Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Choi (Korean name)

Market Outlook Today


EMAS

 

Komoditi Emas bergerak menguat pada perdagangan kemarin seiring optimisme akan adanya kesepakatan untuk menyelesaikan krisis fiskal di AS memicu selera investor, implikasi dari Fiscal Cliff untuk komoditi ini masih belum jelas diskusi yang berkepanjangan dapat meninggikan selera hinda resiko namun dalam jangka pendek harapan untuk resolusi dalam waktu dekat menguntungkan Emas bersamaan dengan bursa saham.

 

EUR/USD

 

Mata uang tunggal Eropa bertahan di level tertinggi pada perdagangan di hari Jumat dalam sebulan terakhir atas US dollar di saat pasar menantikan perkembangan terkait upaya mencegah kurang fiskal, masih ada optimisme di pasar bahwa pejabat AS tidak akan membiarkan fisckal Cliff atau kenaikan pajak dan pemotongan anggaran otomatis terjadi. Optimisme ini masih menjadi faktor yang mendorong aset berisiko akan tetapi proses negosiasi terlihat masih alot ini yang dapat membuat pasar bergejolak kemungkinan sampai akhir tahun.

 

NIKKEI

 

Bursa saham Jepang bergerak menguat cukup signifikan pada perdagangan dihari Jumat, dorongan positif datang dari bursa AS di mana indeks S&P 500 menguat untuk dua hari berturut-turut. Positifnya kinerja bursa saham disebabkan oleh keyakinan baru bahwa kondisi jurang fiskal di AS akan dapat dihindari.

 

Iklan

Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas bergerak menguat ditengah kondisi perdagangan yang fluktuatif pada perdagangan kemarin menyusul koreksi tajam pada ekuitas dan komoditas lainnya telah mendorong permintaan terhadap aset aman, sementara technical buying juga turut memberi dukungan. Emas mengalami rebound setelah mendekati areal support $1531.45/troy ounce. Komoditi ini di awal sesi terkoreksi lebih dari 1% dipicu meningkatnya kekhawatiran seputar krisis utang Eropa yang telah menyebabkan tertekannya mata uang Euro, ekuitas, dan komoditas sedangkan aset aman lainnya seperti Treasury AS dan Bunds Jerman naik tajam.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa kembali bergerak melemah mendekati level terendah sejak 2 tahun terakhir terhadap dolar AS, seiring terdesak berlanjutnya pesimisme investor setelah naiknya tingkat borrowing cost Italia dan memuncaknya kewaspadaan terhadap sektor perbankan Spanyol. Biaya pendanaan di Italia meningkat tajam setelah pada lelang obligasi dengan tenor 10 tahun, imbal hasilnya meningkat ke level 6% untuk pertama kalinya sejak Januari. Ikut memicu melemahnya performa mata uang ini adalah hasil jajak pendapat terbaru yang memperlihatkan kemungkinan naiknya dukungan bagi partai radikal sayap kiri Syriza di Yunani yang meningkatkan kewaspadaan akan penolakan bail out dan pemangkasan anggaran oleh pemerintah baru Yunani. Sementara itu berdasarkan sumber terdekat dari pemerintah Spanyol menyatakan kemungkinan pemerintah akan melakukan rekapitalisasi senilai 19 M Euro dengan menerbitkan surat utang baru dan juga mengambil dana dari sumber dana restrukturisasi perbankan dan cadangan devisa tresuri.

HANGSENG

Pada perdagangan di hari Kamis pagi Indeks Berjangka Hangseng kembali bergerak melemah, bursa saham tertekan di tengah anjloknya bursa saham Wall Street pada penutupan perdagangannya kemarin. Kekhawatiran mengenai kemungkinan Spanyol membutuhkan bailout menyelimuti pasar. Ada beberapa saham yang bergerak melemah diantaranya adalah Cheung Kong, HSBC, dan Henderson Land.


Market Review


Market Review

EUR/USD closing 1.2918, high 1.2957, low 1.2903, XAUUSD C:1579.95, H:1594.90, L:1573.25, CO-LS C: 95.57, H: 97.20 L: 95.56. Dow C: 12788, H: 12883, L:12723.

Euro diperdagangkan cenderung flat terhadap dollar pada hari Jumat namun terhampar dekat level rendah 3-1/2-bulan seiring ketidakpastian politik di Yunani dan kerugian besar oleh bank AS JPMorgan Chase membuat investor cemas mengambil posisi bullish pada euro. Harga emas turun seiring investor mencari peralihan pada dollar, sementara harga minyak memangkas penurunan dan berada dekat level flat setelah data sentimen konsumen AS yang kuat. Wall Street ditutup mix, dengan indeks utama mencetak penurunan mingguan kedua, tertekan oleh berita kerugian oleh JPMorgan dan di tengah kecemasan mengenai zona Eropa. Data ekonomi hari ini adalah home loans dari Australia, PPI dari Swiss, industrial production dari zona Eropa, pidato dari SNB Jordan.


Market Review AS & Eropa


Market Review AS & Eropa.

Emas naik kembali ke atas level $1,900 per ons hari Senin seiring berkembangnya ekspektasi bahwa AS dapat mengimplementasikan QE3 pasca laporan payrolls yang buruk hari Jumat lalu, sementara kecemasan mengenai krisis hutang zona Eropa kembali mencuat. Saham Eropa turun akibat kecemasan AS dapat menuju resesi pasca data payrolls yang buruk, sementara obligasi pemerintah Jerman menyentuh rekor tinggi menjelang event penting di Eropa pekan ini. Minyak mentah anjlok ke level terendah dalam lebih dari sepekan dalam spekulasi pertumbuhan ekonomi di AS dan Cina melambat akan mengikis tingkat konsumsi bahan bakar. Data ekonomi hari ini adalah home loans, current account dari Australia, keputusan suku bunga dan pernyataan dari RBA, CPI Swiss, GDP zona Eropa, factory orders dari Jerman, dan ISM non-manufacturing PMI dari AS.
EUR/USD closing 1.4098, high 1.4172, low 1.4059, XAUUSD C:1900.55, H:1902.55, L:1874.75, CO-LS C: 83.60, H: 86.50, L: 83.99.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Emas Sedikit Terkoreksi Setelah Sentuh Rekor


Selasa, 26 Juli 2011 15:54 WIB

TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Emas berjangka akhirnya mengalami koreksi kebawah setelah meraih rekor diatas $1620 per troy ons pada hari Senin kemairn, akibat tidak tercapainya negosiasi kenaikan plafon utang AS di Washington memicu minat aset safe haven.

Terpantau sejauh ini Emas diperdagangkan di level $1,611.04 per troy ons atau turun -0.17% dibandingkan harga pembukaan.
Beberapa minggu terakhir, para investor membeli emas akibat meningkatnya peluang downgrade rating kredit AS meskipun pergerakan di market belum mencerminkan potensi default utang AS, namun Emas sudah mengalami kenaikan 8.7% sejak awal bulan ini. Di saat bersamaan Emas fisik dalam bentuk perhiasan berkarat tinggi, diserbu oleh para investor terutama di Asia.
Menurut kebanyakan analis, ketidakpastian masalah hutang AS atau shock financial lainnya dapat memicu pengalihan resiko para investor ke aset seperti Emas.
Secara teknikal, reli Emas masih berpotensi berlanjut dengan support terdekat terletak di area 1587, dengan potensial target terletak di area 1644, sebelum menuju ke target long term 1757. Di sisi bawahnya, diperlukan penembusan konsisten dibawah area 1604 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menguji area support kunci 1587. Tapi secara keseluruhan, bias intraday masih bullish selama Emas bertahan di atas area tersebut. (Sap)

Meski Tankan Buruk, Nikkei Kokoh


Meski Tankan Buruk, Nikkei Kokoh

Jumat, 01 Juli 2011 12:25 WIB
TODAY’S ANALYSIS STOCK INDEX
Di akhir pekan ini indeks bursa Nikkei Jepang masih terpantau kuat di kisaran positif.
Kondisi ini disokong oleh bursa Wall St. yang kembali ditutup menguat karena terbantu oleh upaya negara Yunani untuk menghindari kebangkrutan negara meskipun pogram stimulus Federal Reserve sudah berakhir.
Bahkan penguatan Nikkei mengabaikan paket data dalam negeri survei Tankan dimana angka tersebut muncul makin buruk.
Secara teknikal Nikkei saat ini bergerak di bawah level kunci 9900, yang mana ini merupakan level resisten untuk membuka pintu peluang menuju area psikologis 10000.

Sementara peluang koreksi akan membawa Nikkei kembali melemah menuju support 9840 dan 9800 hingga tahanan terakhir di 9740.

 


Emas Tertekan Dollar AS


Emas Tertekan Dollar AS

Jumat, 01 Juli 2011 10:07 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Harga emas berpeluang untuk menuju level resistance di $1,525/ons, menurut Barclays Capital. Harga emas masih berada di bawah level $1,500/ons dikarenakan penguatan dollar AS dan aktifitas pembelian safe-haven yang minim sehingga menekan logam mulia.

“Level resistance emas di $1,525/ons, level support di bawah $1,490/ons lalu $1,460/$1470,” katanya. Untuk jangka menengah momentum masih bullish. Spot emas di $1,499.10/ons, turun $1.20 dari level penutupan New York kemarin (30/06). Harga emas kemarin sempat merosot karena investor memarkir dana tunai ke aset yang lebih beresiko setelah voting Yunani yang kedua. Penguatan dollar AS semakin menekan harga emas di hari ini (01/07).

EUR/USD di 1.4483 dari 1.4502 hari Kamis malam.


Data China Tenggelamkan Minyak


Data China Tenggelamkan Minyak

Jumat, 01 Juli 2011 12:19 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Kontrak minyak mentah merosot di hari Jumat (01/07). Sebelumnya minyak sempat mencetak penguatan di awal pekan  setelah dollar AS menguat terhadap euro dan data China yang lemah.

Tadi malam (30/06) minyak ditutup menguat akibat pelemahan dollar di tengah kepercayaan yang meningkat atas penyelesaian masalah hutang Yunani. Trader masih menunggu data selanjutnya untuk dijadikan petunjuk bagi perdagangan. “Data hasil industri China yang lebih rendah dari perkiraan juga membebani dikarenakan kekhawatiran atas imbas dari permintaan minyak global . PMI China bulan Juni turun menjadi 50.9 dari 52.0 di bulan Mei. Minyak Nymex bulan Agustus di $94.70/barrel, turun $0.72 di Globex. Minyak Brent bulan Agustus turun $0.72 menjadi $111.76/barrel.


Minyak Terhampar Dekat $95


Minyak Terhampar Dekat $95

Jumat, 01 Juli 2011 05:50 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Minyak turun di bawah $95 per barel hari Kamis dalam sesi turun naik seiring kecemasan investor mengenai kekerasan di Yunani dan ketidakpastian mengenai rencana dirilisnya stok cadangan miynak mentah International Energy Agency. Kekerasan di Athena bertambah parah menyusul persetujuan perlemen Yunani atas implementasi rencana penghematan untuk paket bantuan senilai 28 milyar euro dari IMF dan Uni Eropa.

“Masalah Yunani belum selesar,” ucap Thorbjorn Bak Jensen, analis minyak pada Global Risk Management. “Jika sistem mengetat, Yunani tidak membutuhkan kenaikan suku bunga.” Komentar dari gubernur ECB Jean-Claude Trichet menguatkan ekspektasi kenaikan tingkat suku bunga pekan depan. Euro meyentuh level tinggi 3 pekan terhadap dollar membantu memicu lonjakan harga minyak pada awal sesi. Minyak juga terdukung oleh data yang menunjukkan aktivitas pabrik di bagian Midwest bertambah cepat di bulan Juni.

Commodity Update


Pertumbuhan Ekonomi AS Melambat; Tingkat Harga Melambung

Perekonomian AS sedang menghadapi masalah akibat kenaikan harga dan lemahnya pertumbuhan. Inflasi di AS saat ini naik ke level tertinggi dalam hampir selama 3 tahun di bulan Mei, sementara aktivitas manufaktur regional berkontraksi bulan ini, menurut laporan hari Rabu. Konsumen di AS lega setelah harga bensin mulai turun, membantu perekonomian pulih dari suramnya data belakangan ini. Namun dalam tren yang dapat menyulitkan pejabat di Federal Reserve, Dep. Tenaga Kerja mengatakan indeks harga konsumen diluar makanan
dan energi naik 0.3%. Itu merupakan kenaikan terbesar sejak Juli 2008, kendati sebagian kenaikan disebabkan oleh gangguan suplai akibat gempa bumi Jepang yang mendorong harga otomotif naik tajam. Laporan terposah menunjukkan penurunan tajam pada aktivitas manufaktur di negara bagian New York dan penurunan 0.1% pada output industri bulan Mei, kendati sebagian disebabkan oleh penurunan pada utilitas terkait udara dingin.

Emas Kian Diminati

Emas naik pada hari Rabu akibat aksi beli safe-haven yang dipicu oleh penurunan tajam pada bursa saham ditengah kecemasan melambatnya perekonomian AS dan tanda bawa krisis hutang di Yunani dapat meningkat.
Investor beralih kepada emas setelah indeks harga konsumen AS mencetak kenaikan terbesar dalam hampir selama 4 tahun dan dan sektor manufaktur regional berkontraksi bulan ini, juga akibat ketidakpastian mengenai diskusi tentang batas hutang AS. “Emas adalah tempat bergantung saat ini ketika bursa saham, minyak mentah dan komoditas lainnya melemah,” ucap Robert Lutts, kepala bagian invetasi di Cabot Money Management. Emas sempat turun pada awal sesi, didera oleh aksi jual dan penguatan dollar akibat krisis hutang Eropa yang memburuk.

Penguatan Dollar Tekan Minyak

Minyak turun lebih dari 4% pada hari Rabu, seiring tanda pelemahan ekonomi lanjutan yang meningkatkan kecemasan permintaan dan juga tertekan oleh penguatan dollar, memicu order sellstop dan mendorong minyak mentah turun ke level terendah sejak bulan Februari. Minyak mentah melemah pasca data menunjukkan kenaikan pada inflasi inti dan sektor manufaktur di New York
berkontraksi. Aksi jual kian intens setelah menembus ke bawah MA150 dan support kunci pada $95, dan menghapus sedikit gain pada minyak mentah akibat
penurunan tajam pada suplai minyak mentah AS. “Investor terburu-buru untuk keluar. Pasar dinilai terlalu tinggi saat ini, minyak brent terus menggelembung, dan gelembung itu pecah hari ini,” ucap Tim Evans, analis energi pada Citi Futures Perspective.

***EnglishVersion***

U.S. Economic Growth Slows; Exchange Rates Soar

The U.S. economy is facing problems due to rising prices and weak growth. Inflation in the U.S. today rose to its highest level in nearly 3 years in May, while the regional manufacturing activity contracted this month, according to reports Wednesday. Consumers in the U.S. relief after gasoline prices began to fall, helping the economy recover from data gloomy lately. But in a trend that could complicate the Federal Reserve officials, Dep. Labor said its index of consumer prices outside of food and energy rose 0.3%. It was the biggest gain since July 2008, although some of the increase due to supply disruptions caused by earthquakes Japanese automotive drive prices up sharply. Terposah report showed a sharp decline in manufacturing activity in New York state and 0.1% decline in industrial output in May, although partly due to a decrease in cold-related utilities.

Gold More Wanted

Gold rose on Wednesday due to safe-haven buying triggered by a sharp decline in stock markets amid concern a slowing U.S. economy and signs carry the debt crisis in Greece can be increased. Investors turn to gold after the U.S. consumer price index scored the biggest gain in nearly four years and the regional manufacturing sector contracted this month, also due to uncertainty regarding the discussion about the U.S. debt limit. “Gold is where the current depends when the stock market, crude oil and other commodities lower,” said Robert Lutts, chief invetasi at Cabot Money Management. Gold was down early in the session, chastened by the strengthening dollar selloff and Europe due to the worsening debt crisis.

Strengthening Dollar Oil Press

Oil fell more than 4% on Wednesday, as a sign of continued economic weakness that increase anxiety and demand also pressured by the strengthening dollar, triggering orders sellstop and pushed crude oil fell to its lowest level since February. Crude oil fell after data showed a rise in core inflation and the manufacturing sector contracted in New York. Increasingly intense sell-off after breaking down the MA150 and the key support at $ 95, and removing a bit of gain on crude oil due to a sharp drop in U.S. crude supplies. “Investors rush to exit. The market is overvalued at this time, Brent oil continued to bubble, and bubbles burst today,” said Tim Evans, energy analyst at Citi Futures Perspective.