikasi bahwa suku bunga baru akan dinaikkan pada semester pertama 2014 mendatang.

GBP/USD

Sterling menguat hingga ke titik tertinggi 2 minggu terhadap US dollar pada perdagangan kemarin, terutama ditopang oleh pembelian lembaga kliring Inggris serta ekspektasi bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga di level rendah untuk periode yang lebih panjang. Sentimen di bursa juga dipengaruhi oleh negosiasi yang tengah berjalan antara pemerintah Yunani dengan kreditur swasta untuk merestrukturisasi utang Yunani. Para kreditur mengatakan di hari Senin bahwa mereka akan menyerahkan keputusan batas kerugian yang akan mereka tanggung atas obligasi Yunani pada pengadilan tinggi Uni Eropa serta IMF. Persepsi pasar menyikapi perkembangan ini masih positif meskipun masa depan Yunani sebenarnya masih belum pasti.

NIKKEI

Bursa saham Jepang menguat terbatas dipicu oleh kenaikan harga logam dan Emas, dan perdagangan di hari Selasa pagi ini cenderung positif meskipun beberapa bursa saham di Asia masih libur merayakan Imlek. Harapan para investor mengenai kelanjutan positif dari pembicaraan utang Yunani juga masih menjadi motor kenaikan di bursa saham Jepang ini. Ada beberapa saham bergerak cukup bervariasi pagi ini diantaranya adalah Toyota dan Olympus bergerak menguat, sementara itu Sony bergerak melemah.  Di perkirakan Indeks Berjangka Nikkei pada perdagangan hari ini berpotensi bergerak melemah tapi cenderung terbatas.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas pada perdagangan di hari Kamis bergerak menguat signifikan di tengah kenaikan bursa saham AS dan optimisme bahwa IMF akan meningkatkan dana talangan untuk mengatasi krisis keuangan Eropa, Komoditi Emas ini mengalami rally selama 3 hari berturut – turut setelah Goldman Sachs melaporkan penghasilan yang berada di atas estimasi. Logam mulia menguat signifikan di hari Selasa lalu setelah pertumbuhan ekonomi China yang melambat memberikan sinyal bahwa PBOC akan melakukan ekspansi moneter. Di perkirakan Komoditi Emas Berjangka pada perdagangan hari ini berpotensi menguat setelah pasar kembali dihinggapi sentiment positif.

EUR/USD

Lelang sukses di Portugal dan Jerman ditambah dengan kemungkinan IMF menambah sumber dayanya untuk mengatasi krisis utang Eropa memicu Euro menguat sebesar 1% terhadap US Dollar dan Yen, Lelang bills di Jerman dan Portugal juga mendorong indeks regional. Pemerintah Jerman menjual 3,44 M Euro tenor dua tahun dengan memberi yield terendah dalam sejarah yaitu sebesar 0,17%, sedangkan Portugal mengumpulkan 2,5 M Euro sesuai target dalam lelang T-bills dengan yield sesuai atau di bawah lelang sebelumnya. Hasil lelang ini menyusul lelang lain yang digelar beberapa negara bahkan yang terkena downgrade, serangkaian lelang sukses itu mengindikasikan bahwa bantuan likuiditas dari ECB melalui pinjaman murah 3 tahun mulai membuahkan hasil. Euro juga menguat berkat laporan IMF berencana menambah kapabilitas pinjamannya minimal $500 M untuk melindungi ekonomi global dari efek krisis utang Eropa, IMF mengatakan rencana itu muncul setelah mengidentifikasikan potensi pembiayaan hingga $1 triliun selama beberapa tahun ke depan. Pernyataan ini menimbulkan harapan IMF akan mampu meredam dampak krisis Eropa.

NIKKEI

Bursa saham Jepang pada perdagangan di hari Kamis pagi ini menguat cukup signifikan di tengah positifnya hasil perdagangan di bursa saham Wall Street semalam, Indeks S&P 500 ditutup di atas level 1300 poin yang belum pernah terlihat sejak bulan Juli tahun lalu. Ada beberapa saham yang bergerak menguat diantaranya adalah Sony, Toshiba, Toyota, dan Canon. Di perkirakan Indeks Berjangka Nikkei pada perdagangan hari ini berpotensi tapi cenderung terbatas.


Market Review AS & Eropa


Market Review AS & Eropa :

Harga minyak rally pasca OPEC diluar dugaan tidak menambah tingkat produksinya dan menyusul laporan mingguan pemerintah yang menunjukkan persediaan minyak mentah turun lebih dari perkiraan. Dollar menguat terhadap sejumlah mata uang utama, sementara emas turun $5.75, atau sekitar 0.3% untuk ditutup pada level $1,537.50 per ons. Wall Street ditutup turun untuk 6 sesi berturut-turut seiring kecemasan investor terhadap melambatnya pemulihan menyusul outlook suram dari Ben Bernanke dan pasca Beige Book dari Fed menunjukkan perlambatan di sejumlah wilayah. Data ekonomi hari ini adalah keputusan suku bunga dan pernyataan dari RBNZ, GDP dan household confidence dari Jepang, employment change dan unemployment rate dari Australia, trade balance Inggris dan keputusan suku bunga serta pernyataan dari BoE, keputusan suku bunga dan pernyataan dari ECB, trade balance dan jobless claims dari AS. Nikkei diperkirakan dalam kisaran 9,320 – 9,440.

EUR/USD closing 1.4584, high 1.4693, low 1.4562, XAUUSD C:1,537.50, H:1,546.10, L:1,531.45 CO-LS C:100.78, H: 101.89, L: 98.02. Dow C: 12,030, H: 12,085, L:12,015.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Bailout Yunani, Payrolls AS Picu EUR Bidik $1.4670



Senin, 06 Juni 2011 11:12 WIB

TODAY’S ANALYSIS FOREX

Mata uang tunggal Euro terus bertahan di kisaran kuatnya dalam 1-bulan terhadap USD di hari Senin setelah akhir pekan lalu tim “troika” (Uni Eropa, European Central Bank dan IMF) sepakat untuk memberi bantuan internasional berikutnya bagi negara Yunani di awal bulan Juli.
Euro turut makin perkasa setelah dollar A.S terpukul oleh buruknya angka tenaga kerja (Non-farm payrolls/NFP) yang juga menghantarkan tingkat pengangguran meningkat tipis menjadi 9,1% dari sebelumnya 9,0%.

“Pasar tenaga kerja masih sangat lemah dan jika kondisinya tetap seperti ini, Federal Reserve mungkin tidak akan menaikkan suku bunga hingga dalam 12 bulan mendatang”, ungkap Kathy Lien, direktur riset valas pada GFT.

“Angka tenaga kerja AS yang lemah akan memberikan dukungan positif untuk EUR/USD belum lagi investor terus disemangati bahwa ECB masih memiliki rencana untuk menaikkan suku bunga pada musim panas ini,” imbuhnya.

Secara teknikal resisten terdekat berikutnya untuk EUR berada di $1.4670 kemudian $1.4700. Sementara bila EUR sanggup mendobrak lagi level $1.4620, pergerakan akan sedikit bearish menuju support terdekat di level $1.4580 dan $1.4520

****

Greece bailout, U.S. payrolls Trigger Shutter $ 1.4670 EUR

Monday, June 6, 2011 11:12 pm

TODAY’S FOREX ANALYSIS

Euro single currency continues to survive in the strong range in 1-month high against the USD on Monday after last weekend’s team “troika” (the European Union, the European Central Bank and the IMF) have agreed to give international aid next to the Greek state at the beginning of the month July.
The euro also more powerful after the U.S. dollar hit by poor rates of labor (Non-farm payrolls / NFP), which also delivers the unemployment rate increased slightly to 9.1% from 9.0% previously.

“The labor market is still very weak and if the conditions stay like this, the Federal Reserve might not raise interest rates until the coming 12 months, ” said Kathy Lien, director of currency research at GFT.

“The number of weak U.S. labor force will provide positive support for the EUR / USD continues encouraged investors not to mention that the ECB still has plans to raise interest rates this summer,” he added.

The next nearest technical resistance for the EUR was at $ 1.4670 and $ 1.4700. Meanwhile, when the EUR could break down again at $ 1.4620, the movement will be slightly bearish toward the nearest support level of $ 1.4580 and $ 1.4520


Menguatnya Dollar Memicu Penurunan Komoditi Emas, Minyak dan Perak


MINYAK

Minyak Turun Mendekati 1% Dibawah $99; Dollar AS

Kontrak minyak mentah As turun mendekati 1% hari Senin, dibawah $99 per barel, menghapus penguatan hari Jumat seiring menguatnya Dollar terhadap Euro ditengah kekhawatiran masalah hutang Yunani. Kontrak minyak mentah NYMEX untuk bulan Juni diperdagangkan turun 94 sen ke sekitar $98.71 per barel, di perdagangan elektronik Globex, setelah merosot lebih dari 1 dollar di level $98/50 sebelumnya. Minggu lalu minyak mentah naik $2.47 atau 2.5%, mendapat kepulihan ringan dari rekor $16.75 dalam kejatuhan mingguan di 6 Mei.

EMAS
Emas-Perak Bergerak Turun

Emas dan perak bergerak turun hari Senin, seiring dollar yang bertahan stabil terkait kekhawatiran hutang Eropa sebelum para menteri keuangan Eropa akan membahas bantuan untuk Portugal. Spot emas bergerak turun 0.1% ke level $1,491.45 per ons, setelah menutup minggu lalu nyaris flat. Kontrak emas AS juga turun 0.1% ke $1,492. Spot emas turun 0.3% ke $35.17, melanjutkan kejatuhan yang mendekati 1% minggu lali. Perak AS menguat 0.6% ke level $35.21.

Logam mulia dalam tekanan akibat menguatnya dollar AS, yang terangkat oleh data inflasi AS dan kejatuhan Euro ke rendahnya 6 minggu terhadap dollar AS.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Dollar Bukan Lagi Safe Haven?


Dollar bukan lagi safe haven?

Dollar terjungkal menghadapi hampir semua mata uang dunia di tengah gelombang risk appetite yang mencari aset berisiko. Risk appetite masih menguasai pasar di tengah penguatan saham yang ditopang oleh kinerja keuangan perusahaan AS yang bagus. Laporan itu mengindikasikan kondisi ekonomi terus membaik. Perusahaan Apple, yang merupakan benchmark sektor teknologi, mencatat kinerja yang memuaskan. Data ekonomi AS, yaitu existing homes sales, naik 3,7%. Meski ekonomi AS membaik, hal itu tidak serta merta membuat the Fed berniat mengubah kebijakannya dalam waktu dekat. Para pejabatnya mengakui ekonomi membaik, tapi mereka tidak melihat inflasi sebagai ancaman. Bahkan banyak kalangan melihat the Fed tidak akan mengubah kebijakannya selama tahun ini. Karena prospek inilah, dollar kehilangan daya tariknya. Bahkan bisa dikatakan dollar saat ini kehilangan status safe haven-nya. Gelar ini bisa diraih kembali oleh dollar bila terjadi perubahan kebijakan moneter. Tapi ini sepertinya masih lama.

Penguatan saham global, di tengah kinerja keuangan korporat yang mengesankan, dan kenaikan harga komoditas, menambah daya tarik mata uang ber-yield tinggi dan produsen sumber daya alam.

Euro berhasil menembus $1,45, tertinggi dalam 15 bulan terakhir. Di tengah kenaikan harga Minyak dan Emas, Aussie melesat ke rekor tertingginya $1,06. Selain karena risk appetite, Euro terangkat karena prospek kenaikan rate ECB dan hasil lelang surat utang Spanyol yang sukses. Data terjadwal hari ini asalah satunya adalah indeks sentimen bisnis Jerman hasil survei Ifo. Indeks itu diperkirakan sedikit turun ke 110,5 di April dari 111,1 di Maret. Kenaikan tak terduga akan menambah laju euro. Pasar juga akan mencermati hasil lelang obligasi Spanyol malam nanti.

Namun, para analis khawatir penguatan Euro mulai mendekati puncaknya, terutama bila Yunani harus merestrukturisasi utangnya. Salah satu pejabat Jerman kemarin mengatakan restrukturisasi utang Yunani tidak bisa dihindari. Bila restrukturisasi ini juga terjadi pada Irlandia dan Portugal bahkan Spanyol, dampaknya terhadap bank Eropa dan ekonomi secara keseluruhan akan membuat Euro terdepresiasi. Bila skenario itu terwujud, dollar akan meraih kembali status safe haven.

Seperti Euro,  Sterling juga melaju kencang. Mata uang Inggris itu berhasil menggapai $1,64. Laju the cable akan diuji oleh data utang publik dan penjualan ritel yang akan diumumkan hari ini. Bertambahnya utang dapat menghentikan laju Sterling. Sementara itu di AS, data terjadwal antara lain initial jobless claims, Philadelphia Fed dan leading indicator. Data yang bagus mungkin bisa mendorong saham, namun tidak banyak membantu dollar karena tidak akan mengubah kebijakan the Fed. Psar juga menantikan laporan keuangan General Electric dan Morgan Stanley.

Posted with WordPress for BlackBerry.


BREAKING NEWS SELASA, 08 MARET 2011


EUR/USD

Euro koreksi, dollar rally

Euro terkoreksi setelah pengerakkannya tertahan di kisaran $1,40, di tengah surutnya eforia suku bunga ECB dan munculnya kembali kecemasan soal krisis utang. Euro melesat sejak Presiden ECB Jean-Claude Trichet mengejutkan pasar dengan mengatakan suku bunga mungkin naik secepatnya bulan depan. Hal ini diamini oleh anggota dewan ECB Lorenzo Bini Smaghi. Selama ini, negara maju memberlakukan kebijakan longgar, oleh karenanya, isu kenaikan suku bunga adalah hal yang besar.  Setelah berhasil membawa euro ke $1,40, pasar belum berani mendorong lebih jauh lagi tanpa ada alasan. Alhasil, euro tersendat di level itu, kesulitan melaju lebih lanjut. Belum ada lagi pejabat ECB yang memberikan pernyataan hawkish. Bila ada, mungkin euro bisa menguat lagi.  Alih-alih mendegar pernyataan hawkish baru, pasar malah mendapat berita yang terkait isu krisis utang. Lembaga pemeringkat Moody’s Investor Service menurunkan rating Yunani sebanyak tiga tingkat dengan outlook negatif, artinya kemungkinan penurunan lagi. Hal ini dilakukan karena upaya negara itu mengurangi utangnya belum cukup.

Euro kini bertengger di $1,3970an, melemah dari high semalam $1,4035. Prospek mata uang tunggal Eropa ini dalam jangka pendek tergantung pada pertemuan Uni Eropa Jumat nanti. Para pemimpin Eropa berupaya mendapatkan solusi komprehensif atas krisis utang. Rencananya, mereka akan merampungkan paket itu pada pertemuan 24-25 Maret. Pertemuan Jumat nanti merupakan rangkaian awal sebelum menuju konsensus 2 minggu berikutnya. Pergerakan euro akan tergantung pada faktor mana yang lebih kuat, isu kenaikan rate atau isu krisis utang. Tarik menarik di antara kedua hal itu membuat euro bergerak dalam range terbatas, atau konsolidasi. Dollar berhasil rebound terhadap rival utamanya, kecuali yen, menyusul kejatuhan saham dunia. Meski dollar kehilangan status safe haven-nya akhir-akhir ini karena konflik Timur Tengah dan kenakan harga minyak, kejatuhan saham mendorong investor kembali ke mata uang AS itu. Namun, penguatan dollar masihlah rentan di tengah membaranya konflik di kawasan itu, yang dapat membuat harga minyak semakin menjulang.

 

MINYAK

Jika kepepet, Amerika Serikat siap gunakan cadangan minyak

Dampak krisis di Timur Tengah merambah hingga ke Amerika Serikat (AS). Kabar terbaru, AS terus mempertimbangan semua opsi untuk menurunkan harga minyak. Opsi terakhirnya adalah menggelontorkan cadangan minyak negara adidaya tersebut. Maklum, harga minyak mentah di AS terus menanjak naik. Jumat (4/3) lalu, harga minyak naik US$ 3 menjadi US$ 105,17 per barel. Ini harga itertinggi sejak bulan September 2008. Itu sebabnya, Kongres AS menekan pemerintahan Barack Obama agar menyiapkan pasokan minyak untuk meringankan beban konsumen di AS. Kini harga bensin di SPBU AS terancam kembali naik di atas US$ 4 per galon. Mengutip VoA, Kepala Staf Gedung Putih William Daley mengatakan, Pemerintah AS prihatin dengan tingginya harga bensin yang dipicu oleh kemelut yang ada di Timur Tengah. Melonjaknya harga minyak ini dapat merugikan perekonomian AS yang sedang berjuang keluar dari resesi ekonomi. Menurutnya, menggunakan cadangan minyak AS menjadi salah satu pilihan yang sedang dipertimbangkan. “Tapi, kami juga mempertimbangkan faktor-faktor lain,” ujar Daley kepada stasiun televisi NBC di acara Meet The Press, Minggu (6/3) waktu setempat.

AS merupakan negara yang memiliki cadangan darurat minyak terbesar di dunia. Jumlahnya sekitar 727 juta barel. Apabila pasokan minyak terhenti atau terganggu, Pemerintah AS bisa mengalirkan minyak dari cadangan darurat tersebut kepada perusahaan-perusahaan minyak untuk dijual di pasar terbuka. AS menimbun cadangan minyak bumi sejak pertengahan tahun 1970-an, pasca embargo minyak oleh negara-negara Arab. Terakhir kali AS menggunakan cadangan minyaknya pada tahun 2005 silam, pasca mengamuknya Badai Katrina. Saat itu, penggunaan cadangan minyak sukses menurunkan harga minyak di AS sekitar 9%.