Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Choi Minho

Analisa Emas


Gold Buddha

Gold Buddha (Photo credit: @Doug88888)

Harga emas masih berkonsolidasi di area yang sama. Ketidakmampuan emas menembus 1683 dan kembali terkoreksi dalam menunjukkan hal tersebut. Pergerakan harga emas seperti kehilangan momentum. Perlu momentum dari berita-berita baru untuk menggerakan harga emas dari kisarannya yang ada saat ini.

Harga kini berada di sekitar 1670an. Tekanan turun bisa membawah emas ke area trend line di 1663 yang juga area MA 200 di grafik harian. Waspada area bawah 1663, penembusan level ini bisa membuka pelemahan yang lebih dalam ke area 1650an.

Sementara resisten terdekat di 1673. Penembusan level ini ke atas membuka lagi peluang ke area 1680 an.

 

Untuk grafik, silahkan lihat di sini:http://www.monexnews.com/today-analysis/4328/emas-masih-konsolidasi-1663-1683.htm


Market Outlook Today


EMAS

 

Komoditi Emas bergerak menguat pada perdagangan kemarin seiring optimisme akan adanya kesepakatan untuk menyelesaikan krisis fiskal di AS memicu selera investor, implikasi dari Fiscal Cliff untuk komoditi ini masih belum jelas diskusi yang berkepanjangan dapat meninggikan selera hinda resiko namun dalam jangka pendek harapan untuk resolusi dalam waktu dekat menguntungkan Emas bersamaan dengan bursa saham.

 

EUR/USD

 

Mata uang tunggal Eropa bertahan di level tertinggi pada perdagangan di hari Jumat dalam sebulan terakhir atas US dollar di saat pasar menantikan perkembangan terkait upaya mencegah kurang fiskal, masih ada optimisme di pasar bahwa pejabat AS tidak akan membiarkan fisckal Cliff atau kenaikan pajak dan pemotongan anggaran otomatis terjadi. Optimisme ini masih menjadi faktor yang mendorong aset berisiko akan tetapi proses negosiasi terlihat masih alot ini yang dapat membuat pasar bergejolak kemungkinan sampai akhir tahun.

 

NIKKEI

 

Bursa saham Jepang bergerak menguat cukup signifikan pada perdagangan dihari Jumat, dorongan positif datang dari bursa AS di mana indeks S&P 500 menguat untuk dua hari berturut-turut. Positifnya kinerja bursa saham disebabkan oleh keyakinan baru bahwa kondisi jurang fiskal di AS akan dapat dihindari.

 


Market Outlook Today


Signature of Angela Merkel.

Signature of Angela Merkel. (Photo credit: Wikipedia)

EMAS

 

Komoditi Emas ditutup menguat minggu lalu

 

Komoditi Emas bergerak menguat diatas level $1.750.00/troy once untuk pertama kalinya dalam lima minggu pada perdagangan diakhir minggu lalu sebesar 1,3%, menguatnya komoditi ini seiring dengan melemahnya dollar AS dan pembelian yang berhubungan dengan options yang memicu technical support. Komoditi Emas juga diuntungkan dari meluasnya pelemahan dollar khususnya mata uang Euro dari harapan untuk paket bantuan dan perbaikan yang mengejutkan pada sentimen bisnis Jerman.

 

EUR/USD

 

Euro mengakhiri penguatannya diminggu lalu

 

Mata uang tunggal Eropa melesat pada penutupan perdagangan diakhir minggu lalu seiring dengan harapan bahwa Yunani mungkin akan mengamankan dana bantuan lanjutan untuk memenuhi kewajiban hutang-hutangnya, kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa ia yakin bahwa kesepakatan akan bantuan untuk Yunani akan segera tercapai. Para menteri keuangan Eropa agendanya bertemu hari ini untuk ketiga kalinya guna memberikan keputusan bantuan untuk Yunani sebelum jatuh tempo pembayaran kembali hutang pada pertengahan bulan Desember.

 

HANGSENG

 

Hangseng bergerak dalam kisaran sempit

 

Bursa saham Hongkong pada pembukaan perdagangan diawal minggu ini cenderung mengalami fluktuasi pada kisaran sempit, bursa bergerak di teritori positif dan negatif, sementara Indeks Berjangka Hangseng mengalami pergerakan melemah setelah sempat dibuka dengan mengalami kenaikan hingga mencapai posisi tertinggi dalam nyaris tiga minggu belakangan. Kekhawatiran kemungkinan bangkrut di Yunani masih mendominasi sentimen negatif hari ini, para pelaku pasar kurang yakin bahwa para Menteri Keuangan zona Eropa dapat menghasilkan keputusan yang tepat waktu dalam mencegah kebangkrutan Yunani tersebut.

 


Market Outlook Today


EMAS

 

Komoditi Emas bergerak melemah pada perdagangan di hari Jumat minggu lalu menyebabkan akumulasi tekanan mingguan akibat indikasi penurunan perekonomian global akibat kekhawatiran resesi AS menekan minat terhadap komoditi ini sebagai aset untuk hedging terhadap inflasi. Minggu lalu komditi ini melemah sebesar 1% dan sudah mengalami pelemahan dalam 5 dari 6 minggu perdagangan terakhir menyusul berkembangnya dinamika pasar setelah data yang mengindikasikan perekonomian Eropa juga sedang memasukii jurang resesi. Pada awal perdagangan minggu ini aksi beli mulai meningkat dengan gejolak Palestina dan Israel yang memberi peluang bagi penguatan harga, perundingan mengenai pembatalan fiscal cliff AS yang merupakan kombinasi kenaikan pajak dan pemangkasan pengeluaran yang diprediksi akan dilakukan mulai bulan Januari tengah digodok.

 

EUR/USD

 

Mata uang tunggal Eropa untuk pertama kalinya dalam 3 sesi terakhir bergerak melemah pada penutupan perdagangan minggu lalu, para investor kembali memburu aset-aset safe haven seiring kekhawatiran pertemuan antara Presiden Obama vs Parlemen AS tidak akan menghasilkan kesepakatan untuk menghindari jurang fiskal. Sementara itu berlanjutnya perselisihan di antara kreditur internasional Yunani dan melemahnya data ekonomi kawasan zona Eropa juga tidak banyak membantu sentimen pasar terhadap mata uang ini, bahkan setelah komentar anggota Dewan Gubernur ECB Jens Weidmann mengenai wacanahaircut hutang Yunani yang harusnya diberikan sebagai bentuk penghargaan atas keseriusan pihak Athena mengimplementasikan reformasi fiskal.

 

HANGSENG

 

Bursa saham Hangseng bergerak menguat  pada awal perdagangan minggu ini terutama terangkat oleh sentimen positif sejumlah ekuiti di Amerika sepanjang minggu lalu, bursa saham Hongkong ini juga ikut menguat oleh sejumlah saham bluechips yang rebound berkat aksi beli masif para investor seperti saham Sands China dan AIA Group. Namun tetap waspada tren tersebut masih rentan maka penguatan Indeks Berjangka Hangseng terbatas.


Market Outlook Today


Official portrait of Federal Reserve Chairman ...

Official portrait of Federal Reserve Chairman Ben Bernanke. (Photo credit: Wikipedia)

EMAS

Komoditi Emas bergerak sedikit melemah dan ditutup nyaris flat pada perdagangan kemarin, melemahnya komoditi ini setelah sempat kembali melonjak ke posisi 6.5 bulan tertingginya. Para investor mulai melakukan antisipasi apabila The Fed nantinya tidak memberikan sinyal jelas mengenai kelanjutan program QE III. Para pelaku pasar masih menantikan kepastian hasil pertemuan The Fed nanti malam, dalam pidatonya nanti malam Gubernur The Fed Ben Bernanke diperkirakan akan mengungkapkan kepastian jadi/tidaknya program QE III.

EUR/USD

Mata uang Eropa pada perdagangan kemarin bergerak sedikit menguat, dan pada perdagangan di hari Kamis pagi mata uang Euro masih sedikit melanjutkan penguatan. Euro menguat hingga mencapai posisi tertinggi dalam empat bulan belakangan pada perdagangan kemarin seiring di tengah harapan yang makin kuat setelah pengadilan Jerman memutuskan bahwa program bailout memiliki legalitas. Saat ini para pelaku pasar sedang menantikan keputusan The Fed untuk peluncuran QE III yang rencananya akan diluncurkan nanti malam.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong pada perdagangan di hari Kamis pagi tadi cenderung flat dan menguat terbatas, bursa saham Hongkong hanya bergerak sedikit saja di tengah aksi menunggu para investor mengenai keputusan The Fed yang diharapkan akan kembali meluncurkan program QE III yang rencananya akan diluncurkan nanti malam.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas menguat tipis cenderung stabil pada perdagangan kemarin, penguatan Logam Mulia tersebut melanjutkan peningkatan untuk lima hari berturut – turut setelah data kunci ekonomi AS lemah. Sedangkan prospek pemilu di Yunani dipandang masih memberikan outlook suram untuk negara tersebut. Komoditi Emas justru melompat setelah klaim pengangguran mengalami kenaikan yang lebih dari ekspektasi, dengan beberapa rilis data yang kurang baik dari AS diperkirakan The Fed makin dekat untuk meluncurkan stimulus tahap ketiga.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa menguat terhadap dolar AS pada perdagangan kemarin, dipicu oleh langkah investor yang kembali memangkas posisi jual terhadap Euro menjelang pemilu Yunani akhir minggu ini. Namun demikian tingkat biaya pinjaman obligasi Italia dan Spanyol masih berada di level yang tinggi, sebuah kondisi yang potensial memberikan tekanan bagi Euro kedepannya. Sementara itu tingkat pengangguran di Yunani mencapai level tertingginya pada triwulan pertama 2012 dimana sebanyak 22,6 % dari total angkatan kerja yang menganggur, kondisi tersebut merefleksikan semakin dalamnya krisis yang mengguncang negara tersebut dan diperkirakan akan meningkatkan penolakan terhadap paket pemangkasan anggaran yang menjadi syarat bailout keuangan dari Uni Eropa. Kanselir Jerman Angela Merkel menolak dengan tegas apa yang disebutnya dengan “solusi ajaib” penanganan krisis hutang Uni Eropa yaitu diantaranya dengan pembentukan obligasi bersama Eropa dan pembentukan skema garansi deposit, kedua langkah tersebut didukung oleh Presiden Perancis Francois Hollande, Perdana Menter Italia Mario Monti dan Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong pada perdagangan di hari Jumat pagi menguat cukup signifikan, bursa saham Hongkong ini menguat mengimbangi positifnya hasil akhir perdagangan di bursa saham Wall Street dini hari tadi. Ada beberapa saham yang bergerak menguat diantaranya adalah HSBC, Cheung Kong, Hangseng Bank, dan Henderson Land.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas menguat sebesar 1% pada perdagangan di hari Jumat akhir munggu lalu, mengakhiri koreksinya selama 4 sesi terakhir seiring pergerakan Emas yang searah dengan aset‐aset beresiko ditengah optimisme para pemimpin Eropa akan sanggup mengatasi krisis utang kawasan. Komoditi Emas mencatat kenaikan harian terbesarnya dalam 2 minggu menyusul rally pada bursa saham Wall Street dan komoditas setelah Jerman dan Prancis mengatakan pemimpin Eropa akan mengadakan pertemuan sebanyak 2 kali di hari Minggu dan Rabu untuk mencegah meluasnya krisis utang di 17 negara anggota zona Euro. Komoditi Emas tercatat telah melemah sebesar 2,5% dalam seminggu lalu merupakan pelemahan terbesarnya dalam 4 minggu, turun bersamaan dengan aset‐aset beresiko seperti ekuitas dan industri logam.

GBP/USD 

Sterling sempat menguat ke level tertinggi sepanjang 6 minggu terakhir terhadap dollar AS pada perdagangan akhir minggu lalu, ditunjang oleh laporan meningkatnya permintaan terhadap Sterling dari bank kliring asal Inggris British Clearer  yaitu bank kliring yang mendominasi pengambilan deposito dan pinjaman jangka pendek dalam pasar domestik dengan denominasi Sterling. Dukungan bagi performa sterling juga menguat seiring naiknya kinerja ekuitas ditunjang harapan bahwa pemimpin Uni Eropa akan segera menyepakati penanganan krisis hutang kawasan tersebut.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong pada perdagangan di hari Senin pagi mengalami pergerakan menguat, pada awal minggu ini bursa saham Hongkong mengawali dengan membukukan peningkatan seiring dengan kenaikan yang terjadi pada akhir perdagangan di bursa saham Wall Street akhir minggu lalu. Adapun saham – saham yang mengalami pergerakan yang menguat diantaranya adalah Cheung Kong, HSBC, Hangseng Bank, dan Henderson Land. Di perkirakan Indeks Berjangka Hangseng hari ini berpotensi menguat.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas terkoreksi sekitar 1% pada perdagangan di akhir minggu lalu, menyusul investor menaikkan dana cash untuk menutup margin calls ditengah melemahnya pasar ekuitas setelah lembaga pemeringkat Fitch memangkas peringkat utang Spanyol dan Italia. Logam mulia ini mencatat kenaikan mingguan pertamanya dalam sebulan bergerak naik bersamaan dengan aset-aset beresiko, di awal sesi New York komoditi Emas menguat bersama dengan Wall Street setelah data Non Farm Payrolls dirilis lebih baik dari perkiraan. Sejumlah investor masih meyakini bahwa The Fed bakal memperkenalkan kebijakan baru untuk merangsang pertumbuhan ekonomi AS, yang akan memberi dukungan positif bagi Emas sebagai aset yang aman resiko. Namun jika investor ternyata membutuhkan dana cash untuk menutup margin calls atas kerugian yang diderita di sektor lain, maka hal ini akan memicu tekanan jual pada Emas.

GBP/USD

Sterling berhasil rebound terhadap dollar AS pada perdagangan di hari Jumat lalu, seiring aksi ambil untung pelaku pasar dan juga didukung oleh membaiknya data ekonomi Amerika yang kemudian mendongkrak minat investor pada aset ber imbal hasil tinggi. Sterling tidak terlalu bereaksi terhadap pemangkasan peringkat 12 bank dan institusi keuangan Inggris oleh lembaga pemeringkat Moody’s. Minggu ini pelaku pasar fokus pada rilis data indeks produktifitas Inggris diantaranya pada data industrial production dan manufacturing production untuk Agustus yang diperkirakan masih akan menunjukkan pelemahan seiring krisis yang melanda partner dagang utama Inggris yaitu Uni Eropa, permintaan domestik juga diperkirakan masih terbatas ditengah harga impor yang tinggi.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong mengalami kenaikan tipis pada perdagangan di hari Senin pagi, bursa saham Hongkong mengabaikan sentimen melemah yang dialami oleh bursa saham Wall Street akhir minggu lalu dan menguat oleh aksi bargain hunting. Indeks Berjangka Hangseng mengalami pergerakan melemah setelah dibuka naik masih ditekan oleh beberapa kekhawatiran dari China daratan. Saham – saham di bursa saham Hongkong pagi ini mengalami pergerakan yang bervariasi, adapun saham – saham yang mengalami pergerakan bervariasi diantaranya adalah HSBC dan Hangseng Bank terpantau menguat, Henderson Land dan Wharf Holdings bergerak melemah. Di perkirakan Indeks Berjangka Hangseng berpotensi melemah setelah dibuka sempat menguat.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas ditutup menguat pada perdagangan kemarin seiring menyusul tingginya ekspektasi bahwa The Fed akan meluncurkan stimulus lanjutan guna mendukung pemulihan ekonomi Amerika. Pandangan tersebut bersamaan dengan pemangkasan peringkat kredit Italia oleh lembaga pemeringkat S&P kemarin turut menopang minat investor pada aset safe haven. Saat ini pelaku pasar cenderung bersikap wait and see sebagai antisipasi berbagai kemungkinan langkah yang akan diambil oleh The Fed dalam pertemuan ini. Meskipun saat ini kemungkinan The Fed akan kembali meluncurkan stimulus keuangan guna menanggulangi perlambatan ekonomi Amerika. Akan tetapi jika berlaku sebaliknya ternyata langkah yang diambil The Fed tidak sesuai dengan ekspektasi, atau bahkan mengulur waktu sembari membiarkan ekonomi Amerika pulih berangsur ‐ angsur dengan sendirinya maka kondisi tersebut jika terjadi maka justru berpotensi melemahkan logam mulia ini.

EUR/USD

Pimpinan Uni Eropa tengah berjuang untuk mencegah penularan krisis utang ke negara yang lebih besar sejak Yunani terima bailout pertamanya pada tahun lalu. Survei Barclays Capital menunjukkan sebesar 25% investor memprediksi  Uni Eropa diperkirakan akan bubar, ECB sejak awal bulan lalu telah membeli obligasi pemerintah Spanyol dan Italia demi mencegah lonjakan yield dan sejauh ini upaya tersebut berhasil menurunkan biaya pinjaman obligasi Spanyol yang bertenor 10 tahun sebanyak 70 bps menjadi 5,34%. Tindakan bank sentral dilakukan untuk mencegah kejatuhan harga obligasi yang tidak masuk akal, dengan pertimbangkan situasi di masing-masing negara.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong mengalami pelemahan hal ini berlawanan dengan pergerakan sebagian bursa saham di Asia pada hari ini, bursa saham Hongkong mengalami penurunan karena sebagian besar saham berkapitalisasi besar di bursa mengalami penurunan di mana sektor keuangan dan energy menjadi pendorong utama penurunan hari ini. Adapun saham – saham yang mengalami pergerakan penurunan diantaranya adalah saham HSBC, saham Henderson Land, dan saham Cheung Kong. Di perkirakan Indeks Berjangka Hangseng pada perdagangan hari ini berpotensi melemah tapi cenderung terbatas.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas naik lebih dari level $ 16.8 di tutup dekat level $1830.00/troy ounce pada perdagangan kemarin seiring pulihnya bursa saham dan Eropa, mengembalikan penurunan tajam akibat aksi jual. Minimnya tingkat permintaan aset safe haven belakangan ini ditambah dengan meningkatnya volatilitas harga membuat investor Emas untuk mempertanyakan outlook Emas. Bursa saham global dan Euro pulih dalam harapan adanya dukungan politik untuk Yunani dari negara kuat di Eropa, pada hari Senin Komoditi Emas terbenam di bawah level $1800.00/troy ounce seiring kecemasan hutang zona Eropa memicu investor menjual Emas guna menutupi kerugian di bursa saham, peruntungan Emas nampaknya memudar saat ini.

MINYAK

Minyak mentah tergelincir dari level tertinggi 6 minggu di New York, koreksi harga minyak terjadi karena investor berspekulasi stok bensin AS meningkat, sehingga menjadi sinyal akan surutnya permintaan bahan bakar di negara pengonsumsi minyak terbesar di dunia iu. Adapun Departemen Energi AS juga dijadwalkan merilis laporannya hari ini. Mayoritas analis yang disurvei Bloomberg memprediksi Departemen Energi mungkin melaporkan pasokan bahan bakar motor turun 500.000 barel, dan cadangan minyak mentah berkurang 3 juta barel pada minggu lalu.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa mampu melanjutkan dominasinya terhadap dolar AS pada perdagangan kemarin seiring bursa saham AS berbalik positif, yang mengindikasikan sedikit meredanya kekhawatiran krisis hutang Eropa paska sebuah laporan menyebutkan jika para pemimpin Yunani, Jerman, dan Perancis akan melakukan pembicaraan vi telepon pada hari Rabu guna membahas perkembangan di Yunani dan kawasan Euro, bagaimanapun juga beberapa trader yakin jika rally Euro hanya terbatas. Horor hutang Eropa terus membayangi kinerja saham internasional, indeks saham Eropa dipaksa merugi lagi di hari pertama minggu ini. Belum lepas dari sentimen Yunani beredar kabar tentang kemungkinan default pada perbankan Jerman.

NIKKEI

Bursa saham Jepang pada perdagangan di hari Rabu pagi terjadi peningkatan yang cukup signifikan, bursa saham Jepang menguat kembali mengikuti sentimen kenaikan yang terjadi di Wall Street pada akhir perdagangannya. Kembalinya sentimen positif didorong oleh turunnya tensi mengenai kemungkinan kebangkrutan Yunani. Saham Nomura menjadi fokus perdagangan di tengah kabar bahwa bank investasi terbesar di Jepang akan mengurangi beberapa ratus staff nya. Sementara itu Tokyo Electric Power mengalami penurunan sebesar 5.1% setelah menteri perdagangan baru di Jepang menyatakan bahwa kreditur dan pemegang saham harus turut menanggung beban restrukturisasi. Di perkirakan Indeks Berjangka Nikkei hari ini cenderung masih berpotensi mengalami peningkatan tapi terbatas.


Market Outlook Today


EMAS

Pada akhir minggu lalu Emas tercatat melemah sebesar 1,5% ke level 1745.50/per troy ounce terhadap dollar AS menyusul naiknya minat investor pada aset bersiko yang kemudian memicu aksi ambil untung pada Emas yang telah menguat tajam dalam seminggu terakhir. Bursa saham global menguat antara lain ditunjang rilis data retail sales Amerika yang mengungguli perkiraan dan juga diberlakukannya penangguhan aktifitas short selling di bursa Eropa serta meningkatnya imbal hasil obligasi Amerika. Namun demikian dalam seminggu terakhir Emas masih mencatat penguatan tajam sebesar 5% yang merupakan kenaikan mingguan terbesar sejak awal November 2008 lalu. Dalam 2 minggu terakhir Emas mencatat penguatan sebesar 13%. Para ekonom memperkirakan bahwa ketidakpastian kondisi makro ekonomi global masih akan mempertahankan sinyal bullish untuk tren Emas kedepannya. Tapi pada sisi lain hal tersebut juga menyimpan potensi adanya koreksi tajam secara temporer.

MINYAK

Komoditi Minyak mentah sedikit berubah di New York seiring penurunan indeks keyakinan di Amerika Serikat yang mengisyaratkan berkurangnya permintaan komoditas hasil pertambangan itu. Harga melemah 15% dalam 3 minggu terakhir dan 6,5% tahun ini. Pertumbuhan di Prancis stagnan, sementara belanja konsumen merosot, ungkap kantor statistik Insee yang berbasis di Paris pada Jumat lalu. Produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II tidak berubah dibandingkan kuartal I, ketika tercatat naik 0,9%, tertinggi dalam 4 tahun. produksi industri di zona euro turun pada Juni, menurut kantor statistik Uni Eropa.

EUR/USD

Dolar memperluas kerugiannya atas Euro setelah data menunjukkan retail sales AS pada periode Juli mencatat kenaikan terbesarnya sejak Maret. Rilis optimis data tersebut telah membangkitkan minat terhadap asset‐aset beresiko setelah meredanya kekhawatiran mengenai kemungkinan AS kembali jatuh kedalam resesi. Penguatan Euro sebelumnya juga berkat naiknya saham Eropa setelah larangan short‐selling saham‐saham keuangan oleh beberapa negara zona euro tampaknya telah meredakan ketegangan, meskipun kekhawatiran terus‐menerus tentang penularan utang telah menghambat rally Euro.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Cetak Rekor Tinggi, Emas Makin Diminati


Cetak Rekor Tinggi, Emas Makin Diminati

Senin, 25 Juli 2011 08:54 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Emas reli di perdagangan Asia terkait ketidak pastian mengenai perundingan batas hutang AS yang membuat logam mulia makin diminati. Emas menyentuh level tertinggi baru di $1,622.49/ons di awal perdagangan.

Pelemahan harga emas pekan lalu dikarenakan akhir dari kesepakatan mengenai paket bantuan bagi Yunani, menurut Barclays Capital. Kekhawatiran mengenai masalah hutang yang masih membebani sentimen pasar dan tingkat inflasi yang semakin tinggi di tengah suku bunga yang rendah, membuat “harga emas turun”, menyebabkan harga terkoreksi untuk sementara.

Spot emas di $1,612.70/ons, naik $12.40 dan perak di $40.43/ons, naik 36 sen dari level penutupan. “Level support perak di $37/ons dan diperkirakan akan menembus $41.08/ons lalu $43/ons,” tambahya.


Emas Bertengger Dekat Rekor Tinggi


Sabtu, 23 Juli 2011 – 03:01 WIB

Emas naik untuk ditutup di atas $1,601 per ons hari Jumat, mendekati rekor tinggi pekan ini seiring rencana bailout untuk Yunani yang masih tertutup dan kecemasan mengenai debat untuk menaikkan batas hutang AS memicu aksi beli safe-haven emas. Ledakan di norwegia yang menelan korban 2 orang juga menambah ketidakpastian.

Di Amerika Serikat, juru bicara House of Representatives John Boehner mengatakan bahwa partai Republik masih belum ada kesepakatan untuk menghindari default hutang, namun diskusi tentang masalah itu terus berlanjut. Sementara itu, Presiden Barack Obama menguratakan keyakinannya bahwa Kongres akan mencapai kesepakatan. Investor terus memantau perkembangan situasi hutang di AS dan Eropa, namun ketidakpastian yang menyelimuti keduanya terus membuat emas diminati investor.


Dollar AS Terdepresiasi


The U.S. dollar depreciated

Dollar AS terdepresiasi versus sebagian besar mata uang utama  setelah Ketua Federal Reserve Ben Bernanke mengatakan bahwa bank sentral mungkin akan meluncurkan kembali program stimulus moneter jika pelemahan ekonomi AS masih terus berlanjut. Komentar tersebut langsung direspon Euro dengan melesat di atas level $1.41, untuk menjauhi level rendah 4-bulan di 1.3836 yang dicetak pada sesi sebelumnya dan mencatat kenaikan harian terbaik sejak pertengahan April.

Pertumbuhan ekonomi China yang secara mengejutkan berakselerasi juga telah membantu mengalihkan perhatian, setidaknya untuk sementara, dari memburuknya krisis hutang zona Euro. Sementara komentar Fitch Ratings yang mengatakan bahwa rencana ambisius pengurangan defisit Italia akan membantu menstabilkan rating kredit, juga sedikit meredakan kekhawatiran penyebaran krisis.

 

EMAS

Komoditi Emas dunia mencapai rekor tertingginya sepanjang sejarah pada perdanganan sesi Rabu 13 Juli seiring meningkatnya kemungkinan stimulus keuangan lanjutan oleh The Fed, serta berlarut larutnya krisis keuangan Uni Eropa yang mendongkrak minat investor pada aset safe haven. Emas bahkan mencetak kinerja positif beruntun terpanjang dalam kurun 5 tahun terakhir, dan mayoritas ekonom saat ini memprediksi bahwa tidak akan terlalu lama lagi untuk emas dapat mencapai level 1600/troy ounce. Emas tercatat menguat sebesar 1% terhadap dolar AS ke 1581.75/ troy ounce setelah sempat naik mencapai 1587.46/ troy ounce level tertinggi sepanjang masa. Kenaikan sesi Rabu 13 Juli ini menjadikan penguatan beruntun emas dalam 8 sesi berturut – turut mendekati kejadian yang sama pada pertengahan Oktober 2006 silam ketika Emas menguat dalam 9 sesi beruntun. Emas juga tercatat melonjak ke level tertinggi terhadap mata uang lain yaitu terhadap Sterling dan Euro.

MINYAK

Minyak diperdagangkan pada level yang semakin tinggi sepanjang 4 hari terakhir setelah muncul sinyal adanya peningkatan permintaan di negara adidaya tersebut. Harga kontrak minyak mengalami sedikit perubahan setelah sempat melemah sebesar 0,5% ketika lembaga pemeringkat Moody’s Investor Services mengumumkan sedang mengkaji opsi untuk menurunkan peringkat negara adidaya tersebut. Opsi penurunan peringkat ini disebabkan belum adanya kesepakatan di anggota parlemen AS mengenai kebijakan untuk menaikkan batas utang negara yang bisa dinyatakan default. Harga minyak kemarin menguat 0,6% setelah Departemen Energi mengumumkan suplai turun sebesar 3,1 juta barel pada minggu lalu.

GBP/USD

Sterling menguat terhadap pelemahan dollar AS rabu lalu setelah Ketua the Fed Ben Bernanke mengisyaratkan kemungkinan monetary policy easing jika ekonomi melemah dan inflasi bergerak lebih rendah. Jumlah Claimant Count Change tingkat pengangguran Inggris meningkat tajam dalam dua tahun pada bulan lalu, membawa total ke level tertingginya sejak Maret 2010 dan menambah permasalahan mengenai langkah recovery ekonomi. Bulan lalu meluasnya pengukuran ILO employment membuat gambaran yang menggembirakan, mendukung pendapat pemerintah bahwa job creation sektor swasta akan mengimbangi pengaruh dari pemangkasan pembelanjaan publik.

HANGSENG

Sebagian bursa saham Asia hari ini terpukul oleh kemungkinan penurunan rating kredit AS oleh Moody’s Investor Service. Bursa saham Hong Kong tampak terpukul oleh kondisi tersebut. Akan tetapi sentiment positf yang dibawa oleh solidnya data pertumbuhan ekonomi China tampak masih menahan penurunan di bursa saham hari ini.


Emas Tertekan Dollar AS


Emas Tertekan Dollar AS

Jumat, 01 Juli 2011 10:07 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Harga emas berpeluang untuk menuju level resistance di $1,525/ons, menurut Barclays Capital. Harga emas masih berada di bawah level $1,500/ons dikarenakan penguatan dollar AS dan aktifitas pembelian safe-haven yang minim sehingga menekan logam mulia.

“Level resistance emas di $1,525/ons, level support di bawah $1,490/ons lalu $1,460/$1470,” katanya. Untuk jangka menengah momentum masih bullish. Spot emas di $1,499.10/ons, turun $1.20 dari level penutupan New York kemarin (30/06). Harga emas kemarin sempat merosot karena investor memarkir dana tunai ke aset yang lebih beresiko setelah voting Yunani yang kedua. Penguatan dollar AS semakin menekan harga emas di hari ini (01/07).

EUR/USD di 1.4483 dari 1.4502 hari Kamis malam.


Today Market Analysis


MINYAK

Minyak Dekat $93 Jelang Akhir Kontrak Kontrak minyak mentah AS bergerak naik, setelah menjelang kontrak untuk bulan Juli yang menemukan support di MA 200 di level $92.30 per barel dan aksi beli menjelang akhir kontrak hari Selasa. Kontrak minyak mentah bergerak naik 25 sen di level $93.26 per barel setelah menguji MA-200. Dukungan tambahan berasal dari aksi beli menjelang akhir kontrak minyak untuk bulan Juli hari Selasa. Para trader masih fokus pada krisis ekonomi di Yunani. Para menteri keuangan Eropa memberikan waktu 2 minggu untuk melakukam pengetatan ekonomi sebagai imbalan untuk bantuan darurat sebesar 12 miliar Euro (setara dengan $7 miliar) sebagai tekanan untuk negara tersebut.

 

EMAS

Emas Bertahan di $1,542 Bersama Krisis Eropa Emas bergerak naik seiring investor mempertahankan emas sebagai aset lindung nilai terhadap tumbuhnya kekhawatiran terhadap situasi keuangan Eropa sementara dollar AS yang relative kuat dipasar logam mulia. Spot emas berada di kisaran $1,540 dibandingkan pada level $1,538.40 per ons di akhir perdagangan di New York pada hari Jumat. Kontrak emas AS untuk pengiriman Agustus naik $2.90 untuk berakhir di level $1,542 per ons. “Ultimatum dari Uni Eropa terhadap Yunani, dan kekhawatiran bahwa Yunani mungkin akan bangkrut setelah semua yang terjadi, membuat aksi berburu emas bertahan”, dikatakan Brice Dunn, wakil direktur utama dari Auramet Trading yang berbasis di New Jersey.

 

AUD/USD

Pesona Aussie Pudar Pasca Pernyataan RBA Aussie tenggelam setelah RBA menegaskan pihaknya tidak akan melakukan kenaikan suku bunga. Meskipun demikain gubernur RBA, Glen Stevens mengatakan bahwa pengetatan moneter masih diperlukan seperti pekan lalu, pasar tampaknya sudah menduga hal ini tidak akan terjadi dalam waktu dekat. AUD/USD telah menguat ke level tinggi di 1.0615, namun tidak adanya kejelasan mengenai kenaikan suku bunga menyebabkan Aussie kehilangan daya tariknya, mata uang melemah lebih dari 65 poin di level rendah 1.0550. EUR/AUD juga di level tinggi 1.3575.

 

HANGSENG

Bursa Saham Hong Kong Menguat, Tertolong Sektor Properti Bursa saham Hong Kong naik diawal perdagangan hari Selasa seiring investor masuk pasar membeli saham properti setelah sektor tersebut turun tajam di sesi sebelumnya. Indeks Hang Seng bertambah 0.6% ke level 21,722.9, sementara indeks Hang Seng Cina menguat 0.6% ke level 12,076.3. Saham real estate membantu penguatan, dengan saham Hang Lung Properties Ltd naik 2.1%, Sino Land Co melaju 1.2% dan Agile Property Holdings Ltd naik 0.7%. Pemain global seperti Li & Fung Ltd juga naik 4%. Indeks Shanghai sendiri menguat 0.3%


Emas Menguat Ditopang Permintaan


 

Jumat, 17 Juni 2011 21:25 WIB

TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Emas naik lebih lanjut dekati titik tertinggi bulanan ditopang kuatnya permintaan fisik meskipun trend pelemahan global masih menghantui. Dilaporkan pembelian emas fisik kembali meningkat ditengah musim pernikahan di Asia, terutama India dan China. Peritel dan pengusaha perhiasan membeli Emas untuk memenuhi permintaan musiman yang akan tinggi sehingga mereduksi faktor lemahnya pemulihan ekonomi global. Faktor positif lain penopang emas adalah kekhawatiran utang Yunani yang telah didiskon pasar. Anggota Uni Eropa Urusan Moneter dan Ekonomi Olli Rehn mengatakan bahwa review mengenai Yunani dengan IMF akan dirilis pada Senin depan, dan pada hari itu juga Eurogroup diharapkan mampu mengambil keputusan untuk menggelontorkan pinjaman ke Yunani pada awal Juli. Meski komentar tersebut cukup melegakan pasar namun rencana bailout baru masih belum difinalisasi sehingga masih banyak ketidakpastian. Berdasarkan studi teknikal, bias intraday masih Bullish selama harga bergerak didalam bullish channel pada grafik H4. Bagaimanapun masih dibutuhkan penembusan konsisten diatas area 1541 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menguji level resisten kunci 1550. Di sisi bawahnya, hanya level support terdekat ada di area 1525 – 1530. Anjlok dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi tidak jelas.

 

***EnglishVersion***

 

Gold Gains Sustained Demand
Friday, June 17, 2011 21:25 AM

TODAY’S COMMODITY ANALYSIS

Gold rose further to approach the highest point of the monthly underpinned strong physical demand despite the weakening global trend is still haunting. Reported purchase of physical gold back up amid wedding season in Asia, especially India and China.

Retailers and employers to purchase gold jewelry to meet seasonal demand will be high so that the reduction factor of the weak global economic recovery.

Another positive factor supporting gold is the concern that Greece‘s debt market has been discounted. Members of the European Union Economic and Monetary Affairs Olli Rehn said that the review of Greece with the IMF will be released next Monday, and on that day Eurogroup also expected to take decisions to lending poured into Greece in early July. Although the comment was quite a relief to the market but the new bailout plan is still not finalized, so there are still many uncertainties.

Based on the study of technical, intraday bias remains bullish as long as the price moves in the bullish channel on H4 charts. However still required penetration is consistent over the area in 1541 to trigger further bullish momentum to test key resistance level of 1550.

On the bottom side, only the closest support level is in the area from 1525 to 1530. Fell below that area could bring the price into the neutral zone because its direction is unclear.


Energy Sector Stocks Wall Street boost


Produksi Industri Cina Legakan Asia
Bursa saham Asia menguat setelah data tunjukan berlanjutnya pertumbuhan produksi industri Cina, bukti negeri tirai bamboo ini dapat pertahankan
performa pertumbuhan ekonomi-nya yang cemeralang. Namun, inflasi naik 5,5%, level tertinggi 34 bulan; ini tentunya berikan alasan bagi bank sentral Cina untuk lanjutkan pengetatan kebijakan moneter. Setelah bursa Cina ditutup, People’s Bank of China umumkan kenaikan Giro Wajib Minimum Perbankan sebesar 50 bps; Hang Seng langsung terpukul setelah berita dirilis dan berakhir melemah 0,1%. Nikkei menguat 1,1%, ditopang aksi beli investor Asia, namun kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global dapat batasi reli lebih
lanjut. Tokyo Electric Power melejit 25,1% setelah kabinet Jepang setujui skema kompensasi bagi korban krisis nuklir Fukushima. Kospi berhasil ditutup naik 1,4% meski kecemasan atas keadaan ekonomi global membuat investor berhati-hati sehingga batasi penguatan indeks. Saham Woori Finance meningkat 0,4% setelah pemerintah utarakan ketidak-setujuan rencana partisipasi KDB Financial Group dalam lelang aset Woori senilai $6 miliar. Sektor kimia tunjukan
pemulihan setelah terperosok dalam bulan ini dengan LG Chemical dan Hanwha Chemical masing-masing menguat 1.9% dan 6.3%.

 

Saham Sektor Energi Lejitkan Wall Street
Saham AS terlepas dari level tinggi namun masih ditutup naik tajam pada hari Selasa, dipimpin kenaikan saham sektor energi, menyusul sejumlah data eknomi yang membantu mendorong optimisme pasar. “Rally berkaitan erat dengan faktor teknikal,” menurut Alan Valdes, direktur operasional floor pada DME Securities, mengingat pasar cenderung terkoreksi menjelang berakhirnya masa kontrak option. Bernanke memperingatkan bahwa kegagalam untuk menaikkan
batas hutang beresiko menghilangkan kredibilitas AS, mengatakan AS dapat kehilangan peringkat hutang AAA miliknya dan status dollar sebagai mata uang
reserve dapat rusak. “Bahkan sedikit penundaan pembayaran obligasi maupun bunganya dapat menimbulkan sejumlah gangguan pada pasar keuangan dan sistem pembayaran,” ucap Bernanke. Di awal sesi saham melejit menyusul berita
bank sentral Cina menaikkan rasio persyaratan modal perbankan untuk kesembilan kalinya sejak Oktober lalu pasca data menunjukkan kenaikan inflasi ke level tertinggi dalam hampir selama 3 tahun. Berita itu mendorong kenaikan harga logam, mengangkat naik saham sektor industri dan pertambangan. Analis
mengatakan berita tersebut menandakan perekonomian Cina melambat, sehingga mendorong investor untuk beralih ke aset beresiko. Namun Nouriel Roubini mengatakan Cina sedang menghadapi “kemungkinan besar” untuk sebuah perlambatan yang tajam.

***English Version***

 

Chinese Industrial Production bronchioles in Asia

Asian stock markets rose after the data show continuing growth in Chinese industrial production, evidence of this country can keep bamboo curtain
economic growth performance is brilliant. However, inflation rose 5.5%, its highest level 34 months; certainly give a reason for China’s central bank to continue tightening monetary policy. After the Chinese stock exchange closed, the People’s Bank of China announced the increase in minimum reserve requirement by 50 bps Banking, Hang Seng hit immediately after the news was released and ended down 0.1%. The Nikkei rose 1.1%, supported by Asian investors bought more, but fears of slowing global economy could limit the rally more information. Tokyo Electric Power soared 25.1% after the Japanese cabinet approves compensation scheme for victims of Fukushima nuclear crisis. Successful Kospi closed up 1.4% despite worries over the global economic situation made investors cautious, so limit the strengthening of the index. Woori Finance shares rose 0.4% after the government’s plan to express disapproval of participation in the auction KDB Financial Group Woori assets worth $ 6 billion. Chemical sector show recovery after a fall in this month by LG Chemical and Hanwha Chemical rose respectively 1.9% and 6.3%.

 

Energy Sector Stocks Wall Street boost

U.S. stocks despite high levels but still closed up sharply on Tuesday, led by energy sector stocks rise, following a number of Economy data that helped drive the market optimism. “Rally is closely related to technical factors,” said Alan Valdes, director of floor operations at the DME Securities, since markets tend corrected before the expiration of the option contract. Bernanke warned that failure to raise debt limit risk losing the credibility of the United States, said the U.S. could lose its AAA debt rating and the status of the dollar as currency
reserve can be damaged. “Even a modest delay in the payment of bonds or interest thereon may cause some disruption in financial markets and payment system,” Bernanke said. At the beginning of the session shares soared following the news China central bank to raise ratio of bank capital requirements for the ninth time since last October after data showed inflation rising to its highest level in nearly 3 years. The news pushed metal prices, lifting shares rise industrial and mining sectors. Analyst said the news marks the Chinese economy slows down, prompting investors to switch to riskier assets. But Nouriel Roubini said China is facing a “big possibility” for a sharp slowdown.


Commodity Update


Kegagalan Menaikkan Batas Hutang AS Beresiko Buruk Bagi Pasar
Gubernur Federal Reserve Ben Bernanke pada hari Selasa memperingatkan bahwa kegagalan untuk menaikkan batas limit hutang pemerintah yang saat ini ada pada 14.3 triliun dollar dapat berpotensi mengakibatkan AS kehilangan kredibilitas. Bernanke mengatakan dengan tidak adanya resolusi cepat untuk mengatasi batas hutang, AS dapat kehilangan peringkat hutang AAA miliknya, sementara status dollar sebagai reserve mungkin akan terancam. “Bahkan penundaan sementara dalam pembayaran obligasi pemerintah atau bunganya
dapat mengakibatkan gangguan pada pasar keuangan dan sistem pembayaran,” ucap Bernanke dalamm persiapan event yang disponsori Committee untuk Responsible Federal Budget. Tidak adanya tindakan yang diambil juga dapat “menciptakankeraguan fundamental mengenai kredibilitas AS serta merusak peran dollar dan oblgasi di pasar global untuk jangka panjang,” tambah Bernanke.

Kecemasan Inflasi Angkat Emas
Emas naik untuk ditutup di atas $1,524 pada hari Selasa, mengakhiri penurunan selama 2 hari berturut-turut, terdorong oleh meningkatnya tekanan inflasi di Cina dan kenaikan tajam pada komoditas industri terutama minyak mentah dan tembaga. Data Cina menunjukkan laju inflasi berada dalam level tercepat dalam hampir selama 3 tahun, sementara penjualan ritel AS turun kurang dari perkiraan. “Kecemasan yang lebih buruk terhadap data ekonomi telah diantisipasi. Selera resiko menguat dipasar, dan sebagian mengalir menuju emas,” ucap Bill O’Neill, partner pada LOGIC Advisors. Emas menguat seiring inflasi di Cina dan India bertambah cepat di bulan Mei, memicu Beijing untuk menaikkan persyaratan modal perbankan dan mendesak India untuk menaikkan tingkat suku bunga pekan ini setelah pertumbuhan di dua negara besar di Asia ini
menunjukkan tanda perlambatan.

Data Ekonomi AS dan Cina Lambungkan Minyak Ke Atas $98
Harga minyak naik pada hari Selasa dan minyak brent menyentuh level tertinggi dalam lebih dari 5 pekan setelah data Cina dan AS mengindikasikan kokohnya perekonomian global, meredakan kecemasan atas berkurangnya tingkat permintaan minyak mentah. Kenaikan minyak brent melebihi minyak mentah di awal sesi dan mendorong selisih antara brent dan minyak mentah ke rekor tinggi diatas $22 per barel, sebelum kembali turun. Gangguan suplai minyak mentah di Libya dan Nigeria dan ketatnya pengiriman di North Sea menjaga penguatan minyak brent. “Ada indikasi data ekonomi AS akan mulai membaik bulan depan, dan jika kita melihat data penjualan ritel, terkecuali sektor otomotif yang
terpukul akibat gempa bumi Jepang, sebetulnya naik 0.3%,” ucap Amrita Sen, analis minyak pada Barclays Capital. Wall Street yang ikut pulih akibat data Cina
dan AS juga menambah sentimen positif minyak.

***English Version***

Failure to Raise the U.S. Debt Limit Bad For Market Risk

Federal Reserve Governor Ben Bernanke on Tuesday warned that failure to raise the limit on government debt that currently exist at 3.14 trillion U.S. dollars may potentially result in loss of credibility. Bernanke said that with no quick resolution to address the debt limit, the U.S. could lose its AAA debt rating, while the dollar as a reserve status may be threatened. “Even the temporary delays in the payment of government bonds or interest thereon may cause disruption in financial markets and payment system,” Bernanke said dalamm preparatory event sponsored Committee for Responsible Federal Budget. The lack of action taken can also be “fundamental menciptakankeraguan about U.S. credibility and damage to the dollar and oblgasi role in the global market for the long term,” Bernanke added.

Inflation Fears Lift Gold

Gold rose to close above $ 1.524 on Tuesday, ending a decline for 2 days in a row, driven by rising inflationary pressures in China and a sharp rise in industrial commodities, especially crude oil and copper. Chinese data show the rate of inflation is the fastest level in almost 3 years, while U.S. retail sales fell less than expected. “Anxiety is worse on the economic data have been anticipated. Tastes stronger market risk, and some flowed into gold,” said Bill O’Neill, partner at LOGIC Advisors. Gold rose as inflation in China and India grow rapidly in May, sparked by Beijing to raise capital requirements for banks and urged India to raise interest rates this week after growth in two major countries in Asia is showing signs of slowing.

U.S. Economic Data and catapulted China to top $ 98 Oil

Oil prices rose on Tuesday and Brent oil touched its highest level in more than 5 weeks after China and U.S. data indicate kokohnya global economy, relieve the anxiety of the reduced level of demand for crude oil. The increase exceeded Brent crude oil at the beginning of the session and encourage the difference between the Brent and crude oil to a record high above $ 22 per barrel, before heading back down. Crude oil supply disruptions in Nigeria and Libya and the tight delivery in North Sea Brent oil to maintain reinforcement. “There are indications that U.S. economic data is beginning to occur next month, and if we look at retail sales data, including the automotive sector is hit by the earthquake Japan, actually rose 0.3%,” said Amrita Sen, oil analyst at Barclays Capital. Wall Street is part of China recover from data and U.S. oil also adds a positive sentiment.


Debt crisis overshadowed Euro Appreciation


Krisis Hutang Bayangi Apresiasi Euro

Euro dan mata uang ber-yield lebih tinggi diperdagangkan menguat pada Selasa, seiring pulihnya risk appetite pasca serangkaian data China mampu meredakan kecemasan melambatnya pertumbuhan global, begitu juga kenaikan persyaratan cadangan perbankan China. Meskipun begitu, trader menilai euro tetap berpotensi didera sell on rallies mengingat masih adanya kecemasan krisis hutang Yunani dan ketidakpastian rencana keterlibatan sektor swasta. Inflasi Cina melambung ke level tertinggi dalam 34 bulan, dan langkah bank sentral China menaikkan persyaratan cadangan bank sebesar 50 basis poin, menurut analis merupakan sebuah skenario dari pemerintah China dalam meredam laju ekonomi secara perlahan. Hal tersebut dapat mengangkat sentimen terhadap resiko dalam jangka pendek, yang ditunjukkan dengan kenaikan solid pada saham-saham Eropa dan AS. Pada hari yang sama, menteri keuangan zona Euro berdiskusi guna membahas bagaimana keterlibatan investor swasta pemegang obligasi Yunani dalam paket pinjaman ke-2 untuk Yunani menjelang batas waktu kesepakatan pada 20 Juni mendatang.

 

Kenaikan Pound Beresiko

Sterling menguat versus Dollar AS yang tengah berjuang untuk pulih di hari Selasa, namun apresiasi sterling justru memperbesar resiko terjadinya aksi jual mengingat data inflasi Inggris mengikis kepercayaan investor akan adanya kenaikan suku bunga oleh Bank of England dalam waktu dekat. Inflasi tingkat konsumen di Inggris tumbuh dengan laju 4,5% pada tingkat tahunan di bulan Mei, bertahan di level tinggi 2½- tahun dan jauh lebih tinggi dari target BoE pada 2%. Namun para analis menilai jika angka tersebut belum cukup untuk mendesak BoE menaikkan suku bunga dari rekor rendah 0,5% dalam beberapa bulan ke depan, meski BoE berulang kali memperingatkan adanya resiko inflasi dapat mencapai 5% sebelum kembali mereda. Posisi Sterling akan semakin tertekan untuk beberapa bulan kedepan, seiring bank-bank sentral besar seperti European Central Bank diprediksi akan kembali menaikkan suku bunganya, sementara QE2 Fed akan segera berakhir.

 

Data AS Bantu Dollar Memperdayai Yen
Dollar AS berbalik menekan Yen Jepang dan memangkas penurunan terhadap sebagian besar mata uang lainnya pada hari Selasa pasca terjadi lonjakan pada data inflasi AS dan penurunan angka penjualan ritel AS yang kurang dari perkiraan. Data menunjukkan kenaikan terbesar sejak 2008 pada harga produsen tahunan AS, mengangkat yield obligasi dan menambah daya tarik Greenback. Euro dan mata uang ber-yield tinggi lainnya yang sempat menguat pada awal sesi harus melepas gain terhadap dollar pasca data dirilis.
“Bagusnya data AS pada awalnya mendukung resiko, tetapi sekarang Dollar terlihat mulai menguat terhadap semua mata uang,” kata Kathy Lien, direktur
riset pada GFT Forex di New York. Penjualan Ritel AS pada bulan Mei merosot untuk pertama kalinya dalam 11 bulan terakhir akibat penerimaan dealer mobil yang turun tajam. Namun penurunan penjualan ritel itu masih lebih sedikit dibandingkan estimasi. Sementara Inflasi Harga Produsen AS untuk tingkat tahunan melonjak jauh di atas ekspektasi. “Data seimbang dan layak, sehingga mendorong yield naik dan diikuti oleh Dollar terhadap Yen,” kata Omer Esiner, kepala analis pasar Commonwealth Foreign Exchange di Washington.

 

***English Version***

 

Debt crisis overshadowed Euro Appreciation

Euro and the currency had traded higher yields rose on Tuesday, as the recovery in risk appetite of China’s post-series data can relieve anxiety slowing global growth, as well as the increase in China’s banking reserve requirements. Even so, traders assess the euro still has the potential to sell on rallies suffered due to the presence of anxiety and uncertainty Greek debt crisis plan for private sector involvement. Chinese inflation soared to its highest level in 34 months, and the steps China’s central bank raised bank reserve requirements by 50 basis points, according to analysts is a scenario of the Chinese government in reducing the rate of the economy gradually. It can lift sentiment toward risk in the short term, as indicated by a solid rise in European stocks and U.S.. On the same day, discussing the Euro zone finance ministers to discuss how the involvement of private investors in the Greek bondholders 2nd loan package to Greece before the time limit agreed on 20 June.

Pound Increase Risk

Sterling strengthened versus the U.S. dollar is struggling to recover on Tuesday, but the appreciation of sterling would increase the risk of indiscriminate selling as data for UK inflation will erode investor confidence in the existence of interest rate hikes by the Bank of England in the near future. UK consumer inflation rate grew at a rate of 4.5% at an annual rate in May, remained at a high level of 2 ½ – year and much higher than the BoE target at 2%. But analysts assess if the number is not enough to urge the BoE to raise interest rates from a record low 0.5% in the months ahead, although the BoE has repeatedly warned of the risk of inflation could reach 5% before returning to subside. Sterling will be increasingly depressed position for a few months ahead, as the major central banks like the European Central Bank is expected to again raise interest rates, while the QE2 Fed will soon end.

U.S. Data Help Dollar Yen deceptive

U.S. Dollar Japanese Yen turned press and trim decline against most other currencies on Tuesday after going spike in U.S. inflation data and the decline in U.S. retail sales figures are less than expected. Data showed the largest increase since 2008 in the annual U.S. producer price, lifting bond yield and add interest greenback. Euro and currencies were other high yield which was strengthened in the early session gains against the dollar should be released after the data was released.
“Good U.S. data initially support the risk, but it now looks dollar began to strengthen against all currencies,” said Kathy Lien, director
research at GFT Forex in New York. U.S. Retail Sales in May declined for the first time in 11 months from receipt of car dealerships fell sharply. But the decline in retail sales was still less than the estimate. While the U.S. Producer Price Inflation to an annual rate soared far above expectations. “Data balanced and reasonable, thus pushing the yield up and followed by the dollar against the yen,” said Omer Esiner, chief market analyst at Commonwealth Foreign Exchange in Washington.


Forex News Update


 

Forex news updateEuro Pulih Ditengah Debat Hutang Yunani
Euro menguat terhadap Dollar AS pada hari Senin, pulih dari penurunan pada awal sesi menyusul aksi short-covering para pedagang memberikan sedikit ruang bagi Euro. Namun perseteruan di antara para pembuat kebijakan masih membatasi gain euro. Para petinggi di Eropa nampaknya masih belum mencapai kesepakatan mengenai rencana keterlibatan investor swasta dalam restrukturisasi hutang Yunani, yang terus diserukan oleh Jerman, meskipun ECB telah  memperingatkan akan potensi gejolak pasar. Sementara investor mulai memangkas peluang kenaikan kembali suku bunga dalam beberapa bulan ke depan, bahkan setelah presiden ECB Jean-Claude Trichet sensinyalkan kemungkinan adanya kenaikan suku bunga pada bulan Juli, mengingat ECB masih mempertahankan proyeksi inflasi 2012 tidak berubah. Teppei Ino, analis mata uang pada Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ di Tokyo, memperkirakan Euro dapat terjatuh kembali ke posisi rendah bulan Mei di $1.3968 seiring krisis hutang zona Euro dan berkurangnya prospek kenaikan suku bunga menjadi fokus pasar.
Poundsterling Optimis Jelang CPI Inggris
Sterling menguat terhadap Dollar AS dan menyentuh level tinggi dalam lebih dari sepekan terhadap euro pada hari Senin, dipicu oleh kecemasan hutang zona Eropa dan antisipasi investor terhadap data inflasi hari Selasa yang diperkirakan menunjukkan kenaikan, kendati kecemasan rapuhnya perekonomian Inggris membuat sterling rentan. Analis teknikal mengatakan pergerakan konstan di bawah MA100 pada $1.6246 akan membawa sterling menuju $1.6055 dan
kemudian $1.6000 yang merupakan MA 200.

CPI tahunan diperkirakan tetap pada 4,5% pada bulan Mei. Hasil rilis di atas level tersebut mungkin akan memberikan dorongan bagi Cable, meskipun menurut analis tidak akan bertahan lama kecuali para investor yakin jika BoE akan merespon dengan menaikkan suku bunga. “Kenaikan inflasi akan mendorong Sterling naik, tapi mungkin hanya akan berumur pendek,” kata Lee McDarby, kepala dealing pada Investec. “Pasar perlu melihat kemajuan pada data sebelum ada pembicaraan mengenai kenaikan tingkat suku bunga.” Sentimen Sterling juga berpotensi terpukul pekan ini seiring data tenaga kerja hari Rabu dan penjualan ritel di hari Kamis dapat menambah kecemasan goyahnya ekonomi Inggris.

Franc Kian Menarik Sebagai Safe-Haven
Franc Swiss menguat terhadap hampir semua mata uang utama setelah belum adanya kesepakatan mengenai bantuan finansial untuk Yunani memicu investor beralih ke aset paling aman di Eropa, dengan yield obligasi Portugal dan Irlandia yang naik menuju rekor tinggi. Sementara SNB diperkirakan akan memutuskan menahan tingkat suku bunga di 0.25% pada pertemuan tanggal 16 Juni mendatang serta tidak mensinyalkan melakukan intervensi untuk membatasi penguatan franc.
“Investor melirik Franc Swiss lebih karena status safe haven-nya,” kata Elizabeth Gregory, analis pasar pada Swissquote Bank SA di Jenewa. “Ketidakpastian masih terus menyelimuti zona Euro, sementara prospek pertumbuhan Swiss nampak cerah. Maka tren penguatan Franc Swiss akan berlanjut.” Pejabat di Eropa menemui jalan buntu mengenai keterlibatan investor swasta dalam restrukturisasi hutang Yunani.

*****English Version*****

Euro Recovers Amid Debate Greek Debt

The euro strengthened against the U.S. dollar on Monday, recovering from the decline at the beginning of the session following the action of short-covering by traders give little room for the Euro. But the feud between the policy makers are still limiting the gain euros. European officials has not yet reached agreement on the involvement of private investors plan to restructure debt in Greece, which kept called for by Germany, although the ECB has warned of the potential market turmoil. Meanwhile, investors began to increase in opportunities to cut interest rates again in coming months, even after ECB president Jean-Claude Trichet sensinyalkan possibility of a rate hike in July, given the ECB still retains the 2012 inflation projection unchanged. Teppei Ino, currency analyst at Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ in Tokyo, estimates that Euro could fall back to a lower position in May at $ 1.3968 as the Euro zone and the debt crisis reduced
the prospect of higher interest rates become the focus of the market.

Optimistic About Coming to the UK pound sterling CPI

Sterling strengthened against the U.S. dollar and touched a high level in more than a week against the euro on Monday, sparked by fears the euro zone debt and investors’ anticipation of Tuesday’s inflation data are expected to show an increase, despite concerns the fragility of the British economy making sterling vulnerable. Technical analysts say the movement is constant under MA100 at $ 1.6246 would bring sterling to $ 1.6055 and
then $ 1.6000 which is the MA 200.
The annual CPI is expected to remain at 4.5% in May. Results release above that level would probably give a boost for Cable, although according to analysts will not last long unless the investors believe that if the BoE will respond by raising interest rates. “The increase in inflation would push Sterling rose, but may only be short-lived,” said Lee McDarby, head of dealing at Investec. “The market needs to see progress on the data before there is talk about rising interest rates.” Sterling sentiment also has the potential to hit this week as the employment data on Wednesday and retail sales on Thursday to increase the anxiety fragile UK economy.

Franc increasingly interesting as the Safe-Haven

Swiss franc strengthened against most major currencies after the lack of agreement on financial aid to Greece triggered investors to switch to the safest assets in Europe, with Portugal and Ireland bond yield which rose to a record high. While the SNB is expected to decide to hold interest rates at 0.25% at the next meeting June 16 and not signaling to intervene to limit the strengthening of franc.
“Investors Swiss Franc glanced over because its safe haven status,” says Elizabeth Gregory, analyst market in Swissquote Bank SA in Geneva. “Uncertainty continues surrounding the Euro zone, while Switzerland‘s growth prospects seem bright. And the Swiss franc strengthened the trend will continue. “Officials at the European impasse regarding the involvement of private investors in the debt restructuring Greece.


Aksi Jual Paksa Kospi ke Zona Merah


TODAY’S ANALYSIS STOCK INDEX

Kospi ditutup turun 1.2% di 273.00. Indeks melemah untuk sesi ke tujuh akibat aksi jual yang dilakukan oleh institusi domestik dan investor asing.

Analis mengatakan indeks melemah dikarenakan kenaikan suku bunga BOK dan adanya kekhawatiran mengenai meningkatnya inflasi di Asia. “CPI China dan data penjualan ritel AS akan menjadi fokus pasar pekan depan. Ekspektasi terhadap data sudah rendah maka jika data yang dirilis buruk tidak akan menyeret pasar turun tajam,” menurut analis Daishin Securities, Choi Jai-sic. Sebagian besar saham teknologi ditutup melemah terkait rendahnya ekspektasi investor pada earnings Q2 di tengah sinyal pertumbuhan permintaan barang-barang IT yang lebih rendah dari perkiraan, kata analis.

Samsung Electronics anjlok 1.6% menjadi KRW851,000 dan LG Electronics turun 5.2% menjadi KRW87,000. Sementara Samsung Life Insurance melambung 1.6%  menjadi KRW94,300.

****

Friday, June 10, 2011 14:42 pm
TODAY’S STOCK INDEX ANALYSIS

Kospi closed down 1.2% at 273.00. The index fell for the seventh session due to selling by domestic institutions and foreign investors.

Analysts said the index fell due to higher interest rates BOK and the concern about rising inflation in Asia. “China’s CPI and retail sales data will be the focus of the U.S. market next week. Expectations of data is low, so if bad data released will not be dragging the market down sharply,” according to Daishin Securities analyst, Choi Jai-sic. Most technology stocks closed lower on investor expectations related to the low Q2 earnings amid signs growth in demand for IT goods is lower than expected, analysts said.

Samsung Electronics fell 1.6% to KRW851, 000 and LG Electronics fell 5.2% to KRW87, 000. While Samsung Life Insurance soared 1.6% to KRW94, 300.


Outlook Permintaan Cemaskan Minyak


Jumat, 10 Juni 2011 15:24 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Harga minyak turun akibat suramnya outlook permintaan energi seiring bank sentral di Asia lanjutkan pengetatan moneter dan lemahnya situasi tenaga kerja AS. Bank sentral Korea Selatan kembali naikkan suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini sedangkan klaim pengangguran AS meningkat. “Bulls dan Bears sedang berperang sengit,” papar Jonathan Barrat, petinggi Commodity Broking Services. “Harga tentu akan bergerak lebih tinggi jika situasi ekonomi membaik, tapi data belakangan ini tidak mendukung.” Analis teknikal Reuters, Wang Tao, melihat pemulihan harga minyak akan berakhir di $103.

Di lain pihak, OPEC gagal capai kesepakatan pada pertemuan 8 Juni silam meski enam anggotanya, termasuk Arab Saudi, telah serukan kenaikan output. “Dengan tidak berubahnya target output OPEC maka data ekonomi AS akan menjadi penentu arah minyak dalam waktu dekat,” ungkap Victor Shum, konsultan Purvin & Gertz. “Pasar mungkin telah sadari masalah pasokan OPEC tidak begitu signifikan dalam waktu dekat. Yang terpenting adalah suplai minyak aktual di pasar dan komitmen Saudi memompa lebih banyak minyak.”

Dari sisi teknikal, minyak masih terperangkap di dalam pola symmetrical triangle, yang mungkin akan terus batasi pergerakan emas hitam hingga keluar dari pola tersebut. 110.70, harga terendah kemarin akan menjadi support. Sedangkan penembusan 102.12, harga tertinggi hari ini, akan bantu pengujian 102.43, harga tertinggi 10 Juni.

****

Friday, June 10, 2011 15:24 pm
TODAY’S COMMODITY ANALYSIS

Oil prices fell due to gloomy outlook for energy demand in Asia as central banks continue with monetary tightening and a weak U.S. employment situation. South Korea’s central bank raises interest rates for the third time this year while the U.S. unemployment claims rose. “Bulls and Bears are fighting fierce,” said Jonathan Barratt, officials Commodity Broking Services. “Prices will certainly move higher if the economic situation improved, but recent data do not support.” Technicians Reuters, Wang Tao, see the recovery in oil prices will end up at $ 103.

On the other hand, OPEC failed to reach an agreement on June 8 last meeting although six members, including Saudi Arabia, has called for increased output. “With no change in OPEC output target of the U.S. economic data will be the determinant of the direction of oil in the near future,” said Victor Shum, Purvin & Gertz consultancy. “The market may have been aware of OPEC’s supply problems are not so significant in the near future. Most important is the actual oil supply in the market and commitment Arabia pump more oil.”

From the technical side, oil is still trapped in a symmetrical triangle pattern, which may continue to restrict the movement of black gold to get out of the pattern. 110.70, the lowest price yesterday would be a support. While the penetration of 102.12, the highest price today, will help test 102.43, the highest price June 10.


Wall Street Berhasil Pulih


Jumat, 10 Juni 2011 – 05:45 WIB
Wall Street Berhasil Pulih

Saham As rebound pada hari Kamis menyusul aksi jual selama 6 hari untuk ditutup naik pertama kalinya dalam bulan Juni, setelah sentimen investor membaik akibat data defisit perdagangan dan menyusul keputusan Kabinet Yunani untuk mendukung pengetatan kebijakan yang baru untuk negara yang terbebani hutang. “Rebound dikarenakan faktor teknikal dan banyak aksi bargain-hunting,” menurut Kenny Polcari, direktur manajer pada ICAP Equities. “Kita sedang berada pada tern turun selama musim panas.” Polcari mengatakan 1,290 adalah target bagi S&P, namun tanpa data makroekonomi yang bagus indeks dapat turun menuju 1,250, level rendha bulan Mei dan sekaligus MA200. Citigroup dan Wells Fargo naik hampir 3% masing-masing. Bahkan Morgan Stanley naik setelah Rochdale menurunkan target harga raksasa finansial tersebut menjadi $28 dari $37.50. Namun sektor perbankan masih menjadi sektor dengan performa terburuk tahun ini.

Di tempat lain, saham Eropa naik tajam, pulih dari penurunan beruntun selama 6 hari, seiring investor melakukan aksi beli saham di level rendah, terutama saham terkait komoditas. Sementara itu, Kabinet di Yunani mendukung kebijakan pengetatan baru yang penting bagi negara terbebani hutang untuk menerima bantuan internasional.

Posted with WordPress for BlackBerry.