Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Choi (Korean name)

Market Outlook Today


EMAS

 

Komoditi Emas bergerak menguat pada perdagangan kemarin seiring optimisme akan adanya kesepakatan untuk menyelesaikan krisis fiskal di AS memicu selera investor, implikasi dari Fiscal Cliff untuk komoditi ini masih belum jelas diskusi yang berkepanjangan dapat meninggikan selera hinda resiko namun dalam jangka pendek harapan untuk resolusi dalam waktu dekat menguntungkan Emas bersamaan dengan bursa saham.

 

EUR/USD

 

Mata uang tunggal Eropa bertahan di level tertinggi pada perdagangan di hari Jumat dalam sebulan terakhir atas US dollar di saat pasar menantikan perkembangan terkait upaya mencegah kurang fiskal, masih ada optimisme di pasar bahwa pejabat AS tidak akan membiarkan fisckal Cliff atau kenaikan pajak dan pemotongan anggaran otomatis terjadi. Optimisme ini masih menjadi faktor yang mendorong aset berisiko akan tetapi proses negosiasi terlihat masih alot ini yang dapat membuat pasar bergejolak kemungkinan sampai akhir tahun.

 

NIKKEI

 

Bursa saham Jepang bergerak menguat cukup signifikan pada perdagangan dihari Jumat, dorongan positif datang dari bursa AS di mana indeks S&P 500 menguat untuk dua hari berturut-turut. Positifnya kinerja bursa saham disebabkan oleh keyakinan baru bahwa kondisi jurang fiskal di AS akan dapat dihindari.

 


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas bergerak menguat ditengah kondisi perdagangan yang fluktuatif pada perdagangan kemarin menyusul koreksi tajam pada ekuitas dan komoditas lainnya telah mendorong permintaan terhadap aset aman, sementara technical buying juga turut memberi dukungan. Emas mengalami rebound setelah mendekati areal support $1531.45/troy ounce. Komoditi ini di awal sesi terkoreksi lebih dari 1% dipicu meningkatnya kekhawatiran seputar krisis utang Eropa yang telah menyebabkan tertekannya mata uang Euro, ekuitas, dan komoditas sedangkan aset aman lainnya seperti Treasury AS dan Bunds Jerman naik tajam.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa kembali bergerak melemah mendekati level terendah sejak 2 tahun terakhir terhadap dolar AS, seiring terdesak berlanjutnya pesimisme investor setelah naiknya tingkat borrowing cost Italia dan memuncaknya kewaspadaan terhadap sektor perbankan Spanyol. Biaya pendanaan di Italia meningkat tajam setelah pada lelang obligasi dengan tenor 10 tahun, imbal hasilnya meningkat ke level 6% untuk pertama kalinya sejak Januari. Ikut memicu melemahnya performa mata uang ini adalah hasil jajak pendapat terbaru yang memperlihatkan kemungkinan naiknya dukungan bagi partai radikal sayap kiri Syriza di Yunani yang meningkatkan kewaspadaan akan penolakan bail out dan pemangkasan anggaran oleh pemerintah baru Yunani. Sementara itu berdasarkan sumber terdekat dari pemerintah Spanyol menyatakan kemungkinan pemerintah akan melakukan rekapitalisasi senilai 19 M Euro dengan menerbitkan surat utang baru dan juga mengambil dana dari sumber dana restrukturisasi perbankan dan cadangan devisa tresuri.

HANGSENG

Pada perdagangan di hari Kamis pagi Indeks Berjangka Hangseng kembali bergerak melemah, bursa saham tertekan di tengah anjloknya bursa saham Wall Street pada penutupan perdagangannya kemarin. Kekhawatiran mengenai kemungkinan Spanyol membutuhkan bailout menyelimuti pasar. Ada beberapa saham yang bergerak melemah diantaranya adalah Cheung Kong, HSBC, dan Henderson Land.


Market Review


Market Review

EUR/USD closing 1.2918, high 1.2957, low 1.2903, XAUUSD C:1579.95, H:1594.90, L:1573.25, CO-LS C: 95.57, H: 97.20 L: 95.56. Dow C: 12788, H: 12883, L:12723.

Euro diperdagangkan cenderung flat terhadap dollar pada hari Jumat namun terhampar dekat level rendah 3-1/2-bulan seiring ketidakpastian politik di Yunani dan kerugian besar oleh bank AS JPMorgan Chase membuat investor cemas mengambil posisi bullish pada euro. Harga emas turun seiring investor mencari peralihan pada dollar, sementara harga minyak memangkas penurunan dan berada dekat level flat setelah data sentimen konsumen AS yang kuat. Wall Street ditutup mix, dengan indeks utama mencetak penurunan mingguan kedua, tertekan oleh berita kerugian oleh JPMorgan dan di tengah kecemasan mengenai zona Eropa. Data ekonomi hari ini adalah home loans dari Australia, PPI dari Swiss, industrial production dari zona Eropa, pidato dari SNB Jordan.


Market Review AS & Eropa


Market Review AS & Eropa.

Emas naik kembali ke atas level $1,900 per ons hari Senin seiring berkembangnya ekspektasi bahwa AS dapat mengimplementasikan QE3 pasca laporan payrolls yang buruk hari Jumat lalu, sementara kecemasan mengenai krisis hutang zona Eropa kembali mencuat. Saham Eropa turun akibat kecemasan AS dapat menuju resesi pasca data payrolls yang buruk, sementara obligasi pemerintah Jerman menyentuh rekor tinggi menjelang event penting di Eropa pekan ini. Minyak mentah anjlok ke level terendah dalam lebih dari sepekan dalam spekulasi pertumbuhan ekonomi di AS dan Cina melambat akan mengikis tingkat konsumsi bahan bakar. Data ekonomi hari ini adalah home loans, current account dari Australia, keputusan suku bunga dan pernyataan dari RBA, CPI Swiss, GDP zona Eropa, factory orders dari Jerman, dan ISM non-manufacturing PMI dari AS.
EUR/USD closing 1.4098, high 1.4172, low 1.4059, XAUUSD C:1900.55, H:1902.55, L:1874.75, CO-LS C: 83.60, H: 86.50, L: 83.99.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Emas Sedikit Terkoreksi Setelah Sentuh Rekor


Selasa, 26 Juli 2011 15:54 WIB

TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Emas berjangka akhirnya mengalami koreksi kebawah setelah meraih rekor diatas $1620 per troy ons pada hari Senin kemairn, akibat tidak tercapainya negosiasi kenaikan plafon utang AS di Washington memicu minat aset safe haven.

Terpantau sejauh ini Emas diperdagangkan di level $1,611.04 per troy ons atau turun -0.17% dibandingkan harga pembukaan.
Beberapa minggu terakhir, para investor membeli emas akibat meningkatnya peluang downgrade rating kredit AS meskipun pergerakan di market belum mencerminkan potensi default utang AS, namun Emas sudah mengalami kenaikan 8.7% sejak awal bulan ini. Di saat bersamaan Emas fisik dalam bentuk perhiasan berkarat tinggi, diserbu oleh para investor terutama di Asia.
Menurut kebanyakan analis, ketidakpastian masalah hutang AS atau shock financial lainnya dapat memicu pengalihan resiko para investor ke aset seperti Emas.
Secara teknikal, reli Emas masih berpotensi berlanjut dengan support terdekat terletak di area 1587, dengan potensial target terletak di area 1644, sebelum menuju ke target long term 1757. Di sisi bawahnya, diperlukan penembusan konsisten dibawah area 1604 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menguji area support kunci 1587. Tapi secara keseluruhan, bias intraday masih bullish selama Emas bertahan di atas area tersebut. (Sap)

Meski Tankan Buruk, Nikkei Kokoh


Meski Tankan Buruk, Nikkei Kokoh

Jumat, 01 Juli 2011 12:25 WIB
TODAY’S ANALYSIS STOCK INDEX
Di akhir pekan ini indeks bursa Nikkei Jepang masih terpantau kuat di kisaran positif.
Kondisi ini disokong oleh bursa Wall St. yang kembali ditutup menguat karena terbantu oleh upaya negara Yunani untuk menghindari kebangkrutan negara meskipun pogram stimulus Federal Reserve sudah berakhir.
Bahkan penguatan Nikkei mengabaikan paket data dalam negeri survei Tankan dimana angka tersebut muncul makin buruk.
Secara teknikal Nikkei saat ini bergerak di bawah level kunci 9900, yang mana ini merupakan level resisten untuk membuka pintu peluang menuju area psikologis 10000.

Sementara peluang koreksi akan membawa Nikkei kembali melemah menuju support 9840 dan 9800 hingga tahanan terakhir di 9740.

 


Emas Tertekan Dollar AS


Emas Tertekan Dollar AS

Jumat, 01 Juli 2011 10:07 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Harga emas berpeluang untuk menuju level resistance di $1,525/ons, menurut Barclays Capital. Harga emas masih berada di bawah level $1,500/ons dikarenakan penguatan dollar AS dan aktifitas pembelian safe-haven yang minim sehingga menekan logam mulia.

“Level resistance emas di $1,525/ons, level support di bawah $1,490/ons lalu $1,460/$1470,” katanya. Untuk jangka menengah momentum masih bullish. Spot emas di $1,499.10/ons, turun $1.20 dari level penutupan New York kemarin (30/06). Harga emas kemarin sempat merosot karena investor memarkir dana tunai ke aset yang lebih beresiko setelah voting Yunani yang kedua. Penguatan dollar AS semakin menekan harga emas di hari ini (01/07).

EUR/USD di 1.4483 dari 1.4502 hari Kamis malam.


Data China Tenggelamkan Minyak


Data China Tenggelamkan Minyak

Jumat, 01 Juli 2011 12:19 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Kontrak minyak mentah merosot di hari Jumat (01/07). Sebelumnya minyak sempat mencetak penguatan di awal pekan  setelah dollar AS menguat terhadap euro dan data China yang lemah.

Tadi malam (30/06) minyak ditutup menguat akibat pelemahan dollar di tengah kepercayaan yang meningkat atas penyelesaian masalah hutang Yunani. Trader masih menunggu data selanjutnya untuk dijadikan petunjuk bagi perdagangan. “Data hasil industri China yang lebih rendah dari perkiraan juga membebani dikarenakan kekhawatiran atas imbas dari permintaan minyak global . PMI China bulan Juni turun menjadi 50.9 dari 52.0 di bulan Mei. Minyak Nymex bulan Agustus di $94.70/barrel, turun $0.72 di Globex. Minyak Brent bulan Agustus turun $0.72 menjadi $111.76/barrel.


Minyak Terhampar Dekat $95


Minyak Terhampar Dekat $95

Jumat, 01 Juli 2011 05:50 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Minyak turun di bawah $95 per barel hari Kamis dalam sesi turun naik seiring kecemasan investor mengenai kekerasan di Yunani dan ketidakpastian mengenai rencana dirilisnya stok cadangan miynak mentah International Energy Agency. Kekerasan di Athena bertambah parah menyusul persetujuan perlemen Yunani atas implementasi rencana penghematan untuk paket bantuan senilai 28 milyar euro dari IMF dan Uni Eropa.

“Masalah Yunani belum selesar,” ucap Thorbjorn Bak Jensen, analis minyak pada Global Risk Management. “Jika sistem mengetat, Yunani tidak membutuhkan kenaikan suku bunga.” Komentar dari gubernur ECB Jean-Claude Trichet menguatkan ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga pekan depan. Euro meyentuh level tinggi 3 pekan terhadap dollar membantu memicu lonjakan harga minyak pada awal sesi. Minyak juga terdukung oleh data yang menunjukkan aktivitas pabrik di bagian Midwest bertambah cepat di bulan Juni.

Commodity Update


Pertumbuhan Ekonomi AS Melambat; Tingkat Harga Melambung

Perekonomian AS sedang menghadapi masalah akibat kenaikan harga dan lemahnya pertumbuhan. Inflasi di AS saat ini naik ke level tertinggi dalam hampir selama 3 tahun di bulan Mei, sementara aktivitas manufaktur regional berkontraksi bulan ini, menurut laporan hari Rabu. Konsumen di AS lega setelah harga bensin mulai turun, membantu perekonomian pulih dari suramnya data belakangan ini. Namun dalam tren yang dapat menyulitkan pejabat di Federal Reserve, Dep. Tenaga Kerja mengatakan indeks harga konsumen diluar makanan
dan energi naik 0.3%. Itu merupakan kenaikan terbesar sejak Juli 2008, kendati sebagian kenaikan disebabkan oleh gangguan suplai akibat gempa bumi Jepang yang mendorong harga otomotif naik tajam. Laporan terposah menunjukkan penurunan tajam pada aktivitas manufaktur di negara bagian New York dan penurunan 0.1% pada output industri bulan Mei, kendati sebagian disebabkan oleh penurunan pada utilitas terkait udara dingin.

Emas Kian Diminati

Emas naik pada hari Rabu akibat aksi beli safe-haven yang dipicu oleh penurunan tajam pada bursa saham ditengah kecemasan melambatnya perekonomian AS dan tanda bawa krisis hutang di Yunani dapat meningkat.
Investor beralih kepada emas setelah indeks harga konsumen AS mencetak kenaikan terbesar dalam hampir selama 4 tahun dan dan sektor manufaktur regional berkontraksi bulan ini, juga akibat ketidakpastian mengenai diskusi tentang batas hutang AS. “Emas adalah tempat bergantung saat ini ketika bursa saham, minyak mentah dan komoditas lainnya melemah,” ucap Robert Lutts, kepala bagian invetasi di Cabot Money Management. Emas sempat turun pada awal sesi, didera oleh aksi jual dan penguatan dollar akibat krisis hutang Eropa yang memburuk.

Penguatan Dollar Tekan Minyak

Minyak turun lebih dari 4% pada hari Rabu, seiring tanda pelemahan ekonomi lanjutan yang meningkatkan kecemasan permintaan dan juga tertekan oleh penguatan dollar, memicu order sellstop dan mendorong minyak mentah turun ke level terendah sejak bulan Februari. Minyak mentah melemah pasca data menunjukkan kenaikan pada inflasi inti dan sektor manufaktur di New York
berkontraksi. Aksi jual kian intens setelah menembus ke bawah MA150 dan support kunci pada $95, dan menghapus sedikit gain pada minyak mentah akibat
penurunan tajam pada suplai minyak mentah AS. “Investor terburu-buru untuk keluar. Pasar dinilai terlalu tinggi saat ini, minyak brent terus menggelembung, dan gelembung itu pecah hari ini,” ucap Tim Evans, analis energi pada Citi Futures Perspective.

***EnglishVersion***

U.S. Economic Growth Slows; Exchange Rates Soar

The U.S. economy is facing problems due to rising prices and weak growth. Inflation in the U.S. today rose to its highest level in nearly 3 years in May, while the regional manufacturing activity contracted this month, according to reports Wednesday. Consumers in the U.S. relief after gasoline prices began to fall, helping the economy recover from data gloomy lately. But in a trend that could complicate the Federal Reserve officials, Dep. Labor said its index of consumer prices outside of food and energy rose 0.3%. It was the biggest gain since July 2008, although some of the increase due to supply disruptions caused by earthquakes Japanese automotive drive prices up sharply. Terposah report showed a sharp decline in manufacturing activity in New York state and 0.1% decline in industrial output in May, although partly due to a decrease in cold-related utilities.

Gold More Wanted

Gold rose on Wednesday due to safe-haven buying triggered by a sharp decline in stock markets amid concern a slowing U.S. economy and signs carry the debt crisis in Greece can be increased. Investors turn to gold after the U.S. consumer price index scored the biggest gain in nearly four years and the regional manufacturing sector contracted this month, also due to uncertainty regarding the discussion about the U.S. debt limit. “Gold is where the current depends when the stock market, crude oil and other commodities lower,” said Robert Lutts, chief invetasi at Cabot Money Management. Gold was down early in the session, chastened by the strengthening dollar selloff and Europe due to the worsening debt crisis.

Strengthening Dollar Oil Press

Oil fell more than 4% on Wednesday, as a sign of continued economic weakness that increase anxiety and demand also pressured by the strengthening dollar, triggering orders sellstop and pushed crude oil fell to its lowest level since February. Crude oil fell after data showed a rise in core inflation and the manufacturing sector contracted in New York. Increasingly intense sell-off after breaking down the MA150 and the key support at $ 95, and removing a bit of gain on crude oil due to a sharp drop in U.S. crude supplies. “Investors rush to exit. The market is overvalued at this time, Brent oil continued to bubble, and bubbles burst today,” said Tim Evans, energy analyst at Citi Futures Perspective.


Gagal Mengatasi Krisis Eropa


Euro Gagal Atasi Krisis Hutang Yunani

Euro melemah secara luas pada hari Rabu setelah para menteri zona Euro gagal mencapai kesepakatan mengenai cata mengatasi krisis hutang Yunani, ditambah peringatan Moody’s atas potensin downgrade pada bank-bank besar Perancis. Meningkatnyab keengganan investor terhadap aset beresiko yang dipicu krisis hutang terus menekan euro turun sebanyak 1,5% pada perdagangan hari Rabu.

Analis mengatakan bahwa aksi mogok nasional di Yunani untuk menentang langkah penghematan juga terus menekan Euro bergerak lebih rendah,
sedangkan pembahasan yang sedang berlangsung mengenai rencana bantuan hutang kian memperkuat kemungkinan penyebaran masalah hutang ke negara
zona Euro lainnya. Pertemuan para menteri keuangan zona Euro pada hari Selasa lalu telah gagal untuk mencapai kesepakatan tentang bagaimana keterlibatan investor swasta pemegang obligasi Yunani dalam pembiayaan paket bailout baru. Keprihatinan investor diperburuk oleh peringatan dari lembaga pemeringkat Moody’s yang mengatakan tengah meninjau ulang peringkat BNP Paribas SA, bank terbesar Perancis, serta Societe Generale SA dan Credit Agricole SAn terkait eksposur mereka terhadap hutang Yunani.

Klaim Pengangguran Mengecewakan Pound

Sterling anjlok di hari Rabu pasca data tenaga kerja Inggris menunjukkan jumlah klaim pengangguran Inggris bertambah sebanyak 19,600 di bulan Mei, dua kali lipat perkiraan kenaikan sebesar 7,000 dan kenaikan terbesar sejak Juli 2009, sementara pertumbuhan upah melambat menguatkan pandangan suku bunga akan tetap bertahan di tahun 2011.

Bagaimanapun, disaat bersamaan ILO juga merilis angka tingkat pengangguran yang sesuai ekspektasi masih bertahan pada 7,7% dalam periode Februari-April, turun dari 7,9% yang tercatat dalam periode November-Januari. “Para pembuat kebijakan harus dapat menerima kenyataan bahwa laju inflasi pada upah masih terkendali. Dan dengan data seperti itu, maka Bank of England nampaknya benar-benar tidak perlu menaikkan suku bunga dalam waktu dekat,” kata Alan Clarke, ekonom Scotia Capital.

Apresiasi Franc Akan Desak SNB Pertahankan Suku Bunga.

Lonjakan Franc Swiss ke level rekor mungkin akan memaksa presiden bank sentral Philipp Hildebrand untuk tetap mempertahankan suku bunga mendekati nol hingga kuartal berikutnya. Swissy telah mencatat kenaikan sebesar 3,5% pada bulan lalu, yang mendorong para ekonom dari Bank of America Merrill Lynch, UBS AG dan Julius Baer Group Ltd untuk menggeser ekspektasi mereka terhadap kenaikan suku bunga menjadi pada pertemuan bulan September.
Berdasarkan hasil survey terhadap 26 ekonom, Swiss National Bank diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah pada 0,25% dalam
pertemuan hari Kamis. Para pembuat kebijakan SNB khawatir jika apresiasi mata uang yang berlebihan akan melukai eksportir seperti produsen jam Swatch Group AG dengan tingginya tekanan harga bahan bakar. Sementara bank-bank sentral mulai dari Frankfurt hingga ke Stockholm telah mulai memperketat kendali moneter, Hildebrand justru menganggap Franc sebagai  sebuah “beban” dan memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan melemah.

***EnglishVersion***

Failed to Overcome Debt Crisis Euro Greece

The euro fell broadly on Wednesday after the euro zone ministers failed to reach agreement on cata overcome the debt crisis of Greece, plus warnings on potensin Moody’s downgrade of large banks in France. Meningkatnyab investor aversion to risky assets that triggered the debt crisis continues to push the euro down as much as 1.5% in trading Wednesday.

Analysts said that a national strike in Greece to oppose austerity measures also continue to push the Euro to move lower, while the ongoing discussion about increasing debt relief plan to strengthen the possibility of distributing debt issues to other euro zone countries. Meeting of euro zone finance ministers on Tuesday failed to reach agreement on how the involvement of private investors bondholders Greece in the financing of new bailout package. Investor concerns are exacerbated by a warning from Moody’s rating agency that said it is reviewing ratings BNP Paribas SA, France’s largest bank, and Societe Generale SA and Credit Agricole SAN their exposure to debt related to Greece.

Unemployment Claims Disappointing Pound

Sterling tumbled on Wednesday after data showed the number of UK workforce jobless claims increased by 19.600 in the UK in May, double the estimated increase of 7.000 and the biggest gain since July 2009, while wage growth slowed reinforce the view interest rates will persist in 2011 .

However, at the same time the ILO has also released the corresponding unemployment rate expectations remained at 7.7% in February-April period, down from 7.9% recorded in the period from November to January. “Policy makers should be able to accept the fact that the rate of inflation on wages are still under control. And with such data, the Bank of England seems to really do not need to raise interest rates anytime soon, “said Alan Clarke, economist at Scotia Capital.

Appreciation Franc Will Urge Preserve SNB Interest Rate.

Swiss franc surges to record levels may force the central bank president Philipp Hildebrand to keep interest rates near zero until the next quarter. Swissy has recorded an increase of 3.5% last month, prompting economists at Bank of America Merrill Lynch, UBS AG and Julius Baer Group Ltd. to shift their expectations of higher interest rates to be at a meeting in September.
Based on the results of a survey of 26 economists, the Swiss National Bank expected to keep benchmark interest rate unchanged at 0.25% in Thursday’s meeting. SNB policy makers worried that excessive currency appreciation would hurt exporters such as manufacturers of Swatch Group AG by the high pressure fuel prices. While central banks from Frankfurt to Stockholm has begun to tighten monetary control, Hildebrand actually considers franc as a “burden” and predicted economic growth would weaken.


Forex News Update


 

Forex news updateEuro Pulih Ditengah Debat Hutang Yunani
Euro menguat terhadap Dollar AS pada hari Senin, pulih dari penurunan pada awal sesi menyusul aksi short-covering para pedagang memberikan sedikit ruang bagi Euro. Namun perseteruan di antara para pembuat kebijakan masih membatasi gain euro. Para petinggi di Eropa nampaknya masih belum mencapai kesepakatan mengenai rencana keterlibatan investor swasta dalam restrukturisasi hutang Yunani, yang terus diserukan oleh Jerman, meskipun ECB telah  memperingatkan akan potensi gejolak pasar. Sementara investor mulai memangkas peluang kenaikan kembali suku bunga dalam beberapa bulan ke depan, bahkan setelah presiden ECB Jean-Claude Trichet sensinyalkan kemungkinan adanya kenaikan suku bunga pada bulan Juli, mengingat ECB masih mempertahankan proyeksi inflasi 2012 tidak berubah. Teppei Ino, analis mata uang pada Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ di Tokyo, memperkirakan Euro dapat terjatuh kembali ke posisi rendah bulan Mei di $1.3968 seiring krisis hutang zona Euro dan berkurangnya prospek kenaikan suku bunga menjadi fokus pasar.
Poundsterling Optimis Jelang CPI Inggris
Sterling menguat terhadap Dollar AS dan menyentuh level tinggi dalam lebih dari sepekan terhadap euro pada hari Senin, dipicu oleh kecemasan hutang zona Eropa dan antisipasi investor terhadap data inflasi hari Selasa yang diperkirakan menunjukkan kenaikan, kendati kecemasan rapuhnya perekonomian Inggris membuat sterling rentan. Analis teknikal mengatakan pergerakan konstan di bawah MA100 pada $1.6246 akan membawa sterling menuju $1.6055 dan
kemudian $1.6000 yang merupakan MA 200.

CPI tahunan diperkirakan tetap pada 4,5% pada bulan Mei. Hasil rilis di atas level tersebut mungkin akan memberikan dorongan bagi Cable, meskipun menurut analis tidak akan bertahan lama kecuali para investor yakin jika BoE akan merespon dengan menaikkan suku bunga. “Kenaikan inflasi akan mendorong Sterling naik, tapi mungkin hanya akan berumur pendek,” kata Lee McDarby, kepala dealing pada Investec. “Pasar perlu melihat kemajuan pada data sebelum ada pembicaraan mengenai kenaikan tingkat suku bunga.” Sentimen Sterling juga berpotensi terpukul pekan ini seiring data tenaga kerja hari Rabu dan penjualan ritel di hari Kamis dapat menambah kecemasan goyahnya ekonomi Inggris.

Franc Kian Menarik Sebagai Safe-Haven
Franc Swiss menguat terhadap hampir semua mata uang utama setelah belum adanya kesepakatan mengenai bantuan finansial untuk Yunani memicu investor beralih ke aset paling aman di Eropa, dengan yield obligasi Portugal dan Irlandia yang naik menuju rekor tinggi. Sementara SNB diperkirakan akan memutuskan menahan tingkat suku bunga di 0.25% pada pertemuan tanggal 16 Juni mendatang serta tidak mensinyalkan melakukan intervensi untuk membatasi penguatan franc.
“Investor melirik Franc Swiss lebih karena status safe haven-nya,” kata Elizabeth Gregory, analis pasar pada Swissquote Bank SA di Jenewa. “Ketidakpastian masih terus menyelimuti zona Euro, sementara prospek pertumbuhan Swiss nampak cerah. Maka tren penguatan Franc Swiss akan berlanjut.” Pejabat di Eropa menemui jalan buntu mengenai keterlibatan investor swasta dalam restrukturisasi hutang Yunani.

*****English Version*****

Euro Recovers Amid Debate Greek Debt

The euro strengthened against the U.S. dollar on Monday, recovering from the decline at the beginning of the session following the action of short-covering by traders give little room for the Euro. But the feud between the policy makers are still limiting the gain euros. European officials has not yet reached agreement on the involvement of private investors plan to restructure debt in Greece, which kept called for by Germany, although the ECB has warned of the potential market turmoil. Meanwhile, investors began to increase in opportunities to cut interest rates again in coming months, even after ECB president Jean-Claude Trichet sensinyalkan possibility of a rate hike in July, given the ECB still retains the 2012 inflation projection unchanged. Teppei Ino, currency analyst at Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ in Tokyo, estimates that Euro could fall back to a lower position in May at $ 1.3968 as the Euro zone and the debt crisis reduced
the prospect of higher interest rates become the focus of the market.

Optimistic About Coming to the UK pound sterling CPI

Sterling strengthened against the U.S. dollar and touched a high level in more than a week against the euro on Monday, sparked by fears the euro zone debt and investors’ anticipation of Tuesday’s inflation data are expected to show an increase, despite concerns the fragility of the British economy making sterling vulnerable. Technical analysts say the movement is constant under MA100 at $ 1.6246 would bring sterling to $ 1.6055 and
then $ 1.6000 which is the MA 200.
The annual CPI is expected to remain at 4.5% in May. Results release above that level would probably give a boost for Cable, although according to analysts will not last long unless the investors believe that if the BoE will respond by raising interest rates. “The increase in inflation would push Sterling rose, but may only be short-lived,” said Lee McDarby, head of dealing at Investec. “The market needs to see progress on the data before there is talk about rising interest rates.” Sterling sentiment also has the potential to hit this week as the employment data on Wednesday and retail sales on Thursday to increase the anxiety fragile UK economy.

Franc increasingly interesting as the Safe-Haven

Swiss franc strengthened against most major currencies after the lack of agreement on financial aid to Greece triggered investors to switch to the safest assets in Europe, with Portugal and Ireland bond yield which rose to a record high. While the SNB is expected to decide to hold interest rates at 0.25% at the next meeting June 16 and not signaling to intervene to limit the strengthening of franc.
“Investors Swiss Franc glanced over because its safe haven status,” says Elizabeth Gregory, analyst market in Swissquote Bank SA in Geneva. “Uncertainty continues surrounding the Euro zone, while Switzerland‘s growth prospects seem bright. And the Swiss franc strengthened the trend will continue. “Officials at the European impasse regarding the involvement of private investors in the debt restructuring Greece.


Asia Stocks Fall on Growth Outlook; Euro Reaches Month’s Low


EMAS
Dollar AS Mixed, Emas dan Perak Stabil

Spot emas stabil hari Senin, setelah merosot hamper 1% disesi sebelumnya, sementara dollar AS mixed – turun terhadap Euro, naik terhadap sekumpulan mata uang dan libur di Australia, diperkirakan membuat perdagangan berjalan tidak menentu. Spot emas bergerak naik 0.2% ke level $1,532.30. Dollar AS turun 0.1% terhadap dollar AS, naik 0,.05% terhadap sekumpulan mata uang rival. Emas berada dalam tekanan setelah Wall Street melanjutkan kembali kejatuhannya mengikuti lemahnya data perdagangan Cina minggu lalu. Harga perak naik 0.2% ke levekl $36.21 setelah merosot lebih dari 3% hari Jumat.

MINYAK
Minyak Minyak Kikis Kejatuhan, Raih $99.29

Kontrak minyak mentah AS kembali meraih level penutupan hari Jumat dilevel $99.29 per barel di perdagangan elektronik pada hari Senin pagi di Asia, setelah merosot dibawah $98.90. Harga untuk pengiriman bulan Juni berada di level $99.29, hanya 2 sen dibawah harga penutupan New York. Kontrak tersebut telah turun dibawah $100 hari Jumat sebagai pertanda bahwa Arab Saudi mungkin akan menaikkan produksi.

EUR/USD
Euro Diguncang Isu Perpecahan Petinggi Eropa

Euro bergerak tertekan di zona merah di sesi pagi hari Senin setelah merosot terhadap Dollar AS di akhir pekan lalu akibat merebaknya lagi kekhawatiran hutang Yunani serta akibat investor mempertimbangkan kembali ekspektasi terhadap kenaikkan suku bunga Bank Sentral Eropa. Mata uang tunggal ini masih berpotensi melanjutkan penurunan karena pasar kembali terfokus pada kecemasan hutang Yunani, serta simpang siurnya berita mengenai perkembangan proses bailout Yunani yang membingungkan, Pelaku pasar dibingungkan oleh keinginan Jerman agar investor swasta turut berkontribusi pada bailout kedua, namun pihak ECB mengutarakan keengganannya menambah bantuan bagi Yunani. Perpecahan pendapat, visi maupun misi di antara para petinggi zona Euro tersebut telah mengguncang pasar valuta sehingga akan menambah kekhawatiran bahwa krisis dapat berlangsung lebih lama dan akan terus menekan Euro.

NIKKEI
Nikkei Rebound, Abaikan Buruknya “Machinery”

Indeks Nikkei Jepang dibuka merosot dengan gap-down terutama akibat jatuhnya data machinery orders, sinyal perlambatan ekonomi global serta anjloknya saham Toyota Motor setelah buruknya perkiraan pendapatan (earnings).
Data core machinery orders Jepang bulan April diluar perkiraan anjlok ke angka -3.3% dari sbelmunya -2.9% dan jauh dbawah ekspektasi +2.2%. Angka yang buruk ini memberikan sinyal bahwa terganggunya pasokan energi tengah menggerus belanja modal (capital expenditure). Namun setelah merosot, Nikkei kembali rebound terkait investor melakukan short covering dan mengabaikan data karena mereka mulai merasakan mungkin sudah saatnya untuk kembali berinvestasi di Nikkei. Menurut sejumlah trader, rendahnya valuasi saham, digelontorkannya program rekonstruksi $300 miliar, optimisme Bank of Japan, dan munculnya tanda pemulihan aktivitas operasional perusahaan Jepang merupakan alasan untuk mengoleksi saham Jepang.

*****English version:

GOLD
U.S. Dollar Mixed, Gold and Silver Stable

Spot gold is stable on Monday, after slumping almost 1% disesi before, while the U.S. dollar mixed – fell against the euro, up against a set of currencies and holidays in Australia, is expected to make a trade run is uncertain. Spot gold moved up 0.2% to as low as $ 1,532.30. U.S. Dollar fell 0.1% against the U.S. dollar, up 0, .05% of a set of rival currencies. Gold came under pressure after Wall Street resumed its fall following the weakness of China’s trade data last week. Silver prices rose 0.2% to levekl $ 36.21 after slumping more than 3% on Friday.

OIL
Oils Fall $ 99.29

U.S. crude contract again reached its closing level Friday dilevel $ 99.29 per barrel in electronic trading on Monday morning in Asia, after slumping below $ 98.90. The price for delivery in June at the level $ 99.29, just 2 cents below the closing price in New York. The contract had fallen below $ 100 on Friday as a sign that Saudi Arabia likely will increase production.

EUR / USD
Euro hit by European Officials Split Issues

Euro moves depressed in the red zone in the morning session on Monday after slumping against the U.S. dollar at the end of last week due to another outbreak of the Greek debt concerns and caused investors to reconsider the increase in interest rate expectations for the European Central Bank. The single currency is still potential to continue the decline as the market re-focused on debt worries Greece, and the intersection siurnya news about the development process of confusing the Greek bailout, market actors confused by the German desire for private investors to contribute to the second bailout, but the ECB expressed reluctance to add assistance to Greece. The split opinions, visions and missions among the top brass has rocked the euro zone currency markets so that will add to fears that the crisis may last longer and will continue to push the Euro.

NIKKEI
Nikkei Rebound, Ignore Bad “Machinery”

Japan’s Nikkei index opened with a gap declined mainly due to the fall-down machinery orders data, signal a global economic slowdown and the slump in shares of Toyota Motor after a bad estimate of income (earnings).
Japan’s core machinery orders data in April fell to figure out the estimated -3.3% from -2.9% and far sbelmunya dbawah expectations of +2.2%. These bad figures signal that the disruption of energy supplies was eroded capital expenditure (capital expenditure). But after a slump, the Nikkei rebound related investors to short covering and ignore the data because they begin to feel it may be time to re-invest in the Nikkei. According to some traders, low stock valuations, digelontorkannya $ 300 billion reconstruction program, optimism Bank of Japan, and emerging signs of recovery of the operational activities of Japanese companies is the reason for collecting Japanese stocks.


Aksi Jual Paksa Kospi ke Zona Merah


TODAY’S ANALYSIS STOCK INDEX

Kospi ditutup turun 1.2% di 273.00. Indeks melemah untuk sesi ke tujuh akibat aksi jual yang dilakukan oleh institusi domestik dan investor asing.

Analis mengatakan indeks melemah dikarenakan kenaikan suku bunga BOK dan adanya kekhawatiran mengenai meningkatnya inflasi di Asia. “CPI China dan data penjualan ritel AS akan menjadi fokus pasar pekan depan. Ekspektasi terhadap data sudah rendah maka jika data yang dirilis buruk tidak akan menyeret pasar turun tajam,” menurut analis Daishin Securities, Choi Jai-sic. Sebagian besar saham teknologi ditutup melemah terkait rendahnya ekspektasi investor pada earnings Q2 di tengah sinyal pertumbuhan permintaan barang-barang IT yang lebih rendah dari perkiraan, kata analis.

Samsung Electronics anjlok 1.6% menjadi KRW851,000 dan LG Electronics turun 5.2% menjadi KRW87,000. Sementara Samsung Life Insurance melambung 1.6%  menjadi KRW94,300.

****

Friday, June 10, 2011 14:42 pm
TODAY’S STOCK INDEX ANALYSIS

Kospi closed down 1.2% at 273.00. The index fell for the seventh session due to selling by domestic institutions and foreign investors.

Analysts said the index fell due to higher interest rates BOK and the concern about rising inflation in Asia. “China’s CPI and retail sales data will be the focus of the U.S. market next week. Expectations of data is low, so if bad data released will not be dragging the market down sharply,” according to Daishin Securities analyst, Choi Jai-sic. Most technology stocks closed lower on investor expectations related to the low Q2 earnings amid signs growth in demand for IT goods is lower than expected, analysts said.

Samsung Electronics fell 1.6% to KRW851, 000 and LG Electronics fell 5.2% to KRW87, 000. While Samsung Life Insurance soared 1.6% to KRW94, 300.


Outlook Permintaan Cemaskan Minyak


Jumat, 10 Juni 2011 15:24 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Harga minyak turun akibat suramnya outlook permintaan energi seiring bank sentral di Asia lanjutkan pengetatan moneter dan lemahnya situasi tenaga kerja AS. Bank sentral Korea Selatan kembali naikkan suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini sedangkan klaim pengangguran AS meningkat. “Bulls dan Bears sedang berperang sengit,” papar Jonathan Barrat, petinggi Commodity Broking Services. “Harga tentu akan bergerak lebih tinggi jika situasi ekonomi membaik, tapi data belakangan ini tidak mendukung.” Analis teknikal Reuters, Wang Tao, melihat pemulihan harga minyak akan berakhir di $103.

Di lain pihak, OPEC gagal capai kesepakatan pada pertemuan 8 Juni silam meski enam anggotanya, termasuk Arab Saudi, telah serukan kenaikan output. “Dengan tidak berubahnya target output OPEC maka data ekonomi AS akan menjadi penentu arah minyak dalam waktu dekat,” ungkap Victor Shum, konsultan Purvin & Gertz. “Pasar mungkin telah sadari masalah pasokan OPEC tidak begitu signifikan dalam waktu dekat. Yang terpenting adalah suplai minyak aktual di pasar dan komitmen Saudi memompa lebih banyak minyak.”

Dari sisi teknikal, minyak masih terperangkap di dalam pola symmetrical triangle, yang mungkin akan terus batasi pergerakan emas hitam hingga keluar dari pola tersebut. 110.70, harga terendah kemarin akan menjadi support. Sedangkan penembusan 102.12, harga tertinggi hari ini, akan bantu pengujian 102.43, harga tertinggi 10 Juni.

****

Friday, June 10, 2011 15:24 pm
TODAY’S COMMODITY ANALYSIS

Oil prices fell due to gloomy outlook for energy demand in Asia as central banks continue with monetary tightening and a weak U.S. employment situation. South Korea’s central bank raises interest rates for the third time this year while the U.S. unemployment claims rose. “Bulls and Bears are fighting fierce,” said Jonathan Barratt, officials Commodity Broking Services. “Prices will certainly move higher if the economic situation improved, but recent data do not support.” Technicians Reuters, Wang Tao, see the recovery in oil prices will end up at $ 103.

On the other hand, OPEC failed to reach an agreement on June 8 last meeting although six members, including Saudi Arabia, has called for increased output. “With no change in OPEC output target of the U.S. economic data will be the determinant of the direction of oil in the near future,” said Victor Shum, Purvin & Gertz consultancy. “The market may have been aware of OPEC’s supply problems are not so significant in the near future. Most important is the actual oil supply in the market and commitment Arabia pump more oil.”

From the technical side, oil is still trapped in a symmetrical triangle pattern, which may continue to restrict the movement of black gold to get out of the pattern. 110.70, the lowest price yesterday would be a support. While the penetration of 102.12, the highest price today, will help test 102.43, the highest price June 10.


Wall Street Berhasil Pulih


Jumat, 10 Juni 2011 – 05:45 WIB
Wall Street Berhasil Pulih

Saham As rebound pada hari Kamis menyusul aksi jual selama 6 hari untuk ditutup naik pertama kalinya dalam bulan Juni, setelah sentimen investor membaik akibat data defisit perdagangan dan menyusul keputusan Kabinet Yunani untuk mendukung pengetatan kebijakan yang baru untuk negara yang terbebani hutang. “Rebound dikarenakan faktor teknikal dan banyak aksi bargain-hunting,” menurut Kenny Polcari, direktur manajer pada ICAP Equities. “Kita sedang berada pada tern turun selama musim panas.” Polcari mengatakan 1,290 adalah target bagi S&P, namun tanpa data makroekonomi yang bagus indeks dapat turun menuju 1,250, level rendha bulan Mei dan sekaligus MA200. Citigroup dan Wells Fargo naik hampir 3% masing-masing. Bahkan Morgan Stanley naik setelah Rochdale menurunkan target harga raksasa finansial tersebut menjadi $28 dari $37.50. Namun sektor perbankan masih menjadi sektor dengan performa terburuk tahun ini.

Di tempat lain, saham Eropa naik tajam, pulih dari penurunan beruntun selama 6 hari, seiring investor melakukan aksi beli saham di level rendah, terutama saham terkait komoditas. Sementara itu, Kabinet di Yunani mendukung kebijakan pengetatan baru yang penting bagi negara terbebani hutang untuk menerima bantuan internasional.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Koreksi Euro Terbatasi Prospek Suku Bunga


Selasa, 07 Juni 2011 – 09:36 WIB
Koreksi Euro Terbatasi Prospek Suku Bunga

Euro sempat mengalami koreksi lemah setelah salah satu pejabat Jerman menyebutkan bailout kedua Yunani masih belum pasti, namun koreksi penurunan akhirnya dibatasi oleh sentimen positif terhadap prosek suku bunga zona Eropa.

Pada hari Jumat silam petinggi zona Eropa dikabarkan selangkah lebih maju menuju bailout baru untuk Yunani yang menurut media Jerman bisa mencapai lebih dari €100 milyar dan mendorong euro ke level tinggi 1 bulan di $1.4657.
Meskipun demikian, pasar tetap berasumsi Yunani akan memperoleh waktu lebih panjang dalam membayar hutangnya sembari menantikan Presiden ECB Jean-Claude Trichet yang akan mensinyalkan kenaikan suku bunga di bulan Juli pada hari Kamis lusa.
Jika Trichet kembali menggunakan frase “waspada tinggi” dalam menanggapi tekanan inflasi, ini merupakan petunjuk adanya kenaikan suku bunga pada bulan Juli.

****

Tuesday, June 7, 2011 – 9:36 pm
Corrections constrained Euro Interest Rate Outlook

The euro had experienced weak correction after German officials said one of the two Greek bailout still not sure, but ultimately limited by correction decreased the positive sentiment towards prosek eurozone interest rates.

On Friday the euro zone officials reportedly set a step forward towards a new bailout for Greece which, according to German media could reach more than € 100 billion and pushed the euro to as low as 1-month high at $ 1.4657.

Nevertheless, the market still assumes Greece will have a longer time in paying its debts while waiting for ECB President Jean-Claude Trichet to be signaling higher interest rates in July on Thursday after tomorrow.

If Trichet re-using the phrase “high alert” in response to inflationary pressures, this is an indication of higher interest rates in July.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Bailout Yunani, Payrolls AS Picu EUR Bidik $1.4670



Senin, 06 Juni 2011 11:12 WIB

TODAY’S ANALYSIS FOREX

Mata uang tunggal Euro terus bertahan di kisaran kuatnya dalam 1-bulan terhadap USD di hari Senin setelah akhir pekan lalu tim “troika” (Uni Eropa, European Central Bank dan IMF) sepakat untuk memberi bantuan internasional berikutnya bagi negara Yunani di awal bulan Juli.
Euro turut makin perkasa setelah dollar A.S terpukul oleh buruknya angka tenaga kerja (Non-farm payrolls/NFP) yang juga menghantarkan tingkat pengangguran meningkat tipis menjadi 9,1% dari sebelumnya 9,0%.

“Pasar tenaga kerja masih sangat lemah dan jika kondisinya tetap seperti ini, Federal Reserve mungkin tidak akan menaikkan suku bunga hingga dalam 12 bulan mendatang”, ungkap Kathy Lien, direktur riset valas pada GFT.

“Angka tenaga kerja AS yang lemah akan memberikan dukungan positif untuk EUR/USD belum lagi investor terus disemangati bahwa ECB masih memiliki rencana untuk menaikkan suku bunga pada musim panas ini,” imbuhnya.

Secara teknikal resisten terdekat berikutnya untuk EUR berada di $1.4670 kemudian $1.4700. Sementara bila EUR sanggup mendobrak lagi level $1.4620, pergerakan akan sedikit bearish menuju support terdekat di level $1.4580 dan $1.4520

****

Greece bailout, U.S. payrolls Trigger Shutter $ 1.4670 EUR

Monday, June 6, 2011 11:12 pm

TODAY’S FOREX ANALYSIS

Euro single currency continues to survive in the strong range in 1-month high against the USD on Monday after last weekend’s team “troika” (the European Union, the European Central Bank and the IMF) have agreed to give international aid next to the Greek state at the beginning of the month July.
The euro also more powerful after the U.S. dollar hit by poor rates of labor (Non-farm payrolls / NFP), which also delivers the unemployment rate increased slightly to 9.1% from 9.0% previously.

“The labor market is still very weak and if the conditions stay like this, the Federal Reserve might not raise interest rates until the coming 12 months, ” said Kathy Lien, director of currency research at GFT.

“The number of weak U.S. labor force will provide positive support for the EUR / USD continues encouraged investors not to mention that the ECB still has plans to raise interest rates this summer,” he added.

The next nearest technical resistance for the EUR was at $ 1.4670 and $ 1.4700. Meanwhile, when the EUR could break down again at $ 1.4620, the movement will be slightly bearish toward the nearest support level of $ 1.4580 and $ 1.4520


Euro Cetak Rekor Baru di Atas 1.4650



Senin, 06 Juni 2011 07:59 WIB

TODAY’S ANALYSIS FOREX

Monexnews – Euro bergerak naik pada Jumat lalu terkait mengecewakannya data employment AS, seiring negara tersebut berusaha membuat seimbang 50K untuk lapangan tenaga kerja baru; tingkat unemployment juga kembali melonjak naik menuju 9.1%, menunjukkan QE2 telah selesai dan menunjukkan kegagalan seiring kebijakan pelonggaran lebih lanjut masih terjadi. Saat ini apabila investor mengambil data lapangan kerja 206,000 dari data jobs terakhir, NFP berada di level -150,000 setelah adanya B/D adjustment bulanan selama lebih dari 1 tahun.
Secara teknikal, memulai awal minggu ini diatas 1.4600, grafik per jam menunjukkan indikator dalam area overbought kuat walaupun harga terus bergerak naik dan telah mencapai level 1.4653, tinggi barunya. “Grafik per 4 jam menunjukkan RSI dalam teritori overbought, tetapi harga baru masuk tahap konsolidasi dekat tingginya tanpa ada tujuan pergerakan turun”, dikatakan Valeria Bednarik, pimpinan analis dari FXstreet.com.

Level support saat ini adalah 1.4610, 1.4580 dan 1.4550. Level resistance saat ini adalah 1.4665, 1.4690 dan 1.4730.


Wall Street Turun Untuk 5 Minggu Beruntun


Sabtu, 04 Juni 2011 – 04:02 WIB

Wall Street Turun Untuk 5 Minggu Beruntun

Saham As ditutup turun untuk lima minggu berturut-turut setelah data tenaga kerja pemerintah yang mengecewakan menambah serangkaian data yang lemah pekan ini mengindikasikan tanda-tanda melambatnya perekonomian. Fakta bahwa S&P 500 telah kembali ke atas 1,300 setelah sempat menembus pada awal sesi mungkin adalah tanda yang baik bahwa pasar belum siap untuk bergerak turun secara tajam, ucap Marc Pado, strategis pasar Cantor Fitzgerald. Namun fakta bahwa saham masih di level rendah menandakan kecemasan sebagian trader. “Dampak dari berita negatif di akhir ini akan direfeleksikan di banyak tempat,” ucap Pado. “Saya lebih memilih untuk sedikit berhati-hati menjelang akhir pekan dan tidak menjadi terlalu agresif.”

Saham terpukul pada pembukaan setelah nonfarm payrolls hanya naik sebanyak 54,000 di bulan Mei, kenaikan terkecil sejak September 2010, menurut Dep. Tenaga Kerja. “Data ini tidak menunjukkan adanya penguatan,” ucap John Canally, ekonom LPL Financial mengenai data tenaga kerja, menambahwa bahwa pelemahan tidak mengejutkan pada titik ini dalam pemulihan ekonomi. “Data ketika 2 tahun berjalan pemulihan cenderung choppy,” ucapnya. “Ini adalah saatnya dimana tidak semua data bagus.” Canally tidak beranggapan bahwa data tenaga kerja ini akan menjamin program pembelian obligasi tambahan atau QE3, namun rumor mengenai QE bermunculan segera setelah data dirilis.

Posted with WordPress for BlackBerry.


AS Harus Segera Benahi Masalah Hutang


AS Harus Segera Benahi Masalah Hutang

 

Jumat, 03 Juni 2011 17:27 WIB

TODAY’S ANALYSIS STOCK INDEX

Moody’s ancam memangkas peringkat kredit AS jika Gedung Putih dan Kongres tidak capai kesepakatan pada pertengahan Juli untuk naikkan batas hutang. Pada bulan April lalu, Standard & Poor’s juga berikan outlook negatif terhadap peringkat kredit AS akibat kecemasan tidak tercapainya kesepakatan untuk kurangi defisit anggaran dan utang nasional.

Menteri Keuangan Timothy Geithner terus berupaya yakinkan Kongres untuk tingkatkan batas utang dan cegah default. Meski ia cukup puas dengan pertemuan sebelumnya dengan anggota parlemen, tapi beberapa petinggi dari partai Republik tetap menentang kenaikan batas hutang tanpa terapkan pemotongan anggaran belanja. “Saya yakin kesepakatan dapat tercapai pada musim panas ini. AS akan hindari krisis default dan raih kesepakatan atas rencana fiskal jangka panjang,” kata Geithner.

Geithner telah perkirakan bencana keuangan jika Kongres gagal naikkan batas utang $14,3 triliun sebelum 2 Agustus. Kementrian keuangan telah upayakan manajemen kas luar biasa sejak AS capai batas utang pada tanggal 16 Mei lalu.

 


Market Outlook


Minyak Kuat Di Pasar Asia

 

Minyak naik tipis diperdagangan Asia, melanjutkan penguatan tadi malam setelah ditutupnya pipa kilang minyak dan  USD/EUR menyentuh level rendah tiga pekan. TransCanada akan segera memulai operasi untuk pipa kilang minyak Keystone dalam waktu dekat, menurut analis Nihon Unicom, Hiroyuki Kikukawa. Minyak Nymex diperkirakan akan berada di range $95-$105/barrel. Minyak Nymex kontrak Juli naik 14 sen menjadi $102.84/barrel di Globex setelah tadi malam melambung 2.1%, Minyak ICE Brent Juli naik 7 sen menjadi $116.80/barrel setelah naik 1.79%. Tumpaham minyak sekitar 10 barrel di stasiun pompa Kansas sepanjang jaringan pipa Keystone memaksa TransCanada untuk menutup seluruh jaringan pipanya.  Keystone berhubungan dengan jaringan di Alberta dan Cushing, Okla yang menjadi pusat pengiriman untuk Minyak Nymex. EUR menyentuh level tinggi tiga pekan terhadap USD setelah Wall Street Journal melaporkan Jerman akan mendorong penjadwalan awal bagi obligasi Yunani untuk menfasilitasi paket bantuannya. Berita ini mendorong optimisme Eropa berhasil mengatasi kebuntuan atas kebutuhan pendanaan Yunani.

EMAS

Perkembangan Yunani Redupkan Emas

 

Spot emas bergerak turun hari Rabu (01/06) 0,1% ke level $1,533.1 per ons. Koreksi dipicu oleh harapan mengenai dana bantuan baru Yunani. Namun pelemahan dollar AS diperkirakan membatasi kejatuhan emas. Kontrak emas AS turun 0.2% ke level $1.532.80. Spot emas menyentuh level tertinggi 4 pekan pada level $1,540.50 hari Selasa. Penguatan saat itu dipicu oleh data harga rumah negatif, pesimisme konsumen serta perlambatan sektor manufaktur regional di AS. Hal ini meningkatkan kekhawatiran terhadap pemulihan di AS. Spot perak turun 0.6% ke level $38.22. Komoditi logam turun 19.6% bulan lalu, kejatuhan terbesar ke 2 di komoditi setelah perak AS, tetapi masih lebih tinggi 24% sampai tahun ini. Harga perak AS bergerak melemah 0.2% ke level $38.22.

 

EUR/USD

Euro Bidik Level 1.4510

 

Euro menguat di atas level 1.4420  selama perdagangan kemarin (31/05) akbat berita bahwa Jerman akan memudahkan permintaan Yunani dan bersedia untuk memberi lebih banyak pinjaman, menyebabkan meningkatnya permintaan investor untuk mata uang utama. “EUR/USD mengalami gain yang mengagumkan hari ini, menyentuh area 1.443, euro konsolidasi di kisaran 1.4400,” menurut Valeria Bednarik, kepala analis FXstreet.com. “Kedua indikator baik 1 atau 4 jam menunjukkan trendh bullish, pergerakan harga masih ke arah level resistance di 1.4510/20,” katanya. Level support di 1.4350, 1.4310 and 1.4280 sementara level resistance di 1.4480 kemudian 1.4510.

 

HANGSENG

Hang Seng Bidik Level 23.800

 

Hang Seng dibuka menguat mengikuti penguatan Wall Street tadi malam, namun penguatan diprediksi terbatas setelah kemarin indeks menguat tajam, menurut Ben Kwong, COO di KGI Asia. Indeks diprediksi akan bergerak di kisaran level 23,800, Level support untuk indeks berada di kisaran 23.400. Tindakan profit-taking diperkirakan juga akan muncul. “Sentimen meningkat namun penguatan tidak akan seperti di hari Selasa.” Saham komoditi, diantaranya saham minyak akan mendapat dukungan setelah harga minyak menguat (Minyak kontrak Juli naik 2.1%), sementara saham properti China melemah akibat kekhawatiran mengenai pengetatan di China. Hang Seng ditutup naik 2.2% menjadi 23,684.1323.543 kemarin.


EU Berusaha Rampungkan Bailout Kedua Untuk Yunani


Selasa, 31 Mei 2011 – 04:47 WIB

EU Berusaha Rampungkan Bailout Kedua Untuk Yunani

Uni Eropa berlomba untuk merampungkan pake bailout kedua untuk Yunani yang pinjamannya akan dirilis bulan depan serta menghidnarkan resiko kebangkrutan negara zona Eropa, menurut pejabat Uni Eropa pada hari Senin. “Saya cukup optimis,” ucap kepala menteri keuangan zona Eropa, Jean-Claude Juncker, setelah berdiskusi dengan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy. Restrukturisasi total hutang Yunani bukanlah piliha, ucapnya, membuka peluang kemungkinan untuk melibatkan sektor swasta, seperti advokasi dari Sarkozy pekan lalu.

Sementara partai oposisi konservatif Yunani meminta pemangkasan pajak sebagai syarat konsensus dengan pemerintahan Sosialis untuk pengetatan kebijakan lanjutan, yang dikatakan oleh Brussels sangat penting untuk menjamin dikucurkannya bailout kedua.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook On Monday


MINYAK
Minyak Bertahan Diatas $100 Terkait Data AS, OPEC

Kontrak minyak mentah AS bertahan diatas 4100 setelah data AS menunjukkan kejatuhan data penjualan perumahan AS dibulan April, menambah sinyal pelemahan ekonomi dan menyingkirkan penguatan sebelumnya yang dipicu oleh melemah dollar AS. Data industri tersebut menunjukkan penjualan perumahan yang tertunda AS turun lebih besar dari perkiraan di bulan April hingga ke level rendahnya selama 7 bulan, menghapus harapan pemulihan kondisi penjualan rumah di AS. “Lemahnya data penjualan rumah di AS memperlihatkan bahwa ekonomi AS cenderung memburuk daripada membaik”, dikatakan Gener McGillian, seorang analis dari Tradition Energy, di Stamford, Connecticut. “Harga minyak mentah telah mencapai diatas $100, tetapi masih sulit untuk bergerak naik lebih jauh karena ketidakpastian ekonomi”, ditambahkannya. Harga minyak mentah untuk pengiriman bulan Juli naik $0.36 untuk bertahan di level $100.59 per barel, setelah menyentuh tinggi awalnya di $101.24. Menambah tekanan terhadap kontrak minyak mentah, output OPEC sendiri diperkirakan akan naik bulan ini karena tambahan persediaan dari Arab Saudi, Nigeria dan Irak, menurut sebuah survei dari Rueters.

EMAS
Emas Stabil Terkait Yunani, Data AS

Emas bertahan stabil hari Senin didukung oleh melemahnya dollar AS, bersama dengan kekhawatiran yang menghinggapi krisis hutang Yunani dan memburuknya data housing dan konsumen AS mendukung minat terhadap emas. Spot emas stabil di area $1,535.45 per ons. Emas menguat 1.8% minggu lalu. Kontrak emas AS sedikit bergerak di level $1,535.90. Di tengah kekhawatoran mengenai krisis hutang Yunani, para pejabar dari IMF dan Uni Eropa mengatakan bahwa mereka tidak mengantisipasi restrukrisasi hutang di Yunani. Memburuknya data consumer spending dan rendahnya penjualan rumah yang tertunda (Pending Home Sales) di bulan April menimbulkan kekhawatiran bahwa pemulihan ekonomi AS kehilangan momentum. menurunkan dollar AS ke dekat rendahnya 3 minggu hari Jumar terhadap sekumpulan mata uang. Pasar keuangan dan komoditi di AS dan Inggris saat ini diliburkan untuk hari libur nasional.

EUR/USD
Euro Dilegakan Komentar Positif Soal Yunani

Euro masih berkutat dikisaran tingginya terhadap Dollar AS di sesi pagi hari Senin pasca pernyataan dari pihak Eropa yang optimis negara Yunani akan mampu mengatasi beban hutang yang berat. Rally Euro terhadap Dollar AS mulai mendapatkan momentum kuat pada sesi New York hari Jumat lalu, setelah salah satu anggota dewan ECB, George Provopoulos, mengatakan bahwa Yunani akan mampu membayar hutangnya secara penuh tanpa memerlukan restrukturisasi jika konsisten menerapkan rencana penghematan. Komentar senada juga datang dari Presiden Perancis, Nicolas Sarkozy, yang menyebutkan bahwa Perancis akan menjaga dan mendukung Euro. Perancis juga menentang setiap jenis restrukturisasi hutang untuk Yunani. “Komentar-komentar itu setidaknya telah mengurangi resiko default Yunani dalam waktu dekat dan meringankan tekanan pada Euro,” kata Joe Manimbo, analis mata uang pada Travelex Global Business Payments di Washington.

HANGSENG
Bursa Hong Kong Fluktuatif, Fokus Pada Shanghai

Bursa saham Hong Kong berfluktuasi pada awal hari Senin bersama sektor perbankan yang secara umum melaju setelah penguatan sebelum akhir pekan terkait pergerakan Wall Street, tetapi pasar masih berusaha bangkit seiring bursa saham Shanghai yang melanjutkan kejatuhan mereka ditengah kekhawatiran melambatnya ekonomi. Indeks Hang Seng sedikit bergerak di level 23,118.23 setelah bergerak naik-turun dan indeks Hang Seng Cina bertambah 0.1% ke level 12,979.29. Saham HSBC Holdings PLC menguat 0.1% dan Bank of China Ltd naik 0.5%, sementara PetroChina turun 0.7% setelah naik tajam hari Jumat. Indeks komposit Shanghai turun 0.7% setelah sebelumnya juga turun di 7 sesi sebelumnya.

Posted with WordPress for BlackBerry.