Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Dari (Persian)

Weekly Market Outlook 20 – 25 Juni 2011


Market Outlook 20 – 25 Juni 2011

15 dari 23 pedagang, investor, dan analis yang disurvei oleh Bloomberg mengatakan Komoditi Emas akan naik minggu ini. Komoditi Emas naik sebesar 7,5% tahun ini, mencapai harga tertingginya di $1,577.60/troy ounce pada tanggal 2 Mei 2011, karena investor mencari logam mulia sebagai perlindungan kekayaan terhadap kenaikan inflasi dan penurunan nilai mata uang.
Monetary Policy Meeting Minutes, RBA (Reserve Bank of Australia) pada 21 Juni 2011 pukul 08:30 WIB akan membahas kondisi ekonomi yang mempengaruhi keputusan mereka dalam menentukan tingkat suku bunga kedepan. Hasil yang positif akan men-support Aussie.

German ZEW Economic Sentiment dan German Ifo Business Climate Level indeks gabungan berdasarkan survei investor dan analis institusi Jerman, dan Level indeks gabungan terhadap manufaktur, bangunan, grosir dan pengecer. Laporan keduanya bulan ini di prediksi mengalami penurunan.

Existing Home Sales Jumlah bangunan yang terjual per tahun kecuali konstruksi yang baru di Amerika Serikat diprediksi akan mengalami penurunan, sebesar 4.83M, dari 5.05M. Apabila pada 21 Juni 2011 di rilis di bawah 4.83M, maka akan berdampak negatif bagi Dollar.

Monetary Policy Committee (MPC) meeting minutes, Bank of England (BOE) Pada tgl 22 Juni 2011 akan mengadakan pertemuan mengenai kebijakan moneter, yang mempengaruhi keputusan mereka dalam menentukan tingkat suku bunga kedepan. Hasil yang positif akan menguntungkan Sterling.

FOMC (Federal Open Market Committee) Statement Bank sentral Amerika Serikat pada tgl 22 Juni 2011 akan menyampaikan pernyataannya mengenai ekonomi Amerika, di barengi dengan penetapan tingkat suku bunga  pada Federal Funds Rate. dilanjutkan dengan FOMC Press Conference. Diprediksi The Fed tetap mempertahankan tingkat suku bunga di bawah 0.25%.

Inflation Report Hearings, Gubernur BOE (Bank of England) dan beberapa anggota MPC (Monetary Policy Committee) Pada tanggal 23 Juni 2011 akan menyampaikan testimoni mengenai inflasi. Pernyataan yang optomistik akan berdampak positif bagi Poundsterling.

New Home Sales. 

Jumlah rumah baru yang terjual di Amerika Serikat yang akan di rilis pada tgl 23 Juni 2011, di prediksi mengalami penurunan tipis, sebesar 311.000, dari 323.000. Apabila di rilis di bawah 311.000 maka akan berdampak negatif bagi Dollar.

BOE (Bank of England) Gov King Speaks, Gubernur Bank of England – Mervyn King Akan menyampaikan pidatonya pada 24 Juni 2011 pukul 16:30 WIB mengenai kebijakan moneter Inggris. Pernyataan yang optimistik akan menguntungkan Poundsterling.

Untuk indikator ekonomi global pada minggu ini tidak banyak rilis data ekonomi global yang penting, namun pengumuman suku bunga the Fed pada Rabu malam nanti akan jadi perhatian besar pasar, walau kemungkinan masih akan bertahan rate-nya. Secara umum agenda rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

Dari kawasan Amerika: Berupa rilis data Existing Home Sales pada Selasa malam; kemudian pengumuman Federal Funds Rate yang keumungkinan besar bertahan di level 0.25% pada Rabu tengah malam; berlanjut dengan rilis New Home Sales serta rilis tenaga kerja Unemployment Claims mingguan yang biasa menjadi perhatian pasar pada Kamis malam; terakhir adalah Core Durable Goods Orders pada Jumat malam.

o Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa pengumuman German ZEW Economic Sentiment pada Selasa sore; serta German Ifo Business Climate di waktu Jumat petang.

Minggu lalu di Pasar Forex Nilai tukar mata uang dollar mengalami penguatan secara umum lebih di akibatkan melemahnya mata uang Euro di minggu yang kedua, di tengah menguatirkannya situasi menuju ‘default’ untuk Yunani.

Index dollar terpantau naik ke level 75.445 dari yang pernah di 73’an.
Minggu yang lalu Euro terus melemah di minggu yang kedua oleh situasi makin terkungkungnya perekonomian Yunani, yang kemudian rebound di akhir minggu dengan EUR/USD bertengger di level 1.4305. Untuk minggu ini market range-nya akan berada antara resistance pada 1.4690 dan 1.4940, sedangkan level support di 1.4253 dan kemudian pada 1.3970.

Poundsterling Pada minggu lalu juga terkoreksi terhadap dollar, walau tidak setajam Euro, dan berakhir di level 1.6177. Untuk minggu ini, level Resistance terdekat pada 1.6548 dan kemudian 1.6747, sedangkan Support kalau tembus 1.6059 akan berada pada 1.5932 dan kemudian 1.5752.
Untuk USD/JPY Secara umum minggu lalu melemah terbatas dan ditutup di 80.01, pasar di minggu ini berada di antara Resistance pada 82.27 dan 85.59, serta Support level pada 78.82.

Sementara itu Aussie dollar terpantau seminggu lewat menguat terbatas yang berakhir di 1.0617. Range minggu ini masih di antara resistance 1.0887 dan 1.10 sementara support level di 1.0440 dan 1.0288.

Untuk pasar di Stock Index Futures pada minggu lalu di regional Asia masih terus melorot di minggunya yang ketujuh secara umum, tertekan oleh kekuatiran akan sentiment situasi ekonomi di Yunani dan Eropa.

Indeks Nikkei sementara ini masih tetap konsolidasi, berakhir di 9375. Rentang pasar saat ini antara level resistance di 10300 dan kemudian ke level 10875, serta support pada level 9360 dan lalu 8370. Sementara itu,
Indeks Hangseng Berjangka di Hongkong minggu lalu ditutup melemah tajam ke level 21609. Minggu ini masih berada dalam range level resistance di 22617 dan berikutnya 23785, sementara support-nya di 21026 serta 20250.

Bursa saham Wall Street minggu lalu masih sempat melemah namun rebound di akhir pekannya untuk menahan lanjutan pelemahan terpanjang sejak 2008, diwarnai dengan concern global terhadap ancaman resesi baru dunia.

Dow Jones Industrial berakhir di level 12004.30; saat ini dalam range resistance terdekat level 12573 dan kemudian 12876, sementara support di level 11566 dan pada 10950.

Index S&P 500 minggu lalu naik sedikit naik ke level 1271.50. Berikutnya, maka market range-nya akan berada di antara resistance level 1296 dan 1345, sementara level support berada di 1250 dan 1170.

Untuk Pasar Emas Minggu lalu terpantau menanjak terbatas di tengah munculnya kekuatiran ancaman resesi atas perekonomian global, dan berakhir di $1538.45/troy ounce, sesuai presdiksi sebelumnya. Untuk minggu ini Emas di perkirakan dengan bertahap masih berpeluang menguat kembali oleh kenaikan demand dan safe haven, dengan rentang berada antara Resistance pada $1574 dan $1580, sementara Support ada di $1460 serta berikut $1410/troy ounce. Di Indonesia, harga emas terpantau sedikit menguat di tengah terkoreksinya rupiah, ditutup di akhir pekan pada Rp 424,600

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook Senin, 09 – 14 Mei 2011


Market Outlook Senin, 09 – 14 Mei 2011
Minyak Mentah Futuresuntuk kontrak Juni jatuh hingga ke $94,66/barrel dari level tertingginya sejak 2008 di $114,81/barrel. Pertimbangan investor mengenai kematian Osama dengan dampak harga bahan bakar yang lebih tinggi, menjadi tekanan jual pada minyak. Trade Balance, Selisih nilai antara barang ekspor dan impor di Australia di prediksi mengalami sedikit kenaikan sebesar 0.53B, dari -0.21B. Apabila pada 10 Mei 2011 di rilis di atas 0.53B , maka akan menambah penguatan bagi Aussie

BOE (Bank of England) Gov King Speaksdan BOE  Inflation Report, pada 11 Mei 2011 pukul 16:30 WIB, Gubernur Bank of England – Mervyn King akan menyampaikan pidatonya dan laporan mengenai kebijakan moneter, analisa ekonomi dan nilai inflasi Inggris kedepannya Inggris. Pernyataan yang optimistik akan berdampak positif bagi Poundsterling.

Employment Change, Perubahan jumlah tenaga kerja di Asutralia di prediksi mengalami penurunan, sebesar 17.400, setelah bulan lalu mengalami kenaikan, sebesar 37.800. Apabila di rilis di bawah 17.400 pada 12 Mei 2011, maka akan berdampak negatif bagi Aussie. Unemployment Rate, Jumlah pengangguran di Australia yang aktif mencari pekerjaan yang akan di liris pada 12 Mei 2011 di prediksi tidak ada perubahan, tetap 4.9%. Apabila di rilis di bawah 4.9%, maka akan menguntungkan Aussie

Fed Chairman Bernanke Testifies, kepala Bank sentral Amerika Serikat – Ben Bernanke pada 12 Mei  2011 pukul 21:00 WIB akan menyampaikan komentarnya mengenai kondisi dan kebijakan ekonomi Amerika Serikat, khususnya tingkat suku bunga kedepan. Pernyataan yang optimistik akan menguntungkan Dollar.

Prelim UoM Consumer Sentiment, level index gabungan Amerika Serikat berdasarkan survei konsumen akan di rilis akhir pekan ini, bulan lalu mengalami sedikit kenaikan, sebesar 69.8. Jika di rilis di atas 69.8, maka akan berdampak positif bagi Dollar.Untuk indikator ekonomi global, pada Minggu ini akan diwarnai data beberapa rilis ekonomi global maupun domestic. Yang penting di antaranya adalah pengumuman inflasi di China dan Amerika serta pengumuman BI Rate dari Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diperkirakan bertahan di level 6.75%. Secara umum, agenda rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

Dari kawasan Amerika: berupa rilis data Trade Balance pada Rabu malam; lalu data Core Retail Sales, PPI serta data tenaga kerja Unemployment Claims mingguan yang biasa menjadi perhatian pasar dirilis pada Kamis malam; dan kemudian data inflasi CPI serta Prelim UoM Consumer Sentiment pada Jumat malam.

o

Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa rilis Manufacturing Production Inggris pada Kamis sore.

o

Dari China dan Indonesia: berupa pengumuman inflasi CPI China pada Selasa pagi serta pengumuman Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) tentang BI rate pada Kamis siang yang diperkirakan bertahan pada level 6.75%.

Minggu lalu di Pasar Forex, nilai tukar mata uang dollar berbalik rebound cukup tajam di akhir minggu setelah data tenaga kerja yang terakhir cukup baik dan melorotnya harga komoditas, sementara

Euro terpukul oleh indikasi dari president ECB Trichet bahwa ECB belum akan menaikkan bunganya dalam waktu dekat. Index dollar terpantau sempat anjlok di level 72.720 dan kemudian menguat ke level 74.910. Pekan yang lalu euro anjlok hampir 650 points dalam 2 hari dengan berakhir di level 1.4356. Untuk minggu ini market range-nya akan berada antara resistance pada 1.5000 dan 1.5145, sedangkan level support di 1.4157 dan kemudian pada 1.4000.

Poundsterling minggu lalu juga tertekan dengan penguatan dollar dan berakhir di level 1.6397. Untuk minggu ini, level resistance terdekat menjadi pada 1.6735 dan kemudian 1.6878, sedang support berada pada 1.6118 dan kemudian 1.5932. Untuk USDJPY secara umum minggu lalu bergerak melemah dan ditutup di 80.55 tertahan dengan penguatan kembali USD. Pasar di minggu ini berada di antara resistance pada 85.59, serta support level pada 78.82. Sementara itu, Aussie dollar terpantau seminggu lewat fluktuatif, bullish – koreksi – rebound yang berakhir di 1.0694. Range minggu ini antara resistance 1.10 dan 1.12 sementara support level di 1.0440.

Untuk pasar di Stock Index Futures, pada minggu lalu di regional Asia umumnya melemah, seperti di Hong Kong dan Korea oleh kekuatiran pasar akan pelambatan ekonomi global. Indeks Nikkei minggu lalu tertekan walau agak terbatas, berakhir di 9795. Rentang pasar saat ini antara level resistance di 10300 dan kemudian ke level 10,875, serta support pada level 9360 dan lalu 8370. Sementara itu, Indeks Hang Seng Berjangka di Hong Kong minggu lalu tergelincir, ditutup di level 22969. Minggu ini akan berada dalam range level resistance di 23785 dan berikutnya 24475, sementara support-nya di 22098.

Bursa Saham Wall Street minggu lalu terkoreksi cukup tajam akibat jatuhnya saham-saham yang terkait komoditas dan energy –walau rebound di hari terakhir pasar– yang membawa Index S&P500 mengalami koreksi terbesar sejak Maret lalu.

Dow Jones Industrial berakhir di level 12638.7 dan akan mungkin menuju resistance terdekat pada 12876 dan kemudian 13135, sementara support di level 12444 dan kemudian pada 12092.
Index S&P 500 minggu lalu terkoreksi, sehingga market range saat ini antara resistance di level 1370 dan 1404, sementara level support berada di 1294 dan 1250.

Untuk Pasar Emas, minggu lalu sangat fluktuatif dimana sempat mencetak rekor tertinggi baru sepanjang sejarahnya di level $1574.00/troy ounce, lalu terkoreksi tajam sampai ke level $1462.00/troy ounce, untuk kemudian berakhir di $1490.75/troy ounce. Volatilitas pasar kali ini dipengaruhi naik turunnya US dollar. Untuk Minggu ini emas akan konsolidatif dan bergerak lebih lambat, dengan rentang berada antara
resistance pada $1574 dan $1580, sementara support ada di $1440 serta berikut $1410/troy ounce. Di Indonesia sendiri, harga emas bak “roller coaster” dengan menanjak tajam cetak rekor di Rp433 ribu per gram lalu anjlok sampai Rp402 ribu, dan berakhir pada Rp411,200.

Dinamika atau bagi sebagian lainnya gejolak dari pasar investasi semakin fluktuatif belakangan ini, semakin jelas bahwa koreksi pasar memang ada. Rebound atau reversal adalah bagian dari pergerakan pasar. Dalam situasi demikian ini timing untuk masuk serta keluar pasar merupakan komponen kunci keberhasilan investasi.

Have a nice trade!!

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Review


Rabu, 16 Maret 2011

EMAS
Emas Pulih Dari Rendahnya 1 Bulan; ETF Menipis

Emas kembali pulih hari Rabu setelah jatuh ke rendahnya 1 bulan di sesi sebelumnya, tetapi merosotnya persediaan di ETF ke level terendahnya dalam 10 bulan memperlihatkan bahwa para spekulan mungkin masih akan menjual emas untuk menaikkan likuiditas apabila bursa saham melanjutkan kejatuhan. Spot emas bertambah $3.04/ounce ke level $1,396.99/troy ounce, setelah turun serendahnya di level $1,380.90/troy ounce hari Selasa, terlemahnya sejak pertengahan Februari. Emas diperdagangkan dibawah MA 25-hari disekitar $1,403.00/troy ounce. Kontrak emas AS untuk bulan April naik $4.5/ounce ke $1,397.30/troy ounce(Bymonexnews.com)

MINYAK
Minyak Naik $1, Diatas $98

Kontrak minyak mentah AS naik lebih dari $1 ke atas level $98 per barel hari Rabu bersama sentimen yang meningkat terhadap pasar komoditi dan saham, terbawa oleh penguatan sebesar 6% di bursa Nikkei, sementara harga juga membantu kenaikan yang lebih rendah dari perkiraan di persediaan minyak mentah AS. Kontrak minyak mentah AS turun 4% di sesi sebelumnya seiring risk aversion menguasai pasar keuangan ditengah krisis nuklir di Jepang. Kontrak minyak mentah untuk bulan April menguat $1.06 ke $98.24/barel, setelah menyentuh tingginya di $98.29/barel sebelumnya. Minyak mentah bertahan turun $4.01 di level $97.18/barel hari Selasa. Persediaan minyak mentah AS naik lebih rendah dari perkiraan minggu lalu seiring persediaan di saluran penyimpanan Cushing turun, menurut data yang ditunjukkan oleh American Petroleum Institute hari Selasa. (By monexnews.com)


Market Outlook 21 – 26 February 2011


Minyak di perdagangkan sangat volatile selama sepekan kemarin hingga menyentuh 87.86, karena ketegangan politik di timur tengah, yang menyebabkan kekhawatiran investor atas pasokan minyak mentah. Para menteri keuangan negara-negara kelompok G20 yang bertemu di Paris-Perancis, menghasilkan kesepakatan yang kurang meyakinkan tentang bagaimana mengukur ketidakseimbangan dalam ekonomi global.

 

MPC (Monetary Policy Committee) Meeting Minutes, pertemuan komite kebijakan moneter Bank of England, yang akan diadakan pada 23 Februari 2011. Pada MPC Meeting Minutes ini akan membahas mengenai kondisi ekonomi Inggris, yang akan mempengaruhi keputusan BOE dalam menetapkan tingkat suku bunga kedepan.

 

Existing Home Sales. Jumlah bangunan yang terjual, kecuali konstruksi baru di Amerika Serikat di prediksi kembali mengalami kenaikan, 5.30M, dari 5.28M. Apabila di rilis di atas 5.30M, maka akan berdampak positif bagi Dollar.

 

Unemployment Claims, Jumlah warga Amerika Serikat yang masuk dalam asuransi pengangguran perpekannya di prediksi mengalami penurunan tipis, sebesar 405.000, setelah mengalami kenaikan, sebesar 410.000. Apabila di rilis di bawah 405.000, maka akan menguntungkan bagi Dollar.

 

New Home Sales.  Jumlah rumah baru yang terjual di Amerika Serikat di prediksi mengalami kenaikan tipis, sebesar 330.000, dari 329.000. Apabila di rilis di atas 330.000, maka akan berdampak positif bagi Dollar.

 

Untuk indikator ekonomi global, pada minggu ini akan diisi beberapa rilis berita ekonomi penting. Amerika pada hari Senin akan libur public karena President’s Day. Secara umum, rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

 

Dari kawasan Amerika: berupa rilis data CB Consumer Confidence pada Selasa malam; lalu data perumahan yaitu Existing Home Sales pada Rabu malam; data Core Durable Goods Orders serta data tenaga kerja Unemployment Claims mingguan yang biasa menjadi perhatian pasar dirilis pada Kamis malam; serta data awal Prelim GDP q/q di Jumat malam.

 

o Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa data German Ifo Business Climate pada Senin sore; data MPC Meeting Minutes Inggris akan jadi perhatian bagaimana kecenderungan kemungkinan kenaikan suku bunga di Inggris pada Rabu sore; serta Revised GDP q/q Inggris pada hari Jumat sore.

 

Minggu lalu di pasar forex, nilai tukar mata uang dollar bergerak melemah terhadap kelompok major currencies lainnya setelah meredanya gejolak di Mesir dan isyu bahwa the Fed masih tidak akan menaikkan suku bunganya dalam waktu dekat ini, dengan index dollar AS berakhir di level 77.630.

 

Sementara itu, pekan yang lalu Euro cenderung menguat setelah sempat satu anggota ECB menyebutkan perlunya ECB menaikkan suku bunga di tengah tekanan inflasi global, berakhir di level 1.3687. Untuk minggu berjalan ini market range akan berada antara level resistance pada 1.3858dan berikutnya di 1.4278, sedangkan level support di 1.3423 dan kemudian pada 1.3240.

 

Poundsterling minggu lalu umumnya menguat vs dollar hampir 300 pips ke level 1. 6235, sejalan dengan melemahnyaUSD secara gloal. Untuk minggu ini, level resistance terdekat masih pada 1.6300 dan kemudian 1.6460, sedang support berada pada 1.5960 dan kemudian 1. 5745.

 

Untuk USDJPY minggu lalu cenderung terkoreksi. Pasar di minggu ini berada di antara resistance pada 84.50 dan 86.00, serta support level pada 80.90 dan 80.22. Sementara itu,

 

Aussie dollar terpantau seminggu lewat rebound oleh kenaikan komoditas minyak ditutup pada level 1.0147. Range minggu ini tetap antara resistance 1.0230 dan 1.03 sementara support level di 0.9794.

 

Untuk pasar di stock index futures, pada minggu lalu indeks Nikkei masih melanjutkan bullish-nya oleh ekspektasi pemulihan ekonomi, berakhir di 10855. Minggu nanti Nikkei berjangka akan dalam rentangan resistance terdekat pada 11210 dan level berikutnya di 11380. Adapun support pada level 10150 dan lalu 9906.

 

Sementara itu, Indeks Hang Seng berjangka di Hong Kong minggu lalu sempat terdongkrak sekitar 900’an poin, ditutup di level 23583. Minggu ini akan berada dalam range level resistance di 24467 dan berikutnya 24957, sementara support-nya di 22780 selanjutnya 22415.

 

Bursa saham Wall Street minggu lalu kembali menguat terus di minggu yang ketiganya oleh prediksi the Fed bahwa yang menaikkan pertumbuhan ekonomi AS serta sejumlah laporan keuangan yang positif. S&P 500 Index dilaporkan mencapai level 32 bulan tertingginya sejak Juni 2008. Dow Jones Industrial minggu ini masih dalam bullish-trend menjelang level resistance berikutnya ke 12600 dan 13130, sementara support di level 11800 dan kemudian pada 11450. Index S&P 500 minggu lalu juga menguat; resistance sekarang di level 1440, sementara level support berada di 1252 dan 1175.

 

Untuk pasar Emas, minggu lalu menguat di tengah kenaikan harga minyak yang signifikan bersaman dengan melemahnya US dollar. Emas di LLG minggu lalu berakhir pada level $1388.10 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan diuji untuk menembus level $1400 kembali, dengan rentang berada antara level resistance terdekat pada $1393 lalu level $1432. Sementara itu, support ada di $1345 serta support berikut $1307 per troy ounce.

 

Bila diperhatikan belakangan ini, di antara situasi eskalasi geopolitik kawasan Arab dan Timur Tengah berembus sentimen harapan pemulihan ekonomi global. Pasar investasi menjadi makin dinamis dalam situasi ini. Terjadi pergulatan bull vs bear yang seru kembali. Begitulah karakteristik dunia investasi. Tidak usah heran, Anda tinggal mempelajarinya, menyimak dan ambil keputusan investasi Anda dengan cepat dan taktis.


BREAKING NEWS SENIN, 24 JANUARI 2011



3 Bank Sentral Utama Bersidang Pekan Ini, Kompak UNCHANGE

Euro rebound pekan lalu meskipun Menteri Keuangan Uni Eropa gagal untuk memberikan sesuatu kebijakan yang konkret untuk menyelesaikan krisis utang saat ini yang berdimensi untuk jangka panjang. Namun demikian, diperkirakan pelaku pasar cenderung percaya bahwa krisis Eropa akan menemui resolusi titik terang. Beberapa indikator menyusutnya krisis menurut investor diperkirakan berasal dari suksesnya penjualan obligasi, meskipun persetujuan rencana jangka panjang tidak akan dikirim sampai Maret. Di sisi lain, data kuat dari Jerman juga mengingatkan investor bahwa beberapa negara zona Euro mendapatkan gain atas melemahnya Euro.

Topik utama pekan lalu yang juga turut mempengaruhu pergerakan di pasar uang yakni berasal dari kekhawatiran atas kebijakan pengetatan moneter di Cina, yang memicu aksi selloff tajam terhadap Aussie dan Kiwi. Pertumbuhan tahunan (PDB) Cina melonjak menjadi qoy 9,8% di Q4, jauh di atas ekspektasi sebesar 9,3%. CPI melambat lebih dari yang diharapkan menjadi 4,6% yoy Desember setelah mencapai 28 bulan lebih tinggi sebesar 5,1% pada bulan November. Tapi itu jauh di atas beberapa perkiraan yoy 4,4% dan masih pada tingkat mengkhawatirkan. China menaikkan persyaratan cadangan bank (giro wajib minimum) sebesar tujuh kali sepanjang tahun lalu namun hanya menaikkan tingkat bunga dua kali saja.

Dolar pada umumnya bergerak melemah terhadap mata uang utama, pekan lalu, kecuali versus mata uang Eropa. Tiga bank sentral (BoJ, BoE dan The Fed) akan bersidang pekan ini. Hasil pertemuan FOMC mungkin akan lakukan beberapa penyesuaian kecil dalam perekonomiannya. Fed berpotensi lakukan perbaikan dalam prospek perekonomiannya, serta tidak ada alasan bagi Fed untuk mengakhiri program pembelian aktiva (asset purchase program) saat ini. BoJ juga diperkirakan tidak akan mengumumkan adanya perubahan kebijakan moneter pada pertemuan pertamanya di tahun 2011 ini, sama seperti RBNZ. Selain itu, sejumlah data ekonomi penting akan dirilis minggu ini, laporan Q4 PDB dari Inggris dan AS.

 

 

3 Main Central Bank meets this week, agreed UNCHANGE

The euro rebounded last week despite the Finance Minister of the European Union failed to deliver something concrete policies to resolve the current debt crisis that dimension to the long term. However, the estimated market participants tend to believe that Europe will see a resolution of the crisis point of light. Several indicators of the shrinking of the crisis according to investors is estimated to come from bond sales success, despite the approval of long-term plan will not ship until March. On the other hand, strong data from Germany are also reminded investors that some euro zone countries have gain over the weakening Euro.

The main topic of last week which also mempengaruhu movements in financial markets that is derived from concerns over monetary policy tightening in China, which sparked a sharp selloff against the Aussie and Kiwi. Annual growth (GDP) of China jumped to 9.8% in Q4 qoy, well above expectations of 9.3%. CPI slowed more than expected to 4.6% yoy in December after reaching 28 months is higher by 5.1% in November. But that was far above some estimates of 4.4% yoy and is still at alarming levels. China raised bank reserve requirements (statutory reserves) equal to seven times over the past year but only raises the interest rate twice.

Dollar moves generally weakened against major currencies last week, except versus the European currency. Three central banks (the BoJ, BoE and the Fed) will convene this weekend. The result of the FOMC meeting will probably do some minor adjustments in the economy. Fed has the potential to do improvements in economic prospects, and no reason for the Fed to terminate the asset purchase program (asset purchase program) today. BoJ is not expected to announce a change in monetary policy at its first meeting in 2011, the same as the RBNZ. In addition, a number of important economic data will be released this week, reports Q4 GDP from the UK and U.S..


China Pertimbangkan Sinkronisasi GWM


The People's Bank of China, central bank of Pe...

Image via Wikipedia

5 Januari 2011   10:07
Bank sentral Cina sedang pertimbangkan untuk sesuaikan giro wajib minimum perbankan setiap bulannya demi pangkas kredit yang berlebihan, tulis harian China Securities Journal. People’s Bank of China juga pertimbangkan membayar bunga lebih rendah atau penambahan cadangan di atas level normalnya bagi perbankan yang salurkan kredit terlalu berlebihan.
“Institusi keuangan yang diharuskan menerapkan giro wajib minimum lebih tinggi perlu sesuaikan kredit pada waktu tertentu,” menurut nara sumber China Securities Journal yang menolak untuk cantumkan namanya. “PBOC juga pertimbangkan memotong imbal hasil atas dana perbankan yang diparkir demi kurangi biaya.” PBOC saat ini membayar bunga 1,62% untuk cadangan deposito dan 0,72% bagi giro wajib minimum.
Sektor perbankan Cina melemah setelah berita dirilis. Hangseng kini diperdagangkan 23610, jauhi level tinggi harian 23713.

Emas Bangkit dari Tekanan Dollar


5 Januari 2011   08:32

Emas kembali menguat hari Rabu, setelah tenggelam lebih dari 2% di sesi sebelumnya sejalan dengan penjualan komoditi besar-besaran seiring penguatan dollar AS yang menekan harga.

Spot emas menguat 0.3% di $1,383.40 per ons, pulih dari rendahnya 2 minggu di $1,372 yang terjadi disesi sebelumnya.
Kontrak emas naik 0.4% di $1,383.6.
Kepemilikan di SPDR Gold Trust, turun ke rendahnya selama 7 bulan di 1,276.472 ton pada 4 Januari 2011.
Para pejabat Federal Reserve di bulan Desember merasa bahwa pemulihan ekonomi di AS masih lemah guna menerapkan dukungan monter walaupun adanya penguatan sinyal pertumbuhan, diperlihatkan oleh hasil pertemuan Feds hari Selasa.
Dollar bertahan stabil di awal sesi Asia dalam pulihnya dukungan harapan terhadap ekonomi AS, sementara dollar Australia sempat tertekan oleh koreksi yang dialami komoditi.

Market Review


Selasa, 04 Januari 2011
NIKKEI


Indeks Nikkei Jepang membuka tahun 2011 dengan lonjakan sekitar 1.2% di level area 10,333.01, bersama semua 33 saham pada Topix subindexes menguat. Penguatan terutama terangkat oleh sektor sumber daya alam (resource) setelah harga minyak berjangka mengalami peningkatan semalam.
Saham Inpex naik 2.0% di level Y485,000, Japan Petroleum Exploration melejit 1.6% ke level Y3,140, dan Mitsui & Co. (
8031.TO) melonjak 1.1% pada harga Y1,356.
Namun Yumi Nishimura, deputi general manager pada Daiwa Securities Capital Markets, menjelaskan aksi beli hari ini terutama akibat short-covering setelah Nikkei mengalami kemerosotan 1.1% di perdagangan terakhir tahun 2010.
Aksi beli tidak akan berlebihan tanpa short-covering, maka 10,400 akan menjadi level yang bakal ditembus,” menurutnya. Sementara para pelaku pasar memperkirakan peningkatan data tenaga kerja A.S yang kan dirilis pekan ini, juga menjadi kekhawatiran bahwa lemahnya data dapat memicu profit-taking pada bursa A.S.

 

EMAS
Spot emas beranjak naik hari Selasa setelah data menunjukkan data yang menunjukkan output manufaktur meningkat di AS, memberikan sinyal untuk pemulihan ekonomi global. Spot emas menguat $1.8 di $1,415.8 per ons. Kontrak emas AS turun 0.5% di $1,415.6. Aktivitas manufaktur AS tumbuh di laju tercepatnya dalam 7 bulan di bulan Desember, melanjutkan pergerakan yang mendorong data ekonomi dan menyarankan ekspansi di AS yang akan bergerak cepat di 2011. Dollar bertahan stabil di awal perdagangan Asia hari Selasa, dengan Yen yang turun setelah pulihnya data menyarankan ekonomi yang berakselerasi di 2011. Kekhawatiran adanya inflasi akan terus mendesak investor memborong emas, memberikan pertanda permintaan safe haven yang meningkat seiring dengan ekonomi global yang kembali ke jalurnya.