Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “commodity

Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas merosot pada perdagangan kemarin, dan ini merupakan bukti bahwa krisis utang kawasan zona Eropa telah melukai pertumbuhan ekonomi yang membawa ekuitas ke level rendah dan penguatan Dollar terhadap mayoritas mata uang utama namun kekhawatiran mendekati fiscal cliff sangat mendukung harga saat ini. Bursa saham Eropa melemah setelah sebuah laporan menunjukkan pertumbuhan perekonomian Jerman sedikit lebih baik dari perkiraan di level 0.2% pada kuartal sekarang, sementara itu data untuk Eropa yang lebih luas menunjukkan telah tergelincir kembali ke dalam resesi.

 

EUR/USD

 

Mata uang tunggal Eropa bergerak menguat pada perdagangan kemarin, dan pada perdagangan dihari Jumat pagi mata uang ini bergerak stabil di teritori positif setelah komentar positif Komisi Eropa Ollie Rehn bahwa ekonomi telah beranjak naik disamping kebijakan ECB berhasil meredakan ketegangan market. Faktor lainnya yang mendukung mata uang ini menguat adalah laporan terakhir bahwa Spanyol sedang  mempertimbangkan pengajuan jalur kredit dari IMF ketimbang mengajukan pencairan bailout Uni Eropa, secara terpisah Mario Draghi menyatakan bahwa bank sentral akan mempertahankan kebijakan yang tidak konvensional untuk mencegah kejatuhan Euro, dan Menteri Keuangan Jerman Schaeuble juga memberikan sinyal positif bahwa bantuan untuk Yunani kemungkinan akan disetujui pada hari Selasa minggu depan.

 

HANGSENG

 

Bursa saham Hongkong pada perdagangan diakhir Jumat pagi ini bergerak menguat cukup signifikan, bursa saham ini rebound setelah minggu ini sempat melemah tajam di tengah-tengah kekhawatiran mengenai kondisi fiskal AS dan melemahnya ekonomi China. Ada beberapa saham yang bergerak bervariasi diantaranya adalah China akan memotong harga bensin dan diesel sebesar 3% mulai dari hari Jumat ini yang merupakan respon dari turunnya harga minyak mentah global, para pemain minyak utama seperti Sinopec dan Petrochina melemah sebesar 0.5% dan 0.4%, sementara itu saham CNOOC bergerak menguat melawan arus sebesar 0.9%, dan Cathay Pacific bergerak menguat sebesar 1% setelah jumlah penerbangannya mengalami kenaikan sebesar 1.9% (y/y) di bulan Oktober.

Posted from WordPress for BlackBerry.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas pada penutupan perdagangan di akhir minggu lalu ditutup menguat cukup signifikan, menguatnya komoditi ini dipicu oleh membaiknya sentimen pasar setelah Russia menyatakan telah meningkatkan cadangan devisa berupa Emas di bulan Juni lalu. Akan tetapi kerugian di bursa saham dan terjunnya harga Minyak mentah masih memberikan hambatan lajunya komoditi ini. Pada sesi awal perdagangan akhir minggu lalu komoditi Emas bergerak melemah setelah mata uang Euro merosot tajam, kekhawatiran mengenai perlunya bailout untuk Spanyol kembali menghambat lajunya Emas akan tetapi kabar peningkatan cadangan Emas di bank sentral Russia kembali memberikan dorongan kenaikan bagi komoditi ini.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa pada akhir minggu lalu bergerak merosot cukup tajam ke level terendah 2 tahun terhadap USD setelah wilayah Valencia Spanyol mengatakan pemerintah pusat akan mencari bantuan untuk membayar kembali utangnya, menambah keprihatinan dan kekhawatiran bahwa negara dengan ekonomi terbesar ke 4 di kawasan zona Eropa tersebut kemungkinan akan terpaksa meminta bantuan bailout internasional. Yunani kembali menjadi sorotan para pelaku pasar dalam minggu ini ketika para pejabat dari IMF, Komisi Eropa, dan ECB kembali ke Athena untuk memutuskan apakah akan mengeluarkan dana lebih lanjut dari paket bailout senilai 130 M Euro.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong pada pembukaan di awal minggu Senin pagi ini dibuka merosot tajam, setelah bursa AS dan Eropa terpukul oleh kembalinya kekhawatiran bahwa Spanyol akan terpaksa memohon bantuan dana penyelamatan untuk menghindari kebangkrutan. Bursa saham global akhir minggu lalu terhantam melemah setelah Valencia salah satu propinsi di Perancis yang harus membayar 2.85 M Euro utang jatuh tempo akhir tahun ini memohon bantuan dari pemerintah pusat. Ada beberapa saham lapis biru yang merosot pagi ini diantaranya adalah Cheung Kong, HSBC, dan Hang Seng.

Posted from WordPress for Android


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas merosot pada perdagangan di hari Kamis kemarin memisahkan diri dari Euro dan bursa saham seiring data inflasi AS yang jinak memicu investor Emas untuk melakukan profit taking pasca rally 3 hari yang mendorong harga Emas ke level tinggi sejak pertengahan Desember. Komoditi ini mulai turun pasca data AS menunjukkan CPI tidak berubah di bulan Desember dan core CPI hanya naik sebesar 0.1%. Meski Emas telah naik hampir sebanyak 6% dalam tahun ini trader masih cemas dengan Euro yang berada dalam area negatif sejauh ini pada tahun 2012 dan berkembangnya kecemasan bahwa bursa saham mungkin akan terpaksa turun.

GBP/USD

Sterling berhasil menguat terhadap US dolar mengikuti menguatnya Euro setelah lelang obligasi Spanyol mencapai kesuksesan, namun demikian bayang ‐ bayang data consumer confidence Inggris yang melemah kembali meningkatkan fokus pelaku pasar akan kondisi fundamental ekonomi Inggris yang kemudian membatasi rally Sterling. Consumer confidence untuk Desember mencapai level terendahnya sejak 7 tahun terakhir, di perkirakan kenaikan Sterling masih potensial akan terpengaruh oleh bergulirnya kekhawatiran pelaku pasar akan krisis hutang kawasan Uni Eropa. Lemahnya rilis data ekonomi Inggris akhir ‐ akhir ini termasuk inflasi yang melemah dan tingginya pengangguran semakin meningkatkan peluang bagi BoE untuk terus melakukan pelonggaran moneternya. Di perkirakan BoE akan menambah cakupan dana dalam program quantitative easing pada Februari sekitar 50 hingga 75 M Sterling guna menopang pemulihan ekonomi, kondisi ini akan memperberat kinerja Sterling karena akan memperbesar jumlah peredaran mata uang di pasaran.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong pada perdagangan di hari Jumat pagi ini menguat signifikan, saham – saham di bursa Asia menguat di tengah positifnya sentimen yang dibawa dari perbankan di bursa saham Wall Street. Indeks Berjangka Hangseng berjangka melejit dan mencapai posisi paling tinggi dalam 2.5 bulan belakangan. Ada beberapa saham yang bergerak menguat terutama dipicu oleh sektor perbankan diantaranya adalah HSBC, Hangseng Bank, dan Bank of East Asia. Di perkirakan Indeks Berjangka Hangseng pada perdagangan hari ini berpotensi melemah yang bersifat koreksi setelah dibuka naik tajam ke level tertinggi dalam 2.5 bulan.


Commodity Update


Pertumbuhan Ekonomi AS Melambat; Tingkat Harga Melambung

Perekonomian AS sedang menghadapi masalah akibat kenaikan harga dan lemahnya pertumbuhan. Inflasi di AS saat ini naik ke level tertinggi dalam hampir selama 3 tahun di bulan Mei, sementara aktivitas manufaktur regional berkontraksi bulan ini, menurut laporan hari Rabu. Konsumen di AS lega setelah harga bensin mulai turun, membantu perekonomian pulih dari suramnya data belakangan ini. Namun dalam tren yang dapat menyulitkan pejabat di Federal Reserve, Dep. Tenaga Kerja mengatakan indeks harga konsumen diluar makanan
dan energi naik 0.3%. Itu merupakan kenaikan terbesar sejak Juli 2008, kendati sebagian kenaikan disebabkan oleh gangguan suplai akibat gempa bumi Jepang yang mendorong harga otomotif naik tajam. Laporan terposah menunjukkan penurunan tajam pada aktivitas manufaktur di negara bagian New York dan penurunan 0.1% pada output industri bulan Mei, kendati sebagian disebabkan oleh penurunan pada utilitas terkait udara dingin.

Emas Kian Diminati

Emas naik pada hari Rabu akibat aksi beli safe-haven yang dipicu oleh penurunan tajam pada bursa saham ditengah kecemasan melambatnya perekonomian AS dan tanda bawa krisis hutang di Yunani dapat meningkat.
Investor beralih kepada emas setelah indeks harga konsumen AS mencetak kenaikan terbesar dalam hampir selama 4 tahun dan dan sektor manufaktur regional berkontraksi bulan ini, juga akibat ketidakpastian mengenai diskusi tentang batas hutang AS. “Emas adalah tempat bergantung saat ini ketika bursa saham, minyak mentah dan komoditas lainnya melemah,” ucap Robert Lutts, kepala bagian invetasi di Cabot Money Management. Emas sempat turun pada awal sesi, didera oleh aksi jual dan penguatan dollar akibat krisis hutang Eropa yang memburuk.

Penguatan Dollar Tekan Minyak

Minyak turun lebih dari 4% pada hari Rabu, seiring tanda pelemahan ekonomi lanjutan yang meningkatkan kecemasan permintaan dan juga tertekan oleh penguatan dollar, memicu order sellstop dan mendorong minyak mentah turun ke level terendah sejak bulan Februari. Minyak mentah melemah pasca data menunjukkan kenaikan pada inflasi inti dan sektor manufaktur di New York
berkontraksi. Aksi jual kian intens setelah menembus ke bawah MA150 dan support kunci pada $95, dan menghapus sedikit gain pada minyak mentah akibat
penurunan tajam pada suplai minyak mentah AS. “Investor terburu-buru untuk keluar. Pasar dinilai terlalu tinggi saat ini, minyak brent terus menggelembung, dan gelembung itu pecah hari ini,” ucap Tim Evans, analis energi pada Citi Futures Perspective.

***EnglishVersion***

U.S. Economic Growth Slows; Exchange Rates Soar

The U.S. economy is facing problems due to rising prices and weak growth. Inflation in the U.S. today rose to its highest level in nearly 3 years in May, while the regional manufacturing activity contracted this month, according to reports Wednesday. Consumers in the U.S. relief after gasoline prices began to fall, helping the economy recover from data gloomy lately. But in a trend that could complicate the Federal Reserve officials, Dep. Labor said its index of consumer prices outside of food and energy rose 0.3%. It was the biggest gain since July 2008, although some of the increase due to supply disruptions caused by earthquakes Japanese automotive drive prices up sharply. Terposah report showed a sharp decline in manufacturing activity in New York state and 0.1% decline in industrial output in May, although partly due to a decrease in cold-related utilities.

Gold More Wanted

Gold rose on Wednesday due to safe-haven buying triggered by a sharp decline in stock markets amid concern a slowing U.S. economy and signs carry the debt crisis in Greece can be increased. Investors turn to gold after the U.S. consumer price index scored the biggest gain in nearly four years and the regional manufacturing sector contracted this month, also due to uncertainty regarding the discussion about the U.S. debt limit. “Gold is where the current depends when the stock market, crude oil and other commodities lower,” said Robert Lutts, chief invetasi at Cabot Money Management. Gold was down early in the session, chastened by the strengthening dollar selloff and Europe due to the worsening debt crisis.

Strengthening Dollar Oil Press

Oil fell more than 4% on Wednesday, as a sign of continued economic weakness that increase anxiety and demand also pressured by the strengthening dollar, triggering orders sellstop and pushed crude oil fell to its lowest level since February. Crude oil fell after data showed a rise in core inflation and the manufacturing sector contracted in New York. Increasingly intense sell-off after breaking down the MA150 and the key support at $ 95, and removing a bit of gain on crude oil due to a sharp drop in U.S. crude supplies. “Investors rush to exit. The market is overvalued at this time, Brent oil continued to bubble, and bubbles burst today,” said Tim Evans, energy analyst at Citi Futures Perspective.


Emas Butuh Petunjuk Fed


Senin, 06 Juni 2011 16:14 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Emas lanjutkan penguatan setelah suramnya data tenaga kerja AS picu kekhawatiran atas perlambatan pemulihan ekonomi terbesar dunia dan pelonggaran moneter Fed lebih lanjut. Perusahaan AS lebih sedikit merekrut pegawai di bulan Mei, bahkan tingkat pengangguran naik menjadi 9,1%; ini timbulkan kecemasan goyahnya pertumbuhan ekonomi sehingga mendukung sentimen emas sebagai aset safe haven.

“Suramnya data ekonomi belakangan ini munculkan kemungkinan Quantitative Easing III,” kata Ong Yi Ling, analis Phillip Futures. “Meski terlalu dini berpikiran seperti itu namun Federal Reserve mungkin saja tempuh kebijakan tersebut jika indikator ekonomi AS terus memburuk. Ini dapat jadi katalis bagi emas lewati $1550 dan cetak rekor tinggi baru.”

Ketika Fed umumkan Quantitative Easing II pada bulan November 2010, emas reli dan cetak rekor untuk 4 sesi berurutan. “Sebelum ada petunjuk jelas dari Fed akan pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut, emas mungkin bergerak sideways, terjebak di kisaran $1.520 – $1.550,” ungkap trader yang diwawancarai Reuters. Analis teknikal Reuters, Wang Tao, juga lihat emas harus lewati resisten kuat berikutnya $1.553.

*****

Monday, June 6, 2011 16:14 pm
TODAY’S COMMODITY ANALYSIS

Gold continue strengthening after gloomy U.S. employment data triggers fears over slowing world’s largest economic recovery and further Fed monetary easing. U.S. companies recruit fewer employees in May, even the unemployment rate rose to 9.1%; this caused anxiety goyahnya economic growth that supports the sentiments of gold as a safe haven asset.

“gloomy economic data lately III raises the possibility of quantitative easing,” said Ong Yi Ling, an analyst at Phillip Futures. “Although too early to think like that but the Federal Reserve might be the travel policy if U.S. economic indicators continue to deteriorate. It can be a catalyst for gold passed $ 1,550 and printed a new high record.”

When the Fed announced quantitative easing II in November 2010, the gold rally and print the record for the fourth consecutive session. “Before there was a clear indication from the Fed will ease monetary policy further, gold may move sideways, stuck in the range $ 1,520 – $ 1,550,” said a trader who was interviewed by Reuters. Technicians Reuters, Wang Tao, also see strong resistance of gold must pass the next $ 1,553.


Emas Berada Dalam Fase Konsolidasi


Emas secara umum masih berada dalam uptrend, namun memasuki fase konsolidasi. Jika harga emas mampu bertahan di atas 1539.53, maka terbuka peluang pergerakan ke area 1549.80. Namun jika tembus ke bawah 1539.53, maka kemungkinan akan terjadi koreksi hingga 1529.25.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Commodity Update:Emas Stabil


EMAS
Emas Stabil, Perak Terus Menguat
Emas sedikit bergerak hari kamis dan perak terus bergerak menguat di sesi sebelumnya, ketika harga komoditi membukukan kenaikan terbesarnya dalam 2 bulan setelah aksi jual, seiring melemahnya dollar AS yang memberikan dukungan. Spot emas flat di level $1,496.29 per ons. Harga emas AS hanya berubah sedikit di level $1,496.60. Spot perak naik 1.6% ke level $35.58, setelah naik 3% di sesi sebelumnya dan perak AS naik 1.4%. Indeks CRB bertahan naik 2.3% hari Rabu, penguatan terbesar harian dalam 2 bulan, terangkat oleh penguatan harga minyak dan biji-bijian. Pasar komoditi mungkin akan mengalami koreksi dalam waktu dekat setelah aksi jual, tetapi untuk jangka panjang, masih terlihat menguatnya pertumbuhan permintaan.

MINYAK
Minyak Mentah Stabil Setelah Naik Diatas $100

Kontrak minyak mentah AS bertahan kuat hari Kamis setelah bangkit lebih dari 3% ke level diatas $100 per hari sebelumnya didukung oleh kenaikan harga-harga komoditi mengikuti berakhirnya aksi jual. Kenaikan kemarin juga didukung oleh laporan EIA akan adanya kejatuhan persediaan di AS dan kejatuhan persediaan di Cushing, Oklahoma, titik pengantaran untuk kontrak minyak mentah AS. Harga minyak mentah NYMEX untuk bulan Juni turun 15 sen ke level $99.95 per barel, setelah bertahan naik $3.19 di level $100.10 sehari sebelumnya. Beberapa analis memperkirakan aksi jual telah pudar hari Selasa, setelah harga turun 17% dari tingginya selama 32 bulan dilevel $114.83 pada 2 Mei ke level $95.02.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Commodity Update: Dollar Jatuh, Minyak Naik


EMAS 
Emas Stabil, Dukungan Kekhawatiran Hutang Eropa
Emas bertahan stabil hari Rabu seiring kekhawatiran terhadap krisis hutang Eropa memberikan dukungan kepada emas, setelah memburuknya data industri dan perumahan AS memicu penurunan di harga minyak dan logam di sesi sebelumnya. Spot emas sedikit bergerak di level $1,485.59 per ons, setelah turun 3 sesi berturut-turut. Emas AS bergerak naik 0.4% ke level $1,485.60. Spot perak beranjak naik 0.4% ke level $35.05. Kontrak perak AS naik sebanyak 1.7% ke level $34.06. Buruknya data industri dan perumahan AS memperlihatkan adanya kejatuhan di ekonomi AS, yang berujung pada lemahnya harga saham dan komoditi.
MINYAK
Kontrak Minyak Mentah Naik Terkait Kejatuhan Dollar AS
Kontrak minyak mentah AS pulih dari rendahnya 12 minggu di perdagangan elektronik diawal hari Rabu, seiring dollar AS yang turun dan memicu aksi beli komoditi yang berdenominasi dollar AS. Minyak mentah AS untuk pengiriman bulan Juni melaju 86 sen, atau 0.9% ke level $97.77 per barel di NYMEX selama sesi perdagangan Asia. Harga minyak mentah sebelumnya ditutup pada sesi AS pada level terendahnya sejak 22 Februari. Data housing yang buruk, yang membantu mengangkat kekhawatiran inflasi mengenai permintaan AS, berkontribusi menekan harga hari Selasa, sementara sebuah laporan grup industri memberikan perkiraan kenaikan persediaan mingguan. Laporan persediaan dari API (American Petroleum Institute) menunjukkan adanya kenaikan persediaan sebesar 2.7 juta barel di akhir minggu 13 Mei. Persediaan bahan bakar bensin turun 676.000 barel dan persediaan produk distilasi turun 2.8 juta, dilaporkan kelompok industri tersebut. Data API tersebut akan dirilis dekat dengan waktu laporan dari Departemen Energi AS, yang keluar hari Rabu, minggu ini.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Kontrak Minyak Mentah Makin Turun


MINYAK

Minyak Makin Jauhi $100


Kontrak minyak mentah terus turun hari Jumat (06/05) setelah berakhir di bawah $100 per barel satu hari sebelumnya. Catatan tersebut adalah level <$100 untuk kali pertama sejak bulan Maret, seiring aksi jual komoditi.  Kekhawatiran pertumbuhan ekonomi dan pengetatan kebijakan moneter menjadi pemicu aksi jual. Minyak mentah NYMEX untuk pengiriman bulan Juni turun 24 sen ke level $99.56 per barel. Satu hari sebelumnya, oil turun $9.44 ke level $99.80. Kejatuhan harga terjadi setelah keluarnya data tunjangan pengangguran naik ke level tertinggi. Ditambah dengan gejala melambatnya pertumbuhan untuk kuartal I.

EMAS

Spot Emas Mulai Tebus Kerugian

Spot emas kembali pulih dari koreksi selama 4 hari, untuk menguat hampir sebanyak 1% ke level $1,4888.49 per ons hari Jumat (06/05). Tekanan aksi jual perak membawa emas turun 3% pada sesi sebelumnya. Adapun harga emas di COMEX menguat 0.5% ke level $1,488.50.


Commodity Update


Emas
Perak Pulih, Emas Menguat Jelang Feds

Harga perak kembali pulih hari Rabu setelah turun tajam di sesi sebelumnya, dan emas yang beranjak naik, terangkat oleh dollar AS yang merosot ke level rendahnya 2 ½ tahun seiring investor yang menantikan hasil pertemuan 2 hari Feds sebagai petunjuk arah kebijakan moneter. Spot emas menguat 0.5% ke level $1.508.96/troy ounce. Kontrak emas AS naik 0.4% ke level $1,510.00/troy ounce, Spot perak kembali pulih sekitar 1% ke level $45.96, setelah membukukan kejatuhan sebesar 3% hari Selasa, kejatuhan terbesarnya dalam 6 minggu. Kontrak perak AS pulih 2.3% ke level $46.07, pulih dari kejatuhannya sedalam 5.4% disesi sebelumnya.

MINYAK

Minyak Mentah Stabil Nantikan Hasil Feds

Kontrak minyak mentah AS stabil di awal perdagangan hari Rabu seiring investor menahan posisi menjelang hasil keputusan dari Feds yang akan rilis hari ini. Harga minyak mentah di NYMEX stabil di rentang harga $112.21. Persediaan minyak mentah AS naik 4.9 juta barel minggu lalu karena naiknya impor, dikatakan API. Siria dikatakan mampu mengatasi ketegangan yang terjadi di negaranya dan tidak memerlukan intervensi atau bantuan dari siapapun, dikatakan utusan PBB hari Selasa. “Siria memiliki pemerintah, memiliki negara”, dikatakan duta besar Bashar Ja’afari kepada reporter ketika ditanya mengenai panggilan daru pimpinan PBB Ban Ki-moon dalam sebuah investigasi.

Posted with WordPress for BlackBerry.