Becoming Sophisticated About Risk

Posts tagged “Analisa Pasar

Technical Outlook 28 Januari 2014


·     EUR/USD. Bias masih bearish dalam jangka pendek, namun dibutuhkan break di bawah zona 1.3625-1.3600 guna memicu momentum bearish lebih lanjut menuju area 1.3545. Sebaliknya, resisten terdekat dapat dijumpai di 1.3750. Penembusan yang konsisten terhadap level tersebut akan memicu momentum bullish lanjutan mengincar target area 1.3790 atau bahkan lebih tinggi.

·       GBP/USD. Bias tetap bearish dalam jangka pendek seiring pasangan mata uang ini menguji area 1.6475, yang berpotensi memicu tekanan bearish lebih lanjut menuju target 1.6420. Hanya break di atas area 1.6600 yang dapat mengubah bias intraday kembali bullish untuk menguji ulang resistensi kunci di 1.6745.

·        USD/JPY. Bias tetap bearish dalam jangka pendek untuk menguji area 101.80, yang apabila tertembus kembali akan memicu tekanan bearish lebih lanjut dengan target 101.40. Sebaliknya, resisten terdekat berada di sekitar 103.00. Penembusan jelas di atas level itu akan menghantarkan harga ke zona netral seiring ketidakjelasan arah dalam jangka pendek, dengan kemungkinan menguji ulang area 103.35-103.50.

·       USD/CHF. Dalam jangka pendek bias masih bullish meskipun dibutuhkan clear break di atas 0.9000 untuk memicu momentum bullish lanjutan menuju setidaknya level 0.9050, sebelum menguji area 0.9095. Pada fase ini, hanya kejatuhan di bawah area 0.8920 yang akan mengubah bias intraday menjadi bearish untuk menguji ulang area 0.8875, sebelum kembali rebound.

·     AUD/USD. The bias is neutral in nearest term with potential trading range seen between 0.8700 – 0.8800 area, a clear break back below 0.8700 area would trigger further bearish pressure retesting 0.8645 key support area. On the upside, only a clear break above 0.8800 area would change the intraday bias back to bullish aiming at least 0.8850 area before retesting 0.8910 key resistance area.

·       XAU/USD. Bias bullish dalam jangka pendek menguji area 1275, break diatas area tersebut akan memicu momentum bullish lebih lanjut menguji area 1285. Pada pergerakan kebawah, support terdekat terlihat disekitar area 1250, break dibawah area tersebut akan membawa harga ke zona netral, lebih jauh menguji area 1235.

·    Hang Seng Futures. Dalam jangka pendek, stochastic yang overbought mengindikasikan potensi koreksi bullish menuju area 22100. Penembusan jelas level itu akan memicu penguatan lebih lanjut mengincar target berikutnya di area 22250. Kegagalan dalam melewati hadangan area 22100 akan mengembalikan tekanan bearish untuk pengujian ulang area 21850.

·      Nikkei Futures. Penembusan area 14785 telah memicu momentum bearish lanjutan hingga mendekati area 14760, yang apabila tertembus akan membuka jalan menuju target berikutnya di area 14670. Sebaliknya, indikator sthocastic telah mensinyalkan potensi rebound. Yang bisa mendorong indeks kembali di atas 14785, untuk kemudian mendekati area 14985.

·   Kospi Futures. Bias masih bearish, meski stochastic dan RSI mengindikasikan sinyal koreksi bullish. Target bearish terdekat ada pada 248.00, break ke bawah area ini dapat memicu momentum bearish lanjutan untuk menuju area 244.00. Bagaimanapun, ada potensi koreksi bullish kembali ke area 252.20 dalam jangka pendek, break ke atas area ini akan melanjutkan koreksi bullish untuk menguji area 253.60.


Technical Outlook 27 Januari 2014


  •  EUR/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, namun dibutuhkan break di bawah area 1.3645 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menuju area 1.3600. Pada pergerakan ke atas, resisten terdekat terlihat di sekitar area 1.3795, break konsisten di atas area tersebut akan memicu momentum bullish lebih lanjut, membidik area 1.3830 atau lebih tinggi.
 
  • GBP/USD. Bias bearish dalam jangka pendek menguji area 1.6475 untuk memicu tekanan bearish lebih lanjut membidik area 1.6420. Pada pergerakan ke atas, hanya break di atas area 1.6600 akan mengubah bias intraday kembali ke bullish menguji kembali area resisten kunci 1.6745.
 
  • USD/JPY. Bias bearish dalam jangka pendek menguji area 101.80, break di bawah area tersebut akan memicu tekanan bearish lebih lanjut membidik area 101.40. Pada pergerakan ke atas, resisten terdekat terlihat di sekitar area 103.00, break di atas area tersebut akan membawa harga ke zona netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas, dalam jangka pendek kemungkinan menguji area 103.55 – 103.50.
 
  • USD/CHF. Bias bullish dalam jangka pendek, namun dibutuhkan break di atas area 0.9000 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menguji setidaknya area 0.9050 sebelum menuju area 0.9095. Hanya breal di bawah area 0.8920 pada fase ini akan mengubah bias intraday kembali ke bearish menguji kembali area 0.8875 sebelum kembali pulih ke atas.
 
  • AUD/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, namun dibutuhkan break di bawah area 0.8645 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menguji setidaknya area 0.8550. Pada pergerakan ke atas, resisten terdekat terlihat di sekitar area 0.8760, break konsisten di atas area tersebut akan membawa harga ke zona netral menguji kembali area 0.8800 dalam jangka pendek.
 
  • XAU/USD. Bias bullish dalam jangka pendek menguji area 1275, break diatas area tersebut akan memicu momentum bullish lebih lanjut menguji area 1285. Pada pergerakan kebawah, support terdekat terlihat disekitar area 1250, break dibawah area tersebut akan membawa harga ke zona netral, lebih jauh menguji area 1235.
 
  • Hang Seng Futures. Bias bearish dalam jangka pendek menguji area 22100. Break di bawah area tersebut akan memicu momentum bearish lebih lanjut menguji area 22000. Pada pergerakan keatas, resisten terdekat terlihat disekitar area 22350, break diatas area tersebut akan membawa harga ke zona netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas, lebih jauh menguji area 22475.
 
  • Nikkei Futures. Bias bearish dalam jangka pendek menguji area 14875. Break di bawah area tersebut seharusnya memicu momentum bearish lebih lanjut menguji area 14760. Pada pergerakan ke atas, resisten terdekat terlihat di sekitar area 15080, break konsisten di atas area tersebut akan membawa harga naik menguji area 15250.
 
  • Kospi Futures. Bias bearish dalam jangka pendek, break ke bawah area support 252.25 dapat memicu momentum bearish lanjutan menuju area 250.00. Resisten terdekat ada pada area 254.00, break ke atas area ini dapat memicu koreksi bullish untuk menguji area 256.55. Secara keseluruhan kami masih lebih memilih outlook bearish selama harga bertahan di bawah area 258.10.

Technical Outlook 23 Januari 2014


  • EUR/USD. Bias bearish dalam jangka pendek namun memerlukan break ke bawah area 1.3530 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju area 1.3485. Untuk pergerakan naik, resisten terdekat ada di sekitar area 1.3615, break konsisten ke atas area tersebut dapat membawa harga menuju zona netral setelah arah menjadi tidak jelas dalam jangka pendek.
 
  • GBP/USD. Bias bullish dalam jangka pendek menguji area 1.6600, yang perlu ditembus untuk ke atas untuk memicu momentum bullish mennuju area 1.6740. Pada pergerakan ke bawah, support terdekat terlihat disekitar area 1.6535, break konsisten di bawah area tersebut akan memicu koreksi bearish lebih lanjut menguji kembali area support kunci 1.6490.
 
  • USD/JPY. Outlook bullish utama masih valid dan kecenderungan masih pada skenario bullish namun bias netral dalam jangka pendek. Support terdekat terlihat pada kisaran area 103.60 diikuti oleh 103.35. Resisten terdekat terlihat disekitar area 104.90 yang perlu ditembus untuk pergerakan ke atas dan melanjutkan skenario bullish utama menuju setidaknya area 105.45.
 
  • USD/CHF. Bias bullish dalam jangka pendek khusunya jika harga mampu break di atas area 0.9115 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menguji area 0.9150. Pada pergerakan kebawah, support terdekat terlihat disekitar area 0.9050, break konsisten dibawah area tersebut akan membawa harga ke zona netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas dalam jangka pendek menguji kembali area 0.9000.
 
  • AUD/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, namun dibutuhkan break di bawah area 0.8800 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menguji setidaknya area 0.8770. Pada pergerakan ke atas, resisten terdekat terlihat disekitar area 0.8885, break konsisten di atas area tersebut akan membawa harga ke zona netral menguji kembali resisten kunci 0.8920 – 0.8935 dalam jangka pendek.
 
  • XAU/USD. Bias netral dalam jangka pendek, dengan rentang potensi perdagangan antara area 1235 – 1250. Break dibawah area 1235 akan membawa harga turun menguji area 1215. Di sisi lain, break konsisten di atas area 1250 seharusnya memicu momentum bullish menguji area 1265.
 
  • Hang Seng Futures. Bias bulish dalam jangka pendek menguji area 23120. Break di atas area tersebut seharusnya memicu momentum bullish lebih lanjut menguji area 23250. Pada pergerakan kebawah, support terdekat terlihat disketar area 23000, break konsisten dibawah area tersebut akan membawa bias kembali ke netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas, lebih jauh menguji area 22880.
 
  • Nikkei Futures. Bias netral dalam jangka pendek. Resisten terdekat terlihat disekitar area 15900 sementara support terdekat berada pada area 15650. Break diatas area 15900 akan memicu momentum bullish menguji area 16000. Disisi lain, break konsisten dibawah area 15650 akan membawa bias kembali ke bearish menguji area 15520.
 
  • Kospi Futures. Bias masih bullish dalam jangka pendek, menuju area 259.20 sebelum menguji 260.00 sebagai resisten psikologis. Support terdekat masih ada di sekitar area 256.50, hanya break ke bawah area ini yang dapat menghambat outlook bullish dan dapat memicu koreksi bearish menuju support di sekitar area 255.65 sebelum menguji area 252.25.

Technical Outlook 22 Januari 2014


  • EUR/USD. Bias bearish dalam jangka pendek namun memerlukan break ke bawah area 1.3530 untuk memicu momentum bearish lanjutan menuju area 1.3485. Untuk pergerakan naik, resisten terdekat ada di sekitar area 1.3615, break konsisten ke atas area tersebut dapat membawa harga menuju zona netral setelah arah menjadi tidak jelas dalam jangka pendek.
 
  • GBP/USD. Bias netral dalam jangka pendek dengan potensi range perdagangan di sekitar area 1.6460 – 1.6365. Break ke atas 1.6460 dapat memicu skenario koreksi bullish lanjutan menguji kembali area 1.6540. Untuk pergerakan turun, hanya break kembali ke bawah area 1.6365 dapat mengubah bias harian kembali bearish menuju support kunci pada area 1.6330, atau bahkan lebih rendah.
 
  • USD/JPY. Outlook bullish utama masih valid dan kecenderungan masih pada skenario bullish namun bias netral dalam jangka pendek. Support terdekat terlihat pada kisaran area 103.60 diikuti oleh 103.35. Resisten terdekat terlihat disekitar area 104.75 yang perlu ditembus untuk pergerakan ke atas dan melanjutkan skenario bullish utama menuju setidaknya area 105.45.
 
  • USD/CHF. Bias bullish dalam jangka pendek khusunya jika harga mampu break di atas area 0.9115 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menguji area 0.9150. Pada pergerakan kebawah, support terdekat terlihat disekitar area 0.9050, break konsisten dibawah area tersebut akan membawa harga ke zona netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas dalam jangka pendek menguji kembali area 0.9000.
 
  • AUD/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, namun dibutuhkan break di bawah area 0.8770 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menguji setidaknya area 0.8700. Pada pergerakan ke atas, resisten terdekat terlihat disekitar area 0.8880, break konsisten di atas area tersebut akan membawa harga ke zona netral menguji kembali resisten kunci 0.8920 – 0.8935 dalam jangka pendek.
 
  • XAU/USD. Bias netral dalam jangka pendek, dengan rentang potensi perdagangan antara area 1235 – 1250. Break dibawah area 1235 akan membawa harga turun menguji area 1215. Di sisi lain, break konsisten di atas area 1250 seharusnya memicu momentum bullish menguji area 1265.
 
  • Hang Seng Futures. Bias bulish dalam jangka pendek menguji area 23130. Break di atas area tersebut seharusnya memicu momentum bullish lebih lanjut menguji area 23250. Pada pergerakan kebawah, support terdekat terlihat disketar area 23000, break konsisten dibawah area tersebut akan membawa bias kembali ke netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas, lebih jauh menguji area 22880.
 
  • Nikkei Futures. Bias netral dalam jangka pendek. Resisten terdekat terlihat disekitar area 15850 sementara support terdekat berada pada area 15580. Break diatas area 15850 akan memicu momentum bullish menguji area 15950. Disisi lain, break konsisten dibawah area 15580 akan membawa bias kembali ke bearish menguji area 15375.
 
  • Kospi Futures. Bias masih bullish selama harga bertahan di atas area 256.50, menuju area 259.20 sebagai target bullish selanjutnya. Sementara break ke abwah area 256.50 dapat memicu koreksi bearish menuju support terdekat di sekitar area 255.65 sebelum menguji area 252.25.

 


Technical Outlook


Technical Outlook

 

·         EUR/USD. Bias netral dalam jangka pendek dengan kisaran penting harian yang di pantau dengan ketat terlihat di antara area 1.3575 – 1.3655. Break ke atas area 1.3655 akan berikan kesempatan lainnya untuk skenario bullish menguji kembali ke wilayah 1.3700. Di sisi lain, break ke bawah area 1.3575 dapat menjadi sinyal awal dari skenario reversal bearish.

·         GBP/USD. Bias bearish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break ke bawah area 1.6415 untuk memicu tekanan bearish lanjutan menguji ulang ke wilayah 1.6370. Pada sisi atas, resisten terdekat terlihat di kisaran area 1.6500, break konsisten ke atas dari area tersebut akan membawa harga menuju zona netral menguji ulang ke wilayah 1.6560.

·         USD/JPY. Outlook utama bullish seharusnya masih berlaku dan kami masih cenderung pilih skenario bullish namun bias adalah netral dalam jangka pendek. Support terdekat terlihat di kisaran area 104.00 di ikuti ke wilayah 103.80. Resisten terdekat terlihat di kisaran area 104.50 yang mana di perlukan untuk menembus ke atas wilayah tersebut untuk lanjutkan skenario utama pada bullish setidaknya ke wilayah 105.00.

·         USD/CHF. Bias bullish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break ke atas area 0.9055, untuk memicu momentum bullish lanjutan menguji ulang ke wilayah 0.9090. Pada sisi bawah, support terdekat terlihat di kisaran area 0.8985, break konsisten lainnya ke bawah dari area tersebut akan membawa harga menuju zona netral seiring petunjuk akan menjadi tidak jelas dalam jangka pendek menguji ulang ke wilayah 0.8925.

·         AUD/USD. Bias bullish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break ke atas area 0.8975, untuk memicu tekanan bullish lanjutan menargetkan ke wilayah 0.9025. Pada sisi bawah, support terdekat terlihat di kisaran area 0.8920, break konsisten ke bawah dari wilayah tersebut akan membawa harga menunju zona netral dalam jangka pendek mungkin menguji ulang ke area support selanjutnya di 0.8880 – 0.8860.

·         XAU/USD. Bias bullish dalam jangka pendek, namun kami pikir itu akan terbatas seiring harga berada di wilayah jenuh beli pada grafik 4 jam. Resisten terdekat terlihat di kisaran 1.255 sebelum mencoba menguji ke area 1.268 dalam jangka menengah. Untuk sisi bawah, support terdekat terlihat di kisaran 1.238, break ke bawah dari area tersebut berpotensi memicu bearish lanjutan menuju area 1.230 atau bahkan 1.220 dalam jangka menengah. Secara keseluruhan, selama harga tidak mampu menembus ke atas 1.255 bias dapat berubah menjadi bearish untuk hari ini.

·         Hang Seng Futures. Bias netral dalam jangka pendek. Resisten terdekat terlihat disekitar area 23020, sementara support terdekat terlihat disekitar area 22850. Break di atas area 23020 seharusnya memicu momentum bullish menguji area 23165. Disisi lain, break konsisten dibawah area 22850 akan menambah tekanan bearish menguji kembali area 22700.

Register Demo Account please clickhttp://www.mifx.com/open-demo-account/33e4q2, you will get 30 days free virtual account at Monex Investindo Futures.


Technical Outlook


Technical Outlook

 

·         EUR/USD. Bias bearish dalam jangka pendek menguji ke area 1.3550. Resisten terdekat terlihat di kisaran 1.3625, break ke atas dari area tersebut dapat membawa harga menunju zona netral dalam jangka pendek menguji ke area 1.3670. Skenario utama untuk bullish seharusnya masih berlaku namun break di bawah channel bullish dapat menjadi sinyal awal dari skenario koreksi bearish.

 

·         GBP/USD. Bias bearish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break ke bawah area 1.6400 untuk memicu tekanan bearish lanjutan menguji ulang ke wilayah 1.6360. Pada sisi atas, resisten terdekat terlihat di kisaran area 1.6530, break konsisten ke atas dari area tersebut akan membawa harga menuju zona netral menguji ulang ke wilayah 1.6560.

 

·         USD/JPY. Outlook utama bullish seharusnya masih berlaku dan kami masih cenderung pilih skenario bullish namun bias adalah netral dalam jangka pendek. Support terdekat terlihat di kisaran area 104.45 di ikuti ke wilayah 104.00. Resisten terdekat terlihat di kisaran area 105.30 yang mana di perlukan untuk menembus ke atas wilayah tersebut untuk lanjutkan skenario utama pada bullish.

 

·         USD/CHF. Bias bullish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break ke atas area 0.9130, untuk memicu momentum bullish lanjutan menguji ulang ke wilayah 0.9200. Pada sisi bawah, support terdekat terlihat di kisaran area 0.9055, break konsisten lainnya ke bawah dari area tersebut akan membawa harga menuju zona netral seiring petunjuk akan menjadi tidak jelas dalam jangka pendek menguji ulang ke wilayah 0.9000. 

 

·         AUD/USD. Bias bearish dalam jangka pendek terutama jika harga mampu break ke bawah area 0.8860, untuk memicu tekanan bearish lanjutan menargetkan ke wilayah 0.8840. Pada sisi atas, resisten terdekat terlihat di kisaran area 0.8920, break konsisten ke atas wilayah tersebut akan membawa harga menunju zona netral dalam jangka pendek mungkin menguji ulang ke area resisten selanjutnya di 0.8980 – 0.9000.

 

·         XAU/USD. Bias netral dalam jangka pendek. Kisaran perdagangan yang terlihat untuk hari ini adalah di antara area 1.220 – 1.230, di perlukan break salah satu sisi untuk dapatkan petunjuk lanjutan. Break ke atas area 1.230 seharusnya memicu bullish lanjutan menguji ke area kunci resisten di 1.240 dan untuk sisi bawahnya, break kebawah area 1.220 dapat memacu harga bergerak lebih rendah menunju wilayah 1.210.

 

·         Hang Seng Futures. Bias bearish dalam jangka pendek. dibutuhkan break di bawah area 22700 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menguji area 22580. Disisi lain, resisten terdekat terlihat disekitar area 22850, break konsisten di atas area tersebut akan membawa harga ke zona netral, lebih jauh menguji kembali area 23020.

 

·         Nikkei Futures. Bias masih netral dalam jangka pendek. Support terdekat terlihat disekitar area 15735, break dibawah area tersebut seharusnya memicu momentum bearish menguji area 15640. Disisi lain, resisten terdekat terlihat disekitar area 15950, break konsisten diatas area tersebut akan membawa harga naik menguji area 16050.

 

·         Kospi Futures. Bias bearish dalam jangka pendek menguji area 254.60. Break konsisten dibawah area tersebut seharusnya memicu momentum bearish lebih lanjut menguji kembali area 254.00. Pada pergerakan ke atas, resisten terdekat terlihat disekitar area 256.00, break di atas area tersebut akan membawa bias kembali ke netral, lebih jauh menguji area 257.15.


Dar Wong Analysis: Fundamental Dukung EUR, Minyak Sulit Terkoreksi


Dar Wong Analysis
Fundamental Dukung EUR, Minyak Sulit Terkoreksi

7 Maret 2011
EURO menembus 1.3850 pekan lalu setelah tingginya harga minyak menghantam USD. Pekan ini kami melihat resisten kuat di level 1.4050, tekanan jual akan terjadi ketika EUR menyentuh area 1.4200. Rangkaian faktor fundamental diperkirakan akan mengangkat EURO lebih tinggi.
Harga minyak mentah WTI melonjak ke kisaran 105.00 dan ditutup dekat kisaran atas pekan lalu. Apabila ketegangan Libya meluas ke Aljazair, minyak akan dengan mudah mendekati 120.00 dalam beberapa pekan ke depan. Jika jatuh ke bawah 100.00, minyak akan bergerak sampai 96.00. Namun kemungkinan terjadinya koreksi ini sangat kecil.

 

 

 

Bagaimana Dar Wong menganalisa USD/JPY, GBP/USD dan Emas minggu ini?

Simak selengkapnya di http://www.monexnews.com


Market Review AS & Eropa


Market Review AS & Eropa

Pasar minyak terus dihujam berita dari Timur Tengah, setelah pasukan pendukung Muammar Gaddafi melakukan perlawanan yang kian intens, dan laporan bahwa pesawat perang Libya menjatuhkan bom dekat terminal ekspor minyak. Emas melejit untuk ditutup pada $1436.15 per ons, menyentuh rekor tinggi baru. Dollar melemah terhadap sejumlah mata uang utama, dan euro menguat ke level tinggi 4 bulan terhadap dollar AS. Data ekonomi hari ini adalah capital spending dari Jepang, building approvals dan trade balance dari Australia, retails sales Swiss, Retail sales Jerman, services PMI, GDP dari zona Eropa, serta keputusan suku bunga ECB, services PMI Inggris, jobless claims, non-manufacturing PMI dari AS, dan pidato dari Ben Bernanke. Nikkei sendiri mungkin akan beranjak menuju kisaran inti 10,520 – 10,580.
EUR/USD closing 1.3865, high 1.3889, low 1.3744,
XAUUSD C:1436.15, H: 1439.95, L:1428,15,
CO-LS C: 102.43, H: 102.50, L: 99.21.


Market Outlook


Rabu, 02 Maret 2011

EMAS

Perak Bersinar Kuat; Emas Stabil

Spot perak mencapai tingginya 31 tahun dan emas bertahan stabil hanya dibawah level tertingginya hari Selasa, bersama ketegangan di Timur Tengah melatarbelakangi safe-haven dan naiknya harga. Dengan Libya yang dilanda perang saudara, para demonstran mengambil alih jalanan di Yaman, Iran dan Oman dan bentrokan massa dengan pemerintah. Spot perak mencapai $37.74 per ons, tertingginya sejak awal 1980. Spot emas mencapai level tertingginya di $1,434.45/troy ounce hanya 20 sen dibawah rekor tingginya di sesi sebelumnya. Emas telah beranjak turun dan berada di $1,431.75/troy ounce. (By monexnews.com)

 

MINYAK

Minyak Di Atas $100 Terkait Stok AS

Kontrak minyak mentah AS naik setelah kejutan kejatuhan persediaan minyak mentah di AS, sementara tekanan di Libya memanas, menyebarkan ketakutan bahwa negara-negara penghasil minyak lainnya di Timur Tengah dan Afrika Utara mungkin akan menghadapi kejadian yang sama. Harga minyak mentah di NYMEX untuk pengiriman bulan April naik 67 sen di $100.30/barel setelah menyentuh tinggi hariannya di $100.64/barel. (By monexnews.com)


Market Review AS & Eropa


Market Review AS & Eropa

Dollar menguat terhadap kebanyakan mata uang utama setelah gelojak di Afrika Utara dan Timur Tengah menurunkan selera seriko para investor. Minyak melejit ke level tinggi 29 bulan ditengah spekulasi kerusuhan di Timur Tengah dan Afrika Utara akan mengganggu suplai. Saham AS anjlok dalam kecemasan atas kenaikan harga energi akan mengancam pemulihan ekonomi. Logam mulia juga naik akibat kerusuhan di Timur Tengah, emas naik untuk ditutup diatas $1,430 per ons, rekor tinggi baru. Data ekonomi hari ini adalah GDP Australia, construction PMI Inggris, non-farm employment change, pidato dari Bernanke, Fed beige book, dan crude oil inventories dari AS. Nikkei mungkin akan bergerak 10.520 – 10.640.
‎​EUR/USD closing 1.3778, high 1.3854, low 1.3761, XAUUSD C:1433.90, H: 1434.60, L:1409,85, CO-LS C: 100.58, H: 100.69, L: 96.37.


Market Outlook


1 Maret 2011

EMAS

Emas Stabil Dibawah $1,410; Fokus Ke Minyak

Spot emas bertahan hanya dibawah $1,410 hari Selasa, seiring investor yang terus mengawasi ketegangan di Libya dan negara-negara lain di wilayah tersebut bersama dengan pengawasan terhadap harga minyak. Spot emas beranjak turun $1 di level harga $1,409.85/troy ounce. Kontrak emas paling aktif diperdagangkan hanya sedikit bergerak di level $1,410.70/troy ounce. Membaiknya perekonomian global mungkin akan membebani harga emas tahun ini dan di 2012 yang menyebabkan hampir 20% kejatuhan seiring para spekulan yang keluar dari pasar, menurut sebuah perkiraan dari Australia, negara penghasil emas ke 2 terbesar dunia. (By monexnews.com)


MINYAK

Ancaman terhadap suplai mereda, harga minyak melorot

Kontrak harga minyak mengalami penurunan terbesar dalam dua minggu terakhir. Melorotnya harga minyak terjadi setelah Arab Saudi menawarkan untuk menyuplai tambahan minyak setelah terjadinya konflik politik di Libya.  Kontrak harga minyak untuk pengantaran April turun 91 sen sehingga bertengger di posisi US$ 96,97 per barel di NYMEX. Ini merupakan penurunan harian terbesar sejak 11 Febuari lalu. Pada 24 Febuari, harga minyak sempat bertengger di posisi US$ 103,41 sebarel, yang merupakan harga harian tertinggi sejak 29 September 2008. Dengan demikian, sepanjang tahun ini, harga minyak sudah melesat 22%. “Ancaman terhadap suplai minyak tidak terlihat berbahaya seperti halnya minggu lalu. Meskipun kondisi di Libya masih mencekam, harga minyak tidak akan menanjak karena adanya komitmen penambahan suplai dari negara lain,” papar Tim Evans, energy analyst Citi Futures Perspective di New York. (By kontan.co.id)


HANGSENG

Manufaktur China melaju dengan kecepatan paling lambat 6 bulan terakhir

Industri manufaktur China melaju dengan kecepatan paling lambat enam bulan terakhir. Suku bunga yang lebih tinggi dengan tujuan meredam laju inflasi, justru menyandung industri manufaktur. Federasi Logistik dan Pembelian China mengatakan Purchasing Managers Index jatuh le level 52,2 dari 52,9 pada Januari. Ini merupakan penurunan bulanan ketiga. Sedangkan indeks kenaikan harga justru naik menjadi 70,1, yang merupakan level tertinggi sejak November 2010. PM Wen Jiabao berjanji membendung potensi inflasi. Nomura Holdings Inc juga melihat, saat ini pemerintah sangat hati-hati dalam mengambil kebijakan ekonomi. “Sebenarnya pejabat China terlalu berlebihan menanggapi inflasi ini,” ujar lembaga riset tersebut. Sebab, pembendungan laju inflasi membuat laju perekonomian China melambat. Tapi Qu Hongbin Ekonom HSBC justru berpendapat berbeda. Menurutnya, penurunan indeks tersebut merupakan angka yang tepat. “Beijing mulai mendinginkan pertumbuhan dan inflasi yang berlebihan,” ujarnya. Langkah pemerintah China masih diperlukan pada bulan mendatang. Ia berharap, kenaikan suku bunga masih bisa berlanjut bulan depan. Shanghai Composite Index naik 0,2% per 10:00 waktu setempat. Yuan naik 0,02% di Shanghai. (By kontan.co.id)

 


Market Outlook 28 February – 5 March 2011


Market Outlook 28 February – 5 March 2011

Cash Rate, tingkat suku bunga untuk deposit yang menginap di Australia di prediksi tidak ada perubahan, tetap 4.75%. Apabila pada 1 Maret 2011 ini di rilis di atas 4.75%, maka akan berdampak positif bagi Aussie. RBA (Reserve Bank of Australia) Rate Statement, Bank sentral Australia pada 1 Maret akan menyampaikan pernyataan mengenai kebijakan moneter dan penentuan tingkat suku bunga Aussie kedepan. Pernyataan yang optimistik akan menguntungkan Aussie.
ADP (Automatic Data Processing) NFP (Non-Farm Payroll), Jumlah tenaga kerja  baru dari sektor non pertanian di Amerika Serikat berdasarkan proses Automatic Data Processing di prediksi mengalami penurunan tipis, sebesar 180.000. ADP NFP ini merupakan acuan dari data NFP yang akan di rilis hari Jumat akhir pekan ini.
Fed Chairman Bernanke Testifies dan Fed Chairman Bernanke Speaks, kepala Bank sentral Amerika Serikat – Ben Bernanke pada tanggal 1, 2, dan 3 Maret 2011 akan menyampaikan pidato mengenai kondisi dan kebijakan ekonomi Amerika Serikat, khususnya tingkat suku bunga kedepan. Pernyataan yang optimistik akan menguntungkan Dollar.
Trade Balance, Selisih nilai antara barang ekspor dan impor di Australia yang akan di rilis 3 Maret 2011 di prediksi mengalami penurunan, sebesar 1.56B. Aapbila di rilis di bawah 1.56B, maka akan berdampak negatif bagi Aussie.
ECB (European Central Bank) Press Conference dan Minimum Bid Rate, Bank Sentral Eropa pada 3 Maret 2011 akan menyampaikan pandangannya mengenai perekonomian Eropa dan suku bunga kedepan, di prediksi suku bunga tetap di 1.00%.
NFP (Non-Farm Payroll), Jumlah tenaga kerja  baru dari sektor non pertanian di Amerika Serikat kembali di prediksi mengalami kenaikan tajam, sebesar 176.000, setelah bulan sebelumnya anjlok sebesar 36.000.

Unemployment Rate, Jumlah pengangguran di Amerika Serikat yang aktif mencari pekerjaan di prediksi mengalami kenaikan tipis, sebesar 9.1%, bulan sebelumnya 9.0%. Apabila di rilis di bawah 9.1%, maka akan berdampak positif bagi Dollar.

Untuk indikator ekonomi global, pada minggu ini akan diisi ramai rilis berita ekonomi penting, sebagaimana biasanya di awal bulan di antaranya pengumuman suku bunga di Eropa, Australia, dan Indoesia serta data pengangguran di Amerika. Secara umum rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:
• Dari kawasan Amerika: berupa rilis data perumahan Pending Home Sales pada Senin malam; lalu data industry ISM Manufacturing PMI pada Selasa malam; data ISM Non-Manufacturing PMI serta data tenaga kerja Unemployment Claims mingguan yang biasa menjadi perhatian pasar dirilis pada Kamis malam; serta data tenaga kerja Non-Farm Employment Change dan Unemployment Rate di Jumat malam yang akan menjadi pusat perhatian investor.
o Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa data Manufacturing PMI di Inggris pada Selasa sore; data Minimum Bid Rate dari European Central Bank (ECB) akan jadi perhatian investor pada Kamis sore.
o Dari Australia dan China: berupa pengumuman suku bunga Australia (RBA) pada Selasa pagi, berdekatan dengan itu adalah rilis Manufacturing PMI di China.
o Dari Indonesia: berupa pengumuman suku bunga BI rate pada Jumat siang bersama data inflasi.
Minggu lalu di pasar Forex, nilai tukar mata uang dollar bergerak melemah kembali terhadap kelompok major currencies lainnya di antara isyu bahwa ECB mungkin akan menaikkan suku bunganya sementara the Fed masih belum akan menaikkan suku bunganya dalam waktu dekat ini, dengan index dollar AS berakhir di level 77.230. Sementara itu, pekan yang lalu euro masih cenderung menguat walau hampir rangebound setelah pimpinan Bundesbank menyebutkan bahwa satunya pilihan bagi ECB adalah menaikkan suku bunga, berakhir di level 1.3750. Untuk minggu berjalan ini market range akan berada antara level resistance pada 1.4080 dan berikutnya di 1.4278, sedangkan level support di 1.3423 dan kemudian pada 1.3240.
Poundsterling minggu lalu umumnya melemah vs dollar agak terbatas ke level 1.6114, terkoreksi dari trend-up rally-nya selama ini. Untuk minggu ini, level resistance terdekat masih pada 1.6300 dan kemudian 1.6460, sedang support berada pada 1.5960 dan kemudian 1. 5745.
Untuk USD/JPY minggu lalu cenderung terkoreksi. Pasar di minggu ini berada di antara resistance pada 83.90 dan 84.50, serta support level pada 80.90 dan 80.22.
Sementara itu, Aussie dollar terpantau seminggu lewat masih menguat terbatas oleh kenaikan komoditas minyak ditutup pada level 1.0174. Range minggu ini tetap antara resistance 1.0230 dan 1.03 sementara support level di 0.9945 dan 0.9794.
Untuk pasar di Stock Index Futures, pada minggu lalu indeks Nikkei tergerus akibat sentiment negative geopolitik di Libya, berakhir di 10540. Minggu ini Nikkei berjangka akan dalam rentangan resistance terdekat pada 10900 dan level berikutnya di 11210. Adapun support pada level 10178 dan lalu 9906.
Sementara itu, Indeks Hang Seng Berjangka di Hong Kong minggu lalu juga melorot, ditutup di level 22922. Minggu ini akan berada dalam range level resistance di 23605 dan berikutnya 24000, sementara support-nya di 22415 selanjutnya 21520.
Bursa saham Wall Street minggu lalu mengalami koreksi, yang terbesar dalam tiga bulan terakhir, setelah mencapai level 32 bulan tertingginya sejak Juni 2008 untuk S&P 500. Situasi Libya telah menjadi penyebab utamanya. Demikianpun, Dow Jones Industrial minggu ini masih dalam area bullish-trend kepada level resistance berikutnya di 12400 dan 12600, sementara support di level 11800 dan kemudian pada 11450. Index S&P 500 minggu lalu juga alami korekwsi; resistance sekarang di level 1345 dan 1440, sementara level support berada di 1295 dan 1252.
Untuk pasar Emas, minggu lalu masih menguat, walau agak tertahan, setelah sebelumnya alami rally terpanjang selama enam bulan. Emas di LLG minggu lalu berakhir pada level $1408.15/troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan diuji untuk menyentuh level rekor tertinggi di $1431.00/troy ounce tanggal 17 Desember lalu, dengan rentang berada antara resistance terdekat pada $1431.00/troy ounce lalu level $1450.00/troy ounce Sementara itu, support ada di $1345.00 /troy ounce serta support berikut $1307.00. /troy ounce

Akan kemana situasi geopolitik kawasan Arab dan Timur Tengah kedepannya? Bagaimana jejak pemulihan ekonomi Amerika? Dana asing di Indonesia mau ke mana? Inflasi akan bagaimana nantinya? … Sejumlah pikiran dan pandangan tentang hal-hal tersebut sedang ramai digunjingkan. Masalahnya bagi investor itu mempengaruhi pergerakan harga aset investasi.


Monday Market Review


28 Februari 2011


Euro Minim Momentum Gain, Resisten-1 $1.3765

Mata uang tunggal Euro terlihat bergerak lemah dan kekurangan momentum di hari Senin terkait Dollar AS masih cenderung kokoh, berkat pelemahan harga minyak setelah pihak Arab Saudi mengatakan niatnya untuk meningkatkan pasokan guna menutupi kekurangan akibat ketegangan di Libya. Namun Euro juga sempat menguat di hari Jumat lalu yang dipicu oleh pernyataan pejabat Bank Sentral Eropa yang akan melawan inflasi, sehingga menaikkan harapan bahwa suku bunga zona Euro akan naik lebih cepat dibanding Amerika Serikat. “Fakta bahwa harga minyak menjauh dari level tertingginya berhasil dimanfaatkan oleh Dollar,” kata John McCarthy, direktur forex pada ING Capital Markets di New York. “Korelasi antara minyak dengan USD nampak kuat untuk saat ini, namun kami tidak tahu untuk berapa lama.” Bila momentum penguatan EUR cukup besar, maka EUR akan mampu sambangi level 1.3765 dengan resisten terkuatnya berada di 1.3800. (By monexnews.com)
MINYAK

Minyak Mentah Melonjak $2, Bidik $100

Kontrak minyak mentah AS melonjak mendekati $20 menuju $100/barel hari Senin seiring situasi yang memburuk di Libya bahwa ketegangan mungkin menyebar di Timur Tengah dan distribusi di negara tersebut mungkin terganggu. Minyak mentah NYMEX untuk pengiriman April naik $1.74 di $99.62/barel, setelah bertahan kuat naik 60 sen hari Jumat. (By monexnews.com)
EMAS

Emas Beranjak Naik Terkait Libya

Spot emas beranjak naik hari Senin, meneruskan penguatan di sesi sebelumnya, bersama ketakutan kekerasan yang terjadi di Libya berlanjut untuk mendorong permintaan. Spot emas naik 0.3% di $1,413.49/troy ounce. Emas bergerak selaras dengan penguatannya sebesar 6.2% dalam 1 bulan, terbesar sejak November 2009. Kontrak emas yang paling aktif di AS tersebut merangkak naik 0.4% di $1,414.50/troy ounce. (Bymonexnews.com)

 

GBP/USD

PMI inggris diharapkan jadi tolak ukur pertumbuhan ekonomi

Dari inggris dilaporkan bahwa, serangkaian indikator ekonomi bulan februari diharapakan menjadi  kunci  dan fondasi akan kebangkitan ekonomi setelah pertumbuhan yang mengecewakan di tahun 2010. Diharapkan Putaran terakhir indeks manajer pembelian ‘(PMI) yang mengukur perubahan bulanan, harus memberikan  gambaran jelas untuk  mendorong kearah mana ekonomi sedang menuju. Saat berita ini diturunkan rally GBP/USD ada pada tertinggi 1.6110 dan terendah di 1.6072 (By seputarforex.com)


Market Review AS & Eropa


Market Review AS & Eropa

Saham AS rebound dari level rendah harian seiring harga minyak mentah AS yang turun ditengah rumor yang belum pasti mengenai penembakkan pemimpin Libya Muammar Gaddafi. Sementara emas ditutup turun dekat $1,400. Dollar sedikit melemah terhadap sejumlah mata uang utama. Data ekonomi hari ini adalah GDP Inggris, serta GDP dan UoM consumer confidence dari AS. Nikkei mungkin akan bergerak dalam area 10,420-10,580.
EUR/USD closing 1.3801, high 1.3820, low 1.3701,
XAUUSD C:1402.20, H: 1417.95, L:1393,00,
CO-LS C: 96.80, H: 103.41, L: 95.62.


BREAKING NEWS KAMIS, 24 FEBRUARI 2011



Euro uji $1,38 – Konsisten Bullish

Euro masih menguat dan berpeluang melanjutkan rally-nya di tengah ekspektasi ECB akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan. Euro berhasil menggapai level tertinggi dalam tiga minggu terakhir setelah beberapa pejabat ECB menyampaikan pernyataan yang hawkish. Inti dari pernyatan mereka adalah kewaspadaan dalam menghadapi inflasi dan kesiapan untuk mengambil tindakan untuk meredamnya. Anggota Dewan ECB Yves Mersch dan Nout Wellink mengatakan pihaknya siap mengatasi inflasi dengan menaikkan suku bunga ketika diperlukan. Sebelumnya, Lorenzon Bini Smaghi juga mengatakan hal senada. Pernyataan kedua pejabat itu meningkatkan ekspektasi ECB akan memperketat kebijakan lebih cepat dari bank sentral lain seperti the Fed atau BOJ. Semalam, Presiden Jean-Claude Trichet juga menyampaikan pernyataan yang juga mendukung ekspektasi itu. Ia mengatakan pihaknya akan selalu menjaga stabilitas harga dan mengendalikan ekspekatsi inflasi sesuai dengan mandatnya.
Euro terus melambung sejak pernyataan hawkish pertama kali dilontarkan oleh Lorenzon Bini Smaghi. Pernyataan hawkish ini berhasil mengangkat euro di tengah gejolak di Timur Tengah yang mendorong pelarian ke safe haven. Euro kini sedang menguji $1,38, dan penguatan lanjutan terbuka. Namun, mata uang tunggal Eropa itu sepertinya masih sulit untuk menggapai $1,40, di tengah belum tuntasnya isu krisis utang. Data terjadwal yang dapat mempengaruhi pergerakannya antara lain data final PDB Jerman untuk Nopember 2010, data perdagangan Jerman, dan sentimen konsumen zona euro.
Sama seperti Euro, Sterling juga terangkat oleh ekspektasi pengetatan yang lebih cepat. Ekspektasi itu  mencuat setelah BOE Minutes menunjukkan tambahan satu anggota yang ingin kenaikan suku bunga. Spencer Dale, chief economist BOE, mengikuti Andrew Sentence dan Mertin Weale memilih kenaikan suku bunga, menurut minutes dari rapat 9-10 Februari lalu. Sterling kini bergerak di $1,62. Meski berpeluang menggapai level yang belum pernah disentuhnya sejak Januari 2010, $1,63, sterling butuh katalis atau pelemahan dollar lebih lanjut.
Sementara itu di AS, data terjadwal antara lain durable goods orders, initial jobless claim dan new home sales. Di tengah meningkatnya kekerasan di Libya, pasar justru menjauhi dollar dan beralih ke Swiss Franc dan Yen Jepang sebagai safe haven alternatif. Dollar melemah meski data exisiting home sales cukup bagus.

Swiss Franc berhasil menembus rekor tertingginya terhadap dollar. Franc diburu karena pasar melihatnya sebagai pilihan yang lebih logis dari dollar karena kecemasan gejolak di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak akan berimbas lebih dulu ke negara maju yang ekonominya sedang dalam pemulihan.


Market Outlook


24 Februari 2011


EMAS

Libia memburuk, emas terus menanjak

Kontrak emas berjangka naik menyusul makin memburuknya situasi di Libya dan Timur Tengah sehingga mendorong permintaan logam mulia sementara perak mencapai level tertinggi sejak 1980. Pemimpin Libia Muammar Qaddafi berkeras melawan pemrotes sampai titik darah penghabisan. Emas naik ke level tertinggi dalam tujuh sesi terakhir, terlama sejak awal Agustus. Harga mencapai US$1.417,30/troy ounce tertinggi dalam 7 minggu. Emas sempat mencapai rekor US$1.432,50/troy ounce pada 7 Desember. Sementara minyak di New York mencapai US$100/barel akibat kekhawatiran pasokan dari Timur Tengah. “Emas bakal terus naik dipengaruhi oleh faktor geopolitik, ancaman inflasi, dan pengembalian investasi,” kata Tom Pawlicki, analis MF Global Holdings Ltd, Chicago, kemarin. Emas untuk pengiriman April naik US$12,90 atau 0,9% menjadi US$1.414.00/troy ounce pada pukul 1:41 p.m. di Comex New York. Sepanjang 12 bulan, Emas naik 28%. Perak untuk pengiriman Mei naik 1,4% menjadi US$33,304/troy ounce, tertinggi sejak Maret 1980. Komoditas ini naik dua kali lipat dalam 12 bulan terakhir. (By bisnis.com)
MINYAK

Kontrak Minyak Solid di Tengah Kekisruhan

Kontrak minyak mentah hari Rabu bertahan kuat di level tertingginya sejak Oktober 2008, diperdagangkan diatas $100/barel bersama kekhawatiran di Libya dan protes terhadap pemerintah disana membuat pasar dimana pun terus bergolak. Minyak mentah untuk pengiriman bulan April menguat $2.68 atau naik 2.8% di $98.10/barel di New York Merchantile Exchange. Level ini merupakan level tertingginya sejak 1 Oktober 2008 – ketika harga minyak beranjak turun dari bertahan di level tingginya $145/barel dimusim panas tersebut. (By monexnews.com)
EUR/USD

Terangkat Ekspektasi Bunga, Euro Bidik 1.3815

Setelah mengalami rebound dengan apik, Euro terlihat akan mempertahankan level penguatannya saat ini dan bertengger pada range 1.3740 s/d 1.3800. Kondisi ini terutama dipicu oleh ekspektasi kenaikan suku bunga zona Euro yang akan lebih cepat dibanding Amerika Serikat. Prospek kenaikan inflasi dan suku bunga telah meredam keprihatinan gejolak politik di Afrika Utara dan Timur Tengah. Namun patut diwaspadai pasar saat ini masih cemas dan dollar A.S dapat kembali menguat jika kerusuhan di Afrika Utara dan Timur Tengah terus berlanjut dan harga minyak-pun bisa melonjak.

Secara teknikal bias bullish kembali confirm sejak harga terpantul dari 1.3525, namun perlu diingat bahwa pada grafik berikut masih terdapat potensi fase koreksi bearish kembali menuju area 1.3635. Resisten terdekat ada pada 1.3745, break di atas area tersebut dapat memicu tekanan naik lanjutan menuju resisten kunci pada area 1.3815 – 1.3860. Sementara hanya penembusan di bawah 1.3740 dapat mengubah bias harian menjadi bearish menuju area support 1.3700 dan 1.3635. (By monexnews.com)

Resistance Level            : 1.3745, 1.3815, 1.3860 (tertinggi 2 Feb)

Support Level                : 1.3740,1.3700, 1.3635

Trading Range               : 1.3700– 1.3815

Trend                            : Bullish


Market Review AS & Eropa


Market Review AS & Eropa

Wall Street turun tajam untuk kedua harinya setelah investor mencari aset yang aman seperti obligasi, emas dan franc Swiss akibat kecemasan bahwa gejolak di Afrika Utara dan Timur Tengah akan menyebar. Harga minyak naik untuk dua hari berturut-turut dan ditutup dekat level tertinggi dalam 2-1/2 tahun di atas $98 per barel, seiring meningkatnya ketegangan di Libya yang mengguncang pasar minyak dan kecemasan atas suplai yang berkepanjangan. Harga emas naik ke atas $1,410 per ons. Data ekonomi hari ini adalah private capital expenditure dari Australia, durable good orders, jobless claims, new home sales, dan crude oil inventories dari AS. Diperkirakan Nikkei akan bergerak dalam kisaran 10,540 – 10,430.
EUR/USD closing 1.3748, high 1.3787, low 1.3645,
XAUUSD C:1410.95, H: 1416.10, L:1396,05,
CO-LS C: 98.97, H: 100.00, L: 95.14.


Market Outlook


Rabu, 23 Februari 2011


EMAS

Harga emas capai puncak US$1.400 per ounce

Harga emas mencapai puncak US$1.400.00/troy ounce di New York dan perak melonjak ke posisi tertinggi sejak 30 tahun seiring dengan kondisi politik yang makin memanas di Timur Tengah. Harga emas mengalami reli sebesar 26% pada tahun lalu ketika harga perak juga meningkat dua kali lipat. “Tensi geopolitik di regional Timur Tengah dan Afrika Utara akan berlanjut menjadi lebih panas, para investor tentu akan menjaga investasi untuk mengamankan aset mereka,” kata Marc Ground, seorang analis pada Standard Bank Plc di Johannesburg, mengatakan dalam laporannya. (By bisnis.com)

MINYAK

Minyak Mentah Melemah Setelah Capai Tingginya 2,5Tahun

Kontrak minyak mentah AS kembali merosot hari Rabu setelah mencapai level tertingginya dalam hampir selama 2 ½ tahun terkait krisis di Libya yang mengurangi produksi disana dan memperburuk ketersediaan komoditi tersebut. Harga minyak mentah di NYMEX turun 11 sen di level $95.31/barel. Kontrak tersebut sebelumnya naik setingginya di $96.08, tertingginya hampir selama bulan sebelumnya sejak Oktober 2008. Hari Selasa, kontrak April menguat $5.71 dari penyelesaian hari Jumat guna ditutup pada $95.42/barel bersama pasar AS yang ditutup karena hari libur peringatan Presiden. Tingginya harga minyak mengancam pemulihan ekonomi global dan negara-negara industri yang bersiap untuk melepas minyak dari persediaan guna memenuhi permintaan, terkait terganggunya persediaan, dikatakan pimpinan ekonomi dari EIA hari Selasa. (By monexnews.com)

GBP/USD

Sterling Masih di Zona “Degradasi”

Setelah di sesi sebelumnya merosot tajam, hari ini pada sesi siang Sterling (GBP) mengalami pemulihan tipis namun masih berada di zona ‘degradasi’ di bawah kisaran $1.6200. Hari Selasa kemarin sterling melemah terhadap dollar AS akibat kekhawatiran meningkatnya ketegangan di Afrika Utara dan Timur Tengah sehingga memicu investor beralih ke mata uang safe haven. Cable juga menyerah terhadap Euro yang terdukung komentar hawkish salah seorang pejabat ECB, Yves Mersch. Saat ini para analis mengingatkan, setiap eskalasi berlanjut di negara Libya atau Timur Tengah, ini masih berpotensi mendorong investor dengan cepat untuk menghindari aset-aset beresiko. Imbasnya akan terjadi aksi jual terhadap mata uang Pound dan Euro. (By monexnews.com)


Market Review AS & Eropa


Market Review AS & Eropa

Harga minyak meningkat seiring produksi dari Libya turun ditengah kekerasan di negaranya, sementara investor cemas kerusuhan di Libya dapat menyebar ke negara produsen minyak lainnya di Timur Tengah dan Afrika Utara, mengganggu suplai. Menteri perminyakan Arab Saudi berusaha menenangkan kecemasan investor, mengatakan negaranya tidak akan membiarkan adanya gangguan suplai dari Timur Tengah untuk mempengaruhi suplai minyak global. Keresahan di Libya memicu rally pada mata uang safe-haven, seperti dollar AS, franc Swiss, dan yen Jepang.
‎​Wall Street tumbang dan mencetak hari terburuk sejak bulan Agustus, dengan emas mengikuti penurunan pada bursa saham. data ekonomi hari ini adalah trade balance Jepang, minutes pertemuan BoE, PPI Swiss, industrial new orders zona Eropa, existing home sales dari AS, dan pidato dari Trichet. Nikkei diperkirakan segera bidik 10.580 sampai 10. 680.
EUR/USD closing 1.3652, high 1.3703, low 1.3527, XAUUSD C:1398.50, H: 1410.65, L:1393,20, CO-LS C: 93.82, H: 94.49, L: 86.25.


Market Review Asia


Market Review Asia :

Ketegangan di Timur tengah berdampak negatif pada sebagian besar pasar global. Memanasnya ketegangan di Timur Tengah dan gempa yang melanda kota terbesar ke 2 di New Zealand terus membuat dollar Kiwi terus merosot. Ketegangan di Timur Tengah juga memicu aksi profit-taking yang berujung pada turunnya Nikkei. Hang Seng membukukan kejatuhan terdalam selama 2 minggu akibat saham Alibaba karena pengunduran diri pimpinan perusahaan tersebut dan aksi hindar resiko. KOSPI dilanda kejatuhan saham-saham transportasi dan developer yang disertai aksi jual oleh investor asing. Sektor pertambangan dan keuangan motori kejatuhan IHSG sebanyak 49,679 poin.


Market Outlook


Selasa, 22 Februari 2011

MINYAK
Jika harga minyak naik US$ 30, ancaman resesi global kembali mengintai dunia!

Kontrak harga minyak terus melaju. Bahkan, harga minyak kian mendekati level tertinggi sejak September 2008. Pada pukul 15.22 waktu New York, kontrak harga minyak jenis Brent melonjak 5,6% menjadi US$ 108,30/barel. Kecemasan investor akan situasi politik Timur Tengah menjadi pemicu utama. Seperti yang diketahui, pasukan militer Libya menyerang pelaku demonstrasi anti pemerintah seiring menyebarnya aksi serupa di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. Padahal, dua kawasan ini menyumbang 36% dari total produksi minyak dunia. “Investor dipastikan sangat cemas karena hal itu bisa berdampak pada harga minyak. Jika harga minyak melonjak sebesar US$ 20 atau US$ 30, kita akan kembali masuk ke resesi global,” jelas Bill Belchere, global chief economist di Mirae Asset Securities. (Bykontan.co.id)

EMAS
Emas Diatas $1.400 Bersama Menyebarnya Ketegangan

Harga emas naik diatas $1,400.00/troy ounce hari Senin untuk pertama kalinya dalam hampir 1 minggu seiring berkembangnya ketegangan di Afrika Utara dan Timur tengah, mendorong minat terhadap logam mulia. Ketegangan di wilayah Timur Tengah, tepatnya Mesir dan Tunisia, dimana para demonstran telah menurnkan para pimpinan dalam sebulan belakangan, mengancam kepemimpinan mereka dimana pun. Spot emas naik ke tingginya 7 minggu di $1,396.1, sebelum turun tipis ke $1,395.90/troy ounce. Emas bersiap memasuki sesi penguatan 6 sesi berturut-turut. Kontrak emas AS untuk pengiriman April naik 0.7% ke $1,395.90/troy ounce, dibandingkan ke penyelesaian kontrak di $1,388.60/troy ounce. (Bymonexnews.com)

GBP/USD
Profit Taking Jerumuskan Sterling Hingga di Bawah $1.62

Sterling makin terpuruk di hari Selasa akibat diterpa aksi profit taking dan gagal mengupayakan penguatannya meski dilatarbelakangi naiknya harapan bahwa Bank of England akan segera menaikkan suku bunga. Fokus pasar minggu ini akan tertuju pada minutes pertemuan BoE bulan Februari pada hari Rabu besok, dengan harapan ada anggota pembuat kebijakan lainnya yang bergabung dengan Andrew Sentance dan Martin Weale untuk menyuarakan kenaikan suku bunga. Sampai berita ini diturunkan GBPUSD tengah bergerak di kisaran $1.6158, anjlok 69 poin dari level tinggi $1.6227 yang tercatat pukul 07.00 WIB pagi. Sterling masih memiliki level support kuat di area $1.6100 bila pelemahan tidak dapat terbendung. (Bymonexnews.com


Market Outlook 21 – 26 February 2011


Minyak di perdagangkan sangat volatile selama sepekan kemarin hingga menyentuh 87.86, karena ketegangan politik di timur tengah, yang menyebabkan kekhawatiran investor atas pasokan minyak mentah. Para menteri keuangan negara-negara kelompok G20 yang bertemu di Paris-Perancis, menghasilkan kesepakatan yang kurang meyakinkan tentang bagaimana mengukur ketidakseimbangan dalam ekonomi global.

 

MPC (Monetary Policy Committee) Meeting Minutes, pertemuan komite kebijakan moneter Bank of England, yang akan diadakan pada 23 Februari 2011. Pada MPC Meeting Minutes ini akan membahas mengenai kondisi ekonomi Inggris, yang akan mempengaruhi keputusan BOE dalam menetapkan tingkat suku bunga kedepan.

 

Existing Home Sales. Jumlah bangunan yang terjual, kecuali konstruksi baru di Amerika Serikat di prediksi kembali mengalami kenaikan, 5.30M, dari 5.28M. Apabila di rilis di atas 5.30M, maka akan berdampak positif bagi Dollar.

 

Unemployment Claims, Jumlah warga Amerika Serikat yang masuk dalam asuransi pengangguran perpekannya di prediksi mengalami penurunan tipis, sebesar 405.000, setelah mengalami kenaikan, sebesar 410.000. Apabila di rilis di bawah 405.000, maka akan menguntungkan bagi Dollar.

 

New Home Sales.  Jumlah rumah baru yang terjual di Amerika Serikat di prediksi mengalami kenaikan tipis, sebesar 330.000, dari 329.000. Apabila di rilis di atas 330.000, maka akan berdampak positif bagi Dollar.

 

Untuk indikator ekonomi global, pada minggu ini akan diisi beberapa rilis berita ekonomi penting. Amerika pada hari Senin akan libur public karena President’s Day. Secara umum, rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

 

Dari kawasan Amerika: berupa rilis data CB Consumer Confidence pada Selasa malam; lalu data perumahan yaitu Existing Home Sales pada Rabu malam; data Core Durable Goods Orders serta data tenaga kerja Unemployment Claims mingguan yang biasa menjadi perhatian pasar dirilis pada Kamis malam; serta data awal Prelim GDP q/q di Jumat malam.

 

o Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa data German Ifo Business Climate pada Senin sore; data MPC Meeting Minutes Inggris akan jadi perhatian bagaimana kecenderungan kemungkinan kenaikan suku bunga di Inggris pada Rabu sore; serta Revised GDP q/q Inggris pada hari Jumat sore.

 

Minggu lalu di pasar forex, nilai tukar mata uang dollar bergerak melemah terhadap kelompok major currencies lainnya setelah meredanya gejolak di Mesir dan isyu bahwa the Fed masih tidak akan menaikkan suku bunganya dalam waktu dekat ini, dengan index dollar AS berakhir di level 77.630.

 

Sementara itu, pekan yang lalu Euro cenderung menguat setelah sempat satu anggota ECB menyebutkan perlunya ECB menaikkan suku bunga di tengah tekanan inflasi global, berakhir di level 1.3687. Untuk minggu berjalan ini market range akan berada antara level resistance pada 1.3858dan berikutnya di 1.4278, sedangkan level support di 1.3423 dan kemudian pada 1.3240.

 

Poundsterling minggu lalu umumnya menguat vs dollar hampir 300 pips ke level 1. 6235, sejalan dengan melemahnyaUSD secara gloal. Untuk minggu ini, level resistance terdekat masih pada 1.6300 dan kemudian 1.6460, sedang support berada pada 1.5960 dan kemudian 1. 5745.

 

Untuk USDJPY minggu lalu cenderung terkoreksi. Pasar di minggu ini berada di antara resistance pada 84.50 dan 86.00, serta support level pada 80.90 dan 80.22. Sementara itu,

 

Aussie dollar terpantau seminggu lewat rebound oleh kenaikan komoditas minyak ditutup pada level 1.0147. Range minggu ini tetap antara resistance 1.0230 dan 1.03 sementara support level di 0.9794.

 

Untuk pasar di stock index futures, pada minggu lalu indeks Nikkei masih melanjutkan bullish-nya oleh ekspektasi pemulihan ekonomi, berakhir di 10855. Minggu nanti Nikkei berjangka akan dalam rentangan resistance terdekat pada 11210 dan level berikutnya di 11380. Adapun support pada level 10150 dan lalu 9906.

 

Sementara itu, Indeks Hang Seng berjangka di Hong Kong minggu lalu sempat terdongkrak sekitar 900’an poin, ditutup di level 23583. Minggu ini akan berada dalam range level resistance di 24467 dan berikutnya 24957, sementara support-nya di 22780 selanjutnya 22415.

 

Bursa saham Wall Street minggu lalu kembali menguat terus di minggu yang ketiganya oleh prediksi the Fed bahwa yang menaikkan pertumbuhan ekonomi AS serta sejumlah laporan keuangan yang positif. S&P 500 Index dilaporkan mencapai level 32 bulan tertingginya sejak Juni 2008. Dow Jones Industrial minggu ini masih dalam bullish-trend menjelang level resistance berikutnya ke 12600 dan 13130, sementara support di level 11800 dan kemudian pada 11450. Index S&P 500 minggu lalu juga menguat; resistance sekarang di level 1440, sementara level support berada di 1252 dan 1175.

 

Untuk pasar Emas, minggu lalu menguat di tengah kenaikan harga minyak yang signifikan bersaman dengan melemahnya US dollar. Emas di LLG minggu lalu berakhir pada level $1388.10 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan diuji untuk menembus level $1400 kembali, dengan rentang berada antara level resistance terdekat pada $1393 lalu level $1432. Sementara itu, support ada di $1345 serta support berikut $1307 per troy ounce.

 

Bila diperhatikan belakangan ini, di antara situasi eskalasi geopolitik kawasan Arab dan Timur Tengah berembus sentimen harapan pemulihan ekonomi global. Pasar investasi menjadi makin dinamis dalam situasi ini. Terjadi pergulatan bull vs bear yang seru kembali. Begitulah karakteristik dunia investasi. Tidak usah heran, Anda tinggal mempelajarinya, menyimak dan ambil keputusan investasi Anda dengan cepat dan taktis.


BREAKING NEWS JUMAT, 18 FEBRUARI 2011



Gejolak Timteng angkat Franc

Franc Swiss rally, menjadi primadona karena gejolak Timur Tengah membuat investor justru menjauhi dollar. Kecemasan mengenai kemungkinan konflik antara Israel dan Iran, menyusul laporan kapal Iran sedang menuju Terusan Suez, membuat investor beralih ke franc, yang dianggap safe haven ketika gejolak geopolitik. Namun mereka melepas dollar, karena keeratan hubungan AS dengan Israel.  Dua kapal Iran mengajukan permohonan untuk melewati Terusan Suez, Kementerian Luar Negeri Mesir mengatakan kemarin. Israel khawatir dengan rencana itu, menyebutnya provokasi. Dalam dua hari terakhir, Franc menguat hingga ke kisaran 0,95 per dollar dari 0,97. Franc diperkirakan bisa terus menguat bila kondisi di Timur Tengah semakin memanas. Selain kapal Iran melewati Terusan Suez, gejolak di Bahrain, Libya dan Yaman juga menambah ketidakpastian. Bila masalah Iran itu reda, dollar mungkin akan pulih kembali. Turunnya yield obligasi AS karena masalah itu semakin mengurangi minat terhadap dollar. Mata uang AS itu melemah meski data ekonomi bagus. Indeks manufaktur di kawasan Philadelphia, atau Phily Fed, naik ke 35,9 di Februari dari 19,3 di Januari.
Euro sebenarnya sempat tertekan karena kecemasan Portugal menjadi negara selanjutnya yang akan diambang gagal bayar. Pemerintah Portugal didesak oleh negara zona euro lainnya untuk mengikuti Yunani dan Irlandia meminta bailout. Euro masih bergerak di kisaran $1,35, namun bila isu krisis utang mencuat, euro terancam koreksi.
Sterling melonjak berkat data ekonomi Inggris dan pernyataan pejabat BOE Andrew Sentance mengatakan suku bunga perlu dinaikkan untuk meredam inflasi. Data penjualan ritel Inggris hari ini dapat mempengaruhi pergerakan sterling selanjutnya.

Aussie juga menjadi pilihan di tengah pelarian dari dollar. Tidak ada data ekonomi AS terjadwal hari ini, namun pasar akan mencermati pertemuan G-20, yang diselnggarakan di Paris. Pasar juga menantikan pidato Ketua the Fed Ben Bernanke, yang juga hadir dalam pertemuan itu. Bernanke akan berbicara dalam diskusi panel mengenai stabilitas finansial.

BREAKING NEWS FRIDAY, 18 FEBRUARY 2011
Mideast turmoil lift Franc

Swiss Franc rally, to be excellent because the Middle East turmoil kept investors away from dollar instead. Anxiety about the possibility of conflict between Israel and Iran, following reports the Iranian ship was heading for the Suez Canal, making investors move to the franc, which is considered a safe haven when geopolitical turmoil. But they took off the dollar, because the closeness of U.S. relations with Israel. Two Iranian ships to apply for a pass through the Suez Canal, the Egyptian Foreign Ministry said yesterday. Israel worried by the plan, calling it a provocation. In two days, franc strengthened to about 0.95 per dollar from 0.97. Franc is expected to continue to strengthen if conditions in the Middle East increasingly heated. Apart from the Iranian vessels passing the Suez Canal, the turmoil in Bahrain, Libya and Yemen also adds uncertainty. When the Iranian problem subsides, the dollar will probably recover. The fall in U.S. bond yields because of problems that further reduce the interest against the dollar. The U.S. currency was weaker despite good economic data. Index of manufacturing in the Philadelphia region, or the Phily Fed, rose to 35.9 in February from 19.3 in January.
Euro actually got depressed because of worries Portugal into the next country to be on the verge of default. Government of Portugal urged by other euro zone countries to follow the Greek and Irish requesting the bailout. The euro is still moving in the range of $ 1.35, but if the sticking issue debt crisis, the euro threatened correction.
Sterling surged thanks to the UK economic data and official statement BOE Andrew Sentance said interest rates should be raised to curb inflation. UK retail sales data today can affect the movement of sterling further.

The Aussie is also an option amid a flight from the dollar. No U.S. economic data scheduled today, but the market will look at the G-20, which diselnggarakan in Paris. The market was also waiting for a speech the Fed chairman Ben Bernanke, who also attended the meeting. Bernanke will speak in a panel discussion on financial stability.


Market Outlook Komoditi


18 Februari 2011


EMAS
Ketegangan Timur Tengah Melebar, Emas Dekat $1,385

Harga emas menguat untuk bertahan diatas $1,385.00/troy ounce di hari Kamis, bersama data consumer price memicu kekhawatiran inflasi, menambah pembelian safe haven karena melebarnya ketegangan Timur Tengah. Penguatan emas memicu pembelian investasi perak, yang rally ke tingginya 31 tahun, penyebaran lanjutan penguatan perak terhadap emas dan membawa rasio emas-perak mendekati rendahnya 5 tahun. (Bymonexnews.com)
English Version

 

 

GOLD
Middle East Tensions Broad, Gold Near $ 1.385

Gold prices rose to stand above $ 1,385.00 / troy ounce on Thursday, along with consumer price data sparked fears of inflation, adding a safe-haven buying due to the widening of Middle East tensions. Strengthening the trigger buying gold silver investment, which rallied to a high 31 years, the spread continued strengthening of the gold and silver carrying gold-silver ratio near 5-year low. (Bymonexnews.com)

MINYAK
Harga minyak mentah menguat di New York

Minyak mentah diperdagangankan menguat di New York setelah tumbuh 1,6% kemarin, tertinggi dalam bulan ini,  ketika para demonstran yang bentrok dengan polisi di Bahrain, Yamandan Libia serta Iran yang memaskan situasi di  Timur Tengah. Harga miyak mentah untuk pengiriman Maret diperdagangkan di posisi US$86,45/barrel, naik 98 sen di New York Mercantile Exchange pada pukul 8:32 a.m. waktu Singapore. Kontrak tersebut naik 1% pekan ini, tertingi sejak lima hari, tulis Bloomberg. Kontrak utama New York, West Texas Intermediate (WTI), minyak mentah light sweet untuk penyerahan Maret, naik menjadi 86,36/barrel, bertambah 1,37 dolar dari tingkat penutupan Rabu. Di London, tulis AFP seperti dikutip Antara, minyak Brent North Sea untuk pengiriman April bergerak berlawanan arah, kehilangan US$1,19 menjadi menetap di US$102,59. (By bisnis.com)

English Version

OIL
Crude oil prices rose in New York

Crude oil rose in New York after growing 1.6% yesterday, the highest in this month, when demonstrators clashed with police in Bahrain, Yemen and Libya and Iran which made the situation in the Middle East is getting hotter. Miyak price of crude for March delivery traded at the position of U.S. $ 86.45 / barrel, up 98 cents on the New York Mercantile Exchange at 8:32 am Singapore time. The contract rose 1% this week, the highest since the five days, writes Bloomberg. New York’s main contract, West Texas Intermediate (WTI) light sweet crude for delivery in March, rose to 86.36 / barrel, increasing the level of 1.37 dollars from Wednesday’s close. In London, writes AFP quoted as saying by Antara, Brent North Sea oil for April delivery move in opposite directions, losing U.S. $ 1.19 to settle at U.S. $ 102.59. (By bisnis.com)

Related Articles