Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Commodity Update

Commodity Update


Pertumbuhan Ekonomi AS Melambat; Tingkat Harga Melambung

Perekonomian AS sedang menghadapi masalah akibat kenaikan harga dan lemahnya pertumbuhan. Inflasi di AS saat ini naik ke level tertinggi dalam hampir selama 3 tahun di bulan Mei, sementara aktivitas manufaktur regional berkontraksi bulan ini, menurut laporan hari Rabu. Konsumen di AS lega setelah harga bensin mulai turun, membantu perekonomian pulih dari suramnya data belakangan ini. Namun dalam tren yang dapat menyulitkan pejabat di Federal Reserve, Dep. Tenaga Kerja mengatakan indeks harga konsumen diluar makanan
dan energi naik 0.3%. Itu merupakan kenaikan terbesar sejak Juli 2008, kendati sebagian kenaikan disebabkan oleh gangguan suplai akibat gempa bumi Jepang yang mendorong harga otomotif naik tajam. Laporan terposah menunjukkan penurunan tajam pada aktivitas manufaktur di negara bagian New York dan penurunan 0.1% pada output industri bulan Mei, kendati sebagian disebabkan oleh penurunan pada utilitas terkait udara dingin.

Emas Kian Diminati

Emas naik pada hari Rabu akibat aksi beli safe-haven yang dipicu oleh penurunan tajam pada bursa saham ditengah kecemasan melambatnya perekonomian AS dan tanda bawa krisis hutang di Yunani dapat meningkat.
Investor beralih kepada emas setelah indeks harga konsumen AS mencetak kenaikan terbesar dalam hampir selama 4 tahun dan dan sektor manufaktur regional berkontraksi bulan ini, juga akibat ketidakpastian mengenai diskusi tentang batas hutang AS. “Emas adalah tempat bergantung saat ini ketika bursa saham, minyak mentah dan komoditas lainnya melemah,” ucap Robert Lutts, kepala bagian invetasi di Cabot Money Management. Emas sempat turun pada awal sesi, didera oleh aksi jual dan penguatan dollar akibat krisis hutang Eropa yang memburuk.

Penguatan Dollar Tekan Minyak

Minyak turun lebih dari 4% pada hari Rabu, seiring tanda pelemahan ekonomi lanjutan yang meningkatkan kecemasan permintaan dan juga tertekan oleh penguatan dollar, memicu order sellstop dan mendorong minyak mentah turun ke level terendah sejak bulan Februari. Minyak mentah melemah pasca data menunjukkan kenaikan pada inflasi inti dan sektor manufaktur di New York
berkontraksi. Aksi jual kian intens setelah menembus ke bawah MA150 dan support kunci pada $95, dan menghapus sedikit gain pada minyak mentah akibat
penurunan tajam pada suplai minyak mentah AS. “Investor terburu-buru untuk keluar. Pasar dinilai terlalu tinggi saat ini, minyak brent terus menggelembung, dan gelembung itu pecah hari ini,” ucap Tim Evans, analis energi pada Citi Futures Perspective.

***EnglishVersion***

U.S. Economic Growth Slows; Exchange Rates Soar

The U.S. economy is facing problems due to rising prices and weak growth. Inflation in the U.S. today rose to its highest level in nearly 3 years in May, while the regional manufacturing activity contracted this month, according to reports Wednesday. Consumers in the U.S. relief after gasoline prices began to fall, helping the economy recover from data gloomy lately. But in a trend that could complicate the Federal Reserve officials, Dep. Labor said its index of consumer prices outside of food and energy rose 0.3%. It was the biggest gain since July 2008, although some of the increase due to supply disruptions caused by earthquakes Japanese automotive drive prices up sharply. Terposah report showed a sharp decline in manufacturing activity in New York state and 0.1% decline in industrial output in May, although partly due to a decrease in cold-related utilities.

Gold More Wanted

Gold rose on Wednesday due to safe-haven buying triggered by a sharp decline in stock markets amid concern a slowing U.S. economy and signs carry the debt crisis in Greece can be increased. Investors turn to gold after the U.S. consumer price index scored the biggest gain in nearly four years and the regional manufacturing sector contracted this month, also due to uncertainty regarding the discussion about the U.S. debt limit. “Gold is where the current depends when the stock market, crude oil and other commodities lower,” said Robert Lutts, chief invetasi at Cabot Money Management. Gold was down early in the session, chastened by the strengthening dollar selloff and Europe due to the worsening debt crisis.

Strengthening Dollar Oil Press

Oil fell more than 4% on Wednesday, as a sign of continued economic weakness that increase anxiety and demand also pressured by the strengthening dollar, triggering orders sellstop and pushed crude oil fell to its lowest level since February. Crude oil fell after data showed a rise in core inflation and the manufacturing sector contracted in New York. Increasingly intense sell-off after breaking down the MA150 and the key support at $ 95, and removing a bit of gain on crude oil due to a sharp drop in U.S. crude supplies. “Investors rush to exit. The market is overvalued at this time, Brent oil continued to bubble, and bubbles burst today,” said Tim Evans, energy analyst at Citi Futures Perspective.


Commodity Update: Oil Bearish Trend


MINYAK
Minyak Konsolidasi, Trend Bearish

Minyak Nymex pengiriman bulan Juli konsolidasi setelah naik $1.17 menjadi $100.10/barrel, menurut analisa teknikal Dow Jones. Grafik harian dengan menggunakan indikator MACD menunjukkan trend bearish, namun indikator stochastic menunjukkan bullish dan berada di level oversold. Resistance di $100.42 (level tinggi hari Jumat); jika berhasil menembus level ini, minyak berpeluang untuk naik ke $100.99 (level tinggi hari Rabu), lalu ke $104.60 (level tinggi 11 Mei) dan $105.31 (kisaran MA 55-day). Support di $96.35 (level rendah hari Jumat); lalu $95.02 (level rendah hari Selasa), kemudian $94.63 (level rendah 6 Mei) dan $92.84 (level pada 31 Januari).
Minyak kontrak Juli turun $1.00 menjadi $99.10/barrel di Globex.

EMAS
Krisis Eropa untungkan prospek harga emas

Nilai kontrak emas diperkirakan terus menguat guna melanjutkan peningkatan mingguan pertamanya dalam 3 pekan terakhir. Kekhawatiran terhadap utang sejumlah negara di Eropa menaikkan permintaan logam mulia itu sebagai pengaman aset. Harga emas pengiriman dalam waktu dekat naik 0,5% menjadi US$1.519,35/troy ounce. Kontrak emas diperdangkan naik 1,2% sepanjang pekan lalu. Kontrak emas pengiriman Juni di bursa New York juga menguat 0,7% menjadi US$1.519/troy ounce. “Inevstor membeli aset pengaman nilai setelah Fitch Ratings menurunkan peringkat utang Yunani dan Standard & Poor’s menempatkan Italia ke outlook yang negatif. Hal ini memperkuat kurs dolar AS,” kata Head of Commodity Research ANZ Banking Group Ltd Mark Pervan dalam laporannya hari ini. S&P pekan lalu menurunkan prospek kredit Italia ke negatif dari posisi stabil dengan pertimbangan risiko pelambatan laju ekonomi dan kesulitan pemangkasan utang pemerintah. Fitch juga memangkas peringkat utang Yunani. Perkembangan itu menyebabkan euro melemah 0,5% terhadap dolar AS.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Commodity Update: Minyak Diprediksi Jatuh


MINYAK
Minyak Masih Berada Di Rangenya

Harga minyak masih dipengaruhi oleh mata uang sementara data perekonomian AS yang lemah membuat minyak sulit untuk terus berada di atas level  $100/barrel, menurut Jim Ritterbusch, pimpinan perusahaan penasehat perdagangan minyak Ritterbusch & Associates. Harga minyak masih bergerak di range $10 selama beberapa pekan terakhir. “Diperkirakan pelemahan  akan menuju ke level $92,” kata Ritterbusch. Minyak Nymex turun $1.66 menjadi $98.44/barrel di hari Kamis, Minyak Brent turun 88 sen menjadi $111.42/barrel setelah dirilisnya indikator perekonomian AS dan aktivitas manufaktur yang mengecewakan. Minyak crude bulan Juni naik 42 sen menjadi $98.86/barrel, sementara kontrak Juli naik 45 sen menjadi $99.38/barrel di Globex.
EMAS
Emas Masih Tertekan
Emas melemah akibat ekspektasi berkurangnya tekanan inflasi yang kurangi permintaan terhadap logam mulia sebagai hedging atas kenaikan inflasi. Presiden Fed of St Louis, James Bullard, katakan bank sentral belum akan mengubah kebijakan moneternya sampai akhir tahun, dan turunnya ekspektasi inflasi kurangi kebutuhan untuk mulai menarik stimulus. “Ekspektasi inflasi sedikit mereda belakangan ini,” ungkap Dan Smith, analis Standard Chartered. “Emas kini tengah cari alasan lain untuk bisa pecahkan rekor tertingginya. Saat ini, emas kekurangan pemicu untuk reli.”

Harga minyak, salah satu faktor inflasi, turun hingga di bawah $100 per barel di sesi New York akibat suramnya outlook permintaan energi dunia. Turunnya harga minyak dapat kurangi tekanan inflasi lebih lanjut. “Emas bergerak searah dengan minyak dan penurunan harga minyak sulitkan pergerakan emas,” papar Frank Lesh, trader FuturePath Trading.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Commodity Update:Emas Stabil


EMAS
Emas Stabil, Perak Terus Menguat
Emas sedikit bergerak hari kamis dan perak terus bergerak menguat di sesi sebelumnya, ketika harga komoditi membukukan kenaikan terbesarnya dalam 2 bulan setelah aksi jual, seiring melemahnya dollar AS yang memberikan dukungan. Spot emas flat di level $1,496.29 per ons. Harga emas AS hanya berubah sedikit di level $1,496.60. Spot perak naik 1.6% ke level $35.58, setelah naik 3% di sesi sebelumnya dan perak AS naik 1.4%. Indeks CRB bertahan naik 2.3% hari Rabu, penguatan terbesar harian dalam 2 bulan, terangkat oleh penguatan harga minyak dan biji-bijian. Pasar komoditi mungkin akan mengalami koreksi dalam waktu dekat setelah aksi jual, tetapi untuk jangka panjang, masih terlihat menguatnya pertumbuhan permintaan.

MINYAK
Minyak Mentah Stabil Setelah Naik Diatas $100

Kontrak minyak mentah AS bertahan kuat hari Kamis setelah bangkit lebih dari 3% ke level diatas $100 per hari sebelumnya didukung oleh kenaikan harga-harga komoditi mengikuti berakhirnya aksi jual. Kenaikan kemarin juga didukung oleh laporan EIA akan adanya kejatuhan persediaan di AS dan kejatuhan persediaan di Cushing, Oklahoma, titik pengantaran untuk kontrak minyak mentah AS. Harga minyak mentah NYMEX untuk bulan Juni turun 15 sen ke level $99.95 per barel, setelah bertahan naik $3.19 di level $100.10 sehari sebelumnya. Beberapa analis memperkirakan aksi jual telah pudar hari Selasa, setelah harga turun 17% dari tingginya selama 32 bulan dilevel $114.83 pada 2 Mei ke level $95.02.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Commodity Update: Dollar Jatuh, Minyak Naik


EMAS 
Emas Stabil, Dukungan Kekhawatiran Hutang Eropa
Emas bertahan stabil hari Rabu seiring kekhawatiran terhadap krisis hutang Eropa memberikan dukungan kepada emas, setelah memburuknya data industri dan perumahan AS memicu penurunan di harga minyak dan logam di sesi sebelumnya. Spot emas sedikit bergerak di level $1,485.59 per ons, setelah turun 3 sesi berturut-turut. Emas AS bergerak naik 0.4% ke level $1,485.60. Spot perak beranjak naik 0.4% ke level $35.05. Kontrak perak AS naik sebanyak 1.7% ke level $34.06. Buruknya data industri dan perumahan AS memperlihatkan adanya kejatuhan di ekonomi AS, yang berujung pada lemahnya harga saham dan komoditi.
MINYAK
Kontrak Minyak Mentah Naik Terkait Kejatuhan Dollar AS
Kontrak minyak mentah AS pulih dari rendahnya 12 minggu di perdagangan elektronik diawal hari Rabu, seiring dollar AS yang turun dan memicu aksi beli komoditi yang berdenominasi dollar AS. Minyak mentah AS untuk pengiriman bulan Juni melaju 86 sen, atau 0.9% ke level $97.77 per barel di NYMEX selama sesi perdagangan Asia. Harga minyak mentah sebelumnya ditutup pada sesi AS pada level terendahnya sejak 22 Februari. Data housing yang buruk, yang membantu mengangkat kekhawatiran inflasi mengenai permintaan AS, berkontribusi menekan harga hari Selasa, sementara sebuah laporan grup industri memberikan perkiraan kenaikan persediaan mingguan. Laporan persediaan dari API (American Petroleum Institute) menunjukkan adanya kenaikan persediaan sebesar 2.7 juta barel di akhir minggu 13 Mei. Persediaan bahan bakar bensin turun 676.000 barel dan persediaan produk distilasi turun 2.8 juta, dilaporkan kelompok industri tersebut. Data API tersebut akan dirilis dekat dengan waktu laporan dari Departemen Energi AS, yang keluar hari Rabu, minggu ini.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Menguatnya Dollar Memicu Penurunan Komoditi Emas, Minyak dan Perak


MINYAK

Minyak Turun Mendekati 1% Dibawah $99; Dollar AS

Kontrak minyak mentah As turun mendekati 1% hari Senin, dibawah $99 per barel, menghapus penguatan hari Jumat seiring menguatnya Dollar terhadap Euro ditengah kekhawatiran masalah hutang Yunani. Kontrak minyak mentah NYMEX untuk bulan Juni diperdagangkan turun 94 sen ke sekitar $98.71 per barel, di perdagangan elektronik Globex, setelah merosot lebih dari 1 dollar di level $98/50 sebelumnya. Minggu lalu minyak mentah naik $2.47 atau 2.5%, mendapat kepulihan ringan dari rekor $16.75 dalam kejatuhan mingguan di 6 Mei.

EMAS
Emas-Perak Bergerak Turun

Emas dan perak bergerak turun hari Senin, seiring dollar yang bertahan stabil terkait kekhawatiran hutang Eropa sebelum para menteri keuangan Eropa akan membahas bantuan untuk Portugal. Spot emas bergerak turun 0.1% ke level $1,491.45 per ons, setelah menutup minggu lalu nyaris flat. Kontrak emas AS juga turun 0.1% ke $1,492. Spot emas turun 0.3% ke $35.17, melanjutkan kejatuhan yang mendekati 1% minggu lali. Perak AS menguat 0.6% ke level $35.21.

Logam mulia dalam tekanan akibat menguatnya dollar AS, yang terangkat oleh data inflasi AS dan kejatuhan Euro ke rendahnya 6 minggu terhadap dollar AS.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Memburuknya Data Inflasi AS Memicu Kenaikan Emas


Emas
Emas Beranjak Naik Memburuknya Data Inflasi AS

Emas bergerak naik seiring dollar bertahan stabil, walaupun ekspektasi bahwa tekanan inflasi di AS menyusut membuat batasan untuk penguatan. Data CPI hari Jumat diperkirakan akan menunjukkan kenaikan 0.4% dibandingkan 0.5% bulan Maret, menurut sebuah poll Reuters. Spot emas telah beranjak naik dibawah $3 ke level $1,504.69 per ons, kembali mengumpulkan kekuatan semalam. Kontrak emas AS turun $2 ke level $1,504.80 per ons. Spot perak menguat 21 sen ke level $34.31 per ons. Harga perak di COMEX secara umum flat di level $34.79 per ons.

MINYAK
Minyak Mentah AS Turun $1 Terkait Kekhawatiran Permintaan

Kontrak minyak mentah AS turun lebih dari $1 hari Jumat, tertekan oleh kekhawatiran permintaan minyak mentah global seiring para produsen AS yang menghadapi naiknya harga pompa dan Cina yang menghadapi inflasi. Kontrak minyak mentah di NYMEX untuk bulan Juni diperdagangkan turun $1.05 di level $97.92.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Emas & Minyak Menguat


EMAS
Emas Menuju Penguatan ke 4 Hari: Yunani dan Minyak

Emas beranjak naik hari Rabu, menuju penguatan 4 sesi berturut-turut, didukung oleh tumbuhnya kekhawatiran terhadap krisis hutang dan tingginya harga minyak. Spot emas menguat 0.2% ke level $1,517.94 per ons, membangun kenaikan di 3 sesi sebelumnya. Kontrak minyak mentah AS sedikit bergerak ke level $1,518.30. Yunani membantah laporan bahwa negara tersebut sedang membahas paket bantuan senilai 60 miliar dengan pemberi pinjaman internasional dan naiknya tingkat bunga pinjaman ditengah kekhawatiran bahwa negara tersebut akan melakukan restrukturisasi hutangnya tanpa bantuan Uni Eropa. Investor mengawasi data inflasi Cina, yang diperkirakan memudarkan kejelasan pengetatan dari Beijing. Spot perak naik sebanyak 0.9% ke level $38.78, seiring dengan penguatan 4 sesi berturut-turut. Perak di COMEX menguat 0.8% ke level $38.77.

MINYAK
Minyak Stabil Dekat $104, Dukungan Cina dan Banjir AS

Harga minyak mentah AS berkisar dekat $104 per barel hari Rabu, didukung oleh naiknya impor dari Cina dan kekhawatiran bahwa banjir di AS mungkin akan mengganggu operasional AS. Harga NYMEX untuk bulan Juni naik 1 sen ke $103.89 per barel, menambah penguatan $1.33 di sesi sebelumnya. Impor minyak mentah Cina di bulan April beranjak naik ke level tertinggi rekornya dalam basis harian, menyarankan permintaan di ekonomi terbesar dunia walaupun harga masih kuat bertahan. Persediaan minyak mentah AS naik 2.9 juta barel, sementara persediaan bahan bakar turun 1.8 juta minggu lalu, menurut sebuah laporan mingguan dari API. Minyak mentah bertahan di level $100 per barel mulai mengikis permintaan penggunaan minyak global, dikatakan sebuah badan perkiraan energi pemerintah AS bersamaan dengan tindakan badan tersebut memangkas perkiraan untuk tahun ini untuk sekitar 10 bulan.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Emas & Perak Koreksi Tipis, Minyak Kembali Pulih


Emas
Emas dan Perak Koreksi Tipis

Emas turun tipis di awal perdagangan pasar Asia akibat penguatan USD, menurut dealer IG Markets, Chris Weston. Spot emas turun $4.50/ons di $1508.60/ons. Kekhawatiran atas isu hutang negara zona Eropa setelah Standard and Poor menurunkan peringkat Yunani sebesar dua notches di hari Senin “bagus untuk emas”, katanya. Perak berada di posisi yang lebih baik dibanding pekan lalu, meski masih ada beberapa bargain hunting tadi malam setelah harga merosot tajam pekan lalu. Spot perak turun 20 sen menjadi $37.51.

MINYAK
Minyak Pulih Diatas $102

Kontrak minyak mentah menebus kejatuhannya pada hari Senin, menguat 5.5% guna bertahan diatas level $102 per barel, seiring kejatuhan minggu lalu memancing pembeli memburu komoditi yang turun. Minyak mentah untuk pengiriman bulan Juni, berakhir sebelumnya naik $5.37 atau 5.5% di level $120.55 per barel di NYMEX, setelah naik ke level $103.40 di momentum penguatan selama beberapa jam sebelum penutupan. Penguatan hari Senin, yang mengembalikan harga ke level $100 untuk pertama kalinya sejak hari Rabu, memberikan pemulihan sebagian dari peralihan minggu lalu, kejatuhan dalam. Minyak mentah anjlok mendekati 15% guna menutup minggu tersebut di level $97.18 per barel, minggu terburuk dalam persentase sejak Desember 2008.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Gold
Thin Gold and Silver Correction

Gold fell in early trading thin Asian market due to the strengthening of the USD, according to IG Markets dealer, Chris Weston. Spot gold fell $ 4.50/ons at $ 1508.60/ons. Concerns over the issue of euro zone countries debts after Standard and Poor’s downgraded by two notches Greece on Monday “good for gold“, he said. Silver was in a better position than last week, although there are still some bargain hunting last night after the price fell sharply last week. Spot silver fell 20 cents to $ 37.51.

OIL
Oil Recovers Above $ 102

Crude oil contract redeem his ouster on Monday, rose 5.5% to stand above the level of $ 102 per barrel, as the buyer’s downfall last week fishing hunt down commodity. Crude oil for delivery in June, ended earlier rose $ 5.37 or 5.5% at the level of $ 120.55 a barrel on the Nymex, after rising to as low as $ 103.40 at strengthening the momentum for a few hours before closing. Strengthening Monday, which returns the price to as low as $ 100 for the first time since Wednesday, giving the recovery portion of the transition last week, falling inside. Crude oil plunged close to 15% in order to close the week at $ 97.18 per barrel level, as a percentage of worst week since December 2008.


Persediaan Melimpah, Minyak Merosot!


MINYAK
Minyak Mentah Merosot Terkait Persediaan AS

Kontrak minyak mentah merosot dibawah $109 per barel hari Kamis, tertekan oleh tingginya persediaan yang melampaui perkirsaan, lemahnya data ekonomi AS dan kekhawatiran inflasi Cina. Minyak mentah NYMEX untuk pengiriman Juni merosot 59 sen ke level $108.65 per barel. Kontrak tersebut telah turun mendekati 6% sejak hari Senin, sementara komoditi tersebut naik ke level $114.83 per barel, level tertingginya sejak September 2008. Persediaan minyak mentah mingguan AS naik sebanyak 3.4 juta barel, seimbang dengan kejatuhan impor, dilaporkan Departemen Energi AS. Para analis memperkirakan penambahan 2 juta barel dalam sebuah poll Reuters. Data dari AS menunjukkan adanya pelambatan di sektor jasa dan sedikitnya lapangan dari sektor swasta di bulan April. Indeks komoditi CRB turun 1.8% hari Rabu.

EMAS
Emas Terjun Mengikuti Perak

Perak turun tajam untuk 3 sesi berturut-turut hari Rabu, sementara emas ikut anjlok, setelah berlanjutnya aksi jual setelah kenaikan persyaratan margin untuk ketiga kalinya dalam sepekan. Emas sedang menuju penurunan harian untuk ketiga kaklinya meskipun dollar melemah dan setelah berita bahwa Meksiko sebagai negara berkembang terkini yang meminati emas. Sentimen diantara investor emas bertambah buruk setelah laporan mengatakan George Soros, yang berpandangan bullish pada emas sekaligus investor besar pada emas, telah menjual emas dan perak sejak bulan lalu. “Dengan CME menaikkan persyaratan margin perak untuk ketiga kalinya dalam sepekan, itu cukup mengganggu pergerakan parabolik pada perak,” ucap Mark Luschini, kepala strategis investasi pada Janney Montgomery Scott.

Posted with WordPress for BlackBerry.