Becoming Sophisticated About Risk

Persamaan Saham dan CFD


Selasa, 29 Mei 2012 11:48 WIB

Mengapa Memilih Trading CFD Saham

Ditulis oleh: Dwi Arie Yuanto / Division Manager Monex Surabaya

Membeli sebuah CFD hampir sama dengan memiliki sebuah saham. Anda berarti telah memberikan nilai tambah dari kepemilikan saham, namun tanpa memiliki sahamnya. Berbagai manfaat yang biasa diperoleh pemegang sahama juga turut Anda raih, antara lain, keuntungan modal dan dividen. Agar lebih memperluas wawasan mengenai instrumen ini, patut disimak persamaan dan perbedaan antara perdagangan saham dan CFD:

Pergerakan harga

CFD diperdagangkan dengan kuotasi dan performa yang sama dengan sahamnya yang diperdagangkan di bursa konvensional. Contohnya: Jika nilai saham di bursa naik sebesar 20%, nilai CFD saham itu pun akan naik dengan persentase yang sama.

Dampak sebuah berita

Dampak positif atau negatif pada saham akibat berita atau perubahan data fundamental akan persis sama pada harga CFD-nya, karena keduanya memiliki pergerakan harga yang sama.

Aksi emiten (termasuk dividen)

Yaitu event yang dilakukan oleh perusahaan yang memiliki dampak bagi pemegang saham. Contohnya adalah: merger, stock split, dividen dan lain sebagainya. Dampak dari aksi emiten ini akan berpengaruh juga terhadap harga CFD. Sama halnya dengan saham, dengan CFD Anda akan menerima seluruh manfaat dari aksi emiten (atau ekuivalen) yang langsung akan di-kredit pada account Anda. Salah satu pengecualian adalah sebagai trader sebuah CFD, Anda tidak memiliki hak voting pada resolusi atau meeting direksi.

Likuiditas tinggi

CFD diperdagangkan dengan cara Over-The-Counter (OTC), sehingga Anda dapat masuk posisi baru atau melikuidasi posisi yang ada secara langsung seperti yang dilakukan pada saham (dengan syarat saham tersebut memiliki kapitalisasi besar).

Spread ketat

Pada umumnya, spread saham AS bervariasi tetapi biasanya berkisar antara satu sampai empat poin. Untuk CFD spreadnya fixed, dan bisa serendah hanya dua poin.

Tidak ada kadaluarsa

Lain dengan futures, pembelian saham secara konvensional dan CFD tidak memiliki tanggal kadaluarsa, sehingga Anda memiliki kebebasan untuk masuk posisi baru atau likuidasi posisi yang Anda pada saat kapan saja Anda inginkan ketika bursa buka. Anda juga dapat membiarkan posisi terbuka selama Anda menginginkannya.

Perbedaan Saham dan CFD

Ada beberapa perbedaan penting antara CFD dan saham underlying. Komponen-komponen ini patut Anda pahami sebelum terjun pada transaksi CFD. Perbedaan tersebut adalah:

Margin Trading

Seperti yang sudah dibahas, CFD diperdagangkan dengan margin yang bisa serendah 10% dari nilai perdagangan. Dalam perdagangan saham, Anda dapat mengambil fasilitas marjin dengan melakukan peminjaman. Namun hanya 50% yang dapat digunakan sebagai pinjaman. Sedangkan dalam CFD, posisi sebesar 10 kali jumlah marjin dapat diambil.

Bisa Short Sell

Sebuah CFD dapat dibeli atau dijual terlebih dahulu, sehingga setiap kesempatan baik dalam pasar bullish ataupun bearish. Short selling di bursa saham untuk beberapa saham tidak diperbolehkan (Contoh: Indonesia). Sementara di bursa saham AS, saham dapat terlebih dahulu dijual namun terbatas pada peraturan (uptick) dan memerlukan biaya yang mahal (karena biaya pinjaman).

Dividen

Adalah faktor yang perlu diperhatikan ketika berinvestasi pada saham. Untuk CFD, pembeli CFD dapat menerima manfaat dividen jika telah membeli saham tersebut. Namun perbedaan utamanya adalah untuk pembelian saham AS dengan cara konvensional, Anda dikenakan beban pajak sebesar 30% dari dividen yang diterima. Hal tersebut tidak terjadi pada CFD. Contohnya jika Anda berhak menerima dividen sebesar $0.50/saham untuk 10,000 saham, Anda akan menerima $5,000 sepenuhnya untuk posisi CFD Anda, tetapi untuk pembelian saham dengan konvensional, Anda hanya akan menerima jumlah net sebesar $3,500 karena pengenaan pajak 30%. Keunggulan lainnya adalah dividen dibagikan pada tanggal ex-dividend untuk posisibuy CFD. Sedangkan untuk saham, dividen diterima pada tanggal pay date yang ditentukan oleh emiten, yang bisa memakan waktu sebulan setelah tanggal ex-dividend. Sementara pemilik posisi jual CFD, akan membayar jumlah yang ekuivalen pada ex-dividend dateCatatan : Posisi harus terbuka sebelum ex-dividend date untuk menerima manfaat dividen tersebut (kondisi yang sama seperti saham).

Biaya overnight

Pembeli sebuah CFD akan membayar biaya overnight berdasarkan suku bunga US LIBOR (London Inter-Bank Offered Rate) yang sedang berlaku. LIBOR adalah suku bunga yang digunakan untuk peminjaman interbank. Pada umumnya selisih sebesar 3% untuk posisi beli. Sedangkan penjual CFD akan menerima LIBOR dikurangi 3%.

Tidak ada Antrian

Karena CFD merupakan produk OTC dan tidak ada bursa sentral maka tidak ada antrian order. Oleh karena itu, juga tidak ada istilah partial fills untuk CFD seperti yang ada pada saham.

Tidak ada kepemilikan

Ketika membeli sebuah CFD, tidak ada unsur kepemilikan perusahaan dalam transaksi tersebut. Sehingga tidak ada hak voting dan juga tidak terdapat biaya bea materai seperti yang terdapat pada perdagangan saham negara tertentu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s