Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Ben Bernanke

Market Outlook Today


Official portrait of Federal Reserve Chairman ...

Official portrait of Federal Reserve Chairman Ben Bernanke. (Photo credit: Wikipedia)

EMAS

 

Komditi Emas anjlok pada perdagangan kemarin seiring kombinasi dari anjloknya harga Minyak, harapan untuk gencatan senjata antara Hamas dan Israel, dan komentar Pimpinan The Fed Ben Bernanke pada jurang fiskal yang mengurangi ketertarikan pada komoditi ini sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Setelah membaik dari ekspektasinya data perumahan AS kemarin tetapi juga didukung oleh harapan AS akan menyelesaikan permasalahan fiskalnya dan dengan merespon pada konflik Timur Tengah.

 

USD/JPY

 

Mata uang Yen bergerak melemah ke posisi terendah 7 bulan pada perdagangan kemarin seiring di tengah spekulasi bahwa pemerintahan baru Jepang pasca pemilu 16 Desember mendatang akan memaksa BoJ untuk menggelontorkan lebih banyak stimulus moneter. BoJ menunda peluncuran langkah-langkah pelonggaran baru kemarin setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari, meskipun berkembang desakan untuk stimulus lebih lanjut guna memacu ekonomi terbesar ke III di dunia itu. Keputusan itu muncul beberapa hari setelah calon terkuat untuk menjadi PM Jepang berikutnya menjanjikan pelonggaran moneter yang agresif untuk memperbaiki kesulitan ekonomi negara itu. Bank sentral juga mempertahankan suku bunga tidak berubah di antara nol hingga 0,1 %, namun BoJ mengatakan ekonomi Jepang “telah agak melemah” di tengah melambatnya ekspor dan produksi pabrik.

 

NIKKEI

 

Bursa saham Jepang bergerak menguat cukup signifikan pada perdagangan kemarin, kenaikan di bursa saham Jepang terjadi setelah pimpinan Partai Demokrasi Liberal Shinzo Abe menuntut langkah yang lebih ekstrem dari bank sentral Jepang termasuk jika diperlukan mendorong suku bunga ke bawah nol %. Mata uang Yen melemah tajam di tengah ekspektasi bahwa BoJ akan memberikan stimulus lanjutan.

 


Market Outlook Today


Official portrait of Federal Reserve Chairman ...

Official portrait of Federal Reserve Chairman Ben Bernanke. (Photo credit: Wikipedia)

EMAS

Komoditi Emas bergerak sedikit melemah dan ditutup nyaris flat pada perdagangan kemarin, melemahnya komoditi ini setelah sempat kembali melonjak ke posisi 6.5 bulan tertingginya. Para investor mulai melakukan antisipasi apabila The Fed nantinya tidak memberikan sinyal jelas mengenai kelanjutan program QE III. Para pelaku pasar masih menantikan kepastian hasil pertemuan The Fed nanti malam, dalam pidatonya nanti malam Gubernur The Fed Ben Bernanke diperkirakan akan mengungkapkan kepastian jadi/tidaknya program QE III.

EUR/USD

Mata uang Eropa pada perdagangan kemarin bergerak sedikit menguat, dan pada perdagangan di hari Kamis pagi mata uang Euro masih sedikit melanjutkan penguatan. Euro menguat hingga mencapai posisi tertinggi dalam empat bulan belakangan pada perdagangan kemarin seiring di tengah harapan yang makin kuat setelah pengadilan Jerman memutuskan bahwa program bailout memiliki legalitas. Saat ini para pelaku pasar sedang menantikan keputusan The Fed untuk peluncuran QE III yang rencananya akan diluncurkan nanti malam.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong pada perdagangan di hari Kamis pagi tadi cenderung flat dan menguat terbatas, bursa saham Hongkong hanya bergerak sedikit saja di tengah aksi menunggu para investor mengenai keputusan The Fed yang diharapkan akan kembali meluncurkan program QE III yang rencananya akan diluncurkan nanti malam.


Market outlook Today


mber 2012

EMAS

Komoditi Emas pada perdagangan di akhir minggu lalu ditutup menguat sebesar 2% ke level tinggi 5 bulan, dan di perkirakan akan meneruskan rally tahunannya setelah pidato Gubernur The Fed Ben Bernanke meninggikan harapan QE 3 untuk perekonomian AS. Komoditi ini mencetak kenaikan harian terbesar dalam 2 bulan mengalahkan performa bursa saham AS yang menguat pada akhir perdagangan minggu lalu, Katalis utama kenaikan pada Logam Mulia adalah Bernanke yang menggunakan “kecemasan utama” dan interpretasi bahwa akan ada QE 3 jika Gubernur The Fed menggunakan proyeksi yang buruk seperti itu untuk perekonomian.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa bergerak melemah pada perdagangan di akhir minggu lalu menutup perdagangan di bulan Agustus, melemahnya mata uang ini dipicu oleh pasar kembali pesimis oleh pernyataan Gubernur The Fed Ben Bernanke yang tidak memberikan sinyal spesifik atas langkah stimulus dalam waktu dekat. Namun demikian dollar AS masih melemah hingga ke level terendah 8 minggu paska pidato Gubernur The Fed yang tetap membuka peluang terhadap pelonggaran kebijakan moneter, dengan mengatakan pasar tenaga kerja AS yang stagnan adalah kecemasan utama. Hal itu yang membuat mata uang ini masih tetap optimis sehingga dapat membatasi penurunan lebih lanjut.

NIKKEI

Bursa saham Jepang pada perdagangan dihari Senin awal minggu ini dibuka melemah, bursa saham Jepang rupanya tidak terstimulasi oleh hasil dari pernyataan The Fed yang akan mendorong perekonomian AS melalui kebijakan-kebijakan yang pro terhadap pertumbuhan ekonomi. Ada beberapa saham yang bergerak melemah diantaranya adalah saham Sharp Corp yang turun sebesar 5,6%, saham Komatsu melemah sebesar 0,9% dan saham Uniden Corp melemah sebesar 1,2%.

Posted from WordPress for Android


Market Outlook Today


Ben Bernanke (lower-right), Chairman of the Fe...

Ben Bernanke (lower-right), Chairman of the Federal Reserve Board of Governors, at a House Financial Services Committee hearing on February 10, 2009. (Photo credit: Wikipedia)

EMAS

Komoditi Emas ditutup melemah cukup signifikan pada perdagangan kemarin, komoditi ini sempat menguat dan kembali mencapai level tertinggi dalam 4.5 bulan. Pelemahan komoditi ini merupakan imbas dari aksi ambil untung yang dilakukan oleh para investor. Akhir-akhir ini komoditi Emas telah menerima sentimen positif yang sangat kuat dari harapan pasar mengenai kemungkinan QE tahap III di AS, dalam minggu lalu Pimpinan The Fed Ben Bernanke dalam suratnya ke kongres menyatakan bahwa bank sentral masih memiliki cukup ruang untuk melakukan kebijakan stimulus lanjutan.

EUR/USD

Mata uang Eropa bergerak melemah pada perdagangan kemarin, setelah penurunan yang lebih tajam dari perkiraan untuk sentimen bisnis Jerman telah meningkatkan harapan bahwa Jerman akan berbuat lebih banyak lagi untuk memacu pertumbuhan di kawasan zona Euro. Mata uang Euro diperkirakan menguat menjelang testimoni Ben Bernanke dalam pertemuannya di Jackson Hole Wyoming pada akhir minggu ini ditengah ekspektasi akan digulirkannya QE tahap III guna menstimulasi pertumbuhan ekonominya, harapan akan digulirkannya QE tahap III tersebut diperkuat oleh pernyataan Presiden Fed Chicago Charles Evans yang mengatakan bank sentral sebaiknya segera meluncurkan stimulus berikutnya dan membeli obligasi untuk menekan tingkat pengangguran.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong bergerak melemah pada perdagangan di hari Selasa pagi, bursa saham Hongkong tergerus melemah di tengah kekhawatiran mengenai data ekonomi China yang melemah. Ada beberapa saham yang bergerak melemah diantaranya adalah Cheung Kong, Hangseng Bank, Henderson Land, dan Hutchinson.


Market Outlook Today


The Hang Seng Headquarters, located in Central...

The Hang Seng Headquarters, located in Central, Hong Kong. (Photo credit: Wikipedia)

EMAS

Komoditi Emas pada perdagangan kemarin bergerak melemah, melememahnya komoditi ini setelah harapan investor mengenai pemberian stimulus belum terjawab. Semalam pimpinan The Fed Ben Bernanke membuat testimoni di hadapan Senat AS tidak memberikan sinyal bahwa stimulus akan diberikan dalam waktu dekat ini, Bernanke hanya menyatakan bahwa The Fed akan tetap mengobservasi apabila timbul kebutuhan untuk meluncurkan stimulus.

EUR/USD

IMF memperingatkan kekacauan ekonomi di Eropa telah menyeret pertumbuhan ekonomi di emerging market, outlook pertumbuhan ekonomi global bisa makin meredup jika para pembuat kebijkan di zona Eropa tidak bertindak cepat dan tegas untuk mengatasi krisis utang mereka. Sementara itu Eropa tetap di bawah tekanan dengan yield obligasi pemerintah Spanyol dan Italia mendekati rekor tertinggi di kedua negara tersebut sampai mereka mendirikan ESM sendiri, itu hanya bisa terjadi setelah keputusan Mahkamah Konstitusi Federal Jerman pada 12 September mendatang. Mata uang tunggal Eropa terpaksa harus kembali melemah menuju level 1.2190 paska Pidato  The Fed Bernanke, meskipun The Fed Bernanke memberikan outlook pertumbuhan ekonomi yang suram akibat masalah utang Eropa dan jurang fiskal AS namun para pelaku pasar sepertinya lebih tertarik dengan seberapa cepat The Fed akan meluncurkan Quantitative Easing III, sepertinya  Bernanke yang enggan mengucapkan QE III maka pasar sepertinya harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan stimulus moneter tambahan dari bank sentral AS.

HANGSENG

Bursa saham Hong Kong bergerak melemah tergerus oleh kekecewaan yang dialami para investor terhadap testimoni Ben Bernanke ke Senat semalam, Bernanke tidak memberikan sinyal untuk meluncurkan stimulus dalam waktu dekat sehingga pasar kembali dilanda kekhawatiran. Ada beberapa saham yang bergerak melemah diantaranya adalah Cheung Kong, HSBC, Hang Seng Bank, dan Hutchinson.


Market Outlook Today


EMAS

Pada perdagangan kemarin Komoditi Emas merosot sangat tajam sebesar 2% setelah Ben Bernanke tidak memberikan kepastian jelas mengenai rencana pemberian stimulus lanjutan di AS, komoditi ini merosot yang jauh lebih tajam dibandingkan dengan komoditas lain maupun bursa saham dan para investor berharap The Fed akan kembali meluncurkan program stimulus guna menggenjot ekonomi AS, akan tetapi The Fed yang tidak memberikan arahan jelas telah mengakibatkan tertekannya si Logam Kuning ini.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa yang sempat berhasil mencapai level tingginya kemudian beringsut melemah setelah Pimpinan The Fed  Ben Bernanke dalam pernyataan resminya di hadapan Konggres Amerika tidak mengisyaratkan bahwa Bank Sentral akan menempuh langkah pelonggaran moneter kuantitatif dalam waktu dekat, sikap Bernanke tersebut kemudian direspon negatif oleh para pelaku pasar yang kemudian mengalihkan pandangan pada aset berstatus safe haven seperti Dolar AS dan Yen. Sementara itu pemerintah Spanyol berhasil menjual obligasi dengan tenor 10 tahun senilai 2,1 M Euro dengan imbal hasil diatas 6%, hal ini sedikit meredam kekhawatiran pelaku pasar setelah pernyataan Menteri Keuangan Cristobal Montoro yang khawatir bahwa Spanyol akan sulit untuk mendapatkan pendanaan dari pasar keuangan global. Namun pemeringkat hutang Fitch memangkas peringkat kredit Spanyol sebanyak 3 derajat menjadi BBB dengan outlook negatif, dalam pernyataan resminya Fitch menyatakan bahwa Spanyol sangat rentan terhadap memburuknya krisis hutang Eropa menyusul tingginya rasio hutang terhadap PDB negara tersebut .

HANGSENG

Bursa saham Hongkong pada akhir minggu ini bergerak melemah tergerus di tekan kekhawatiran mengenai kondisi ekonomi Eropa yang sampai saat ini masih memburuk, sentimen pasar di Asia cenderung melemah meskipun penurunan suku bunga acuan di China seharusnya memberikan arahan positif. ada beberapa saham lapis biru yang bergerak melemah diantaranya adalah Cheung Kong, Hutchinson, dan Hangseng Bank.


Market Review Asia


Federal Reserve: 1913-2009

Federal Reserve: 1913-2009 (Photo credit: r0b0r0b)

Market Review Asia

Euro menguat ke tingginya 3 pekan terhadap dollar AS yang melemah hari Kamis setelah pimpinan Federal Reserve AS Ben Bernanke mempertahankan pendapatnya terkait hasil pertemuan kebijakan moneter. Indeks Nikkei Jepang ditutup nyaris flat setelah bergerak naik dan turun saat mulainya musim earnings yang mengecewakan menjelang pertemuan Bank of Japan. Indeks KOSPI ditutup menguat tipis setelah melepas penguatan, saat optimisme awal data korporasi dan kepastian dari Federal Reserve terpukul oleh perkiraan ekonomi yang lemah. Hang Seng menguat, terangkat oleh lonjakan harga saham China Unicom sebanyak 4% terkait kuatnya laporan laba per kuartal. IHSG ditutup menguat 16.663 poin berkat saham-saham utama sektor perbankan


Market Review


Market Review

EUR/USD closing 1.3217, high 1.3235, low 1.3173, XAUUSD C:1644.65, H:1646.55, L:1624.60, CO-LS C: 103.96, H: 104.57 L: 103.11. Dow C: 13040, H: 13056, L:12956.

Euro mengembalikan penurunan sebelumnya untuk diperdagangkan dekat level tinggi sesi setelah naik turun pasca keputusan Federal Reserve hari Rabu untuk tidak mengubah suku bunga dan mencerahkan prospek pertumbuhan ekonomi di tahun 2012. Dalam konferensi pers pasca keputusan tersebut, gubernur Federal Reserve Ben Bernanke mengatakan bank sentral siap mengambil stimulus tambahan untuk memastikan pemulihan ekonomi berlanjut. Minyak dan emas mengikuti rally pada Wall Street untuk ditutup dekat level tinggi sesi, dipicu oleh hasil earnings Apple yang bagus dan seiring Bernanke menegaskan bahwa bank sentral masih siap untuk mengambil langkah guna membantu perekonomian. Data ekonomi hari ini adalah CB leading index dari Australia, CPI dari Jerman, pidato dari ECB Draghi, BBA mortgage approvals, CBI realized sales dari Inggris, jobless claims, pending home sales dari AS serta laporan earnings dari AstraZeneca, Bristol-Meyers Squibb, Chrysler, ExxonMobil, PepsiCo, Royal Dutch Shell, Barclays, Pulte, Amazon.com, Starbucks, dan Zynga.


Market Outlook Today


Official portrait of Federal Reserve Chairman ...

Image via Wikipedia

EMAS

Komoditi Emas terpuruk tajam dalam perdagangan pada hari Rabu malam, pemicu terpuruknya komoditi ini  adalah respons investor atas sikap Pimpinan The Fed Ben Bernanke yang ditunjukkannya semalam. Bernanke dalam satu testimoni sebelum pertemuan kongres semalam tidak memberi sinyal apapun mengenai langkah moneter yang akan dilakukan The Fed untuk menambah likuiditas di pasar, dan ada perkembangan positif pada pasar tenaga kerja meski kondisi pasar tenaga kerja AS masih jauh dari kata normal. Pasar berharap The Fed melonggarkan kebijakan moneter meski apabila perekonomian AS baik – baik saja, jadi sentimen berbalik ketika The Fed tak melakukan apa-apa.

EUR/USD

Mata uang tunggal Eropa merosot tajam pada perdagangan di market US semalam, merosotnya mata uang Euro ini di picu setelah pimpinan The Fed Ben S Bernanke mengeluarkan pernyataan yang dapat memicu spekulasi bahwa bank sentral AS itu tak akan menggelontorkan stimulus moneter lagi. Bernanke mengungkapkan bahwa ada perkembangan positif di pasar tenaga kerja meski kondisi pasar tenaga kerja AS masih jauh dari kata normal. Bernanke memang terbilang hati – hati dalam mengungkapkan optimismenya, hal ini peringatan bagi trader mata uang Eropa bahwa perkembangan neraca perdagangan merupakan hal yang paling penting dalam menggerakkan pasar mata uang, fakta bahwa The Fed tidak dalam kondisi terdesak untuk meningkatkan neraca perdagangannya merupakan hal yang positif bagi pergerakan US dolar.

NIKKEI

Bursa saham Jepang pada perdagangan di hari Kamis pagi bergerak menguat yang cukup signifikan, bursa saham Jepang melawan arus sentiment negative yang cenderung bergerak di Asia. Anjloknya nilai tukar Yen mendorong menguat saham – saham eksportir sehingga memberikan dukungan untuk bursa Jepang. Ada beberapa saham yang bergerak menguat terutama dari sektor eksportir diantaranya adalah Canon, Toyota, dan Sony. Di perkirakan Indeks Berjangka Nikkei hari ini di perkirakan berpotensi bergerak menguat tapi cenderung terbatas.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas mengalami pergerakan melemah di akhir minggu lalu seiring aksi profit taking sehari setelah tercapai kesepakatan mengenai langkah untuk mengatasi krisis utang zona Euro dan juga didukung oleh kenaikan ekuitas dan komoditas, meskipun melemah Emas masih mencatat kenaikan mingguan terbesarnya sejak Januari 2009. Sejumlah investor melakukan aksi profit taking sehari setelah terjadi rally tajam pada sejumlah pasar komoditas dan ekuitas dipicu oleh tercapainya kesepakatan para pemimpin Eropa dalam menyelesaikan krisis utang kawasan zona Eropa. Selama pergerakan seminggu lalu isu utang Eropa telah berhasil mengangkat Emas dan juga logam mulia lainnya, khususnya setelah dolar anjlok berkat isu tersebut.

USD/JPY

Mata uang Jepang Yen di awal minggu ini mengalami pergerakan melemah cukup signifikan terhadap dolar AS seiring para pelaku pasar berspekulasi bahwa otoritas Jepang tidak berusaha melakukan intervensi seperti yang telah digembar – gemborkan sebelumnya, Yen melampaui level tertinggi yang dicapai minggu lalu saat BoJ menjabarkan langkah kebijakan untuk memerangi penguatan Yen yang membabi buta. Menguatnya Yen terhadap dolar juga turut dipicu oleh sentimen terhadap dolar AS yang memang sedang lesu, kemungkinan the Fed akan meluncurkan program QE 3 memberikan sentimen melemah bagi pasar. Di perkirakan mata uang Yen hari ini berpotensi masih melanjutkan pelemahan, meskipun demikian tekanan dari otoritas mungkin akan mulai kelihatan sehingga pasar harus waspada adanya pergerakan yang berbalik arah.

NIKKEI

Bursa saham Jepang pada perdagangan di hari Senin pagi mengalami pergerakan melemah, di akhir bulan Oktober ini bursa saham Jepang terpental melemah seiring dengan sentimen negatif yang di bawa oleh bursa saham Wall Street akhir minggu lalu. Penguatan mata uang Yen yang makin menjadi juga telah memperburuk sentimen di kalangan investor, saham eksportir tampak menerima kekalahan terparah. Adapun saham – saham yang mengalami pelemahan diantaranya adalah Honda, Fanuc, Sony,dan sementara itu saham Toyota bergerak naik tipis. Di perkirakan Indeks Berjangka Nikkei hari ini berpotensi melemah tapi cenderung terbatas.


Market Outlook Today


EMAS

Komoditi Emas mencatat penguatan tajam sebesar 2,4% pada perdagangan pagi ini dan perdagangan kemarin ditutup menguat di level 189.60/troy ounce setelah berhasil membukukan rekor tertinggi sepanjang sejarah di 1912.15/troy ounce pada pagi ini. Kinerja Emas juga meningkat seiring berkurangnya kepercayaan investor pada obligasi pemerintah Amerika pasca pemangkasan peringkatnya oleh S&P beberapa minggu lalu. Namun demikian tidak sedikit ekonom yang memperingatkan adanya potensi koreksi tajam Emas setelah lonjakan sebesar 6% hanya dalam 3 sesi terakhir dan telah menguat sebesar US$400 sejak bulan Juli lalu. Salah satu pemicunya adalah apabila The Fed ternyata tidak memberikan sinyal pemberlakuan program quantitative easing jilid ke‐3.

MINYAK

Pada perdagangan di bursa Nymex harga Minyak mentah jenis WTI mengalami peningkatan, kondisi tersebut berkebalikan dengan harga patokan Minyak mentah di London yang justru turun pada Senin waktu setempat. Pergerakan yang mixed harga minyak terjadi karena pedagang bergerak cepat mencerna peristiwa di Libya dan kejatuhan penguasa lama Muamar Kaddafi.

Sebelum konflik kekerasan meletus pada Februari negara-negara Afrika Utara memproduksi sekitar 1,6 juta barel/hari, tetapi sejak itu melambat cukup tajam sehingga mengakibatkan pengetatan pasokan Minyak global. Harga Minyak mentah sangat dipengaruhi oleh pergeseran produksi Minyak Libya yang sebagian besar diekspor ke Eropa sementara di New York lebih terkait ke pasar AS dan persediaan yang turun. Harga Minyak WTI naik di New York kemarin ditengah harapan bahwa The Fed mungkin mengungkap langkah-langkah stimulus baru yang bertujuan meningkatkan ekonomi AS. Di perkirakan pergerakan Minyak mentah masih akan dipengaruhi oleh kondisi fundamental dan ekonomi global secara umum.

HANGSENG

Bursa saham Hongkong pada perdagangan di pagi hari ini mengalami penguatan tipis saja, pasar mengharapkan data sektor manufaktur di China mengalami kenaikan sehingga mengembalikan keyakinan di pasar saham. Para investor juga mulai melakukan bargain hunting setelah bursa saham mengalami penurunan tajam. Pada penutupan perdagangan di bursa saham Wall Street semalam mengalami penurunan. Saham – saham di bursa Hongkong mengalami pergerakan yang bervariasi diantaranya adalah saham Cheung Kong dan HSBC mengalami penurunan, kemudian Hangseng Bank dan Wharf Holdings mengalami peningkatan. Di perkirakan pergerakan pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami kenaikan meskipun berpotensi terbatas.

EUR/USD

Dolar

  AS secara umum mengalami tekanan terhadap mata uang komoditias setelah investor berspekulasi bahwa The Fed berpeluang mengambil langkah baru untuk mendorong pemulihan ekonomi. Namun demikian mata uang tunggal Eropa Euro masih tertekan oleh dolar karena kekhawatiran ECB berpotensi bergerak terlalu lambat untuk mengatasi utang dan krisis perbankan, sementara otoritas moneter Swiss mencoba untuk melemahkan nilai tukar franc Swiss. The Fed akan mengadakan pertemuan tahunan di Wyoming pada akhir minggu ini, dan gejolak pasar yang terjadi belakangan ini serta indikasi melambatnya pertumbuhan ekonomi AS berpeluang meningkatkan spekulasi Ketua The Fed Ben Bernanke mungkin mengisyaratkan penambahan stimulus darurat bagi perekonomian.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Outlook Today; Everyday is High Record of Gold


EMAS

Komoditi Emas diperkirakan akan naik dalam minggu ini di tengah kekhawatiran tentang krisis utang dan pertumbuhan global yang melambat serta prediksi lonjakan impor logam mulia oleh India. Logam kuning telah naik menyentuh level historis US$1877.00/troy ounce seiring memburuknya perkiraan data ekonomi AS dan krisis utang Eropa telah meningkatkan spekulasi bahwa pertumbuhan global akan goyah. Dalam seminggu terakhir harga Emas dunia menguat hingga 6% terhadap dollar AS pada kisaran 1851.95/troy ounce  setelah sempat membukukan rekor tertinggi sepanjang sejarah di level 1877.00/troy ounce. Fokus pasar pada minggu ini akan terfokus pada konferensi pejabat bank sentral di Jackson Hole Wyoming yang akan diselenggarakan pada Jumat 26 Agustus 2011. Muncul spekulasi oleh sementara ekonom bahwa Pimpinan The Fed Ben Bernanke akan memberikan sinyal pemberlakuan program quantitative easing 3 untuk menunjang pertumbuhan ekonomi Amerika.

 

MINYAK

Spekulasi runtuhnya rezim pemerintahan Muamar Gaddafi di Libya kembali mendorong pelemahan harga minyak mentah pada perdagangan di Asia hari ini, Harga minyak mentah mengalami penurunan untuk 3 hari berturut-turut setelah para pemberontak Libya berhasil masuk ke ibu kota Tripoli. Spekulasi tersebut mendorong harapan bahwa produksi minyak mentah di Libya akan kembali stabil. Sementara itu kekhawatiran mengenai perlambatan pertumbuhan ekonomi yang berpotensi untuk mendorong turun permintaan terhadap minyak mentah juga turut memberikan tekanan pada harga minyak mentah. Di perkirakan pergerakan harga minyak mentah ini masih dipengaruhi oleh kondisi fundamental dan ekonomi global secara umum.

NIKKEI

Bursa saham Jepang pada perdagangan di hari Senin pagi mengalami pergerakan yang melemah meskipun tidak terlalu besar, bursa Jepang kembali terpukul dengan penutupan yang buruk yang telah dialami oleh Wall Street di akhir minggu lalu. Bursa-bursa Asia pagi juga masih mengalami pelemahan karena para pelaku pasar belum menemukan arahan untuk kembali maju. Adapun saaham-saham yang mengalami pergerakan yang cenderung melemah di antaranya adalah Sony, Honda, Toshiba, dan Toyota. Di perkirakan bahwa pergerakan Indeks Berjangka Nikkei hari ini akan cenderung mengalami peningkatan tapi terbatas.

GBP/USD

Sterling pada perdagangan di akhir minggu lalu mengalami pergerakan menguat terhadap dolar AS dan Sterling sempat menyentuh level tertinggi 3,5 bulan vs Dolar AS, seiring meningkatnya kewaspadaan terhadap masalah pendanaan perbankan di zona Euro dan resiko resesi di AS mendorong para investor untuk mengoleksi mata uang Inggris. Namun momentum tersebut tidak mampu bertahan seiring dolar yang mulai sedikit pulih menjelang penutupan sesi perdagangan AS. Di hari Jumat lalu Sterling juga menuai dukungan dari rilis sebuah data yang menunjukkan penurunan signifikan pada pinjaman sektor publik Inggris di bulan Juli, yang menekan pinjaman secara keseluruhan dalam tahun fiskal 2011 dan membantu pemerintah untuk lebih mendekati target fiskal.


Market Outlook Today


EMAS

Awal minggu ini Emas mencatat penguatan sebesar 1% ke level $1765.00/troy ounce menyusul pelemahan dollar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya. Penguatan Emas juga mendapat sokongan dari naiknya harga minyak mentah dunia sebesar US$ 3 menjelang pertemuan antara Jerman dan Perancis untuk mendiskusikan penanganan krisis hutang zona Euro. Secara fundamental bahwa kondisi terkini masih potensial mendukung penguatan Emas, dan setiap penurunan signifikan diperkirakan akan memberikan momentum beli bagi para pelaku pasar. Emas diperkirakan akan mendapat sokongan dari adanya prospek pemberlakuan program Quantitative Easing jilid ke 3 yang diprediksi akan diumumkan oleh Gubernur The Fed Ben Bernanke akhir bulan ini.

 

MINYAK

Harga minyak turun dari posisi tertinggi dalam hampir dua minggu di New York karena investor berspekulasi bahwa permintaan bahan bakar di negara terbesar di dunia akan goyah yang menunjukkan tanda-tanda pelambatan ekonomi global. Kontrak minyak tergelincir sebanyak 0,6% hari ini menjelang laporan  perumahan AS dan izin bangunan jatuh pada bulan Juli dan pertumbuhan Eropa kuartal terakhir mereda. Manufaktur di wilayah New York tiba-tiba dikontrak pada Agustus untuk bulan ketiga, laporan menunjukkan kemarin. Pertumbuhan ekonomi di zona euro turun menjadi 1,8% pada kuartal kedua dari tahun lalu ekspansi terendah dalam lebih dari setahun.

EUR/USD

Euro telah menguat mendekati level tertinggi 3 minggu terhadap dolar, didukung oleh sejumlah ekspektasi mengenai hasil positif yang mungkin didapat dari hasil pertemuan hari Selasa ini antara Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel untuk membahas krisis utang.  Sikap lunak Jerman atas obligasi zona euro berpotensi mendukung penguatan Euro. Dan pasar juga menantikan pertemuan antara Sarkozy dan Merkel. Namun demikian  penguatan Euro nampaknya akan terbatas akibat kekhawatiran terhadap saham perbankan Eropa dan resiko untuk peringkat utang Prancis.


Gold Could Dip to Support Below 1580


By Jamie Saettele,

26 July 2011 15:15 GMT

300 Minute Bars

eliottWaves_gold_2_body_gold.png, Gold Could Dip to Support Below 1580

Prepared by Jamie Saettele, CMT

Focus remains on the long term (multiyear) trendline, which is at 1681 this week (increases about $5 a week). A traditional measuring technique reveals a longer term objective of 1692.05 (adding width of consolidation to breakout level). Short term momentum considerations (divergence) and the latest rally possibly being from a triangle warn of a drop into support from current levels. Support is 1575 and 1555.


Fed Chair Significantly Downplays Prospects for Additional Easing


Fed Chair Significantly Downplays Prospects for Additional Easing

Fed Chair Significantly Downplays Prospects for Additional Easing

By Joel Kruger, Technical Strategist

15 July 2011 04:44 GMT
  • Thursday price action fails to inspire any real directional bias
  • USD recovers after Bernanke dismisses possibility for QE3
  • S&P jumps into mix and also warns of potential US ratings downgrade
  • Eurozone trade balance only key release in European session

All things considered, Thursday’s session of trade was relatively uneventful from a price action standpoint, with markets in the end, closing near their daily opening levels. The Greenback had initially been weighed down across the board on concerns over a potential downgrade to US credit ratings, but managed to fight its way back in the latter half of the day, with US economic data coming in as expected and more importantly, Fed Chair Bernanke throwing cold water on any real hopes for further accommodation from the Fed.

When asked if the Fed would consider additional accommodation, the Fed Chair said that the central bank was not considering this as an option at the present time. The US dollar was very well bid as a result with market participants also retracing some of their moves from the previous day’s testimony when it seemed as the door was open for potential QE3 measures. However, ongoing concern over the US debt ceiling also would not completely go away, with S&P joining into the mix and also warning of some form of a downgrade to US ratings over the coming days even in a situation where the ceiling were raised. Specifically, the S&P analyst said that the chances for a sovereign rating downgrade in the next 90 days had risen considerably

Looking ahead, the European economic calendar is extremely quiet, with the only key release coming in the form of the Eurozone trade balance. But as was the case on Thursday, the quiet economic calendar for the session should be a welcome development as broader global macro forces are at play. US equity futures and oil prices consolidate their latest declines, while gold sits on the opposite end of the spectrum and consolidates gains by record highs.

ECONOMIC CALENDAR

Fed_Chair_Significantly_Downplays_Prospects_for_Additional_Easing_body_Picture_5.png, Fed Chair Significantly Downplays Prospects for Additional Easing

TECHNICAL OUTLOOK

Fed_Chair_Significantly_Downplays_Prospects_for_Additional_Easing_body_eur.png, Fed Chair Significantly Downplays Prospects for Additional Easing

EUR/USD: Overall, price action remains quite bearish and we continue to like the idea of selling into rallies in anticipation of a more sizeable pullback below the 200-Day SMA. The longer-term moving average resides by the 1.3900 figure and a clear break below will open the door for a test of next key support in the 1.3750. In the interim, look for the formation of a fresh lower top somewhere ahead of 1.4400. Thursday’s topside failure by a convergence of moving averages just under 1.4300 could very well offer itself as a strong candidate for this next lower top.

Fed_Chair_Significantly_Downplays_Prospects_for_Additional_Easing_body_jpy2.png, Fed Chair Significantly Downplays Prospects for Additional Easing

USD/JPY: The latest daily close below 79.50 certainly compromises our constructive outlook with the market breaking down below some solid multi-day range support in the 80.00 area and dropping into the 78.00’s thus far. This now puts the pressure back on the downside and opens the door for a retest and potential break below the record lows from March by 76.30. At this point, a daily close back above 80.00 would be required at minimum to relieve downside pressures.

Fed_Chair_Significantly_Downplays_Prospects_for_Additional_Easing_body_gbp2.png, Fed Chair Significantly Downplays Prospects for Additional Easing

GBP/USD: We classify the latest price action as some consolidation ahead of the next major downside extension with the market now looking to establish back below the 200-Day SMA and extend declines through next key support at 1.5750 further down. In the interim, look for any rallies to be well capped ahead below 1.6250 on a daily close basis. Back under 1.6000 helps to confirm and should accelerate.

Fed_Chair_Significantly_Downplays_Prospects_for_Additional_Easing_body_swiss1.png, Fed Chair Significantly Downplays Prospects for Additional Easing

USD/CHF: Despite the intense downtrend resulting in recently established fresh record lows below 0.8100, short/medium/longer-term technical studies are looking quite stretched to us, and we continue to like the idea of taking shots at buying in anticipation of a major base. Aggressive bulls may want to look to establish fresh long positions ahead of 0.8000, while conservative counter-trenders will want to wait for a daily close back above 0.8200 at a minimum.

Written by Joel Kruger, Technical Currency Strategist


Dollar AS Terdepresiasi


The U.S. dollar depreciated

Dollar AS terdepresiasi versus sebagian besar mata uang utama  setelah Ketua Federal Reserve Ben Bernanke mengatakan bahwa bank sentral mungkin akan meluncurkan kembali program stimulus moneter jika pelemahan ekonomi AS masih terus berlanjut. Komentar tersebut langsung direspon Euro dengan melesat di atas level $1.41, untuk menjauhi level rendah 4-bulan di 1.3836 yang dicetak pada sesi sebelumnya dan mencatat kenaikan harian terbaik sejak pertengahan April.

Pertumbuhan ekonomi China yang secara mengejutkan berakselerasi juga telah membantu mengalihkan perhatian, setidaknya untuk sementara, dari memburuknya krisis hutang zona Euro. Sementara komentar Fitch Ratings yang mengatakan bahwa rencana ambisius pengurangan defisit Italia akan membantu menstabilkan rating kredit, juga sedikit meredakan kekhawatiran penyebaran krisis.

 

EMAS

Komoditi Emas dunia mencapai rekor tertingginya sepanjang sejarah pada perdanganan sesi Rabu 13 Juli seiring meningkatnya kemungkinan stimulus keuangan lanjutan oleh The Fed, serta berlarut larutnya krisis keuangan Uni Eropa yang mendongkrak minat investor pada aset safe haven. Emas bahkan mencetak kinerja positif beruntun terpanjang dalam kurun 5 tahun terakhir, dan mayoritas ekonom saat ini memprediksi bahwa tidak akan terlalu lama lagi untuk emas dapat mencapai level 1600/troy ounce. Emas tercatat menguat sebesar 1% terhadap dolar AS ke 1581.75/ troy ounce setelah sempat naik mencapai 1587.46/ troy ounce level tertinggi sepanjang masa. Kenaikan sesi Rabu 13 Juli ini menjadikan penguatan beruntun emas dalam 8 sesi berturut – turut mendekati kejadian yang sama pada pertengahan Oktober 2006 silam ketika Emas menguat dalam 9 sesi beruntun. Emas juga tercatat melonjak ke level tertinggi terhadap mata uang lain yaitu terhadap Sterling dan Euro.

MINYAK

Minyak diperdagangkan pada level yang semakin tinggi sepanjang 4 hari terakhir setelah muncul sinyal adanya peningkatan permintaan di negara adidaya tersebut. Harga kontrak minyak mengalami sedikit perubahan setelah sempat melemah sebesar 0,5% ketika lembaga pemeringkat Moody’s Investor Services mengumumkan sedang mengkaji opsi untuk menurunkan peringkat negara adidaya tersebut. Opsi penurunan peringkat ini disebabkan belum adanya kesepakatan di anggota parlemen AS mengenai kebijakan untuk menaikkan batas utang negara yang bisa dinyatakan default. Harga minyak kemarin menguat 0,6% setelah Departemen Energi mengumumkan suplai turun sebesar 3,1 juta barel pada minggu lalu.

GBP/USD

Sterling menguat terhadap pelemahan dollar AS rabu lalu setelah Ketua the Fed Ben Bernanke mengisyaratkan kemungkinan monetary policy easing jika ekonomi melemah dan inflasi bergerak lebih rendah. Jumlah Claimant Count Change tingkat pengangguran Inggris meningkat tajam dalam dua tahun pada bulan lalu, membawa total ke level tertingginya sejak Maret 2010 dan menambah permasalahan mengenai langkah recovery ekonomi. Bulan lalu meluasnya pengukuran ILO employment membuat gambaran yang menggembirakan, mendukung pendapat pemerintah bahwa job creation sektor swasta akan mengimbangi pengaruh dari pemangkasan pembelanjaan publik.

HANGSENG

Sebagian bursa saham Asia hari ini terpukul oleh kemungkinan penurunan rating kredit AS oleh Moody’s Investor Service. Bursa saham Hong Kong tampak terpukul oleh kondisi tersebut. Akan tetapi sentiment positf yang dibawa oleh solidnya data pertumbuhan ekonomi China tampak masih menahan penurunan di bursa saham hari ini.


FOREX: US Dollar to Rise if Bernanke Testimony Sinks QE3 Hopes


FOREX: US Dollar to Rise if Bernanke Testimony Sinks QE3 Hopes

By Ilya Spivak, Currency Strategist

13 July 2011 06:48 GMT

Talking Points

  • NZ Dollar Leads Risk-Linked Currencies Higher as Stocks Rise
  • Chinese GDP Data Cools Rate Hike Fears, But Not for Long
  • Traders Turn Spotlight on Bernanke’s Testimony on QE Hopes
  • UK Jobless Claims to Cement Dovish Bank of England Outlook

The New Zealand Dollar outperformed in overnight trade as Asian stock exchanges rebounded after yesterday’s selloff, boosting sentiment-linked currencies. The Australian and Canadian Dollars likewise yielded considerable gains. Needless to say, safe-haven currencies came under pressure, with the Japanese Yen suffering outsized losses while the Swiss Franc and US Dollar also suffered, though the greenback held up best among the three.

The MSCI Asia Pacific regional equity index rose 0.6 percent after minutes from June’s Federal Reserve policy meeting revealed policymakers were divided about additional stimulus to bolster growth if economic recovery remains anemic, offering a sliver of hope for those worried about looming global slowdown in that a third round of quantitative easing (known as “QE3”) has not been ruled out outright. China’s Gross Domestic Product reading offered additional support, showing output grew at an annual pace of 9.5 percent in the second quarter, slowing from 9.7 percent in the three months through March. The outcome stoked speculation that slowing growth will delay further interest rate hikes.

However, the figures’ supportive powers seem decidedly limited. Indeed, the timelier Retail Sales and Industrial Production readings came in dramatically above economists’ forecasts, the former yielding the strongest increase since January while the latter returned the highest print in 13 months. Taken against a backdrop of soaring inflation as well as buoyant money supply and loan growth, the case for further tightening is remains a very compelling one, with fears of

Looking ahead, the spotlight turns on the Federal Reserve Chairman Ben Bernanke as he delivers his semi-annual testimony on monetary policy to the US House of Representatives. While the central bank chief’s prepared remarks are likely to toe a familiar line, traders will pay close attention to clues about the likelihood of further stimulus in his response to lawmakers’ questions. A strong statement squashing budding hopes for QE3 (at least for now) would stoke worries of broad-based slowdown in the second half of the year, weighing on risk appetite and spurring demand for safe-haven currencies anew.

On the data front, UK Jobless Claims figures headline the docket, with consensus forecasts calling for a fourth consecutive monthly increase to put overall applications for unemployment benefits at the highest level since April 2010. The result promises to cement expectations that the Bank of England will hold off from interest rate hikes in the near term, keeping a firm lid on the British Pound.

Asia Session: What Happened

GMT CCY EVENT ACT EXP PREV
0:30 AUD Westpac Consumer Confidence (JUL) -8.3% -2.6%
0:30 AUD Westpac Consumer Confidence Index (JUL) 92.8 101.2
2:00 CNY Industrial Production YTD (YoY) (JUN) 14.3% 13.9% 14.0%
2:00 CNY Industrial Production (YoY) (JUN) 15.1% 13.1% 13.3%
2:00 CNY Fixed Assets Inv Excl. Rural YTD (YoY) (JUN) 25.6% 25.7% 25.8%
2:00 CNY Real GDP YTD (YoY) (2Q) 9.6% 9.5% 9.7%
2:00 CNY Real GDP (QoQ) (2Q) 2.2% 2.1%
2:00 CNY Real GDP (YoY) (2Q) 9.5% 9.3% 9.7%
2:00 CNY Retail Sales YTD (YoY) (JUN) 16.8% 16.7% 16.6%
2:00 CNY Retail Sales (YoY) (JUN) 17.7% 17.0% 16.9%
4:30 JPY Industrial Production (MoM) (MAY F) 6.2% 5.7%
4:30 JPY Industrial Production (YoY) (MAY F) -5.5% -5.9%
4:30 JPY Capacity Utilization (MoM) (MAY) 12.8% -1.1%
5:00 JPY Bank of Japan Monthly Economic Report (MAY)

Euro Session: What to Expect

GMT CCY EVENT EXP PREV IMPACT
6:00 EUR German Wholesale Price Index (MoM) (JUN) -0.2% 0.0% Low
6:00 EUR German Wholesale Price Index (YoY) (JUN) 8.8% 8.9% Low
7:15 CHF Producer & Import Prices (MoM) (JUN) -0.3% -0.2% Low
7:15 CHF Producer & Import Prices (YoY) (JUN) -0.3% -0.4% Low
8:30 GBP Jobless Claims Change (JUN) 15.0K 19.6K High
8:30 GBP ILO Unemployment Rate (3M) (MAY) 7.7% 7.7% High
8:30 GBP Claimant Count Rate (JUN) 4.7% 4.6% Medium
8:30 GBP Average Weekly Earnings 3M/YoY (MAY) 2.1% 1.8% Medium
8:30 GBP Weekly Earnings ex Bonus 3M/YoY (MAY) 2.0% 2.0% Low
9:00 EUR Euro-Zone Indus Production w.d.a. (YoY) (MAY) 4.8% 5.3% Medium
9:00 EUR Euro-Zone Indus Production s.a. (MoM) (MAY) 0.4% 0.2% Low

Critical Levels

CCY SUPPORT RESISTANCE
EURUSD 1.3855 1.4080
GBPUSD 1.5813 1.6049

Data China Tenggelamkan Minyak


Data China Tenggelamkan Minyak

Jumat, 01 Juli 2011 12:19 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Kontrak minyak mentah merosot di hari Jumat (01/07). Sebelumnya minyak sempat mencetak penguatan di awal pekan  setelah dollar AS menguat terhadap euro dan data China yang lemah.

Tadi malam (30/06) minyak ditutup menguat akibat pelemahan dollar di tengah kepercayaan yang meningkat atas penyelesaian masalah hutang Yunani. Trader masih menunggu data selanjutnya untuk dijadikan petunjuk bagi perdagangan. “Data hasil industri China yang lebih rendah dari perkiraan juga membebani dikarenakan kekhawatiran atas imbas dari permintaan minyak global . PMI China bulan Juni turun menjadi 50.9 dari 52.0 di bulan Mei. Minyak Nymex bulan Agustus di $94.70/barrel, turun $0.72 di Globex. Minyak Brent bulan Agustus turun $0.72 menjadi $111.76/barrel.


Commodity Update


Kegagalan Menaikkan Batas Hutang AS Beresiko Buruk Bagi Pasar
Gubernur Federal Reserve Ben Bernanke pada hari Selasa memperingatkan bahwa kegagalan untuk menaikkan batas limit hutang pemerintah yang saat ini ada pada 14.3 triliun dollar dapat berpotensi mengakibatkan AS kehilangan kredibilitas. Bernanke mengatakan dengan tidak adanya resolusi cepat untuk mengatasi batas hutang, AS dapat kehilangan peringkat hutang AAA miliknya, sementara status dollar sebagai reserve mungkin akan terancam. “Bahkan penundaan sementara dalam pembayaran obligasi pemerintah atau bunganya
dapat mengakibatkan gangguan pada pasar keuangan dan sistem pembayaran,” ucap Bernanke dalamm persiapan event yang disponsori Committee untuk Responsible Federal Budget. Tidak adanya tindakan yang diambil juga dapat “menciptakankeraguan fundamental mengenai kredibilitas AS serta merusak peran dollar dan oblgasi di pasar global untuk jangka panjang,” tambah Bernanke.

Kecemasan Inflasi Angkat Emas
Emas naik untuk ditutup di atas $1,524 pada hari Selasa, mengakhiri penurunan selama 2 hari berturut-turut, terdorong oleh meningkatnya tekanan inflasi di Cina dan kenaikan tajam pada komoditas industri terutama minyak mentah dan tembaga. Data Cina menunjukkan laju inflasi berada dalam level tercepat dalam hampir selama 3 tahun, sementara penjualan ritel AS turun kurang dari perkiraan. “Kecemasan yang lebih buruk terhadap data ekonomi telah diantisipasi. Selera resiko menguat dipasar, dan sebagian mengalir menuju emas,” ucap Bill O’Neill, partner pada LOGIC Advisors. Emas menguat seiring inflasi di Cina dan India bertambah cepat di bulan Mei, memicu Beijing untuk menaikkan persyaratan modal perbankan dan mendesak India untuk menaikkan tingkat suku bunga pekan ini setelah pertumbuhan di dua negara besar di Asia ini
menunjukkan tanda perlambatan.

Data Ekonomi AS dan Cina Lambungkan Minyak Ke Atas $98
Harga minyak naik pada hari Selasa dan minyak brent menyentuh level tertinggi dalam lebih dari 5 pekan setelah data Cina dan AS mengindikasikan kokohnya perekonomian global, meredakan kecemasan atas berkurangnya tingkat permintaan minyak mentah. Kenaikan minyak brent melebihi minyak mentah di awal sesi dan mendorong selisih antara brent dan minyak mentah ke rekor tinggi diatas $22 per barel, sebelum kembali turun. Gangguan suplai minyak mentah di Libya dan Nigeria dan ketatnya pengiriman di North Sea menjaga penguatan minyak brent. “Ada indikasi data ekonomi AS akan mulai membaik bulan depan, dan jika kita melihat data penjualan ritel, terkecuali sektor otomotif yang
terpukul akibat gempa bumi Jepang, sebetulnya naik 0.3%,” ucap Amrita Sen, analis minyak pada Barclays Capital. Wall Street yang ikut pulih akibat data Cina
dan AS juga menambah sentimen positif minyak.

***English Version***

Failure to Raise the U.S. Debt Limit Bad For Market Risk

Federal Reserve Governor Ben Bernanke on Tuesday warned that failure to raise the limit on government debt that currently exist at 3.14 trillion U.S. dollars may potentially result in loss of credibility. Bernanke said that with no quick resolution to address the debt limit, the U.S. could lose its AAA debt rating, while the dollar as a reserve status may be threatened. “Even the temporary delays in the payment of government bonds or interest thereon may cause disruption in financial markets and payment system,” Bernanke said dalamm preparatory event sponsored Committee for Responsible Federal Budget. The lack of action taken can also be “fundamental menciptakankeraguan about U.S. credibility and damage to the dollar and oblgasi role in the global market for the long term,” Bernanke added.

Inflation Fears Lift Gold

Gold rose to close above $ 1.524 on Tuesday, ending a decline for 2 days in a row, driven by rising inflationary pressures in China and a sharp rise in industrial commodities, especially crude oil and copper. Chinese data show the rate of inflation is the fastest level in almost 3 years, while U.S. retail sales fell less than expected. “Anxiety is worse on the economic data have been anticipated. Tastes stronger market risk, and some flowed into gold,” said Bill O’Neill, partner at LOGIC Advisors. Gold rose as inflation in China and India grow rapidly in May, sparked by Beijing to raise capital requirements for banks and urged India to raise interest rates this week after growth in two major countries in Asia is showing signs of slowing.

U.S. Economic Data and catapulted China to top $ 98 Oil

Oil prices rose on Tuesday and Brent oil touched its highest level in more than 5 weeks after China and U.S. data indicate kokohnya global economy, relieve the anxiety of the reduced level of demand for crude oil. The increase exceeded Brent crude oil at the beginning of the session and encourage the difference between the Brent and crude oil to a record high above $ 22 per barrel, before heading back down. Crude oil supply disruptions in Nigeria and Libya and the tight delivery in North Sea Brent oil to maintain reinforcement. “There are indications that U.S. economic data is beginning to occur next month, and if we look at retail sales data, including the automotive sector is hit by the earthquake Japan, actually rose 0.3%,” said Amrita Sen, oil analyst at Barclays Capital. Wall Street is part of China recover from data and U.S. oil also adds a positive sentiment.


Emas Masih Bullish


gold is still Bullish

Jumat, 10 Juni 2011 15:55 WIB
TODAY’S ANALYSIS COMMODITY

Emas mash bertahan dekat level tinggi 5 minggu akibat kecemasan krisis utang zona-euro dan melambatnya pertumbuhan ekonomi yang tingkatkan permintaan logam mulia sebagai instrumen investasi alternatif. ECB kemarin isyaratkan kenaikan suku bunga di bulan Juli meski tingginya biaya pinjaman dapat perburuk krisis yang ancam default Yunani.

“Sepertinya tidak ada jalan keluar dari krisis utang Eropa. Emas masih bullish,” papar Bruce Ikemizu, pimpinan trader komoditas di Standard Bank. “Namun, emas mungkin terperangkap di kisaran 1530 – 1550 seiring pembelian fisik menunggu harga turun di bawah 1530 untuk kembali memborong logam mulia.”  “Emas dalam fase konsolidasi,” ungkap Hou Xinqiang, analis Jinrui Futures.

Investor juga nantikan isyarat Federal Reserve setelah program pembelian obligasi $600 milyar berakhir bulan ini. Fed Beige Book yang dirilis minggu ini melihat masih berlanjutnya pemulihan meski terlihat perlambatan di 4 dari 12 wilayah Fed. Ini tentunya tegaskan alasan Fed’s Bernanke untuk pertahankan stimulus demi topang pemulihan.

 

****

Friday, June 10, 2011 15:55 pm
TODAY’S COMMODITY ANALYSIS

Gold remained near 5 weeks due to high levels of anxiety-euro zone debt crisis and slowing economic growth boost demand for precious metals as an alternative investment instrument. The ECB yesterday suggests rate hike in July despite higher borrowing costs could worsen the crisis which threatened Greek default.

“It seems there is no way out of the debt crisis of Europe. Gold is still bullish,” said Bruce Ikemizu, head of commodities trader at Standard Bank. “However, gold may be trapped in the range 1530 – 1550 in line waiting for the physical purchase price fell below 1530 for the re-buy the precious metal.” “Gold in the consolidation phase,” said Hou Xinqiang, an analyst at Jinrui Futures.

Investors are also looking forward to sign the Federal Reserve after the bond purchase program $ 600 billion ends this month. Fed’s Beige Book, released this week to see the continued recovery despite the slowdown seen in 4 of the 12 Fed regions. It certainly reiterate the reasons the Fed’s Bernanke to maintain the stimulus for the sake of sustaining the recovery.


Fed Plosser Tidak Cemas Pertumbuhan Melambat


 

 

Jumat, 10 Juni 2011 – 01:35 WIB
Fed Plosser Tidak Cemas Pertumbuhan Melambat

Laju perekonomian AS yang mengecewakan belakangan ini hanyalah perlambatan sementara, menurut Charles Plosser, Presiden Fed Philadelphia, pada hari Kamis sembari menuduh para tokoh politik sedang memainkan “permainannya” dalam batas hutang. Plosser memperkirakan pertumbuhan akan pulih hingga ke level 3.0% sampai 3.5% hingga akhir tahun ini dan dibutuhkan perlambatan yang “cukup luar biasa” pada perekonomian untuknya agar mendukung QE3.

“Lambatnya laju perkeonomian saat ini bukanlah sesuatu yang luar biasa,” ucap Plosser, terkait “faktor sementara” seperti bencana alam di Jepang, event politk di Timur Tengah dan kenaikan harga makanan dan energi. Ia menambahkan bahwa perkeonomian AS telah merasakan “hambatan” yang serupa tahun lalu dan kemudian pulih pada lajur pertumbuhan 2.9%.

“Menurut perkiraanku perekonomian akan terus berekspansi dalam laju yang moderat dan untuk tingkat inflasi akan segera turun dari level saat ini seiring harga minyak yang mulai stabil.” ucap Plosser dalam pidatonya di London

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Review AS & Eropa


Market Review AS & Eropa :

Harga minyak rally pasca OPEC diluar dugaan tidak menambah tingkat produksinya dan menyusul laporan mingguan pemerintah yang menunjukkan persediaan minyak mentah turun lebih dari perkiraan. Dollar menguat terhadap sejumlah mata uang utama, sementara emas turun $5.75, atau sekitar 0.3% untuk ditutup pada level $1,537.50 per ons. Wall Street ditutup turun untuk 6 sesi berturut-turut seiring kecemasan investor terhadap melambatnya pemulihan menyusul outlook suram dari Ben Bernanke dan pasca Beige Book dari Fed menunjukkan perlambatan di sejumlah wilayah. Data ekonomi hari ini adalah keputusan suku bunga dan pernyataan dari RBNZ, GDP dan household confidence dari Jepang, employment change dan unemployment rate dari Australia, trade balance Inggris dan keputusan suku bunga serta pernyataan dari BoE, keputusan suku bunga dan pernyataan dari ECB, trade balance dan jobless claims dari AS. Nikkei diperkirakan dalam kisaran 9,320 – 9,440.

EUR/USD closing 1.4584, high 1.4693, low 1.4562, XAUUSD C:1,537.50, H:1,546.10, L:1,531.45 CO-LS C:100.78, H: 101.89, L: 98.02. Dow C: 12,030, H: 12,085, L:12,015.

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Review Eropa


Market Review Eropa

Euro melorot ke 1.4630 setelah aksi jual Bank Sentral Asia dihantui oleh imbas problem hutang Yunani, sementara Sterling ambruk ke titik terendah 1-bulan terhadap Euro & dollar paska peringatan lembaga pemeringkat kredit Moody’s terhadap resiko rating hutang Inggris jika pertumbuhan menganggu program reduksi defisit. Saham Eropa melemah di hari Rabu seiring dengan kekhawatiran pertumbuhan global menyebabkan investor mengalihkan resiko setelah pidato Bernanke gagal mengembalikan keyakinan pasar terhadap pemulihan ekonomi.

 

Posted with WordPress for BlackBerry.


Market Review Asia


Market Review Asia

Sterling turun ke rendahnya 1 bulan terhadap Euro dan merosot ke rendahnya 1 sesi terhadap dollar hari Rabu terkait laporan media dari Moody’s bahwa Inggris dapat kehilangan rating AAA. Indeks rata-rata Nikkei bergerak naik seiring investor asing membeli saham-saham berharga rendah, menghapus komentar ekonomi yang lemah oleh pimpinan Feds, Ben Bernanke. Bursa Seoul lepas penguatan awal dan berakhir turun, tertekan kejatuhan sektor perkapalan dan produsen kendaraan dan seiring kekhawatiran ekonomi global setelah beban komentar dari pimpinan Feds, Ben Bernanke. Bursa saham Hong Kong ditutup melemah untuk 5 sesi berturut-turut, terseret turun oleh saham keuangan dan properti yang turun. IHSG bergerak melemah sekitar 20,073 poin akibat dampak sentimen negatif dari bursa regional.

Posted with WordPress for BlackBerry.